Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Kutai Barat Hadirkan Program GEMILANG

July 14, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat meluncurkan Program GEMILANG (Gerakan Cegah Stunting Demi Generasi Cemerlang) sebagai langkah strategis mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Peluncuran program tersebut berlangsung di Sendawar, Senin (13/7/2026).

Peluncuran Program GEMILANG diresmikan Wakil Bupati H. Nanang Adriani sebagai langkah strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Barat. Ia berharap program tersebut mampu memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh mitra pembangunan dalam mewujudkan generasi Kutai Barat yang sehat, cerdas, berkualitas, dan bebas stunting.

Nanang Adriani menegaskan, program GEMILANG merupakan wujud nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Yayasan doctorSHARE, Bayan Resources, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.

Ia menekankan stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada pada angka 27,6 persen. Hingga Desember 2025 tercatat sebanyak 804 balita terindikasi stunting dari 6.537 balita yang telah diukur. Kasus tersebut tersebar di 194 kampung pada 16 kecamatan, sehingga hingga saat ini belum ada satu pun kampung yang bebas dari stunting.

“Kondisi ini memerlukan perhatian dan tanggung jawab bersama. Penanganan stunting harus dilakukan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Kami mengapresiasi Yayasan doctorSHARE dan Bayan Resources yang telah menghadirkan Program GEMILANG sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kutai Barat,” ujar Wabup.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan komitmen seluruh perangkat daerah dan tenaga kesehatan, memastikan setiap sasaran memperoleh pendampingan secara berkelanjutan, menjadikan Program GEMILANG sebagai model kolaborasi yang dapat diperluas ke seluruh kecamatan, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil, balita, pola asuh, dan pemenuhan gizi keluarga.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, dr. Nyoman Mahardika, mengatakan, stunting masih menjadi salah satu program prioritas nasional karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting secara nasional masih berada pada angka 27,6 persen, sementara pemerintah menargetkan penurunannya hingga 14 persen.

Menurut dr. Nyoman, penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara instan. Upaya tersebut membutuhkan proses yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku masyarakat, edukasi, serta dukungan berbagai pihak.

“Gerakan pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan kemitraan yang kuat. Pencegahan juga harus dimulai sejak sebelum kehamilan, bukan hanya ketika bayi telah lahir. Perubahan perilaku masyarakat menjadi tantangan terbesar sehingga edukasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui Program GEMILANG akan dilaksanakan berbagai intervensi, antara lain edukasi kesehatan, pemberian makanan tambahan, peningkatan kualitas layanan Posyandu, serta penguatan pendampingan bagi ibu hamil dan balita.

Pada tahap awal, program difokuskan di Kecamatan Melak dan Muara Pahu dengan sasaran 10 Posyandu, yaitu Posyandu Dewi Sartika Kampung Sebelang, Posyandu Anggrek Hitam, Posyandu Harapan Ibu Kampung Teluk Tempudau, Posyandu Sarana Jaya Kampung Tanjung Pagar, Posyandu Tepian Ulaq, Posyandu Pinang Sendawar Kampung Muara Bunyut, Posyandu Mawar Mekar Kampung Empakuq, Posyandu Sehat Bersama Kelurahan Melak Ilir, Posyandu Cempaka, serta Posyandu Aisyiyah di Kelurahan Melak Ulu.

Sementara itu, perwakilan Yayasan doctorSHARE, Dedi Saputra, menjelaskan, program GEMILANG merupakan hasil kolaborasi antara doctorSHARE dan Bayan Resources melalui program Bayan Peduli sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kutai Barat.

Program tersebut akan dilaksanakan selama dua tahun, mulai 2026 hingga Mei 2028. Kegiatannya meliputi pendampingan dan penguatan kapasitas Posyandu, pelaksanaan kelas ibu hamil, edukasi kesehatan keluarga, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu, skrining ibu hamil melalui layanan mobile USG, dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, monitoring berbasis masyarakat, hingga pelayanan Rumah Sakit Kapal yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Kutai Barat.

“Keberhasilan program ini hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kampung, sektor swasta, dan partisipasi aktif masyarakat. Kami berharap praktik-praktik baik yang dibangun melalui Program GEMILANG dapat terus dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah dan masyarakat,” kata Dedi. (Ars/Adv-DiskominfoKubar)

Kolaborasi Pemkab Kutai Barat Hadirkan Layanan Itsbat Nikah dan Administrasi Kependudukan Terpadu

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, dan berpihak kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Layanan Sidang Terpadu Itsbat Nikah dan Dokumen Kependudukan yang dilaksanakan di Sports Hall Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Barat, Pengadilan Agama Sendawar, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat ini bertujuan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, khususnya terkait legalitas perkawinan serta kelengkapan dokumen administrasi kependudukan.

Pelayanan yang diberikan meliputi sidang itsbat nikah, penetapan asal usul anak, hingga penerbitan berbagai dokumen administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan akta perkawinan yang dapat diterbitkan secara terpadu setelah proses persidangan selesai.

Mewakili Bupati Kutai Barat, Kepala Disdukcapil Kabupaten Kutai Barat, Petrus, hadir menyerahkan langsung dokumen kependudukan kepada lima perwakilan masyarakat penerima manfaat. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelayanan terpadu ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi atas kebutuhan administrasi masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat memperoleh legalitas administrasi yang lengkap dan sah di mata hukum. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi mengalami kendala dalam mengurus berbagai layanan publik,” ujar Petrus.

Ia menjelaskan, dokumen kependudukan memiliki peran yang sangat penting karena menjadi dasar dalam memperoleh berbagai layanan pemerintah, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, bantuan sosial, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap akibat perkawinan yang belum tercatat secara resmi. Melalui sidang terpadu ini, proses penyelesaian administrasi menjadi lebih sederhana karena seluruh instansi terkait hadir dalam satu lokasi pelayanan.

Petrus juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Disdukcapil, Pengadilan Agama Sendawar, dan Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memangkas proses birokrasi sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ke depan, layanan serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga hingga ke berbagai kecamatan, sehingga seluruh masyarakat memperoleh kepastian hukum serta perlindungan administrasi kependudukan secara menyeluruh. (Ars/Adv-DiskominfoKubar).

Camat Tering Ajak Warga Jadikan Gotong Royong sebagai Budaya Menjaga Kebersihan

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kecamatan Tering bersama berbagai elemen masyarakat menggelar kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan di sekitar kantor pemerintahan dan permukiman warga di Kecamatan Tering, Kabupaten Kutai Barat, Jumat (10/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah kecamatan dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Camat Tering, Yosef Ngau, mengatakan aksi bersih-bersih ini tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan contoh kepada masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Kegiatan ini merupakan bentuk contoh sekaligus pemberdayaan kepada masyarakat agar sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, lingkungan yang bersih merupakan salah satu langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit yang dapat muncul akibat sampah dan kondisi lingkungan yang kumuh. Karena itu, kegiatan gotong royong dinilai penting untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Tujuan utamanya agar lingkungan tidak kotor dan kumuh sehingga dapat mengurangi risiko penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) maupun penyakit lainnya,” jelas Yosef.

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan unsur Pemerintah Kecamatan Tering, Polsek Tering, Koramil, para petinggi kampung, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), lembaga adat, ketua RT, tokoh perempuan, serta masyarakat yang secara bersama-sama membersihkan lingkungan.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Pemerintah Kecamatan Tering menyediakan alat pengangkut dan mobil sampah. Selain itu, seluruh pegawai kecamatan turut diterjunkan agar dapat bergotong royong bersama masyarakat.

Yosef berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga menjadi budaya di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga kesadaran seluruh warga.

“Masyarakat harus mulai membiasakan diri mengelola sampah dengan baik, tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai. Jika kesadaran itu terus tumbuh, saya yakin lingkungan di Kecamatan Tering akan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” pungkasnya. (Ibnu/AdvDiskominfoKubar).

Kecamatan Damai Fokus Tingkatkan Kinerja dan Realisasi Program

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kecamatan Damai menggelar Rapat Evaluasi Kinerja dan Realisasi Anggaran Triwulan II Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan yang dipimpin Camat Damai, Iman Setiadi Gamas, ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian kinerja selama Triwulan II sekaligus menyusun strategi percepatan pencapaian target pada Semester II Tahun Anggaran 2026.

Iman Setiadi Gamas menegaskan, evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan setiap program dan kegiatan berjalan sesuai target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, hasil evaluasi menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan agar kinerja seluruh perangkat kecamatan semakin optimal.

Berbagai agenda strategis dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari evaluasi realisasi fisik dan keuangan, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui program PATEN CERIA, hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), percepatan penurunan angka stunting, operasional Bank Sampah Berseri, pembinaan Forum Anak Kecamatan, Karang Taruna, pengembangan UMKM, hingga pemberdayaan masyarakat dan penguatan sinergi lintas sektor.

Selain itu, rapat juga mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kampung, pemeliharaan ketenteraman dan ketertiban umum, peningkatan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar berjalan secara tertib, efektif, dan akuntabel.

Iman Setiadi Gamas berharap melalui rapat evaluasi ini seluruh pejabat dan aparatur Kecamatan Damai semakin solid, profesional, dan mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, berkualitas, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi, inovasi, dan komitmen bersama menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel.

“Melalui evaluasi ini kita memperkuat sinergi dan komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat. Bersama kita membangun Kecamatan Damai yang semakin maju, inovatif, dan melayani,” ujar Camat Damai.

Rapat evaluasi ini diharapkan mampu menjadi landasan dalam meningkatkan kinerja seluruh aparatur Kecamatan Damai sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat terlaksana secara optimal serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. (Ars/Adv-Diskominfo Kubar)

Sumber Sari Cup III Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT– Sebanyak 45 tim dari berbagai daerah Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Sumber Sari ke-62 dibuka di Lapangan Bola Voli Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok,  Selasa (7/7/2026) sore

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat, Suwito menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari. Semoga di usia yang ke-62 ini Kampung Sumber Sari semakin maju, mandiri, sejahtera, dan terus berkembang,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Bupati menegaskan, Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, penguatan sportivitas, serta mempererat persaudaraan antarwarga dan antarkampung. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, penyelenggaraan turnamen juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan ramainya kegiatan.

“Saya berharap turnamen ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda olahraga tahunan di Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta saling menghormati selama pertandingan berlangsung.

“Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persatuan dan silaturahmi, karena kemenangan sejati adalah kebersamaan yang tetap terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III memiliki tujuan yang sama dengan pelaksanaan turnamen pada tahun-tahun sebelumnya, yakni memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, khususnya bola voli.

Menurutnya, turnamen ini juga menjadi salah satu upaya mengajak anak-anak dan remaja agar lebih aktif berolahraga serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

“Kami ingin memfasilitasi anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang bola voli. Dengan adanya kegiatan ini mereka memiliki wadah untuk berlatih, berkompetisi, menjaga kesehatan, sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas yang kurang produktif seperti terlalu banyak bermain handphone,” ujar Paino.

Ia menambahkan, olahraga juga dapat menjadi peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk bagi mereka yang putus sekolah namun memiliki kemampuan di bidang olahraga.

“Tidak menutup kemungkinan, jika mereka terus berlatih dan berprestasi, olahraga bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Banyak atlet profesional yang mampu mengharumkan daerah sekaligus memperoleh penghasilan dari prestasi yang diraih,” katanya.

Sebanyak 45 tim ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026 yang akan berlangsung selama beberapa pekan. Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kutai Barat di berbagai kejuaraan, sekaligus memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pembangunan masyarakat melalui olahraga.(Ars/Adv-DiskominfoKubar)

« Previous PageNext Page »

  • vb