Jhon ODGJ Korban Laka Tabrak Lari, Kini Ditampung di Rumah Singgah Biru

February 7, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Senin malam (30/1/2023) sekitar pukul 20.15 wita tersebar di group relawan adanya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tertabrak kendaraan yang tidak punya rasa tanggung jawab karena korban ditinggal begitu saja di pinggir jalan sekitar taman lampion garden di kawasan jalan Slamet Riyadi Karangasam Samarinda.

“Korban yang ditangani relawan LSM Pawang untuk pertolongan pertamanya pada saat itu kebingungan harus dibawa kemana, dan akhirnya menggunakan ambulans pink milik LSM Pawang di bawa ke rumah sakit umum daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda (RSUD AWS),” ungkap Joko Iswanto ketua Info Taruna Samarinda (ITS).

Ia mengungkapkan, pihak relawan awalnya kebingungan, mau dirujuk kemana orang ini setelah ditangani di TKP, mengingat karena adanya fraktur (patah) di kaki dan tangan, dan akhirnya kami putuskan dibawa ke RSUD AWS.

“Pada saat itu untuk koordinasi cepat penentuan dibawa kemana masing belum konek. Namun demikian Alhamdulillah dari TKSK Dinas Sosial Kota Samarinda hadir saat sudah di UGD RSUD AWS untuk membantu kepengurusan administrasi dan menghandle segala keperluan korban yang kami bawa,” kata Jokis.

Sementara itu, Syarifah Halimah Tussa’di, staf Dinas Sosial Kota Samarinda melalui pesan singkat whatapps kepada media ini mengungkapkan jika ada terjadi kejadian penyandang sosial harus dibawa ke rumah sakit untuk wilayah Samarinda seharusnya dibawa ke RSUD IA Moeis di Samarinda Seberang, karena Dinas Sosial Kota Samarinda kerjasamanya dengan RSUD IA Moeis. Namun karena ini kodisi kecelakaan sehingga tidak masalah dibawa ke rumah sakit yang lain.

Selama perawatan di rumah sakit yang membantu menjaga dan menyiapkan keperluan korban dihandle Darnawati Sarnawati relawan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) wilayah Air Hitam Dinas Sosial Kota Samarinda.

“Wilayah saya di kelurahan Air Hitam, namun saya sering bantu walaupun kejadiannya tidak masuk di wilayah Air Hitam. Bagaimanapun beliau manusia yang harus dibantu,” kata Darnawati, saat di ruang Ester RSUD AWS, Senin sore, 6 Februari 2023.

Setelah dirawat selama 7 hari di ruang Ester RSUD AWS, korban laka yang mengaku bernama Yohanes Effendy Usfunan alias Jhon (ODGJ) akhirnya diperbolehkan keluar rumah sakit, dan atas lobby Darnawati Sarnawati akhirnya dibawa ke rumah “biru” singgah milik H. Sasa di jalan Bhinneka Sungai Pinang.

Diungkapkan Darnawati Sarnawati, semua biaya perawatan di rumah sakit pihak Dinas Sosial Kota Samarinda yang menjamin, namun untuk keperluan korban di rumah sakit seperti Pampers, air minum terpaksa Darnawati harus merogoh kocek sendiri.

Darnawati Sarnawati PSM Air Hitam saat menunggu Jhon, ODGJ korban Laka.

“Biaya rumah sakit dinas yang nanggung pak, tetapi untuk keperluan pribadi korban selama di rawat kami-kami dari PSM yang harus menggunakan uang pribadi,”  ungkap Darnawati.

Saat ditemui media ini menjelang dibawa keluar dari rumah Sakit cukup nyambung diajak bicara, korban mengaku bernama Jhon, berasal dari Desa Nunmafo kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Beliau kalau ditanya kadang nyambung, kadang ngebleng, dan ada bajunya yang dipakai saat kecelakaan sudah lusuh, robek-robek tidak mau sama sekali dilepas, dipegangnya saja dalam bungkus plastik transparan,” ungkap Darnawati.

Dengan dibantu relawan ambulance PWI Kaltim Peduli, Jhon dibawa dari rumah sakit Abdul Wahab Sjahranie menuju ke rumah singgah, sekitar pukul 15.00, Senin, 6 Februari 2023.

“Kami sudah koordinasi dengan dinas sosial di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) benar Jhon warga sana, dan masih ada keturunan bangsawan di sana. Jadi pada saat kami konfirmasi cepat respon dari dinas sosial TTU mencari keluarganya, Namun informasi yang kami dapat sejak bekerja di Surabaya ada terganggu kejiwaannya. Dan sebenarnya jika ditangani dengan serius InsyaAllah bisa sembuh dan normal kembali kejiwaannya,” Jelas Darnawati.

Diungkapkan Darnawati Sambil menunggu pihak keluarga yang menjemput, sementara Jhon dititipkan di rumah singgah “biru”. Sudah ada konfirmasi dari keluarganya yang di Kalimantan Barat akan menjemput ke Samarinda untuk selanjutnya dibawa pulang ke kampung halaman di Nunmafo kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

“Kami uruskan surat keterangan laik terbang dari dokter yang menangani. Semoga saja keluarganya bisa cepat sampai di Samarinda,” harap Darnawati Sarnawati PSM kelurahan Air Hitam yang membantu merawat Jhon selama di RSUD AWS. (mun)

Relawan Kecamatan Long Ikis Galang Dana Bantu Keluarga Jamariah

January 29, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

LONG IKIS –  Meski di tengah gerimis mengguyur kecamatan Long Ikis namun tidak menyurutkan niat para relawan di Kabupaten Paser untuk menjalani misi sosial penggalangan dana membantu ibu Jamariah, warga tidak mampu dari Desa Sawit Jaya kecamatan Long Ikis penderita gagal ginjal yang harus rutin cuci darah dan sampai saat ini masih dirawat di RS Penglima Sebaya Tanah Grogot.

Kegiatan penggalangan dana yang digelar  di depan kantor Polsek Long Ikis di poros jalan Negara Long Ikis – Penajam dilaksanakan gabungan relawan dari Persatuan Driver Ambulance se Kabupaten Paser, Lembaga Persatuan Adat Paser kecamatan Long Ikis, dan MPA (Mastarakat Peduli Api) kecamatan Long Ikis, dan para relawan dari beberapa lembaga di Kecamatan Long Ikis, minggu (29/1/2023).

Dalam Aksi penggalangan dana yang dihadiri Kapolsek Long Ikis AKP. Hermawan, SH, MH, berlangsung guyub. “Teruslah berbuat demi menciptakan nilai kebersamaan dan kondusifitas di kecamatan Long Ikis,” ucap Hermawan.

Sementara itu Ketua Persatuan Driver Ambulance Kabupaten Paser, Fauzan Taufikurrahman, menyampaikan  gerakan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama dan semoga menjadi motivasi bagi seluruh warga Kabupaten Paser pada umumnya untuk berbagi meski kami melakukan di tengah gerimis.

“Kami mohon maaf jika perjalanan para pengguna jalan hari ini sedikit terganggu oleh kegiatan kami dan kami melihat sungguh antusias sekali warga yang menyisihkan rezekinya,” ucap Fauzan seraya berharap semoga kegiatan ini menjadi berkah.

Ia mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh organisasi  yg terlibat seperti LPAP kecamatan Long Ikis, MPA kecamaran Long Ikis  ikut peduli ini merupakan contoh yg sangat baik, demi menciptakan kondisifitas di kecamatan Long Ikis.

Sementara itu Jamrun Aktifis Penggerak Sosial  kecamatan Long Ikis yang selama ini mendampingi ibu Jamariah menyampaikan bahwa hingga saat ini kondisi ibu Jamariah masih belum ada perkembangan, dan masih di rawat di ruang Penyakit Dalam RSUD Pangeran Sebaya Tanah Grogot.

Dijelaskan, Jamariah selama 2 bulan ini menderita sakit dan divonis gagal ginjal sehingga mengharuskan menjalani cuci darah ruti selama sebulan terakhir ini. Semasa sehatnya ibu Jamariah hanya bekerja serabutan, karena dia harus menghidupi anaknya yang berjumlah 3 orang dan masih sekolah semua. Sehingga apa saja dikerjakan yang penting halal dan bisa menghidupi anak-anaknya yang masih sekolah.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan ijin dari Muspika kecamatan Long Ikis sehingga kegiatan kami bisa berjalan sebagaimana yang kami harapkan,” jelas Jamrun.(mun)

Masih Ada Daerah Zona Merah Stunting di Jawa Timur

January 26, 2023 by  
Filed under Kesehatan

Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachin

BATU– Ketua TP PKK Jawa Timur Arumi Bachin menegaskan data problem stunting di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2021 mencapai 23,5%. Di antara data tersebut, Kota Mojokerto tercatat menjadi daerah dengan problem stunting terendah, yakni di angka 6,9%. Sementara Kota Batu memiliki prevalensi Stunting 14 %.  Hal itu diungkapkan kepada awak media, usai melantik Ketua TP PKK Kota Batu, Kamis (26/1/2023 ).

Disebutkan, di Jawa Timur ada 4 kabupaten yang masuk zona merah stunting. yakni yang memiliki angka prevalensi stunting di atas 30%. Tingginya angka prevalensi stunting setiap daerah mempunyai permasalahan yang berbeda-beda. Wilayah kota biasanya memiliki prevelensi yang rendah.

Diakui, Bangkalan dan Pamekasan awalnya memiliki angka tinggi, kini mulai ada penurunan, berkat penemuan baru dengan bekerja bersama-sama setiap OPD yang ada dengan menyatukan program dan kadernya PKK turun bersama membina masyarakat.

“Bangkalan 38,9%, Pamekasan 38,7%, Bondowoso 37,0%, dan Lumajang 30,1%. Kalau saya lihat variabel yang ada, rata-rata (disebabkan oleh) lingkungannya,” kata Arumi.

Arumi berharap hasil dicapai kedua daerah ini mampu dicontoh daerah lainnya untuk bersama-sama mengatasi stunting secara gotong royong antara OPD dan kader PKK turun ke masyarakat . Salah satu faktor tingginya angka stunting di sejumlah daerah di Jatim itu karena jamban yang tidak layak. Kemudian kurangnya air bersih di daerah juga menjadi salah satu faktor.

Menurutnya, mengubah habbit tidak mudah, ada kebiasan sebagai contoh ayah atau ibunya peternak sapi,sementara sapinya harus diperah mulai dari pagi sedangkan diwaktu bersamaan waktunya anak sarapan untuk pergi ke sekolah. Jadi banyak anak yang justru di daerah yang banyak susunya, angka stuntingnya tinggi, karena pada pagi hari mereka lebih dari 50 % tidak sarapan.

“Tapi setiap daerah berbeda kasusnya ,“ papar Arumi.

Menurut Arumi, sebaran tingginya angka stunting diwarnai dipengaruhi lingkungan, sosial, dan ekonomi. Namun, beberapa daerah juga berhasil menekan angka stunting dengan berbagai inovasinya. Kabupaten Ngawi,  Kota Batu, Trenggalek, inovasinya bagus dan (mampu) mengatasi masalah. Artinya inovasi dan terobosan itu penting.

Saat ini, total angka stunting di Jawa Timur sebanyak 23%. Sedangkan angka stunting nasional sebesar 24,4%. Jawa Timur menargetkan, pada 2024 mendatang angka stunting secara nasional turun setidaknya sampai di angka 13,50%.

Menurut data BKKBN RI di Jawa Timur daerah zona merah Stunting tersebar di 18 Kota – Kabupaten, sedangkan zona kuning stunting dengan prevalensi 20%-30%  ada 5 kota dan Kabupatenn yakni  Kabupaten Sumenep, Kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Nganjuk. Sementara zona Hijau Stunting ada 15 Kabupaten dan Kota yang mempunyai angka prevalensi stunting 10%-20% di Jatim. Yaitu Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Probolinggo, Trenggalek, dan Kota Batu.

Arumi menyebutkan dampak terburuk dari Stunting, 20 tahun dari sekarang yang masih usia pertumbuhan akan menjadi beban negara. Karena anak-anak yang stunting bukan karena pendeknya tetapi kualitas hidupnya sangat rendah artinya gampang terkena penyakit, pertumbuhan kurang maksimal, satu sisi pertumbuhan cognitif karena pada pertumbuhan tidak ada nutrisi yang mencukupi sehingga pembentukan otak dan logika berpikir sangat dibawah rata-rata. (bs).

Wakil Bupati Paser kunjungi Jamariah, pasien gagal ginjal yang memerlukan uluran tangan

January 25, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

PASER – Janji akan mengunjungi Jamariah pasien gagal ginjal dan harus cuci darah rutin dipenuhi oleh Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf, SH, Rabu pagi (25/1/2023) sebelum berangkat ke kantor menyempatkan mampir ke ruang kelas III Penyakit Dalam di rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Tanah Grogot.

Mendapat kunjungan dari orang nomor dua di Kabupaten Paser ini membuat Jamariah (42) kembali bersemangat melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

Jamariah sempat menangis setelah dia tahu siapa wanita yang berada di hadapannya, dia sangat tidak menduga dapat bertemu dengan orang nomor dua di Kabupaten Paser meski ibu Jamariah dalam kondisi sakit seperti ini.

“Terimakasih ibu mau susah payah tengok saya, yang hanya warga biasa,” ucap Jamariah  dengan berlinang air mata bahagia yang tak ternilai.

Mendapati kondisi tersebut Wakil Bupati pun tampak bahagia bisa besuk warganya dikala dalam keadaan susah.

“Ibu harus semangat, ibu harus sembuh, jangan lupa penyakit dari Allah, pasti Allah akan sembuhkan. Perbanyak mengingat Allah sang pencipta ya Bu,” pesan Hj. Syarifah Masitah saat menjenguk dan memberikan semangat Jamariah yang saat itu didampingi Darfina Ketua RT.05 desa Sawit Jaya yang menjaga sejak semalam.

Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf juga menyampaikan jika nantinya kesehatan ibu Jamariah sudah stabil dan harus dirujuk ke RS Siloam Balikpapan jika terkendala sesuatu bisa menghubunginya.

Sementara itu Jamrun, relawan sosial Kecamatan Long Ikis yang mendampingi Jamariah mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah orang nomor dua di Kabupaten Paser sudah bersedia melihat kondisi Ibu Jamariah, dan memberikan support pada ibu Jamariah, semoga ini bisa memberi semangat baru untuk kesembuhan Bu Jamariah,” kata Jamrun.

Dikatakan, kesehatan ibu Jamariah sampai hari ini masih terus dilakukan perawatan dan harus menambah darah sebanyak 1 kantong mengingat kesehatannya mengalami penurunan, saat bincang dengan dokter yang merawat ibu Jamariah dan ibu wakil bupati,  seharusnya ibu Jamariah harus dirujuk ke Rs Siloam Balikpapan untuk melakukan perawatan lebih lanjut sehingga perawatan cuci darahnya bisa berlanjut.

“Mewakili masyarakat Desa Sawit Jaya Kecamatan Long Ikis khususnya dan Kabupaten Paser pada umumnya sangat berterimakasih atas perhatian ibu Hj. Syarifah Masitah Assegaf, orang nomor dua di Kabupaten Paser terhadap kepedulian sosial ditengah kesibukan beliau masih menyempatkan melihat kondisi pasien di RSUD Pangeran Sebaya,” ucap Jamrun.

Hal ini menurut Jamrun, merupakan contoh buat semua untuk bisa berbagi, pihaknya sebagai motor penggerak sosial dan kemanusiaan sangat memerlukan sinergitas bersama pemerintah dan lembaga-lembaga lain untuk dapat melakukan kepedulian sosial ke tengah-tengah masyarakat.

“Semua tidak dapat kami lakukan sendiri tanpa ada peran rekan-rekan media dan lembaga lain serta pemerintah, terutama pemerintah desa dimana pasien berdomisili sehingga dapat mewujudkan rasa saling peduli,” tutupnya.(mun)

 

Wakil Bupati Paser janji tindaklanjuti kabar Jamariah yang perlu uluran tangan

January 25, 2023 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Hj. Syarifah Masitah Assegaf, SH – Wakil Bupati Paser

PASER – Pemberitaan warga tidak mampu asal Long Ikis Jamariah (42)  yang saat ini terbaring lemah di RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot Kabupaten Paser, Selasa sore, 24 Januari 2023  sudah tersampaikan ke orang nomor dua di Kabupaten Paser.

Saat ini Jamariah harus menjalani cuci darah rutin karena gagal Ginjal, padahal ibu tiga anak ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya.

“Nanti saya tindak lanjuti,” tulis Hj. Syarifah Masitah Assegaf, SH Wakil Bupati Paser melalui pesan WhatsApp saat mendengar adanya informasi warganya yang perlu memerlukan bantuan.

Wakil Bupati berjanji akan menyempatkan waktu untuk melihat kondisi wanita yang domisili di desa Sawit Jaya RT.05 Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser yang saat ini dirawat di RSUD Pangeran Sebaya Tanah Grogot setelah cuci darah mengalami penurunan kondisi kesehatannya.

“Besok pagi saya akan tengok sebelum ke kantor,” lanjut pesan Wakil Bupati Masitah.

Jamariah terbaring lemah memerlukan uluran tangan

Sementara itu, Jamrun- pegiat sosial Long Ikis yang menaruh kepedulian terhadap kondisi Jamariah dan keluarga menjelaskan bahwa siang tadi setelah dilakukan perawatan/Cuci darah di Rumah sakit Panglima Sebaya Tanah Grogot, perawat menyarankan agar ibu Jamariah dirawat inapkan di RS, karena mengalami penurunan kondisi kesehatannya.

“Hari ini ibu Jumariah setelah dilakukan perawatan Cuci darah di Rumah sakit penglima sebaya Tanah Grogot, perawat menyarankan agar kiranya ibu Jamariah dirawat inapkan di RS. Jadi yang menunggu di rumah sakit Indah anak kedua beliau yang masih duduk di SMP.” jelas Jamrun kepada media ini.

Penggalangan dana

Sebelumnya disampaikan Jamrun, Pemerintah Desa Sawit Jaya kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser saat Selasa siang telah melakukan rapat koordinasi yang dihadiri Siti Lasidah (Sekretaris Desa), Nunik Hidayati (Wakil BPD), Agus (Sopir ambulans Desa), Darfina (Ketua RT 05 desa Sawit Jaya) dan Jamrun pegiat sosial kecamatan Long Ikis memutuskan akan mengadakan penggalangan dana guna membantu keluarga Ibu Jumariah.

“Alhamdulillah hasil pertemuan dengan staf aparatur Pemdes Desa sawit Jaya kecamatan Long Ikis mendapatkan hasil yang positif, disepakati membangun metode saling bantu melalui rekomendasi penggalangan dana dari Pemdes, melalui masing-masing RT di desa Sawit Jaya,” jelas Jamrun.

Ditegaskan Jamrun, pihaknya hanya sebagai kordinator penggerak, Ini bentuk kepedulian Pemdes terhadap warganya, “Disepakati jika dana setelah dikumpulkan dari masing-masing RT, akan dikoordinasikan pihak pemerintah desa Sawit Jaya,  dan selanjutnya dari Pemdes diserahkan kepada pasien,” paparnya.(mun)

« Previous PageNext Page »

  • vb