Jasa Raharja Gelar PPKL di SMA 1 Muara Badak

February 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

MUARA BADAK – Upaya menanamkan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia pelajar dilakukan komitmen PT Jasa Raharja pada kegiatan Pengajar Peduli Keselamatan Lalu Lintas (PPKL) di SMA 1 Muara Badak, Rabu (25/2/2026).  Kegiatan ini merupakan bagian dari dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut dihadiri petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, yang memberikan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berkendara, pemahaman aturan lalu lintas, serta risiko dan dampak kecelakaan. Para siswa juga diajak untuk lebih sadar akan pentingnya menggunakan helm standar, mematuhi rambu-rambu, serta tidak berkendara secara ugal-ugalan.

Ikhsan Nur Abadi menekankan, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh usia produktif dan pelajar. Oleh karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membentuk karakter pengendara yang disiplin dan bertanggung jawab.

“Melalui kegiatan PPKL ini, kami berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan saat berkendara,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para siswa. Diharapkan melalui sosialisasi ini, para pelajar SMA 1 Muara Badak dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

PT Jasa Raharja akan terus berkomitmen untuk hadir memberikan edukasi keselamatan di berbagai sekolah sebagai bentuk nyata dukungan terhadap terciptanya lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (*)

Zeya Prillian Adriaensen Siap Cetak Jejak Emas di Industri Film Tanah Air

February 24, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Vivaborneo.com, Jakarta — Industri perfilman Tanah Air di tahun 2026 semakin semarak dengan kehadiran Zeya Prillian Adriaensen, sosok muda yang tampil penuh pesona dan dedikasi. Namanya kian diperbincangkan berkat konsistensi dan totalitasnya dalam menapaki dunia entertainment yang kompetitif dan dinamis.

Zeya Prillian Adriaensen, yang lahir pada 11 April 2002 dan memiliki darah Manado-Belanda, membawa karakter unik dalam setiap penampilannya. Kepada awak media pada Selasa (24/2/2026), ia mengungkapkan sebelum benar-benar terjun ke industri perfilman Indonesia, dirinya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti kelas akting secara serius dan terarah.

Mengawali perjalanan karier melalui movie bertajuk Series 2022, Zeya menunjukkan langkah awal yang menjanjikan. Sejak saat itu, gadis kelahiran Jakarta tersebut telah membintangi berbagai short movie dan music video, membuktikan eksistensinya sebagai talenta muda yang produktif dan terus berkembang.

“Saya masuk ke dunia entertainment, terutama akting, karena hobi dan keinginan sejak kecil. Saya senang dengan film dan dunia peran,” ujar Zeya dengan penuh keyakinan.

Zeya percaya, setiap peran adalah ruang belajar yang memperkaya jiwa, dan melalui akting ia ingin terus berkembang, menambah wawasan, serta suatu hari terlibat dalam karya yang memiliki impact luas dan mampu menyentuh banyak orang.

Tak hanya bersinar di dunia seni peran, Zeya juga dikenal sebagai pribadi yang mencintai musik. Sejak kecil ia gemar bernyanyi dan bermain gitar, menjadikan musik sebagai salah satu cara mengekspresikan diri di luar layar.

Di balik sosoknya yang elegan, Zeya juga memiliki selera kuliner yang kuat dan penuh cita rasa. Ia mengaku sangat menyukai makanan pedas, khususnya sambal roa dan ikan cakalang, yang menjadi favoritnya dalam berbagai kesempatan.

Memasuki bulan suci Ramadhan 2026, Zeya memaknainya sebagai momen refleksi dan penguatan diri. Zeya berharap Ramadhan kali ini membawa keberkahan, ketenangan, serta langkah-langkah baru yang lebih indah ke depannya. Dengan penuh harap ia mengatakan, “Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah, termasuk dalam mengejar mimpi di dunia entertainment dan akting yang sedang saya perjuangkan.”

Dengan bakat, semangat, dan visi yang jelas, Zeya Prillian Adriaensen menjadi salah satu bintang bersinar yang layak dinantikan kiprahnya di layar lebar maupun platform digital. Tahun 2026 menjadi babak penting dalam perjalanannya, sekaligus awal dari pencapaian-pencapaian yang lebih besar di masa mendatang.(Muhammad Fadhli)

Nelayan Yang Hilang Ditemukan Meninggal di Sungai Mahakam

February 24, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUBAR – Personel Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat dan warga melakukan evakuasi terhadap seorang nelayan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Teluk Lekot, Kampung Sebelang, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (24/2/2026) pagi.

Korban merupakan warga Kampung Sebelang yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berada di perairan Sungai Mahakam sejak Minggu (22/2/2026). Setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat kepolisian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 07.35 WITA di tepi sungai dalam kondisi tidak bernyawa.

Penemuan tersebut bermula ketika warga yang melakukan pencarian menyusuri aliran Sungai Mahakam dan melihat sesosok tubuh tersangkut di tepian sungai. Warga kemudian memastikan identitas korban sebelum melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan tersebut, personel Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta membantu proses evakuasi korban bersama masyarakat setempat.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke pelabuhan Kampung Sebelang untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh tenaga medis dari fasilitas kesehatan Kecamatan Muara Pahu yang didampingi Unit Reskrim Polsek Muara Pahu.

Dalam penanganan kejadian tersebut, kepolisian telah melakukan berbagai tindakan, di antaranya menerima laporan masyarakat, mendatangi TKP, melakukan pencarian bersama warga, meminta keterangan saksi, mendata korban, serta berkoordinasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan jenazah.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak keluarga, kejadian tersebut diterima sebagai musibah. Keluarga korban menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi serta tidak keberatan dan tidak meminta proses hukum lebih lanjut.

Polsek Muara Pahu bersama Sat Polairud Polres Kutai Barat mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan Sungai Mahakam, agar selalu mengutamakan keselamatan serta berhati-hati saat beraktivitas di sungai guna menghindari kejadian serupa. (arf)

Lebih dari Satu Abad, Bubur Peca di Masjid Tertua Samarinda Tetap Terjaga

February 23, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

bubur peca

SAMARINDA – Tradisi memasak dan membagikan bubur peca di Masjid Shiratal Mustaqiem kembali berlangsung pada Ramadan tahun ini. Tradisi yang telah ada lebih dari 100 tahun tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah masjid tertua di Kota Samarinda.

Masjid yang dibangun sejak 1881 dan rampung pada 1891 oleh Habib Abdurrahman bin Hasan Al-Habsyi itu tidak hanya dikenal sebagai ikon cagar budaya, tetapi juga sebagai pusat pelestarian kuliner khas Ramadan yang hanya muncul setahun sekali.

Bubur peca dimasak menggunakan beras, santan, serta racikan bawang dan rempah yang dihaluskan terlebih dahulu. Teksturnya lebih padat dibanding bubur ayam pada umumnya, dengan cita rasa gurih-rempah yang kuat. Proses memasak dilakukan menggunakan tungku kayu karena dianggap menghasilkan kekentalan dan aroma yang berbeda dibanding kompor gas.

Kepala juru masak, Mardiana Alus (60), mengatakan ia telah mengabdikan diri lebih dari dua dekade dalam tradisi ini dan merupakan generasi keempat penerus resep bubur peca.

“Rasanya seperti ada kebahagiaan tersendiri ketika saya memasak bubur peca di sini. Karena untuk dibagi-bagikan juga, untuk orang berbuka puasa,” ujarnya ketika ditemui, Sabtu (21/2/2026).

Setiap hari, tim memasak 25 kilogram beras atau sekitar 300 piring bubur. Jumlah itu bisa meningkat hingga 40 kilogram saat jamaah dari luar daerah datang. Dalam sehari, 18 kilogram bawang diolah, dengan proses memasak berlangsung sejak pukul 08.00 Wita dan distribusi dimulai selepas Dzuhur.

Pendanaan tradisi ini awalnya banyak dibantu oleh Haji Muhyar, tokoh masyarakat Samarinda Seberang, serta dukungan swadaya warga. Hingga kini, tradisi tersebut tetap bertahan berkat partisipasi jamaah dan komitmen pengurus masjid. (intan)

Lapak Pedagang Padati Wisata Belanja Ramadan di Halaman GOR Segiri

February 20, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci kembali menggeliat melalui gelaran Wisata Belanja Ramadan 2026 yang dipusatkan di halaman parkir GOR Segiri. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Samarinda itu menghadirkan 150 lapak pedagang dan berlangsung hingga 14 Maret 2026.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin, mengatakan antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Menurutnya, event tahunan tersebut bukan sekadar lokasi berburu takjil, melainkan juga wadah strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas promosi.

Kepala Disporapar Samarinda, Muslimin

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kembali menggelar Wisata Belanja Ramadan. Antusias masyarakat cukup tinggi untuk datang dan berbelanja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).

Ratusan pelaku usaha menawarkan beragam produk, mulai dari kue basah, kue kering, aneka makanan siap saji, hingga aksesoris. Ragam pilihan tersebut membuat kawasan GOR Segiri menjelma menjadi pusat pergerakan ekonomi musiman yang padat namun tetap tertata.

Muslimin menjelaskan, dalam empat tahun terakhir pihaknya berupaya melakukan pembenahan konsep dan tata ruang. Jika sebelumnya lapak hanya berupa tenda sederhana, kini penataan dibuat lebih rapi dengan sentuhan dekorasi kain dan pengaturan jarak yang lebih terstruktur guna meningkatkan kenyamanan.

“Kami ingin suasananya berubah, lebih tertata dan nyaman. Bukan hanya pengunjung yang merasa betah, pedagang pun bisa berjualan dengan lebih baik,” katanya.

Dari sisi pembiayaan, tarif sewa lapak ditetapkan sebesar Rp1.250.000 selama masa kegiatan. Ia menilai angka tersebut masih terjangkau bagi pelaku UMKM, terlebih dengan fasilitas dan keramaian yang ditawarkan. Sebagian dari hasil sewa lapak itu masuk sebagai pendapatan daerah.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan pihak ketiga. Skema kerja sama tersebut dipilih karena keterbatasan anggaran internal.

“Kami memang tidak memiliki anggaran khusus untuk event ini, sehingga pola kerja sama menjadi solusi. Yang penting kegiatan tetap berjalan dan memberi dampak ekonomi,” jelasnya.

Selain transaksi jual beli, panitia juga menyiapkan agenda pendukung seperti buka puasa bersama anak yatim, lomba pergerakan sahur, hingga fashion show muslimah. Hiburan dijadwalkan hadir setiap hari untuk menjaga daya tarik kunjungan masyarakat.

Muslimin menegaskan evaluasi akan terus dilakukan guna memperbaiki kekurangan penyelenggaraan. Ia berharap UPTD sebagai perpanjangan tangan dinas dapat terus berinovasi agar gelaran Ramadan berikutnya semakin tertata, profesional, dan memberi manfaat lebih luas bagi warga Samarinda. (intan)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1455768
    Users Today : 2674
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 392278
    Total Users : 1455768
    Total views : 12824948
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.180
    Server Time : 2026-03-10