Polres Jaksel Didesak Adil! Kuasa Hukum PT PKM

February 22, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Kuasa hukum PT Pilar Kreasi Mandiri (PKM), Hasidah Lipung, meminta Polres Jakarta Selatan (Jaksel) bertindak adil dan profesional dalam menangani kasus yang melibatkan kliennya, PT PKM, dan PT Dinamis Anugrah Nusantara (DAN). Hasidah menegaskan, penetapan tersangka terhadap direksi PT PKM dinilai prematur karena belum didasarkan pada audit yang memadai.

Menurut Hasidah, pokok persoalan dalam kasus ini adalah pencairan cek yang dilakukan PT DAN sebelum memenuhi syarat perjanjian. Dalam perjanjian, pencairan cek hanya boleh dilakukan setelah progres pembangunan mencapai 30%. Namun, PT DAN diketahui mencairkan cek saat progres pembangunan baru mencapai 14,9%, berdasarkan hasil audit konstruksi yang menunjukkan bahwa cek tersebut belum layak dicairkan.

“Kasus ini bermula dari laporan yang diajukan ke Polres Jaksel. Namun, kami menyesalkan keputusan Polres Jaksel yang menetapkan tersangka tanpa melakukan audit yang komprehensif atau memeriksa hasil audit bangunan yang ada. Polres Jaksel juga belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atau melihat langsung kondisi bangunan yang menurut kami belum memenuhi standar kualitas,” ujar Hasidah kepada wartawan, Sabtu (22/2/2025).

Ia menegaskan, proses hukum harus berjalan transparan dan adil, sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku. Hasidah berharap Polres Jaksel mengedepankan bukti objektif dan memperhatikan ketentuan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

“Kami meminta agar proses hukum ini tidak terburu-buru dan dilakukan dengan cermat, sehingga keadilan dapat ditegakkan tanpa ada pihak yang dirugikan,” tambahnya.

Dengan demikian, Hasidah berharap Polres Jaksel dapat mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang diambil dan memastikan bahwa keputusan yang diambil berdasarkan fakta dan bukti yang sah. (**)

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Gelar Simulasi Tanggap Darurat

February 22, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Simulasi pengelolaan situasi gawat darurat di area jalur pipa Nilam – Badak di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara oleh PHSS dan pemangku kepentingan

KUKAR – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) melaksanakan kegiatan simulasi pengelolaan situasi gawat darurat di area jalur pipa Nilam – Badak di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Simulasi ini melibatkan para pemangku kepentingan eksternal di wilayah operasi Perusahaan agar dapat menghasilkan kesiapsiagaan yang maksimal bagi keselamatan masyarakat dan fasilitas operasi PHSS sebagai objek vital nasional (obvitnas).

Simulasi tersebut bertujuan menguji efektivitas Rencana Pengelolaan Situasi Darurat, atau Emergency Management Plan (EMP), yang meliputi pelatihan kesiapsiagaan dan ketanggapan dalam pengelolaan situasi darurat, koordinasi dan alur komunikasi antartim tanggap darurat, pelatihan tim evakuasi, dan pengujian keandalan peralatan dari Emergency Response Team. Kegiatan yang berhasil dijalankan pada 31 Desember 2024 ini melibatkan lebih dari 55 orang.

Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menegaskan komitmen Perusahaan untuk senantiasa menempatkan keselamatan sebagai aspek terpenting dan landasan utama dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis Perusahaan. “Di PHSS, kami meyakini bahwa kinerja keselamatan yang unggul akan mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi dan bisnis migas Perusahaan,” jelasnya.

Menurutnya, komitmen PHSS tidak lepas dari pentingnya  keselamatan dan keamanan aset-aset perusahaan sebagai obvitnas dalam mendukung penyediaan energi guna mendukung kebijakan Asta Cita pemerintah untuk mencapai swasembada energi bagi Indonesia.

Dalam kegiatan ini, skenario simulasi berupa penanganan ledakan dan kebakaran di area jalur pipa akibat kebocoran yang disebabkan kecelakaan kendaraan ringan/ light vehicle (LV) pengangkut sawit yang mengalami kebocoran ban sehingga kendaraan oleng dan menabrak pipa gas. Simulasi ini melatih kesigapan dalam proses mustering dan menggunakan semua peralatan digunakan pada kondisi sebenarnya.

Menurut skenario yang dibuat, kecelakaan LV terjadi pada pukul 09.35 WITA. Respons cepat terhadap situasi darurat dapat diselesaikan pukul 11.05 WITA. Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk menangani kejadian tersebut sekitar 90 menit, termasuk pemadaman api, penyelamatan korban di area kecelakaan dan ledakan, dan evakuasi warga sekitar area kecelakaan. “Simulasi berjalan lancar berdasarkan skenario yang direncakanan,” papar Imam, sapaan akrab Manager PHSS Field tersebut.

Imam pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak terkait yang berkontribusi dan berpartisipasi dalam simulasi ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan eksternal yaitu Pemadam Kebakaran Kecamatan Muara Badak, Babinsa dan Babinkantibmas yang ikut berpartisipasi demi meningkatkan kinerja dan menciptakan budaya selamat di lingkungan Perusahaan dan wilayah sekitarnya,” jelas Imam.

Sementara itu, Budiman Sarwidi selaku Manager HSSE Operations Zona 9 menyebutkan bahwa Perusahaan akan terus meningkatkan kemampuan pekerja di bidang keselamatan untuk memitigasi “human error”. “Kami terus menyediakan pelatihan, pengembangan kemampuan, dan simulasi di bidang keselamatan untuk mengurangi potensi human error,” ujar Budiman. Simulasi ini menurutnya bertujuan meningkatkan awareness semua pihak bahwa setiap orang memiliki peran penting dalam membangun budaya selamat agar zero accident bisa dicapai.

Rangkaian simulasi tersebut dicatat secara terperinci sehingga dapat terus dipelajari dan dikembangkan demi menciptakan sistem keamanan dan respons tanggap darurat yang lebih baik ke depan.*

Kejati Kaltim Gelar Program Jaksa Masuk Sekolah di SMAN 14 Samarinda

February 19, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

Toni Yuswanto, SH, MH – Kasi Penkum pada Asisten Intelijen Kejati Kaltim

SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur melalui Bidang Intelijen melaksanakan kegiatan Penyuluhan hukum melalui program Jaksa Masuk Sekolah kepada para pelajar di SMA Negeri 14 Jalan Rapak Indah, Karang Asam, Samarinda. Rabu (19/2/2025).

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 14 Samarinda List Hartiningsih, M.Pd. dan dihadiri sebanyak 50 (lima puluh) orang siswa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan program Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Tinggi Kaltim, sehingga siswa dapat memahami dan timbul kesadaran hukum di kalangan siswa,” ujarnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini mengangkat tema Generasi Emas Sadar Hukum, yang disampaikan  Kasi Penkum pada Asisten Intelijen Kejati Kaltim Toni Yuswanto, SH, MH dan Kasi II pada Asisten Intelijen Kejati Kaltim Julius Michael Butarbutar, SH.

Peserta Program Jaksa Masuk Sekolah Kejati Kaltim di SMAN 14 Samarinda

“Para pelajar nampak antusias dan aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber seputar permasalahan hukum yang ada disekitarnya terutama mengenai Tugas dan Fungsi Kejaksaan, bahaya Narkotika dan perlindungan anak,” ujar Toni.

Dijelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum generasi muda khususnya para pelajar, dengan memperkenalkan hukum sejak dini diharapkan para pelajar melek akan hukum, dan dapat terhindar dari hukuman.((*/hel)

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Terima Kunjungan Komisi XII DPR RI

February 19, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menerima Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi XII DPR RI, yang membidangi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu (16/02/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari implementasi fungsi pengawasan Komisi XII terhadap kegiatan operasi dan produksi hulu migas di Wilayah Kerja (WK) Sanga Sanga yang dikelola PHSS sebagai operator dan kontraktor bagi Pemerintah Indonesia.

Kunspek Komisi XII DPR RI kali ini dipimpin oleh Aqib Aridansyah. Tampak juga hadir para pejabat Kementerian Lingkungan Hidup, yakni Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Rasio Ridho Sani, Direktur Pengaduan dan Pengawasan Lingkungan Hidup Ardyanto Nugroho, dan Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air Firdaus Alim Damopoli, serta Direktur Teknik dan Lingkungan Migas dari Kementerian ESDM Noor Arifin Muhammad. Selaku tuan rumah, jajaran manajemen PHSS dipimpin langsung oleh Sunaryanto selaku direktur perusahaan.

Kunjungan ini bertujuan memperoleh data dan informasi komprehensif mengenai kinerja PHSS, tantangan yang dihadapi, dan bentuk dukungan yang dibutuhkan, termasuk aspek pengelolaan lingkungan.

“Komisi XII DPR RI siap memberikan dukungan yang diperlukan agar industri migas tetap berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Aqib. Ia menegaskan, Komisi XII juga memiliki fungsi problem-solving, selain fungsi controlling, budgeting, dan legislasi.

Direktur PHSS Sunaryanto menyampaikan, pihaknya berharap kunjungan ini dapat memperkuat hubungan baik antara legislatif dan para pihak terkait pelaksanaan kebijakan pemerintah. “Diskusi yang konstruktif dapat memberikan wawasan baru serta berkontribusi positif bagi kemajuan sektor migas dan pencapaian swasembada energi nasional sesuai dengan Asta Cita pemerintah,” ujarnya.

Pada pertemuan ini, PHSS memaparkan berbagai upaya Perusahaan dalam mendukung produksi migas nasional melalui berbagai terobosan dan inisiatif, antara lain rencana pengeboran sumur pengembangan sebanyak 40–60 sumur per tahun, well intervention dengan sekitar 3.000 pekerjaan per tahun, dan efisiensi sistem kompresi gas. Selain itu, PHSS menerapkan sinergi borderless dengan wilayah kerja (WK) lain di bawah pengelolaan Zona 9 Subholding Pertamina berkaitan program-program terkait operasi maupun eksplorasi dan pengembangan.

Menanggapi pertanyaan terkait laporan masyarakat mengenai kejadian gagal panen kerang dara di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, PHSS menyampaikan keprihatinan atas kejadian pada musim hujan kali ini dan memahami kesulitan yang dirasakan oleh masyarakat yang terdampak di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara.

Selain itu, Perusahaan menghormati dan mendukung sepenuhnya kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah dalam menanggapi kejadian tersebut, serta berharap kerja sama yang erat dari seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung langkah-langkah yang sedang dijalankan serta keputusan yang akan diambil oleh pemerintah.

Sebagai operator aset hulu migas milik negara, PHSS memiliki amanah untuk menjaga kelancaran operasi dan produksi migas sebagai objek vital nasional demi ketahanan energi. Oleh karena itu, PHSS mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan fasilitas obvitnas ini demi kelangsungan operasi dan produksi migas yang berperan penting dalam mendukung kebijakan swasembada energi Indonesia.

Perusahaan berkomitmen untuk terus menjalankan operasi hulu migas yang selamat, andal, dan patuh terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.***

PHSS Tingkatkan Kapasitas Digital dan Manajemen UMKM Warga Desa Handil Terusan

February 17, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

KUKAR – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, pada Kamis, 23 Januari lalu.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong pemasaran digital dan manajemen usaha di kalangan pelaku UMKM, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wanita Mutiara Hanter dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Handil Terusan.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Handil Terusan ini sejalan dengan langkah pengembangan pariwisata kawasan perhutanan sosial melalui Program Pesona Hanter (Pengembangan Ekonomi, Sosial, dan Wisata Desa Handil Terusan).

Head of Communication Relations & CID Zona 9 PHSS, Elis Fauziyah, menyatakan bahwa program itu merupakan inisiatif PHSS dalam pengembangan potensi wisata lokal yang dijalankan melalui kolaborasi dengan LPHD Handil Terusan dan pemerintah desa.

“Kami meyakini bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kolaborasi perusahaan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat,” ujar Elis.

Dikatakan, perusahaan bekerja sama dengan lembaga pendukung dari pemerintah, Bank Indonesia, maupun yayasan swasta lainnya, antara lain Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, Bank Indonesia Kalimantan Timur, dan Yayasan Titian Lestari yang hadir sebagai narasumber.

“Pelatihan ini membantu para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar di luar desa mereka sehingga dapat meningkatkan skala penjualan melalui literasi digital dan kemampuan pengelolaan keuangan,” imbuh Elis.

Pemateri dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara, yakni Kabid Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekraf, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan tentang strategi pemasaran produk UMKM dalam industri pariwisata alam. Sedangkan Manajer Fungsi Pengembangan UMKM Bank Indonesia Kalimantan Timur, Sheila Reswari, memaparkan tentang literasi dan pengelolaan keuangan UMKM. Pemateri dari Yayasan Titian Lestari, Yuyun Kurniawan, membahas tentang peluang dan tantangan pemasaran serta pengembangan jejaring pasar UMKM di era digital.

Para peserta pelatihan menyambut baik kegiatan ini. Sunarti, perwakilan dari UMKM Cake Aina Juga Sabil, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan banyak manfaat bagi para pelaku usaha. “Kegiatan ini memberikan banyak ilmu dan motivasi agar kami bisa semakin berkembang. Kami jadi lebih memahami bagaimana cara memperluas pemasaran melalui media online dan meningkatkan kualitas produk kami,” ujarnya.

Sekretaris Desa Handil Terusan, M. Lukman, juga mengapresiasi inisiatif ini dan berharap ada pendampingan lebih lanjut. “Pelatihan kapasitas UMKM seperti ini sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha untuk memaksimalkan produk mereka. Kami berharap ke depannya ada pendampingan lebih lanjut, minimal dalam pemenuhan kelengkapan administrasi seperti sertifikat halal dan PIRT agar produk mereka semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dony Indrawan, menyampaikan komitmen PHI dan anak perusahaan, termasuk PHSS, untuk terus menjalankan program-program pengembangan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Sebagai salah satu anak usaha PHI, selama bertahun-tahun PHSS telah menjalankan beragam program di sekitar wilayah operasi perusahaan di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan,” jelas Dony.

Menurutnya, PHSS juga mendukung pengembangan UMKM seperti pada pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam mendukung kemandirian UMKM di wilayah tersebut sehingga dapat terus mengembangkan usahanya. “Kami percaya bahwa masyarakat yang mandiri akan turut mendukung keberhasilan dan keberlanjutan operasi migas perusahaan dalam menyediakan energi yang penting bagi pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

Dengan adanya program pelatihan ini, para pelaku UMKM di Desa Handil Terusan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan pasar digital dan mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.*

« Previous PageNext Page »

  • vb