Grup PHI Sertifikatkan Jalur Pipa dan Lokasi Pengeboran Migas

December 23, 2025 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya, yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), dan PT Pertamina EP Zona 9 Tanjung Field, berhasil menuntaskan proses pengurusan Sertipikat Hak Pakai (SHP) Barang Milik Negara (BMN) Hulu Migas.

Penyerahan dokumen sertipikat tanah seluas total lebih dari 572 ribu meter persegi ini dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Tabalong di Surabaya pada 16 Desember 2025.

Pengurusan dokumen tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengamanan aset negara sesuai regulasi yang berlaku.

Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menjelaskan bahwa terdapat 19 Sertipikat Hak Pakai yang diserahkan, mencakup area strategis seperti jalur pipa migas dan lokasi pengeboran.

Menurutnya, pengamanan alas hak atas tanah sangat krusial untuk memastikan kelancaran operasional hulu migas demi menjaga ketahanan energi nasional.

Dokumen sertipikat yang diterbitkan atas nama Pemerintah Republik Indonesia c.q. Kementerian Keuangan ini merupakan bukti kepemilikan sah tertinggi.

Proses sertifikasi dijalankan berdasarkan landasan hukum Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.06/2020 tentang Pengelolaan BMN Hulu Migas. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis dalam menciptakan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

Kepala Subdit Perumusan Kebijakan Kekayaan Negara DJKN, Yoshua Wisnungkara, mengapresiasi kerja keras PHI, SKK Migas, dan jajaran Kantor Pertanahan dalam menyelesaikan proses ini.

Ia berharap kolaborasi lintas instansi ini terus berlanjut agar seluruh aset KKKS memiliki kepastian hukum yang jelas. Senada dengan hal tersebut, Kakanwil BPN Provinsi Kalimantan Timur, Deni Ahmad Hidayat, menambahkan bahwa sertifikasi ini akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Upaya sertifikasi aset yang dilakukan oleh grup PHI ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan aset negara yang bertanggung jawab.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI terus berkomitmen menjalankan operasi migas yang andal dan patuh pada prinsip ESG guna mendukung keberlanjutan produksi migas nasional.

Komitmen PHI Cetak Generasi Muda Kalimantan yang Peduli Lingkungan

December 23, 2025 by  
Filed under Nusantara

Salwa Ladita

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menetapkan 15 putra-putri terbaik Kalimantan sebagai penerima Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK) tahun 2025.

Para penerima beasiswa penuh ini merupakan mahasiswa dari keluarga prasejahtera yang tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan, mencakup Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Salwa Ladita, lulusan SMKN 1 Tarakan yang kini berhasil melanjutkan pendidikan tinggi berkat dukungan penuh dari PHI.

Salwa, yang kini menempuh studi di jurusan Psikologi Universitas Borneo Tarakan (UBT), memiliki tekad kuat untuk menjadi sarjana pertama di keluarganya. Baginya, keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi selama ada kesempatan dan kerja keras.

Dukungan terbesar dari ibu dan neneknya menjadi motivasi utama Salwa saat mengikuti proses seleksi yang ketat, mulai dari penulisan motivation letter hingga sesi wawancara yang membuka cakrawalanya tentang kepedulian lingkungan.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan perhelatan BSBK yang kedua. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda lokal agar mereka dapat menjadi masyarakat yang mandiri dan berwawasan luas.

Selain bantuan biaya UKT dan biaya hidup, para penerima beasiswa juga akan dibekali dengan pengembangan kapasitas, khususnya dalam aksi pelestarian lingkungan.

Para penerima beasiswa saat ini telah memulai perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi mitra, seperti Universitas Mulawarman, Institut Teknologi Kalimantan, hingga Universitas Lambung Mangkurat.

Selama masa studi, mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga diwajibkan mengikuti kegiatan Aksi Sobat Bumi, seperti penanaman mangrove dan edukasi hidup ramah lingkungan di sekolah-sekolah melalui program Desa Energi Berdikari.

Melalui sinergi dengan Pertamina Foundation dan anak perusahaan seperti PHM, PHSS, dan PHKT, PHI terus berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial yang inovatif.

Program BSBK menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di wilayah Kalimantan, sekaligus memastikan bahwa kehadiran industri hulu migas memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan sumber daya manusia di daerah. (*)

PELITA BUWANA, Inovasi Sosial PEP Sangatta Field Lapangan Semberah Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan

December 21, 2025 by  
Filed under Nusantara

Kutai Kartanegara – PT Pertamina EP (PEP) Sangatta Field memperkenalkan inovasi sosial PELITA BUWANA, kependekan dari Pengelolaan Limbah Terintegrasi untuk Budidaya Pertanian Regeneratif dan Wujudkan Ketahanan Pangan. Inovasi tersebut merupakan bagian dari program CSR Perusahaan, yakni ECO-STEP Semberah, sebagai upaya terintegrasi dalam menjawab tantangan kerusakan lahan pertanian, ketergantungan pupuk kimia, risiko kebakaran hutan dan banjir, serta penguatan ketahanan pangan masyarakat di sekitar wilayah operasi PEP Sangatta Field di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kebaruan inovasi sosial PELITA BUWANA menghasilkan dampak ekonomi yang signifikan, antara lain penghematan biaya pembelian pupuk hingga Rp37,5 juta per tahun, penghematan pestisida sebesar Rp18 juta per tahun, serta penghematan media tanam hidroponik sebesar Rp1,5 juta per tahun. Dharma Saputra, selaku Head of Communication Relations & CID Zona 9 yang menaungi PEP Sangatta Field menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk inovasi sosial yang berhasil menciptakan nilai manfaat yang bisa dinikmati bersama.

“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Inovasi sosial kami salah satunya adalah PELITA BUWANA dalam ECO-STEP diharapkan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama atau creating shared value dalam aspek ekonomi, sosial, lingkungan secara terintegrasi,” ujar Dharma Saputra.

Program PELITA BUWANA dikembangkan sebagai respons terhadap menurunnya kualitas tanah akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia secara berlebihan yang menyebabkan tanah menjadi asam, menurunnya kesuburan dan produktivitas lahan, meningkatnya resistensi hama, tingginya biaya produksi, hingga praktik pembakaran lahan untuk pembukaan area pertanian baru yang memperbesar risiko bencana. Inovasi sosial ini turut mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sesuai amanat Asta Cita melalui pengembangan metode pertanian yang berkelanjutan.

PELITA BUWANA berbasis sistem sirkular dengan rantai nilai yang saling terhubung antar-subunit program. Implementasinya melibatkan beberapa kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Tani Wira Karya yang bergerak di pertanian semiorganik, hidroponik, serta pengelolaan depot energi; Kelompok Ternak Idaman yang mengembangkan peternakan ayam pedaging; serta Kelompok Wanita Tani Berseri yang mengelola budidaya jamur tiram. Ketiga subunit itu terhubung dalam satu skema inovasi terpadu yang memanfaatkan limbah sebagai sumber daya baru.

Dalam skema sirkular tersebut, limbah baglog dari budidaya jamur tiram dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak ayam pedaging. Depot energi berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berperan mengolah limbah sawit dan kayu menjadi media tanam jamur dan hidroponik, sekaligus menghidupkan pompa sistem hidroponik. Depot energi ini juga mendukung pertanian semiorganik melalui penyediaan listrik untuk sistem pengairan terpadu dan produksi pestisida nabati berbahan asap cair. Sebaliknya, sektor pertanian semiorganik memperoleh pupuk kandang dari peternakan ayam pedaging untuk diolah menjadi pupuk organik cair, sehingga seluruh proses membentuk ekosistem pertanian regeneratif yang berkelanjutan.

Program ini secara khusus dirancang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan. Sebanyak 12 rumah tangga fakir miskin dilibatkan dalam kegiatan pertanian. Empat lansia berperan dalam pengelolaan sektor hulu hingga hilir pertanian hortikultura dan peternakan ayam pedaging, serta 13 perempuan rawan sosial ekonomi terlibat aktif dalam pertanian hortikultura dan budidaya jamur tiram. Selain itu, sebanyak 160 kepala keluarga di wilayah rawan bencana merasakan manfaat berupa menurunnya potensi kebakaran hutan dan lahan. Secara keseluruhan, program ini menjangkau 30 penerima manfaat langsung dan 620 penerima manfaat tidak langsung.

Melalui PELITA BUWANA, perubahan sistemik juga tercipta di berbagai aspek. Dari sisi intelektual, kelompok telah memiliki legalitas usaha berupa NIB, PIRT, sertifikat halal, dan sertifikat PATEN. Secara individual, masyarakat memiliki kapasitas mengolah limbah pertanian, peternakan, dan limbah sawit menjadi pupuk organik serta pestisida nabati. Dari aspek sosial, kelompok berkembang menjadi pusat pembelajaran melalui learning center pertanian. Secara kultural, dua tradisi lokal, Mapulus dan Tasyukuran Tanam Panen, tetap dilestarikan sebagai bagian dari aktivitas pertanian. Dari sisi lingkungan dan infrastruktur, masyarakat kini mampu mengolah sekitar lima ton limbah per tahun serta 2,4 ton limbah sawit dan kayu, didukung oleh keberadaan PLTS, alat asap cair, alat pengering, rumah budidaya jamur tiram, dan instalasi hidroponik.

Program ini juga dirancang berkelanjutan melalui regenerasi kepemimpinan lokal dengan hadirnya Bapak Choirul Munasikin atau Pak Ahmad, petani hortikultura dengan pengalaman lebih dari 20 tahun yang kini menjadi Ketua Kelompok ECO-STEP. Inovasi ini lahir dari kolaborasi antara Perusahaan dan masyarakat, termasuk peran aktif perempuan seperti Mardiyah dan anggota lainnya dalam penguatan kelompok.

Secara keseluruhan, capaian kompas keberlanjutan (sustainability compass) menunjukkan penurunan biaya kebutuhan pertanian hingga Rp57 juta per tahun, peningkatan pendapatan anggota rata-rata Rp250 ribu per orang per bulan, terbukanya lapangan kerja baru di sektor pertanian dan peternakan, serta terbentuknya pusat berbagi pengetahuan bagi masyarakat Desa Tanah Datar. Dari aspek lingkungan, program ini mampu mengolah 31 ton limbah organik dan 120 kilogram limbah anorganik per tahun. Dari sisi kesejahteraan, 43,3 persen penerima manfaat langsung merupakan perempuan, mencerminkan komitmen PEP Sangatta Field dalam menghadirkan inovasi sosial yang inklusif, berdampak, dan berkelanjutan. (*)

ASPIKOM Lantik Pengurus Wilayah Jabodetabek

December 20, 2025 by  
Filed under Nusantara

Jakarta – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jabodetabek resmi melantik jajaran pengurus baru dalam rangkaian kegiatan bertajuk “The Future of Communication: AI, Media Integrity, and The Knowledge Ecosystem”.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (18/12) di Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta, dan dirangkaikan dengan Seminar Nasional serta Bedah Buku.

Acara tersebut dihadiri Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso sebagai keynote speaker yang sekaligus meninjau pameran kewirausahaan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Kehadiran Menteri Perdagangan menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan peran pendidikan tinggi, khususnya di bidang komunikasi dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.

Dalam kunjungannya, Menteri Perdagangan meninjau satu per satu stan pameran wirausaha mahasiswa yang menampilkan berbagai produk kreatif dan inovatif.

Pameran ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Esa Unggul, Universitas Pakuan, USNI, Universitas Al-Azhar, Universitas Sahid, Unika Atma Jaya, Universitas Pelita Harapan, Universitas Negeri Jakarta, dan London School of Public Relations (LSPR). Produk yang dipamerkan mencakup sektor kuliner, fesyen, kriya, hingga layanan kreatif berbasis media.

Penguatan Sinergi Pemerintah dan Akademisi

Budi Santoso menyampaikan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan akademisi merupakan strategi penting dalam memperkuat pasar dalam negeri sekaligus mendorong UMKM agar siap bersaing di pasar ekspor.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah dalam menjawab tantangan masa depan komunikasi, khususnya terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), integritas media, serta pembangunan ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan.

Ketua ASPIKOM Jabodetabek Dr. Erna Febriani, S.Si., M.Si. menyatakan bahwa melalui pelantikan pengurus baru, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antarperguruan tinggi ilmu komunikasi.

“ASPIKOM menjadi wadah strategis untuk memastikan relevansi pendidikan ilmu komunikasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” jelasnya.

Pandangan Rektor Universitas Esa Unggul

Sementara itu, Rektor Universitas Esa Unggul Arief Kusuma Among Praja menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan kebijakan publik dalam menghadapi tantangan ekonomi dan komunikasi.

“Mahasiswa memiliki peran strategis tidak hanya sebagai akademisi, tetapi juga sebagai bagian dari rantai distribusi dan penggerak produk dalam negeri, termasuk dalam perluasan pasar ekspor UMKM,” ujarnya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti serta penyerahan plakat apresiasi kepada Pengurus ASPIKOM Korwil Jabodetabek periode 2025–2029 yang diketuai Anang Sujoko.

Melalui pelantikan pengurus baru dan rangkaian forum diskusi ini, ASPIKOM Korwil Jabodetabek diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, industri media, dan pemerintah dalam menjawab tantangan komunikasi di era digital, sekaligus menjaga integritas informasi di tengah derasnya arus teknologi. (*)

Pemerintah Percepat Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

December 18, 2025 by  
Filed under Nusantara

Abdul Muhari

Jakarta – Pemerintah pusat menunjukkan langkah nyata dalam melindungi warga yang terdampak bencana alam. Melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), respons cepat dan terintegrasi segera dilakukan untuk menangani banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Aceh.

Tak sampai 24 jam sejak kejadian, BNPB telah menerjunkan tim ke daerah terdampak dan membentuk Satuan Tugas (Satgas) penanganan bencana di masing-masing provinsi. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB dan Sekretaris Utama BNPB dengan kekuatan lebih dari 300 personel sejak masa awal tanggap darurat.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi fokus utama BNPB sejak awal penanganan.

“BNPB memprioritaskan percepatan pemenuhan kebutuhan mendesak warga terdampak, terutama logistik dasar yang dikoordinasikan dalam klaster logistik BNPB,” ujar Abdul Muhari.

Pada pelaksanaan tanggap darurat, BNPB memimpin upaya percepatan penanganan yang difokuskan pada lima sektor utama, yakni pencarian dan evakuasi korban, distribusi logistik dasar, pembukaan dan pemulihan akses transportasi, pemulihan jaringan komunikasi, serta pemenuhan kebutuhan energi masyarakat seperti listrik dan bahan bakar minyak.

Abdul Muhari menambahkan, seluruh unsur pemerintah pusat bersama kementerian dan lembaga terkait terus bekerja secara terpadu untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan penanganan banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut sebagai agenda prioritas nasional.

Hingga memasuki pekan ketiga pascabencana, progres penanganan menunjukkan perkembangan positif. Di Sumatera Barat, proses pemulihan telah mencapai kisaran 70 hingga 80 persen. Sementara itu, Sumatera Utara mulai memasuki tahap pemulihan awal atau early recovery.

Adapun di Aceh, BNPB masih memusatkan perhatian pada fase tanggap darurat di sejumlah wilayah dengan dampak paling berat, di antaranya Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Pidie, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Fokus utama saat ini adalah membuka kembali akses jalan yang terputus akibat bencana.

“Meskipun terdapat beberapa ruas jalan dan jembatan yang belum dapat dilalui, distribusi bantuan logistik tetap berjalan melalui jalur udara. Kondisi tersebut tidak menghalangi pergerakan tim gabungan di lapangan untuk terus melayani masyarakat,” jelas Abdul Muhari.

Ia menegaskan, BNPB akan terus mengoptimalkan seluruh aspek penanganan agar kehidupan dan mata pencaharian warga terdampak dapat segera pulih dan kembali berjalan normal. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1078412
    Users Today : 2128
    Users Yesterday : 4679
    This Year : 14922
    Total Users : 1078412
    Total views : 10604352
    Who's Online : 68
    Your IP Address : 216.73.216.104
    Server Time : 2026-01-04