Pemprov Kaltim Kucurkan Rp25,8 Miliar untuk 4.860 Mahasiswa PTS Lewat Beasiswa GratisPol

November 20, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan tinggi. Melalui Program Pendidikan GratisPol, sebanyak Rp25,8 miliar dikucurkan untuk 4.860 mahasiswa di 38 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kaltim.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kaltim, Dasmiah, mengonfirmasi bahwa proses pencairan yang dilakukan pada Selasa (18/11/2025) berjalan lancar dan sesuai target. Tahap ini merupakan kelanjutan setelah penyaluran untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN) rampung pekan sebelumnya.

“Alhamdulillah setelah pencairan PTN selesai, kita lanjutkan untuk PTS dengan total Rp25.879.019.750. Pencairannya sesuai jadwal, dilakukan hari Selasa kemarin,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Dasmiah menegaskan bahwa Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji menaruh perhatian besar pada perluasan akses pendidikan. Keduanya meminta agar mahasiswa penerima manfaat beasiswa memaksimalkan kesempatan tersebut.

“Pesannya sederhana, kuliah yang baik dan manfaatkan bantuan ini seoptimal mungkin,” tegasnya.

Meski pencairan tahap besar telah selesai, Pemprov Kaltim masih menyiapkan satu tahapan terakhir untuk menyelesaikan keseluruhan alokasi Program GratisPol tahun ini. Tahap final tersebut mencakup 7 PTN dan 46 PTS yang akan ditransfer pekan depan.

“Sekarang dalam tahap finalisasi. Sesuai hasil rapat, Minggu depan kita tuntaskan transfer sisa tahap akhir,” jelasnya.

Program Pendidikan GratisPol menjadi salah satu prioritas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji dalam pengembangan SDM Kaltim. Bantuan ini tidak hanya diberikan untuk mahasiswa baru, tetapi juga mencakup pembiayaan sampai ke jenjang pascasarjana.

Menurut Gubernur Rudy Mas’ud, keberlanjutan beasiswa ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi daerah yang siap bersaing dalam percepatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) dan transformasi ekonomi Kaltim.

“Insyaallah sampai S2 dan S3 juga akan kita dukung. Tidak ada halangan,” ucap Rudy optimistis.

Berikut perguruan tinggi yang menerima bantuan beserta jumlah dana yang disalurkan.

  1. IKIP PGRI Kaltim (98 mahasiswa) : Rp294.000.000;
  2. ITKES Wiyata Husada Samarinda (284 mahasiswa) : Rp1.965.000.000;
  3. STAI Samarinda (31 mahasiswa) : Rp100.750.000;
  4. STIE Nasional Samarinda (30 mahasiswa) : Rp120.000.000;
  5. STIE Samarinda (29 mahasiswa) : Rp121.800.000;
  6. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long (3 mahasiswa) : Rp12.000.000;
  7. STIKES Dirgahayu Samarinda (101 mahasiswa) : Rp643.500.000;
  8. STIKES Mutiara Mahakam (71 mahasiswa) : Rp497.000.000;
  9. STIKES Samarinda (170 mahasiswa) : Rp1.221.000.000;
  10. STMIK Samarinda (18 mahasiswa) : Rp72.000.000;
  11. STMIK Widya Cipta Dharma (122 mahasiswa) : Rp610.000.000;
  12. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda (156 mahasiswa) Rp878.250.000;
  13. Universitas Muhammadiyah Kaltim (1.513 mahasiswa) : Rp 8.395.870.000;
  14. Universitas Nahdlatul Ulama Kaltim (78 mahasiswa) : Rp396.760.000;
  15. Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda (170 mahasiswa) : Rp643.000.000;
  16. Institut Kristen Borneo (20 mahasiswa) : Rp175.000.000;
  17. Politeknik Borneo Medistra (38 mahasiswa) : Rp224.000.000;
  18. Politeknik Ilmu Pelayaran Balikpapan (15 mahasiswa) : Rp73.500.000;
  19. Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan (15 mahasiswa) : Rp39.850.000;
  20. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (165 mahasiswa) : Rp929.000.000;
  21. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Hidayatullah Balikpapan (16 mahasiswa) : Rp38.400.000;
  22. STMIK Borneo Internasional (54 mahasiswa) : Rp216.000.000;
  23. Sekolah Tinggi Teknologi Migas (68 mahasiswa) : Rp340.000.000;
  24. Universitas Balikpapan (390 mahasiswa) : Rp1.994.890.000;
  25. Universitas Mulia Balikpapan (557 mahasiswa) : Rp2.830.000.000;
  26. STIE Widya Praja Paser (30 mahasiswa) : Rp127.950.000;
  27. STIT Ibnu Rusyd Tanah Grogot (40 mahasiswa) : Rp149.000.000;
  28. STIT Syamsul Ma’arif Bontang (38 mahasiswa) : Rp142.500.000;
  29. Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (85 mahasiswa) : Rp425.000.000;
  30. Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (32 mahasiswa) : Rp134.400.000;
  31. Sekolah Tinggi Agama Islam Sangatta (30 mahasiswa) : Rp120.000.000;
  32. STIE Nusantara Sangatta (119 mahasiswa) : Rp747.000.000;
  33. Politeknik Sinar Mas Berau Coal (111 mahasiswa) : Rp555.000.000;
  34. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Tenggarong (11 mahasiswa) : Rp44.055.000;
  35. Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong (16 mahasiswa) : Rp68.297.000;
  36. Universitas Kutai Kartanegara (87 mahasiswa) : Rp284.897.750;
  37. Politeknik Sendawar (14 mahasiswa) : Rp49.000.000;
  38. Politeknik Nusantara Balikpapan (35 mahasiswa) : Rp200.350.000.

(adv/diskominfokaltim/yud)

PHI Berikan Beasiswa Penuh untuk 15 Putra-Putri Terbaik Kalimantan

November 19, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas generasi muda di wilayah operasi perusahaan di Kalimantan. Pada tahun 2025, PHI kembali memberikan beasiswa penuh kepada 15 putra-putri terbaik Kalimantan untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui program CSR unggulan Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK). Penyerahan beasiswa dilakukan dalam acara inaugurasi di Balikpapan, Kalimantan Timur, 17 November 2025.

Penerima beasiswa berasal dari wilayah ring 1 operasi perusahaan seperti Muara Badak, Muara Jawa, Samboja, Marangkayu, Anggana, dan Sanga-Sanga di Kalimantan Timur. Selain itu, terdapat pula penerima dari Tarakan, Kalimantan Utara, serta Murung Pudak, Kalimantan Selatan. Saat ini para penerima telah mulai mengikuti perkuliahan semester pertama di Universitas Borneo Tarakan, Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda, Institut Teknologi Kalimantan, dan Universitas Lambung Mangkurat.

Acara inaugurasi dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur Armin mewakili Gubernur Kaltim, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara Ahyani Fadianur Diani, Direktur Utama PHI Sunaryanto, Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana, Manager Umum dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalsul Lely M.W. Sondakh, serta jajaran manajemen SKK Migas dan PHI.

Direktur Utama PHI Sunaryanto menyampaikan bahwa program BSBK diutamakan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda dari keluarga pra-sejahtera. Ia berharap para penerima beasiswa dapat berkembang menjadi generasi yang cerdas, mandiri, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. “Manfaatkanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Belajar dengan tekun, tumbuhkan rasa ingin tahu, dan gunakan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Armin, menegaskan bahwa BSBK merupakan investasi jangka panjang untuk mempersiapkan generasi emas Kalimantan. Ia berpesan agar penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kepekaan sosial.

Manager Umum dan Keuangan SKK Migas Perwakilan Kalsul, Lely M.W. Sondakh, turut memberikan motivasi kepada para mahasiswa penerima BSBK. Menurutnya, inisiatif ini menjadi bukti kontribusi nyata industri hulu migas dalam memperkuat kapasitas putra daerah. “Saya berharap kalian dapat memaksimalkan beasiswa ini dan terus berkembang hingga menjadi motor kemajuan Kalimantan,” pesannya.

Program BSBK didukung oleh anak perusahaan PHI yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, bekerja sama dengan Pertamina Foundation sebagai mitra pelaksana. Penerima beasiswa memperoleh dukungan biaya pendidikan, biaya hidup, bantuan pengembangan kapasitas berwawasan lingkungan, serta kesempatan mengikuti Aksi Sobat Bumi dan program Desa Energi Berdikari.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta selaras dengan Asta Cita pemerintah tentang pembangunan sumber daya manusia.

Direktur Operasi Pertamina Foundation, Gusman Adirwardhana, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen membimbing para penerima beasiswa agar menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing. Ia berharap semangat #EnergiKalimantanUntukIndonesia terus melekat pada generasi muda penerima program.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi hulu migas di Regional Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. Melalui program tanggung jawab sosial di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, lingkungan, dan infrastruktur, perusahaan terus mendukung pencapaian SDGs serta mendorong lahirnya generasi unggul dari Kalimantan. (*)

Pemprov Kaltim Salurkan Rp44,1 Miliar UKT Gratispol kepada 32.853 Mahasiswa

November 17, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi menyerahkan secara simbolis pencairan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa penerima program Pendidikan Gratispol, dalam acara yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Senin (17/11/2025). Total anggaran yang direalisasikan mencapai Rp44,1 miliar dan disalurkan kepada 32.853 mahasiswa di tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Kaltim.

Gubernur Kaltim, H. Rudy Mas’ud, menyebut pencairan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing menuju Generasi Emas Kaltim 2045.

“Ini investasi strategis daerah. Komitmen serius membuka akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas untuk anak-anak Kalimantan Timur,” tegas Rudy Mas’ud.

Ia menambahkan, sekalipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) sempat mengalami pemangkasan, Pemprov tidak bergeser sedikit pun dari prioritas pendidikan. Bagi Rudy, pendidikan bukan beban biaya, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Kita harus menciptakan generasi emas yang mampu memutus rantai kemiskinan dan kebodohan. Standarnya adalah pendidikan, dan hari ini kita memastikan anak-anak Kaltim bisa menempuh S1 tanpa terbebani UKT,” ujarnya.

Dana Gratispol yang dicairkan telah masuk ke rekening kampus masing-masing. Gubernur meminta pimpinan PTN segera memastikan pemanfaatannya tepat fungsi untuk meringankan beban mahasiswa serta orang tua.

Rincian alokasi dana untuk tujuh PTN penerima yaitu Universitas Mulawarman, Rp22,4 miliar, Politeknik Negeri Samarinda, Rp6,3 miliar, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  Rp4,8 miliar, Institut Teknologi Kalimantan Rp4,6 miliar, Poltekkes Kemenkes Samarinda Rp3,5 miliar, Politeknik Negeri Balikpapan Rp1,5 miliar, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda Rp604 juta.

Rudy Mas’ud juga mengumumkan, mulai tahun depan, program Gratispol akan diperluas untuk mencakup seluruh mahasiswa dari tingkat pertama hingga tingkat akhir di semua universitas. Bahkan, Pemprov menyiapkan skema pembiayaan hingga jenjang S1, S2, dan S3, dengan syarat minimal tiga tahun berdomisili di Kaltim.

Sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), pencairan dana akan dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi dan diverifikasi sesuai mekanisme hibah daerah.

Rudy menegaskan pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan tersebut.

“Ini uang rakyat, amanah rakyat, untuk masa depan rakyat. Pengelolaannya harus akuntabel, transparan, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan kapan saja,” pungkasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

Kaltim Buka Pasar Wisata Baru Lewat Penerbangan Brunei–Balikpapan

November 17, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) optimistis sektor pariwisata akan tumbuh setelah terbukanya pasar baru dari Brunei Darussalam. Keyakinan ini muncul karena adanya penerbangan langsung Royal Brunei dari Bandar Seri Begawan ke Balikpapan yang kini mulai membawa wisatawan dalam kelompok kecil.

Sekretaris Dinas Pariwisata  (Dispar) Kaltim, Restiawan Baihaqi, menjelaskan, jalur penerbangan baru tersebut sudah menghasilkan beberapa paket kedatangan wisatawan, meski dalam skala 15–20 orang. Menurutnya, ini merupakan awal yang baik untuk memperluas pasar wisatawan mancanegara.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Restiawan Baihaqi

“Nanti bulan depan kami akan bertemu Royal Brunei untuk menjajaki kerja sama lanjutan. Royal Brunei ini bukan hanya membawa wisatawan dari Brunei, tapi juga turis asal China yang transit di sana sebelum ke Kaltim,” ujar Baihaqi, Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan bahwa penerbangan ini akan menjadi jalur strategis. Selain rute Brunei, wisatawan juga dapat terhubung dengan penerbangan Royal Brunei ke Malaysia, sehingga memperluas potensi pasar Asia Tenggara dan China.

“Ini pasar yang bagus karena turis China yang lewat Brunei juga bisa diarahkan ke Kaltim,” tambahnya.

Baihaqi menjelaskan bahwa pola perjalanan wisatawan bisa menjadi China–Brunei–Kaltim, kemudian dilanjutkan ke Bali atau Jakarta. Strategi ini dinilai akan memperpanjang masa tinggal wisatawan sehingga memberikan dampak ekonomi bagi UMKM, hotel, hingga transportasi lokal.

“Kami memperkirakan wisatawan yang datang akan tinggal 2–3 hari. Itu sudah menggerakkan ekonomi masyarakat. UMKM, hotel, dan transportasi pasti ikut bergerak,” ujarnya.

Langkah ini selaras dengan Jospol poin 9, yaitu memudahkan investasi dan menjalin kerja sama antara pemerintah daerah dengan pihak swasta dan internasional, termasuk maskapai. Di saat yang sama, masuknya wisatawan membuka peluang untuk memperkuat poin 5 Jospol, yakni pengembangan pariwisata berbasis daya tarik daerah.

“Begitu pasarnya terbuka, dampaknya akan langsung terasa,” tutup Baihaqi. (yud/adv diskominfo kaltim)

Program Bilingual Tarik Minat Australia dan Tiongkok

November 17, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Upaya Disdikbud Kaltim membangun ekosistem pendidikan yang progresif mulai menarik perhatian perguruan tinggi internasional. Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengungkapkan University of Adelaide, Australia, secara khusus menawarkan kerja sama tanpa meminta honor.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin

“Mereka datang bukan atas permintaan kita. Mereka datang karena melihat perkembangan Kaltim melalui kerja sama dengan Unmul. Ketika mendengar program bilingual kita, mereka langsung tertarik menawarkan dukungan,” jelas Armin, Senin (17/11/2025).

Kerja sama tersebut meliputi pelatihan guru bilingual, pendampingan riset, hingga kunjungan berkala. Disdikbud hanya diminta memfasilitasi selama mereka berada di Kaltim.

“Ini kesempatan besar. Mereka siap mengajar secara online setiap bulan,” tambahnya.

Selain Australia, Kaltim juga memiliki kerja sama aktif dengan Provinsi Anhui, Tiongkok. Universitas-universitas di provinsi itu dijadwalkan datang ke Kaltim untuk melihat program bilingual dan potensi kerja sama beasiswa.

“Kalau mereka tertarik, anak-anak kita bisa punya peluang lebih besar untuk kuliah di luar negeri,” katanya.

Armin menyebut masuknya minat internasional ini tidak lepas dari percepatan ekosistem pendidikan yang dibangun. Budaya riset, pembelajaran bilingual, dan lomba karya ilmiah membuat sekolah-sekolah Kaltim tampak progresif di mata lembaga luar negeri.

“Ekosistem yang kuat membuat mereka tertarik. Di SMA 10 misalnya, cara bicara siswanya sudah seperti mahasiswa. Dubes Australia saja kagum saat melihat karya mereka,” ujar Armin.

Ia menyatakan bahwa dukungan internasional akan mempercepat target besar Kaltim yakni mencetak lulusan yang mampu bersaing di kampus-kampus dunia.

“Kita ingin jumlah anak Kaltim yang diterima di universitas global meningkat setiap tahun. Kerja sama internasional adalah kunci percepatannya,” tegasnya.

Armin menegaskan, langkah ini juga sejalan dengan agenda Jospol pada poin peningkatan insentif dan kualitas guru, yang menempatkan peningkatan kompetensi pendidik sebagai fondasi utama transformasi pendidikan. Kolaborasi internasional dinilai menjadi percepatan strategis dalam memperkuat kapasitas guru dan sekolah di Kaltim.

Dengan masuknya beberapa negara dalam orbit perhatian Kaltim, Armin optimistis pendidikan daerah akan mengalami lompatan kualitas.

“Ini baru awal. Kita siapkan fondasinya, dan dunia mulai melihat kita,” tutupnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb