Kolaborasi IPPRISIA Kaltim Buka Jalan Kedua bagi Warga Binaan

February 10, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kolaborasi lintas pihak kembali membuktikan perannya dalam membuka harapan baru bagi warga binaan. Melalui program pelatihan dan pembinaan yang terarah, warga binaan dibekali keterampilan, pendampingan, serta kesiapan mental untuk menghadapi kehidupan pasca-pembinaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara IPPRISIA Kalimantan Timur dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Sempaja Samarinda. Penandatanganan berlangsung di Rutan Kelas I Sempaja Samarinda, Senin, (9/2/2026).

Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan warga binaan.

“Kami percaya setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Melalui pelatihan yang tepat dan pendampingan berkelanjutan, warga binaan dapat membangun kembali kepercayaan diri dan keterampilan untuk hidup mandiri setelah bebas,” ujarnya.

Program pembinaan yang disepakati tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter, etos kerja, serta kesiapan mental agar warga binaan mampu beradaptasi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Sempaja Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan program pembinaan di lingkungan rutan.

“Pembinaan tidak berhenti pada masa pidana. Kami ingin warga binaan keluar dari sini dengan bekal keterampilan, sikap, dan mental yang lebih baik sehingga mampu diterima kembali oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi warga binaan.

Kolaborasi IPPRISIA Kaltim dan Rutan Sempaja ini menegaskan komitmen bersama dalam mendorong reintegrasi sosial. Melalui pembinaan yang terstruktur dan berkesinambungan, warga binaan diharapkan mampu bertransformasi menjadi sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Semangat penguatan keterampilan dan reintegrasi sosial diharapkan tidak hanya membawa perubahan bagi warga binaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. (esf)

PPRISIA Dukung Sekolah Rakyat 57 dengan SAPA

February 6, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda, Rabu (4/2/2026). Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan inklusif dan berkelanjutan di Kota Samarinda. Kegiatan tersebut berlangsung di aula sekolah yang berlokasi di Jalan Untung Suropati No.43, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, yang saat ini memanfaatkan area Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Sekolah Rakyat merupakan program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah nyata untuk mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan. Seluruh pembiayaan sekolah ini ditanggung oleh pemerintah, termasuk pendidikan, tempat tinggal di asrama, fasilitas makan, serta sarana belajar seperti seragam, perlengkapan sekolah, hingga laptop. Para murid berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang masuk dalam kategori miskin dan miskin ekstrem.

Ketua IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum menyampaikan bahwa IPPRISIA menghadirkan Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak) untuk memperkuat proses pendidikan yang berjalan di Sekolah Rakyat. Program ini tidak menggantikan peran guru, melainkan menjadi penguat melalui pendampingan belajar, bimbingan tugas sekolah, serta penguatan karakter dan motivasi anak dengan pendekatan yang humanis dan ramah anak.

Dalam kunjungan tersebut, IPPRISIA Kalimantan Timur juga menghadirkan Master Trainer IPPRISIA Endro S. Efendi yang menawarkan pendampingan mental dan penguatan kesadaran diri bagi para guru, wali asuh, penjaga sekolah, serta murid. Pendampingan ini menitikberatkan pada kesiapan mental pendidik, penguatan resiliensi, serta kesadaran penuh dalam mendidik anak-anak. Metode yang digunakan menggabungkan pembelajaran, pelatihan, dan permainan edukatif agar proses pendidikan berlangsung lebih menyenangkan dan bermakna.

Selain pendampingan mental dan karakter, IPPRISIA Kalimantan Timur juga menyiapkan program pendampingan kewirausahaan sebagai bekal masa depan bagi siswa maupun guru. Pendampingan ini bertujuan menumbuhkan jiwa usaha, kemandirian, serta keterampilan dasar berwirausaha yang aplikatif. Taufiq, selaku pendamping UMKM IPPRISIA Kalimantan Timur, menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak DP2PA Kota Samarinda, Sahidin, serta Kepala UPTD PPA Kota Samarinda, Ibu Violeta. Hadir pula perwakilan Unit PPA Polresta Samarinda, Okky, yang menyampaikan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dalam mendukung keberadaan dan keberlanjutan Sekolah Rakyat, khususnya dalam aspek perlindungan anak dan penciptaan lingkungan pendidikan yang aman.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda, Pahrijal menyambut baik kunjungan dan program yang ditawarkan IPPRISIA Kalimantan Timur. Ia menyatakan pihak sekolah akan menindaklanjuti inisiatif tersebut melalui kerja sama program yang saling mendukung, terutama dalam penguatan kapasitas pendidik, pendampingan murid, serta pembentukan karakter dan kemandirian anak.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 57 Samarinda mulai beroperasi pada September 2025 dan diresmikan sebagai bagian dari 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada Januari 2026. Dengan konsep sekolah berasrama gratis yang didukung tujuh gedung, fasilitas laboratorium, serta perangkat pembelajaran berbasis teknologi, sekolah ini diharapkan mampu memberikan pendidikan berkualitas setara sekolah unggulan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. (esf)

Kajati Kaltim Tekankan Akselerasi dan Akurasi Kinerja

February 5, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Kajati KaltimSupardi saat menyematkan tanda jabatan pada Beni Putra sebagai Kejari Bontang

SAMARINDA – Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Supardi melantik dan mengambil sumpah jabatan Beni Putra sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bontang. Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berlangsung di Aula Kejati Kalimantan Timur, Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Kamis (5/2/2026).

Beni Putra sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Selatan. Ia menggantikan Pilipus Siahaan yang mendapat amanah baru sebagai Asisten Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara.

Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kajati Kaltim dan dihadiri para Asisten Kejati Kaltim, Kepala Kejaksaan Negeri se-Kalimantan Timur, Kepala Bagian Tata Usaha, para Koordinator dan Kepala Seksi di lingkungan Kejati Kaltim, serta anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Kajati Kaltim menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa para pejabat tersebut merupakan insan terpilih yang dinilai memiliki kualitas dan kompetensi untuk memimpin satuan kerja, guna mendukung terwujudnya visi dan misi institusi Kejaksaan.

“Kegiatan promosi dan mutasi ini merupakan hal yang lumrah. Penempatan dan alih tugas pejabat di lingkungan Kejaksaan adalah kebijakan organisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, seiring dengan dinamika serta tuntutan tugas yang semakin kompleks, agar akselerasi kinerja Kejaksaan semakin baik dan adaptif,” ujar Supardi.

Kajati Kaltim juga mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada pimpinan dan masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, jabatan tidak boleh melahirkan sikap sombong, melainkan harus diiringi dengan kerendahan hati dan tanggung jawab moral yang tinggi.

Kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bontang yang baru dilantik, Supardi menekankan pentingnya segera mengidentifikasi, mempelajari, serta menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah tugas yang baru.

“Gunakan akselerasi dan akurasi dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.

Selain itu, pejabat baru diminta menciptakan suasana kerja yang produktif, inovatif, transparan, dan akuntabel, serta menumbuhkan etos kerja yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Kajati Kaltim juga menekankan pentingnya menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.

“Wujudkan proses penegakan hukum yang adil, profesional, dan bermanfaat dengan senantiasa mengacu pada integritas luhur,” pesannya.

Ia berharap pelaksanaan tugas dapat dijalankan dengan sungguh-sungguh sehingga penegakan hukum oleh Kejaksaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bangsa, dan negara.*

Inflasi Kalimantan Timur Januari 2026 Terkendali, Aktivitas Ekonomi Terjaga

February 2, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode Januari tahun 2026 tercatat tetap terkendali dan relatif rendah secara bulanan, seiring normalisasi harga komoditas pangan dan transportasi pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru). Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada Januari 2026 mencatat inflasi sebesar 0,04% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,71% (mtm). Perkembangan tersebut mendorong inflasi tahunan Kaltim berada pada level 3,76% (yoy) dan inflasi tahun berjalan sebesar 0,04% (ytd). Meski tekanan inflasi bulanan menurun, inflasi tahunan Kaltim tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 3,55% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Jajang Hermawan menyampaikan, inflasi Kaltim pada Januari 2026 utamanya disumbangkan oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, sejalan dengan kenaikan harga emas yang masih berlanjut di awal tahun. Rata-rata harga emas tercatat mencapai Rp2.860.000 per gram atau meningkat sekitar 12% dibandingkan Desember 2025. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi 3,17% (mtm) dengan andil 0,23% (mtm).

”Selanjutnya, tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok pakaian dan alas kaki (inflasi 0,44% mtm; andil 0,02% mtm), serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, yang dipengaruhi meningkatnya permintaan komoditas pakaian serta penyesuaian tarif air minum PAM sebagai dampak kenaikan biaya operasional,” kata Jajang di Samarinda, Senin (2/2/2026)

Pedagang lombok di Pasar Pandan Sari

Dijelaskan Jajang, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok bahan makanan dan transportasi. Penurunan harga pangan didukung panen raya di sejumlah sentra produksi, termasuk komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah di wilayah Jawa dan Sulawesi. Selain itu, terjadi normalisasi tarif angkutan udara pasca tingginya permintaan pada periode Nataru, serta penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal Januari yang tercatat menurun sekitar 3–4%.

Langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Sejalan dengan upaya menjaga stabilitas harga, selama Januari 2026 TPID di wilayah Kaltim terus memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui strategi 4K (keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif). Pada aspek keterjangkauan harga, pada periode Januari 2026, TPID melaksanakan kurang lebih 21 kegiatan gerakan pangan murah, operasi pasar, dan kegiatan serupa lainnya di beberapa kabupaten/kota. Pada aspek komunikasi efektif, TPID terus melakukan rapat koordinasi rutin untuk merumuskan langkah konkret pengendalian inflasi, diantaranya rapat koordinasi mingguan TPID Provinsi Kaltim sebagai tindak lanjut rapat koordinasi dengan Mendagri, serta rapat koordinasi mingguan di Kota Bontang yang membahas perkembangan harga, progres program di OPD teknis, dan evaluasi kebijakan. Selain itu, sebagai penguatan kapasitas kelembagaan, telah dilaksanakan capacity building TPID Provinsi Kaltim pada 14–15 Januari 2026 yang bertujuan untuk mempertahankan prestasi kinerja pengendalian inflasi daerah melalui pembekalan dan refreshment penyusunan laporan TPID. (*)

Pemprov Kaltim Berikan Penghargaan P2K3 dan Santunan BPJS Ketenagakerjaan

January 31, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan penghargaan kepada perusahaan yang konsisten menerapkan K3 sekaligus menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk penguatan perlindungan tenaga kerja di daerah.

“Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus wujud kehadiran negara bagi pekerja dan keluarganya,” ujar Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, pada kegiatan Apel dan Pencanangan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Sabtu (31/1/2026).

Seno Aji, yang menegaskan, program jaminan sosial ketenagakerjaan hadir untuk memastikan perlindungan nyata bagi pekerja dan keluarganya. Santunan yang diserahkan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Beasiswa, yang diberikan kepada ahli waris almarhum Irwandi, pekerja dari PT Persona Prima Utama, dengan total nilai santunan sebesar Rp337.454.030.

Selain santunan, Pemprov Kaltim juga memberikan Penghargaan P2K3 Simbolis kepada 16 perusahaan atas komitmen dan konsistensinya dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Perusahaan penerima penghargaan tersebut yakni:

  1. RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo – Kota Balikpapan
  2. PT Pupuk Kalimantan Timur – Kota Bontang
  3. PT Kideco Jaya Agung – Kabupaten Paser
  4. PT Jembayan Muara Bara – Kabupaten Kutai Kartanegara
  5. PT Berau Coal – Kabupaten Berau
  6. PT Bayan Resources Tbk – Kabupaten Kutai Timur
  7. PT Pamapersada Nusantara Site Baya – Kabupaten Kutai Kartanegara
  8. PT Pelabuhan Penajam Banua Taka – Kabupaten Penajam Paser Utara
  9. PT Diva Kencana Borneo – Kabupaten Kutai Barat
  10. PT AKR Corporindo Tbk Terminal Palaran – Kota Samarinda
  11. Adhi–Hutama–Nindya–Abipraya KSO Pembangunan Jalan Tol IKN Seksi 3A–2 Segmen Karang Joang–KKT Kariangau – Kota Balikpapan
  12. PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V – Kota Balikpapan
  13. PT Bangun Cipta–Panca Karya KSO Pembangunan Jalan di Dalam KIPP Peningkatan Jalan Kawasan HPK – Kabupaten Kutai Kartanegara
  14. PT Mashud Bersaudara Internasional – Kota Samarinda
  15. PT Barokah Bersaudara Perkasa – Kota Samarinda
  16. PT Barokah Galangan Perkasa – Kota Samarinda

Sementara itu, Penghargaan Partisipan Simbolis diberikan kepada 15 perusahaan yang dinilai aktif berpartisipasi dalam pelaksanaan K3, yaitu:

  1. Perumda Tirta Manuntung – Kota Balikpapan
  2. PT Bima Nusa Internasional – Kota Balikpapan
  3. PT Cipta Kridatama Site MHU – Kabupaten Kutai Kartanegara
  4. PT Badak NGL – Kota Bontang
  5. PT Antareja Mahada Makmur – Kabupaten Kutai Kartanegara
  6. PT Lanna Harita Indonesia – Kota Samarinda
  7. PT Maju Kalimantan Hadapan – Kabupaten Kutai Kartanegara
  8. PT Multi Harapan Utama – Kabupaten Kutai Kartanegara
  9. PT Sinergi Agro Industri – Kabupaten Kutai Timur
  10. PT Trubaindo Coal Mining – Kabupaten Kutai Barat
  11. PT Mashud Bersaudara Internasional – Kabupaten Kutai Kartanegara
  12. PT PLN (Persero) UID Kaltimra – Kota Balikpapan
  13. PT Indominco Mandiri – Kabupaten Kutai Timur
  14. PT Kerantek Indonesia – Kota Balikpapan
  15. PT Dohmon Jaya Mandiri – Kota Balikpapan

Pemberian penghargaan dan santunan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam mendorong budaya keselamatan kerja serta memastikan pekerja dan keluarganya memperoleh perlindungan sosial yang berkelanjutan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1378850
    Users Today : 6320
    Users Yesterday : 5036
    This Year : 315360
    Total Users : 1378850
    Total views : 12410127
    Who's Online : 52
    Your IP Address : 216.73.216.50
    Server Time : 2026-02-24