Ayo Kunjungi Kota Bontang, Wisata Hutan dan Laut Jadi Andalan

November 14, 2022 by  
Filed under Wisata

Dengan rutinitas sebagai kota industri, ternyata Kota Bontang menyimpan banyak obyek wisata alam khususnya wisata bahari lautan. Meskipun wilayah Bontang mencakup hutan dan pantai, ada banyak atraksi wisata yang bisa dikunjungi.

Berjarak 120 kilo meter dari ibu kota provinsi Kaltim, Samarinda, Kota Bontang menawarkan sejumlah obyek wisata alam dan buatan yang sayang untuk dilewatkan untuk dikunjungi manakala sedang berada di kota berjuluk “Kota Taman” ini.

Setidaknya ada beberapa tempat wisata Bontang yang bisa dikunjungi, diantaranya  Kawasan Pariwisata Alam Taman Graha Mangrove BSD (Bukit Sekatup Damai).

Di Taman Mangrove ini cukup untuk menjadi hiburan warga yang butuh dengan suasana adem, nyaman, asri dan juga suasana alami oleh banyaknya pohon bakau. 

Selain itu Bontang juga memiliki obyek wisata Mangrove Edu Park yang berada di Berbas Pantai  yang tertata dengan apik menyesuaikan dengan selera para milenial.

Mangrove Park Berbas Pantai Bontang dikelola oleh Pemerintah Kota Bontang dengan konsep lebih instagenic. Konsep kawasan ini juga akan semakin mengedepankan wisata edukasi untuk para pengunjung.

Selain itu di Kota Bontang juga hadir Bontang Mangrove Park TNK (Taman Nasional Kutai).  Mengawali Tahun 2018, Balai Taman Nasional Kutai, menyajikan tujuan wisata baru bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya.

Pulau Segajah. Pulau unik ini tidak memiliki luas yang identik dengan nama binatang gajah yang disematkan kepada pulau gusung ini. Uniknya pulau ini akan menghilang pada malam hari dan muncul kembali pada siang hari.

Keunggulan Bontang Mangrove Park, yang lebih populer dengan nama BMP, menjadi tujuan wisata yang sedang populer di Kota Bontang karena mampu menyajikan potensi alam berupa hamparan ekosistem mangrove yang sangat indah dengan keanekaragaman jenis vegetasi dan satwa di dalamnya.

BMP dikembangkan dengan konsep conservation, education and adventure. Setiap pengunjung akan disuguhkan pengetahuan tentang konservasi hutan khususnya bakau. Selain  itu juga wisata ini menyuguhkan wisata pendidikan yang lengkap dengan sisi petualangannya.

Kota Bontang juga menyediakan wisata sejarah dengan Susur Sungai Belanda. Obyek wisata yang berada di Kelurahan Bontang Kuala,  kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Destinasi tersebut dikelola oleh anak-anak muda yang tergabung dalam Karang Taruna Bontang Kuala. Sungai Belanda ini termasuk dalam daerah konservasi.

Pada masa penjajahan Belanda, masyarakat Bontang Kuala banyak yang bersembunyi di tempat ini. Sungai Belanda ini juga merupakan tempat masyarakat menyambung hidup dengan cara memancing ikan, udang dan hewan-hewan laut lainnya.

Obyek wisata lainnya yang juga menarik dikunjungi adalah Susur Sungai Kanibungan.  Jalur Sungai Kanibungan terletak di Kelurahan Guntung, Bontang Utara. Susur sungai dilakukan dengan kapal ketinting sepanjang 6 meter.

Beberapa obyek wisata di Kota Bontang yang lebih dulu hadir diantara banyak wisata mangrove dan susur sungai adalah  Pariwisata Bahari dengan memanfaatkan Kawasan Wisata Pulau.

Wisatawan harus mengunjungi         Pulau Beras Basah yang telah menjadi favorit sejak awal berdirinya Kota Bontang. Nama beras basah sendiri menurut warga memiliki dua kata yaitu beras dan basah. Konon kapal milik Kesultanan Kutai yang sedang berlayar di Selat Makassar dan membawa bahan pangan, salah satunya adalah beras karam dan menumpahkan semua bawaannya.

Pulau Segajah. Pulau unik ini tidak memiliki luas yang identik dengan nama binatang gajah yang disematkan kepada pulau gusung ini. Memiliki luas yang sangat kecil dimana hanya akan terlihat  gundukan pasir di tengah laut tanpa ada pohon bahkan rumah. Uniknya pulau ini akan menghilang pada malam hari dan muncul kembali pada siang hari. Muncul dan hilangnya pulau ini sendiri tidak terlepas dari proses pasang dan surut air laut yang terjadi.

Kota Bontang juga menyuguhkan Kawasan Wisata Perkampungan di Atas Air di kawasan Bontang Kuala, Gusung, Selangan dan Tihi-tihi. Wisata antar pulau ini banyak ditemukan nelayan dan keluarganya berdiam di atas perairan laut.

Karena berada di pesisir laut yang berhadapan dengan Selat Makassar, Kota Bontang  tentunya juga memiliki obyek wisata selam atau diving. Spot diving bagi anda penggemar wisata bawah air paling menarik adalah Gelembung Abadi di kawasan Karang Pasilan di sekitar Pulau Segajah.

Walau dikenal sebagai kota industri yang baru muncul sekitar tahun 1980-an, Kota Bontang juga memiliki obyek wisata sejarah dan budaya. Terbukti, Kawasan adanya Perkampungan Guntung. Sejarah Bontang tak bisa lepas dari historia panjang Kerajaan Kutai Kartanegara.

Selain puluhan obyek wisata alam yang sudah dibahas, Kota Bontang juga memiliki beberapa wisata buatan. Kawasan Wisata Buatan ini dibangun pengusaha  untuk memenuhi kebutuhan akan tempat hiburan keluarga di sela-sela waktu rutinitas kota industri.

Lembah Hijau Lestari, adalah wisata buatan  dimana pengunjung dapat menikmati makan di gazebo yang terletak diatas danau buatan. Disini juga terdapat patung – patung yang merupakan landmark tempat terkenal seperti patung Merlion di Singapura dan Liberty di USA.

Terdapat pula Lembah Permai,  yaitu sebuah restoran sudah tersedia di dalam kawasan Lembah Permai Adventure Park yang menyajikan berbagai makanan menggugah selera, terutama makanan berbahan dasar ikan.

Dibangun pula Kawasan Wisata Belanja dan Kuliner, Wisata Belanja Indo Niaga yang menjual barang- barang pernak pernik dari batu dan souvenir yang terbuat dari kayu, ada patung dan sejenisnya, ada pula kain yang memiliki motif ataupun batik khas Kaltim.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Aliansi Driver Bontang dan juga Dinas Pariwisata Kota Bontang,  hampir setiap akhir pekan khususnya Sabtu dan Minggu, banyak wisatawan baik lokal maupun regional, dari daerah sekitar seperti Sangatta dan Samarinda.

Para pengemudi taksi tersebut biasanya hanya memberikan pelayanan sebatas tentang akses jalan menuju lokasi. Namun banyak pertanyaan dari para pengguna jasa angkutan transportasi yang bertanya tentang data dan informasi pariwisata yang sedang dikunjungi, selain itu pelayanan yang diberikan pun sebatas hanya jasa angkutan saja.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka perlunya memberikan pelatihan pelayanan prima dengan sasarannya adalah para anggota Kelompok aliansi pengemudi travel dan pengemudi kapal wisata dalam mendukung pariwisata hebat kota Bontang.

Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengembangkan pengetahuan para pengemudi travel dan kapal wisata dalam melakukan pelayanan sebaik mungkin kepada para pelanggan atau konsumen sehingga menimbulkan rasa puas, sehingga mendukung kota Bontang sebagai tujuan wisata yang hebat

Permasalahan yang akan diteliti antara lain Mengidentifikasi potensi wisata yang ada di setiap kelurahan dan kecamatan  baik kekuatan, kelemahan dan tantangannya.

Belum tersedianya rancangan kegiatan, rute dan acara perjalanan serta brosur sehingga perlunya merancang dan mendesain paket wisata sesuai dengan urutan acara perjalanan wisata di Kota Bontang.

Pengembangan wisata di Kota Bontang memerlukan penerapan sapta pesona bagi para driver atau motoris kapal yang lebih baik dan lebih luas lagi sehingga pelayanan yang mereka berikan dapat memenuhi standar pelayanan.(vb/adv)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Promosi dan Paket Wisata, Cara Tepat Promosikan Kampung Ketupat Warna Warni

November 4, 2022 by  
Filed under Wisata

Di Kota  Samarinda ternyata menyimpan satu kampung yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai pengolah kulit ketupat dan olahan makanan berbahan baku nasi ketupat. Sejak puluhan tahun silam, warga yang masuk dalam Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang ini, menjadi pemasok kulit ketupat untuk beberapa pasar besar di dalam kota.

Seiring berjalannya waktu, Kampung Ketupat ini dinobatkan menjadi  salah satu destinasi wisata yang patut dikunjungi karena ada beberapa obyek wisata lainnya yang saling mendukung. Misalnya saja, Masjid tua Shiratal Mustaqiem dan Kampung Tenun Sarung Samarinda.

Apalagi obyek wisata Kampung Ketupat Warna Warni yang terletak tepat di tepi Sungai Mahakam ini lokasinya berada dekat dengan pintu tol Balikpapan-Samarinda dan jembatan Achmad Amins atau jembatan Mahakam Kota  II.

Destinasi ini mengangkat kearifan lokal warga masyarakat setempat yang mana hamper seluruh warganya melakukan aktivitas menganyam kulit ketupat yang terbuat dari daun nipah di rumah.  Ada yang berperan sebagai pengrajin ketupat dan ada juga yang memasok bahan baku daun nipah dan ada warga yang membuka usaha kuliner dengan bahan baku ketupat sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi.

Ketua Pokdarwis Kampung Ketupat Warna Warni, Bapak Aziz bahwa hampir di setiap akhir pekan khususnya pada Sabtu dan Minggu, banyak wisatawan lokal untuk datang mencoba dan mencicipi kuliner yang tersedia.

“Biasanya yang paling dicari Soto Banjar, Soto Ceker, Coto Makassar dan Ketupat Beancah. Selain itu banyak pula kue-kue khas Bugis dan Banjar yang disajikan sesuai dengan asal warga,” ujarnya.

Dijelaskan Aziz, pengunjung yang datang selain mencicipi makanan, juga ke tugu sentral kampung ketupat baik untuk berjalan-jalan maupun mengabadikan diri dan kerabatnya berfoto di sekitar tugu kampung ketupat. Bahkan, tidak jarang pengunjung mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimana cara menganyam kulit ketupat dengan cepat, baik dan benar.

Namun belum adanya, paket wisata yang bisa dijadikan bahan materi promosi dan jualan kepada para calon pengunjung, membuat kelompok ini membutuhkan suatu pelatihan membuat paket wisata yang mana nantinya akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan tamu ke destinasi kampung ketupat.

Rencananya Pokdarwis ini pun akan bekerjasama mitra PHRI yakni hotel yang ada di sekitar dermaga Pasar Pagi agar tertarik dan berminat untuk datang ke Kampung Ketupat. Untuk itu butuh persiapan dalam memberikan pelayanan pemanduan.

Atas dasar permasalahan tersebut, maka perlunya memberikan pelatihan pembuatan paket wisata dengan sasarannya adalah para anggota Kelompok Sadar wisata Kampung Ketupat Warna Warni di  Samarinda Seberang ini.

Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda kerap mendampingi warga dalam berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan wisata. Bahkan, peran Jurusan Pariwisata Polnes sebagai akademisi cukup dinanti oleh warga Kampung Ketupat.

Permasalahan yang akan diteliti antara lain belum tersedianya rancangan kegiatan, rute tujuan dan acara perjalanan serta brosur.  Sehingga diperlukan merancang dan mendesain paket wisata sesuai dengan urutan  perjalanan wisata yang diinginkan.

Tujuan yang ingin dicapai dari permasalahan yang akan diteliti antara lain, teridentifikasinya daya tarik potensi wisata yang ada pada setiap Rukun Tetangga (RT) di Kampung Ketupat.

Selain itu, dengan tersedianya paket wisata yang dikemas dalam desain brosur yang menarik akan siap untuk dijual kepada para calon pengunjung baik langsung maupun melalui para mitra agar bersedia datang dan berkunjung ke Kampung Ketupat.

Kampung Ketupat Samarinda Seberang dapat menjadi tujuan kunjungan wisatawan sebagai wisata edukasi dan wisata kuliner baik bagi para pelajar sekolah SMP dan SMA serta mahasiswa dalam tugas literasi sekolah, maupun pengunjung pada umumnya.

Paket wisata yang ditawarkan nantinya diharapkan akan menjadi bahan promosi atau alat marketing dalam menjual destinasi dan atraksi wisata mengenai Kampung Ketupat serta mendengarkan sejarah kampung ini melalui story telling yang ada.

Urgensi dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah, menjadikan Kampung Ketupat sebagai brand destinasi wisata edukasi dan menjadi sasaran para pelajar  dan mahasiswa untuk praktek tugas literasi dan menambah pengetahuan serta memperluas wawasannya.

Sedangkan target yang belum tercapai yakni para peserta pelatihan  Pembuatan Paket Wisata Bagi Pokdarwis di Kampung Ketupat Warna Warni masih harus terus didampingi dalam menyusun paket wisata. Selain itu dalam penghitungan harga harus dibutuhkan kejelian dalam menyusunnya sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi warga dan Pokdarwis setempat.

Paket wisata yang telah matang terbentuk, perlu dipasarkan dan hal tersebut membutuhkan  mitra. Maka tim Pengabdian Polnes, berusaha menghubungkannya dengan beberapa industri  perhotelan yang ada di sekitar  Pelabuhan Pasar Pagi.

Paket wisata tersebut ditawarkan kepada pihak hotel agar bersedia menjadi mitra dalam menjual paket wisata yang ada di Kampung Ketupat. Tentunya dengan melakukan negosiasi terlebih dahulu, bagaimana pembagian komisi yang harus disepakati.

Media promosi seperti standing banner, misalnya harus  sudah berada di lobby hotel, dan brosur paket wisata pun sudah berada di area meja reception serta tiket untuk datang ke Kampung Ketupat seharga Rp.100.000 pun sudah bisa didapatkan pada receptionist hotel.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan paket wisata ini sangatlah diharapkan, seperti pada penyediaan layanan transportasi kapal klotok untuk mengantarkan para tamu atau wisatawan ke tujuan.  Warga perempuan khususnya para ibu-ibu pengrajin pembuat kulit  ketupat harus sudah siap, sajian kuliner khas oleh para ibu-ibu Dasawisma juga harus selalu tersedia.

Selain itu pihak Pokdarwis Kampung Ketupat juga melibatkan rekan-rekan Pokdarwis dari Masjid Tua Shiratal Mustaqiem, untuk menjadi sasaran kunjungan wisatawan dan ini masuk ke dalam paket wisata yang telah disusun atas pendampingan tim Politeknik Negeri Samarinda.(vb/adv)

 

Gubernur : Pemilihan Putri dan Duta Wisata Kaltim Bukti Kontribusi Kaum Milenial

October 16, 2022 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA – Puncak pemilihan Putri dan Duta Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur di Swiss Belhotel sangat meriah dengan dukungan supoter setiap finalis yang mewakili 7 kabupaten/kota se Kalimantan Timur.

“Penyelenggaraan pemilihan Putri dan Duta Pariwisata merupakan bukti kontribusi kaum milenial dalam bidang pariwisata,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor saat memberi sambutan, Sabtu malam. (15/10/2022).

Ajang pemilihan putri dan duta wisata Kaltim ini mengambil tema  Peran Generasi Muda Dalam Memanfaatkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Ibu Kota Negara Kaltim.

“Melalui ajang pemilihan Putri Pariwisata dan Duta Pariwisata. Para finalis dapat menjadi bagian dalam membangkitkan sektor wisata,” kata Isran Noor.

Isran juga mengimbau para supporter untuk dapat menerima hasil penilaian yang dilakukan para juri. Seluruh finalis yang hadir dalam puncak acara merupakan pemenang. Isran menambahkan, dalam setiap tindakan harus memiliki strategi.

“Strategi dalam diplomasi dan komunikasi menjadi bagian penting dimiliki, dalam mempromosikan program pariwisata kaltim,” sambungnya.

Isran juga berpesan, masyarakat Kaltim tidak harus merasa terbelakang. Kaltim memiliki banyak potensi dalam berbagai bidang dan memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan even besar. Kaltim juga dapat menggelar acara di tingkat nasional bahkan internasional sebagai tuan rumah dalam upaya menyambut Ibu Kota Negara.

“Apabila kaltim terpilih dalam penyelenggaran seperti miss universe dan miss world, Kaltim sudah siap dengan pengalaman dan fasilitas . Bahkan Kaltim siap dengan sponsor yang ada,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan, para finalis diharapkan dapat memiliki disiplin yang tinggi dalam menjaga pariwisata Kaltim. Ajang pemilihan menjadi bukti semangat finalis dalam kontribusi pariwisata.

Tujuh kabupaten/kota se kaltim yang mengirimkan putra putri terbaik bidang pariwisata untuk ikut serta dalam ajang ini, diantaranya Kabupaten Kutai Kartanegara, Kanupaten Kutai Barat, Kabupaten Berau, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Panajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

Pada malam puncak juri memutuskan pemenang duta wisata dimenangkan Duta Wisata Kota Balikpapan II Tjio Ryoko Trisnawato dan Syabina Trisnawati, Wakil 1 Duta Wisata diraih Duta Wisata Kutai Kartanegara I Rafif Fitra Yasa Nugraha dan Dea Natya. Dan Wakil II Duta Wisata daraih Reyhan Fahreza dan Jennifer Chandra Duta Wisata Kota Balikpapan I.

Sementara pada pemilihan Putri Pariwisata pemenang diraih Clara Claudya Umboh Putri Pariwisata Kota Balikpapan I, Wakil I Putri Pariwisata diraih Grace Ula Putri Pariwisata Kutai Kartanegara I. Dan Wakil 2 Putri Pariwisata diraih Randhica Frizilia Fathona Duta Pariwisata Berau. (Ria)

Taman Rekreasi Selecta Berbenah Jelang Liburan Akhir Tahun

October 15, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU – Taman Rekreasi Selecta Kota Batu, berbenah diri hadapi liburan akhir tahun Desember 2022 dan jelang  tahun baru 2023.

Direktur Utama Selecta Sujud Hariadi mengatakan, pembenahan yang dilakukan yakni dengan membangun kembali fasilitas kamar mandi air panas, kamar ganti, ruang P3K dan ruang Laktasi juga penggantian kaca aquarium.  Pembangunan yang dilakukan 2 gedung tersebut, semata untuk keselamatan  (safety ) para pengunjung karena bangunan tua buatan Belanda 70 tahun lalu.

“Bangunan ini sudah tidak layak lagi karena usianya sudah lebih dari 70 tahun,” kata Sujud saat ditemui di taman rekreasi Selecta, Jumat (14/10/2022)

Dikatakan Sujud, pembongkaran dan membangun kembali fasilitas tersebut dalam upaya memberi penyegaran dan warna baru terutama pelayanan terhadap pengunjung serta keamanannya dan kenyamanan pengunjung. Karena Ini merupakan bangunan publik harus benar-benar aman untuk publik.

“Disamping itu kita perbaiki aquarium dengan menata ulang untuk lebih safety. Kaca aquarium di ganti semuanya. Dengan temperglass sehingga ketika pecah jadi butiran tidak runtuh terlempar yang membahayakan pengunjung.”  lanjutnya.

Sujud Hariadi yang juga sebagai ketua PHRI Kota Batu menjelaskan  bangunan yang dibangun  tetap dengan model dan design seperti  awal dibangun Belanda.

“Bangunan ini tetap dengan model design bangunan gaya (style) Belanda karena orang lebih senang dengan model heritage. Jadi kita upayakan model dan bentuk bangunan sama dengan yang dulu,” paparnya.

Diungkapkan, model bangunan dengan gaya Belanda dengan dilengkapi dengan kanopi kain seperti zaman dahulu,sehingga pengunjung seakan menikmati obyek wisata Selecta di era Belanda.

Dijelaskan, jumlah kamar mandi air panas yang dibangun berjumlah 10 unit, di lantai atas dan di bawah ada kamar ganti 8 unit. Selain itu ada tambahan dengan membangun ruang P3K yang semula ada di luar kini dipindahkan ke bagian tengah sehingga dekat dengan keramaian atau dekat dengan kolam renang. Lokasinya di bagian bawah, selain ruang P3K dan ruang lakstasi. Sehingga memudahkan jangkauan.

“Pengunjung yang akan melakukan kegiatan seperti  ibu yang kepingin ganti popok putranya  atau menyusui, jikq selama ini lokasinya jauh kini didekatkan dengan pusat keramaian dan kolam renang,” ujar Sujud.

Dengan adanya bangunan baru yang bercorak Belanda, yang diperkirakan selesai pertengahan Desember 2022, akan menjadi daya tarik wisatawan ketika menikmati liburan akhir tahun Desember 2022.

Taman Rekreasi Selecta Kota Batu memiliki berbagai macam fasilitas bermain untuk anak-anak dan kolam renang serta udara yang sejuk karena berada di ketinggian sekitar 1.150 meter dari permukaan laut.

Selecta memiliki taman cantik seluas 20 hektare dan dikelilingi Gunung Arjuno, Gunung Welirang serta Gunung Panderman. Taman Selecta yang legendaris ini ternyata sudah ada sejak Tahun 1928  dibangun oleh seorang Belanda, bernama De Ruyter De Wildt pada 1920-1928.

Selectia yang dalam bahasa Belanda berarti Pilihan. Lokasi ini awalnya ditujukan sebagai tempat peristirahatan pembesar Pemerintah Hindia Belanda. Tempat pelesir pilihan golongan Eropa. Saat Agresi Militer Belanda II pada 1949, Selecta sempat dibumihanguskan  oleh para pejuang Indonesia. Ini bagian dari taktik Malang Bumi Hangus, agar seluruh aset tak kembali jadi milik Belanda.

Setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri. Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya.

Taman Wisata Selecta dilengkapi berbagai wahana, di antaranya kolam renang, taman bunga, wahana ketangkasan mancakrida seperti luncur gantung, wahana bermain anak, Theater 4D  dan sebagainya.

Rata – rata kunjungan wisatawannya ada sebanyak 1.000 – 1.500 pengunjung di hari biasa. Saat akhir pekan bisa mencapai 3.500 – 15.000 wisatawan. Tiket masuk ke Selecta sendiri hanya sebesar Rp 40 ribu. (Buang Supeno/adv)

Festival Mancing Mahakam, Perkenalkan Destinasi Wisata Pancing di Delta Mahakam

September 5, 2022 by  
Filed under Wisata

SAMARINDA– Sebanyak 17 peserta ikut dalam Festival Mancing Mahakam di Desa Muara Pantuan Kabupaten Kutai Kartanegara. Festival mancing yang baru pertama kali diadakan ini merupakan bagian dari program peningkatan kesejahteraan nelayan tangkap dalam membangun destinasi wisata pancing di daerah ini,

Kegiatan ini merupakan bagian program Nelayanku Hebat garapan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam meningkatkan kesejahteraan melayan di Muara Pantuan sejak tahun 2018 lalu. Lokasi mancing berada di dua titik lokasi apartemen ikan yang dibuat dari besi oleh nelayan. Apartemen ikan ini menggantikan rumpon yang biasa dibuat dari kayu mangrove yang rentan merusak lingkungan.

Festival yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 13.00 Wita berhasil menangkap sebanyak 229 ekor dengan total berat 59,8 kilogram.

Tampil sebagai juara 1 Rusdi dari Komunitas Samarinda Fishing Club dengan junlah tangkapan sebanyak 24 ekor , sedangkan Juara 2 diraih Julfi dari youtuber JHL Fishing dengan jumlah tangkapan 22 ekor.

“Pemerintah akan mendorong program peningkatan ekonomi masyarakat  demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kukar,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Kartanegara Muslik di Desa Muara Pantuan, Minggu (4/9/2022).

Muslik mengatakan, pemerintah menyambut positif upaya PT. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam peningkatan kesejahteraan nelayan demi keberlangsungan usaha nelayan diwilayah kerja PHM.

Adanya kolaborasi yang dilakukan pemerintah dengan pihak swasta serta rekan akademisi dalam pembinaan nelayan diharapkan masyarakat  tidak hanya meningkatkan pendapatan dari hasil tangkap nelayan saja, namun juga dapat mengundang pengunjung melalui destinasi wisata pancing.

Ditemui dalam kegiatan yang sama, Camat Anggana Rendra Abadi menyampaikan persiapan destinasi wisata pancing telah mendapat dukungan baik pemerintah maupun swasta. Alat kelengkapan pancing, kapal, dan penginapan telah tersedia.

Rendra mengatakan, Desa Muara Pantuan perlu dukungan untuk mengembangkan destinasi ini. Dikatakannya, di desa ini listrik belum menyala 24 jam.

“Padahal listrik merupakan kebutuhan mendasar  dalam memproduksi es batu. Es batu dangat penting untuk menjaga kesegaran ikan hasil tangkapan,” kata Rendra.

Rendra juga mengatakan, kebutuhan air bersih juga masih sangat sulit didapatkan. Pada tahun 2022 pemerintah telah memberikan bantuan penampungan air dengan anggaran Rp 27 miliar sebagai upaya pemenuhan air bersih masyarakat Desa Muara Pantuan dengan penduduk kurang lebih 3 ribu KK. Rendra berharap kedepannya kebutuhan masyarakat seperti listrik dan air dapat menjadi perhatian yang lebih, sehingga dapat mendukung perkembangan destinasi wisata pancing. (wd)

« Previous PageNext Page »

  • vb