Catat Tanggalnya, Tahun 2024 ada 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama

September 13, 2023 by  
Filed under Berita

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memyampaikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2024

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy setelah memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas Penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2024 menyampaikan Keputusan penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2024

Rapat yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 12 September 2023 ini dihadiri Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki.

Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2024. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 855 Tahun 2023, Nomor 3 Tahun 2023, Nomor 4 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024.

“Untuk tahun 2024, pemerintah memutuskan libur nasional dan cuti bersama berjumlah 27 hari. Di mana, libur nasional sebanyak 17 hari dan cuti bersama sebanyak 10 hari,” ujar Muhadjir Effendy, Menko PMK saat memberikan keterangan pers.

Penandatangan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2024 dilakukan oleh Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Agama yang diwakili oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki dengan disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi, Sekretaris KemenpanRB Rini Widyantini, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito.

Menko PMK menjelaskan, penetapan jumlah Hari Libur Nasional dan Libur Cuti Bersama Tahun 2024 merujuk pada Keppres No. 251 Tahun 1967 Tentang Hari-hari Libur sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keppres No. 3 Tahun 1983 Tentang Perubahan atas Keppres No. 251 Tahun 1967.

“Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2024 dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta yang lain agar bisa merancang aktivitasnya,” kata Muhadjir.

Penetapan ini, juga menjadi rujukan bagi Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja selama tahun 2024.

Menko PMK menyampaikan, selanjutnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan menyusun Rancangan Keputusan Presiden tentang Cuti Bersama Pegawai ASN Tahun 2024 dan menyiapkan peraturan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). “Dan untuk aturan terkait pelaksanaan libur dan cuti bersama pada sektor swasta akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Dalam rapat koordinasi juga dibahas pengajuan perubahan nomenklatur hari libur nasional usulan dari Kementerian Agama yang berdasarkan usulan umat Kristen dan Katolik, yaitu: Wafat Isa Almasih menjadi Wafat Yesus Kristus, Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Raya Natal menjadi Kelahiran Yesus Kristus.

“Untuk itu Kementerian Agama akan menyusun usulan Keppres (Keputusan Presiden) atas perubahan nomenklatur dimaksud,” tutup Menko PMK.(*/mun)

Berikut daftar hari libur nasional tahun 2024 yang terdiri dari 17 hari, yaitu:

– 1 Januari: Tahun Baru 2024 Masehi

– 8 Februari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW

– 10 Februari: Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili

– 11 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946

– 29 Maret: Wafat Isa Almasih

– 31 Maret: Hari Paskah

– 10-11 April: Hari Raya Idul Fitri 1445H

– 1 Mei: Hari Buruh Internasional

– 9 Mei: Kenaikan Isa Almasih

– 23 Mei: Hari Raya Waisak 2568 BE

– 1 Juni: Hari Lahir Pancasila

– 17 Juni: Hari Raya Idul Adha 1445H

– 7 Juli: Tahun Baru Islam 1446H

– 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI

– 16 September: Maulid Nabi Muhammad SAW

– 25 Desember: Hari Raya Natal

Sementara cuti bersama tahun 2024 sebanyak 10 hari, yaitu:

– 9 Februari: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek

– 12 Maret: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946

– 8, 9, 12, 15 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1445H

– 10 Mei: Cuti Bersama Kenaikan Isa Al Masih

– 24 Mei: Cuti Bersama Hari Raya Waisak

– 18 Juni: Cuti Bersama Idul Adha 1445H

– 26 Desember: Cuti Bersama Hari Raya Natal.

Belantara Foundation Kampanyekan “Mencintai Satwa Liar Dengan Tidak Harus Memiliki”

September 10, 2023 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Belantara Foundation menyelenggarakan kegiatan bertajuk Pameran Konservasi Indonesia Maju dengan Konservasi untuk Kini dan Masa Depan Generasi pada 9-10 September 2023 di Mall Sarinah, Jakarta.

Pameran ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Muda Mudi Konservasi, yang meliputi kontes foto di backdrop bergambar satwa liar kharismatik dan tumbuhan terancam punah di Indonesia pada 8-17 Agustus 2023 serta kuliah umum bertemakan Konservasi Biodiversitas dan Satwa Liar di Indonesia pada 10 Agustus 2023 di Universitas Pakuan.

Selain itu, juga digelar lomba fotografi bertajuk Belantara Snapshot bertemakan Pesona Satwa Liar Indonesia pada 23 – 31 Agustus 2023 di Instagram, serta Belantara Learning Series Episode 7 dengan tema Metode Kajian Orangutan dan Kisah dari Lapangan pada 30 Agustus 2023 secara luring dan daring yang dikuti oleh hampir 500 peserta. Secara luring diadakan di Universitas Pakuan, sedangkan daring via aplikasi zoom dan live streaming di channel Youtube Belantara Foundation.

Acara ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka Global Tiger Day yang diperingati setiap 29 Juli, Hari Konservasi Alam Nasional/HKAN yang diperingati setiap 10 Agustus dan World Elephant Day yang diperingati setiap 12 Agustus serta International Orangutan Day yang diperingati setiap 19 Agustus.

Pameran yang diselingi talkshow ini diselenggarakan atas kolaborasi dengan Forum HarimauKita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), Eat & Run, Biologeek.

Selain itu juga didukung organisasi penggiat konservasi satwa liar lainnya dan peran swasta seperti APP Sinar Mas, PT Sharp Electronics Indonesia dan Pristine. Turut mendukung juga sebagai media partner yaitu Tempo.co, Majalah Trubus, Forest Insights, Klik Hijau dan Sorot Jakarta.

Kegiatan talkshow sendiri mengangkat tema Aksi Generasi Muda Dalam Pelestarian Satwa Liar di Indonesia. Dengan subtema talkshow hari ke1 pada 9 September 2023 yaitu Peran Multipihak dalam Pelestarian Satwa Liar di Indonesia dan subtema talkshow hari ke 2 pada 10 September 2023 yaitu Mencintai Satwa Liar Tidak Harus Memiliki.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna pada sambutannya di acara pembukaan mengatakan bahwa acara Muda Mudi Konservasi ini merupakan gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik khususnya generasi muda akan pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati dan satwa liar beserta habitatnya di Indonesia.

Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan menjelaskan keanekaragaman hayati dan satwa liar di Indonesia juga menghadapi berbagai ancaman, salah satunya akibat maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar oleh masyarakat, lalu dijadikan sebagai hewan peliharaan. Tak jarang, pemelihara satwa liar berasal dari kalangan tokoh publik/public figure.

“Situasi ini diperparah dengan banyaknya kasus satwa liar peliharaan yang dijadikan sebagai konten media sosial. Secara tidak langsung, hal ini dapat menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, yang beranggapan satwa liar boleh dijadikan hewan peliharaan. Padahal, mencintai satwa liar tidak harus memiliki. Ancaman lainnya yaitu degradasi habitat, hama dan penyakit, pencemaran, perubahan iklim, serta kerusakan lingkungan lainnya”, tambah Dolly yang juga ​ anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

Di tempat terpisah, sebagai sponsor utama pameran ini, Chief Sustainability Officer APP Sinar Mas, Elim Sritaba mengatakan pihaknya sejak tahun 2013 sudah menerapkan Kebijakan Konservasi Hutan atau Forest Conservation Policy (FCP) yang diimplementasikan di seluruh rantai pasok usaha pulp dan kertas APP Sinar Mas. Salah satunya dengan melakukan kajian dan mengelola areal-areal High Conservation Value (HCV) dan High Carbon Stock (HCS) di dalam operasional Hutan Tanaman Industrinya. Jadi, kegiatan pameran ini sangat sejalan dengan implementasi kebijakan FCP.

“APP Sinar Mas berkomitmen turut serta melindungi keanekaragaman hayati yang berada di lokasi operasional kami dengan menjalankan berbagai upaya mitigasi, perlindungan dan juga peningkatan kapasitas termasuk bekerja sama dengan para pemangku kepentingan mendukung program pemerintah dibawah kepemimpinan KLHK” tegas Elim.

Turut hadir tokoh publik dan praktisi konservasi satwa liar sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dan terlibat aktif dalam penyadartahuan (awareness), edukasi dan kampanye pelestarian satwa liar beserta habitatnya di Indonesia yaitu TuanTigaBelas, musisi (rapper); Fade2Black, BOSF Awareness Campaigner; Gita Syahrani, Penggiat Gotong Royong – Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) 2017 – 2023; drh. Nur Purba Priambada (vet), Kepala Divisi Profesi ASLIQEWAN, Davina Veronica, BOSF Awareness Campaigner; dan Ramon Y.Tungka, Explorer & Environmentalist.(vb/yul)

Rencana Penataan Ulang Pasar Pagi, Pedagang Belum Mendapat Sosialisasi

September 8, 2023 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Rencana pembangunan penataan ulang Pasar Pagi Samarinda yang akan dimulai pada awal 2024 membuat pedagang resah. Mereka mendapat informasi harus mengosongkan tempat mereka berdagang pada bulan November mendatang. Padahal, hingga saat ini para pedagang belum mendapat sosialisasi dari Pemerintah Kota Samarinda mengenai relokasi saat pembangunan Pasar Pagi.

“Hingga saat ini Dinas Perdagangan dan UPTD Pasar Pagi belum pernah melakukan sosialisasi kepada pedagang,” kata Ketua ForumPasar Pagi (FP3) Kota Samarinda Thoriq Hakim didampingi Sekretaris Umum Jupriansyah Awing kepada wartawan di Samarinda, (8/9/2023).

Menurutnya, hal ini membuat pedagang panik dan menahan diri untuk melakukan pembelian dan melakukan stok barang. Mereka harus mengubah perencanaan usaha dan tindakan usaha menjelang bulan puasa dan lebaran Idul Fitri 1445 H/2024.

Dikatakan Thoriq Hakim, selain dampak psikologis, dampak sosial yang ditimbulkan dari rekontruksi pasar juga harus mendapat perhatian, Berdasarkan data jumlah pedagang Pasar Pagi, saat ini terdapat 2.800 orang.

“Apabila jumlah tersebut menanggung 3 orang dalam keluarga, maka dampak langsung akan dirasakan sebanyak 11.200 jiwa,” kata Thoriq Hakim.

Dikatakan sejak wacana rekontruksi Pasar Pagi serta  relokasi digulirkan, seharusnya pedagang mendapatkan sosialisasi yang berisikan detail tentang tahapan, hak dan kewajiban setelah rekontruksi. Karenanya, hasil rapat pedagang Pasar Pagi memberikan mandat kepada FP3 untuk untuk memfasilitasi dan memperjuangkan aspirasi pedagang Pasar Pagi.

Beberapa usulan yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Samarinda yaitu agar melakukan kajian Ilmiah bukan hanya pada aspek bangunan yang berada di Pasar Pagi saja tetapi juga kajian ilmiah dampak sosial kemasyarakatan yang timbul dan berdampak kepada pedagang Pasar Pagi.

Thoriq Hakim juga menyampaikan, jika kegiatan awal dari rekonstruksi Pasar Pagi berupa relokasi pedagang Pasar Pagi yang rencananya dilakukan bulan November 2023, pedagang meminta penundaan pelaksanaan relokasi hingga lebaran Idul Fitri 1445 H/2024,

Para pedagang juga meminta lokasi yang disiapkan untuk relokasi pedagang Pasar Pagi ditempatkan pada satu lokasi dan tidak jauh dari lokasi Pasar Pagi saat ini, tidak memiliki potensi banjir (lokasi bebas banjir), lokasi mudah dijangkau oleh kendaraan umum, aman bagi pedagang dan pembeli.

“Berdasarkan pertimbangan hal tersebut, pedagang Pasar Pagi mengusulkan relokasi berada di kawasan Citra Niaga dan eks Pelabuhan peti kemas Samarinda,” ujarnya.

Thoriq Hakim berharap dapat terjalin komunikasi dua arah antara pedagang Pasar Pagi dan Pemerintah Kota Samarinda sebagai mitra pembangunan ekonomi Kota Samarinda. (*)

Pertamina Gelar Simulasi Padamkan Kebakaran di Fuel Terminal Samarinda

September 3, 2023 by  
Filed under Berita

SAMARINDA –  PT Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan menggelar simulasi Penanggulangan  Keadaan Darurat di Fuel Terminal (FT) Samarinda, Kalimantan Timur Minggu, (03/09/2023).

Simulasi kejadian ini merupakan simulasi level 1 yang melibatkan Kepolisian, TNI, Tim Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Tim HSSE – Marine dan Warga Ring I.

Kejadian yang disimulasikan merupakan gabungan dari kebakaran di area Tangki Timbun T-10, tumpahan BBM di perairan dan Evakuasi Warga ketempat yang lebih aman.

Kejadian bermula ketika sedang dilakukan pembongkaran BBM jenis Pertalite dari kapal tanker. Awalnya operasi berjalan normal namun pada saat swipe tanki Timbun T-03 petugas operator salah membuka jalur outlet, sehingga menyebabkan Tangki Timbun T-10 terjadi Luberan BBM keluar dari lubang slop deeping, sehingga terjadi vapour release (kabut).

Dari semburan BBM yang keluar sudah memenuhi lokasi dan dibawa angin kearah pemukiman warga dan terjadi flash fire dari vapour yang terbakar, menjalar ke tangki timbun akibat percikan api dari lampu penerangan.

Setelah mendapatkan laporan mengenai kondisi tersebut, FTM memerintahkan untuk mengaktifkan keadaan darurat dan Puskodal aktif.

Secara bersamaan FTM Memerintahkan Security untuk melakukan evakuasi warga ketempat yang lebih aman. Setelah penanggulangan berjalan 50 menit, kebakaran berhasil dipadamkan, namun terdapat ceceran BBM di perairan sungai Mahakam. Insiden Commander meminta bantuan On Scene Commander (Marine) untuk menanggulangi ceceran BBM tersebut.

Penanggulangan berjalan selama 30 menit dan setelah itu dilaporkan bahwa kondisi sudah aman. Deputy ERC menyatakan keadaan darurat selesai. Data-data dari para commander dikumpulkan untuk referensi pada saatj dilakukan konferensi pers oleh Deputi ERC dan tim kepada para wartawan yang sudah menunggu.

Area Manager HSSE Regional Kalimantan, Agoeng Priyanto menyampaikan bahwa simulasi penaggulangan keadaan darurat ini merupakan kegiatan yang wajib dan rutin diaksanakan oleh Pertamina dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan setiap orang, teramsuk dalam situasi hari libur.

“Tentu kami tidak pernah menginginkan keadaan darurat yang sebenarnya terjadi. Namun perlu disadari bahwa karakter industri migas sangatlah high risk, sehingga simulasi ini menjadi kesempatan untuk mengasah dan mengevaluasi kembali kemampuan personel kami ketika terjadi insiden di hari Libur,” jelas Agoeng.

Dalam simulasi tersebut, Pertamina turut melibatkatkan pemangku kepentingan dan lembaga di sekitar wilayah operasi FT Samarinda, yang seringkali terlibat sebagai garis terdepan dalam penanggulangan keadaan darurat.

“Terima kasih untuk seluruh stakeholder pihak yang terlibat hari ini seperti Damkar Kota Samarinda, Polsek, Babinsa serta pihak-pihak lainnya. Semoga kita dapat terus berupaya mewujudkan komitmen zero fatality di Pertamina,” tambah Agoeng.

Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra, dalam keterangan resminya menyampaikan, tujuan dilakukan simulasi penanganan keadaan darurat ini adalah untuk melatih pemahaman tugas dan tanggung jawab setiap fungsi terhadap kondisi keadaan darurat, yang sewaktu waktu bisa terjadi.

Selain itu, Arya menyampaikan kegiatan ini sangat penting guna meningkatkan kehandalan dan kesiapan sistem, sumber daya, dan fasilitas penanggulangan keadaan darurat yang ada dalam suatu lokasi ketika menghadapi kondisi yang sebenarnya.

“Latihan simulasi keadaan darurat ini adalah salah satu cara untuk menguji kehandalan sarana fasilitas dan komunikasi dalam mengelola keadaan darurat serta sebagai sarana meningkatkan kesiapsiagaan dan terus melatih kewaspadaan seluruh pekerja Pertamina, serta Tim Penanggulangan Keadaan Darurat dan HSSE dari Pertamina,” ungkap Arya.

“Keadaan darurat level 1 (region) adalah kondisi darurat yang tidak bisa ditanggulangi oleh lokasi dan butuh bantuan dari lokasi Pertamina lain atau bantuan eksternal melalui persetujuan region, tapi masih di region yang sama,” tutup Arya.(*)

Peringati Hari Konservasi Alam Nasional, Generasi Muda Angkat Bicara Soal Konservasi Satwa Liar

September 2, 2023 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Belantara Foundation bersama Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana dan Biologi FMIPA Universitas Pakuan menyelenggarakan webinar tentang cara meneliti orangutan di alam serta kisah seru para peneliti muda secara hybrid (luring dan daring) pada Rabu (30/08/2023).

Luring diadakan di Auditorium Rektorat Universitas Pakuan, Bogor sedangkan daring diadakan melalui aplikasi zoom dan live streaming youtube Belantara Foundation. Webinar cerita pengalaman para konservasionis muda yang dikombinasi dengan pelatihan ini dikemas melalui kegiatan Belantara Learning Series Eps.7 (BLS Eps.7).

Materi berbagi kisah seru dan pembelajaran dari peneliti muda yang terlibat aktif dalam penelitian dan pemantauan harimau sumatra, gajah sumatra, dan orangutan, juga diselingi dengan penjelasan tentang metode yang kuat untuk digunakan dalam mengamati ketiga spesies kharismatik tersebut beserta habitatnya.

Kegiatan ini juga menggandeng 6 universitas sebagai kolaborator yang akan mengadakan acara “nonton dan diskusi bareng” BLS Eps.7 bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing universitas. 6 universitas tersebut yaitu Universitas Pakuan, Universitas Riau, Universitas Nasional, Universitas Andalas, Universitas Gadjah Mada dan Universitas Tanjungpura.

Selain untuk turut memeriahkan Hari Konservasi Alam Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus,  pelaksanaan BLS Eps.7 ini juga dilaksanakan untuk memperingati Global Tiger Day yang jatuh pada 29 Juli, World Elephant Day yang diperingati setiap 12 Agustus, dan International Orangutan Day yang jatuh pada setiap tanggal 19 Agustus.

Kegiatan rutin Belantara Foundation ini terlaksana berkat kolaborasi apik dengan Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana dan Prodi Biologi FMIPA Universitas Pakuan, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau, Fakultas Biologi dan Pertanian Universitas Nasional, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Tanjungpura, IUCN Indonesia Species Specialist Group (IdSSG), Forum HarimauKita (FHK), Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI), Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), Eat & Run, dan Biologeek, serta didukung oleh PT Sharp Electronics Indonesia.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna pada paparannya mengatakan bahwa webinar dan pelatihan metode kajian orangutan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas stakeholders seperti mahasiswa, praktisi, jurnalis, pemerintah, dan sektor swasta yang berminat untuk mengaplikasikannya di lapangan baik itu untuk penelitian maupun pengelolaan dan perlindungan satwa liar dan habitatnya di Indonesia.

Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan menyebutkan Indonesia merupakan salah satu negara “Biodiversity Country” yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi sehingga menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar kharismatik, seperti harimau sumatra dan gajah sumatra serta orangutan. Di dunia, hanya Indonesia yang memiliki 3 jenis orangutan. Terdapat tiga jenis orangutan penghuni hutan tropis di Indonesia, yaitu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), orangutan sumatra (Pongo abelii) dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Indonesia juga pernah memiliki 3 anak jenis harimau, serta memiliki 2 anak jenis gajah asia, imbuhnya.

“Orangutan memiliki peran penting untuk keberlanjutan ekosistem antara lain membantu penyebaran biji di kawasan hutan sehingga mampu membantu regenerasi hutan secara alami dan menjaga keseimbangan ekosistem”, ujar Dolly yang juga​ anggota Commission on Ecosystem Management IUCN.

Menurut analisis Population Habitat Viability Analysis (PHVA) tahun 2016, diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan di Pulau Sumatra dan Kalimantan, yang tersebar pada 51 populasi yang terpisah di kawasan seluas sekitar 17,5 juta hektar.

Selaras, Co-Chair IUCN IdSSG, Sunarto, Ph.D., pada presentasinya mengemukakan keunikan Indonesia sebagai satu-satunya negara yang memiliki tiga jenis orangutan. Fakta bahwa kondisi orangutan masuk daftar merah International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) dalam kategori kritis (Critically Endangered) adalah sebuah tantangan bagi Indonesia. Berbagai upaya perlindungan dan pelestarian orangutan perlu diperkuat melalui kerja sama dan sinergi program dari semua pemangku kepentingan.

Tidak hanya itu, orangutan merupakan satwa yang dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta Permen LHK No.106 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

“Diperlukan kolaborasi dan sinergi program para pihak dari berbagai sektor termasuk pemerintah, universitas/akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan sektor swasta serta pemangku kepentingan terkait untuk pemantauan dan perlindungan orangutan beserta habitatnya di Indonesia” pungkas Sunarto.

Senada, Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Anna Permanasari menyampaikan dalam pembukaan BLS Eps.7, bahwa sektor akademisi memainkan peran penting dalam pelestarian satwa liar, salah satunya dengan cara melakukan kajian serta mencari cara-cara yang inovatif dan efektif untuk menjaga dan melestarikan satwa liar yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Kami akan terus mendorong civitas akademika Universitas Pakuan agar terus terlibat lebih aktif dalam penelitian satwa liar di habitat alaminya. Kemudian, mendiseminasikan hasil penelitian tersebut kepada masyarakat dan pemangku kepentingan terkait sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan dasar pengelolaan dan perlindungan yang efektif”. Penting juga untuk mensinergikan antara penelitian-penelitian yang dilakukan oleh baik mahasiswa maupun dosen dengan apa yang menjadi kebutuhan dalam upaya pelestarian spesies-spesies terancam punah, agar intervensi yang dilakukan menjadi semakin efektif, pungkasnya.

Ketua Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA), Dr. Aldrianto Priadjati mengatakan pentingnya penelitian dan pemantauan orangutan dan habitatnya yang komprehensif dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah untuk mendukung upaya pelestariannya. FORINA menyambut gembira atas kepedulian civitas academika dan para generasi muda dalam mendukung upaya konservasi satwa kharismatik Indonesia.

Turut hadir peneliti muda sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dan terlibat aktif dalam penelitian dan pemantauan harimau sumatra, gajah sumatra dan orangutan secara berturut-turut yaitu Tarmizi, Anggota Representatif FHK untuk Provinsi Sumut dan Aceh; Dwi Adhari Nugraha, Pengurus Bidang Riset Forum Konservasi Gajah Indonesia; dan Prima Lady, Peneliti Orangutan Magister Biologi Universitas Nasional.(*)

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1632291
    Users Today : 3362
    Users Yesterday : 4474
    This Year : 568801
    Total Users : 1632291
    Total views : 13961450
    Who's Online : 70
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-10