Pj. Sekda Pimpin Rapat Evaluasi Mal Pelayanan Publik

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR  – Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Barat, Kamius Junaidi, memimpin langsung dan membuka Rapat Evaluasi Pelaksanaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Kutai Barat yang dilaksanakan di Mall Pelayanan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Rabu (3/6/2026) pagi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan pelayanan publik terpadu sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kamius Junaidi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berkomitmen memperkuat sistem pelayanan publik yang cepat, mudah, nyaman, dan terintegrasi. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan pembangunan gedung MPP yang lebih representatif di kawasan sekitar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun demikian, sambil menunggu realisasi pembangunan tersebut, pelayanan MPP yang saat ini berjalan harus tetap dioptimalkan.

“Melalui evaluasi ini kita ingin melihat sejauh mana pelaksanaan MPP berjalan sesuai harapan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala dan hambatan yang masih dihadapi agar dapat segera dilakukan pembenahan,” ujarnya.

Kamius menjelaskan, keberadaan MPP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung reformasi birokrasi serta kebijakan pemerintah pusat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih efektif dan efisien.

Menurutnya, MPP memiliki peran penting dalam menyatukan berbagai layanan dari perangkat daerah maupun instansi terkait dalam satu lokasi sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan.

Ia juga meminta agar dilakukan evaluasi terhadap jenis-jenis layanan yang saat ini tersedia di MPP. Beberapa layanan dinilai perlu ditinjau kembali efektivitas pelaksanaannya, termasuk layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang dalam implementasinya memerlukan dukungan tenaga ahli serta pembiayaan yang tidak sedikit setelah beralih dari sistem Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Kita perlu memastikan layanan yang tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Evaluasi ini penting untuk mengetahui layanan mana yang efektif dan mana yang perlu dilakukan penyesuaian,” katanya.

Kamius menekankan pentingnya sosialisasi kepada masyarakat agar keberadaan dan manfaat MPP dapat diketahui secara luas. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap berbagai layanan yang tersedia, diharapkan pemanfaatan MPP juga semakin optimal.

 

Menurutnya, konsep pelayanan terpadu melalui MPP memberikan kemudahan karena masyarakat tidak perlu lagi mendatangi banyak kantor untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Seluruh proses dapat dilakukan di satu tempat dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Di akhir arahannya, Pj. Sekda mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk memberikan masukan dan saran konstruktif demi penyempurnaan pelaksanaan MPP ke depan. Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyusun langkah perbaikan sehingga pelayanan publik di Kabupaten Kutai Barat semakin berkualitas dan mampu memenuhi harapan masyarakat.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala perangkat daerah, perwakilan instansi terkait, serta unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Kutai Barat. (adv/diskominfo kubar)

Pemkab Kutai Barat Gelar Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menggelar Sosialisasi Optimalisasi Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Tahun 2026 di Sendawar, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kutai Barat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas aparatur pemerintah daerah dalam pengelolaan aset yang tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya guna.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, Plt. Kepala BKAD Kabupaten Kutai Barat Erik Victory, narasumber dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur Fahmi serta kepala perangkat daerah, camat, bendahara pengeluaran, bendahara barang, serta pengelola aset di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Plt. Kepala BKAD Kabupaten Kutai Barat Erik Victory menyampaikan, sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tertib administrasi pengelolaan aset yang mendukung pelayanan publik serta optimalisasi pemanfaatan aset daerah.

“Penggunaan Barang Milik Daerah yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Optimalisasi pengelolaan aset merupakan rangkaian kebijakan strategis yang bertujuan memaksimalkan fungsi, nilai guna, dan nilai ekonomis aset daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengelolaan aset yang optimal dapat menekan biaya pemeliharaan terhadap aset yang tidak produktif serta menciptakan nilai tambah berupa pemasukan bagi kas daerah melalui berbagai skema pemanfaatan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Erik Victory juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, khususnya narasumber dari BPKAD Provinsi Kalimantan Timur yang hadir untuk memberikan materi dan pendampingan kepada para peserta.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menegaskan, pengelolaan Barang Milik Daerah merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, aset daerah bukan hanya sekadar barang yang tercatat dalam laporan keuangan, melainkan sumber daya yang harus dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pelayanan publik, penyelenggaraan pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Melalui sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah diharapkan dapat memahami tahapan, prosedur, dan mekanisme pengelolaan aset sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga aset daerah dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Nanang Adriani.

 

Wakil Bupati juga mengingatkan pengelolaan aset daerah saat ini menjadi perhatian serius baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Tuntutan terhadap transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas pengelolaan keuangan daerah semakin tinggi, terutama di tengah perkembangan sistem pemerintahan berbasis elektronik dan digitalisasi tata kelola pemerintahan.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan aset di Kabupaten Kutai Barat, di antaranya penatausahaan aset yang belum sepenuhnya tertib, pemanfaatan aset yang belum optimal, serta perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola barang pada setiap perangkat daerah.

“Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai sarana belajar, berdiskusi, dan menyamakan persepsi terkait pengelolaan Barang Milik Daerah,” katanya.

Wabup menjelaskan, pengelolaan aset yang baik akan memberikan berbagai manfaat bagi daerah, mulai dari mendukung penyajian laporan keuangan yang akuntabel, meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran, memperkuat perencanaan pembangunan, hingga mendorong pemanfaatan aset daerah agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Kutai Barat yang berorientasi pada tata kelola pemerintahan yang semakin sejahtera, aman, adil, merata, dan beradat, Wakil Bupati mengajak seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan komitmen dalam menjaga, mengadministrasikan, memanfaatkan, serta mengamankan seluruh Barang Milik Daerah yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Ia juga berpesan kepada para pejabat dan pengurus barang di setiap perangkat daerah agar senantiasa memperbarui data aset secara berkala, menjaga ketertiban administrasi, serta memastikan setiap aset daerah digunakan sesuai peruntukannya.

Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada BKAD Kabupaten Kutai Barat selaku penyelenggara kegiatan serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung suksesnya pelaksanaan sosialisasi.

“Kami berharap setelah mengikuti sosialisasi ini, seluruh perangkat daerah semakin memahami tata cara dan mekanisme optimalisasi Barang Milik Daerah sehingga pengelolaan aset di Kabupaten Kutai Barat menjadi semakin tertib, transparan, akuntabel, dan berdaya guna,” tuturnya.(adv/kominfo)

Festival Lou Bentian Jadi Kalender Tahunan Dinas Pariwisata

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Kegiatan festival yang digelar setiap tahun di Lou Bentian memperkuat tradisi dan budaya dalam menghadapi kamajuan jaman di era globalisasi, dengan menyajikan perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, begasing dan belogo serta bermacam kuliner khas Bentian Besar, dan ini akan di kemas di kalender tahunan dinas pariwisata Kubar.

Hal ini dilakukan agar kearifan lokal tetap terjaga dan lestari di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama semua pihak, terutama dukungan perusahaan TCM, BEK, TIS dan ITM group.

Wakil Bupati Kubar H. Nanang Adriani sangat mengapresiasi terhadap PT TCM dan BEK, dalam menyelenggarakan kegiatan festival Lou Bentian ini sangat luar biasa, artinya banyak gagasan yang ditunjang perusahaan. Dengan bantuan perusahaan ini sangat bersyukur pelaksanaan festival ini terlaksana dengan baik.

Diharapkan festival ini berjalan setiap tahun kedepannya, kenapa karena ini adalah ajang mempersatukan silaturahim antara masyarakat Bentian Besar dan masyarakat lainnya yang ada diluar dari Kecamatan Bentian Besar ini. Kegiatan ini bisa memantik atau memunculkan ide ide kreatif mulai dari kuliner maupun olahraga tradisional yang tadinya hampir hilang atau musnah ditelan oleh jaman.

“Dengan adanya festival ini menjadi bangkit kembali olahraga tradisional maupun kuliner yang warisan turun temurun, dan pastinya menjadi nilai ekonomi masyarakat setempat,”ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menyebut, selain UMKM, warga bisa ikut berkolaborasi, dan ini menjadi cara baru untuk bisa memperbaiki perekonomian masyarakat, terutama masyarakat Bentian Besar ini. Sehingga nanti bisa di jadikan agenda resmi wisata setiap tahun, dan mungkin nanti kepala dinas pariwisata yang bisa mengemas barang ini supaya lebih baik lagi kedepannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kubar Sumardi menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Bupati dan juga ITM group ini yang sudah sama sama hadir di acara festival ini, kalau tidak salah ini sudah yang kedua kalinya dilaksanakan. Dari Dinas Pariwisata sudah berkoordinasi dengan Pak wakil, nanti acara festival Lou Bentian ini akan di masukkan di kalender of even tahunan, sehingga gaungnya menjadi luas lagi.

“Kita dari dinas pariwisata itu sudah memprogramkan sesuai arahan Pak Bupati dan Wakil Bupati bahwa dari semua kecamatan di dua belas kecamatan punya masing masing festival unggulan,”ujarnya.

Ia berharap, festival Lou Bentian yang digagas oleh ITM group dan masyarakat Bentian Besar ini menjadi festival unggulan dan akan diadakan penilaian festival di enak belas kecamatan se-Kubar, dan akan diikutkan di kalender festival pariwisata nasional.

 

“Ini yang menjadi harapan kita, yang bisa didorong dari dinas pariwisata binaan dari perusahaan, dan ini labih kepada kelompok budaya dan tradisi,”ungkapnya.

Diharapkan nanti kepada kelompok ini bisa dibawa anjangsana seperti ke Bali atau kemana saja yang sudah maju untuk melakukan studi belajar, dan kembalinya dari studi belajar mereka ada motivasi.

Ia menuturkan terkait dengan sampah, di desa yang sudah maju seperti Penglipuran, disana orang memaknai sampah ini hidup menjadi bersih dan hidup membawa keberkatan, maka keberkatan mereka yaitu banyak didatangi wisatawan.

“Tidak menutup kemungkinan ditempat kita juga bisa, maka dari itu kita dorong pariwisata ini budaya, tradisi, kuliner dan wisata alamnya itu menyatu dengan dengan konsep berbudaya hidup bersih,”bebernya.

Manajemen perusahaan ITM group, PT Trubaindo Coal Mining (TCM) Hirung menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Kubar yang sudah berkolaborasi dengan perusahaan untuk membuka acara festival Lou Bentian ini. Sehingga acara ini berjalan dengan baik. Ia berharap dengan adanya festival ini kreativitas kreativitas yang baru akan muncul, terutama wisata kuliner nya yang ada disini.

“Saya berharap selain kuliner yang sudah ada, diharapkan ada kuliner kuliner baru yang muncul di festival ini,”ujarnya, (adv/kominfo).

Wakil Bupati Kubar Buka Acara Festival Lou Bentian

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Kegiatan festival tahunan yang di selenggarakan di Lou Bentian, yang di kemas dengan berbagai lomba tradisional menyumpit, begasing, belogo, behempas, serta lomba tari begantar, berijik atau bedongki, lomba fashion show khas Bentian Besar, serta lomba memasak kuliner khas Bentian Besar. Kegiatan ini di mulai dari tanggal (2 – 8 Juni 2026), berlangsung di Lou Bentian, Jalan Trans Kaltim, Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Selasa (2/6/2026).

Bupati Kubar Frederick Edwin dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati (Wabup) H. Adriani mengatakan, sektor yang bisa mendongkrak ekonomi daerah adalah sektor pariwisata, nah salah satunya adalah kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengucapkan apresiasi yang setinggi tingginya atas inisiasi yang telah mempersiapkan acara ini dengan baik, kolaborasi antara masyarakat Bentian Besar Lou Bentian dan perusahaan PT TCM dan BEK  group.

Ia menyebut, tema kali ini yaitu merajut persatuan membangun Bentian maju dan bermartabat, ini adalah tema yang sangat baik dan luar biasa, suatu pesan yang sangat mendalam dan relevan.

“Kita ketahui bersama bahwa Lou Bentian bukan sekedar mempunyai fisik yang panjang limapuluh meter, dengan tiga ratus lebih pilar ulin, dan mempunyai sembilan kamar untuk keterwakilan sembilan kampung yang ada di Bentian Besar ini serta menjadi simbol jati diri masyarakat Bentian Besar,”ujannya, sekaligus membuka acara tersebut.

Melalui festival yang dilaksanakan selama tujuh hari penuh ini bukan hanya menampilkan hiburan semata, melainkan melakukan investasi kebudayaan dan berbagai perlombaan tradisional seperti menyumpit, behempas, belogo dan begasing, juga tarian khas Bentian Besar dan lainnya.

“Ini semua adalah warisan leluhur yang harus kita lestarikan dan jangan sampai hilang tergerus oleh kemajuan jaman,”ungkapnya.

Ia menyarankan, guna melestarikan kearifan lokal, di harapkan warung warung yang di pinggir jalan jangan hanya menjual jajanan yang berkemasan siap saji saja, akan tetapi warung warung itu juga bisa menjual produk jajanan lokal. Jadi apabila ada wisatawan dari luar ingin menikmati jajanan lokal semua warung tersedia, agar Kecamatan Bentian Besar ini mempunyai ciri khas sendiri.

“Itu semua perlu kerjasama semua pihak, dan juga perlu kerja nyata dari masyarakat serta kreatifitas individu masing masing warga yang menyediakan masakan lokal,”bebernya.

Sementara itu manajemen perusahaan Hirung menyampaikan, kegiatan festival ini adalah simbul kearifan lokal yang di tampilkan oleh masyarakat Bentian Besar, ini harus di ketahui oleh masyarakat yang ada di luar Bentian. Lumayan lama pembangunan Lou Bentian ini, kurang lebih empat tahun Lou Bentian inj berdiri dengan sempurna atas kerjasama dan kolaborasi TCM, BEK, TIS, ITM group ini dalam menyelesaikannya.

Ia berharap, dengan di laksanakan festival ini banyak kearifan lokal yang di tampilkan, terutama festival kuliner yang ada di Bentian ini,  suatu kearifan lokal yang harus di tampilkan, dengan adanya Lou ini nanti di harapkan bisa di manfaatkan sebaik mungkin, mumpung perusahaan TCM, BEK dan TIS ini masih beroperasi disini, dan masih mampu membantu kegiatan ini.

“Kalau nanti perusahaan sudah tidak beroperasi dan batu baranya sudah habis, perusahaan mungkin tidak bisa lagi membiayai kegiatan ini lagi,”ungkapnya.

Ia menyebut, dalam acara tersebut hadir subkontraktor juga seperti PT. PAMA, Runa dan yang lainnya. (adv/diskominfo).

 

Festival Sempekat Harmoni Budaya Jadi Agenda Pariwisata Unggulan

June 3, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Barat, FX Sumardi menyampaikan, pelaksanaan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026 sengaja digelar pada bulan Juni yang dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Hal tersebut disampaikan dalam laporan panitia pada pembukaan Festival Sempekat Harmoni Budaya di Taman Budaya Sendawar (TBS), Selasa (2/6/2026) malam.

Menurut Sumardi, pemilihan bulan Juni memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan bulan kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang lahir pada 1 Juni 1901. Selain itu, nilai-nilai Trisakti yang diwariskan Bung Karno dinilai selaras dengan semangat festival yang mengangkat budaya sebagai identitas daerah.

“Bung Karno dikenal dengan Trisakti, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Semoga Festival Sempekat Harmoni Budaya ini dapat menjadi agenda tetap yang terus mendapat dukungan dan berkembang dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tersebut memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi daerah sebagai warisan leluhur, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap seni budaya lokal, mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, memberikan ruang ekspresi bagi seniman dan pelaku budaya, serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kutai Barat.

Sumardi mengatakan, Festival Sempekat Harmoni Budaya juga diharapkan menjadi penghubung menuju Festival Dahau yang selama ini menjadi agenda budaya terbesar di Kutai Barat.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Calendar of Event Kabupaten Kutai Barat Tahun 2026 yang telah diluncurkan Dinas Pariwisata pada Februari lalu.

“Harapan kami, seluruh event yang masuk dalam kalender pariwisata ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku UMKM di Kutai Barat,” katanya.

Sumardi menegaskan, pelaksanaan festival ini juga merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terhadap perkembangan sanggar-sanggar seni yang semakin banyak tumbuh di berbagai kampung.

“Kami ingin memberikan ruang bagi sanggar seni untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka. Festival ini menjadi wadah bagi para pelaku seni budaya untuk tampil dan berkembang,” jelasnya.

Pelaksanaan Festival Sempekat Harmoni Budaya 2026 didukung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pariwisata, serta mendapat dukungan dari berbagai sponsor, perbankan, perusahaan, komunitas seni budaya, dan aparat keamanan.

Di akhir laporannya, Sumardi berharap Festival Sempekat Harmoni Budaya dapat berkembang menjadi agenda pariwisata budaya unggulan Kabupaten Kutai Barat yang mampu memperkuat identitas daerah, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan wisata budaya di berbagai destinasi wisata daerah. Keberhasilan Kampung Tanjung Isuy yang meraih predikat Desa Budaya Terbaik III Nasional pada 2025 diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kutai Barat.

“Ke depan, wisatawan yang datang tidak hanya menikmati wisata alam, tetapi juga dapat menyaksikan atraksi budaya yang menjadi ciri khas daerah. Inilah yang ingin terus kita dorong agar budaya menjadi lokomotif peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kutai Barat,” pungkasnya.(adv/kominfo)

« Previous PageNext Page »

  • vb