Baznas Berau Terima Bantuan Produktif ZCD dari Baznas Kaltim

October 9, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Berau menerima Bantuan Produktif Zakat Community Development  (ZCD) senilai Rp 250 juta dari Baznas Provinsi Kaltim, bersama 4 kabupaten/kota lainnya di Kaltim.

Dana yang diserahkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Seketariat Provinsi Kaltim Muhammad  Syirajudin ini, didampingi Pimpinan Pembina Wilayah I Baznas Republik Indonesia Muhamad Nadratuzzaman Hosen.

Penyerahan Produktif ZCD  serupa juga diterima Kabupaten Kutai Kartanegara senilai Rp 295 Juta, Kabupaten Paser Rp 200 Juta, dan Kota Samarinda Rp 250 Juta.

Wakil Ketua IV Baznas Berau Maria Yosephi mengatakan, bantuan Produktif ZCD dari pemerintah Kaltim akan disalurkan sesuai dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 8 program Baznas.

“Pada tahun 2022 sesuai dengah hasil rakernas Baznas RI, ada delapan program yang di arahkan dan harus diaplikasikan di kabupaten/kota,” ucapnya Maria,  Sabtu malam, (08/10/2022) di Ruang Rui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.

Maria menambahkan delapan program prioritas Baznas meliputi program beasiswa, rumah layak huni, rumah sehat baznas, penguatan baznas tanggap bencana, baznas microfinance atau bank zakat mikro, Z-mart, Z-chicken dan santripreneur.

Maria mengatakan, Baznas sebagai lembaga non- pemerintah yang dipercaya sebagai pengemban amanah pengelola zakat sesuai dengan undang-undang. Sehingga penyaluran bantuan Produktif ZCD yang diterima baznas Berau akan diberikan melalui program Z-mart. Z-mart merupakan program pendampingan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kepada mustahik.

“Ini menjadi bagian peningkatan kapasitas usaha mustahik, sehingga dapat terlepas dari kemiskinan,” ucapnya.

Maria juga menambahkan, Program Z-mart diberikan kepada mustahik yang termasuk kedalam delapan asnaf penerima manfaat zakat dan memiliki usaha berskala kecil dengan modal Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.  Program Z-mart juga meliputi pembangunan kios dengan ukuran 3×4 meter dan bantuan modal dana senilai Rp 10 juta.

“Di daerah Berau sudah ada 10 jaringan usaha Z-mart, dan  lima diantaranya sudah berkembang,” sambungnya.

Maria berharap program yang baru dijalankan selama 2 tahun terakhir akan dapat terus terlaksana, sehingga meningkatkan kapasitas warung dan bersaing di tengah pasar retail modern serta mengatasi kemiskinan di wilayah Berau.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Provinsi Kaltim M Sirajudin dalam sambutannya mengatakan, Baznas dapat hadir sebagai solusi pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Kondisi ekonomi yang belum stabil pasca pandemi membuat tingginya angka inflasi yang terjadi di beberapa daerah.

“Hal ini menjadi kekhawatiran bersama, sehingga dengan adanya program Z-mart dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat pasca pandemi,” ungkapnya.

Sirajudin mengatakan, Baznas menjadi bagian harapan pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi, melalui zakat, infaq dan shadaqah  yang dikeluarkan oleh masyarakat menjadi peningkatan keadilan dan penanggulangan angka kemiskinan yang akuntabel.

“Potensi zakat di Kaltim, diharapkan dapat terus disosialisasikan sehingga pembayaran zakat dapat dikelola melalui lembaga non struktural pemerintah sesuai dengan Undang-Undang No.23 tahun 2011. Mengingat banyaknya masyarakat yang mengeluarkan zakat di tempat lain,” sambungnya

Sirajudin juga menambahkan, potensi zakat, infaq dan shadaqah di Kaltim mencapai Rp 1,1 Triliun. Jika  dapat merealisasikan program Baznas yang disebar melalui kabupaten/kota se-Kaltim, tentu akan sangat membantu program pemerintah daerah.(Ria/YL)

Wisata Kampung Ketupat juga Sediakan Edukasi Membatik

October 8, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Vivaborneo.com, Samarinda –  Warga dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) obyek Wisata Edukasi “Kampung Ketupat” di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, berkesempatan memperoleh pelatihan mencanting dan membatik.

Kegiatan yang berlangsung di  salah satu gazebo tepi Sungai Mahakam ini diikuti puluhan warga  dan anggota Pokdarwis Kampung Ketupat dengan acara “Mencanting dan Mewarnai pada Kegiatan Membatik bagi Warga Kampung Ketupat”, yang berlangsung pada  Senin (25/7/2022).

Lurah Kelurahan Mesjid, Nulina mengatakan di wilayahnya terdapat dua obyek wisata unggulan di Samarinda Seberang yaitu wisata sejarah yaitu Masjid Tua Shiratal Mustaqiem dan Kampung Ketupat.

Nurlina mengatakan dengan adanya berbagai pelatihan khususnya pelatihan membatik akan dapat membuat warga yang bermukim di sekitar Kampung Ketupat  dapat lebih terampil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi keluarga.

“Sebagai sebuah obyek wisata, Kampung Ketupat ini telah mendapatkan beberapa bantuan diantaranya dari Astra dan pendampingan dari Politeknik Negeri Samarinda khususnya dari Jurusan Pariwisata. Kami sangat berterima kasih karena telah mendapatkan program-program pelatihan,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan membatik diharapkan Pokdarwis Kampung Ketupat dapat mengajarkan kepada wisatawan cara membatik yang sederhana menjadi satu bagian daya tarik wisata.

Nurlina mengatakan dengan adanya keterampilan warga dalam membatik diharapkan wisatawan yang datang tidak saja disuguhi dengan ciri khas kuliner Kampung Ketupat saja tetapi ada nuansa lainnya, yaitu belajar membatik dengan motif khas Kampung Ketupat.

Sementara itu, Pemilik Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) Atiiqna Batik Baqadoet, Silvivi Diarti menyampaikan jika proses membatik tidaklah terlalu sulit walaupun pengrajinnya tidak bisa menggambar.

Dijelaskannya, proses membatik dimulai dengan mencanting atau menggambar pola dengan lilin batik di atas guratan motif yang telah dibuat. Setelah itu memasuki proses pewarnaan motif, penguncian warna dan proses perebusan.

“Proses membuat batik dimulai dengan mencanting dan seterusnya ini tidaklah sulit walaupun kita tidak bisa menggambar pola. Kan saat ini kita dapat memanfaatkan internet dan menirunya,” ujar Silvivi Diarti.

Menurutnya pelatihan membatik ini  terinspirasi untuk mengangkat obyek wisata Kampung Ketupat sebagai salah satu destinasi wisata yang menjadi unggulan di Kota Samarinda.

“Apalagi untuk kedepannya kita mengantisipasi Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara, sehingga Kampung Ketupat ini tidak saja menyajikan ketupat dalam artian kuliner tetapi juga memiliki potensi lainnya yaitu kerajinan batik.

Di tempat yang sama, dosen POLNES Jurusan Pariwisata, Muhammad Fauzan Noor, S, Par, M.Par  menjelaskan jika kegiatan pendampingan dan pelatihan membatik ini merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat yang harus dilaksanakan sesuai dengan  Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Pelatihan membatik di Kampung Ketupat ini merupakan bagian dari upaya POLNES untuk melakukan pendampingan. Kita berharap kegiatan membatik ini dapat menjadi paket wisata mendukung paket-paket yang sudah ada seperti belajar mengolah kulit ketupat dan lainnya,” ujarnya.

Ditambahkan Fauzan,  dengan adanya pelatihan membatik ini diharapkan Pokdarwis Kampung Ketupat dapat mengajarkan kepada pengunjung cara membatik yang sederhana menjadi satu bagian daya tarik wisata.

“Melalui membatik dengan motif khas lingkungan Kampung Ketupat misalnya gambar kulit ketupat, pesut Mahakam, motif Kaltim hingga panorama sungai Mahakam, akan menjadikan paket wisata di  Kampung Ketupat menjadi lebih bervariasi,” ujar Fauzan.(vb/adv)

RS Mata Pemprov Serius Tingkatkan Kapasitas

October 1, 2022 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Rumah Sakit Mata Pemprov Kaltim serius meningkatkan kapasitas jajarannya. Menggandeng Semesta Academy sebagai mitra, rumah sakit pelat merah yang khusus menangani mata ini, rutin menggelar pelatihan.

Dalam pertemuan Jumat (30/9) tadi, RS Mata Pemprov Kaltim dilatih teknik berkomunikasi efektif kepada konsumen. Di antaranya diajarkan tentang tiga teknik komunikasi seperti Teknik Point – Reason – Example – Point, Story telling, dan Rule of Three.

Pelatihan bertema Effective Communication Skill, untuk memperkuat kemampuan dasar komunikasi manajemen RS Mata Pemprov Kaltim, dengan pemateri I Made Kertayasa alias Coach Made.

“Kemampuan berkomunikasi efektif itu bukan hanya tentang bakat, namun bisa dipelajari dan dikuasai semua orang termasuk seorang ASN,” sebut Coach Made. Menurutnya, komunikasi efektif adalah tentang skill atau keterampilan yang bisa latih. Karena ada ilmunya yang bisa dipelajari.

“Selain itu penguasaan komunikasi juga harus disertai seni dan penjiwaan. Hal inilah yang diajarkan kepada pegawai RSM dalam sesi Effective Communication Skill,” sambung Coach Made.

Sementara itu, kerja sama dengan Semesta Academy ini sudah dilakukan sejak 2021 lalu. “Semoga kerja sama ini terus berlanjut,” sebut Direktur Rumah Sakit Mata Kalimantan Timur drg. Shanty Sintessa Wulaningrum, M. Kes.

Sebelumnya di 2021 lalu rumah sakit ini menggelar pelatihan selama dua hari tentang Service Excellence. Pelatihan dilanjutkan pada 2022 ini agar lebih serius melatih manajemen sehingga produktivitas dapat meningkat.

“Harapannya, ini sejalan dengan upaya proses pengembangan organisasi rumah sakit ini,” sambungnya.

Sepanjang 2022 ini, serangkaian pelatihan digelar dengan tema “The Spirit Of Marching Forward In Organization”. Pelatihan telah dimulai 6 September 2022 tadi, dengan menghadirkan pemateri nasional, Coach Wira dari Bali. (*)

GOW Ajak Ibu Lakukan Peran Pencegahan Stunting

September 28, 2022 by  
Filed under Kesehatan

BATU – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Batu menggelar seminar pencegahan stunting di Gedung Bina Bhakti Praja, Selasa (27/09/2022) siang.

Seminar menghadirkan Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg. Kartika Trisulandari sebagai pembicara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu drg  Kartika Trisulandari mengungkapkan data Dinkes Batu tahun 2019 menunjukkan, angka prevalensi stunting mencapai 25.4 persen. Kemudian, tahun 2020 angka stunting turun menjadi 14.83 persen. Walaupun terus mengalami penurunan, Pemerintah Kota Batu terus mengejar target untuk mengarah pada angka zero stunting 2024.

“Konsen kita adalah penurunan angka stunting. Kita targetkan tahun ini bisa berada diangka 10 %, kedepannya target kita mengarah pada zero stunting di tahun 2024,” kata Kartika.

Disebutkan salah satu hal penting dalam pencegahan stunting adalah penyiapan asupan gizi yang cukup pada remaja putri dan ibu hamil. Gizi yang baik adalah pondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Kasus gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis atau biasa masih terus menjadi perhatian serius. Masalah stunting penting untuk diselesaikan, karena berpotensi mengganggu potensi sumber daya manusia dan berhubungan dengan tingkat kesehatan, bahkan kematian anak.

“Sebagai upaya untuk meningkatkan peran ibu dalam menurunkan angka stunting di Kota Batu ” ungkapnya.

Wali Kota Batu, menambahkan, selain asupan nutrisi yang baik, kasih sayang yang diberikan orang tua juga memiliki peran yang besar untuk pertumbuhan anak.

“Berikan asupan dan nutrisi yang baik pada masa kehamilan, akan lebih optimal lagi dengan memberikan kasih sayang yang luar biasa. Selain itu olahrga juga menentukan. Tiga rangkaian ini secara stimulan harus diberikan kepada anak,” kata Wali Kota.

Selain pola makan dan pola asuh, salah satu hal yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah sanitasi dan akses air bersih. Kualitas sanitasi dan air bersih yang tidak baik, bisa mendekatkan anak pada risiko ancaman penyakit infeksi. Untuk itu, perlu membiasakan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tidak buang air besar. (Buang Supeno )

PWI Kaltim Peduli Bantu Pulangkan Warga Kaltara Usai Operasi Amputasi di RSUD AWS

September 23, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA –  Permintaan salah satu warga asal Tanah Merah Barat, Tana Lia yang selesai operasi amputasi kaki karena penyumbatan di pembulu darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda dibantu dipulangkan ke daerah asal karena kehabisan bekal setelah lebih satu bulan di Samarinda berobat jalan hingga opname.

“Kami membawa bapak berobat ke Samarinda, rujukan dari RSUD Jusuf SK Tarakan. Selesai perawatan di RSUD AWS habis operasi, satu bulan kami di Samarinda,” tutur Juwita.

Dituturkannya, pada awal datang sebulan lalu (20 Agustus 2022) sesampainya kami di instalasi rawat jalan RSUD AWS kami langsung daftar, sampai jam 5 sore kami di situ. “Kami tidak tahu mau kemana, sampai-sampai bapak bilang kita nginap di sini saja, maksudnya disamping toko roti O, karena pagi-pagi harus kembali lagi antri berobat, malam itu juga kami cari-cari tempat untuk kami istirahat, akhirnya setelah saya cari-cari tau dapat kos-kosan di jalan trisari, 600 ribu sebulan, belum air dan listri bayar sendiri,” Ucap Juwita saat ditemui media ini disela-sela pemberangkatan kembali ke kampung halamannya menggunakan ambulan PWI Kaltim peduli, Rabu malam, 21 September 2022.

Dituturkan Juwita, terus terang pada saat itu kami sangat bingung sekali, “kondisi bapak pada saat itu kakinya sama sekali tidak bisa tersentuh. Sedikit saja kesentuh pasti teriak kesakitan,” ucapnya.

Selama berobat jalan, dari kos-kosan kami naik angkutan online ke rumah sakit. “Tidak jauh sih jarak nya, tidak sampai 500 meter, tapi kalau jalan kaki tidak mungkin karena kondisi bapak yang tidak bisa untuk jalan jauh. Seandainya tahu dari awal ada relawan ambulan di Samarinda kami akan minta tolong. Tahunnya malah menjelang akan balik,” kata Juwita yang mendampingi bapaknya bersama ibunya.

Menurut Juwita pada saat mau pulang kehabisan bekal untuk biaya perjalanan, dan kebetulan saat di rumah sakit ada ketemu pasien, namanya pak Deddy memberi tahu jika mau pulang tidak ada ongkos minta tolong dengan ambulan PWI Kaltim semoga bisa membantu, sambil diberi nomor kontaknya.

“Kami memberanikan diri untuk menelepon ke ambulan PWI, alhamdulillah direspon, dan kami diminta mengisi formulir permintaan pengangkutan menggunakan ambulan pada tanggal 17 September, ada petugas dari ambulan PWI datang ke tempat kami untuk mengecek kebenarannya, dan kami diminta mengisi formulir, akhirnya kami berhasil diantarkan, ini kami mau berangkat,” sebutnya sambil menata barang bawaan di ambulan.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Shahab yang membawahi PWI Kaltim Peduli, mengatakan awalnya ada informasi dari penanggung jawab ambulan PWI Kaltim peduli ada permintaan pengantaran ke Tanjung Selor dari warga asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang kehabisan bekal.

“Kami dari PWI Kaltim peduli sementara ini hanya bisa melayani pengantaran gratis dalam kota Samarinda saja, jika harus keluar kota apalagi antar provinsi harus ada dukungan dari donatur dan dermawan untuk menopang biaya perjalanan,” ucapnya.

Dijelaskan Shahab Ambulan PWI Kaltim peduli diadakan pada awalnya untuk membantu anggota yang memerlukan ambulan, namun ternyata di masyarakat banyak sekali warga yang memerlukan jasa ambulan untuk pengantaran maupun penjemputan pasien, jenazah. “Akhirnya dengan izin Allah kami bisa berbuat walaupun ala kadarnya untuk membantu warga yang memerlukan ambulan, termasuk pak Thamrin dan keluarga ini,” jelasnya.

Upaya pengantaran keluarga pak Thamrin dari Samarinda ke Tanjung Selor dituturkan Shahab PWI Kaltim mendapat support dari donatur yang diupayakan kawan-kawan Jurnalis di Kalimantan Utara, “Alhamdulillah dibantu mas Datu Iskandar Zulkarnaen, mantan Ketua PWI Kaltara yang berhasil melobby Ketua Pembina Yayasan Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB) Doktor Datu Iman Suramanggala, dan rekan Anny dari Radar Tarakan yang berhasil melobby Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali juga membantu, dari jurnalis Samarinda juga turut membantu antara lain Tri Wahyuni (busam.id), dan pak Ivan (M. Syafranuddin) Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip daerah Kalimantan Timur juga tidak mau ketinggalan turut membantu. Alhamdulillah terkumpul cukup untuk operasional pengantaran dari Samarinda ke Tanjung Selor,” tutur Shahab yang juga jurnalis Samarinda pos.

Sementara itu Usamah Bima relawan ambulan PWI Kaltim peduli mengatakan pengantaran pasien asal Tana Tidung ini kami jemput di kos-kosan nya di jalan Trisari. “Seharusnya kami berangkat Rabu pagi, namun pada saat mau menjemput di perjalanan setelah penanganan kecelakaan di jalan Juanda seberang SMAN 5 Samarinda, Unit ambulan mengalami trabel overhead, kami paksakan jalan akhirnya air radiator keluar, sehingga memaksa kami untuk menarik ke bengkel. Dibantu ambulan paman Doblang (pak Santoso) Ambulan Rumah Zakat yang kebetulan melintas dari Jalan Kadrie Oening ke Bengkel Indotech di Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2). Baru selesai perbaikan menjelang maghrib, dan baru bisa kami jemput setelah maghrib,” jelas Usamah.

Pemberangkatan pemulangan pasien di lepas Muhammad Heldianur (bendahara PWI Kaltim), “Hati-hati di perjalanan semoga perjalanan lancar, selamat hingga tujuan dan yang mengantarkan balik dengan selanat. Kami berharap sampai Tanjung Selor Kamis siang, sehingga pasien dan keluarga bisa lanjut perjalanan menggunakan speedboat ke Tarakan lanjut ke Tana Lia, namun jika tidak memungkinkan terpaksa diinapkan dulu di Tanjung Selor, paginya baru lanjut perjalanan,” ucap Heldi

Menurut Heldi, semua biaya perjalanan, penginapan dan makan selama perjalanan telah kami siapkan. “Terimakasih atas bantuan kawan-kawan jurnalis yang telah mengupayakan lobby donatur, dan semoga yang menyumbang diberi ganjaran pahala berlipat dari Allah, sehingga bisa terlaksana membantu pemulangan warga paska rawat inap di RSUD AWS asal Tana Lia Kabupaten Tana Tidung,’ kata Heldi.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb