Malam ini, PWI Paser  Gelar Talkshow Refleksi Satu Tahun Fahmi-Masitah

February 26, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Paser bakal menggelar talkshow refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf, Sabtu (26/2/2022) pukul 20.00 WITA.

Ketua Panitia Anas Abdul Kadir mengatakan talkshow ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan yang dikeluhkan sebagian besar masyarakat Paser. Selain itu juga memberikan pencerahan tentang rencana Pemkab Paser untuk lebih baik lagi.

Talkshow dilaksanakan secara hybrid dan live streaming di Kedai Inspirasi, Sekretariat PWI Perwakilan Kabupaten Paser, Sabtu (26/2/2022) pukul 20.00 WITA . Tema yang diangkat yakni “Refleksi 1 Tahun Fahmi-Masitah, “Paser MAS?!”. Acara ini menghadirkan narasumber Sekretaris DPC PKB Zulfikar Yusliskatin, Politikus Demokrat Hendrawan Putra, Akademi STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot Umar Battong, Kepala Bappedalitbang Paser M Isnaini Yanuardi, beserta MD KAHMI, IKA PMII dan OKP Kemahasiswaan.

Dikatakat Anas, sejak dilantik dan diambil sumpah 26 Februari 2021 lalu, kepemimpinan Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf diwarnai berbagai persoalan serius, terutama pemulihan ekonomi daerah akibat terdampak Pandemi Covid-19.

“Berbagai kebijakan diambil Pemkab Paser untuk menekan laju penyebaran Covid-19, bahkan hampir sebagian besar dana pembangunan fisik  dialihkan untuk penanganan Covid-19. Mulai dari tingkat Kabupaten hingga ke tingat desa,” ucap Anas Abdul Kadir.

Sembilan program prioritas daerah melalui Paser Maju Adil Sejahtera (MAS), kata dia, diklaim pemerintah daerah dapat mengurangi  persoalan yang kini dihadapi oleh masyarakat Paser.

Diantaranya, kebutuhan dasar masyarakat melalui bidang kesehatan terutama BPJS Kesehatan gratis bagi warga miskin. Data yang diterbitkan Pemkab Paser, tercatat kenaikan sebesar 111 persen sejak Fahmi-Masitah menjabat, atau terjadi kenaikan dari 17.069 penerima bantuan iuran Januari 2021 lalu menjadi 48.105 peserta Januari 2022 dari jumlah penduduk 277.401 jiwa.

“Pada bidang pendidikan berdasarkan RPJMD 2016-2021 sektor pendidikan sebagian besar masyarakat hanya memiliki pendidikan tertinggi setingkat SD, SMP dan SMA, sementara di sektor kesehatan masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Anas Abdul Kadir.

Masalah lain yang tak kalah penting yakni soal Insfrastruktur dimana masih rendahnya ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, air bersih dan energi, diketahui dalam sembilan program prioritas terdapat satu poin yakni peningkatan insfrastur jalan yang berkualitas.

“Sampai sekarang warga daerah selatan Paser masih mengeluh, akses jalan belum juga diperbaiki dengan baik,” sambung dia.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Paser, Ina Rosana sangat mendukung dengan diadakannya kegiatan tersebut. Paling tidak masyarakat dapat mengetahui perkembangan ataupun jalannya pemerintahan dalam satu tahun terakhir.

Di katakan dia, dalam durasi waktu satu tahun diyakini pemerintah daerah terus mendorong untuk mewujudkan sembilan program prioritas melalui Paser MAS.

“Dengan sinergi pemerintah dengan insan pers dapat mengisi pembangunan mengarah yang lebih maju,” ucap Ina Rosana. (*/yun)

PKK Kecamatan Diharapkan Kembangkan Produk Unggulan Desa

February 25, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER – PKK Kecamatan diharapkan dapat memajukan perekonomian masyarakat desa melalui inovasi dan kreativitas dengan mengembangkan produk unggulan desa.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) II TP PKK Paser, Kasrani mengatakan untuk mendukung program tersebut, TP PKK Kabupaten Paser mempunyai program inovasi ‘1 desa 1 produk unggulan.

“Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Paser mendukung pengembangkan produk unggulan setiap desa sehingga menjadi produk unggulan daerah,” ,” kata Kasrani, Jumat (25/02/2022).

DIkatakan Kasrani,program tersebut di bawah binaan PKK Kecamatan melalui program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). Melalui program ini dapat memaksimalkan potensi ekonomi sehingga setiap desa punya ciri khas produk unggulan baik itu produk makanan dan kerajinan.

Dikatakan Kasrani, selama ini produk makanan maupun kerajinan di Kabupaten Paser sudah mulai dipasarkan sampai keluar daerah.

TP PKK Kabupaten Paser aktif menggelar pertemuan rutin bulanan dengan PKK Kecamatan dan PKK Desa.  Hal ini merupakan langkah menyejahterakan masyarakat yang sejalan dengan visi dan misi Bupati Paser untuk mewujudkan Kabupaten Paser yang Maju Adil dan Sejahtera (PASER MAS). (*)

 

DKISP Paser Jalin Silaturahmi dan Kerja Sama

February 25, 2022 by  
Filed under Paser

Silaturahmi Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser dengan wartawan

TANA PASER  – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser menggelar pertemuan dengan wartawan media cetak dan siber (online) di ruang Media Center DKISP, Minggu (25/02/2022).

Kabid Komunikasi Informasi Publik DKISP Paser Husriansyah didampingi Sub Koordinator Kemitraan dan Pemberdayaan Komunikasi DKISP Paser Syarif Abdillah menyampaikan pertemuan ini untuk menjalin silaturahmi dan serta kerja sama penyebaran informasi.

Dikatakan Husriansyah, DKISP mengagendakan silaturahmi rutin dengan para wartawan minimal empat kali pada tahun ini. Selain melakukan kerja sama pemberitaan, DKISP Paser akan melaksanakan perjalanan jurnalistik bagi wartawan.

Sub Koordinator Kemitraan dan Pemberdayaan Komunikasi DKISP Paser Syarif Abdillah berharap media dapat menyampaikan informasi ke masyarakat seperti potensi pariwisata dan ekonomi masyarakat seperti UKM-UKM yang ada di kota dan di desa. (*)

Diare dan Radang Paru-paru Rentan Serang Anak-anak

February 24, 2022 by  
Filed under Kesehatan, Paser

dr. Ahmad Hadiwijaya, Sp.A, M.Kes

TANA PASER – Penyakit diare dan radang paru-paru (pneumonia) perlu mendapat para orang tua karena rentan menyerang anak-anak. Gejala diare adalah muntah-muntah dan buang air besar lebih dari 3 kali. Sementara pneumonia gejalanya batuk, pilek, demam, dan sesak nafas.

“Saat ini diare dan radang paru-paru rentan terjadi pada anak sehingga perlu menjadi perhatian para orangtua,” kata  dr. Ahmad Hadiwijaya, Sp.A, M.Kes, dokter spesialis anak pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Kabupaten Paser, Rabu (23/2/2022).

Merujuk pada kasus penyakit anak di RSUD Panglima Sebaya pada Februari ini, kedua jenis penyakit tersebut paling banyak dialami anak. Hal itu terlihat dari keterisian ruang perawatan anak sampai 80%, yang kebanyakan menderita diare dan radang paru-paru.

“Satu ruang perawatan kalau terisi 35 pasien, pekan kemarin 80% anak-anak kebanyakan menderita diare dan pneumonia,” ucap Hadiwijaya.

Hadiwijaya menjelaskan untuk mencegah dua penyakit itu, orangtua harus menjaga pola hidup bersih dan memerhatikan gizi seimbang anak. Pastikan kebersihan lingkungan tempat anak tinggal, dan hindari dari paparan asap rokok.

“Meski saat ini covid-19 menjadi perhatian kita, dua penyakit ini tetap menjadi perhatian orangtua,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, anak sejak dini harus dibekali dengan imunisasi. Hadiwijaya menyebut di awal pandemi Covid-19 keikutsertaan anak mengikuti imunisasi secara nasional hanya 60 sampai 70%, padahal idealnya 80 sampai 100 persen anak harus mengikuti imunisasi.

imunisasi wajib yang diikuti anak yaitu Imunisasi BCG untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis (TB), diberikan satu kali saja saat bayi berusia 2 atau 3 bulan.

Kemudian imunisasi campak, untuk mencegah penyakit campak berat, yang memicu pneumonia, diare, dan radang otak (ensefalitis). Ini diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat berusia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun.

Selanjutnya imunisasi DPT-HB-HiB, adalah vaksin kombinasi yang mampu mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis (radang otak). Ini diberikan sebanyak 4 kali, yaitu saat bayi berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan 18 bulan.

Imunisasi Hepatitis B, untuk mencegah penyakit hepatitis B, yang dapat berujung pada sirosis dan kanker hati. Diberikan kepada bayi sebanyak 4 kali, yaitu sesaat setelah persalinan, pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Terakhir, Imunisasi Polio, yang diberikan sebanyak 4 kali, yaitu sejak lahir atau paling lambat saat berusia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan.

Di awal pandemi Covid-19 imunisasi sempat ditunda sehingga memunculkan kekhawatiran adanya penyakit, yang seharusnya bisa dicegah melalui imunisasi.

Orangtua, lanjut Hadiwijaya, juga harus tetap memerhatikan tumbuh kembang anak. Gizi buruk atau stunting terus mengintai tumbuh kembang anak. Oleh karena itu para orangtua diharap tidak lalai memerhatikan pertumbuhan anaknya.

Untuk Covid-19, orangtua tentu harus menjaga anak mereka. Pastikan selalu menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker adalah hal yang paling sulit dilakukan anak. Tapi ini penting dilakukan.

Dari total kasus Covid-19 di Indonesia, 13% diantaranya terjadi pada anak. Angka vatalitasnya anak sekitar 1 sampai 3 %. Ini paling tinggi se-Asia, yang rata-rata di bawah 1 %.

Saat ini sudah ada vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Hadiwijaya meminta orangtua tidak khawatir sebab vaksin dipastikan aman dan halal. (*)

DLH Paser Tanam 3 Ribu Pohon di Kawasan Tahura

February 24, 2022 by  
Filed under Paser

Penanaman pohon di kawasan Taman Hutan Raya

TANA PASER  – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser bekerja sama dengan PT. Pama Persada melakukan kegiatan  penanaman 3 (tiga) ribu pohon di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Lati Petangis ,  Rabu (23/02/2022).

Kepala DLH Paser Achmad Safari mengatakan, tahun ini ditargetkan penanaman untuk  penghijauan di areal seluas 3 hektar di Tahura Lati Petangis.

Jenis pohon yang ditanam terdiri dari berbagai aneka pohon buah seperti durian, lai, dan rambutan dan pohon endemik seperti Ulin dan Agathis.

Penanaman ribuan pohon tersebut, lanjut Safari, adalah salah satu bentuk program CSR PT. PAMA yang bernama Pranakarsa (Program Konservasi Keanekaragaman Buah Langka Nusantara).

“Program ini selaras dengan tujuan Pemerintah Kabupaten Paser yang tertuang dalam PASER MAS yaitu peningkatan kualitas lingkungan hidup,” sebut dia.

Safari mengemukakan, kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Paser dan PT. PAMA Persada untuk pelestarian lingkungan hidup tersebut telah berlangsung sejak tahun 2021 lalu.

“Kami berharap ini menjadi sebuah program pionir dari perusahaan yang ada di Kabupaten Paser. PT. PAMA telah menunjukkan dedikasinya untuk ikut serta terlibat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Paser,” tuturnya.

Dari PT PAMA Persada ikut melakukan kegiatan penanaman antara lain  Bayu Handoko selaku CSR Sect Head, Ahmad Arifin GA Sect Head, dan Hendra Kusuma Putra selaku CSR Officer PT. PAMA Persada. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb