Dewan Bisnis BIMP-EAGA Bahas Strategi Pembangunan Regional

October 18, 2024 by  
Filed under Berita

KOTA KINABALU – Dewan Bisnis BIMP-EAGA (BEBC) menggelar rapat Dewan Direksi (BOD) di Hotel Le Méridien, Kota Kinabalu, Senin (14/10/2024). Rapat dipimpin Dr. Sayid Irwan, Ketua BIMP-EAGA Business Council (BEBC), dan dihadiri direktur negara dari Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Perwakilan sektor swasta serta pemangku kepentingan dari berbagai industri juga turut berpartisipasi untuk membahas tantangan serta strategi pembangunan regional yang tengah berlangsung.

Rapat ini menjadi platform penting bagi sektor swasta untuk menyampaikan kekhawatiran mereka, yang kemudian dikonsolidasikan oleh BEBC dan disampaikan dalam Pertemuan Pejabat Senior (SOM) ke-32.

Diskusi dalam rapat BOD berfokus pada isu-isu utama seperti fasilitasi perdagangan lintas batas, pergerakan orang dan barang, serta hambatan infrastruktur. Perhatian khusus diberikan pada peningkatan proses Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Keamanan (CIQS) guna memperkuat konektivitas antarnegara anggota. Selain itu, pentingnya memperkuat perdagangan di sektor pertanian, agribisnis, dan agro-pariwisata juga menjadi sorotan utama. BEBC menegaskan perlunya menyelaraskan protokol perdagangan dan menyederhanakan pergerakan produk pertanian lintas batas. Peluang untuk mengembangkan agro-pariwisata sebagai upaya mendorong pariwisata berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi pedesaan juga dieksplorasi.

Sayid Irwan menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, klaster, dan lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dewan mengidentifikasi area pertumbuhan potensial di Koridor Ekonomi Kalimantan Barat (WBEC), Koridor Ekonomi Kalimantan Timur (EBEC), dan Koridor Sulu-Sulawesi, dengan menekankan pentingnya integrasi regional. BEBC memprioritaskan pengembangan agribisnis dan peningkatan akses pasar guna memperkuat daya saing produk lokal.

BEBC turut serta dalam Pertemuan Pejabat Senior BIMP-EAGA (SOM) ke-32. Sayid Irwan menyampaikan pembaruan mengenai isu-isu mendesak yang dibahas dalam rapat BOD. Topik utama meliputi peningkatan infrastruktur dan penghapusan hambatan perdagangan. BEBC memuji upaya SOM dalam menyederhanakan proses perbatasan dan memperkuat pergerakan barang serta orang lintas batas, yang berkontribusi pada kelancaran perdagangan dan konektivitas regional.

Selama 30 tahun terakhir, WBEC, EBEC, dan Koridor Sulu-Sulawesi telah menunjukkan dampak ekonomi yang signifikan, menarik investasi, merangsang perdagangan, dan menciptakan lapangan kerja yang menguntungkan masyarakat lokal dan ekonomi regional. BEBC menegaskan perlunya memanfaatkan potensi koridor-koridor ini untuk pertumbuhan yang lebih lanjut.

BEBC juga mengucapkan terima kasih kepada para Menteri, Gubernur, dan pemimpin pemerintah daerah atas kepemimpinan mereka dalam memajukan agenda BIMP-EAGA. Dr. Sayid Irwan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah atas peran penting mereka dalam mengimplementasikan inisiatif yang mendukung pembangunan regional, terutama di bidang infrastruktur, perdagangan, dan konektivitas.

BEBC memuji upaya kerja sama yang berkelanjutan antara semua pihak untuk menjaga daya saing kawasan ini. Dewan menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan guna menjadikan BIMP-EAGA pusat perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis. (*)

Perkuat Komitmen Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Perhimpunan Filantropi Indonesia Luncurkan PFI Chapter Makassar

October 11, 2024 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Makassar — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyelenggarakan peluncuran PFI Chapter Makassar yang dikemas melalui Philanthropy Thought Leaders (PTL) ke 17 dengan tema “Chapter Makassar untuk Membangun Sinergi Filantropi di tingkat Sub-Nasional di Wisma Kalla, Kota Makassar pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Peluncuran PFI Chapter Makassar yang diselingi diskusi ini terlaksana atas kolaborasi dengan Yayasan Hadji Kalla, Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), Inovasi Ketahanan Komunitas (INANTA), Rumah Zakat, dan Human Initiative.

Tujuan utama kegiatan ini adalah menggaungkan peresmian PFI Chapter Makassar kepada pemangku kepentingan dan penggiat filantropi di Sulawesi Selatan serta menyosialisasikan PFI Chapter Makassar sebagai platform untuk memperluas jejaring untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi multi-pihak dalam rangka mendorong pencapaian pembangunan berkelanjutan di tingkat sub-nasional.

Pada acara PTL ke-17, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. H. Jufri Rahman, M.Si., saat menyampaikan pidato utama mengatakan  pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mengapresiasi tak terhingga atas peluncuran PFI Chapter Makassar yang diinisiasi oleh Perhimpunan Filantropi Indonesia sebagai wadah untuk membangun jejaring dalam rangka mendorong ko-kreasi dan kolaborasi aksi kolektif di Sulawesi Selatan.

“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami menjadi model pembentukan PFI Chapter di Provinsi Sulawesi Selatan. Kami sangat mendukung inisiatif ini untuk membantu pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan penanganan berbagai tantangan sosial dan budaya, ekonomi dan lingkungan hidup di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan,” ujar Sekda Sulsel Dr. H. Jufri.

Sekda Sulsel Dr. H. Jufri meyakini bahwa kehadiran PFI Chapter Makassar dapat menjadi wadah dari berbagai inisiatif yang mampu menjawab permasalahan sosial dan lingkungan yang mendesak dengan tetap mempertahankan kearifan lokal dan prinsip-prinsip berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar pada saat memberikan sambutan menjelaskan bahwa Sulawesi Selatan, sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekonomi yang signifikan dan keberagaman sosial-budaya.

Secara geografis dan demografis, Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri yang membutuhkan pendekatan filantropi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan lokal. PFI melihat pentingnya memperkuat kehadiran di wilayah ini melalui pembentukan Chapter yang tidak hanya berfungsi sebagai katalisator, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai pemangku kepentingan.

Lebih dari itu, pengembangan Chapter ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sektor filantropi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil dalam mencapai tujuan pembangunan bersama melalui ko-kreasi, kolaborasi, dan aksi kolektif.

Dengan adanya PFI Chapter Makassar, diharapkan akan terjalin kemitraan yang lebih erat dan kolaborasi yang lebih intensif dalam mengatasi isu-isu strategis. Selain itu, Chapter ini akan menjadi platform bagi anggota PFI dan mitra-mitra lainnya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya dalam rangka meningkatkan dampak sosial dari program-program filantropi yang ada di Sulawesi Selatan”, ujar Rizal.

Rizal menegaskan peluncuran PFI Chapter Makassar ini bukan hanya sekadar sebuah acara seremonial, melainkan juga sebagai simbol komitmen PFI untuk terus memperluas jejaring, mendorong ko-kreasi dan kolaborasi, serta meningkatkan efektivitas gerakan filantropi di Indonesia. Dalam konteks yang lebih luas, inisiatif ini juga diharapkan dapat menginspirasi provinsi lain untuk mengembangkan pendekatan filantropi yang lebih strategis dan berbasis pada kebutuhan spesifik daerah.

Salah satu narasumber pada acara PTL ke-17, Direktur Eksekutif Yayasan BaKTI, M. Yusran Laitupa menyampaikan bahwa upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab multi-pihak, antara lain sektor filantropi, sektor swasta dan masyarakat sipil.

“Kami akan terus mengajak dan menggalakkan multi-pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung penguatan filantropi dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan”, tegas Yusran.

Pada PLT ke-17 juga turut hadir narasumber yang mumpuni pada bidang filantropi, yaitu Plh. Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Bakti Haruni, C.E.S; Wakil Ketua Dewan Penasihat PFI, Timotheus Lesmana Wanadjaja; dan Executive Director SDGs Center Universitas Hasanuddinn, Drs. Muhammad Yusri Zamhuri, MA, PhD. Diskusi ini dimoderatori oleh Direktur Eksekutif Yayasan INANTA, Leonardy Sambo.(vb/*)

Belantara Foundation Edukasi Generasi Muda Pentingnya Hidup Harmonis Dengan Satwa Liar di Habitatnya

October 7, 2024 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta — Belantara Foundation menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pameran Muda Mudi Konservasi 2.0: Kolaborasi Kunci Keberhasilan Konservasi Biodiversitas Indonesia pada 5-6 Oktober 2024 di Mall Sarinah, Jakarta.

Pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Muda Mudi Konservasi, yang meliputi Belantara Learning Series Episode 11 dengan tema Ekowisata Satwa Liar Berkelanjutan: Pembelajaran Dari Asia pada 11 September 2024. Seminar International hybrid yang melibatkan pembicara dari berbagai negara di Asia ini diadakan di Universitas Pakuan, Bogor, serta melalui aplikasi zoom dan live streaming di akun Youtube Belantara Foundation.

Selain itu, juga terdapat Kampanye Digital berupa komik reels di Instagram dengan tema “Hidup Harmonis Manusia-Satwa Liar di Habitatnya” dan lomba fotografi bertajuk Belantara Snapshot bertemakan “Pesona Alam Indonesia” pada 24 September – 2 Oktober 2024 di Instagram.

Selain itu juga “Belantara Goes To School” yang mengangkat tema “Peningkatan Literasi Keanekaragaman Hayati Indonesia melalui Quiz Game dan Media Sosial”. Serial berbagai kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Belantara Foundation dengan Universitas Pakuan ini akan dimulai pada 23 Oktober 2024 mendatang di SMA Negeri 1 Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pameran selama 2 hari yang diawali dengan Lomba Cerdas Cermat antar SMA se-Jabodetabek dan diselingi Talk Show ini terselenggara atas kolaborasi dengan IUCN – Indonesia Species Specialist Group (IdSSG), Forum HarimauKita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI).

Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), APP Group, Student Care, Eat & Run, Biologeek, serta didukung oleh The Body Shop Indonesia, SiDU, dan Pristine 8.6+. Turut mendukung sebagai media partner yaitu Tempo.co, Trubus, Klik Hijau, Ruangkota.com, Greeners.co dan BeritaLingkungan.com.

Kegiatan Talk Show yang digelar dalam dua sesi mengangkat tema besar “Kolaborasi Multipihak dalam Pelestarian Satwa Liar di Indonesia”. Sesi pertama Talk Show di hari ke-1 pada 5 Oktober 2024 mengusung subtema “Mewujudkan Harmonisasi Manusia – Satwa Liar di Habitatnya”, sedangkan hari ke-2 Talk Show pada 6 Oktober 2024 mendikusikan subtema “Bersama Lestarikan Alam Nusantara”.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna dalam sambutannya di acara pembukaan mengatakan acara Pameran Muda Mudi Konservasi merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadartahuan (awareness) publik, khususnya generasi muda, akan pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati di Indonesia.

“Oleh karenanya, Pameran Muda Mudi Konservasi kali ini difokuskan pada upaya menyampaikan pemahaman tentang pentingnya hidup harmonis antara manusia dengan satwa liar di habitatnya di Indonesia,” ujarnya.

Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, yang menjadi salah satu narasumber Talkshow menjelaskan bahwa kehilangan keanekaragaman hayati, termasuk satwa liar, menjadi salah satu bagian dari triple planetary crisis (tiga krisis planet) yang dapat mengancam keberhasilan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Secara global, yang menjadi faktor penyebab hilangnya keanekaragaman hayati antara lain alih fungsi lahan, eksploitasi yang berlebihan (over exploitation), perubahan iklim, polusi, hama dan penyakit, jenis asing invasif, serta konflik satwa liar dengan manusia di habitatnya.

“Konflik manusia dengan satwa liar yang intensitasnya cenderung meningkat dari waktu ke waktu dipicu oleh banyak faktor, yang antara lain alih fungsi lahan yang berdampak pada hilangnya habitat, fragmentasi habitat, serta penurunan kualitas habitat.

Meningkatnya aktivitas manusia di areal-areal yang merupakan habitat satwa liar juga dapat memicu terjadinya konflik. Konflik manusia-satwa liar juga kerap terjadi di areal konsesi kehutanan, di HGU Perkebunan sawit, atau bahkan di ladang masyarakat.

“Harmonisasi manusia dan satwa liar di habitatnya merupakan sebuah win win solution bagi pembangunan berkelanjutan dan upaya konservasi,” tegas Dolly yang juga anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

Senada dengan Dolly, pada waktu dan tempat yang sama, Co-Chair IUCN-IdSSG, Sunarto, Ph.D., mengatakan  diskusi dan edukasi tentang pentingnya untuk dapat berbagi ruang dan hidup berdampingan antara satwa dan manusia perlu terus menerus dilakukan. Selain berbagai manfaat yang didapat, memang ada resiko konflik yang perlu diminimalisir atau dimitigasi dan dikelola dengan baik secara terus menerus.

Sunarto menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya konflik manusia dan satwa liar di habitatnya yaitu masalah dari individu satwa liar itu sendiri. Misal satwa liar yang sakit cenderung mengalami kesulitan berburu seperti biasa dan individu jantan muda yang mencari wilayah jelajah baru juga cenderung mengalami konflik dengan manusia.

Selain itu, terdapat juga faktor habitat yang bersinggungan dengan daerah aktivitas manusia seperti pemukiman atau perkebunan. Terlebih, seiring dengan pertambahan penduduk dan peningkatan kebutuhannya, tekanan terhadap habitat alami satwa liar juga semakin kuat.

“Pemahaman yang baik oleh semua pihak menjadi kunci utama untuk berbagi ruang dan hidup berdampingan secara harmonis”, ujar Sunarto.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pengurus Belantara Foundation, Dr. Irsyal Yasman mengatakan bahwa gerakan Muda Mudi Konservasi ini sangat relevan dengan salah satu pilar program Belantara yaitu pelestarian satwa liar beserta habitatnya.

“Kami akan terus mengajak dan terus menggalakkan upaya kolaborasi multipihak untuk mendukung gerakan penyadartahuan atau awareness serta edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda akan pentingnya berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan biodiversitas di Indonesia”, ujar Irsyal.

Turut hadir narasumber dari penggiat konservasi satwa liar yang berasal dari organisasi lingkungan dan sektor swasta yang memiliki pengalaman dalam mewujudkan harmonisasi manusia-satwa liar di habitatnya serta tokoh publik yang fokus dengan isu gaya hidup berkelanjutan. Secara berturut-turut yaitu Sunarto, Ph,D., Co-Chair IUCN-IdSSG; Donny Gunaryadi, M.Sc., Ketua Forum Konservasi Gajah Indonesia; Jasmine N.P. Doloksaribu, Head of Landscape Conservation & Environment APP Group; Valerie dan Veronica Twins, Model dan Pendiri ‘Sustainbabes’ dan Medina Kamil, Outdoor Enthusiast. Talk show ini dimoderatori oleh Alfian Rahardjo, News Anchor CNN Indonesia.(vb/*)

 

 

Beasiswa Pelatihan Kerja Teach4Hope Kaltim, Program Pengembangan SDM pasca Covid-19

October 4, 2024 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Program beasiswa pelatihan kerja Teach4Hope diluncurkan di Kalimantan Timur. Program  sebagai bagian dari inisiatif platform penggalangan dana Kitabisa.com, yang kini telah menjadi salah satu platform terbesar di Asia Tenggara. Tujuan progm ini untuk memperluas akses pendidikan dan pelatihan kerja, terutama setelah dampak pandemi COVID-19 yang mempengaruhi banyak sektor.

Pelatihan berlangsung selama tiga bulan. Peserta akan mendapatkan satu bulan pelatihan di kelas dan dua bulan praktik langsung di lapangan. Selain pengetahuan dan keterampilan, peserta juga akan menerima dukungan berupa uang transportasi dan makan selama mengikuti program.

Program ini terlaksana atas kerja sama dengan Accor Group dan Hotel Mercure Samarinda, yang juga menjadi lokasi pembukaan pelatihan,  Jumat (4/10/24).

Seto Marsono, General Manager Hotel Mercure dan Ibis Samarinda, menjelaskan, sektor perhotelan di Kalimantan Timur terus berkembang, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin membuka peluang kerja di bidang ini.

“Kami membutuhkan SDM berkualitas tinggi untuk mendukung pertumbuhan ini. Dengan adanya program pelatihan ini, kami berharap bisa mencetak tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan di industri perhotelan dan pariwisata,” ujarnya.

Seto juga menambahkan bahwa kemitraan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab industri untuk memberikan pelatihan dan menciptakan tenaga kerja yang berkompeten. Industri perhotelan adalah tentang layanan, produk yang bagus dan makanan yang enak tidak akan berarti tanpa pelayanan prima.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur yang diwakili oleh Kepala bidang Pengembangan SDM Ekraf, Dahlia, menekankan pentingnya pengembangan kapasitas SDM dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor layanan dan penjualan.

“Program ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas pelayanan unggul,” pengkasnya.

Ia juga mengatakan, kehadiran IKN akan membuka lebih banyak peluang kerja, dan melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menggali potensi terbaik mereka dan menguasai keterampilan yang dibutuhkan saat ini.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada Kitabisa.com dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Program pelatihan ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan SDM yang berkualitas, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Ia berpesan agar mereka memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. “Kalian adalah generasi penerus yang akan membentuk masa depan Kaltim nantinya,” tutupnya. (yud)

Gubernur Kaltim Lantik Enam Penjabat Sementara Bupati dan Wali Kota

September 25, 2024 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengukuhkan enam Penjabat Sementara (Pjs) Bupati dan Wali Kota di Pendopo Odah Etam Kaltim, Rabu (25/9/2024).

Enam Penjabat Sementara yaitu Pjs Bupati Paser dijabat M Syirajudin (Asisten Pemerintahan dan dan Kesra Setdaprov Kaltim), Pjs Bupati Berau (Sufian Agus/Kepala Badan Kesbangpol Kaltim) dan Pjs Bupati Kutai Kartanegara (Bambang Arwanto/Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim)

Selanjutnya, Pjs Bupati Kutai Timur dijabat Agus Hari Kesuma (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim), Pjs Wali Kota Bontang (Munawwar/Kepala Satpol PP Kaltim). Dan Pjs Wali Kota Balikpapan (Ahmad Muzzakir/Kepala BPKAD Kaltim). Pengukuhan dilaksanakan

Akmal Malik menyampaikan, jabatan ini adalah amanah dan tanggung jawab yang diberikan negara. Ia meminta penjabat sementara yang baru dikukuhkan bisa amanah dan menjadi sebagai ladang ibadah dan pengabdian.

“Laksanakan setiap tugas dan wewenang sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pesan Akmal.

Akmal Malik juga meminta dalam waktu dua bulan kedepan untuk segera bergerak dan bekerja cepat. Lakukan langkah-langkah konkret dengan menjalin kerja sama, koordinasi dan komunikasi yang baik dengan seluruh unsur Forkopimda dan perangkat daerah terkait, maupun kemitraan dengan berbagai komponen lain yang ada di dalam masyarakat.

“Ciptakan suasana sejuk dan nyaman yang dapat mendorong terciptanya situasi daerah yang kondusif dengan terus memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat. Termasuk mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 agar tertib, lancar dan kondusif,”tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut Akmal Malik juga menyampaikan beberapa hal yang penting bagi Pjs bupati dan wali kota menjadi perhatian untuk dapat melaksanakan tugas dan wewenangnya sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No.100.2.4.3/4378/SJ tentang Penegasan dan Penjelasan Terkait Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Nasional tahun 2024.

” Di pundak saudara diamanahkan untuk membangun konsolidasi internal pemerintah daerah dengan baik dan benar, agar kedepan tugas-tugas pemerintah daerah terutama pelayanan publik dapat terus berjalan secara optimal,” ujarnya.

Akmal Malik juga meminta para Pjs untuk membangun silaturahmi, menjalin komunikasi dan kemitraan dengan Forkopimda, KPU, Bawaslu dan seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas politik dan pemerintahan.

“Saya mengajak kepada Pjs bupati wali kota untuk menjadi pemimpin yang mengayomi, lakukan silaturahmi kepada masyarakat, bangun komunikasi dengan semua unsur didalamnya, sehingga masyarakat benar-benar dapat merasakan kehadiran pemerintah daerah yang memberikan solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Sebagai birokrat, saudara tentu memahami dengan baik program reformasi birokrasi yang harus dapat diwujudkan,” papar Akmal Malik.

Tampak hadir Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Kejaksaan Tinggi Kaltim, Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kaltim, Kepala BIN Kaltim,Danrem 091/ASN, para asisten, Kepala OPD dan Biro Setdaprov Kaltim serta undangan lainnya. (**)

« Previous PageNext Page »

  • vb