BI Kaltim Perkuat UMKM dan Literasi Rupiah Melalui Kaltim Paradise of The East x Summer Festival 2025

November 6, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang 6, Ricky P. Gozali

SAMARINDA – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Rangkaian kegiatan Kaltim Paradise of the East yang disinergikan dengan Sekolah Unggul Membangun Makna Edukasi Rupiah Festival (Kaltim Paradise X SummerFest) 2025. Acarea ini dimakssudkan untuk mendorong sinergi lintas sektor dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang 6, Ricky P. Gozali, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan sinergi seluruh pihak dalam mendorong kinerja UMKM dan memperkuat perekonomian Kalimantan Timur. Ia menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat UMKM melalui pendekatan terintegrasi dari sisi supply dan demand, mulai dari pembinaan melalui Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI) dan Rumah Kurasi BI hingga dukungan pembiayaan melalui kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

“Hingga September 2025, pembiayaan sektor prioritas di Kalimantan Timur mencapai Rp106,87 triliun, termasuk Rp26,61 triliun untuk UMKM. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM Kaltim telah bergerak dari bertahan menuju bertumbuh, selaras dengan semangat Asta Cita Pemerintah untuk memperkuat kewirausahaan dan ekonomi kreatif,” kata Ricky saat pembukaan kegiatan ini di Samarinda Convention Hall, Rabu (5/11/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kepercayaan terhadap Rupiah melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah sebagai wujud cinta terhadap identitas bangsa. Melalui berbagai inisiatif seperti Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), Bank Indonesia berupaya memastikan ketersediaan uang layak edar hingga wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Ia menambahkan, kegiatan Summer Fest menjadi sarana kreatif untuk menanamkan nilai-nilai CBP Rupiah di kalangan generasi muda. Di akhir sambutannya, Deputi Gubernur Ricky mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi memperkuat UMKM, menumbuhkan kebanggaan pada Rupiah, serta menghadirkan manfaat bagi Kalimantan Timur sehingga bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga kuat secara kreatif, mandiri, dan sejahtera.

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto menyampaikan, Kaltim Paradise of The East X SummerFest 2025 mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Mewujudkan Ekonomi Berkelanjutan di Kalimantan Timur.” Tema ini menjadi ajakan untuk bersama-sama membangun ekonomi yang kuat, inklusif, dan ramah lingkungan, sejalan dengan visi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi nasional 8% dan transformasi ekonomi daerah. Gelaran ini menghadirkan exhibition dan showcase dari 112 UMKM unggulan sektor wastra, kriya, kuliner, hingga produk olahan hasil bumi, serta menggandeng 11 instansi pemerintah, 7 lembaga keuangan, dan 8 perusahaan swasta sebagai mitra edukasi dan literasi.

“Kegiatan juga dilengkapi dengan seminar, talkshow, business matching, serta 15 kompetisi kreatif seperti Kaltim Young Design Fashion Bootcamp dan Lomba cerdas cermat, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem UMKM dan meningkatkan literasi masyarakat terhadap Rupiah,” kata Budi Widihartanto.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan mitra terkait, BI Kaltim telah mengembangkan 100 UMKM binaan agar Go-Digital, Go-Export, dan menjadi UMKM Hijau, serta menyalurkan pembiayaan senilai Rp12,6 miliar kepada 170 UMKM melalui Program Business Matching serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM (BIMA ETAM). Selain itu, bantuan alat pertanian dan sarana produksi diberikan kepada 40 UMKM dan petani untuk mendukung ketahanan pangan. Dalam kesempatan tersebut, turut diluncurkan Buku Bahan Ajar CBP Rupiah yang akan disebar ke 457 SMA/SMK di seluruh Kaltim guna menanamkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah, serta Buku Wastra Hijau Kalimantan Timur yang memuat praktik terbaik UMKM ramah lingkungan sebagai inspirasi menuju produksi berkelanjutan.

Sementara Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia, yang tidak hanya berperan menjaga stabilitas moneter, tetapi juga terus hadir di tengah masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat sektor UMKM, dan mengedukasi masyarakat agar semakin cinta, bangga, dan paham Rupiah. Karena UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Dengan lebih dari 430 ribu UMKM aktif di Bumi Etam, Kaltim disebut memiliki daya juang tinggi untuk bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Kaltim Paradise X SummerFest 2025 akan berlangsung pada 5–8 November 2025, menampilkan berbagai rangkaian kegiatan menarik seperti pameran lebih dari 100 UMKM unggulan Kaltim, pameran Rupiah, seminar, talkshow, wisata kuliner, fashion show eksekutif, business matching, gerakan pangan murah, WaCafe (Wakaf Café), serta beragam kompetisi dan lomba. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan para pemangku kepentingan yang berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mendorong kemajuan ekonomi Kalimantan Timur. Di balik kemeriahan acara, tersimpan semangat besar untuk memperkuat peran UMKM dan meningkatkan literasi keuangan masyarakat sebagai fondasi penting bagi tercapainya pertumbuhan dan stabilitas ekonomi daerah yang berkelanjutan. (*)

Sungai Mahakam, Urat Nadi Ekonomi, dan Solusi Penanganan Banjir

November 5, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menyusuri Sungai Mahakam

Sungai Mahakam memiliki peran sangat vital bagi Kalimantan Timur, dari masa ke masa.  Sejak abad ke-4 Masehi, tepatnya era Kerajaan Kutai di Muara Kaman, Sungai Mahakam telah menjadi jalur transportasi  dan perdagangan yang sangat strategis. Kala itu, selain warga lokal, para pelaut China dan India bahkan sudah menggunakan jalur sungai ini untuk berdagang. Hal itu dibuktikan dengan penemuan sejumlah arkeologi, seperti Prasasti Yupa yang menjadi penanda keberadaan Kerajaan Hindu pertama di Indonesia dan keramik asal Tiongkok di Kutai Lama.

Hingga saat ini, sungai yang melintasi Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu sepanjang 920 km itu masih menjadi jalur transportasi andalan Benua Etam.

Setelah berabad-abad berlalu tanpa pengerukan, Sungai Mahakam  mengalami banyak pendangkalan dan sedimentasi. Dampak eksploitasi alam, salah satunya  pertambangan. Bukan hanya di sepanjang alur sungai seperti di muara anak-anak sungai di Samarinda dan sekitar Dermaga Depo Pertamina, pendangkalan juga terjadi di muara Sungai Mahakam, sebelum mencapai Selat Makassar. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mencatat shallow water level (SWL/tingkat air dangkal) di muara Sungai Mahakam hanya sekitar 3,8 meter.

“Terlalu dangkal untuk menampung volume air secara optimal,” kata Rudi Mas’ud usai bertemu jajaran Kementerian Perhubungan, akhir September lalu.

Kondisi air dangkal ini tentunya juga sangat tidak menguntungkan bagi kepentingan pelayaran. Sementara bagi daerah-daerah langganan banjir, seperti Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat dan Mahakam Ulu, pengerukan sedimentasi sangat diharapkan dapat mengoptimalkan daya tampung sungai. Sehingga ketika terjadi hujan dalam intensitas tinggi, maka air bisa segera dialirkan ke Sungai Mahakam yang sudah memiliki daya tampung jauh lebih besar setelah pengerukan/normalisasi.

Dengan kalkulasi itu, Gubernur bersama dan Wakil Gubernur menetapkan revitalisasi Sungai Mahakam menjadi salah satu program unggulan dalam Jospol. Selain akan membantu menyelesaikan persoalan banjir yang sering terjadi, normalisasi Sungai Mahakam juga diharapkan  membantu kelancaran transportasi publik, angkutan industri dan pengembangan pariwisata.

PENANGANAN BANJIR SAMARINDA

Khusus untuk penanganan banjir di Samarinda, Pemprov Kaltim  terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkot Samarinda dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda.

Untuk pengendalian banjir Samarinda misalnya, tahun ini Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai kegiatan normalisasi sungai dan bangunan pengendali banjir.  Yakni di Sungai Karang Mumus, Sungai Sambutan, Sungai Karangasam Besar, Sungai Sempaja (Gelora Kadrie Oening), Sungai Loa Hui Loa Janan dan Bendungan Pengendali (Bendali) HM Ardans. Total pagu dana disiapkan Rp13,8 miliar.

Selain itu juga dilakukan kegiatan lanjutan normalisasi dan perkuatan tebing Sungai Karangasam Besar, pagu dana Rp2 miliar. Lanjutan pengendalian banjir Loa Janan dan Rapak Dalam  Rp5 miliar, lanjutan pengendalian banjir Sistem Karangasam Besar Rp1,5 miliar, lanjutan pembangunan drainase Jalan Pramuka-Perjuangan dengan pagu Rp3,1 miliar. Total pagu untuk keseluruhan kegiatan ini Rp25,4 miliar.

Hingga tahun ini, Pemprov Kaltim telah melakukan pengerukan (normalisasi) Sungai Karang Mumus. Sungai Karang Mumus sendiri memiliki panjang 17,5 km (Jembatan Selili-Bendungan Benanga). Panjang yang telah dilakukan normalisasi 16,5 km (94%) dan yang belum dinormalisasi 966,3 meter (6%).

Tahun 2025 telah dilakukan normalisasi Sungai  Karang Mumus segmen Jembatan Gelatik-Jembatan Tepian Lempake (5 km) dan segmen Jembatan Agus Salim-Jembatan Perniagaan Kelurahan Bandara.

Pekerjaan normalisasi lainnya di Sungai Sempaja segmen Jalan Wahid Hasyim-Jembatan Perjuangan (1 km) dan segmen seluruh area Gelora Kadrie Oening Sempaja.

Normalisasi juga dilakukan di Sungai Karangasam Besar segmen Jalan Kahoi-Jembatan Durian Tunggal (1 km), Sungai Loa Hui, segmen Loa Hui (750 meter), Sungai Sambutan segmen Jalan Pelita 6-Bendung Sambutan (2,5 km) dan Bendali HM Ardans area genangan 3 hektare.

Normalisasi juga dilakukan di beberapa titik lokasi penyempitan alur (bottle neck) sungai.     Antara lain segmen Jembatan Gelatik-Jembatan Jalan PM Noor (1.200 meter), segmen Jalan PM Noor-Jembatan Griya Mukti (2.300 meter), segmen Jalan Nusa Indah-Muara Pasar Ijabah (7.350 meter), segmen Jalan Antasari (5.370 meter), segmen Jalan Kahoi-Muara (1.120 meter), segmen Loa Hui-Loa Janan (7.000 meter), segmen Loa Janan-Muara (9.500 meter), segmen Jalan Harun Nafsi (1.000 meter) dan segmen Jalan Kartak Hanyar (2.500 meter).

Tahun 2026, pekerjaan normalisasi sungai, perkuatan tebing dan bangunan pengendali banjir masih akan terus dilanjutkan.

Semua pekerjaan yang telah dan akan dilakukan merupakan upaya serius Pemprov Kaltim mengatasi persoalan banjir. Bukan hanya di Kota Samarinda, tetapi semua daerah yang dilalui Sungai Mahakam dan  berpotensi banjir, seperti Kutai Barat dan Mahakam Ulu.

Banyak orang meyakini, jika Mahakam bermula dari dua kata, yakni Maha dan Kama. Dalam Bahasa Sanskerta, Maha berarti besar dan  Kama bermakna cinta.  Artinya, cinta yang besar. Maka tepatlah kiranya, gagasan pengerukan Sungai Mahakam itu diperjuangkan Gubernur Kaltim. Harapannya, seperti cinta besar yang terus mengalir sepanjang masa, tanpa sedimentasi, pendangkalan dan banjir. Agar Mahakam bisa terus menjadi urat nadi ekonomi Kalimantan Timur, sekaligus membantu mengatasi risiko banjir. (sam/bib)

Sinergi dan Inovasi Pengendalian Inflasi Jaga Stabilitas Harga di Kaltim

November 4, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kinerja pengendalian inflasi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Oktober 2025 kembali menunjukkan hasil yang positif dan lebih baik dibandingkan nasional. Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada periode Oktober 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,09%), ‘serta mengalami inflasi tahunan dan tahun kalender masing-masing sebesar 1,94% (yoy) dan 1,55% (ytd).

Capaian tersebut berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1% dan lebih rendah dibandingkan realisasi inflasi nasional yang sebesar 0,28% (mtm) atau 2,86% (yoy) dan Kalimantan lainnya.

“Capaian tersebut mencerminkan efektivitas sinergi kebijakan dan kolaborasi antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, serta mitra strategis dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Budi Widihartanto, Senin (3/11/2025)

Dikatakan, Inflasi Kaltim pada September 2025 utamanya disumbangkan oleh kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya dengan andil 0,22% (mtm) yang di didorong oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa Lainnya akibat harga emas mencapai titik tertinggi dari yang pernah dicapai sepanjang sejarah pada Oktober 2025. Kenaikan lebih tinggi tertahan oleh kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,20% (mtm) yang disebabkan oleh komoditas bawang merah, cabai rawit dan tomat akibat stabilisasi pasokan dan normalisasi harga.

Kondisi tersebut sejalan dengan langkah pengendalian inflasi yang terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Untuk memastikan ketersediaan pasokan, telah dilakukan penandatanganan Kerjasama Antar Daerah antara TPID Provinsi Kalimantan Timur dan TPID Provinsi Gorontalo pada tanggal 27 Oktober 2025. Penguatan ketahanan pangan ini terus berlanjut dan tercermin pada kontribusi kelompok makan dan minum pada 5 bulan kebelakang terus memberikan andil penurunan inflasi. Namun, indeks nilai tukar petani (iNTP) terus dapat dipertahankan di atas 100% yang mengindikasikan efisiensi dan produktivitas pertanian terus dilakukan dengan mekanisasi di sektor pertanian dan mengalami kenaikan dalam tigabulan terakhir.

“Upaya ini ditempuh untuk dapat menjaga dan meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan riil petani di Kaltim,” kata Budi Widihartanto.

Dalam menjaga keterjangkauan harga khususnya beras yang menjadi komoditas penyumbang inflasi, TPID bersama Bulog mendorong realisasi distribusi beras SPHP ke seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Selain itu, TPID juga secara masif menggelar pasar murah untuk komoditas pangan bergejolak lainnya seperti cabai rawit, cabai merah, dan sayuran, sehingga mampu mendorong terjadinya deflasi. Pada bulan Oktober tercatat telah dilakukan kurang lebih 84 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras SPHP.

Komunikasi efektif, koordinasi antar TPID Se-Kaltim terus dilakukan melalui rapat teknis maupun High Level Meeting (HLM) untuk mengambil langkah konkrit upaya pengendalian inflasi. Pada tanggal 2 s.d 3 Oktober telah dilaksanakan High Level Meeting Mandau Kaltim, Diseminasi dan Finalisasi Road Map TPID se-Kalimantan Timur, serta Penjajakan Potensi Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan. MANDAU Kaltim merupakan inovasi Sistem pengendalian inflasi

dengan menggunakan data lintas instansi (Bapanas, Bl, Pemda, BMKG, Bulog, POS Indonesia) dan penggunaan artificial intelligence dalam pengolah datanya. Sehingga informasi harga dan pasokan pangan dapat terpantau secara real-time dan lebih akurat, serta memungkinkan pengambilan kebijakan yang cepat, tepat, dan berbasis data.

Ke depan, TPID Provinsi Kaltim akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K (ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif), serta mendorong realisasi investasi private sector bisa tumbuh lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kaltim yang tinggi dan berkelanjutan serta inflasi Kaltim yang rendah dan stabil. (*)

Dua Tahun Terakhir Kaltim Berhasil Raih 63 Gelar Juara

November 1, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SEPAKU – Capaian hasil pembinaan yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim selama dua tahun terakhir disebut berhasil melampaui capaian selama 25 tahun terkahir sejak 1976.

“Jika melihat data dan angka perolehan gelar juara 2024 (MTQN,Red) dan 2025 (STQHN) mencapai 63 gelar juara. Sebelumnya selama 25 tahun hanya 45 gelar juara,” sebut Sekprov Kaltim Sri Wahyuni yang ketua LPTQ Kaltim saat menutup Rapat Koordinasi LPTQ Kaltim, di Swissotel Nusantara, Jumat (31/10/2025) sore.

Kaltim dalam 25 tahun hanya berhasil 8 kali gelar juara internasional, sementara dua tahun terakhir sudah ada 6 orang juara internasional.

“Untuk itu melalui rakor ini kita semua sepakat melanjutkan pembinaan yang ada. LPTQ perkuat daerah masing-masing. Saling memperkuat kerjasama antar kabupaten/kota, karena kompetisi tidak harus tidak kerjasama,” katanya

“Dana LPTQ harus diperkuat. Akan tetapi hasilnya juga harus kelihatan,” ujar Sri Wahyuni.

Meneruskan pesan Gubernur, Kaltim harus “berdering”. Maksudnya harus mampu mempertahankan juara.

“Semoga dengan pola pembinaan baik, kerjasama baik, dukungan pembiayaan baik Kaltim bisa pecahkan rekor lagi. Menggabungkan juara MTQ Nasional, STQH Nasional, dan nanti MTQ Nasional lagi,” ucapnya. (AM)

Bank Indonesia Kaltim Dorong Sinergi Kebijakan untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

October 30, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat transmisi kebijakan Bank Indonesia dan diseminasi perkembangan ekonomi serta keuangan di Kalimantan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur (KPw BI Kaltim) menggelar Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kalimantan Timur yang bertemakan ”Menyelaraskan Prospek Ekonomi, Kapasitas Fiskal, dan Rencana Pembangunan Daerah” di Hotel Fugo Kota Samarinda, Rabu (29/10/2025).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Budi Widihartanto menyampaikan, kompleksitas perekonomian global di penghujung tahun 2025 yang masih diliputi ketidakpastian dan tren melambat, salah satunya akibat penerapan tarif resiprokal AS. Namun demikian, di tengah gejolak tersebut, resiliensi ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan II 2025 sebesar 5,17% (yoy), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, yang ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi yang sangat baik. Dari sisi stabilitas, cadangan devisa tetap kuat senilai 148,7 miliar dolar AS pada akhir September 2025, dan nilai tukar Rupiah juga terkendali, tercatat sebesar Rp16.608 per dolar AS pada 28 Oktober 2025, yang bahkan menguat 0,43% dibandingkan bulan sebelumnya.

Resiliensi ekonomi yang kuat tersebut juga tercermin di Bumi Etam, Kalimantan Timur. Pada Triwulan II 2025, ekonomi Kaltim mampu tumbuh di angka 4,69% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Kinerja ini menjadikan Kaltim sebgai kontributor paling besar terhadap ekonomi Kalimantan, yakni sekitar 46%. Dari sisi stabilitas harga, inflasi Kaltim pada triwulan III 2025 terkendali di rentang target nasional, yakni 1,77% (yoy), yang tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi nasional dan provinsi lainnya di Kalimantan.

Perkembangan sistem pembayaran juga menunjukkan tren positif; transaksi nontunai terus meningkat, terutama pada QRIS yang tumbuh 144% (yoy) dan menjadikan Kaltim sebagai kontributor utama transaksi non tunai di Kalimantan dengan pangsa QRIS sebesar 55%. Sementara itu, dari sisi intermediasi perbankan, penyaluran kredit di Kaltim tumbuh positif sebesar 2,37% (yoy) di triwulan III 2025. Kaltim memegang pangsa kredit tertinggi se-Kalimantan, yakni 36,8% dari total penyaluran kredit di Kalimantan, demikian pula DPK Kaltim yang memegang pangsa tertinggi sebesar 38,49%.

Melihat ke depan, optimisme prospek ekonomi Kaltim tetap terjaga. Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi Kaltim pada tahun 2025 tumbuh pada rentang 4,80 – 5,60% (yoy), dan akan tumbuh lebih tinggi lagi pada tahun 2026 di kisaran 5,50 – 6,30% (yoy). Proyeksi pertumbuhan tahun 2026 ini didorong oleh geliat sektor industri seiring ekspansi dan potensi penambahan industri hilirisasi baru, serta proyek konstruksi pemerintah dan swasta. Proyeksi ini juga sejalan dengan target Laju Pertumbuhan Ekonomi Kaltim dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 yang ditetapkan oleh Bappeda sebesar 6,60 – 7,20% (yoy). Namun, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, seperti isu sektor ekstraktif yang masih menjadi penopang utama, di mana permintaan batu bara global diprakirakan turun sekitar 8% (yoy) di periode 2026.

Menanggapi tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi telah membentuk Forum Koordinasi Transformasi Ekonomi Kaltim yang akan menjadi akselerator dalam memantau visi ekonomi inklusif dan berkesinambungan. Selain itu, Pemerintah Provinsi serta kabupaten/kota juga telah membentuk Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah berlandaskan Surat Edaran Mendagri Nomor 000.4.6/3764/SJ untuk menanggulangi berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi.

Bank Indonesia sendiri juga terus berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui bauran kebijakan moneter yang pro-stability, diimbangi dengan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran yang pro-growth. Kebijakan moneter ditempuh melalui jalur penurunan suku bunga BI-Rate, yang telah turun sebesar 150 bps sejak September 2024 menjadi 4,75%. Dari sisi makroprudensial, Bank Indonesia memperkuat Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sejak 1 April 2025 untuk mendorong kredit ke sektor-sektor prioritas, dengan total insentif yang disalurkan mencapai Rp393 triliun hingga Oktober 2025. Sinergi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim juga terus diperkuat untuk mengendalikan inflasi melalui strategi 4K.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dan instansi terkait dalam memberikan sumbangsih untuk mendorong perekonomian Kaltim semakin Solid, Resilient dan sustainable. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb