Gubernur Anies Baswedan Resmikan Masjid Tabayyun yang Pembangunannya Penuh Liku Perjuangan

October 11, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ahad (9/10/2022) petang menandatangani prasasti peresmian Madjid At Tabayyun, di Perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat. Warga muslim Taman Villa Meruya memang sudah cukup lama ingin memiliki masjid sendiri.

“Alhamdulillah, saya ikut bersyukur, akhirnya warga muslim Taman Villa Meruya bisa mewujudkan keinginan yang sudah lama mereka idamkan, yaitu memiliki masjid sendiri,” kata Gubernur Anies.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid At Tabayyun, H. Marah Sakti Siregar, mengungkapkan setelah berikhtiar sejak 2018 dan menunggu sekitar 30 tahun, Alhamdulillah, hari ini kami sudah memiliki masjid sendiri. “Mewakili warga muslim Taman Villa Meruya dia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gubernur DKI.” kata wartawan Senior ini. “Tanpa perhatian dan dukungan Pak Gubernur, masjid ini tidak akan bisa berdiri. Terima kasih Pak Anies,” tambahnya.

Dia bersama rekannya H. Ilham Bintang, juga wartawan senior, bahu-membahu bersama warga muslim yang minoritas di Taman Villa Meruya, untuk mendapatkan izin mendirikan masjid di perumahan mereka. Perjuangan yang penuh lika-liku itu– antara lain, karena sempat digugat ke PTUN oleh sebagian warga lainya–akhirnya berbuah manis. Sekarang, warga muslim Taman Villa Meruya –dengan dukungan dana swadaya warga dan masyarakat–telah berhasil membangun masjid yang megah. Berdiri di atas tanah seluas 3500 M2, Masjid At Tabayyun, dibangun dengan menerapkan konsep green building. Konstruksi bangunan kokoh dan desain arsitekturnya bergaya minimalis kekinian.

Masjid ini terdiri atas dua lantai. Lantai pertama untuk jamaah lelaki dan berkapasitas sekitar 600 orang dan lantai dua untuk jamaah perempuan dengan kapasitas 200 orang.

Anies Baswedan – Gubernur DKI Jakarta

“Masjid yang indah. Arsitektur bagus sekali,” puji Gubernur Anies.

Sekitar 500 jemaah hadir pada acara peresmian soft opening itu. Diawali pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustaz Arwani Marhun yang kemudian lanjut menjadi imam Salat Maghrib berjamaah.

Selain Marah Sakti, tampil juga menyampaikan sambutan Ilham Bintang selaku Ketua Dewan Pengarah, dan Sekjen MUI DR Amirsyah Tambunan.

Dalam sambutannya Ilham Bintang memuji solusi Gubernur Anies Baswedan yang mengizinkan fasos Pemprov untuk menjadi lahan pembangunan masjid At Tabayyun. Lahan itu luasnya 3,5 kali lebih besar dari lahan semula. Solusi itu mengakhiri permasalahan pembangunan masjid di komplek TVM.

Semua pihak bahagia. Padahal, awalnya, solusi itu sempat ditentang sebagian pengurus masjid. Dua minggu waktu dibutuhkan Anies hingga idenya berhasil diterima. Ilham menyinggung kesulitan mendapatkan waktu Anies untuk meresmikan masjid di saat injury time. Sisa masa jabatannya tinggal sepekan. Namun, Gubernur Anies akhirnya datang meresmikan, sesuai janji sebelum masa jabatannya hingga 16 Oktober bisa hadir.

“Tidak jadi Gubernur DKI pun, Anies yang paling berhak meresmikan, karena dialah sesungguhnya penemu Masjid At Tabayyun, penemu solusinya. Penemu obat yang membuat semua orang happy,” kenang Ilham.

Para pengurus Masjid At Tabayyun yang hadir dalam kesempatan itu, antaranya Irjenpol (pur) DR Burhanuddin Andi, Erlangga, Andre Suyatman, Ending Ridwan, Apang Taufiq, Husni Tamsil. Sedangkan tamu-tamu antara lain, musisi Dwiki Dharmawan, Jobi Triananda, Wahyu Muryadi, Asro Kamal Rokan, Timbo Siahaan, AS Kobalen, Leroy Oesmani, Faidal Yuri, Jamal Albilad, Fachry Mohammad, Rahma Sarita, Dian Islamiyati, Taufiq. Ikut juga menyemarakkan acara pelbagai pimpinan ormas Islam, warga TVM dan sekitarnya, serta Walikota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko, dan Asisten Kesra Pemprov DKI Uus Kuswanto.

Anies Baswedan sangat senang dan bersimpati pada perjuangan warga muslim Taman Villa Meruya dalam mendirikan masjid. Makanya, ketika akan meresmikan masjid itu, dia sempat mengirimkan pesan puitis di prasasti yang kemudian ditanda tanganinya. Prasasti itu mengimpresikan historis dan harapan sekaligus. Sebuah pesan untuk memberi semangat pada warga muslim di Taman Villa Meruya.

Dalam prasasti peresmian tertulis “Masa Penantian warga untuk hadirnya sebuah masjid telah panjang. Tapi sesungguhnya masa kebermanfaatannya akan jauh lebih panjang.

Semoga masjid ini menjadi sumur amat dalam yang mengalirkan pahala jariyah pada semua yang mengikhtiarkannya kemarin dan semua yang memakmurkan esok”.(*/mun)

Milad Ke-12 MIM 888 Rescue

October 11, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Dua belas tahun sudah organisasi relawan MIM 888 Rescue beraksi demi kemanusiaan menolong sesama umat manusia.  Berdiri sejak 10 Oktober 2010, sebuah perjalanan yang panjang dan tidak gampang dalam mengelola organisasi relawan, yang dengan ikhlas mengorbankan tenaga, pikiran bahkan harta, hingga masih eksis dan terus berkembang.

Senin malam (10/10/2022) MIM 888 Rescue menggelar syukuran milad ke-12 tahun yang dihadiri puluhan anggota relawan MIM di markas relawan di jalan Cut Mutia Samarinda.

Rusli Chandra atau akrab disapa Amau Ketua Relawan MIM Rescue kepada media ini menuturkan MIM 888 rescue memiliki beberapa kegiatan bahkan bisa dikatakan mencakup semua aksi kemanusiaan.

Rusli Chandra atau akrab disapa Amau (kiri) Ketua Relawan MIM 888 Rescue

“Kami Bisa dikatakan mencakup semua aksi relawan, misalnya jika butuh lampu dimalam hari ada 3 unit tower lampu, kami siap membantu, termasuk jika perlu penerangan kegiatan tablik akbar seperti yang saat ini dilaksanakan di Islamic center yakni Borneo Maulid Festival, kami support lampu tower penerangan,” ujar Amau.

Ketika ada kecelakaan di perairan, MIM Rescue juga memiliki unit kapal pemadam, kemudian Termasuk jika ada kejadian pohon tumbang dan butuh chainsaw, MIM juga memiliki chainsaw yang siap digunakan.

Demikian juga dengan pemadam kebakaran, relawan MIM memiliki 3 unit fire truck kapasitas 5 ton air, dan dilengkapi pick up pompa dan lampu besar penerang yang didukung 30 personil relawan yang handal.

Terkait biaya operasional relawan MIM Rescue, didukung dan ditanggung oleh owner MIM Management yakni H. Mirza Multazam dan beberapa rekan relawan donatur tidak tetap namun cukup mensupport material pendukung aksi kemanusiaan.

Ia pun berharap dengan milad, relawan MIM semakin kompak, lebih solid dan semakin semangat.

Sementara itu, H. Mirza Multazam pembina MIM 888 Rescue  menyampaikan ucapan selamat atas milad ke-12 relawan MIM 888 Rescue.

“Mabruk alfa mabruk (berkah seribu berkah,red) MIM Rescue,” ucapnya.

Ia pun berharap relawan semakin semangat dan pantang menyerah membantu memadamkan kebakaran dan membantu sesama yang terkena musibah.

Dikatakan, MIM Rescue adalah sebuah aksi kemanusiaan yang dirintis alm abah HM. Hendra Gunawan yang dengan sukarela berkorban tenaga, pikiran bahkan harta untuk kemanusiaan dan kemaslahatan umat.

“Ulun (saya) hanya meneruskan apa yang telah abah lakukan,” ujar Mirza dengan rendah hati.

Dituturkan, ada hal yang istimewa di dalam organisasi relawan MIM Rescue yakni banyak anggota relawan yang berbeda suku dan agama namun tetap kompak dan solid. Kebhinekaan di dalam MIM Rescue menunjukkan semangat kemanusiaan yang universal.

“Makanya logo MIM berwarna warni, artinya berbeda-beda suku agama, Kebhinekaan tercermin dalam organisasi relawan MIM Rescue,” tandasnya.(hel)

Perlu Dirintis Kampung Sehat Penyandang Disabilitas Mental

October 11, 2022 by  
Filed under Kesehatan

BANJARBARU – Persoalan Pelik adanya pihak keluarga yang membuang para penyandang disabilitas mental atau yang sering diistilahkan dengan ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) menjadi persoalan tersendiri yang harus bisa diberikan pemahaman kepada semua pihak.

Sebagaimana diceritakan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, saat menyampaikan sambutan di Panti Pangudi Luhur Bekasi Jawa Barat saat Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) melalui hibrid Kamis, (6/10/2022) banyak orang yang membuang keluarganya yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

“Ada satu kasus, penyandang disabilitas mental ini sudah kembali sehat, sudah bisa menghitung, sudah bisa berjualan bahkan memiliki tabungan hingga Rp60 jutaan. Namun saat kami lakukan reunifikasi, atau diantarkan pulang ke keluarganya justru pihak keluarga menolak, tetapi duit tabungannya malah diambil,” papar Risma yang saat menjadi Walikota Surabaya pernah menampung lebih 3.000 penyandang disabilitas mental ini.

Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial memiliki Sentra-sentra (dulu diistilahkan Balai) yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 31 Sentra sebagai unit pelaksana teknis untuk merehabilitasi penyandang disabilitas mental ataupun korban NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Bahan atau Zat adiktif lainya).

Namun tidak serta merta mereka mengambil penderita disabilitas tersebut dijalanan. Sebagaimana dijelaskan Badriyah, Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Sabtu, (8/10/2022) sebagai Unit Pelaksana tehnis Kementerian Sosial yang membawahi Kabupaten/Kota di provinsi Kalimantan Selatan, sebagian kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Tengah antara lain Kabupaten/Kota Barito Selatan, Barito Timur, Barito, Kapuas, Katingan, Murung Raya, Pulang Pisau dan Kota Palangkaraya. Dan seluruh kabupaten/Kota di provinsi Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, Nunukan, Malinau dan Kota Tarakan).

Badriyah – Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru

“Kami bisa menerima penyandang disabilitas mental tapi kudu tenang dulu, setelah dirawat di RS Jiwa,” jelasnya.

Dijelaskan Badriyah, Kenapa sentra tidak langsung mengambil ODGJ, karena agar Dinas Sosial (Dinsos) di Kabupaten/Kota punya tanggungjawab terhadap permasalahan di wilayahnya.

“Kami bisa merawat ODGJ setelah tenang, dan punya penanggung jawab ketika OGDJ kami kembalikan lagi selepas masa rehabilitasi. Namun kebanyakan mereka ditolak warga,” jelasnya.

Nah semestinya Pemda c.q. Dinas Sosial (Dinsos) punya solusi penanganan pasca rehab. Misal dengan menyiapkan rumah untuk menampung ODGJ yang ditolak oleh keluarganya ataupun masyarakatnya.

Adanya penolakan reunifikasi ini membuat pemikiran Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru memiliki gagasan untuk membangun “Kampung Sehat Mental”.

Kasus bebas pasung di Kabupaten Kapuas (6/10/2022) lalu, Dinsos bertanggungjawab untuk mengurus jika mereka dipulangkan pasca rehabilitasi.

Kemarin buka pasung kedua, ia sempat emosi saat keluarganya “menolak” jika yang bersangkutan dikembalikan.

“Sedih campur marah saya pak. Keluarga saja mau membuang, apalagi tetangganya, nungguin ke rumah sakit saja, ibu dan kakaknya tidak mau, dengan berbagai macam dalih. Rada tersulut sama keluarganya saya kemaren pak. Padahal sudah saya sampaikan, bahwa kemensos nanti akan beri bantuan UEP (Usaha Ekonomi Produktif-red),” jelas Badriyah.

Di Kapuas ada rumah singgah untuk penampungan ODGJ walaupun sifatnya sementara.

Kemaren Pak Kadisnya (Kepala dinas sosial kabupaten kapuas Budi Kurniawan-red) antusias saat saya akan dukung beberapa item bantuan untuk rumah singgah dan edukasi buat warga terkait cara memperlakukan ODGJ di wilayahnya. “Kami siap nampung untuk ODGJ setelah selesai rawat inap RSJ, sepanjang selesai rehab ada yg bertanggung jawab nerima kembali. Karena untuk reunifikasi, bisa dicover dari anggaran Sentra,” tandasnya.

Di Sentra Budi Luhur Banjarbaru hingga saat ini ada 8 orang yang dibuang keluarganya. Kami enggak bisa melacak karena mereka tidak bisa komunikasi. Ada satu yang bagus komunikasinya, tapi nggak mau menyebutkan asalnya. Sehingga mereka tetap tinggal di Panti Sentra Budi Luhur.

“Maka dari itu kita ke depan perlu dipikirkan membuat perkampungan penyandang disabilitas mental. Jadi penyandang yang tidak diterima keluarganya kita tempatkan dalam satu tempat terpusat, beri bantuan ekonomi produktif agar ada mata pencaharian, seperti hidup layaknya sebuah perkampungan. Karena selama di Sentra Budi Luhur mereka dilatih ekonomi kreatif, seperti membuat telor asin, produk olahan makanan roti lewat atensi kreasi tata boga. Jadi jika sudah normal bisa berusaha mandiri,” ucap Badriyah.(mun)

Akademisi Dampingi PKK Desa Sumber Sari Pelatihan Olahan Keripik Sayuran

October 10, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Vivaborneo.com,  Kukar – Warga Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang tergabung dalam kelompok Program  Kesejahteraan Keluarga (PKK) mendapatkan pelatihan olahan keripik dari bahan sayuran.  Acara yang diikuti puluhan anggota ini dilaksanakan di , bertempat di Ruang Balai Pertemuan Umum Desa Sumber Sari, pada pertengahan Juli 2022.

Jurusan Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) yang memberikan pelatihan mengharapkan dapat mendukung potensi obyek wisata desa yang telah dikelola beberapa tahun terakhir.  Desa Sumber Sari yang merupakan penghasil sayuran diharapkan dapat memiliki produk unggulan dari turunan bahan-bahan yang melimpah di desa.

Produk yang diajarkan dalam pelatihan yaitu Keripik Daun Sawi Hijau  dan Stik Daun Kelor karena dinilai lebih memiliki pasar yang luas dan dapat menjadi buah tangan ketika berkunjung ke Desa wisata Sumber Sari.

 Ketua PKK Desa Sumber Sari, Wantini mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan para anggota PKK Desa Sumber Sari memiliki keterampilan yang dapat diajarkan kembali kepada warga lainnya.

Warga Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang tergabung dalam kelompok Program Kesejahteraan Keluarga (PKK) mendapatkan pelatihan olahan keripik dari bahan sayuran.

Pendamping Desa Wisata Sumber Sari, Dini Zulfiani mengatakan pelatihan keterampilan membuat produk olahan sayuran ini diharapkan dapat menjadi pendukung desa agrowisata yang telah ada.

“Nantinya pengunjung atau wisatawan yang datang ke Desa Sumber Sari, dapat membawa pulang tidak saja sayuran segar tetapi juga buah tangan berupa produk sayuran olahan ini,” jelasnya.

 Dini mengakui pelatihan ini adalah pelatihan awal  yang akan dilanjutkan pada pelatihan-pelatihan produk olahan lainnya yang memenuhi standar jual baik dari sisi kemasan, kesehatan pangan maupun standar pengolahan seperti pada rasa maupun kandungan gizi yang terdapat dalam produk olahan tersebut.

“Kami dari akademisi akan terus meningkatkan program pelatihan ini agar produk olahan yang dihasilkan dapat memenuhi beberapa standar yang baik sehingga  dapat dipasarkan secara luas di daerah maupun ke luar Kaltim,” harap Dini.

Desa Sumber Sari di Kecamatan Loa Kulu ini selain memiliki wisata berbasis edukasi dan kemasyarakatan, juga memiliki beberapa potensi lainnya yaitu merupakan  produsen sayur-mayur dan buah-buahan yang melimpah.

Desa ini memiliki destinasi wisata yang tidak saja mengandalkan  agrowisata tetapi juga wisata alam Puncak Bukit Biru yang indah.(vb/adv)

 

 

 

 

Baznas Berau Ikuti Rakorda, Sukseskan Tata Kelola Zakat

October 9, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA –  Badan Amil Zakat Kabupaten Berau mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Pelatihan Sistem Manajemen Informasi (Simba) yang dilaksanakan di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu malam (08/10/2022).

Ditemui di sela kegiatan pembukaan Rakorda, Ketua Baznas Berau Busransyah mengatakan kegiatan Rakorda menjadi tindak lanjut dari kegiatan rapat koordinasi nasional yang dilaksanakan pada akhir Agustus 2022 lalu. Kegiatan yang menjadi bagian dari kolaborasi Baznas Republik Indonesia dengan Pemerintah provinsi Kaltim dan seluruh kabupaten/kota.

Dijelaskan Busransyah, Rakorda ini bertujuan memaksimalkan pengelolaan Baznas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan maupun program dan penyalurannya.

“Fokus kegiatan yang dilakukan Baznas tertuju pada pengentasan kemiskinan. Sebagai lembaga non pemerintah kami berharap dapat menjalankan tugas dengan amanah, profesional dan akuntabel, dengan menjaga kepercayaan umat,” ucapnya.

Busransyah juga menambahkan, tata kelola pengurus Baznas saat ini menjadi sorotan umat. Tugas Baznas yang dipercaya para muzakki sebagai fasilitator dalam penyerahan zakat, infaq dan shadaqah pada lembaga yang tepat.

“Karena dalam aturan tugas pengumpulan dana zakat itu adalah pemerintah, akan tetapi masyarakat juga dapat membantu dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai bagian yang membantu tugas Baznas,” sambungnya.

Busransyah juga menyampaikan, bahwa tugas baznas dalam membina LAZ dalam pengelolaan zakat sehingga gerak dan langkah laz tidak menyalahi undang-undang. Karena tugas Baznas juga sebagai penyalur zakat, sehingga tata kelola yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan pendistribusian dana zakat kepada umat.

Ditemui dalam kegiatan yang sama, Pimpinan Pembina Wilayah I Baznas Republik Indonesia,  Muhamad Nadratuzzaman Hosen mengatakan sistem tata kelola Baznas sesuai dengan aturan Undang-Undang 1945. Bahwa fakir miskin itu diurus oleh negara, sehingga masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan.

“Peran Baznas harus sejalan dengan program pengentasan kemiskinan yang ada di daerah dan dibantu dukungan seluruh stakeholder,” sambungnya

Nadratuzzaman juga menambahkan, kegiatan Rakorda yang juga dihadiri Baznas kabupaten/kota di Kaltim ini yaitu Program Pengentasan Kemiskinan, Program  Beasiswa, rumah layak huni, rumah sehat Baznas, penguatan Baznas tanggap bencana, Baznas microfinance atau bank zakat mikro,  serta mencetak pengusaha muda.

“Kami juga berharap, Baznas dapat bekerjasama dengan daerah karena potensi zakat, infaq dan shadaqah  yang memiliki pengaruh besar dalam perbaikan ekonomi,” sambungnya.

Nadratuzzaman juga menyampaikan, Baznas RI telah memberikan target kepada Baznas yang ada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai wujud kerja keras Baznas dalam mengumpulkan dana zakat, infaq dan shadaqah. (Ria/YL)

« Previous PageNext Page »

  • vb