Pasar Ramadan Momentum Adaptasi Pembayaran Non Tunai

February 21, 2026 by  
Filed under Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun

SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda mulai mendorong percepatan penggunaan sistem pembayaran non-tunai di kawasan Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang dipusatkan di GOR Segiri. Langkah ini ditegaskan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, sebagai bagian dari adaptasi menuju sistem ekonomi yang lebih modern dan terintegrasi.

Dalam pembukaan Wisata Belanja Ramadan, Andi Harun menekankan pentingnya pedagang mulai membiasakan diri dengan transaksi elektronik, termasuk pemanfaatan QRIS. Menurutnya, pergeseran menuju sistem pembayaran digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari.

“Ke depan kita akan memasuki era cashless. Transaksi tunai akan semakin berkurang. Karena itu pedagang perlu mulai terbiasa dengan sistem non-tunai,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Ia menilai pembayaran digital menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari transparansi hingga kepraktisan. Pengalaman di berbagai daerah, bahkan di luar negeri, menunjukkan transaksi non-tunai telah menjadi pilihan utama masyarakat, termasuk pada usaha berskala kecil seperti kafe dan gerai UMKM.

Meski demikian, Andi Harun mengakui perubahan kebiasaan tidak dapat dilakukan secara instan. Sebagian masyarakat masih merasa lebih nyaman menggunakan uang tunai karena dapat melihat dan menghitung nominal secara langsung. (intan)

Area Parkir GOR Segiri Kewalahan

February 20, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Persoalan lahan parkir kembali menjadi catatan pada hari pertama pelaksanaan Wisata Belanja Ramadan di kawasan parkir GOR Segiri, Kamis (19/2/2026). Antusiasme ribuan warga yang memadati lokasi sejak awal Ramadan belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan area parkir yang memadai.

Kepadatan kendaraan terlihat di sejumlah titik sekitar kawasan, bahkan hingga ke luar area utama. Beberapa pengunjung mengaku kesulitan menemukan tempat parkir resmi dan harus memarkir kendaraan di luar lokasi yang telah disediakan.

Erna, warga Sambutan yang baru pertama kali datang, mengaku sempat kebingungan mencari parkir. Ia bahkan didatangi juru parkir tidak resmi saat hendak masuk ke area putaran depan.

“Saya langsung disambut tukang parkir di depan putaran. Karena enggak enakan, akhirnya parkir di situ. Mobil diminta Rp10 ribu,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pengelolaan parkir bisa lebih tertata dan tidak lagi memberi ruang bagi praktik parkir liar. “Kalau bisa lebih diarahkan ke tempat yang jelas dan nyaman,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari Siti, pengunjung asal MT. Haryono yang kebingungan untuk mencari tempat parkir.

“Tadi saya bingung mau parkir dimana karena penuh, jadi terpaksa parkir di luar, di mintai 5 ribu untuk motor,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Samarinda, Muslimin, mengakui keterbatasan parkir masih menjadi pekerjaan rumah dalam penyelenggaraan agenda tahunan ini.

Menurutnya, jumlah pengunjung pada hari pertama diperkirakan mencapai 3.000 hingga 5.000 orang, sementara kapasitas parkir yang tersedia hanya mampu menampung sekitar 2.000 kendaraan.

“Memang parkir ini masih menjadi kelemahan kami. Ditambah lagi masih ada proyek revitalisasi di sekitar GOR yang belum selesai,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengunjung memilih memarkir kendaraan di luar kawasan utama. Pemerintah, kata Muslimin, akan segera melakukan penertiban dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) agar pengelolaan parkir lebih tertib pada hari-hari berikutnya.

“Semua sudah kita koordinasikan. Tinggal masing-masing OPD menjalankan perannya,” ujarnya.

Ia memastikan evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh sebagai bahan perbaikan pada penyelenggaraan tahun mendatang. Pihaknya juga mendorong UPTD terkait untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. (intan)

Data Akurat Kunci Utama Wujudkan Kukar Lumbung Pangan Kaltim

February 20, 2026 by  
Filed under Kutai Kartanegara

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menekankan kepada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) agar bekerja berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Hal tersebut disampaikannya saat rapat koordinasi bersama Plt Kepala Distanak Kukar Moh Rifani beserta jajaran pejabat struktural, Kamis (19/2/2026).

Menurut Aulia, keakuratan data menjadi kunci utama dalam menyusun program dan kebijakan sektor pertanian dan peternakan agar tepat sasaran serta berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sebagai Distanak harus sering ke lapangan melihat langsung kondisi pertanian dan peternakan. Agar data tersebut benar-benar sesuai fakta dan program yang dijalankan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Distanak memiliki peran strategis dalam mendukung visi misi pembangunan daerah melalui program Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah. Kukar sebagai daerah dengan potensi lahan pertanian dan peternakan yang luas dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi lumbung pangan di Kalimantan Timur.

Bupati juga meminta jajaran Distanak untuk memperkuat sinergi dengan para penyuluh pertanian, kelompok tani, peternak, serta pemerintah desa dan kecamatan. Pendataan yang akurat, mulai dari luas tanam, produksi, populasi ternak, hingga kebutuhan sarana dan prasarana, harus diperbarui secara berkala melalui sistem digital yang terintegrasi.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi program peningkatan produksi padi, hortikultura, serta pengembangan komoditas unggulan seperti sapi dan ayam petelur. Memberikan bantuan kepada peternak ayam petelur juga memberikan pelatihan.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan stabilitas harga. Karena itu perencanaan harus matang dan berbasis data yang valid,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas langkah strategis menghadapi tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan peternakan. Bupati berharap Distanak mampu menjadi leading sector dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Kukar.

Dengan kerja terukur, terarah, dan berbasis data, Pemkab Kukar optimistis sektor pertanian dan peternakan akan semakin maju dan mampu menopang pembangunan daerah secara berkelanjutan.(kk06)

Gorengan dan Es Buah Tetap Jadi Primadona Takjil di Tengah Guyuran Hujan

February 19, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA — Gorengan dan aneka es masih menjadi menu favorit masyarakat untuk berbuka puasa, meskipun cuaca hujan mengguyur kawasan pasar Ramadan. Kombinasi rasa gurih dan segar dinilai tetap menjadi pilihan utama, bahkan ketika udara terasa lebih dingin dari biasanya.

Pantauan di salah satu pasar Ramadan di Samarinda, aktivitas jual beli tetap berlangsung ramai meski hujan turun sejak siang hari. Pembeli terlihat memadati lapak gorengan yang menyajikan bakwan, tahu isi, pisang goreng, hingga risol. Di sisi lain, penjual minuman seperti es buah, es campur, dan aneka es lainnya juga tak kalah diserbu pembeli.

Jijah (23), salah satu pengunjung pasar Ramadan, mengaku hujan tidak menyurutkan minatnya untuk membeli menu andalan berbuka. Ia tetap memilih gorengan dan es buah sebagai takjil utama.

“Itu menu wajib berbuka puasa sih, rasanya nggak afdol kalau nggak makan itu,” ujarnya saat ditemui di Samarinda Wisata Belanja Ramadan 2026 yang digelar di halaman parkir GOR Segiri, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, sensasi gurih dari gorengan justru terasa semakin nikmat saat disantap di tengah cuaca dingin. Sementara es buah tetap menjadi pelepas dahaga setelah seharian berpuasa. (intan)

Komitmen Nyata Keberlanjutan Astra Agro Melalui Pelestarian Warisan Alam Kalimantan Timur

February 19, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Penajam Paser Utara – PT Sukses Tani Nusasubur (STN), yang menjadi anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) menerima piagam penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur sebagai perusahaan yang mengelola dengan baik Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) di area perkebunan. Penghargaan itu diserahkan dalam Rapat Koordinasi Perkebunan Kalimantan Timur Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur.

Anak usaha Grup Astra Agro tersebut melestarikan areal Goa Tolu Liang di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, sesuai dengan ekosistem alaminya. Kawasan lindung dengan formasi batuan karst yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun masih terjaga termasuk keberadaan sumber airnya. Hal tersebut menjadikan kawasan ini sebagai habitat krusial bagi keanekaragaman hayati setempat.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur, Ujang Rachmad, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penerima. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja kolaboratif lintas sektor.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sangat mengapresiasi kontribusi seluruh pihak yang telah berperan aktif mendorong kemajuan sektor perkebunan. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci pembangunan ekonomi daerah inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Plt Kepala Disbun Kaltim, A. Muzakkir, juga mengapresiasi seluruh penerima penghargaan yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program dan kebijakan pembangunan perkebunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan perkebunan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh mitra, pelaku usaha, aparatur, serta kelompok tani yang selama ini telah berkontribusi aktif. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dan memperkuat peran masing-masing dalam mewujudkan perkebunan Kaltim yang maju, berkelanjutan, dan berkeadilan,” ungkap Muzakkir.

Menanggapi penghargaan tersebut, Manajemen PT STN, Triputra mengatakan bahwa dalam perlindungan areal konservasi, perusahaan secara konsisten mengintegrasikan pendekatan berbasis sains melalui penerapan kriteria penilaian Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Dalam implementasinya, Perseroan berkomitmen untuk mengadopsi praktik terbaik yang diakui secara internasional dalam proses identifikasi, perlindungan, dan pengelolaan kawasan NKT, dengan mengacu pada toolkit Indonesia serta pedoman yang ditetapkan oleh High Conservation Value Network (HCVN).

“Kami akan berupaya untuk selalu membangun sinergi antara bumi dan komunitas lokal di sekitar area operasional, untuk satu Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, kajian NKT dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan aspek pelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis kawasan.

Pelestarian Gua Tolu Liang oleh PT STN saat ini menunjukkan kondisi ekologis yang alami dengan keberadaan pohon ulin dan meranti yang menjulang di antara vegetasi hutan, sementara rotan tumbuh alami tanpa terganggu. Beberapa jenis elang dan keluarga burung rangkong masih terlihat melintasi antar kepingan hutan yang ada, sementara owa kelawat masih terus bersautan di setiap pagi dengan ruang jelajah arboreal yang mereka miliki. Keberadaan satwa tersebut menjadi indikator bahwa fungsi ekologis kawasan masih bekerja dengan baik. Pengelolaan yang konsisten menjadi faktor penting dalam memastikan keseimbangan ekologis tetap terjaga dalam jangka panjang.

Sebagai informasi, konservasi Kawasan Bentang Alam Karst sesuai dengan Permen ESDM No. 17 Tahun 2012 tentang Penetapan Bentang Alam Karst. Beleid ini bertujuan untuk mengatur perlindungan Kawasan Bentang Alam Karst yang berfungsi sebagai pengatur alami tata air, melestarikan Kawasan Bentang Alam Karst yang memiliki keunikan dan nilai ilmiah sebagai objek penelitian dan penyelidikan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan mengendalikan pemanfaatan Kawasan Bentang Alam Karst.

Sementara itu, Astra Agro menjalankan komitmen kebijakan keberlanjutan (Sustainability Policy), yang salah satunya adalah Nol Deforestasi (No Deforestation) dalam seluruh operasionalnya sejak 2015.

Kebijakan keberlanjutan ini menjadi DNA perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan inti, plasma, hingga mitra pemasok pihak ketiga.
Pada kebijakan Nol-deforestasi (No deforestation), Astra Agro memiliki empat pokok utama. Pertama, tidak ada pembangunan di hutan Stok Karbon Tinggi (SKT). Kedua, tidak ada pembangunan di area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Ketiga, tidak melakukan pembakaran, dan keempat, mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di perkebunan.

Sebagai informasi, area dengan Nilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value/HCV) adalah area-area di suatu bentang alam yang memiliki keunikan atau kepentingan yang sangat signifikan dalam konteks biologis, ekologis, hidrologis, dan sosial-budaya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1458905
    Users Today : 511
    Users Yesterday : 5300
    This Year : 395415
    Total Users : 1458905
    Total views : 12849668
    Who's Online : 22
    Your IP Address : 216.73.216.84
    Server Time : 2026-03-11