Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Alami Kenaikan

January 7, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Teknisi jaringan XLSMART melakukan pemeliharaan di atas menara BTS yang berada di Padang, Sumatera Barat

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berhasil mengawal dan melayani lonjakan kebutuhan layanan data pelanggan sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan hasil monitoring jaringan selama periode 24 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, rata-rata trafik layanan XLSMART meningkat sebesar 12% dibandingkan hari normal. Sedangkan puncak kenaikan trafik layanan terjadi pada malam tahun baru di lokasi alun alun Ponorogo, Kabupaten Ponorogo yang mencapai 267% dibandingkan kondisi hari normal.

Seperti yang telah diprediksi, layanan streaming kembali mendominasi lonjakan trafik selama periode Nataru, sementara itu, layanan percakapan (voice) mengalami penurunan sekitar 10%. Sedangkan layanan SMS justru mengalami kenaikan sekitar 12% dibandingkan hari biasa.

Direktur & Chief Technology Officer XLSMART, Shurish Subbramaniam bersyukur jaringan dan layanan XLSMART tetap prima melayani kebutuhan masyarakat dan pelanggan dalam berkomunikasi selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 ini. Jauh-jauh hari XLSMART telah menyiapkan jaringan untuk melayani dan menjaga kenyamanan pelanggan selama libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Ini merupakan komitmen kami dalam memastikan kualitas dan kemudahan layanan tetap terjaga, seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di berbagai wilayah untuk merayakan dan menikmati liburan Nataru,” kata Shurish.

Performa jaringan tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami gangguan yang berarti, tentunya tidak terlepas dari langkah-langkah antisipatif yang telah dilakukan, di antaranya peningkatan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat, pengerahan mobile BTS (MBTS) di titik-titik strategis, penyiapan genset beserta cadangan energi, serta kesiapan rekayasa pengalihan jaringan untuk menjaga kontinuitas layanan apabila terjadi gangguan di lapangan.

Data jaringan XLSMART juga menunjukkan tingginya aktivitas digital pelanggan selama mengisi masa liburan Natal dan Tahun Baru. Trafik data di area permukiman, termasuk Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, tetap meningkat sekitar 51% dibandingkan hari normal. Secara nasional, kenaikan trafik tertinggi tercatat di sejumlah kabupaten dan kota tujuan wisata dan mobilitas tinggi, dengan peningkatan trafik mencapai lebih dari 12% dibandingkan hari biasa.

Berdasarkan provinsi, kenaikan trafik tertinggi terjadi di wilayah Kabupaten Dairi Sumatra Utara dengan rata-rata kenaikan sekitar 61%, disusul Kota Banjar Baru Kalimantan Selatan yang meningkat hingga 59%, serta Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan yang naik sekitar 40%. Untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY, trafik data meningkat rata-rata sekitar 13% dibandingkan hari bisa, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya antara lain, Kota Semarang, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bantul. Secara rata-rata, trafik data di Provinsi Jawa Timur meningkat sekitar 7%, dengan 3 kota/kabupaten teratas kenaikannya yaitu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto dan Kota Surabaya.  Untuk Bali dan Nusa Tenggara kenaikan trafik rata-rata sekitar 8%, sementara Sulawesi naik sekitar 11% dibandingkan hari normal. (*)

BPSDM Kaltim Beri Apresiasi ASN

January 6, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Mengawali Tahun Baru 2026, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim, Nina Dewi memberikan apresiasi kepada sepuluh ASN peraih  jumlah jam pelajaran tertinggi dalam pengembangan kompetensi (bangkom) selama Tahun 2025. Apresiasi diberikan ketika memimpin Apel pagi (6/1/2026) di halaman Kantor BPSDM Kaltim. Apresiasi diberikan dalam bentuk penyerahan piagam penghargaan dan sekedar tanda mata. Sebelumnya, Nina Dewi juga mengumumkan, bahwa capaian serapan anggaran BPSDM Kaltim menduduki peringkat 5 (lima) besar di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sejalan dengan tingkat penyerapan anggaran yang cukup tinggi, Kepala BPSDM Kaltim juga memberikan apresiasi kepada para Pejabat Administrator atau pejabat eselon III secara berurutan di lingkungan BPSDM Kaltim. Apresiasi diberikan dalam bentuk pemberian Surat Penghargaan dan tanda hati yang diterima langsung oleh para pejabat eselon III. Urutan pertama, Sekretariat. Penghargaan diterima langsung oleh Rina Kusharyanti sebagai Sekretaris BPSDM Kaltim.

Urutan kedua, Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF). Diterima Apriyana selaku Kepala Bidang PKMF. Urutan ketiga, Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis (PKT). Penghargaan diterima Kepala Bidang PKT, Roslinda. Sedangkan urutan keempat, atau terkhir adalah Bidang Sertifikasi Kompetensi dan Pengelolaan Kelembagaan (SKPK). Penghargaan dan tanda hati diterima lansung Kepala Bidang SKPK, Djaitun.

”Kendatipun pagu anggaran Tahun 2026 mengalami penurunan drastis sekitar 65 persen, saya berharap Saudara-Saudara tetap bekerja dengan semangat. Karena BPSDM berdasarkan aturan anggarannya menganut mandatori spending sebesar 0,37 persen dari jumlah APBD Kaltim, maka saya optimis pada Tahun 2026 ini melalui mekanisme APBD-P, akan mendapatkan pagu tambahan anggaran, sehingga tidak terlalu jauh dari ketentuan mandatori spending,” pungkas Nina Dewi.

Sedangkan pemberian penghargaan bagi para ASN di bidang pengembangan kompetensi ada hal yang cukup unik dan menarik. Menariknya, dari 10 orang peringkat tertinggi, enam orang secara berurutan diraih para Pejabat Fungsional Widyaiswara.

Peringkat pertama, Novi Satria Jatmiko, Widyaiswara Ahli Pertama. Novi mampu mengumpulkan jam pelajaran sebanyak 780.  Novi, alumnus Elektro UGM, kemudian melanjutkan S2 Magister Manajemen di Universitas Mulawarman. Sebelum bergabung sebagai Widyaiswara di BPSDM Kaltim, ia berkarier sebagai Bankir. Pernah dipercaya sebagai Kepala Cabang Bankaltimtara di Sangatta, beberapa tahun silam.

Peringkat kedua, Muhammad Deny Sahroni, Widyaiswara Ahli Madya. Dia mampu mengumpulkan angka 5. Deny terkenal sebagai kawan yang sangat menguasai regulasi atau aturan terkait dengan kewidyaiswaraan serta pelatihan.

Mochamad Ridwan, seorang Widyaiswara Ahli Pertama masuk peringkat ketiga. Ridwan yang sebelumnya menjadi staf di BPSDM Kaltim baru bergabung menjadi Widyaiswara Tahun 2023. Selama tahun 2025 dia mampu mengumpulkan jumlah pelajaran sebanyak 546 jam pelajaran.

 

Peringkat keempat, Hermi Yunisa, Widyaiswara Ahli Pertama. Peringkat kelima Sugenng Chairuddin, Widyaiswara Ahli Utama, dan peringkat ke-6, Surmiati, Widyaiswara Ahli Pertama. Adapun secara berturut-turut peringkat ke-7, 8, 9, dan 10 adalah Fandik, Herlina, Meta, Urai Gani dan Meta dari Sekretariat dan Bidang BPSDM Kalimantan Timur.

Menanggapi raihan prestasi para Widyaiswara, Jauhar Efendi, selaku Koordintor Widyaiswara merasa bersyukur dan bangga atas raihan kawan-kawan yang luar biasa.

”Sebagai widyaiswara tugas utamanya adalah sebagai fasilitator pembelajaran sekaligus transfer ilmu pengetahuan kepada para peserta pelatihan dan keteladanan. Oleh karena itu, sebagai widyaiswara harus menjadi manusia pembelajar”, terang Jauhar.

Jauhar menegaskan bahwa sesuai ketentuan, kewajiban para PNS untuk mengikuti pengembangan kompetensi dalam jangka waktu satu tahun minimal 20 JP (Jam Pelajaran). Sedangkan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), maksimal 24 JP. ”Artinya, mereka sudah jauh melampui target yang ditetapkan oleh Pemerintah. Itu adalah hal yang sangat positif,” pungkas Jauhar.  (*)

Kia Merayakan 80 Tahun Perjalanan Global

January 6, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Korea Selatan – Delapan dekade bukan sekadar soal waktu, melainkan tentang perjalanan, keberanian menghadapi tantangan, dan komitmen untuk terus bergerak maju. Tahun 2025 lalu, Kia menandai 80 tahun kiprahnya melalui sebuah seremoni khusus dan pameran bertema warisan dan visi masa depan, yang digelar di Kia Vision Square, Yongin, Korea Selatan.

Perayaan ini turut disiarkan langsung secara publik pada Youtube Kia Global. Acara ini menjadi refleksi perjalanan Kia dari sebuah industri manufaktur sederhana hingga menjelma sebagai salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Lebih dari 400 tamu hadir dalam perayaan ini, termasuk jajaran pimpinan Hyundai Motor Group dan Kia, karyawan lintas generasi, serta para mitra yang turut menjadi bagian dari cerita panjang perjalanan Kia di industri otomotif global.

Perjalanan yang Dibangun untuk Masa Depan Mobilitas

Didirikan pada tahun 1944 sebagai Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho, Kia memulai perjalanannya sebagai produsen komponen logam. Nama Kia kemudian resmi diadopsi pada 1952, bersamaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya, sepeda 3000-Liho. Tonggak penting lainnya terjadi pada 1973, ketika Kia mendirikan Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong, sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.

Langkah Kia memasuki industri otomotif roda empat dimulai pada 1974 melalui peluncuran Kia Brisa. Sejak saat itu, Kia terus menorehkan jejak global melalui berbagai model ikonik, termasuk Kia Pride yang diluncurkan pada 1987, serta Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

Transformasi besar Kia berlanjut pada 1997 ketika perusahaan bergabung ke dalam Hyundai Motor Group di bawah kepemimpinan visioner Chung Ju-yung dan Mong-Koo Chung. Momentum penting berikutnya hadir pada 2005, saat Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management secara komprehensif, termasuk merekrut desainer global seperti Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer, yang memperkuat identitas Kia sebagai brand yang turut memprioritaskan desain.

Perayaan 80 tahun ini tidak hanya mengulas pencapaian historis Kia, tetapi juga menyoroti kontribusi para sumber daya manusia di balik Kia, dari generasi ke generasi, yang membentuk filosofi dan arah masa depan brand. Melalui rangkaian cerita, film khusus, serta penampilan istimewa dari Kia Ambassador dan violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang, Kia menegaskan bahwa kekuatan sebuah brand terletak pada manusia yang turut berproses di baliknya.

 Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyampaikan, perjalanan 80 tahun Kia adalah sebuah narasi besar tentang ketekunan dan komitmen. Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa.

“Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” katanya.

Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song, menambahkan, warisan tersebut akan terus menjadi sumber inspirasi ke depan. Dengan memetik pelajaran dari perjalanan 80 tahun, Kia  menegaskan kembali semangat determinasi yang telah menggerakkan Kia sejak awal.

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan membagikan warisan ini sebagai fondasi untuk masa depan,” ungkapnya.

Kia Vision Meta Turismo: Interpretasi Baru Mobilitas Masa Depan

Dalam kesempatan ini, Kia juga memperkenalkan Vision Meta Turismo Concept, sebuah konsep kendaraan yang merepresentasikan visi Kia terhadap era baru mobilitas. Konsep ini memadukan performa dinamis dengan ruang interior bernuansa lounge, terinspirasi dari keanggunan dan kecepatan perjalanan jarak jauh era 1960-an.

Vision Meta Turismo mengusung filosofi desain “Opposites United”, yang memadukan garis futuristik dengan sentuhan human-centered design. Interiornya dirancang untuk menciptakan pengalaman berkendara yang imersif melalui teknologi digital, dengan interior yang menghadirkan kenyamanan bagi pengemudi maupun penumpang.

Salah satu fitur terbaiknya adalah setir generasi terbaru dengan tiga mode digital yaitu Speedster, Dreamer, dan Gamer, yang didukung teknologi Augmented Reality Head-Up Display (AR HUD). Teknologi ini memungkinkan pengemudi melihat informasi visual secara tiga dimensi, seolah melayang di atas jalan, menciptakan interaksi yang lebih intuitif antara manusia dan kendaraan.

“Vision Meta Turismo merepresentasikan visi Kia dalam menggabungkan mobilitas dinamis dengan ruang yang berorientasi pada manusia. Ini adalah wujud komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman mobilitas yang tidak hanya canggih, tetapi juga menginspirasi,” terang Karim Habib, Executive Vice President and Head of Kia Global Design.

Pameran ‘The Legacy of Movement’

Sebagai bagian dari perayaan, Kia juga membuka Pameran 80 Tahun Kia bertajuk “The Legacy of Movement”. Pameran ini menghadirkan delapan zona tematik yang menampilkan 17 kendaraan ikonik Kia, mulai dari model bersejarah hingga produk terkini, yang mencerminkan perjalanan Kia selama 80 tahun.

Digelar di Kia Vision Square, pameran ini akan dibuka untuk publik hingga tahun 2029, dan menjadi ruang refleksi tentang bagaimana Kia terus bergerak, beradaptasi, dan berkembang seiring perubahan zaman.

Didirikan pada 1944, Kia telah melalui berbagai fase transformasi, dari sepeda pertama hingga kendaraan listrik dan solusi mobilitas berbasis teknologi. Melalui strategi Total Transformation yang diperkenalkan sejak 2021, Kia menegaskan komitmennya pada mobilitas berkelanjutan, termasuk pengembangan kendaraan listrik, Platform Beyond Vehicle (PBV), serta layanan berbasis perangkat lunak.

Rangkaian inisiatif global, kolaborasi kreatif, hingga platform digital heritage menjadi cara Kia menghubungkan warisan masa lalu dengan visi masa depan, sebuah perjalanan yang tidak hanya tentang kendaraan, tetapi tentang pergerakan yang menginspirasi. (*)

Diperbudak Tren Sosmed

January 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Media sosial kini tidak sekadar menjadi ruang berbagi informasi dan hiburan, tetapi juga membentuk pola pikir, gaya hidup, hingga tekanan sosial tersendiri bagi penggunanya. Tren yang silih berganti dengan cepat kerap membuat sebagian orang merasa “harus ikut”, sementara yang lain memilih menjaga jarak agar tidak terjebak dalam arus fear of missing out (FoMO).

Fenomena FoMO atau rasa takut tertinggal ini telah menjadi perhatian para peneliti. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Business English and Communication menyebutkan, intensitas penggunaan media sosial memiliki hubungan signifikan dengan meningkatnya FoMO, terutama di kalangan mahasiswa. Pengguna cenderung lebih sering mengecek media sosial, membandingkan diri dengan orang lain, dan merasa cemas jika tidak mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.

Temuan serupa juga disampaikan dalam penelitian “Hubungan antara Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan FoMO” yang dimuat di Character: Jurnal Penelitian Psikologi (Universitas Negeri Surabaya). Studi tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi frekuensi penggunaan media sosial, semakin besar kecenderungan individu mengalami FoMO, yang berdampak pada kondisi emosional dan fokus keseharian.

Bagi sebagian generasi muda, mengikuti tren dianggap sebagai bagian dari adaptasi sosial di era digital.

“Kalau saya tidak mengikuti tren, rasanya seperti ketinggalan zaman. Apalagi sekarang banyak obrolan dan isu yang berangkat dari media sosial,” ujar Dita (22), seorang gen z.

Menurut Dita, mengikuti tren tidak selalu berarti latah, selama dilakukan secara sadar dan selektif.

“Selama masih positif dan relevan, ikut tren itu membantu kita tetap nyambung dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Pandangan ini sejalan dengan penelitian dalam Jurnal Audience: Jurnal Ilmu Komunikasi yang mengkaji fenomena FoMO di kalangan Gen Z pengguna TikTok. Studi tersebut menyebutkan, tren di media sosial sering menjadi sarana pembentukan identitas dan alat komunikasi sosial, sehingga ketidaktahuan terhadap tren dapat memunculkan rasa terasing dalam pergaulan.

Namun, tidak sedikit pula yang memilih mengambil jarak dari hiruk-pikuk tren media sosial demi menjaga kesehatan mental.

“Saya sempat merasa capek sendiri karena selalu merasa harus tahu tren terbaru. Lama-lama malah bikin stres,” ungkap Rio (25), seorang anak muda yang memilih untuk tidak mengikuti tren.

Rio mengaku mulai membatasi penggunaan media sosial setelah menyadari dampaknya terhadap produktivitas dan ketenangan pikirannya.

“Sekarang saya lebih pilih mana yang memang perlu diikuti. Tidak semua tren harus direspons,” tambahnya.

Pilihan Rio sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Acta Psychologia, yang menyebutkan, FoMO berkontribusi terhadap penurunan kesejahteraan psikologis, seperti meningkatnya kecemasan dan tekanan sosial pada usia dewasa awal.

Dampak FoMO tidak berhenti pada tekanan psikologis. Penelitian dalam INSIGHT Jurnal Bimbingan Konseling menemukan adanya korelasi positif antara FoMO dan adiksi media sosial. Pengguna dengan tingkat FoMO tinggi cenderung menghabiskan waktu lebih lama di media sosial dan sulit mengendalikan kebiasaan daringnya.

Selain itu, studi yang dimuat dalam International Journal of Science and Society juga mengungkap, FoMO berpengaruh terhadap perilaku konsumtif, terutama pembelian impulsif yang dipicu oleh tren dan promosi di media sosial.

Fenomena “diperbudak tren sosmed” mencerminkan tantangan nyata di era digital. Tren bisa menjadi sarana ekspresi dan koneksi sosial, namun juga berpotensi menimbulkan tekanan jika diikuti tanpa kendali. (intan)

Banyak Dicoba, Ini Asal-usul Ritual Anggur Tahun Baru

January 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Di berbagai belahan dunia, pergantian tahun kerap dirayakan dengan tradisi simbolik. Salah satunya adalah makan anggur saat tengah malam, sebuah kebiasaan lama yang masih ramai dilakukan oleh sebagian orang.

Tradisi makan anggur saat malam Tahun Baru pada dasarnya berasal dari Spanyol, dikenal dengan nama Las Doce Uvas de la Suerte atau “dua belas anggur keberuntungan.”

Praktik ini telah ada sejak akhir abad ke-19 dan populer di awal abad ke-20, ketika para petani di Alicante mencoba meningkatkan penjualan buah anggur yang berlimpah. Setiap butir anggur melambangkan satu bulan di tahun yang akan datang, dan orang-orang berusaha menghabiskan 12 buah anggur di saat dentang jam tengah malam untuk menarik keberuntungan sepanjang tahun.

Tradisi ini kemudian menyebar dari Spanyol ke berbagai negara di Amerika Latin dan bahkan dunia, terutama melalui diaspora dan adaptasi budaya.

Dalam versi tradisionalnya, makan 12 anggur dilakukan saat lonceng tengah malam berdentang, satu anggur untuk setiap bulan di tahun baru yang dipercaya membawa keberuntungan, rezeki, kesehatan, dan kesuksesan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, tren itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih playful di media sosial, terutama di platform seperti TikTok dan Instagram.

Para pengguna media sosial membagikan video mereka melakukan ritual ini, baik sebagai bagian dari perayaan bersama teman maupun pasangan, atau sekadar sebagai tantangan lucu menjelang pergantian tahun. Beberapa bahkan melakukan ritual ini sambil berdoa atau menuliskan harapan mereka untuk setiap anggur yang dimakan agar “semua impian tercapai.”

Beberapa netizen mencatat pengalaman mereka: “Aku makan anggur di bawah meja dan sampai sekarang aku belum nemu jodoh, tapi aku mendapat proyek kerja baru yang luar biasa,” kata salah satu warganet dalam diskusi online.

Selaras dengan itu, Wardahtan seorang pengguna sosial media juga ikut mengomentari

“Sejujurnya saya belum pernah melakukan tradisi makan anggur di bawah meja saat Tahun Baru. Saya lebih memilih melakukan ibadah seperti shalat hajat dan shalat taubat di pergantian tahun. Bagi saya, cara itu lebih bermakna dalam menyambut awal tahun yang baru,” ujarnya. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1715816
    Users Today : 2971
    Users Yesterday : 4532
    This Year : 652326
    Total Users : 1715816
    Total views : 14535444
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.216.235
    Server Time : 2026-04-27