Peserta PKN Lakukan Seminar Risalah Kebijakan

November 1, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebanyak 57 orang peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang sedang mengikuti pelatihan tahap akhir melaksanakan Seminar Policy Brief (Risalah Kebijakan). Seminar dilaksanakan di Aula ”Kampus Bagimu Negeri Jiwa Raga Kami” BPSDM Kaltim, Kamis (31/10/2024).

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi menyampaikan, ada empat risalah kebijakan yang diseminarkan. Keempatnya merupakan bagian dari berbagi pengalaman hasil Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) ke Provinsi Kepulauan Riau, 26-29 Agustus 2024 yang lalu.

Risalah Kebijakan yang ditampilkan di awal Seminar berasal dari Kelompok B-2 atau Kelompok IV, dengan judul ”Penguatan Rantai Pasok Komoditas Kelapa Sawit untuk Percepatan Hilirisasi Industri”. Risalah Kebijakan ini disampaikan oleh Yusliando, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalimantan Timur.

Risalah Kebijakan kedua, berasal dari Kelompok A-1 atau Kelompok I, dengan judul ”Akselerasi Strategi Implementasi Ekonomi Pasca Tambang untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan”. Risalah Kebijakan ini disampaikan oleh Marselinus Jebaru, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Risalah Kebijakan ketiga, berasal dari Kelompok A-2 atau Kelompok II, dengan judul Transformasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Mewujudkan Investasi Hijau di Kalimantan Timur”. Risalah Kebijakan disampaikan oleh Petrus Antonius Rasyid, Kepala Bappeda Kabupaten Manggarai Barat.

Sedangkan Risalah Kebijakan yang terakhir, berasal dari Kelompok B-1 atau Kelompok III, dengan judul ”Strategi Implementasi Investasi dalam Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif di Provinsi Kepulauan Riau”. Risalah Kebijakan disampaikan oleh Munawar, Kepala Satpol PP Kaltim, yang juga sekaligus sebagi Pjs. Walikota Bontang.

Seminar yang dimoderatori Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, menghadirkan dua narasumber yang kompeten, sekaligus juga sebagai Tim Penilai bagi 4 (empat) makalah Risalah Kebijakan, yaitu Masjaya, Guru Besar FISIP UNMUL juga sebagai mantan Rektor UNMUL selama dua periode. Sedangkan narasumber kedua, Sekda Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.

Masjaya secara umum menyoroti tentang pentingnya pengambilan kebijakan secara konsisten. Misalnya kebijakan penghijauan. Pastikan bahwa kebijakan yang diambil bukan sekedar menanam pohon, tetapi harus dipastikan berapa pohon yang ditanam itu hidup. Artinya, kebijakan tersebut bukan sekedar output, tapi harus sampai kepada outcome dan impact.

Sementara itu, narasumber kedua sekaligus sebagai penilai, Sri Wahyuni lebih menyoroti pada hal-hal yang lebih teknis. Misalnya soal judul Risalah Kebijakan. Ia mengatakan, karena risalah kebijakan bukanlah makalah, maka hendaknya judul dibuat semenarik mungkin dan langsung menukik kepada rekomendasi kebijakan yang terkait dengan isu tertentu.

Misalnya saja, judul risalah kebijakan dari Kelompok II, yang semula berjudul ”Transformasi Pembangunan SDM Mewujudkan Investasi Hijau di Kaltim”, bisa diubah menjadi ”Pembangunan SDM untuk Investasi Hijau di Kaltim: Kapan Kita Mulai?”.

Sri Wahyuni, menambahkan agar infografis yang disajikan  diperkuat dengan data dan fakta. Demikian pula rekomendasi yang diberikan harus bisa ”nendang”, yaitu langsung kepada persoalan. Tidak kalah pentingnya, agar ditampilkan kebijakan yang lama, sebelum merekomendasikan kebijakan yang baru, pungkas Sri Wahyuni. (mje)

CIMB Niaga Gelar Ngobiz untuk Pengusaha Perkebunan di Samarinda

October 31, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA -Sebagai wujud dukungan nyata untuk para pengusaha sektor perkebunan di Kalimantan Timur, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan acara Ngobrolin Biznis (Ngobiz) bertema “Update Perpajakan di Sektor Agrikultur: Tantangan & Peluang Baru” di Samarinda, belum lama ini. Acara tersebut mengulas peluang, tantangan, serta strategi menghadapi pembaharuan regulasi perpajakan di sektor agrikultur, serta solusi perbankan yang ditawarkan CIMB Niaga untuk kemajuan bisnis nasabah.

Acara dibuka oleh Branch Area Head Kalimantan Region VII CIMB Niaga Heny Susetyorini dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur Ence Achmad Rafiddin Rizal, Ketua Gabungan Perkebunan Kepala Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Timur Rachmat Perdana Angga, narasumber CEO Attax Indonesia Purwo Adi, serta para pengusaha perkebunan dan manajamen CIMB Niaga.

CIMB Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman perbankan (customer experience) yang optimal di Samarinda. Melalui 4 kantor cabang yang berlokasi di Jalan Simpang Merak, Jalan KH Khalid, Jalan Ir H Juanda, dan Jalan Bung Tomo serta 17 mesin ATM yang tersebar di sejumlah titik, beragam aktivitas perbankan dapat dilakukan dengan mudah.

Tidak hanya itu, untuk layanan yang lebih cepat, nasabah juga bisa memanfaatkan layanan digital seperti aplikasi digital banking OCTO Mobile dan OCTO Clicks yang memberikan kemudahan dalam mengakses layanan perbankan kapan saja dan di mana saja.

Adapun nasabah bisnis CIMB Niaga mendapatkan dukungan maksimal melalui BizChannel@CIMB yang membuat berbagai transaksi bisnis menjadi lebih teratur dan efisien. Bagi nasabah merchant atau pemilik toko, CIMB Niaga juga menyediakan aplikasi OCTO Merchant, sehingga transaksi jual beli menjadi lebih praktis. (**)

Pj Gubernur Kaltim Menilai Berau Coal Sukses Berdayakan Eks Lahan Tambang

October 31, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat berkunjung di lokasi Greenhouse PT Berau Coal, Selasa (29/10/2024).

BERAU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengatakan Berau Coal sukses memberdayakan eks lahan tambang untuk ketahanan pangan. Menurutnya, Berau Coal merupakan perusahaan tambang yang sangat peduli dengan perikanan, peternakan dan pertanian, khususnya kakao.

“Bahkan Berau Coal sudah punya pabrik sendiri dan mengirim produknya ke luar Kaltim,”ujar Akmal Malik saat melakukan penanaman bibit kakao di areal Kawasan Pengembangan Masa Depan (Kembang Mapan), Kebun Kakao OPD G5 Blok 5-6 Site Binungan PT Berau Coal, Berau, Selasa (29/10/2024).

Areal tersebut merupakan kawasan eks lahan tambang Berau Coal yang disiapkan untuk mendukung pengembangan pangan dengan luas keseluruhan Kembang Mapan adalah 709,9 hektare. Adapun kakao yang ditanam adalah jenis unggul yang didatangkan dari Jember, Jawa Timur.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada PT Berau Coal yang sudah mampu memberikan bukti bahwa tambang bukan hanya bisa merusak lingkungan, tapi sukses melakukan transformasi ke pertanian, perikanan dan peternakan.

“Bagi saya ini contoh yang baik. Saya akan terus gelorakan, bagaimana 500 ribu hektare lahan yang sudah dikembalikan oleh pemegang IUP, bisa kita kelola bersama untuk mendukung ketahanan pangan di Kaltim,” tegasnya.

Selain itu, Akmal juga memuji konsep pengembangan yang dilakukan Berau Coal dengan menggandeng masyarakat lokal untuk perkebunan kakao ini.

“Konsep inti plasma untuk kakao ini mungkin contoh yang pertama di Indonesia. Sebab biasanya kan inti plasma itu sawit saja,” pujinya.

Direktur Operasional dan HSE Berau Coal Arief Wiedhartono mengungkapkan, kakao dipilih karena memang sangat cocok dikembangkan di daerah ini selain karet. Mereka pun telah melakukan penelitian untuk pengembangan coklat ini dan potensinya sangat bagus, termasuk di areal pascatambang.

“Kami masuk untuk membantu petani. Mulai dari proses penyediaan bibit kakao, membeli hasil petani dan membantu memasarkannya,” jelasnya.

Ia mengaku, sebelumnya produk petani sulit diterima pasar. Karena itu, mereka mengambil alih prosesnya dan membantu agar produk petani bisa diterima pasar.

“Kami sudah punya pabrik dan alhamdulilah produk kami bisa diterima dengan baik oleh pasar,” bangganya.

Ia menambahkan, penghasil coklat terbesar di dunia ada di Afrika dan Indonesia. Saat ini harga coklat mulai membaik, sehingga antusias petani menanam coklat juga semakin meningkat.

“Coklat ini sudah kita kirim ke Belanda, Italia dan Jepang,” pungkasnya.

Selain melakukan penanaman bibit kakao, Pj Gubernur Akmal Malik juga meninjau pengolahan perikanan dan pengolahan air eks kolam tambang menjadi air baku siap pakai, bahkan siap minum yang dikelola Berau Coal.

Ini merupakan kunjungan kelima Pj Gubernur Akmal Malik ke sejumlah perusahaan pemilik IUP. Sebelumnya, kunjungan sudah dilakukan ke PT Indominco, PT Kitadin, PT MHU dan PT Kideco.

Turut melalukan penanaman, Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal Arief Wiedhartono, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Ujang Rachmad, Kepala ESDM Kaltim Bambang Arwanto dan Pjs Bupati Berau Sufian Agus.(nbl)

Pj Gubernur Kaltim Apresiasi Transformasi Tambang ke Pertanian dan Perikanan

October 30, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

BERAU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik memuji konsep kelola tambang Berau Coal sangat memerhatikan kepentingan masa depan dan transformasi dari tambang menuju pertanian, peternakan dan perikanan.

Menurutnya, pola pengelolaan tambang di Berau Coal sangat jauh berbeda dengan apa yang sudah terjadi di Republik Nauru, sebuah negara di kawasan Pasifik Tengah.

“Nauru adalah negara kecil yang kaya karena tambang (era 80-an). Tapi karena mereka tidak mengelola untuk masa depan, sekarang mereka menjadi negara termiskin di dunia,”ujar Akmal saat berkunjung di lokasi Greenhouse PT Berau Coal usai melakukan penanaman kakao di lahan eks tambang, Selasa (29/10/2024).

Penanaman bibit kakao dilakukan di lokasi Kawasan Pengembangan Masa Depan atau disingkat Kembang Mapan dengan total luas 709,9 hektare. Ia juga mengpresiasi perusahaan tambang pemegang IUP yang secara konsisten melakukan upaya-upaya serius untuk melakukan penghijauan kembali dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita terus lakukan aksi nyata dan campaign (kampanye) positif, bahwa tambang harus menghadirkan rakyat yang lebih sejahtera. Tambang harus menghadirkan masyarakat dan lingkungan yang lebih baik ke depan,” tegasnya.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu berharap, Berau Coal dan perusahaan pemegang IUP lainnya dapat memberikan contoh baik dari praktik tambang. Ia mencontohkan, misal membantu mewujudkan ketahanan pangan di daerah melalui pemanfaatan areal lahan eks tambang di sekitar perusahaan. Minimal untuk keperluan sayur mayur dan ikan di lokasi perusahaan sehingga tidak mengganggu pasar lokal di masyarakat.

“Kalau perusahaan bisa mengembangkan tanaman sayur mayur, peternakan dan perikanan, tidak perlu mengganggu pasar masyarakat. Jangan-jangan selama ini, Berau Coal yang sudah menyebabkan tingginya inflasi di Berau,” candanya.

Ia meminta agar Berau Coal dapat terus membantu pemerintah daerah untuk penanganan inflasi dan membangun kemandirian.

“Tentu butuh ikhtiar. Tapi saya yakin dengan kolaborasi, semua bisa dilakukan. Sinergi yang baik ini harus dilanjutkan,” yakinnya.

Acara turut dirangkai penyerahan secara simbolis 20 rumah layak huni bantuan CSR PT Berau Coal dan serah terima 180.000 bibit kakao untuk masyarakat Berau bantuan dari PT Berau Coal.

Tampak hadir, Direktur Operasional dan HSE PT Berau Coal Arief Wiedhartono, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Ujang Rachmad, Kepala ESDM Kaltim Bambang Arwanto dan Pjs Bupati Berau Sufian Agus.(nbl)

Dispora Kaltim Berikan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Atlet

October 30, 2024 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan khusus bagi atlet berprestasi. Program Pembekalan Wirausaha Olahraga 2024 ini diikuti 20 atlet yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan bisnis atlet agar mereka dapat memanfaatkan prestasi yang diraih dengan cara yang produktif.

Dengan tema “Membentuk Jiwa Wirausaha yang Kompetitif, Kreatif, dan Inovatif bagi Olahragawan Berprestasi di Era Milenial,” kegiatan ini berlangsung di Hotel Bintang Sintuk selama tiga hari, yaitu dari tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2024.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, AA Bagus Sugiarta, yang juga bertindak sebagai ketua panitia pelaksana, menekankan pentingnya acara ini bagi para atlet. Pembekalan wirausaha ini memberikan kesempatan bagi atlet untuk mempersiapkan masa depan mereka dengan baik, terutama dalam hal pengelolaan keuangan yang mereka terima sebagai bonus prestasi.

Kepala Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, A.A. Bagus Surya Saputra Sugiarta

Bagus berharap, olahragawan, khususnya atlet yang telah menerima bonus, dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk berwirausaha. Sebab, usia atlet memiliki batas, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki rencana jangka panjang.

Bagus juga menyampaikan apresiasinya kepada para atlet yang menunjukkan minat dalam kewirausahaan. Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya memberikan bekal teknis dalam berbisnis, tetapi juga memperluas wawasan para atlet mengenai berbagai jenis usaha yang dapat mereka pilih, seperti membuka usaha kedai kopi, travel, dan sebagainya.

“Kami memberikan wawasan agar mereka dapat mengelola bonus yang diterima dengan bijak. Beberapa dari mereka tertarik membuka usaha barista atau travel, dan melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan gambaran lebih jelas tentang peluang-peluang tersebut,” jelasnya.

Melalui pembekalan ini, Dispora Kaltim berharap para atlet dapat memulai usaha yang sesuai dengan minat dan keterampilan mereka, sehingga dapat menopang kehidupan mereka di masa depan. (adv dispora kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb