Sekda Bersama ASN Kukar Ikuti Deteksi Dini Penyakit Paru

September 20, 2024 by  
Filed under Kesehatan

TENGGARONG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar)  H Sunggono membuka kegiatan deteksi dini Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) bertempat di tribun upacara Kantor Bupati Kukar, Kamis (19/9/2024).

Kegiatan yang diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kukar, serta dari unsur TNI dan Polri tersebut diprakarsai Dinas Kesehatan Kukar bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI dengan tema “Hidup Sehat Dimulai Dari Nafas Sehat, Paru-Paru Kuat Sampai Tua”.

H Sunggono pada saat membacakan sambutan Bupati Kukar Edi Damansyah mengatakan, kasus penyakit non infeksi telah mengalami peningkatan dalam kurun waktu tiga dekade terakhir. yang mana pergeseran pola penyakit itu menurutnya tidak terlepas dari adanya perubahan gaya hidup.

Beberapa gaya hidup yang kurang sehat dapat menyebabkan munculnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kurang olahraga, kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, serta pola makan tidak sehat, seperti kebiasaan mengkonsumsi makanan cepat saji, makanan tinggi kolesterol, garam dan gula, dan kurangnya mengkonsumsi sayur dan buah.

Diharapkan para peserta deteksi dini PPOK dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik sebagai bekal dalam mencegah PTM, serta mensosialisasikannya kepada keluarga, teman kantor, dan masyarakat disekitarnya.

“Ini merupakan upaya promotif dan preventif yang difokuskan pada pengendalian faktor resiko melalui deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular, ” ucapnya

Sunggono menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Kukar serta seluruh tenaga kesehatan yang ada atas peran aktifnya melakukan upaya pencegahan PTM.

“Saya sampaikan pula ucapan terimakasih kepada pihak swasta dan masyarakat atas partisipasi aktifnya dalam proses pembangunan kesehatan di Kukar. saya berharap partisipasi dan kerjasama yang baik ini akan terus berlanjut untuk terus mendukung pembangunan di Kukar pada segala bidang, ” harapnya. (kk07)

Pemkab Kukar Apresiasi Pendonor Terbanyak

September 15, 2024 by  
Filed under Kesehatan

TENGGARONG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Palang Merah Indonesia ke-79 di Kutai Kartanegara (Kukar) diisi dengan kegiatan senam bersama dan aksi donor darah di lapangan parkir pendopo Bupati Kukar, Minggu (15/9/2024).

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, PMI Kukar juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, yakni antara lain cek tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kukar Maslianawati Edi Damansyah mengucapkan selamat mengikuti rangkaian kegiatan HUT PMI pada masyarakat.

“Selamat mengikuti kegiatan ini, Jangan takut mendonorkan darah selain juga bermanfaat untuk kesehatan juga tentunya sangat membantu masyarakat yang membutuhkan darah,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kukar Sunggono juga  mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi PMI Kukar selama kepemimpinan Ismed telah banyak memberikan kemajuan dalam memenuhi keperluan darah masyarakat.

Sunggomo juga mengapresiasi para pendonor darah yang telah suka rela memberikan darahnya untuk kepentingan masyarakat. Pemkab melalui PMI Kukar pada kesempatan itu memberikan hadiah umroh untuk dua orang pendonor terbanyak salah satunya mantan Staf Ahli Bupati Kukar Otoy Usman.

Acara juga dimeriahkan dengan pembagian hadiah door prize bagi yang beruntung. (kk04)

Bupati Kukar Resmikan Pusban Amborawang Darat

September 12, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMBOJA BARAT – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meresmikan Puskesmas Pembantu (Pusban) Amborawang Darat di Kecamatan Samboja Barat, Selasa (10/9/24).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan juga dilakukan Monitoring Pelaksanaan Intervensi Penanganan Gizi Spesifik pada Balita dengan Permasalahan Gizi yang dilakukan Pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak.

Bupati Kukar Edi Damansyah dan Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin juga sempat memberikan tambahan makanan lokal kepada balita yang datang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Dalam arahannya Edi Damansyah menjelaskan Puskesmas Pembantu memiliki peran yang sangat penting dan strategis karena merupakan fasilitas kesehatan pada garda terdepan yang berada di desa ataupun kelurahan.

Ia mengatakan acara itu bukan hanya pengguntingan pita semata tetapi ini adalah bentuk menyatukan komitmen mulai dari jajaran pemerintah Kabupaten hingga jajaran pemerintah Desa/kelurahan.

Bukan hanya fisik yang harus dibangun tambah Edi, tetapi juga sumber daya manusia-nya juga harus disiapkan dengan baik dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat karena saat ini fasilitas telah dipenuhi tinggal bagaimana SDMnya di perkuat dan terus berbenah agar masyarakat puas akan kinerja pelayanan kesehatan.

Edi juga meminta kepada kepala puskesmas harus sering mengunjungi anaknya yaitu puskesmas pembantu.

“Jangan sampai terlantar, urus baik-baik dan jangan sampai dilupakan dan dimaksimalkan keberadaannya karena Puskesmas pembantu dan Puskesmas menjadi salah satu garda terdepan penanganan kesehatan masyarakat,”ungkapnya.

Selain itu Edi juga menyoroti masalah penanganan stunting. Menurutnya semua pihak harus bersinergi untuk menanganinya.

Edi juga meminta kepada puskesmas dan kader PKK untuk terus bersinergi dalam memberikan Makanan tambahan lokal kepada balita di wilayah kerjanya.

“Teruslah berinovasi agar angka stunting bisa terus turun di Kutai Kartanegara dan jangan lupa orang tua balita juga harus diberikan edukasi agar paham bagaimana membidik dan menangani kesehatan anak”imbuhnya.(kk08)

Cegah Rabies, Kucing dan Anjing Perlu Divaksinasi

September 6, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Timur (Kaltim), Fahmi Himawan menyampaikan, kucing dan anjing merupakan hewan utama penyebab penularan rabies di wilayah tersebut. Meski kedua hewan ini dikenal sebagai peliharaan yang lucu, penting untuk memastikan mereka divaksinasi guna mencegah penularan rabies kepada manusia.

“Kucing dan anjing memang hewan yang lucu dan sering menjadi teman sehari-hari, namun jangan lupa untuk memberikan vaksin rabies. Dengan begitu, hewan sehat dan kita sebagai pemilik pun selamat dari risiko rabies,” ujarnya di Samarinda, Jumat (6/9/2024)

Ia juga mengungkapkan, meski di Kaltim belum ada kasus kematian akibat rabies, langkah-langkah pencegahan telah dilakukan secara intensif. Penanganan kasus rabies di Kaltim dilakukan secara kolaboratif antara Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan, dengan vaksinasi terhadap hewan serta pemberian suntikan VAR (Vaksin Anti Rabies) dan SAR (Serum Anti Rabies) bagi korban gigitan.

“Tim kami selalu sigap melakukan penanganan jika ada laporan gigitan hewan yang diduga terinfeksi rabies. Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan vaksin atau suntikan VAR dan SAR kepada manusia yang terkena gigitan. Ini penting untuk mencegah penyebaran rabies lebih lanjut,” jelasnya.

Beberapa kasus rabies telah terjadi di Kaltim sejak tahun 2022, dengan insiden pada hewan kucing dan anjing di beberapa kota. Di antaranya, kasus rabies pada kucing terjadi di Samarinda pada 2022 dan 2023, serta di Balikpapan pada 2023. Selain itu, kasus rabies pada anjing juga terdeteksi di Kutai Barat pada 2023, serta di Samarinda dan Kutai Timur pada 2024.

“Kucing dan anjing yang terinfeksi rabies biasanya akan mati dalam waktu 14 hari setelah terinfeksi. Namun, bahaya terbesar adalah ketika hewan tersebut menggigit atau berinteraksi dengan manusia, karena rabies bisa menular dan mengancam nyawa,” ujarnya.

Rabies disebabkan oleh virus Lyssavirus dari golongan Rhabdoviridae, yang menyerang sistem saraf pusat pada manusia dan hewan berdarah panas. Penyakit ini sangat berbahaya karena bersifat menular dan dapat ditularkan melalui gigitan atau garukan hewan yang terinfeksi.

“Masa inkubasi rabies pada manusia setelah digigit tergantung pada letak gigitan tersebut. Semakin dekat lokasi gigitan dengan susunan saraf pusat, maka virus akan menyebar lebih cepat ke otak. Jika tidak segera ditangani, rabies bisa sangat mematikan,” terangnya.

Untuk itu, masyarakat Kaltim diimbau untuk selalu waspada dan memastikan hewan peliharaan mereka divaksinasi rabies secara berkala. Selain itu, apabila terjadi gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies, segera laporkan ke petugas kesehatan agar dapat dilakukan penanganan cepat. (yud)

Dinas Peternakan Kaltim Gelar Bimtek Kader Siaga Rabies (Kasira)

September 4, 2024 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Dinas Peternakan dan Hewan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Siaga Rabies (Kasira). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Midtown, Jalan Hasan Basri, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Pada Rabu (4/9/2024).

Kepala Dinas Peternakan dan Hewan Kaltim, Fahmi Himawan menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan rabies. Ia berharap, terbentuknya Kader Siaga Rabies di setiap wilayah dapat meminimalisir kasus rabies serta penanganannya menjadi lebih cepat dan efektif.

Kepala dinas peternakan, Fahmi Himawan (kiri) dan Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Drh. Nuryani Zainuddin (kanan)

Sementara itu Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam paparannya menyampaikan, rabies masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat, khususnya di daerah dengan populasi hewan penular rabies yang tinggi. Ia juga menekankan pentingnya vaksinasi massal bagi hewan penular rabies dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya penyakit ini.

Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Kasira dalam menangani dan mencegah penyebaran rabies di wilayah Kalimantan Timur. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb