BAZNAS Diminta Perkuat Tata Kelola Zakat di Kubar

July 9, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel serta sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Asisten 2 Sekkab Ali Sadikin, pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Kaltim, di Ruang Rapat Diklat Lantai 3, Kantor Bupati Kubar, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri, Kepala Dinsosl Adolfus Edhardus Pontus, Kabag Kesrasos Suwila Erpina, perwakilan Bappedalitbang, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kaltim Miswan Thahadi, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kaltim Abdurrahman AR, serta jajaran BAZNAS Kubar yakni Wakil Ketua 1 Syaprudin Kusasih, Wakil Ketua 2 Amirin dan Wakil Ketua 3 Sukawi.

Ali Sadikin mengatakan, Pemkab Kubar menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut karena bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan menjadi ruang pembinaan, pembelajaran, sekaligus evaluasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja BAZNAS.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Pemkab juga meminta BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS), baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, maupun masyarakat umum. Di sisi lain, penyaluran dana tersebut harus tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para penerima manfaat.

Selain itu, Ali menekankan pentingnya penerapan prinsip good governance melalui perbaikan administrasi, pelaporan keuangan, dan peningkatan efisiensi program kerja.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga BAZNAS.

Ia juga mengingatkan agar seluruh program BAZNAS berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat jaring pengaman sosial, menekan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Kubar mengikuti proses evaluasi ini secara terbuka. Sampaikan seluruh data dan kendala yang dihadapi agar menjadi bahan perbaikan ke depan, khususnya dalam penyusunan laporan tahun 2026,”katanya.

Ali turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pendampingan yang selama ini diberikan kepada Kabupaten Kubar. Ia berharap sinergi tersebut semakin memperkuat tata kelola zakat di daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kaltim Abdurrahman AR menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan zakat sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dana zakat diperuntukkan bagi mustahik sesuai ketentuan syariat. Sedangkan dana infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), hingga dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga non-Muslim.

Ia mencontohkan pelaksanaan khitanan massal di Kubar yang diikuti sekitar 100 anak, di mana sekitar 10 peserta berasal dari kalangan non-Muslim. Program tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan semangat persaudaraan tetap menjadi landasan dalam berbagai kegiatan sosial BAZNAS.

Abdurrahman juga mendorong penguatan koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi dana CSR perusahaan. Menurutnya, Kubar memiliki banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang berpotensi besar mendukung berbagai program sosial.

Karena itu, BAZNAS berharap Pemkab Kubar dapat memfasilitasi komunikasi dengan dunia usaha melalui forum CSR maupun pertemuan bersama perusahaan sehingga penghimpunan dana sosial dapat semakin optimal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai indikator untuk mengukur kinerja BAZNAS di setiap daerah, mulai dari aspek tata kelola, penghimpunan, pendistribusian hingga pendayagunaan dana zakat.

“Dana yang dihimpun BAZNAS tidak boleh mengendap. Dana tersebut harus segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak melalui berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi,”tegasnya.

Abdurrahman mengajak seluruh pengurus BAZNAS Kutai Barat untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar potensi zakat, infak, sedekah serta CSR dapat dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kubar. (yan/adv/diskominfo)

Menteri Agama Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung Madrasah PP Assalam

July 5, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT– Menteri Agama RI Nasaruddin Umar didampingi Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati H. Nanang Adriani, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung madrasah di Pondok Pesantren Assalam, Sabtu (4/7/2026).

Prosesi peletakan batu pertama tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam. Momentum ini menandai dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan baru yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan Islam di Kabupaten Kutai Barat.

Pengasuh Pondok Pesantren Assalam, KH. Arif Heri Setiawan, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung madrasah yang telah lama menjadi harapan besar keluarga besar pesantren.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan langkah penting dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Pondok Pesantren Assalam agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik kepada para santri.

“Semoga dengan iringan doa dari seluruh masyarakat, pembangunan gedung madrasah ini dapat segera terwujud dan selesai sesuai harapan,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Kami memohon doa dan dukungan anggaran dari Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bapak Gubernur, serta Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Kami sangat berharap pembangunan gedung ini dapat terus berlanjut hingga selesai dan dapat segera dimanfaatkan oleh para santri,” katanya.

Kehadiran Menteri Agama RI dalam peletakan batu pertama ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap perkembangan pendidikan Islam, khususnya di daerah. Kehadiran Gubernur Kalimantan Timur, Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati, serta Forkopimda juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Usai prosesi utama, Menteri Agama RI, Gubernur Kalimantan Timur, dan Bupati Kutai Barat secara bergantian meletakkan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan gedung madrasah. Prosesi tersebut disambut antusias oleh para santri, pengurus pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan yang hadir.

 

Pembangunan gedung madrasah ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi kemajuan Pondok Pesantren Assalam dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter kebangsaan yang kuat.

Dengan bertambahnya fasilitas pendidikan, Pondok Pesantren Assalam diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kutai Barat serta menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan Islam yang modern, berkualitas, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Melalui dukungan berbagai pihak, pembangunan gedung madrasah tersebut diharapkan dapat segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar mengajar para santri. Kehadiran fasilitas baru ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam memajukan pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Kutai Barat dan Kalimantan Timur. (Ars/Adv-DiskominfoKubar)

Pemkab Kutai Barat Tegaskan Dukungan untuk Pendidikan Pesantren

July 5, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Mewakili Bupati Kutai Barat, Wakil Bupati H. Nanang Adriani menyampaikan ucapan selamat atas Harlah ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning. Ia berharap pesantren terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul dan mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kutai Barat.

“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, dan berdaya saing. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memberikan apresiasi atas dedikasi Pondok Pesantren Assalam selama 34 tahun dalam mencetak generasi penerus bangsa,” kata Nanang Adriani saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Syukuran Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Sabtu (4/7/2026).

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berkomitmen untuk terus mendukung kemajuan pendidikan pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Kutai Barat yang religius, harmonis, dan sejahtera,” katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang digelar dalam rangkaian Harlah, seperti Tabligh Akbar, khitan massal, nikah massal, serta kegiatan sosial dan keagamaan lainnya yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan penceramah nasional, Ustaz Abdul Somad, sekaligus menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan sinergi antara pemerintah, ulama, serta masyarakat.

“Selamat Hari Lahir ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning. Semoga di usia yang semakin matang ini, Pondok Pesantren Assalam terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi unggul, beriman, dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati turut mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, mempererat kerukunan antarumat beragama, serta menghidupkan semangat gotong royong. Menurutnya, momentum Harlah ke-34 ini harus menjadi penguat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz Abdul Somad yang telah berkenan hadir menyampaikan tausiah kepada masyarakat Kutai Barat.

Ia berharap ceramah yang disampaikan dapat menjadi penyejuk hati, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, panitia pelaksana, para donatur, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan Harlah ke-34.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning senantiasa diberi keberkahan, terus maju dalam mencetak generasi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta tetap menjadi mitra pemerintah dalam membangun Kabupaten Kutai Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan. (Ars/Adv-DiskominfoKubar)

Menteri Agama Ajak Jaga Persatuan dan Jadikan Kutai Barat Teladan Keberagaman

July 5, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, serta agama. Ajakan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan yang dirangkai dengan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-34 Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (4/7/2026).

Menteri Agama menggambarkan Indonesia sebagai “lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi” karena memiliki keberagaman yang mampu hidup berdampingan secara damai.

“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah, paling cantik di muka bumi. Karena itu jangan ada yang merusak lukisan ini,” tegas Nasaruddin Umar.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan yang tidak dimiliki banyak negara, yakni ribuan pulau dengan beragam suku, budaya, adat istiadat, dan agama yang tetap mampu hidup rukun dalam semangat persaudaraan.

Menag juga mengungkapkan rasa syukur atas capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama Indonesia yang pada periode 2025–2026 mencapai skor 87. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia mampu menjaga toleransi serta memperkuat persatuan bangsa.

Ia turut mengajak pondok pesantren dan masjid agar tidak hanya menjadi pusat ibadah dan pendidikan agama, tetapi juga menjadi pusat kemanusiaan yang melayani seluruh lapisan masyarakat.

“Semua anak Indonesia adalah bersaudara. Masjid juga harus menjadi rumah besar bagi kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut Kalimantan Timur sebagai miniatur Indonesia yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.

Menurutnya, Kabupaten Kutai Barat merupakan salah satu daerah yang berhasil menjaga kehidupan masyarakat yang rukun, saling menghormati, dan bergotong royong meski berasal dari latar belakang yang berbeda.

“Di tengah keberagaman, di sini kita bisa hidup berdampingan, gotong royong, adem, dan saling menghormati,” kata Rudy.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat toleransi antarumat beragama. Salah satunya melalui pemberian penghargaan berupa perjalanan religi kepada para penjaga rumah ibadah dari berbagai agama sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri Agama RI beserta rombongan, Gubernur Kalimantan Timur, serta seluruh tamu undangan yang hadir di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Ia berharap kunjungan kerja Menteri Agama menjadi momentum bersejarah yang membawa berkah serta semakin memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kutai Barat.

Bupati juga mengucapkan selamat Hari Lahir ke-34 kepada Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning yang dinilainya telah menunjukkan dedikasi luar biasa selama lebih dari tiga dekade dalam mencetak generasi berakhlak mulia, mandiri, dan berwawasan kebangsaan.

Menurut Frederick Edwin, Ponpes Assalam tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan sebagai benteng sosial melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, seperti pembinaan mualaf di wilayah pedalaman Kutai Barat dan Kalimantan Timur, khitanan massal gratis yang diikuti peserta lintas agama, hingga pelaksanaan nikah massal untuk membantu legalitas pernikahan masyarakat.

“Semua ini merupakan bukti nyata bahwa pesantren mampu merajut kebersamaan tanpa memandang perbedaan,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa Kutai Barat merupakan daerah yang dianugerahi keberagaman suku, adat, budaya, dan agama. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh lintas agama berkomitmen menjaga keamanan, kedamaian, dan kondusivitas daerah.

Melalui Dialog Kebangsaan tersebut, Frederick mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai kesempatan memperkuat moderasi beragama, mempererat silaturahmi agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah bangsa, serta menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai penggerak semangat gotong royong dalam pembangunan daerah.

Kegiatan Dialog Kebangsaan ini turut dihadiri Anggota DPR RI Syarifah Suraidah Harum, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Timur Abdul Khaliq, pimpinan Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning, jajaran perangkat daerah, tokoh lintas agama, serta ratusan santri dan santriwati.(Ars/Adv-DiskominfoKubar)

Ribuan Jamaah Antusias Ikuti Tabligh Akbar UAS, Semangat Hijrah Jadi Pesan Utama

July 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Ustaz Abdul Somad

SENDAWAR – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Al-Muttaqin, Islamic Center Kutai Barat (Kubar), Kelurahan Melak Ulu, Kecamatan Melak, untuk menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah/2026 Masehi.

Tabligh akbar menghadirkan penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS). Dalam tausiyahnya, UAS mengangkat tema Semangat Hijrah, Pererat Ukhuwah, Perbanyak Amal dan Raih Keberkahan.

Dengan gaya penyampaian yang khas, lugas, namun sarat humor, UAS berhasil mencairkan suasana. Ribuan jamaah beberapa kali dibuat tertawa oleh kisah-kisah inspiratif dan analogi yang disampaikannya. Di balik setiap candaan, UAS menyisipkan pesan-pesan keislaman yang mengajak umat untuk terus memperbaiki diri.

“Hijrah itu bukan sekadar berpindah tempat, tetapi berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan yang baik, dari maksiat menuju taat kepada Allah SWT,”ujar UAS dihadapan ribuan jamaah.

Ia juga mengajak umat Islam memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam sebagai awal perubahan menuju kehidupan yang lebih berkah. “Kalau hari ini lebih baik dari kemarin, itulah orang yang beruntung. Jangan sampai tahun berganti, tetapi akhlak dan ibadah kita tidak berubah,”pesannya.

Menurut UAS, persatuan dan ukhuwah menjadi kunci menjaga kekuatan umat. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menghindari perpecahan, memperbanyak amal saleh serta terus menebarkan kebaikan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Suasana tabligh akbar berlangsung khidmat dan penuh antusias. Ribuan jamaah mengikuti rangkaian tausiyah hingga selesai. Sesekali gelak tawa pecah saat UAS menyampaikan humor-humor segar, namun tak sedikit pula jamaah yang terdiam dan larut dalam renungan saat mendengarkan pesan-pesan yang menyentuh hati. (yan/adv/diskominfo)

« Previous PageNext Page »

  • vb