Kisah Poniran Dibantu Pemulangan dan Rintisan Warung Sembako di Tuban

August 30, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TUBAN – Kementerian Sosial RI melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru bergandengan tangan dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya memulangkan warga tidak mampu yang mengalami cidera patah tulang punggung setelah terjatuh dari ketinggian 8 meter saat bekerja buruh harian bangunan di Kampung Dampar Kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat.

Pemulangan keluarga Poniran atas kolaborasi Sentra Budi Luhur Banjarbaru dengan PWI Kaltim Peduli menggunakan “ambulan balap” PWI Kaltim Peduli dari Samarinda ke Tuban, melalui jalur laut menggunakan KMP Dharma Ferry VII diberangkatkan dari Samarinda Jum’at, 26 Agustus siang, dan tiba di Desa Kedungmulyo, Bangilan, Tuban Ahad, 28 Agustus 2022 pukul 20.30 wib.

Pekerja sosial dari Sentra Budi Luhur, Remayantie dan Yogi Styanto yang ditugasi Badriah Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru mendampingi pemulangan keluarga Poniran ini, sesampainya di tempat tujuan melakukan asesmen, sehingga diputuskan keluarga poniran mendapat bantuan usaha dari Kementerian Sosial melalui Sentra Budi Luhur Banjarbaru berupa warung sembako.

Tidak tanggung-tanggung saat mewujudkan warung bantuan kemensos tersebut, seperti mendapat uang kaget, dan langsung hari itu juga, Senin 29 Agustus 2022 keluarga Poniran diajak berbelanja bahan dagangan ke pasar Bangilan.

Bahan dagangan yang dibelanjakan keperluan sehari-hari yang mudah laku sehingga perputaran bisa cepat. “Dari Bu Badriah Kepala Sentra Budi Luhur memberikan arahan agar menanyakan kepada keluarga Poniran mau usaha apa, dan dijawabnya setelah melalui pertimbangan yang cukup matang paling pas adalah usaha warung sembako, dan usaha sosis makanan anak-anak serta es. Mengingat di seputar tempat tinggal keluarga pak Slamet tidak ada warung sembako,” jelas Remayantie pekerja sosial Sentra Budi Luhur Banjarbaru yang mengawal pemulangan Keluarga Poniran.

Menurut Remayantie, Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru saat membantu tidak asal-asalan. Warung juga harus benar-benar tampak warung, jadi tidak sekadar ala kadarnya. Sehingga tempat warung juga ditata, dibuatkan dinding, lantainya juga di semen. “Iya mas, lantai kita bantu cor. Kami membelikan bahan semen, pasir, paku, keluarga Poniran membantu mengerjakan, karena kebetulan mereka punya keahlian menukang. Kita juga belikan kalsiboard untuk dinding, kayu usuk, papan kayu untuk membuat rak.” Jelas Remayantie didampingi Yogi Styanto yang datang khusus dari Banjarbaru ke desa Kedungmulyo kecamatan Bangilan kabupaten Tuban.

Keberadaan warung keluarga Poniran yang diberi nama Warung Asri, dimana warung ini berada di dusun Kedung Asri, sehingga diambil nama Asri untuk menamai warung, mendapat apresiasi dari para tetangga sekitar rumah keluarga Slamet, walaupun warung belum siap, mereka sdh berdatangan berbelanja.

“Cocok jika disini ada warung sembako, karena warung sembako disekitar sini tidak ada. Paling tidak warga bisa terbantu, tidak perlu jauh-jauh mendapatkan bahan keperluan sehari-hari,” jelas H. Setiono tokoh masyarakat di desa Kedungmulyo, yang sekaligus tokoh NU di kecamatan Bangilan.

Sementara itu, Muhi Matur Rohmah, Istri Poniran sangat berterima kasih kepada ibu Menteri Sosial bu Risma, Ibu Badriah Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru, bu Remayantie, mas Yogi, dan pengurus PWI provinsi Kaltim dan relawan yang telah bahu-membahu memboyong keluarga kami dengan susah payah dari Kutai Barat hingga sampai ke kampung halaman kami di Kedungmulyo.

“Saya tidak mengira perhatiannya begitu dalam, saya kira cukup dipulangkan saja, ternyata diperhatikan juga kelangsungan hidup keluarga kami. Terimakasih bu Risma, menteri Sosial, Bu Badriah, kepala Sentra semoga beliau sehat,” ucap Muhi dengan terbata-bata saat menerima secara simbolik bantuan Warung Sembako.

Warung sembako yang menyediakan gula, minyak, tepung, telur, mie instan, bumbu-bumbu dapur instan, snak, roti, pampers bayi, deterjen, dan minuman es, dan juga dibantu kulkas diserahkan secara resmi oleh Remayantie mewakili Kemensos RI kepada Muhi Matur Rohmah, Selasa 30 Agustus 2022, disaksikan Munanto dari PWI Kaltim, dan Irawan relawan medis ambulans PWI Kaltim peduli senilai lebh kurang Rp6 juta rupiah.(mun)

Catatan PWI Peduli – Perjalanan Mengantar Pasien ke Tuban Jatim (3-habis)

August 29, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Dikawal Escort dari Pelabuhan Tanjung Perak hingga Kedungmulyo Tuban

KMP Dharma Ferry VII merapat di dermaga Nusantara Tanjung Perak sekitar pukul 14.30 wib, ahad, 28 Agustus 2022 setelah KMP Dharma Kencana 7 bertolak dari Pelabuhan terpadat kedua di Indonesia tersebut.

Setelah KMP Dharma Ferry VII sandar yang terlebih dahulu keluar dari lambung kapal penumpang perorangan,  disusul truk-truk besar yang berada di dek 4, dilanjut truk-truk di dek 5.

Sekitar 30 menit kapal sandar, pasien di bawa ke ambulans, karena truk-truk sudah mulai habis sehingga asap yang dihasilkan dari kenalpot truk agak berkurang, ditambah blower kapal yang begitu kencang membuat udara di dalam dek 5 tidak sempat penuh asap.

Sebelum dibawa, telah dipersiapan di atas scop Schecher oleh Irawan, relawan medis ambulans PWI Kaltim peduli dengan ikatan aman jika sewaktu-waktu ada goncangan saat mengevakuasi dari kamar kapal ke mobil ambulans. Dengan dibantu ABK, proses evakuasi pun berjalan cukup lancar.

Di tengah-tengah antrian truk yang keluar dari dek 5, ambulans PWI Kaltim peduli pun meluncur perlahan dari dek 5 ke dek 4, lanjut keluar lambung kapal. Tidak ada kendala saat melakukan debarkasi.

Dengan lampu rotari yang menyala dan sirine yang meraung Ambulans PWI Kaltim peduli yang di tik-tok dan youtube dikenal dengan ambulan balap membelah jalan raya Tanjung Perak Timur. Sekitar 500 meter keluar dari pelabuhan, sudah disambut escort dari Relawan Emergency Escorting Ambulance  (EEA) Surabaya.

Jalur yang di pilih escort melewati jalan biasa menuju ke Kebo Mas arah Gresik. Memasuki gresik di sambut relawan escort yang lain, dilanjutkan hingga perbatasan Lamongan. Donny Escort EEA yang dari pelabuhan Tanjung Perak memisahkan diri menjelang masuk kota Lamongan

Sesampainya perbatasan lamongan disambut Indonesia Escorting Ambulance (IEA) Lamongan, tak lama rekan RLPA (Relawan Lamongan Pengawal Ambulance) menyambut dan lanjut pengawalan. Konvoi pengawalan ambulans PWI Kaltim peduli istirahat di mushollah Bundaran Babat untuk sholat maghrib dan sekalian makan malam karena pasien sejak siang belum ada makan, sampai-sampai harus diberi oksigen untuk menetralkan pernafasan.

Seusai istirahat lanjut perjalanan, tak lama escort dari RDGT (Relawan gawat darurat Tuban) bergabung, sehingga total yang mengawal ada 4 Escorting. Sesampai di Widang ruas jalan Surabaya-Tuban, Jalur belok kiri yang dilalui pun jalan raya Plumpang-Compreng. Lebih kurang hampir 1,5 jam baru tiba di tujuan.

