Pedagang Wisata Belanja Akan Direlokasi ke Kawasan Wisata Terpadu

February 24, 2022 by  
Filed under Paser

Pemkab Paser akan relokasi pedagang wisata belanja

TANA PASER  – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Paser  akan merelokasi 60 pedagang di area wisata belanja yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Tanah Grogot, ke kawasan wisata terpadu dan pusat olahraga (sport center) di Desa Sungai Tuak.

Kabid Pengembangan Kepariwisataan pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Arya Widhiyasa mengatakan Pemkab Paser pada tahun ini mendapat alokasi anggaran dari Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim sebesar Rp10 Miliar untuk pembangunan wisata terpadu Sungai Tuak.

“Dana Rp10 Miliar kita fokuskan untuk relokasi pedagang dan bangun satu segmen terlebih dahulu yaitu pembangunan kios untuk 60 pedagang yang direlokasi, dan arena bermain,” kata. Arya Widhiyasa Rabu (23/02/2022).

Secara keseluruhan kata Arya, pembangunan area wisata terpadu Sungai Tuak itu menelan anggaran sebesar Rp30 Miliar.

Di area tersebut nantinya, kata dia, akan dibangun fasilitas taman bermain sarana olahraga terbuka (outdoor) seperti lapangan takraw, voli, dan lapangan basket. Saat ini, lanjut Arya, Disporapar Paser masih menunggu pencairan anggaran Bankeu Rp10 Miliar itu.

“Setelah itu proses akan dilakukan relokasi, rencananya para pedagang kami relokasi pada akhir tahun, sekaligus peresmian tempatnya bersamaan dengan Hari jadi Kabupaten Paser,” ucap Arya.

Jika nanti proses relokasi 60 pedagang telah dilakukan, wisbel di Jalan Jenderal Sudirman Tanah Grogot akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau. (*)

 

DLH Paser Ajak Masyarakat Kelola Sampah Rumah Tangga

February 22, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER  – Pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Achmad Safari mengajak masyarakat Kabupaten Paser agar mengelola sampah rumah tangganya dengan memilah sampah organik dan anorganik.

Achmad Safari

Menurut Safari, Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dua penyumbang terbesar produksi sampah adalah sekitar 37,3% bersumber dari aktivitas rumah tangga, diikuti oleh sampah yang berasal dari pasar tradisional sebesar 16,4%.

Ia juga menghimbau masyarakat agar membuang sampah pada waktu yang telah ditentukan dan memasukan sampah ke dalam TPS.

“Kita sering mendapati masyarakat masih membuang sampah di luar TPS,sehingga terlihat berserakan, ” kata Safari di Tanah Grogot, Senin (21/2/2022).

Peringatan HPSN tahun ini, kata Safari, harus menjadi momen semua pihak bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama, yakni dalam hal penanganan dan pengelolaannya yang memerlukan pelibatan seluruh komponen masyarakat.

“Masalah sampah bukan hanya tugas pemerintah tetapi juga semua pihak, ” katanya.

Dari data DLH Kabupaten Paser, produksi sampah 2021 telah mencapai 42 ton.Dari jumlah itu, baru sekitar  59,07 persen yang tertangani.

“Data 2021 produksi sampah 42.080,85 ton. Dari jumlah itu baru tertangani sebesar 59,07 persen atau 24 ton, ” kata Safari.

Menurut Safari berdasarkan data produksi sampah dan melihat tren pertambahan penduduk setiap tahunnya, maka permasalahan pengelolaan sampah ini dapat menjadi permasalahan yang besar jika tidak dapat tertangani sedini mungkin.

‘Berdasarkan UU No. 18/2008  tentang Pengelolaan Sampah menyebutkan bahwa sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, Karena itu dalam menangani permasalahan sampah, DLH Paser, kata Safari  selalu berupaya  melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Biasanya dalam memperingati HPSN, DLH Paser menggelar aksi bersih-bersih lingkungan tetapi karena kondisi pandemi Covid-19 kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. (*/adv)

Pemkab Paser Segera Lelang  Kendaraan Roda Empat

February 22, 2022 by  
Filed under Paser

Suhandoyo

TANA PASER  –  Pemerintah Kabupaten Paser akan segera melelang 38 kendaraan roda 4 pada Maret 2022. Lelang ini dimaksudkan untuk penataan aset negara yang sudah tidak digunakan namun masih memiliki nilai ekonomis.

Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD Kabupaten Paser Suhandoyo mengatakan proses lelang akan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Balikpapan.

“Prosesnya melibatkan KPKNL Balikpapan,” kata Kabid Aset pada) Paser, Suhandoyo, Senin (21/02/2022).

Handoyo mengemukakan lelang tersebut merupakan tahap awal, karena masih tersisa ratusan kendaraan yang akan dilelang.  Jenis kendaraan yang dilelang variatif namun umumnya kendaraan tua misalnya kendaraan usia tahun 2007.

Mengacu  pada tahun lalu, lanjut Handoyo, peminat lelang kebanyakan warga luar daerah seperti Samarinda, bahkan dari Sulawesi.

“Sebelum lelang akan kami umumkan di surat kabar. Proses lelangnya hanya satu jam,” katanya.

Pada tahun 2021 lalu, BKAD Paser, telah melelang 20 kendaraan roda 4. Dari jumlah tersebut terjual 17 kendaraan senilai Rp1 Miliar lebih.  Sementara  3 kendaraan tidak terjual tahun lalu akan masuk dilelang 38 kendaraan tahun ini.(*)

 BPBD Paser Petakan Desa Rawan Bencana,  Bentuk Destana Libatkan Masyarakat

February 22, 2022 by  
Filed under Paser

Dodi Lishardi

TANA PASER – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser telah memetakan 102 desa di 10 kecamatan sebagai daerah rawan bencana  seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan,kekeringan, angin puting beliung, dan abrasi.

“Di setiap kecamatan ada desa rawan bencana. Potensi rawan bencana tahun ini sama dengan tahun lalu,” kata Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui Kasi Pencegahan dan Penanggulangan  Dodi Lishardi, Senin (21/02/2022).

Ia mengemukakan di Kecamatan Tanah Grogot  ada 7 desa rawan bencana. Lalu, di Kecamatan Paser Belengkong 11 desa, di Kecamatan Kuaro 3 desa, di Kecamatan Long Ikis 4 desa, dan di Kecamatan Long Kali 17 desa.

Selanjutnya, di Kecamatan batu Sopang 6 Desa, di Kecamatan Muara Komam 5 desa, di Kecamatan Muara Samu 2 desa, di Kecamatan Batu Engau 4 desa, dan di Kecamatan Tanjung Harapan 3 desa.

Dari 10 kecamatan, Kecamatan Long Kali merupakan wilayah yang menjadi perhatian karena pada tahun 2021 banjir besar pernah terjadi di wilayah tersebut.

“Paling sering terjadi di Long Kali, Kepala telake, dan Sebakung,” kata Lishardi.

Dalam penanganan bencana, BPBD Paser telah membentuk 2 wadah kelompok masyarakat yakni Desa Tangguh Bencana (Destana) di Kecamatan Long Kali dan Tanah Grogot sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dan pemerintah kecamatan dalam penanggulangan bencana.

“Idealnya setiap desa punya 1 Destana,” ucap Lishardi. Karena dengan jumlah personel BPBD sebanyak 45 orang, diperlukan

Dalam penanggulangan bencana BPBD Paser juga terus berkoorodinasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kecamatan.

Upaya pencegahan bencana secara aktif dilakukan BPBD dengan memberikan imbauan kepada masyarakat terkati potensi banjir mengingat curah hujan yang tinggi beberapa pekan terakhir.

“Terutama untuk masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar mewaspadai luapan air sungai,” katanya. (*)

Cegah Omricon, IDI Paser minta masyarakat perketat prokes

February 19, 2022 by  
Filed under Paser

dr. Ahmad Hadiwijaya

TANA PASER -Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Paser dr. Ahmad Hadiwijaya minta masyarakat  memperketat protokol kesehatan (prokes) guna mencegah masuknya varian Omricon.

” Kegiatan 5 M perlu diperketat, ditambah vaksinasi. Karena vaksinasi ini menghindari pasien terpapar lebih parah, ‘kata Hadiwijaya, Jumat (18/2/2022).

Menurut Hadiwijaya untuk mendeteksi apakah pasien  yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Paser adalah varian omricon  perlu dilakukan tes Whole Genome Sequencing (WGS).

“Diperlukan tes WGS bagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang memiliki CT Value di atas 25. Namun, pemeriksaan WGS hanya bisa dilakukan di Jakarta dan Surabaya, ” Katanya.

Sejauh ini pasien positif COVID-19 di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot umumnya memiliki CT Value di bawah 25. Hanya ada satu pasien dengan CT Value di atas 25.

“Satu pasien tersebut sampelnya sudah dikirim. Kami berharap hasilnya cepat keluar. Namun semua daerah kirim sampelnya ke Surabaya dan Jakarta. Jadi ya nunggu antrian, ” kata Hadiwijaya.

Varian Omricon, kata dia, memiliki daya penularan lima kali lebih cepat dibanding varian Delta.

“Kondisi ini harus diantisipasi Pemda Paser dengan pengetatan prokes, memperbanyak testing dan tracking, ” ujarnya.

Setidaknya, menurut WHO, kata Hadiwijaya, testing paling tidak dilakukan  1 kali tes terhadap 1000 orang per pekan. Kemudian, tracking minimal dilakukan terhadap 15-25 orang.

“Selain itu bagaimana treatment-,nya (pelayanannya), seperti apa kesiapan RSUD untuk SDM-nya, obat-obatan, dan ruang isolasi terpadu di eks RSUD maupun ruang isolasi di kecamatan. Ini menjadi perhatian,” ujar Hadiwijaya.

IDI Paser, lanjut Hadiwijaya, kembali mengingat kepada masyarakat bahwa peran vaksinasi juga merupakan elemen penting dalam mencegah penyebaran COVID-19 lebih parah dibanding yang belum divaksin.

“Dengan vaksinasi memang tidak mencegah COVID-19, tapi mengurangi risiko terpapar lebih besar. Ini fakta ilmiah, orang yang sudah divaksin akan jauh lebih ringan risiko terpapar dibanding yang belum,” tutup Hadiwijaya.

Namun demikian, kata Hadiwijaya, apapun  variannya, upaya pencegahannya adalah memperketat prokes 5 M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, mengurangi mobilisasi, dan menghindari kerumunan). (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb