Kankawil DitJenpas Kaltim Berikan Motivasi dan Semangat di Rutan Samarinda

March 18, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Samarinda– Rutan Kelas I Samarinda mendapatkan kunjungan safari Ramadan Kakanwil Ditjenpas Kaltim Sugiastanto, Senin (17/3/2025).

Kunjungan itu disambut dengan penuh semangat warga Binaan Pemasayarakatan Rutan Samarinda.

“Tujuan kedatangan saya ingin memantau situasi dan kondisi dilapangan khususnya yang memiliki peran melakukan pembinaan kepada saudara kita yang saat ini sedang menjalani hukuman,”terang Sugiastanto.

Dia mengatakan pihaknya memonitoring secara berkelanjutan yang tiap harinya melaporkan ke Dirjen Pemasyarakatan Republik Indonesia perkembangan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di Kaltim. Tak heran dia juga meningatkan kepada warga binaan untuk meningkatkan kualitas iman selama Ramadan.

“Apalagi bisa konsisten melaksanakan ibadah yang menjadi dasar membenahi diri ataupun bermuhasabah atas apa yang telah dilakukan selama menjalani kehidupan,” ungkapnya.

Sementara itu kepala Rutan Samarinda Heru Yuswanto menyampaikan terima kasih kepada Kakanwil Ditjenpas Kaltim Sugiastanto yang sudah memberikan motivasi dan semangat kepada petugas maupun WBP Rutan Samarinda.

Dikatakan, dalam menjalankan tugas, pihaknya terus menjaga kemanan dan melakukan  deteksi dini sebagai langkah meminimalisir hal-hal yang mampu menimbulkan gangguan kamtib serta selama Ramadan.

“Kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk lebih banyak melakukan aktifitas di bidang keagamaan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada sang pencipta,” ucapnya. (wan)

Gandeng Komunitas Emak Peduli Anak, DKP3 Kaltim Ajak Pelaku UMKM Miliki Sertifikasi Halal

March 17, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

DKP3A Kaltim yang menggandeng Komunitas Emak Peduli Anak melaksanakan kegiatan sosialisasi sertifikasi halal kepada para perempuan dan pelaku UMKM di Kota Bontang

SAMARINDA – Upaya program pemberdayaan terhadap masyarakat terus dilakukan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim bersama Komunitas Emak Peduli Anak, DKP3A Kaltim menggelar kegiatan sosialisasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan program sertifikasi halal, Jumat (14/3/2025).

Kegiatan yang berlangsung di BPU Kecamatan Bontang Selatan itu, secara khusus menyasar para ibu rumah tangga dalam mengembangkan bisnis rumahan yang mereka miliki untuk tumbuh sebagai bagian dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Tidak hanya itu, melalui kesempatan itu, DKP3A Kaltim bersama Komunitas Emak Peduli Anak juga memberikan wawasan kepada para peserta yang hadir tentang pentingnya mengembangkan usaha mereka melalui pemanfaatan media sosial.

Ketua Komunitas Emak Peduli Anak Kaltim Ria Atia Wati yang turut hadir pada acara itu, menyampaikan, jika kegiatan sosialisasi itu bertujuan untuk memberikan program pemberdayaan bagi setiap perempuan. Terlebih untuk mendorong para perempuan semakin profesional dalam mengembangkan bisnis rumahan mereka menjadi bagian dari UMKM.

“Program ini sebagai upaya DKP3A Kaltim bersama Komunitas Emak Peduli Anak untuk mendorong kemandirian bagi setiap perempuan, utamanya dalam mengembangkan bisnis mereka untuk berkembang sebagai bagian dari UMKM,” katanya.

Pada kegiatan ini DKP3A Kaltim menghadirkan dua narasumber untuk memberikan wawasan kepada para peserta. Yakni Wakil Ketua Media Siber PWI Kaltim Dirhanuddin dan Koordinator Bidang Pengembangan UMKM Pukaha UINSI Samarinda Marlianti.

Melalui kesempatan itu, DKP3A Kaltim ingin setiap UMKM secara bertahap bisa mendapatkan memiliki sertifikasi halal. Dengan harapan, produk usaha yang dimiliki UMKM, terutama yang dikelola para ibu rumah tangga semakin mendapatkan jaminan dan mendapatkan kepercayaan dari konsumen.

Kepada peserta yang hadir pada kesempatan itu, Marliana menjelaskan, aturan tentang sertifikasi halal diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Pada Pasal 4 bahkan secara spesifik menyebutkan, kalau produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah  Indonesia wajib bersertifikat halal.

Merujuk pada aturan itu, lanjutnya, setidaknya ada 4 poin yang menjadi ketentuan dalam pemberian sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Pertama, Sertifikat Halal Sertifikat, yang diterbitkan oleh BPJPH bagi pelaku usaha yang memenuhi syarat sistem jaminan produk halal setelah melalui sidang fatwa oleh Komite Fatwa.

“Kedua, ada label halal logo, yakni halal yang dicantumkan di kemasan produk yang sudah dinyatakan halal oleh komite fatwa dan BPJPH,” ungkap perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Ketiga, ketetapan halal yang diterbitkan oleh Komite Fatwa bagi pelaku usaha yang memenuhi syarat sistem jaminan produk halal. Terakhir, produk halal, yang merupakan produk yang telah mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH dan memiliki legalitas pemasaran produk halal.

“Dari kegiatan ini, nantinya, kami juga akan membantu setiap pelaku UMKM untuk mendapatkan program sertifikasi halal secara gratis,” sebutnya.

Sementara itu, Dirhanuddin yang dihadirkan sebagai narasumber dengan tajuk Jeli Melihat Peluang Bisnis di Media Sosial, menyampaikan kalau dunia maya sekarang telah menjadi pusat bisnis yang sangat menjanjikan. Hal itu dapat dilihat dari data pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai 170 juta orang dari total jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa.

“Kalau kita jeli melihatnya, terutama oleh para pelaku UMKM, keberadaan media sosial saat ini dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Media sosial adalah sarana yang tepat untuk mempromosikan bisnis atau usaha,” tuturnya.

Ia berharap, dengan besarnya potensi yang tersedia di media sosial saat ini, dapat ditangkap pelaku UMKM, terutama para perempuan untuk menjadi sebuah penghasilan. Apalagi, platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, telah begitu familiar bagi masyarakat. (*)

Di Markas PBB New York, CEO XL Axiata Dorong Percepatan Inklusi Digital Berbasis Gender

March 15, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) bersama dengan Kementerian PPPA Republik Indonesia (KemenPPPA) melalui program pemberdayaan perempuan, Sisternet, kembali mempertegas komitmennya dalam mempercepat inklusi digital berbasis gender. Dalam forum dunia Commission on the Status of Women ke-69 (CWS69) yang berlangsung di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, pada 11 – 22 Maret 2025. Melalui keterlibatan langsung di ajang prestisius ini, XL Axiata turut serta dalam side event bertajuk “Shaping an Inclusive Digital Economy: Indonesia & India’s Leadership and ASEAN’s Collaborative Vision”, yang menampilkan peran Indonesia dalam mendorong ekonomi digital inklusif di tingkat regional dan global.

Kehadiran XL Axiata pada CSW69 merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendorong percepatan kesetaraan gender di sektor ekonomi digital, terutama bagi perempuan dan kelompok rentan di Indonesia maupun kawasan ASEAN. Forum ini diselenggarakan setiap tahun oleh United Nations Women dan Economic and Social Council (ECOSOC) dengan tujuan membahas isu-isu strategis terkait pemberdayaan perempuan dan mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG nomor lima tentang kesetaraan gender.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Arifah Fauzi, mengungkapkan, Indonesia terus berkomitmen untuk mengatasi kesenjangan gender dalam ekonomi digital melalui berbagai inisiatif konkret, seperti Ruang Bersama Indonesia. Upaya ini bertujuan memastikan perempuan, khususnya wirausaha perempuan, tidak tertinggal dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital yang semakin berkembang.

Arifah Fauzi menambahkan, partisipasi perempuan dalam ekonomi digital menghadapi tantangan kompleks, mulai dari keterbatasan akses terhadap keterampilan digital hingga ancaman pelecehan di dunia maya. “Kami mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif, serta mempercepat investasi dalam literasi digital dan inklusi keuangan perempuan, demi mewujudkan masa depan ekonomi digital yang adil dan sejahtera bagi semua”, tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam panel tersebut, membagikan pengalaman serta best practices dari Indonesia dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif. Dian menegaskan, XL Axiata berkomitmen penuh untuk mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045 dengan mengatasi kesenjangan ekonomi digital berbasis gender melalui program-program yang konkret dan berdampak luas.

“Kehadiran XL Axiata di CSW69 merupakan wujud nyata dari tekad kami untuk menciptakan ekosistem digital yang benar-benar inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya perempuan. Kami percaya bahwa inklusi digital bukan sekadar slogan, tetapi fondasi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat, berkelanjutan, dan setara menuju Indonesia Emas 2045, serta juga mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden,” ungkap Dian Siswarini.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini, hadir sebagai salah satu pembicara utama.

Dalam sesi diskusi di CSW69, Dian Siswarini menyampaikan bahwa keberhasilan Sisternet terletak pada pendekatan yang berfokus pada kebutuhan perempuan Indonesia. “Kami terus melakukan riset mendalam untuk memahami kebutuhan perempuan Indonesia secara spesifik. Hasil riset tersebut kami jadikan dasar dalam mengembangkan program-program pelatihan baru yang relevan dan berdampak nyata bagi peserta,” jelas Dian Siswarini.

Menurut Dian, meskipun Indonesia secara keseluruhan telah melampaui rata-rata global dalam penggunaan teknologi digital, kesenjangan gender dalam akses dan pemanfaatan teknologi masih tetap ada. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS, 2024), tingkat literasi perempuan mengalami peningkatan positif, dari 96,8% pada tahun 2022 menjadi 97,5% pada tahun 2024. Hal ini semakin diperburuk oleh terdapat perbedaan dalam penggunaan internet antara laki-laki dan perempuan di Indonesia di mana menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, 78,19% untuk laki-laki dan 74,36% untuk perempuan yang mengakses internet.

Tantangan lainnya juga mencakup norma sosial budaya yang masih kuat, terutama di daerah konservatif yang sering kali membatasi ruang gerak perempuan dalam menggunakan teknologi secara aktif. Data menunjukkan bahwa hanya 34% perempuan pelaku UMKM di Indonesia yang memanfaatkan platform digital untuk bisnisnya dibandingkan 54% laki-laki. Sementara itu menurut Komnas Perempuan, 2023, tingginya angka kekerasan berbasis gender online (KBGO), yang mencapai 80% korbannya adalah perempuan, turut memperbesar jurang digital yang ada.

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, XL Axiata sejak tahun 2015 secara konsisten menjalankan program Sisternet, sebuah platform digital yang khusus didesain untuk meningkatkan kapasitas perempuan Indonesia melalui literasi digital, kewirausahaan digital (womenpreneur), dan edukasi tentang keamanan digital serta teknologi finansial.

Hingga awal 2025, program Sisternet telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 1 juta perempuan Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan. Beberapa indikator kesuksesan Sisternet terlihat dari meningkatnya keterlibatan perempuan dalam bisnis digital, kemampuan perempuan mengelola usaha secara daring, serta meningkatnya kesadaran terhadap keamanan digital.

Selain melalui program eksternal seperti Sisternet, XL Axiata juga secara internal menunjukkan komitmennya terhadap isu gender melalui kebijakan Diversity & Inclusion. Saat ini, sekitar 33% posisi manajerial di XL Axiata ditempati oleh perempuan, melampaui rata-rata industri teknologi di Indonesia.

XL Axiata juga menyediakan berbagai program pelatihan kepemimpinan khusus bagi karyawan perempuan untuk mendorong mereka mencapai posisi-posisi strategis di masa depan. Hal ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, setara, dan mampu mendukung pengembangan karier perempuan secara maksimal.

Kehadiran XL Axiata di CSW69 bekerja sama dengan KPPPA, Microsave, dan Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) New York. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam forum internasional sekaligus memastikan rekomendasi strategis terkait inklusi digital berbasis gender dapat diimplementasikan secara nyata di tanah air.

Forum CSW69 menghasilkan beberapa rekomendasi utama, di antaranya menekankan pentingnya. Pertama, pemerataan akses digital bagi perempuan dan anak perempuan. Kedua, pendidikan digital yang responsif gender. Serta ketiga, penguatan keamanan digital agar perempuan dapat menggunakan teknologi tanpa rasa takut terhadap KBGO. Rekomendasi ini menjadi pijakan strategis dalam mempercepat pencapaian SDG 5 menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan partisipasi aktif di CSW69, XL Axiata kembali memperkuat komitmennya sebagai pemimpin transformasi digital yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan gender di Indonesia dan kawasan ASEAN.

XL Axiata bersama mitra-mitra strategis berencana memperluas dampak positif dari Sisternet dan program pemberdayaan perempuan lainnya melalui beberapa strategi utama menjadikan Sisternet sebagai layanan nilai tambah bagi seluruh pelanggan XL Axiata. Kemudian memperluas kolaborasi dengan komunitas lokal dan internasional untuk menjangkau lebih banyak perempuan, terutama di wilayah terpencil. Selain itu juga menyediakan materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik, seperti kewirausahaan digital, keamanan siber, fintech, dan e-commerce. (**)

SKK Migas KalSul Perkuat Sinergi dengan Media melalui Sharing Session Update Kegiatan Hulu Migas di Kaltim

March 8, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Kegiatan Silaturahmi dan update kegiatan operasi hulu migas SKK Migas KalSul, (KKKS) Eni Muara Bakau BV bersama wartawan di Hotel Aston Samarinda, (7/3/2025).

SAMARINDA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Eni Muara Bakau BV melaksanakan kegiatan Silaturahmi dan update kegiatan operasi hulu migas kepada wartawan media di Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda. Kegiatan yang dihadiri 30-an Jurnalis ini dilaksanakan di Hotel Aston Samarinda, (7/3/2025).

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memperkuat engagement dengan wartawan serta memberikan informasi terkait update kegiatan hulu migas yang ada di wilayah Kalimantan Timur khususnya yang dilaksanakan oleh KKKS Eni Indonesia.

Azhari Idris menyampaikan wilayah Kalimantan dan Sulawesi masih memiliki potensi cadangan migas yang cukup baik. Hal ini dapat diliat dari upaya dan geliat kegiatan operasi yang sedang dilakukan oleh para KKKS, dari pulau Kalimantan ada KKKS Kalisat Energi Nusantara sedang melaksanakan pengeboran di Mahakam Ulu, Grup Pertamina Hulu Indonesia yang sedang giat melaksanakan Optimalisasi Pengembangan Lapangan Lapangan (OPLL) dan pengeboran.

Diselat Makassar ada Eni Indonesia yang sedang fokus mengembangkan lapangan PSN IDD dan Geng North, Ada Indo Sino yang sedang percepatan proyeknya agar bisa onstream di tahun 2025 ini. Bergeser ke Sulawesi terdapat JOB Tomori yang saat ini sedang mengembangkan Senoro Selatan dan terdapat KKKS EEES yang melaksanakan pengeboran

“Kalsul masih menyumbang 11% lifting minyak dan 28% lifting gas secara nasional. Besarnya kontribusi ini tentunya akan meningkat dimasa yang akan datang, terlebih pasca ditemukannya cadangan baru di Geng North dan pengembangan lapangan IDD oleh Eni yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN),” ungkap Azhari.

Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris

Senada disampaikan Wisnu Wardhana selaku Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Kalsul, Eni berhasil menemukan cadangan gas di Wilayah Kerja North Ganal dengan perkiraan awal sebesar 5 triliun kaki kubik (tcf) Gas in Place, salah satu dari 3 penemuan eksplorasi teratas dunia pada tahun 2023. Proyek Eni di Indonesia juga masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).

Lanjut Wisnu, penemuan raksasa di lapangan North Ganal oleh Eni Indonesia ini telah memperoleh persetujuan Plan of Development (PoD) pada bulan Agustus 2024. PoD tersebut juga mencakup lapangan Gehem yang merupakan bagian dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) yang diperoleh Eni dari akuisisi aset Chevron. Pengembangan terpadu (integrated development) kedua lapangan tersebut akan menciptakan hub produksi baru bernama Northern Hub sebesar 1 miliar kaki kubik gas per hari (Bcfd) di Cekungan Kutei, Selat Makassar.

PoD untuk lapangan Gendalo dan Gandang juga telah mendapat persetujuan pada tahun ini. Gas dari lapangan ini akan dialirkan ke fasilitas FPU Jangkrik sebagai bagian dari Southern Hub di Selat Makassar. Proyek-proyek baru ini, seiring dengan pengembangan lapangan Merakes East dan Maha, akan memberikan dampak positif yang besar terhadap penyerapan lokal (local content) dan akan meningkatkan pemanfaatan kapasitas yang tersedia di kilang LNG Bontang. Saat ini Eni memasok 53% gas alam di Kalimantan Timur, Indonesia.

Sharing session tersebut juga mengundang KWT Rahmatika (Kelompok Wanita Tani) yang merupakan binaan Eni Muara Bakau B.V. Kelompok tani ini beranggotakan 18 orang yang merupakan wadah bagi para perempuan untuk belajar pertanian dan mengembangkan usaha pembibitan. Kegiatan utama di KWT Rahmatika adalah menanam di pekarangan maupun lahan luas, pembuatan bibit hortik, bibit buah, melakukan pembinaan terhadap Dasawisma dan sekolah-sekolah.

Keberadaan KWT ini diharapkan dapat menjadi triger kemandirian pangan dan turut berperan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Harapan KWT Rahmatika bisa menularkan semangat pertanian kepada lebih banyak ibu rumah tangga.

“Kami mempunyai prinsip; tanam apa yang kita makan, makan apa yang kita tanam, jual bibit yang kita tanam,” tegas Reni selaku penggerak kelompok tani.

Kelancaran kegiatan operasi yang dilaksanakan oleh KKKS tidak lepas dukungan dari media, dengan pemberitaan yang aktual, berimbang dan cover boothside menjadikan masyarakat mendapatkan informasi yang aktual dan berimbang terkait perkembangan operasi hulu migas serta kebermanfaatan dari keberadaan Industri Hulu Migas.

“Kami sangat mengapreasiasi atas dukungan yang diberikan media selama ini. Semoga sinergy yang positif ini tetep terbangun dan tentunya kami sangat membuka diri terhadap segala masukan dan koreksi demi kemajuan bersama Industri yang kita cintai ini,” tutup Azhari.*

Peringati Bulan K3 Nasional, Patra Drilling Contractor Gelar Pelatihan Advance Fire Fighting

February 24, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Sebagai rangkaian memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2025, PT Patra Drilling Contractor (PDC), anak usaha PT Pertamina Drilling Services Indonesia, menggelar pelatihan Advance Fire Fighting.

Pelatihan dilaksanakan PDC bersama Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur. Kegiatan digelar selama 2 hari tanggal 18-19 Februari 2025 pelatihan diikuti 24 Perwira PDC yang merupakan tim Pemadam dan Penyelamat Keadaan Darurat Head Office PDC Tower.

Pelatihan dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi dan pengetahuan seputar hal-hal yang berkaitan dengan bencana, baik gempa bumi, kebakaran, dan lainnya.

Pelatihan juga guna mengedukasi tim tentang langkah-langkah menghadapi dan mengatasi bencana tersebut sehingga meminimalisir potensi terjadinya korban jiwa.

Selain itu, HSSE Manager PDC Bagus Uji Widihartono menyampaikan, “Pelaksanaan pelatihan juga ditujukan untuk memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan perusahaan.”

Bagus mengingatkan, tugas dan tanggung jawab setiap lantai sudah diatur, sehingga setiap pekerja yang bertanggungjawab di situ tidak panik dan langsung paham yang harus dilakukannya ketika terjadi bencana.

Berbagai materi disampaikan saat pelatihan, seperti petunjuk keselamatan dalam ruangan ketika terjadi gempa bumi, klasifikasi bahaya kebakaran, petunjuk pengoperasian alat pemadam api, dan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA).

Dalam pelatihan juga diberikan kesempatan bagi Tim Pemadam dan Penyelamat PDC untuk mempraktikan langsung penggunaan SCBA serta pengoperasian dan pemadaman menggunakan alat pemadam hidran gedung.

Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi terkait teori tentang evakuasi pada saat terjadi gempa bumi, penggunaan hidran gedung serta pengoperasian SCBA. Materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman mendalam mengenai teknik dasar dalam menangani kebakaran dan evakuasi di lingkungan kerja.

Memasuki hari kedua, para peserta melaksanakan praktik langsung dengan dibagi ke dalam 4 kelompok. Mereka diberi kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah dipelajari dengan menggunakan hidran gedung secara langsung. Sesi praktik ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menghadapi situasi kebakaran secara nyata.

Kepala Satuan Tugas Sudin Gulkarmat Matraman Jakarta Timur Iwan Gunawan mengharapkan ke depannya pelatihan semakin giat dilakukan PDC agar dapat meminimalisir terjadinya bencana kebakaran.

“Saya juga mengapresiasi jajaran TOP management PDC yang telah mau berkolaborasi bersama Sudin Gulkarmat Jakarta Timur dalam pelaksanaan kegiatan ini,” jelas Iwan.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PDC dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan para perwira dalam menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan juga menjadi salah satu wujud nyata PDC dalam mendukung budaya keselamatan dan kesehatan kerja serta meningkatkan kompetensi tenaga kerja dalam menghadapi risiko bencana.

Dengan adanya kolaborasi bersama Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, diharapkan para peserta memahami prosedur penanggulangan bencana dengan lebih efektif dan sigap dalam menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja.*

« Previous PageNext Page »

  • vb