AMBULANCE ISI PERTAMAX

Sesampainya di Desa Lajolor Kecamatan Singgahan Tuban, karena kondisi BBM Unit ambulans PWI Kaltim peduli sudah sekarat mau tak mau harus masuk ke SPBU.

SPBU 53.623.25 pun dimasuki ambulan balap, namun berapa kagetnya driver ambulan balap, karena dilihatnya bukan plat Tuban, petugas SPBU pun menyatakan tidak bisa mengisi Pertalite. Padahal Pertalite masih ada, alasannya harus menggunakan aplikasi. Namun karen belum download aplikasi mau tidak mau harus isi Pertamax, jika harus mendownload aplikasi dulu berapa waktu lagi dibutuhkan.

“Petugas SPBU tidak punya prikemanusia sama sekali. Ambulans sedang membawa orang sakit dipaksa isi Pertamax,” ucap Munanto tim ambulans PWI Kaltim peduli dengan lantang.

DISAMBUT WARGA

Memasuki Desa Kedungmulyo rombongan pemotor warga pun sudah menunggu dipersimpangan. Dipimpin Abdul Gafur ketua RT 01 RT. 05 Desa Kedungmulyo warga pun ramai-ramai menunjukkan arah ke rumah Slamet, orang tua dari Muhi Matur Rohmah (istri Poniran). Disetiap persimpangan ada kerumunan warga yang mengarahkan. Bak pejuang yang ditunggu-tunggu kedatangannya paska perang disambut dengan ramainya warga berkumpul.

DIANGKAT RELAWAN

Sesampai ambulans PWI Kaltim peduli memposisikan parkir di halaman rumah yang terbuat dari dinding kayu dengan lantai tanah tersebut, relawan peng escort pun dengan cekatan mengangkat Poniran yang sebelumnya terlebih dahulu di pasang scop Schecher oleh Irawan, relawan medis ambulans PWI Kaltim peduli.

Tim dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru, Remayantie dan Yogi Styanto yang ditugaskan Badriah – Kepala Sentra Budi Luhur untuk mengawal keluarga Poniran pun tampak sudah datang di rumah pak Slamet sekitar lebih 3 jam sebelum rombongan ambulans tiba di lokasi.(mun)

Catatan PWI Peduli – Perjalanan Mengantar Pasien ke Tuban Jatim (2)

August 29, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Layanan Kapal, Bak Hotel Bintang Lima

PELAYARAN menggunakan KMP Dharma Ferry VII sangat menyenangkan, selain para awak kapal sangat ramah-ramah pelayanan prima bak hotel bintang lima pun diterapkan. Saat ambulans PWI Kaltim peduli mulai naik ke dalam lambung kapal berjenis Kapal Kargo Penumpang (Ro-Ro) yang dibangun pada tahun 1993 ini, diarahkan menuju ke titik yang terdekat dengan tangga jalan, agar mudah saat membawa pasien ke dek penumpang.

Sebelum memindahkan penumpang crew ambulans terlebih dahulu memastikan dimana tempat untuk pasien diposisikan, agar pasien juga nyaman penumpang lain juga tidak terganggu.

Alhamdulillah, Saleh manager Area PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Balikpapan me-isued-kan tiket di kelas VIP, sehingga saat lapor ke bagian Pelayanan di pusat informasi KMP Dharma Ferry VII langsung diberikan kunci kamar dengan meninggalkan deposit sebesar Rp. 100.000,-.

Setelah ada kunci, petugas pun mengantarkan hingga ke kamar, dan menjelaskan petunjuk-petunjuk penggunaan fasilitas kamar yang memiliki fasilitas cukup lengkap. Ada TV, pendingin ruangan, kamar mandi juga dilengkapi dengan air panas, toiletpun cukup pencet tombol keluar air sendiri saat beristinja. Di kelas VIP kamar mandinya dilengkapi dengan bethtub, penumpang bisa berendam di air hangat.

“Dijamin tidak menyesal naik kapal Dharma Ferry VII ini, Dengan harga tiket Rp625.000, untuk kamar VIP berkapasitas 3 penumpang, harga Rp575.000 untuk kamar kelas I juga 3 penumpang, kamar kelas II harga tiket 525.000 kapasitas 4 penumpang dengan ranjang susun, sedangkan kelas ekonomi cukup Rp445.000,” jelas Saleh, Branch Manager PT. DLU Balikpapan.

EVAKUASI PASIEN

Dengan piawai, Irawan crew medis ambulans PWI Kaltim peduli memasang scoop Schecher untuk mengevakuasi pasien patah tulang punggung dari dalam ambulans menuju ke kamar. Dengan alas ambal Malaysia yang diberikan pengurus PWI Kaltim peduli pasien mulai diposisikan dengan terlebih dahulu mengikat bagian-bagian tubuh agar tidak goyang dan antisipasi jatuh saat diangkat menggunakan scoop Schecher tersebut, karena harus naik tangga, belok di lorong yang sempit, sehingga memerlukan trik evakuasi yang sangat cermat.

Setelah semua siap, mulai membawa pasien menggunakan tangga jalan, namun karena tangga jalannya terlalu curam, crew ambulans pun sempat kepleset yang menyebabkan jatuh. Untung saja pasien masih tertopang di kaki sehingga tidak terjadi kefatalan.

Sesaat sesampai depan resepsionis, ABK langsung tanggap dan membantu mengangkat pasien ke dek 6 dimana posisi kamar kelas I – 208 berada harus menaiki tangga lagi. Dengan manuver pasien yang dibawa mengunakan scop Schecher tersebut berhasil diantar hingga atas tempat tidur dengan selamat.

 

JATAH MAKAN

Menggunakan KMP Dharma Ferry VII tidak perlu khawatir kelaparan. Selain service makan bagi penumpang yang berada di kelas diantarkan ke kamar masing-masing, sementara yang kelas ekonomi mengambil sendiri ke satu titik depan resepsionis, dan bagi pengemudi truk disediakan makan prasmanan.

Di Kapal juga dilengkapi dengan fasilitas juga terdapat cafetaria yang lengkap menyediakan nasi dengan berbagai varian lauk pilihan yang tentu dapat mengundang selera. Juga terdapat toserba yang menyediakan berbagai snack jajanan hingga mainan anak-anak, dan tidak ketinggalan ada juga cafee yang siap dengan minuman panas dan mie instan siap saji. Selain itu juga terdapat fasilitas Musholla yang menampung lebih dari 200 jamaah, tak ketinggalan ada ruang hiburan yang menyajikan live musik, bisa bernyanyi bersama bersuka ria, sehingga tidak membuat jenuh pelayaran yang memakan waktu lebih 30 jam.

Pelayaran Balikpapan-Surabaya dengan KMP Dharma Ferry VII, Jum’at 26 Agustus 2022 diberangkatkan dari Pelabuhan Semayang Balikpapan tepat pukul 24.00, molor 2 jam dari jadwal semua pukul 22.00. Walaupun jadwal semula juga sudah molor 15 jam, yang seharusnya diberangkatkan 07.00 wita. Dan sandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Ahad, 28 Agustus 2022 pukul 14.30 wib, karena harus labuh jangkar terlebih dahulu menunggu antrian sandar kapal di palabuhan Tanjung Perak, sehingga waktu pelayaran lebih kurang 39 jam. (mun)

Catatan PWI Peduli – Perjalanan Mengantar Pasien ke Tuban Jatim (1)

August 29, 2022 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Mengantar Pasien Patah Tulang Punggung dari Samarinda ke Kedung Mulyo Tuban

PERJALANAN panjang membantu memulangkan Poniran, pasien patah tulang punggung akibat jatuh dari ketinggian 8 meter saat kuli bangunan menjadi buruh lepas di desa Dempar kecamatan Nyuatan Kabupaten Kutai Barat 15 Juni 2022 lalu, yang hidup dalam kondisi keterbatasan ekonomi.

Poniran yang sempat di rawat di RS Harapan Insan Sendawar selama 3 hari kemudian di rujuk ke Rumah sakit umum daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda hingga dipulangkan pada tanggal 19 Juli 2022, atas bantuan Ketua Adat besar di Kutai Barat akhirnya kembali di bawa ke Simpang Raya Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat, karena sudah puluhan tahun menetap di sana dengan rumah pinjaman.

Muhi, istri poniran menuturkan, suaminya merantau ke Kutai Barat sejak masih bujangan. Setelah menikah, Muhi Matur Rohmah mengikuti suami merantau ke Kutai Barat dari Tuban, sambil mengenang awal pertemuan saat bertemu dengan Poniran ketika bertandang ke rumah pamannya, yang akhirnya jejaka asal Jember tersebut mempersunting Muhi yang asal Kedung Asri, Kedung Mulyo, Bangilan, Kabupaten Tuban.

“Saat kami diantar menggunakan ambulans sepulang dirawat selama satu bulan di RSUD AWS pikiran kami hanya bagaimana agar bisa pulang ke Jawa, karena untuk bertahan di Kutai Barat tidak ada penghasilan lagi. Ditambah suami sakit harus dijaga terus, anak masih kecil, perlu sekolah. Selama ini suami yang bekerja, alhamdulillah hanya cukup untuk makan hari-hari,” papar Muhi perempuan berusia 33 tahun ini.

Nah saat perjalanan itulah kami dapat informasi dari ambulans yang mengantarkan kami ke Kubar, bahwa ada ambulans PWI Kaltim Peduli yang bisa membantu mengantarkan kami hingga kampung halaman. Kami diberi kontaknya dan alhamdulillah bisa terhubung.

Munanto koordinator ambulans PWI Kaltim Peduli mengatakan pihak PWI Kaltim peduli intinya ingin membantu siapa saja yang memang benar-benar membutuhkan bantuan, terutama pengangkutan menggunakan mobil ambulan.

“Kami hanya memiliki fasilitas mobil ambulans saja, jika penjemputan dan pengantaran dalam kota Samarinda masih bisa kami upayakan gratis, namun jika ke luar kota kami harus mencari dulu dukungan dana operasional untuk BBM, perawatan kendaraan, dan crew ambulans,” jelas  Munanto Saat menerima permohonan pengantaran ke Tuban, 6 Agustus 2022 lalu.

Setelah menerima surat permohonan pengantaran  tersebut Munanto berkoordinasi dengan induk organisasi PWI Kaltim melalui wakil ketua Bidang Kesejahteraan, Achmad Sahab dan Seksi yang membawahi  PWI Peduli, Rudi intinya bisa ditindaklanjuti untuk di upayakan dibantu.

“Berbagai peluang kami jalankan, lewat jalur Baznas Provinsi Kaltim sesuai arahan pak Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, ke para donatur yang kami anggap peduli, dan ke Kementerian Sosial melalui jalur Direktorat Lansia Kemensos RI,” Jelas Munanto yang juga anggota Dewan Kehormatan PWI Provinsi Kaltim.

Dari sekian jalur yang cepat merespon Jalur Kementerian Sosial (Kemensos) RI. “Saat itu kami dihubungi ibu Badriah, Kepala Sentra Budi Luhur di Banjarbaru yang mengkonfirmasi adanya permohonan pemulangan warga miskin ke kampung halaman karena sakit,” papar Munanto.

Sentra Budi Luhur Banjarbaru adalah lembaga dibawah Kemensos yang  bertugas mengurusi warga terlantar, diijelaskan Munanto bahwa proses pun berlanjut. “Dari Sentra Budi Luhur juga ada Verifikasi, ada tim pendamping yang mendatangi dimana pasien berdomisili, dan ada yang mengecek juga ke daerah asal korban apakah benar ini warga tidak mampu. Setelah diverifikasi memang keluarga Poniran ini benar termasuk yang bisa dibantu dipulangkan,” jelas Munanto.

Sebelum diberangkatkan Poniran harus menjalani kontrol ke RS Harapan Insan Sendawar (HIS) untuk mendapatkan rujukan kontrol ke RSUD AWS. Setelah keluarga Poniran siap diberangkatkan, diantar Beriansyah, Pendamping sosial di Kutai Barat dan Mahulu menggunakan ambulans Pinjaman milik tokoh masyarakat di Barong Tongkok untuk mengantarkan Keluarga Poniran dari Simpang Raya ke Melak.

“Saya meminjam ambulan ini sejak satu hari sebelum dibawa, 19 Agustus kami sudah pinjam, karena kalau tidak begitu ambulan dipakai orang lain kami tidak bisa memakainya. Dan 20 Agustus kami antar keluarga Poniran sore sekitar jam 15.00 ke Kapal yang akan membawanya milir ke Samarinda,” ujar Badriah.

Perjalanan pelayaran sungai dari Melak hingga Samarinda ditempuh dalam waktu 15 jam, dan akhirnya sekitar pukul 10 wita, Ahad, 21 Agustus 2022 keluarga Poniran dengan Kapal Taxi Putra Mahakam Indah tiba di Pelabuhan Sungai Kunjang. Relawan ambulans PWI Kaltim Peduli, Usamah Bima Shafa dibantu portir pelabuhan, mengangkat Poniran menggunakan scoop schecher pinjaman dari unit Mujadi driver ambulans RKM Gunung Kelua dari kapal ke unit ambulans PWI Kaltim peduli yang telah siap di dermaga pelabuhan Sungai Kunjang.

Dari pelabuhan Sungai Kunjang Samarinda Poniran dan keluarga diantarkan ke di rumah milik Arif Kurniawan, seorang penguasa bengkel las Berkah Jaya Las di jalan M. Said Gang 4 Lok Bahu Samarinda yang siap menampung sementara sebelum diberangkatkan ke Tuban, karena masih harus menjalani proses cek up kembali ke Instalasi Rawat jalan RSUD AWS sesuai rujukan dari RS HIS ke dokter Yaseer Ridwan, spot.

Selasa, 23 Agustus jadwal dokter Yaseer Ridwan praktek di Poli Instansi rawat jalan RSUD AWS, namun hasilnya mengecewakan karena harus operasi dan datang kembali tanggal 30 Agustus dengan sebelumnya harus mengurus rujukan terlebih dahulu ke puskesmas Segiri.

“Kalau suami saya di operasi harus berapa lama lagi kami disini, bagaimana dengan anak saya, siapa yang jaga karena tidak dibolehkan dibawa ke rumah sakit,” keluh Muhi begitu keluar dari ruang dokternya.

Keluhan tidak mendapat jawaban menggembirakan, saat dikonfirmasi kembali ke perawat di ruang poli bedah ortopedi, perawat hanya minta kembali tanggal 30 Agustus, tanpa diberi obat sama sekali, tanpa alasan yang bisa diterima.

Upaya PWI Kaltim peduli pun mencari tahu praktek dimana dokter Yaseer selain di poli rawat jalan RSUD AWS, paska diberi tahu kondisi pasien Poniran yang menyebut-nyebut ibunya. Dan Alhamdulillah esok harinya 24 Agustus dr Yaseer ada praktek di poli eksekutif Sakura. Maka mendaftarlah di Poli tersebut dengan biaya Rp260.000,-.

“Kita tempuh lewat jalur poli eksekutif Sakura walau bayar agar bisa konsultasi dengan dokter Yaseer, karena pasien ini memanggil-manggil ibunya terus, dan yang diperlukan surat laik berlayar agar bisa cepat pulang dan ditangani pengobatan di kampung halamannya,” kata Munanto penanggung jawab ambulan PWI Kaltim peduli yang mendampingi pasien.

Jadwal praktek dokter sekitar jam 13.00, akhirnya dipanggil masuk. Setelah konsultasi, diberikanlah surat laik berlayar karena kondisi pasien sangat memungkinkan untuk berlayar, selain itu juga diberi obat dan vitamin serta surat rujukan untuk pengobatan lanjutan di daerah asal pasien.

“Beda banget ya pelayanan di Poli menggunakan BPJS dan Poli eksekutif Sakura. Kalau di Poli rawat jalan menggunakan BPJS perawatnya ketus-ketus, tapi kalau di Poli eksekutif Sakura perawatnya ramah-ramah,” ucap Muhi seusai keluar dari ruang pemerintah dokter Yaseer.

Keluar dari ruang dokter sekitar pukul 14.00, langsung saja Munanto berkoordinasi dengan Saleh kepala Cabang PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Balikpapan untuk memastikan bisa diberangkatkan menggunakan kapal ferry lintasan Balikpapan-Surabaya. Namun karena waktunya mepet, kapal diberangkatkan pada jam 16.00 sehingga tidak memungkinkan ikut pelayaran KMP Dharma Rucita VII pada hari itu juga, akhirnya pemberangkatan di undur ke hari jumat, 26 Agustus 2022 dengan KMP Dharma Ferry VII.

Pemberangkatan pemulangan pasien Poniran dan keluarga pun mendapat support dari Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kaltim, dan Eko Sujarwadi, Ketua Ikatan Alumni Geologi Universitas Veteran Jogjakarta Di Kaltim, dan Rohani warga perantau dari Pemalang.

PEMBERANGKATAN

Dijelaskan Munanto, sebelum melintas antar pulau kendaraan harus mengantongi surat jalan dari kepolisian, dan kami pun mengurus surat jalan ke Mapolres Samarinda, dibantu Kapolres Samarinda Kombes.Pol. Ary Fadli melalui Kasat Lantas polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo, surat jalan untuk ambulans PWI Kaltim peduli pun keluar. “Tidak sampai 10 menit alhamdulillah surat jalan sudah kami dapatkan,” ucap Munanto.

Persiapan membawa pasien Poniran menggunakan mobil jenis apv yang satu hari sebelumnya telah di service dan ganti oli di bengkel mobil Indotec Samarinda, persiapan perjalanan jauh.

Ba’da jum’atan, 26 Agustus 2022, ambulans PWI Kaltim peduli dikemudikan Munanto dibantu Irawan Teguh Widyatama (tenaga medis), jemput pasien dan keluarga di rumah singgah sementara di Lok Bahu.

Setelah semuanya siap perjalanan dilanjutkan ke kantor PWI Kaltim yang terletak di jalan Biola Prevab Samarinda untuk pengurus PWI Provinsi Kaltim secara simbolis melepas keberangkatan pemulangan keluarga Poniran. Dilepas oleh Wiwied Marhaendra Wijaya, Sekretaris PWI Provinsi Kaltim dan dilanjutkan perjalanan ke rumah sakit Atma Husada untuk mengambil tabung oksigen sebagai persiapan di perjalanan sewaktu-waktu diperlukan.

Perjalanan melalui jalur Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) ditempuh sekitar 2 jam dan berhenti di masjid Nurul Aman Jalan Soekarno-Hatta Balikpapan untuk sholat maghrib dan membeli perbekalan untuk di kapal. Dan tepat pukul 20.00 tiba di Pelabuhan Semayang, melalui pintu satu masuk ke dalam Dermaga dimana sudah berjejer mobil mengantri untuk masuk ke lambung KMP Dharma Ferry VII.

“Terus terang ini perjalanan pertama kali menggunakan ambulans dengan kapal Ferry dari Balikpapan ke Surabaya, sehingga kami masih meraba-raba lewat mana. Sampai 3 kali tanya baru tahu lewat pintu satu masuk ke dalam dermaga pelabuhan,” ucap Munanto.

PROSES EMBARKASI

Setelah melapor ke petugas yang ada di dermaga, proses cek in pun cukup scan barcode di lembar pdf tiket yang dikirim  Kepala Cabang DLU Balikpapan melalu pesan whatsapp dilakukan di depan ambulans.

Petugas kesehatan Kapal pun mendatangi unit ambulans memeriksa kondisi pasien dan berkomunikasi dengan pasien dan keluarga, dimana harus mengisi form surat pernyataan yang telah disiapkan pihak DLU. Irawan pendamping medis dari PWI Kaltim peduli pun menyerahkan copy surat keterangan dokter laik berlayar yang dikeluarkan dokter Yaseer Ridwan dari Poli eksekutif Sakura RSUD AWS beserta foto identitas pasien dan keluarga.

Tak lama setelah pemeriksaan tersebut, unit ambulans PWI Kaltim Peduli pun masuk ke lambung KMP Dharma Ferry VII di dek 5 untuk menurunkan pasien dan keluarga yang sebelumnya sudah mendapat tempat di kelas VIP 104 dan Kelas 1 kamar 208.

Tepat pukul 24.00 KMP Dharma Ferry VII yang memiliki kapasitas muat 130 truk besar, 45 truk sedang yang berada di dek 4 dan dek 5, dan sekitar 300 kendaraan roda 4 ada di dek 3, 2, 1 dibawah komando Kapten Agi Seno, M.Mar lepas tali dari pelabuhan Semayang Balikpapan.(mun)

Guru SMK Putra Bangsa Terima Pelatihan Dasar Accurate Accounting V.5

August 27, 2022 by  
Filed under Sosial

Tim dosen Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda foto bersama dengan para guru dan peserta pelatihan di SMK Putra Bangsa, Kota Bontang, dalam acara pengenalan dan pelatihan Komputer Akuntansi dengan Menggunakan Program Accurate Accounting v.5.

Vivaborneo.com, Bontang – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Putra Bangsa Kota Bontang, mendapatkan kesempatan menjadi lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (POLNES). Tim dosen yang hadir di SMK Putra Bangsa, Kota Bontang merupakan tindak lanjut dari kerjasama POLNES dan beberapa sekolah di Kaltim.

Ibrahim Musa, S.E, M.Bus  mengatakan kedatangan tim dosen Jurusan Akuntansi POLNES  memberikan pengenalan dan pelatihan Komputer Akuntansi dengan Menggunakan Program Accurate Accounting v.5.

“Tujuannya  untuk meningkatkan kompetensi Guru Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga di SMK Putra Bangsa, Bontang sebagai upaya peningkatan kemampuan guru yang dipandu oleh Instruktur Komputer Akuntansi Accurate,” ujar  Ibrahim Musa, S.E, M.Bus pada Senin (22/8/2022).

Pengenalan program menggunakan Aplikasi Accurate accounting  kepada 5 orang guru Bidang Akuntansi dan Keuangan Lembaga.  Ibrahim Musa juga dibantu oleh para dosen lainnya yaitu Lewi Patabang, S.E, MM sebagai Ketua Tim PKM POLNES  serta Candra Gunawan, M.Ak dan Siti Nurul Karimah sebagai pendamping dari dosen Jurusan Akuntansi dan Mahasiswa D4 Akuntansi Manajerial POLNES.

“Kita berharap para guru dapat meningkat kompetensinya yang berujung pada meningkatnya pengetahuan siswa. Siswa akan menjadi lebih siap kerja di bidang komputerisasi akuntansi dan keuangan,” jelasnya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Putra Bangsa Kota Bontang, mendapatkan kesempatan menjadi lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda (POLNES).

Saat ini, ujar Ibrahim, Aplikasi  Accurate Accounting v.5 yang diajarkan  dapat digunakan pada  unit-unit usaha Koperasi, usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) serta perusahaan besar khususnya yang berada di Kota Bontang dan Kalimantan Timur pada umumnya.

Dalam mempersiapkan siswa-siswi menghadapi UKK, LSP Politeknik Negeri Samarinda menjalin kerjasama dalam bidang uji kompetensi sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi   (BNSP) dengan skema “Teknisi Akuntansi Pratama”.

Salah satu unit kompetensi adalah Mengoperasikan Komputer Akuntansi, oleh karena itu dalam sistem pengujian observasi praktik Akuntansi Komputer yang ke depannya dapat menggunakan Software Accurate Accounting.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Putra Bangsa Bontang, Muslimin, S.Ag menyambut positif atas kegiatan tersebut dan berterima kasih kepada Politeknik Negeri Samarinda sebagai Vokasi yang telah membantu dalam pengembangan SDM guru-guru di  SMK Putra Bangsa, Bontang.

Dalam kesempatan ini pula hadir Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Bontang, Jaenal Korip, S.E dan Wakil dari SMK Yayasan Karya Pembangunan Pendidikan (YKPP) Bontang,  Hamsinar, S.E.

Tim PKM Jurusan Akuntansi terbuka bagi rekan guru, dosen dan pelaku Koperasi, UMKM serta Lembaga lainnya yang ingin bekerjasama dengan Jurusan Akuntansi POLNES dalam rangka pelatihan dan implementasi Aplikasi Accurate Accounting.

“Penggunaan Accurate Accounting bidang Akuntansi menghadapi Era Digitalisasi Akuntansi yang nantinya diharapkan bermuara pada peningkatan keterampilan siswa menghadapi dunia kerja,” ujar Muslimin.(vb/adv/Foto: Polnes)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb