RSUD Pratama Sepaku Dapat DAK Rp20 Miliar

April 8, 2023 by  
Filed under Kesehatan

dr. Jansje Grace Makisurat

PENAJAM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di tahun 2023 ini, mendapat kebagian Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Bantuan anggaran digelontorkan untuk meningkatkan fasilitas kesehatan RSUD Pratama. Karena seiring berjalannya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah tersebut.

“Anggaran peningkatan fasilitas kesehatan RSUD Pratama Sepaku dari DAK (dana alokasi khusus) Kemenkes,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU dr. Jansje Grace Makisurat, Sabtu (8/4/2023) kemarin.

Dijelaskan dr. Grace, pada tahun ini RSUD Pratama Sepaku menerima anggaran senilai Rp20 miliar. Peruntukan dari angka tersebut Rp12 miliar membangun pembangunan fisik dan Rp8 miliar untuk alat kesehatan.

Selain untuk melayani masyarakat lokal, nantinya rumah sakit tersebut juga dipersiapkan untuk pekerjaan pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara. Rencananya, RSUD Pratama Sepaku itu akan memiliki status rumah sakit tipe c dan dijadikan rumah sakit trauma center di IKN Nusantara.

“Rumah sakit trauma center ini digunakan untuk menangani pasien khusus kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja dan lainnya,” ucapnya.

Grace juga menjelaskan jika Rumah sakit trauma center melayani pasien seperti kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, patah tulang luka, terutama pekerja pembangunan infrastruktur IKN Indonesia baru.  Kemenkes berencana mengubah perencanaan RSUD Pratama Sepaku dengan kapasitas layanan yang memadai. Pasalnya, fasilitas RSUD Pratama Sepaku belum memadai untuk pelayanan kesehatan bagi pekerja pembangunan infrastruktur di IKN Nusantara.

Selain mendapatkan anggaran senilai Rp20 miliar deri DAK, RSUD Pratama Sepaku juga akan kembali mendapatkan penambahan anggaran pembangunan fisik dan alat kesehatan dari Kemenkes Rp115 miliar.

“Anggaran tersebut untuk penambahan gedung Rp80 miliar dan Rp35 miliar untuk alat kesehatan,” pungkasnya. (*/ADV)

PDGI Malang Raya Gelar Family Gathering dan Talkshow

February 12, 2023 by  
Filed under Kesehatan

BATU– Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Malang Raya menggelar Family Gathering, Senam dan Talkshow dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 PDGI yang jatuh pada 24 Januari, dipusatkan di Graha Pancasila, Minggu (12/02/2023).

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) PDGI Malang Raya, drg. Kartika Trisulandari,  menjelaskan  sesuai tema HUT ” Peran PDGI dalam Transformasi Kesehatan Menghadapi Tantangan Global”, maka PDGI tidak boleh tinggal diam dan harus selalu mengikuti era digital dalam pelayanan kepada masyarakat.

Acara Peringatan HUT PDGI yang ke-73 ini konsepnya family gathering, yaitu menyambung silaturrahmi dan keakraban. Namun, sekaligus juga meng-upgrade ilmu kita melalui seminar/talkshow. Isi talkshow-nya terkait transformasi digital yang bisa dipraktekkan untuk dokter gigi.

Sementara itu Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, menyoroti tentang pentingnya sosialisasi tentang kesehatan gigi kepada masyarakat.  Ia  berharap adanya PDGI terus memberikan banyak manfaat ke depan, akan terjalin komunikasi antara dokter gigi dan masyarakat. Dokter gigi terus memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami harap PDGI terus bersinergi dengan pemerintah, apalagi Kepala Dinas Kesehatan kami adalah Ketua PDGI cabang Malang,” kata Aries. (bs)

Masih Ada Daerah Zona Merah Stunting di Jawa Timur

January 26, 2023 by  
Filed under Kesehatan

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachin

BATU– Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachin menegaskan data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 mencapai 23,5%. Di antara data tersebut, Kota Mojokerto tercatat menjadi daerah dengan problem stunting terendah, yakni di angka 6,9%. Sementara Kota Batu memiliki prevalensi Stunting 14 %.  Hal itu diungkapkan kepada awak media, usai melantik Ketua TP PKK Kota Batu, Kamis (26/1/2023 ).

Disebutkan, di Jawa Timur ada 4 kabupaten yang masuk zona merah stunting. yakni yang memiliki angka prevalensi stunting di atas 30%. Tingginya angka prevalensi stunting setiap daerah mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. Wilayah kota biasanya memiliki prevelensi yang rendah.

Diakui, Bangkalan dan Pamekasan awalnya memiliki angka tinggi, kini mulai ada penurunan, berkat penemuan baru dengan bekerja bersama-sama setiap OPD yang ada dengan menyatukan program dan kadernya PKK turun bersama membina masyarakat.

“Bangkalan 38,9%, Pamekasan 38,7%, Bondowoso 37,0%, dan Lumajang 30,1%. Kalau saya lihat variabel yang ada, rata-rata (disebabkan oleh) lingkungannya,” kata Arumi.

Arumi berharap hasil dicapai kedua daerah ini mampu dicontoh daerah lainnya untuk bersama-sama mengatasi stunting secara gotong royong antara OPD dan kader PKK turun ke masyarakat . Salah satu faktor tingginya angka stunting di sejumlah daerah di Jatim itu karena jamban yang tidak layak. Kemudian kurangnya air bersih di daerah juga menjadi salah satu faktor.

Menurutnya, mengubah habbit tidak mudah, ada kebiasan sebagai contoh ayah atau ibunya peternak sapi,sementara sapinya harus diperah mulai dari pagi sedangkan diwaktu bersamaan waktunya anak sarapan untuk pergi ke sekolah. Jadi banyak anak yang justru di daerah yang banyak susunya, angka stuntingnya tinggi, karena pada pagi hari mereka lebih dari 50 % tidak sarapan.

“Tapi setiap daerah berbeda kasusnya ,“ papar Arumi.

Menurut Arumi, sebaran tingginya angka stunting diwarnai dipengaruhi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun, beberapa daerah juga berhasil menekan angka stunting dengan berbagai inovasinya. Kabupaten Ngawi,  Kota Batu, Trenggalek, inovasinya bagus dan (mampu) mengatasi masalah. Artinya inovasi dan terobosan itu penting.

Saat ini, total angka stunting di Jawa Timur sebanyak 23%. Sedangkan angka stunting nasional sebesar 24,4%. Jawa Timur menargetkan, pada 2024 mendatang angka stunting secara nasional turun setidaknya sampai di angka 13,50%.

Menurut data BKKBN RI di Jawa Timur daerah zona merah Stunting tersebar di 18 Kota – Kabupaten, sedangkan zona kuning stunting dengan prevalensi 20%-30%  ada 5 kota dan Kabupatenn yakni  Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Nganjuk. Sementara zona Hijau Stunting ada 15 Kabupaten dan Kota yang mempunyai angka prevalensi stunting 10%-20% di Jatim. Yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Trenggalek, dan Kota Batu.

Arumi menyebutkan dampak terburuk dari Stunting, 20 tahun dari sekarang yang masih usia pertumbuhan akan menjadi beban negara. Karena anak-anak yang stunting bukan karena pendeknya tetapi kualitas hidupnya sangat rendah artinya gampang terkena penyakit, pertumbuhan kurang maksimal, satu sisi pertumbuhan cognitif karena pada pertumbuhan tidak ada nutrisi yang mencukupi sehingga pembentukan otak dan logika berpikir sangat dibawah rata-rata. (bs).

Kaltim Juara Dua dan Harapan Satu Lomba Lompat Tali Jantung Sehat Seri II

December 18, 2022 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA — Dua regu wakil Kaltim pada Lomba Lompat Tali Jantung Sehat Seri II berhasil menjadi pemenang. Regu satu berhasil menjadi juara dua dengan total nilai 1.939 dan regu dia menjadi juara harapan satu dengan total nilai 1.922,5 dari 12 peserta berpartisipasi se Indonesia.

“Terima kasih dan apresiasi tinggi atas kerjasama baik hingga capaian yang terbaik di ajang nasional lomba lompat tali jantung sehat yang diselenggarakan Yayasan Jantung Indonesia Pusat,” ujar Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kaltim Zainuddin Fanani yang secara khusus hadir menyaksikan lomba, di Kantor Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kaltim, Sabtu (17/12/2022).

Dia menilai capaian prestasi membanggakan tersebut tidak lain buah kerja keras dan kerjasama pengurus, pelatih, dan anak-anak peserta lomba.

Tidak terkecuali orang tua peserta lomba yang mendampingi anak-anaknya berlatih mempersiapkan diri mengikuti lomba.

“Kepada para pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kaltim yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh sejak awal persiapan hingga penyelenggaraan lomba terima kasih dan penghargaan atas semua support yg telah diberikan. Semoga semuanya menjadi amal jariah bagi kita semua,” ucapnya.

Sebagai penghargaan, peserta lomba nantinya akan dihadirkan pada puncak peringatan Hari Jadi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Kaltim pada akhir Desember ini. Rencana kegiatan akan dihadirkan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Zainuddin Fanani menyaksikan lomba didampingi Wakil Ketua Achmadi, serta pengurus lainnya seperti Sihabudin.

Lomba sendiri dimenangkan Lampung Group 2 juara satu, Kaltim Group 1 juara dua, DKI Jakarta Group 1 juara tiga, Kaltim Group 2 harapan satu, Lampung Group 1 harapan dua, serta Jawa Barat Group 1 harapan tiga. (am)

IAI – Balai Besar POM Samarinda Bahas Bisfenol-A

December 7, 2022 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Samarinda bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Samarinda, menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Hotel Aston Samarinda, Rabu (7/12/2022)

Ketua PC IAI Samarinda apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc. sekaligus ketua panitia kegiatan mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan informasi terkait bahaya Bisfenol-A (BPA) yang merupakan bahan atau monomer dalam produksi plastik Polikarbonat (PC) dan resin epoksi. BPA memang memiliki fungsi menjadikan plastik kuat, mudah dibentuk dan tahan panas. Namun rentan tercerai akibat terpaan panas dan gesekan, dan bermigrasi ke air, sehingga berdampak pada kesehatan.

Kepala Balai Besar POM di Samarinda, apt Drs Sem Lapik MSc, menyampaikan, dampak dan akibat dari keberadaan kandungan BPA di dalam air minum dalam kemasan (AMDK) mungkin tidak dirasakan saat ini. Dampak BPA akan muncul dalam masa-masa ke depan, terutama berdampak ke anak-anak dan kaum perempuan, sehingga harus diantisipasi dan dicegah sejak dini. Perlu upaya dan sinergisitas dengan stakeholder dalam rangka meningkatkan pengawasan dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat serta menjamin perdagangan yang jujur dan bertanggung jawab.

Ketua PD IAI Kaltim apt. Arsyik Ibrahim, M.Si. menyambut baik kegiatan ini sebagai upaya preventif dan edukasi pada masyarakat yang nantinya akan dihasilkan rekomendasi terbaik dari forum group discussion ini. Mengingat kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama.

Kegiatan menghadirkan 4 narasumber, yaitu: apt. Anisyah, S.Si., MP sebagai Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM RI, dr. Muh. Anggit Nugroho, SpOG yang juga dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Samarinda, dr. Diane Meytha Supit, SpA (K) Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalimantan Timur) dan apt. Fajar Prasetya, M.Si., PhD. sebagai Founder PT. Fajar Biofarmaka Nusantara, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, dipandu moderator apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc.

Semua Pemateri menyampaikan pesan akan bahaya dari kontaminasi atau cemaran dari Bisphenol A (BPA) dari perspektif bidang keahlian mereka masing-masing. Sosialisasi terhadap bahaya BPA ini semakin memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa ancaman yang mungkin terjadi pada saat ini dan masa mendatang jika potensi masalah BPA ini tidak dilakukan pengendalian yang tepat. Secara umum pengaruh BPA dari sisi kesehatan dan aspek kimia farmasi yaitu terjadi pelepasan atau migrasi partikel BPA ke makanan atau minuman yang bersinggungan langsung dengan kemasan primer, sehingga partikel BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman tersebut. Berisiko pada berbagai penyakit berkaitan gangguan endokrin, yaitu gangguan pada hormonal sistem, perkembangan saraf, dan mental pada anak-anak.

Rekomedasi, untuk upaya pengawalan keamanan pangan bagi masyarakat ini pihak Perguruan Tinggi Farmasi, Organisasi Profesi Kesehatan, dan Balai Besar POM di Samarinda berkomitmen melakukan kegiatan pengabdian masyarakat untuk membangun penyadaran melalui komunitas – komunitas, dan masyarakat, termasuk dilakukannya edukasi dan peningkatan kesadaran pada masyarakat untuk memilih produk makanan dan minuman yang kemasannya bebas BPA.

Rekomendasi berikutnya, perlu dilakukan pendampingan terhadap produsen makanan dan minuman untuk menghasilkan produk yang aman bagi kesehatan, dalam meningkatkan customer awareness serta produsen makanan memiliki ijin edar juga diwajibkan berkomitmen dan bertanggungjawab dalam menjamin keamanan produknya dengan melakukan studi pasca edar terkait migrasi BPA. Terakhir, dukungan terhadap Balai POM untuk melakukan regulatory lewat labelisasi BPA pada kemasan.

Hadir pada kegiatan tersebut yang menjadi audience yaitu Perguruan Tinggi Farmasi di Kaltim yaitu: Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT), Fakultas Farmasi UNU, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dirgahayu Samarinda, juga Dinkes Prov Kaltim, Dinkes Kota Samarinda, PD IAI Kaltim, beberapa ketua PC IAI di Kaltim, Himpunan Seminat Farmasi (Hisfarsi, Hisfardis, Hisfarkesmas, dan Hisfarma), LPPOM MUI Kaltim, BM Kimia Farma Apotek Samarinda dan Badan penyelesaian sengketa konsumen provinsi Kaltim, serta sejumlah Organisasi Profesi Kesehatan Kota Samarinda seperti IDI, PDGI, PPNI, IBI dan IAKMI. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb