Be-Fair Badak LNG Hadirkan Praktisi ke Ruang Kelas

May 13, 2026 by  
Filed under Bontang

BONTANG – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan dan pembangunan berkelanjutan, Badak LNG menggelar program Be-Fair (Badak Education Fair) di SMA Vidatra Bontang, Rabu, (13/5/2026).

Badak Education Fair (Be-Fair) adalah salah satu program CSR unggulan Badak LNG berupa kegiatan mengajar interaktif di sekolah-sekolah Kota Bontang, mulai dari SD hingga perguruan tinggi. Kegiatan diikuti siswa kelas XI yang berjumlah 93 orang diisi praktisi Perwira Badak LNG.

Be-Fair kali ini menjadi bagian dari program kolaborasi besar One Pertamina melalui inisiatif “One Kolab” yang mendorong kolaborasi dan sinergi lintas fungsi. Kegiatan juga melibatkan PIONEER (Perwira Participation Volunteer) sebagai bentuk kolaborasi aktif antara perusahaan dan pekerja dalam mendukung kegiatan sosial-edukatif bagi pelajar di Kota Bontang.

Melalui program ini, Badak LNG berharap para siswa dapat memiliki wawasan yang lebih luas serta memahami berbagai peluang dan tantangan di dunia industri, melampaui materi yang diperoleh di ruang kelas.

Be-Fair kali ini mengusung tema bekali pengetahuan wujudkan kemajuan dengan metode pembelajaran praktisi di ruang kelas. Para fasilitator yang merupakan pekerja Badak LNG membagikan pengalaman dan pengetahuan secara langsung kepada siswa. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan industri LNG serta proses pengelolaannya secara sederhana dan interaktif.

Antusiasme siswa terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Interaksi aktif selama sesi berlangsung menunjukkan tingginya minat siswa untuk mengenal lebih dekat dunia industri energi dan profesi di dalamnya. Pihak sekolah pun menyambut positif kegiatan ini karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang inspiratif dan aplikatif bagi para siswa.

Program Be-Fair sendiri telah dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah di Kota Bontang. Sepanjang tahun 2025, program ini telah hadir di sejumlah sekolah, di antaranya SMA Negeri 1 Bontang dan SMP Negeri 3 Bontang, sebagai bagian dari upaya perusahaan memperluas akses edukasi industri kepada pelajar.

Program Be-Fair merupakan salah satu wujud kepedulian Badak LNG terhadap pengembangan generasi muda di Kota Bontang. Kegiatan ini juga selaras dengan komitmen perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. (*/wan)

Dispar Kaltim Fokus Perkuat SDM dan Ekspor Produk Kreatif

May 13, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kegiatan penguatan strategi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Rindekrafda) Kaltim 2026-2030 di Temindung Creative Hub, Samarinda, Rabu (13/5/26).

Kegiatan tersebut dihadiri kepala dinas dan perwakilan bidang dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, serta para pelaku ekonomi kreatif.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengatakan Pemerintah Provinsi Kaltim terus memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi kreatif dengan memasukkannya ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurutnya, perhatian tersebut diwujudkan melalui penguatan kelembagaan, penyusunan rencana pengembangan ekonomi kreatif, hingga pelaksanaan program dan kegiatan bagi pelaku ekonomi kreatif di daerah.

“Ketika sudah masuk dalam RPJMD, tentu perangkat daerah terkait wajib menurunkannya dalam bentuk program dan kegiatan,” ujar Sri Wahyuni.

Pemprov Kaltim juga telah melakukan sertifikasi terhadap pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor, seperti fotografer, videografer, hingga barista. Langkah tersebut dilakukan agar meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha kreatif.

Selain itu, Sri Wahyuni menyebut keberadaan Temindung Creative Hub menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang kolaborasi bagi komunitas kreatif di Kaltim.

Berdasarkan data Pemprov Kaltim, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian daerah mengalami peningkatan dari sekitar 5 persen pada 2023 menjadi 6,19 persen pada 2025. Kontribusi tersebut didominasi tiga subsektor utama, yakni kuliner, fesyen, dan kriya.

Dirinya menilai efisiensi belanja pemerintah memang berdampak terhadap skala program yang dijalankan. Namun, ia optimistis sektor ekonomi kreatif tetap dapat tumbuh karena digerakkan oleh komunitas dan pelaku usaha yang semakin mandiri.

“Hari ini kita juga melihat sudah ada pelaku ekonomi kreatif yang mampu menembus pasar ekspor. Ketika ekonomi kreatif sudah kuat, seharusnya tidak terlalu bergantung pada belanja pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengungkapkan penyusunan Rindekrafda 2026-2030 diselaraskan dengan draft Peraturan Presiden terkait pengembangan ekonomi kreatif nasional yang saat ini masih dalam proses penetapan.

Ia mengatakan, pada tahap awal terdapat tujuh subsektor unggulan yang menjadi prioritas pengembangan. Selain itu, penguatan sumber daya manusia dan peningkatan ekspor produk kreatif juga menjadi fokus utama melalui program inkubasi bisnis.

“Ke depan, inkubasi bisnis ini diharapkan mampu mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk menembus pasar luar negeri,” ujar Ririn.

Ia menambahkan, strategi pengembangan ekonomi kreatif juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN, perbankan, dan perusahaan daerah. Kerja sama tersebut diarahkan agar mendukung pengembangan desa wisata, ekonomi kreatif, hingga promosi dan pemasaran produk lokal.

Di sisi lain, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim menyebut sejumlah pelaku ekonomi kreatif asal Kaltim telah berhasil menembus pasar internasional. Salah satunya grup musik Murpi Radio yang akan melakukan tur ke China pada September mendatang setelah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif.

Selain itu, terdapat pula pelaku subsektor game developer asal Penajam Paser Utara yang telah memasarkan produknya hingga ke Eropa. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus inkubasi bagi generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif lainnya di Kaltim. (yud)

IPA Gunung Lingai Lakukan Perbaikan Gutter Sedimen

May 12, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Lingai

SAMARINDA – Instalasi Pengolahan Air  (IPA) Gunung Lingai dijadwalkan melakukan perbaikan gutter sedimen, Rabu (13/5/2026)

“Perbaikan akan berimbas pada gangguan pengurangan debit produksi,” kata Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik.

Perbaikan akan dimulai pukul 08.00 Wita dan akan memerlukan waktu 1 x 24 jam. Diperkirakan imbas pekerjaan ini beberapa wilayah dari jalur tersebut akan mengalami gangguan distribusi. Adapun wilayah yang terganggu aliran distribusi selama pengurasan antara lain Joyomulyo dan sekitarnya, Belimau, Jalan Kebon Agung, Jalan DI Panjaitan, Jalan Damanhuri serta pelayanan booster Panjaitan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pelanggan di jalur aliran  IPA yang sedang dikuras tersebut  untuk bisa menampung air sebagai persediaan selama masih mengalir karena selama pengurasan berlangsung aliran distribusi dihentikan sementara” terang Taufik.

Untuk informasi dan pelaporan hubungi Hotline 0541-2088100 atau Chat WA ke 0811553536 (*/adv)

Wakil Bupati Berau Minta Pemuda Bangun Daerah

May 11, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Tiga Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Berau dilantik untuk masa bakti 2026–2029 dalam kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Minggu (10/5/2026).

Ketiga organisasi tersebut yakni Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kabupaten Berau, Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kabupaten Berau, dan Pemuda Relawan Indonesia (PRI) Kabupaten Berau.

Wakil Bupati Berau, Gamalis menyampaikan harapan besar Pemerintah Kabupaten Berau terhadap peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia meminta agar organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu melahirkan program kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami juga mendorong agar segera bergerak merumuskan program-program kerja,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini membutuhkan keterlibatan aktif pemuda, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi terlena, kita harus segera berdampak untuk SDM dan sumber daya lainnya. Perubahan dari pemuda sangat dibutuhkan oleh daerah. Hal itu diiringi dengan semangat perjuangan, daya juang, dan pemikiran,” katanya.

Gamalis menyoroti kondisi ekonomi Berau yang selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan. Ia menilai daerah harus mulai melakukan pergeseran ekonomi ke sektor lain yang lebih berkelanjutan, salah satunya melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Berau begitu terlena dengan PDRB sebanyak 62 persen untuk sektor tambang. Namun ketika melemah kita harus segera bergeser, salah satunya ke UMKM yang ada di Kabupaten Berau,” jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Berau yang terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

“Apalagi 76,81 untuk tahun 2023 Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kemudian hingga tahun 2025 IPM telah menuju poin 77,67 berdasarkan data BPS. Sehingga ini menjadi tren positif, serta menjadikan Berau urutan keempat di Kaltim untuk IPM,” ungkapnya.

Gamalis menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi generasi muda dalam berbagai sektor pembangunan. Karena itu, keberadaan organisasi kepemudaan dinilai sangat strategis dalam mendukung kemajuan daerah ke depan.

“Hal ini tidak bisa diraih tanpa adanya pemuda yang hadir seperti yang saat ini sedang dilantik. Para pengurus tiga organisasi ini akan menjadi salah satu garda terdepan dalam pembangunan Kabupaten Berau,” kuncinya. (*)

Bupati Paser Lakukan Koordinasi Bahas Pendirian Perguruan Tinggi

May 11, 2026 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Bupati Paser dr Fahmi Fadli bertemu dengan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Muhammad Akbar membahas pendirian perguruan tinggi di Kabupaten Paser.

Pertemuan tersebut berlangsung di kantor LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan, di Jalan Adhyaksa, Nomor 1, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (11/5/2026).

Pada pertemuan tersebut, Fahmi Fadli didampingi Asisten Pemkes Romif Erwinadi, Kabag Prokopim Abdul Kadir Sambolangi, dan Kabag Umum Muhamamd Yatiman. Kehadiran mereka di kantor Satuan Kerja (Satker) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) di Kalimantan tersebut, untuk mendirikan perguruan tinggi.

“Pemkab Paser ingin mendirikan perguruan tinggi menggunakan pola Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU),” kata Fahmi.

Hasil pertemuan tersebut, Muhammad Akbar menyebut dalam mendirikan perguruan tinggi, PSDKU, maupun Program Studi (Prodi) harus dengan universitas terakreditasi minimal unggul. Dengan begitu, LLDIKTI Wilayah XI merekomendasikan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, menjadi kampus untuk menjalankan pendirian perguruan tinggi dengan pola PSDKU.

Seperti Kabupaten Balangan, Kotabaru, dan Hulu Sungai Tengah di Kalsel, telah melakukan kerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) melalui pola PSDKU.

Langkah selanjutnya, Pemkab Paser mesti berkoordinasi dengan Unmul. Apabila memang tidak bisa, LLDIKTI Wilayah XI akan membantu fasilitasi untuk berkoordinasi dengan Unlam.

Pada kesempatan itu juga, Fahmi menginstruksikan secara langsung kepada Romif Erwinadi untuk segera berkoordinasi dengan Unmul untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut.

“Saya minta Asisten Pemkes untuk segera menindaklanjuti hasil dari pertemuan ini,” tandas Fahmi. (adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb