Danlanal Balikpapan Siap Kolaborasi Dengan Pemkab Kukar

June 11, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri menerima audiensi dan silaturahmi Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono di Rumah Jabatan Bupati Kukar, Rabu (10/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Lanal Balikpapan dalam berbagai sektor pembangunan, mulai dari keamanan perairan, pengembangan pariwisata, hingga pembinaan generasi muda.

Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono menyampaikan, wilayah tugas Lanal Balikpapan mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara. Karena itu, pihaknya memiliki komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemkab Kukar dalam memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

“Lanal Balikpapan siap mendukung keamanan jalur perairan, termasuk membantu para nelayan apabila menghadapi kendala saat beraktivitas di laut. Kami ingin hadir dan memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir dan nelayan,” ujarnya.

Selain sektor keamanan, Danlanal juga melihat potensi besar Kukar di bidang pariwisata bahari. Menurutnya, sejumlah kawasan perairan di Kukar memiliki potensi wisata bawah laut dan spot diving yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai daya tarik wisata daerah.

Tidak hanya itu, Lanal Balikpapan juga terus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kukar. Selama ini, pihaknya telah berkolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar dalam pembinaan generasi muda, khususnya mempersiapkan putra-putri Kukar yang berminat mengikuti seleksi sekolah kedinasan dan pendidikan militer.

“Intinya, kami dari Lanal Balikpapan ingin bersama-sama dengan Pemkab Kukar memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri menyambut baik kunjungan kerja dan silaturahmi tersebut. Ia mengapresiasi komitmen Lanal Balikpapan yang selama ini telah mendukung berbagai program pembangunan di Kukar.

Aulia berharap sinergi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat, terutama dalam mendukung sektor perikanan yang menjadi salah satu potensi unggulan daerah. Menurutnya, hasil perikanan Kukar harus mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan nelayan.

“Kita ingin usaha perikanan dan nelayan Kukar semakin maju. Potensi yang kita miliki sangat besar dan ke depan hasil perikanan Kukar harus bisa menembus pasar yang lebih luas, bahkan ekspor, tidak hanya dipasarkan secara lokal,” ujarnya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Kukar dan Lanal Balikpapan sepakat untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan wilayah perairan, mengembangkan potensi pariwisata bahari, serta membina generasi muda demi mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kukar. (kk04)

Empat Kepala Kampung PAW Berau Dilantik

June 11, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Pelantikan empat Kepala Kampung (Kakam) hasil Pemilihan Kepala Kampung Pergantian Antar Waktu (PAW) menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperkuat tata kelola pemerintahan kampung yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Empat kepala kampung tersebut yakni Mudassir T sebagai Kepala Kampung Biduk-Biduk, Sopiyadi sebagai Kepala Kampung Suaran, Jaja Miharja sebagai Kepala Kampung Tasuk, serta Muchlistriyadi sebagai Kepala Kampung Sei Bebanir Bangun dilantik di Balai Mufakat, Selasa (9/6/2026).

‎‎Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, kepala kampung memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan daerah. Karena itu, para pemimpin kampung yang baru dilantik diminta segera bergerak menjalankan program kerja dan memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat kampung.

‎‎ Sri Juniarsih menekankan bahwa keberhasilan seorang kepala kampung tidak hanya diukur dari banyaknya program pembangunan yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuannya membangun kolaborasi dengan masyarakat dan aparatur kampung.

‎‎Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia meminta para kepala kampung yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja serta memahami berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

‎‎“Bangun komunikasi yang baik dengan perangkat kampung dan masyarakat agar program yang direncanakan bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

‎‎Selain percepatan pembangunan, Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola keuangan kampung. Ia mengingatkan agar seluruh proses penganggaran dan pelaksanaan program dilakukan sesuai aturan yang berlaku serta mengedepankan prinsip transparansi.

‎‎Pengelolaan administrasi dan keuangan yang tertib dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran pembangunan di tingkat kampung.

‎‎Sri Juniarsih berharap para kepala kampung yang baru dapat menghadirkan inovasi dan terobosan dalam pembangunan wilayah, tanpa mengabaikan aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan.

‎‎Dengan terisinya posisi kepala kampung definitif melalui mekanisme PAW, Pemkab Berau optimistis roda pemerintahan di Kampung Biduk-Biduk, Suaran, Tasuk, dan Sei Bebanir Bangun akan semakin optimal dalam memberikan pelayanan serta mendorong percepatan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Dy/Ok/ADV)

Wakil Bupati Kubar Tekankan Kepatuhan ASN

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani

KUTAI BARAT – Penggeledahan yang dilakukan Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Kutai Barat di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubar menjadi pengingat penting bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai momentum untuk memperkuat budaya kerja yang disiplin, transparan, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.

Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani menegaskan, pemerintah daerah menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan serta mendukung aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

“Kami mempersilahkan aparat penegak hukum melaksanakan tugas dan kewenangannya. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, maka dipersilakan untuk ditindaklanjuti sebagaimana mestinya,” ujar Nanang, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak semata dipandang sebagai persoalan hukum, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi seluruh perangkat daerah agar semakin berhati-hati dalam menjalankan tugas dan mengelola anggaran.

Nanang mengingatkan, tuntutan tata kelola pemerintahan saat ini mengharuskan setiap aparatur bekerja secara tertib, terbuka, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap kegiatan yang dilaksanakan. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah diminta menjalankan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Ia secara khusus mengingatkan para Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), hingga bendahara agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Jangan berpikir macam-macam. Laksanakan saja tugas sesuai aturan. Kalau perjalanan dinas dua hari, ya dua hari. Kalau menginap, lakukan sesuai kondisi yang sebenarnya. Jangan ada lagi manipulasi karena pada akhirnya semua bisa diperiksa,” tegasnya.

Selain itu, Nanang menaruh perhatian pada peran kepala perangkat daerah dalam memperkuat pengawasan internal. Menurutnya, pengendalian dan evaluasi harus dilakukan secara aktif agar potensi kesalahan dapat terdeteksi sejak dini.

Ia menekankan kepala OPD tidak cukup hanya menandatangani dokumen pertanggungjawaban, tetapi juga harus memastikan seluruh dokumen yang diajukan telah melalui pemeriksaan dan verifikasi yang memadai.

“Jangan sampai ada persoalan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal. Kepala OPD harus aktif melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap setiap kegiatan maupun administrasi yang masuk,” katanya.

Untuk mencegah munculnya persoalan administrasi maupun keuangan, perangkat daerah juga diminta memanfaatkan fungsi pembinaan dan pendampingan yang dimiliki Inspektorat.

Menurut Nanang, koordinasi dan konsultasi merupakan langkah yang lebih aman dibanding mengambil keputusan sendiri ketika terdapat keraguan dalam pelaksanaan kegiatan atau penyusunan laporan pertanggungjawaban.

“Kalau ragu, silakan koordinasi dengan Inspektorat. Tujuannya agar mendapat masukan dan bimbingan arahan agar semua berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kubar)

Pemkab Kutai Barat Komitmen Pembangunan Dirasakan Seluruh Masyarakat

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan komitmennya untuk memastikan pembangunan daerah dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani saat membuka Musrenbang Tematik Kelompok Rentan dalam rangka penyusunan RKPD Kubar Tahun 2027, di Ruang Aula Lantai 2, Kantor BKAD Kubar, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan dihadiri, Plt Kepala BKAD Erik Victory, Kepala Dinas Sosial Adolfus Edhardus Pontus, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gamas Laden, Wakil Ketua TP PKK Dewi Hairiah Nanang Adriani, jajaran perangkat daerah, camat serta perwakilan kelompok rentan yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui Zoom.

Wabup menjelaskan Musrenbang Tematik merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 000.8/726/SJ tanggal 27 Januari 2026 yang menekankan pentingnya perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, inklusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian fisik dan angka statistik semata, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan sosial dan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.

“Prinsip yang diusung adalah Leave No One Behind, tidak boleh ada satu pun warga yang tertinggal, terpinggirkan, atau tidak mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasinya dalam pembangunan daerah,”tegas Wabup.

Ia menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, capaian indikator makro, maupun pembangunan infrastruktur fisik. Yang lebih penting adalah sejauh mana pembangunan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata.

Karena itu, pemerintah daerah harus mendengarkan kebutuhan masyarakat secara langsung agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran. Nanang mencontohkan masih adanya ketidaksesuaian antara program yang diberikan dengan kebutuhan warga di lapangan.

“Kalau masyarakat membutuhkan kopi, jangan diberi kacang tanah. Artinya kebutuhan masyarakat harus dipahami secara tepat agar pembangunan benar-benar berdampak,”ujarnya.

Melalui Musrenbang Tematik ini, Pemkab Kubar memberikan ruang khusus bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, anak-anak, masyarakat adat, serta masyarakat miskin ekstrem untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah.

 

Nanang juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan program pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, peningkatan pelayanan bagi lansia, perlindungan sosial bagi masyarakat miskin ekstrem serta peningkatan akses pendidikan dan kesehatan.

“Suara yang disampaikan hari ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sehingga pembangunan Kubar semakin inklusif, adil dan mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat tanpa terkecuali,”katanya.

Sementara itu, Sekretaris Bappedalitbang Kubar Florensius Steven menyampaikan bahwa Musrenbang Tematik merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip Leave No One Behind.

Menurutnya, pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, forum ini secara khusus disediakan bagi penyandang disabilitas, lansia, perempuan, anak dan kelompok rentan lainnya untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, pengalaman maupun berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“Melalui forum ini kami ingin mendengar langsung dari sumbernya, bukan sekadar menebak-nebak kebutuhan masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan memiliki nilai penting dalam menyempurnakan perencanaan pembangunan daerah,”ujarnya. (yan/adv/diskominfo)

Seminar Wirausaha Muda Didorong Jadi Pencipta Lapangan Kerja

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) terus mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Wirausaha Muda yang digelar di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (9/6/2026).

Mengusung tema “Meningkatkan Minat Anak Muda untuk Berwirausaha Menuju Kemandirian Ekonomi Daerah Melalui Potensi Lokal,” kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan pelajar, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Gerakan Pramuka, Karang Taruna, serta siswa SMAN 1 Linggang Bigung dan SMAN 2 Sendawar.

Seminar dibuka Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani yang hadir mewakili Bupati Kutai Barat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Dispora Kutai Barat atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun kemandirian ekonomi generasi muda.

Menurut Nanang, perkembangan zaman dan dinamika ekonomi yang terus berubah menuntut generasi muda untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan pekerjaan baru.

“Kita berharap dari peserta yang hadir hari ini akan lahir wirausaha-wirausaha unggul di masa depan. Anak-anak muda harus menjadi pelaku usaha, bukan sekadar penonton. Jadilah manajer bagi usaha yang dibangun sendiri dan berani mengambil peluang yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kutai Barat memiliki potensi sumber daya yang besar dan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi jika dikelola secara kreatif dan inovatif. Menurutnya, kemajuan teknologi digital saat ini juga membuka peluang yang luas bagi generasi muda untuk memasarkan produk lokal hingga menjangkau pasar yang lebih besar.

Nanang menambahkan, menjadi seorang wirausaha tidak hanya bertujuan memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga mencerminkan sikap mandiri, kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

“Menjadi wirausaha yang sukses tidak terjadi dalam semalam. Dibutuhkan proses, ketekunan, kesabaran, kerja keras, dan doa. Karena itu, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan menambah wawasan sebanyak-banyaknya,” katanya.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar terus menggali ilmu dari para mentor dan narasumber, memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha, tidak takut menghadapi kegagalan, serta berani memulai langkah nyata dalam membangun bisnis sejak usia muda.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutai Barat, Gamas Laden, mengatakan seminar tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan daya saing pemuda di bidang ekonomi.

Menurutnya, kewirausahaan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemandirian generasi muda sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan formal. Seorang wirausaha harus mampu menciptakan, mengelola, mengembangkan, sekaligus berani menghadapi risiko dalam menjalankan usaha.

“Secara sederhana, wirausaha adalah orang yang berani, unggul, dan mampu menciptakan peluang melalui usaha yang dijalankannya. Karena itu, keberanian menjadi modal utama yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha,” jelasnya.

Gamas menambahkan, selain keberanian, seorang pelaku usaha juga perlu memiliki mental yang kuat, rasa percaya diri, kemampuan membangun relasi, serta perencanaan yang matang agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha berbasis potensi lokal. Kehadiran wirausahawan muda diyakini akan menjadi salah satu pilar penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Ibn/adv diskominfo).

« Previous PageNext Page »

  • vb