Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Kembali Dihelat

September 4, 2022 by  
Filed under Wisata

TENGGARONG – Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2022 akan dihelat kembali. Pesta adat seni dan budaya terbesar di Kutai Kartanegara (Kukar) ini sempat tidak terlaksana lantaran imbas pandemi COVID-19.

Pelaksanaan Pesta rakyat tahun ini, akan dimeriahkan dengan berbagai olahraga tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kukar.

“Ada 11 olahraga tradisional yang akan kami gelar. Mulai tanggal 25 hingga 29 September mendatang untuk memeriahkan Erau tahun ini,” ujar Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni. Dikutip dari laman resmi pemerintah Kabupaten Kutai kartanegara, https://kukarpaper.com/.

Dalam lama resmi tersebut, pihak Dispora Kukar menyeru kepada para camat, lurah/kepala desa di Kukar dan hingga pengurus klub olahraga se Kaltim untuk mengirimkan atletnya mengikuti open event Kaltim tersebut.

“Persyaratan peserta harus sehat jasmani dan rohani, mengirimkan foto 3×4 terbaru dan kartu identitas (KTP/Kartu Pelajar) ke panitia. Pendaftaran gratis dan ditutup pada 24 September 2022 mendatang pukul 12.00 WITA,“ terangnya.

Ia melanjutkan, hal-hal teknis lomba akan dibicarakan pada 24 September pukul 13.30 WITA di Sekretariat Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, di kompleks olahraga Aji Imbut Tenggarong Seberang.

Para peserta yang berhasil meraih juara akan diberikan piagam dan uang pembinaan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia di email po.disporakukar@gmail.com, atau dapat menghubungi panitia di WA 085250020464 (Ruby).

“Kami mengharapkan partisipasi duta-duta olahraga tradisional dari seluruh kecamatan di Kukar, bahkan klub olahraga tradisional di Kaltim. Ayo daftarkan dan siapkan tim anda, kita meriahkan Erau,” tutupnya. (*)

Misteri Kamar Bung Karno Bima Sakti di Selecta Batu

August 22, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU – Peringatan Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia tahun 2022, tidak bisa dilepaskan dengan nama Bung Karno.Sang Proklamator negeri ini.

Namun, tidak semua orang mengenal tempat Sang Proklamator berhasil mencetuskan program cemerlang dalam mendirikan negeri ini.

Soekarno menyepi di Kota Batu , tepatnya di kawasan pegunungan nan sejuk yaitu hotel dan pemandian alam Selekta Batu, untuk  mencari inspirasi sebelum merdekanya negeri ini.

Salah satu tempat yang sangat disenangi karena mampu mendukungnya  dalam mencari ide dan mengambil keputusan penting terbentuknya negara ini adalah Hotel dan Pemandian alam Selekta Batu.

Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno memiliki jejak sejarah panjang dalam mengkonsepkan proklamasi dan menelurkan beberapa ide brilian saat berada di Hotel dan Pemandian alam Selecta Kota Batu, Jawa Timur.

Salah satunya adalah wisata Selecta yang menjadi saksi bisu perjuangan  Bung Karno dalam mewujudkan  kemerdekaan Indonesia.

Di tahun 1942 silam, Bung Karno menyempatkan diri untuk menginap di sebuah yang bernama “ vila De Brandarice “ atau yang sekarang dikenal dengan vila Bima Shakti yang berada dalam taman wisata Selecta Batu selama sekitar satu minggu hingga 10 hari.

Ada kenangan tertulis bung Karno sampai sekarang dan menjadi saksi sejarah berupa tulisan yang terpampang dalam pigura didalam kamar yang berbunyi :

“kenang-kenangan pada Selecta tetap hidup dalam ingatan saja. Bukan sadja karena tamasja jang indah, tetapi djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoangan Negara telah saja ambil”.

Rangkaian kalimat itu dituangkan dalam tulisan tangan Bung Karno tertanggal,1 Maret 1955. Tulisan tangan Bung Karno sampai sekarang terpajang  dan dibingkai hitam dan digantung di tembok ruangan kamar dimana Bung Karno pernah tinggal. Penulisnya adalah Presiden Republik Indonesia, Soekarno.

Beberapa potret Bung Karno turut dipajang di tembok.Proklamator Indonesia itu pernah berada di dalam ruangan tersebut, dan menginap.

Kedatangan Bung Karno yang memang dirahasiakan, bertujuan untuk merenung dalam konteks mencari inspirasi ataupun mengambil putusan penting yang dibuat menuju Proklamasi Indonesia.

Di dalam kamar De Brandarice atau Bima Sakti inilah beliau mampu menemukan  ide cemerlangnya.

Misteri Kamar Bima Sakti

 Kamar villa Bima Shakti yang berada dalam komplek Hotel dan Pemandian alam Selecta Batu, sampai sekarang tidak banyak yang mengenalnya.Kalangan tertentu saja atau mereka pengagum Bung Karno yang bertandang kesana.

Vila dengan luas sekitar 20 X 12 yang dulunya hanya ada dua kamar dan satu ruang makan  kala itu di tahun 1942 memang hanya ditempati oleh Bung Karno saja, yakni kamar 47. Kini berkembang menjadi 10 kamar dalam Villa Bima Sakti.

Keberhasilan Bung Karno dalam menciptakan konsep brilian dalam membangun Negeri ini, rupanya dia temukan ketika menyepi dalam ruang kamar Bima Sakti ini.

Sehingga banyak orang yang kepingin memanfaatkan ruangan dimana Bung Karno pernah menginap tersebut.Harapannya mendapat hasil seperti yang dilakukan Bung Karno yakni prestasi atau konsep luar biasa dalam mencapai di bidangnya.

Namun, kenyataanya.Banyak orang yang mencoba keberuntungan dengan menginap beberapa hari di kamar 47 Villa Bima Sakti Selecta Batu, bukan kemujuran yang didapat justru kebuntungan atau kesialan.

Banyak Kepala Daerah atau ketua Lembaga Negara yang pernah nginap di kamar 47 Villa Bima Sakti, sepulang dari Selekta ditangkap KPK atau gagal maju kembali dalam Pilkada atau gagal menjadi Presiden RI, Gara- gara mengadakan kegiatan di Villa Bima Sakti.

Direktut Utama PT.Selekta Batu Sujud Hariadi

Direktur Utama PT. Selecta Batu Sujud  Hariadi ketika dikonfirmasi mengakui adanya kejadian yang menimpa para tokoh Politik atau pejabat publik yang gagal dalam misinya, gara-gara menginap di Villa Bima Sakti Selecta Batu.

“Banyak kejadian seperti itu. Tapi terus terang kami tidak percaya akan hal itu. Namun jika ada yang mencoba, monggo saja. Jangan salahkan kami jika nantinya ada kejadian yang di luar nalar,“ tandasnya.

Sujud tidak menampik hal itu.Bahkan dia tidak menutupinya.“ kalau ada yang Tanya ya saya ceritakan, tetapi semua bukan sebab akibat lho. Semua hanya Alloh yang tahu, kita kan hanya menjalani. Perkara ada sesuatu bukan urusan manajemen,“ lanjutnya.

Ketika ditanya soal, kenapa Agustus jumlah wisatawan ke Selekta Batu relative menurun dibandingkan bulan lainnya, adakah kaitannya dengan Misteri Villa Bima Sakti.

Dengan tersenyum Sujud mengungkapkan.Hal itu tidak ada kaitannya.Ada 3 bulan yang disebutkan sebagai bulan “ Low session “ atau sepi pengunjung yakni bulan ramadhan, Februari  dan Agustus. Bulan Agustus di kawasan kota Wisata Batu, banyak kegiatan adat. Mulai karnaval, selamatan desa, sehingga menimbulkan kemacetan.

“Hal ini yang banyak tidak disenangi wisatawan lokal untuk ke Selekta, karena kondisi jalan macet. Sehingga mereka tidak bisa lama menikmati wisata alam di Selekta,“ tambahnya.

Sujud menyebutkan, kendati begitu, banyak juga masyarakat yang memesan kamar 47 di Villa Bima Sakti, tempat Bung Karno bermalam.Namun, rata-rata warga masyarakat biasa bukan pejabat publik atau pejabat politik yang sedang mengincar Posisi tertentu.

“Rata- rata yang mau memesan kamar 47 Villa Bima Sakti, bukan Pejabat Publik atau pejabat politik, jadi mereka yang ingin menikmati sensasi seperti yang dirasakan Bung Karno,“ tandasnya.

Direktur Utama Selekta Batu Sujud Hariadi menyebutkan Bung Karno dalam tulisannya berpesan agar tetap mempertahankan keberadaan Selekta ini dengan jerih payah sendiri jangan melibatkan pihak asing.

“Bung Karno juga meninggalkan pesan dalam tulisan yang ditinggalkan di kamar. Kertas itu bertuliskan ‘Bangunlah Selecta dengan kemampuan sendiri dan dengan hasil jeri payah sendiri’. Tulisan itu masih kita simpan juga,” ungkapnya.

Setelah Indonesia Merdeka,17Agustus 1945 rupanya Bung Karno masih menyempatkan diri untuk menyambangi kembali  Selecta untuk bernostalgia dengan kamar 47 Villa Bima Saktinya di tahun 1946.

Bung Karno pun memberi nama   Villa yang membuatnya bisa melahirkan  banyak konsep itu dengan nama “Bima Shakti ” dari nama sebelumnya  “vila De Brandarice”.

Bung Karno sering menginap di tempat itu pada kurun 1952-1955, Pilihan nama Bima Sakti merujuk salah satu tokoh dalam dunia pewayangan, Bima sosok berkarakter tegas, berani dan berhati lembut

‘Diperkirakan Bung Karno singgah di sini saat Sidang Pleno ke lima Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) digelar di Gedung Rakyat Kota Malang pada 1947. Meski pada akhirnya orang nomor satu di republik itu tak jadi menghadiri sidang pleno dan digantikan Bung Hatta,” tambahnya.

Kembalinya Bung Karno ke vila Bima Shakti bersama sang Ibunda, anak pertamanya Guntur Sukarnoputra dan para pejabat pemerintahan lainnya hanya sekedar singgah dan mengunjungi warga sekitar Selekta.

Vila Bima Shakti yang dulunya hanya dua kamar, sekarang sudah bertambah menjadi 10 kamar. Bangunan hingga perabotan fasilitas yang masih tetap sama seperti Bung Karno pertama kali ke vila tersebut, hanya dilakukan perawatan saja tanpa merubahnya.

Terlihat juga beberapa foto Bung Karno dan tulisan dari Bung Karno terpajang di dalam Vila Bima Shakti.Vila yang menjadi saksi bisu dan renungan Bung Karno itu hingga saat ini masih disewakan kepada para pengunjung yang ingin menginap.

“Tetap kita sewakan.Rata-rata pengunjung itu kesini karena ingin merasakan sensasi kamar yang pernah ditempati Bung Karno dengan suasana yang masih asli” tuturnya.

Vila yang baru saja setahun lalu diresmikan sebagai Cagar Budaya, saat ini menjadi ikon bagi wisata Selecta, Kota Batu dan menjadi kebanggakan daerah.Sejarah pernah ditempati oleh Presiden RI Soekarno.

Ingin nikmati kamar Soekarno atau dikenal dengan kamar Soekarno Sweet.Dibandrol dengan harga Rp.1 juta.Sementara kamar lainnya Rp.750 ribu.

De Ruyter De Wildt

 Vila Bima Sakti merupakan satu dari beberapa vila di dalam Taman Wisata Selecta. Tempat wisata ini terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.Berada di ketinggian sekitar 1.150 meter dari permukaan laut.Taman cantik seluas 20 hektare ini dikelilingi Gunung Arjuno dan Welirang serta Gunung Panderman.

Selecta dibangun oleh seorang Belanda, De Ruyter De Wildt pada 1920-1928.Selecta dari kata Selectia yang dalam bahasa Belanda berarti Pilihan.

Lokasi ini awalnya ditujukan sebagai tempat peristirahatan pembesar Pemerintah Hindia Belanda.Tempat pelesir pilihan golongan eropa.

Saat Agresi Militer Belanda II pada 1949, Selecta sempat dibumihanguskan oleh para pejuang Indonesia.Ini bagian dari taktik Malang Bumi Hangus, agar seluruh aset tak kembali jadi milik Belanda.

Setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri.Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya.Selecta memang memiliki nilai sejarah tinggi.

Sampai sekarang, salah satu tempat wisata legendaris di Kota Batu ini tetap jadi tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

“Siapa saja yang ingin datang berwisata dan menginap, ya silakan saja,” tutur Sujud Hariadi yang juga ketua PHRI Batu. (Buang Supeno)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Cable Car di Batu, Ditunda

August 6, 2022 by  
Filed under Wisata

Rinonx

BATU– Peletakan batu pertama proses pembangunan awal Cable Car di Kota wisata Batu yang direncanakan 8 Agustus 2022 mengalami penundaan.

Rinonx bagian umum Yayasan Among Tani Foundation ( ATF ) mengungkapkan, penundaan acara peletakan batu pertama karena masih ada hal yang belum tuntas.

“Saat ini Pak Tomi sedang ke Jakarta untuk menyelesaikan dokumen dan hal-hal lainnya yang terkait Cable Car” ungkap Rinonx di kantor ATF, Jum’at  ( 5/8/2022).

Disebutkan, hal yang sedang dilengkapi seperti Analisis Dampak Lingkungan ( Amdal ) dari Pemkot Batu, juga dokumen perjanjian dengan warga desa menyangkut saham yang akan diikutsertakan, Perjanjian dengan desa menyangkut tanah kas desa yang dipakai. Dengan  siapa perjanjian itu dibuat juga warga meminta manfaat adanya Cable Car bagi masyarakat sekitar.

“Ini semua menjadi kajian tim, agar dalam pelaksanaanya nanti tidak ada persoalannya. Semua pihak menerima dan mendukung Cable car sebagai sesuatu yang membanggakan dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” lanjutnya.

Rinonx menegaskan, peletakan batu pertama  pembangunan cable car tetap dilaksanakan dalam bulan Agustus 2022.

Sementara itu,  Wiweko kepala Desa Oro-Oro Ombo ketika dikonfirmasi di kediamannya mengakui bahwa sampai saat ini belum ada perjanjian tertulis antara pihaknya dengan  PT Among Tani Indonesia menyangkut kerjasama pemanfaatkan lahan kas desa.

“Yang pernah dilakukan dalam pertemuan di kantor Among Tani Foundation  (1/6) lalu  pendatanganan  MoU pembangunan antara PT Among Tani Indonesia dengan Desa Oro-Oro Ombo menyangkut kesiapan menjadi Stasiun utama atau tempat wisatawan naik cable car akan dibangun di Rest Area Jalibar  ” ungkap Wiweko, Jum’at ( 5/8/2022).

Demikian pula belum ada kejelasan tentang berapa nilai saham warga yang andil untuk berinvestasi juga keuntungannya. Dan kesediaan pihak PT untuk memanfaatkan tenaga kerja warga Batu.

“Kami tidak ingin menjadi penonton dilahan kami, jadi kami ingin dilibatkan sehingga proyek ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat ” lanjut ketua Asosiasi petinggi dan lurah ( Apel ) Kota Batu.

Wiweko meminta kepastian agar pembangunan cable car tidak merusak kekayaan alam Desa Oro-Oro Ombo. Dia tidak ingin proyek tersebut mengorbankan pepohonan.

”Kami khawatir ada pemotongan pohon. Desa Oro-Oro Ombo harus tetap hijau,” pintanya.

Rencana Pembangunan awal Cable Car hingga peletakan batu pertama dibutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar. Dua tower penyangga akan dibangun di antara Rest Area Jalibar dan Coban Rais.

Stasiun utama atau tempat wisatawan naik cable car akan dibangun di Rest Area Jalibar. Rutenya menuju Coban Rais berjaral 1 kilometer  Di sana juga ada stasiun, namun hanya berfungsi sebagai tempat putar balik cable car kembali ke stasiun utama. Jadi, para penumpang hanya bisa naik dan turun di stasiun utama.

Rute itu dipilih dengan pertimbangan pesona keindahan alam yang luar biasa. Apalagi, ketersediaan lahan untuk pembangunan stasiun di dua lokasi itu serta infrastruktur sarana dan prasarananya melebihi 50 persen.

Pembangunan Cable Car ( kereta gantung ) pertama di Indonesia ini mengusung konsep green economy dan green tourism.

Dengan menggabungkan konsep yang mirip dengan Cable Car yang ada di Swiss, potensi alam dan besarnya kunjungan wisata Kota Batu yang berkembang, Cable Car ini sukses meraih investor.  PT Among Tani Indonesia selaku project owner telah menggandeng produsen cable car Doppelmayr asal Austria.

Pembangunan kereta gantung Kota Batu mengacu pada proyek strategis nasional untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah kawasan. Hal itu sudah tertuang dalam Perpres Nomor 80 tahun 2019. Dari yang awalnya rencana pendanaan Rp 300 M dengan jarak 4-5 kilometer, akhirnya diputuskan untuk merealisasikan pendanaan Rp 100 miliar dengan jarak 1 kilometer.

PT.Among Tani Indonesia  menggandeng Doppelmayr untuk pembangunan kereta gantung. Salah satunya terkait reputasi dan jaminan keamanan. Perusahaan asal Austria itu telah berkecimpung di dunia pembangunan cable car selama 100 tahun. Bahkan mereka menguasai 50 persen pangsa pasar kereta gantung dunia.

Permasalahan-permasalahan yang kerap dialami cable car pun sudah bisa mereka antisipasi. Misalnya, ketika kabin kereta gantung berhenti di tengah-tengah rute, pihak Doppelmayr menjamin dalam hitungan detik cabin yang berisi 8 orang itu akan secara otomatis kembali ke stasiun utama.

Pihak Doppelmayr  telah menangani pembangunan tiga  kereta gantung di Indonesia, yakni di Freeport, Tenggarong Kalimantan Timur, dan Ancol dan kota Batu yang keempat. (Buang Supeno)

Kapolres Batu Kunjungi Cafe Sawah Pujon Kidul

August 2, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU – Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin didampingi PJU Polres Batu melakukan kunjungan ke  kawasan wisata Cafe Sawah, Desa Wisata, Pujon Kidul, Kecamatab Pujon, Kabupaten Malang, Senin (1/8/2022).

Kedatangan Kapolres Batu Ke Pujon selain mengenal lingkungan dan masyarakat sebagai pejabat baru, juga melihat kondisi peternak yang paling banyak menjadi korban PMK di  kawasan Pujon.

KBP Oskar bersama rombongan disambut Muspika Pujon antara lain Camat Pujon Kasiyanto, Danramil Pujon Kapten Inf. Diding Putranto, Kades Pujon Kidul Udi Hartoko sembari menikmati sajian khas tradisional di Resto Outdoor bernuansa alam pedesaan di tengah sawah yang sangat alami.

“Khusus traveler yang menyukai suasana alam, menawarkan landcape persawahan hijau nan luas yang menyegarkan mata. cocoknya pergi ke Cafe Sawah Pujon Kidul,” ujar Oskar”.

Kapolsek Pujon AKP Sigit Raharjo juga menegaskan Cafe sawah merupakan salah satu kafe yang saat lagi hits  di Malang.

Lokasinya  berada di area Desa Wisata Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang sangat   mudah dijangkau dan hanya ada satu jalan atau rute menuju ke sini.

“Di Cafe Sawah Pujon Kidul  menyediakan beragam kuliner mulai dari sayur sop, sayur lodeh, tumis kacang panjang, urap-urap dan masih banyak sajian lainnya,” ungkap Sigit.

Di tempati ini juga disediakan gubuk-gubuk unik dari kayu yang bisa digunakan berteduh sekaligus menyantap kuliner lokal sembari berbincang bersama teman-teman.

Cafe Sawah Pujon Kidul buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Dan pengunjung tak hanya menikmati alam dan kuliner khas pedesaan saja. Kafe yang didesain unik ini juga menyuguhkan sejumlah spot dan wahana instagenic. (Buang Supeno).

Tour Leader Berkumpul di Puncak

August 1, 2022 by  
Filed under Wisata

BOGOR – Menjadi pemimpin sebuah perjalanan alias tour leader, ada ilmunya tersendiri. Itulah yang digagas Sultanah Tour Services, Sabtu – Minggu, 30-31 Juli 2022 tadi, di Palem Kartika Resort Cisarua, Puncak, Bogor Jawa Barat. Sebanyak 32 tour leader dan calon tour leader, berkumpul dalam acara Tour Leader Camp, dengan materi seputar menjadi pemandu perjalanan sesuai standar nasional.

Para peserta datang dari berbagai daerah. Selain sebagian besar dari Pulau Jawa, seperti Surabaya, Madura, Purworejo, Jakarta, Bekasi, Bogor, peserta juga datang dari Kaltim. Seperti Paser, Balikpapan, Samarinda dan Berau. Ada juga peserta dari Lampung.

Julia Wingantini, owner Sultanah Tour Services yang dikenal dengan travel Umroh Bareng Yuk (UBY), mengawali materi bagaimana melayani para klien atau pelanggan dalam sebuah perjalanan. Apalagi perjalanan spiritual umrah atau haji yang memerlukan keahlian khusus.

“Mengurus proses imigrasi hingga bagasi jemaah, itu paling penting. Pastikan jangan sampai ada jemaah yang tertinggal. Bagasi juga jangan sampai ada yang kurang,” sebutnya.

Saat pulang dari umrah atau haji misalnya, yang kerap terjadi kehilangan adalah air zam-zam. “Perlu ada perlakuan khusus, jangan sampai ada air zam-zam tercecer atau hilang,” imbuhnya.

Berbagai trik khusus seputar perjalanan ke berbagai negara, juga dikupas tuntas oleh wanita yang sebelumnya berdomisili di Berau, Kaltim ini. Termasuk, bagaimana caranya mendapatkan harga tiket yang murah, sehingga klien atau tamu juga bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

“Memahami karakter orang juga penting, Di sini sebagai tour leader dituntut sabar dan tetap melayani dengan sepenuh hati,” tuturnya.

Materi lain yang juga dibahas adalah soal foto dan video. Sengaja dihadirkan dosen fotografi dan videografi, Suman Jaya dari Jakarta, serta praktisi foto dan video Nur Ali Toyib Assafani dari Berau. Tidak bisa dipungkiri, salah satu layanan yang juga harus diberikan kepada para pelanggan adalah foto selama perjalanan.

“Bagaimana merekam video dan foto yang bagus, sehingga momen itu sangat berkesan bagi para peserta perjalanan,” kata Suman Jaya. Semua teori soal foto dan video dikupas tuntas. Begitu pula yang disampaikan Nur Ali, yang mengajak peserta memahami gawai telepon cerdas agar bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Terakhir, tidak kalah pentingnya, Tour Leader Camp ini juga menghadirkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim yang juga dikenal sebagai praktisi hipnoterapis klinis Endro S. Efendi. Pria asal Samarinda yang juga alumnus Adi W. Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya ini memberikan materi Serve with Heart. Endro memberikan tips dan trik yang efektif, untuk menjaga agar pemandu perjalanan tetap tenang dan nyaman menghadapi pelanggan yang menguras energi.

“Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk berubah seperti yang kita harapkan. Kita yang harus berubah dan memahami kondisi, agar perjalanan tetap berjalan dengan baik,” sebutnya. Selain itu, dalam setiap kejadian selama perjalanan, pemandu perjalanan harus berlatih melihat setiap kejadian dari sisi positif.

“Kalau fokus pada hal yang positif, tentu rasanya lebih nyaman, dan tidak terlalu menguras energi,” katanya.

Sementara itu, dalam kegiatan Tour Leader Camp itu juga diisi dengan aktivitas lapangan untuk mempererat kebersamaan. Berbagai game berkelompok dilakukan di area terbuka. Seluruh peserta larut dalam kekompakan dan kebersamaan yang menyenangkan. Tak hanya itu, aktivitas serua yang juga dilakukan adalah bermain tembak-menembak menggunakan paint ball serta menyusuri Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu karet. Meski air sedang surut sehingga cukup menyulitkan, peserta tetap semangat menuntaskan aktivitas di atas riam sungai yang menantang. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb