Kegiatan Pengabdian Masyarakat Polnes di SMK Putra Bangsa Bontang

Vivaborneo.com, Bontang – Setiap dosen yang mengajar akan mengimplementasikan salah satu unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat.

Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) diantaranya adalah melakukan pengenalan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)  yang bertempat di SMK Putra Bangsa  Kota Bontang.

Ketua Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat   Drs. Noor Fachman Tjetje, MTM menjelaskan,  kegiatan di Kota Bontang ini mengambil  tema “Pengenalan Uji Kompetensi Berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)  kepada Siswa Siswi SMK di Bontang”, yang berlangsung pada Senin (22 Agustus 2022)

Selain Ketua Tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  Drs. Noor Fachman Tjetje, MTM juga didampingi anggota Chottam, S.E.,M.Si  yang merupakan dosen tetap Jurusan Akuntansi Polnes.

Selain itu juga didukung oleh narasumber  E. Retno Maninggarjati,SE.,M.Bus .  Dalam Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh dosen-dosen jurusan Akuntansi ini juga melibatkan salah satu mahasiswa Naufal Noor Fauzi.

Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) diantaranya adalah melakukan pengenalan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bertempat di SMK Putra Bangsa Kota Bontang.

Kegiatan yang diikuti 42 siswa-siswi kelas XII berasal dari tiga sekolah yaitu SMK Putra Bangsa, SMK Muhammadiyah dan SMK YKPP Bontang, mendapatkan respon yang sangat positif dari seluruh peserta.

Terlihat, seluruh peserta dengan bersemangat dan fokus selama mengikuti pengenalan Uji Kompetensi Berbasis SKKNI ini. Bahkan beberapa diantaranya juga mengajukan  pertanyaan-pertanyaan  tentang materi yang dibahas.

Noor Fachman berharap siswa-siswi akan dapat mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti uji kompetensi berbasis SKKNI  ini di masa yang akan datang

“Peserta merasa telah mendapatkan gambaran bagaimana pelaksanaan uji kompetensi yang meliputi tahapan pelaksanaan, unit-unit kompetensi yang diujikan dan lainnya,” ujar Noor Fachman Tjetje.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Putra Bangsa Bontang,  Muslimin, S.Ag  dalam sambutan pada acara pembukaan kegiatan mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Negeri Samarinda, yang telah memilih sekolahnya menjadi tempat pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat.

“Kegiatan pengenalan Uji Kompetensi  Berbasis SKKNI tersebut sangat bermanfaat bagi sekolah khususnya bagi siswa-siswi Jurusan Akuntansi Keuangan. Harapannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat  Polnes ini dapat berkesinambungan di waktu mendatang dengan materi-materi lainnya,” harap Muslimin. (vb/yul/adv)             

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              

 

Gandeng Bank Indonesia dan PWI Kaltim Bekali Pelajar SMP Stop Bullying dan Pengenalan Rupiah

September 3, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bekerja sama dengan Kanntor Perwakilan Bank Indoensia Prov Kaltim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda,Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kaltim menggelar Go to School pengenalan rupiah dan dialog pengaruh gadget, media sosial dan hoaks di lingkungan sekolah  yang di laksanakan perdana di SMP Katolik I WR Supratman  Samarinda, Jumat ( 02/09/2022).

”Kita akan menggelar go to scholl ini, dengan mendatangi langsung  sekolah-sekolah  yang tentunya sudah mendapat rekomendasi dari Diknas Kota, sepanjang  Jumat di Bulan September di empat sekolah menengah pertama di Samarinda,” kata Ony Resita,  Kordinator Seksi  Perempuan  dan Anak PWI Kaltim.

Dijelaskan, kegiatan ini juga menyampaikan tentang pengenalan  rupiah menghadirkan nara sumber dari Bank Indonesia, Ignatius Edi Santoso dan  Erwin Firman Jaya, Asisten Administrasi Perkasan dari unit implementasi pengelolaan uang rupiah ( UIPUR). Bank Indonesia Provinsi Kaltim. Pada kesempatan itu, BI memberikan pemahaman kepada siswa siswa akan pentingnya menghargai uang, dengan mencintai bangga dan paham rupiah.

Ony juga menambahkan kegiatan yang di gelar merupakan program rutin dari Bidang Perempuan dan anak PWI Kaltim, yang bekerja sama dengan Instansi dan orgnisasi terkait. “ PWI sudah dari tahun 2019  melakukan kegiatn serupa dan sempat libur panjang karena adanya wabah covid-19, dan tahun ini kita kembali melaksanakan kegiatan dengan focus mengajak pelajar SMP stop bullying, yang di sampaikan oleh ketua FJPI Kaltim Tri Wahyuni.

“Alhamdulillah materi ini mendapat perhatian dari pelajar khususnya di SMPK Samarinda, mereka antusias menanyakan apa yang pernah mereka dengan dn lihat terkait bullying,” tambahnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PWI Kaltim Endro S Efendi  mengatakan sangat  mendukung kegiatan yang di garap PWI,Bank Indonesia dan FJPI Kaltim. Menurut Endro, pembekalan sejak dini sangat penting agar anak anak semakin paham rupiah dan makin mencintai Negeri ini dan paling penting ke depan anak anak menjadi cerdas secara finansial.

“Kami mengajak para siswa untuk bersama-sama melakukan gerakan stop bullying. Kita berikan pemahaman kepada mereka betapa bullying memberi pengaruh negatif bagi korbannya, terlebih mengajak mereka untuk tidak menjadi pembully,” terang Tri Wahyuni, Ketua FJPI Kaltim .

Di kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SMP Katolik I Samarinda Nuhadi, mengatakan sangat menyambut baik kegiatan yang di lakukan oleh Bank Indonesia dengan pengenalan rupiah, PWI dan FJPI Kaltim .

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, semoga anak didik kami makin tercerahkan dan bersama-sama melakukan stop bullying,” ujar Nuhadi.(*/r)

DKP3A Kaltim Gelar Sinergitas Pelaksanaan Pengumpulan dan Pengayaan Data Terpilah Anak

September 1, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Data dan informasi anak sangat diperlukan untuk mendukung pemenuhan hak anak.  Karenanya perlu penguatan kelembagaan sistem data  terpilah berdasarkan jenis kelamin dan usia khususnya data anak.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita melalui Sekretaris DKP3A Kaltim Eka Wahyuni berharap para penentu kebijakan dapat mendorong pelaksanaan, perencanaan, evaluasi dalam pembangunan yaitu dengan meningkatkan sinergitas koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota.

“Diperlukan pula indikator komposit untuk mendapatkan hasil untuk mengukur keberhasilan pembangunan lintas sektor yang dapat mencerminkan perlindungan terhadap anak,” ujarnya pada kegiatan Sinergitas Pelaksanaan Pengumpulan Dan Pengayaan Data Terpilah Anak tahun 2022, berlangsung di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Kamis (1/9/2022).

Dikatakannya, data anak merupakan data kondisi tentang anak perempuan dan laki-laki dibawah usia 18 tahun, yang terpilah menurut kategori umur.

Data anak dapat berisi persentase anak berusia 0-17 tahun yang memiliki akta kelahiran, persentase balita yang mendapatkan pengasuhan tidak layak, persentase anak usia 7-17 tahun yang tidak bersekolah, proporsi penduduk usia 5-17 Tahun yang merokok, persentase pekerja anak, persentase balita stunting dan lainnya.

Sementara indek anak terdiri dari Indeks Perlindungan Anak (IPA), Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA). Indeks tersebut merupakan ukuran yang menggambarkan capaian pembangunan perlindungan anak di Indonesia

Indikator pembentuk  IPA ,IPHA, IPKA terdiri dari 27 indikator mencakup klaster I-V hak anak pada Konvensi Hak Anak (KHA).

Sebagai informasi, berdasarkan Indeks Perlindungan Anak (IPA) tahun 2020, Provinsi Kaltim berada pada peringkat ke 4 dari 34 provinsi di Indonesia. Artinya kondisi perlindungan anak di Provinsi Kaltim tahun 2020 sudah berada di atas rata-rata nasional.

Meskipun demikian, capaian nilai IPA belum mencapai angka maksimal, sehingga masih diperlukan upaya optimal perlindungan anak di Provinsi Kaltim. Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA) maupun Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA), capaian Provinsi Kaltim berada di atas rata-rata nasional, bahkan nilai IPKA Kaltim menduduki posisi kedua setelah DKI Jakarta.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 peserta dari Dinas PPPA se Kaltim. Hadir menjadi narasumber pada kegiatan ini Statistisi Ahli Madya Biro Data dan Informasi Kemen PPPA Anita Putri Bungsu dan  Statistisi Ahli Pertama Biro Data dan Informasi Kemen PPPA Dian Surida. (dell)

Program RLH Pemprov Kaltim Sudah Dinikmati Warga

September 1, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SANGATTA  –  Program rehab rumah Rumah Layaj Huni (RLH) menjadi komitmen serius Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi. Program pro rakyat ini pun telah dinikmati warga Desa Sangatta Selatan, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur. Salah satunya, Ganna Dg Sewang yang bermukim di RT 03, Dusun Pinang Mas.

“Kami sangat senang, karena sekarang bisa tinggal di rumah yang lebih layak dan aman dari banjir,” kata Ganna kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setda Provinsi Kaltim, Jumat (26/8/2022).

Ganna menceritakan, sebelum menerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni, selama bertahun-tahun ia dan keluarganya harus tinggal di rumah berlantai tanah dan hanya berdinding seng. Saat banjir meluap di daerah berawa-rawa itu,  maka air dengan mudah masuk ke dalam rumah mereka.

Setelah menerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni pada tahun 2021, rumah mereka sudah tidak kebanjiran. Rumah Ganna juga tidak lagi berdinding seng, tapi papan kayu yang kokoh. Diakuinya, memang dia harus menambah biaya membeli tongkat kayu ulin  untuk meninggikan lantai rumahnya agar terhindar dari banjir.

“Tidak apa-apa. Sekarang kami sudah merasa lebih nyaman dan aman tinggal di rumah kami. Terima kasih Pak Gubernur, terima kasih Pak Wakil Gubernur,” tutup Ganna yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

Suroto, tetangga Ganna, hampir sama. Meski rumahnya sudah relatif aman dari banjir, namun rumahnya masih berdinding seng tidak layak pakai. Begitu pun kayu lantai rumahnya hampir semua jabuk dan keropos, sehingga sangat membahayakan.

“Keadaan kami memang sulit Pak, belum bisa beli papan. Syukur alhamdulillah tahun ini kami dapat bantuan rehab rumah. Kami sangat senang dan berterima kasih kepada pemerintah,” ucap Suroto.

Ketua RT 03 Dusun Pinang Mas, Desa Sangatta Selatan M Talhil mengungkapkan tahun ini ada lima warganya yang akan menerima program rehabilitasi rumah tidak layak huni. Sementara tahun lalu ada dua warganya yang sudah menerima program tersebut.

“Keseluruhan ada tujuh warga kami yang menerima program rehab tahun lalu dan tahun ini. Mereka yang kami usulkan ini benar-benar kurang mampu, karena penghasilan yang tidak besar dan tidak pasti dari kerja serabutan,” ungkap Tahlil.

Sementara staf Dinas Perkim Kutai Timur, Robert yang dipercaya menjadi koordinator lapangan Desa Sangatta Selatan untuk urusan rehab rumah tidak layak huni dan pembangunan rumah layak huni menjelaskan, tahun ini ada 100 rumah tidak layak huni yang akan direhab di Sangatta Selatan. Rehab akan dilakukan dalam dua tahap, masing-masing 50 rumah.

Sedangkan untuk pembangunan rumah layak huni yang diprogramkan Gubernur Isran Noor  melalui dana CSR, Sangatta Selatan tahun ini akan mendapat alokasi sebanyak 15 rumah.

“Kita surveinya ketat. Harus warga yang benar-benar berhak dan lengkap syarat baru kita usulkan. Walaupun rumahnya tidak layak, kalau penghasilannya besar, tidak akan kita usulkan. Artinya ada apa dengan orang itu?  Yang kita bantu harus benar-benar yang tidak mampu dan layak dibantu,” tegas Obet, sapaannya.

Pemprov Kaltim sendiri tahun 2022 menargetkan 1.057 rumah akan direhabilitasi di seluruh kabupaten dan kota. Sedangkan  Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu Penyediaan Perumahan, juga mengalokasikan anggaran rehabilitasi sebanyak 1.448 rumah. Sementara pemerintah kabupaten dan kota akan merehab sebanyak 1.534 rumah. Secara keseluruhan target rehabilitasi RLTH di Kaltim mencapai 4.039 rumah.

Gubernur Isran Noor juga menginginkan agar dana CSR selanjutnya fokus untuk pembangunan rumah layak huni, dimana dengan asumsi CSR mencapai Rp500 miliar per tahun, maka setidaknya bisa dibangun sekitar 35.000 rumah layak huni untuk warga Kaltim yang benar-benar kurang mampu dan layak menerima bantuan tersebut.

“Memang lebih mahal, tapi sangat jelas manfaatnya,” kata Gubernur Isran Noor saat peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Balikpapan yang bersumber dari CSR. (sam)

POLNES Berikan Pendampingan dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Akuntansi

August 31, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Vivaborneo.com, Samarinda — Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat pada Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) Harlene Crochet di Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang.

Pendampingan dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Laporan Akuntansi ini, ujar  Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat, Kristin Wulansari, S.E., M.M,  bertujuan untuk memperkenalkan dan memberikan pengetahuan tentang penggunaan Aplikasi Laporan Akuntansi.

“Setiap usaha diharapkan mempunyai laporan keuangan agar dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, laba-rugi, dan arus kas yang bermanfaat bagi pemilik usaha dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi untuk usaha tersebut,” ujar Kristin pada Minggu (28/8/2022).

Ditambahkannya, setelah mendapatkan pelatihan ini, diharapkan kepada para pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) dapat menggunakan  dengan mudah dalam penyusunan laporan keuangan usaha.

“Namun praktek akuntansi keuangan pada UMKM masihlah sangat rendah dan memiliki banyak kelemahan. Maka dari itu diperlukan pendampingan dan pelatihan pencatatan laporan keuangan yang mudah dipahami dan  dapat diimplementasikan pada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah,” ujar Kristin Wulansari.

Dijelaskannya, kegiatan pelatihan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat yang juga berkoordinasi antara Jurusan Administrasi Bisnis dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Polnes, dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Kegiatan ini juga melibatkan dua orang dosen Jurusan Administrasi Bisnis yang latar belakang pendidikannya juga mendukung pendampingan dan pelatihan ini yaitu, Drs. Suramli, M.M dan Suminto, S.Pd., M.Hum., M.Pd.B.I. 

Selain dosen, terdapat dua orang mahasiswa yang membantu jalannya pendampingan dan pelatihan ini yaitu Donny Armandho Putra dan Nur Aidha Eka Putri.

Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Kantor Kelurahan Sungai Keledang, dihadiri  Lurah dan Sekretaris Lurah yaitu Rahmadi, S.P. dan Budi Sahjaya, S.P. yang sangat mendukung pendampingan dan pelatihan ini. 

Apalagi, ujar Lurah Rahmadi, kegiatan pelatihan ini  sangat membantu para pelaku usaha mikro dan menengah di wilayah Kelurahan Sungai Keledang dapat dalam penyusunan laporan keuangan secara mandiri setelah mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan laporan keuangan dengan memanfaatkan digitalisasi berupa Aplikasi Laporan Akuntansi ini memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha karena melalui bantuan Aplikasi Laporan Akuntansi ini para pelaku usaha kini dapat merasakan kemudahan. 

Misalnya saja  untuk mengetahui besarnya keuntungan dan kerugian secara riil, memudahkan perencanaan bisnis dan memiliki dasar dalam proses pengambilan keputusan untuk keberlangsungan usahanya.

Ketua UPPKA Harlene Crochet Kelurahan Sungai Keledang, Herlina,   mengatakan setelah mengikuti kegiatan ini dirinya dan anggota lainnya sangat optimis dapat  menggunakan Aplikasi Laporan Akuntansi yang telah diajarkan oleh para dosen Polnes tersebut.

“Kepada para anggota UPPKA Harlene Crochet, diharapkan dapat melakukan pencatatan keuangan secara sistematis sehingga pencatatan lebih efektif, efisien dan akurat. Kita berharap mereka tidak lagi kesulitan dalam membuat pencatatan keuangan dan dapat fokus mengembangkan usahanya,” ucap Herlina.(vb/yul/adv)

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb