Rektor Unmul Mantu Pertama

June 16, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

REKTOR Universitas Mulawarman (Unmul) Prof Abdunnur dan istri, Hj Hartati Nazia, S.Pi lagi berbahagia. Hari Sabtu (14/6) dia melaksanakan hajat menikahkan putri pertamanya dr Nazia Farah Nazhifa, S.Ked dengan Anugrah Odipradana, S.AB, putra keluarga Suprijadi,SE dan Ibu Ir Puji Lestari.

Saya dan Dr Nana Zulkarnain berfoto dengan mempelai serta Rektor Unmul Prof Abdunnur dan istri

Gelar Nazia agak menarik. Selain dokter, dia juga menyandang gelar S.Ked. Ternyata itu sarjana kedokteran. Agak beda. Gelar S1 di bidang kedokteran setelah membuat skripsi dan lulus ujian. Sedang dokter adalah profesi setelah menyelesaikan program koas dan ujian kompetensi.

Anugrah juga punya gelar yang khas, S.AB. Yaitu Sarjana Administrasi Bisnis. Biasanya diperoleh di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) atau Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) bukan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Bidang studi yang dipelajarinya adalah aspek pengelolaan dan operasional bisnis, termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM).

Acara pernikahan Nazia dan Anugrah berlangsung di Hall Gelanggang Olahraga Segiri, Jl Kesuma Bangsa, Samarinda Kota. GOR Segiri sekarang terlihat cantik dan megah setelah direnovasi dengan dana APBD Rp75 miliar oleh Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun.

Acara sehari suntuk itu berlangsung meriah. Hampir semua pejabat hadir. Mulai dari provinsi sampai kabupaten kota. Juga sejumlah rektor. Tapi Gubernur Rudy Mas’ud berhalangan karena masih dalam perjalanan pulang ibadah haji. Sedang sang kakak H Hasanuddin Mas’ud, ketua DPRD Kaltim berkenan datang. Hampir semua warga kampus juga hadir. Kabarnya undangan yang dikirim mencapai 6.000 lebih.

Karena Rektor yang mantu, hampir semua pejabat universitas jadi panitia. Para dosen, mahasiswa, dan guru besar. Semuanya mengenakan baju seragam berwarna cokelat muda. Saya sempat bertemu Prof Mustofa Agung Sardjono, mantan wakil rektor bidang akademik serta Dekan FEB Dr Zainal Abidin dan mantan Dekan FEB Prof Hj Syarifah Hudayah.

Saya adalah alumnus FEB Unmul. Zaman Rektor pertama Prof Sambas Wirakusumah. Kebetulan saat ini menjadi ketua Ikatan Alumni FEB Unmul. Hampir semua dosen saya di tahun 80-an sudah memasuki masa purnatugas. Bahkan ada yang sudah tiada.

Lantaran ada beberapa undangan di Balikpapan, saya hadir pada acara nikahan Nazia-Anugrah di pagi hari. Tempatnya juga di GOR Segiri. Saya berangkat seusai salat subuh. Sengaja pagi-pagi karena mau sarapan nasi kuning Warung Kopi Taufik di depan Hotel Senyiur, Jl P Diponegoro 12. Saya suka terutama kepala ikan haruan atau ikan gabusnya.

Tepat pukul 08.00 acara pernikahan dilaksanakan. Saya duduk di samping Dr Nana Zulkarnain, dosen di Fakultas Pertanian. Ternyata Rektor yang langsung memimpin pernikahan didampingi sang penghulu, M Yusuf Hidayat. Bertindak sebagai saksi mantan Wali Kota Samarinda Dr Syaharie Jaang dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim KH Muhammad Rasyid.

Prof Abdunnur tak canggung memimpin akad nikah. Maklum dia putra  ulama besar Samarinda, KH Sabranity. Ayahnya juga pernah menjadi kepala Kamenag Samarinda. Dulu tinggal sekompleks dengan saya di Perumahan Prefab Segiri.

Sang mempelai pria, Anugrah sepertinya juga sudah melakukan persiapan yang matang. Pembacaan akad nikah berlangsung lancar. Sekali saja langsung disambut para saksi serta tamu yang hadir mengucap “barakallah.” Itu tanda pengucapan sudah benar dan tak perlu diulang.

Alhamdulillah mereka melaksanakan sunah Nabi, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah,” ujar KH M  Rasyid saat memberikan tausiah.

Yang menarik besarnya mas kawin. Yaitu 24 dolar AS, 6 gram emas dan 25 riyal. Saya tidak sempat bertanya apa maknanya. Mungkin berkaitan dengan hari lahir atau hari penting dan afdol menurut kedua mempelai dan keluarga.

DUET “IKAN DALAM KOLAM”

Kehadiran mantan Pj Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana dan mantan Wagub Hadi Mulyadi menambah semarak suasana. Maklum keduanya suka menyanyi. Biasanya beberapa lagu. Satu album. Bahkan Hadi tak jarang ikut menggebuk drum. “Sakit kepala kalau kada menyanyi,” kata Bu Mei tertawa.

Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah “Ikan Dalam Kolam.” Itu lagu sempat viral ketika dibawakan El Corona feat Muqadam. Bahkan seperti menjadi “lagu wajib” di berbagai pesta pernikahan. Saya suka salah satu lirik lagunya: “Bila mata tertuju pada gadis pendiam, caranya tak sama menggoda janda lincah.”

Dari Samarinda saya kembali ke Balikpapan. Ada dua undangan yang harus saya hadiri. Untunglah lokasinya berdekatan. Yang satu di gedung parkir Pemkot Jl Jenderal Sudirman dan satunya lagi di Hotel Gran Senyiur di Jl ARS Mohammad No 7. Jaraknya sekitar 500 meter.

Hotel Gran Senyiur milik pengusaha kayu H Jos Soetomo. “Saudara” hotel itu ada di Jl Diponegoro Samarinda. Namanya Hotel Bumi Senyiur. Satu lagi hotel yang baru dibuka Jos adalah Puri Senyiur Hotel di Jl Ruhui Rahayu dekat kampus Unmul Gunung Kelua.

Acara resepsi pernikahan di Gran Senyiur digelar notaris senior berdarah Banjar, Hema Loka, SH dan istri, Hj Mardilah, SE, SH. Putri mereka, Tiara Kharisma Janatta Rimba dinikahi Cipta Primadasa, putra  keluarga H Hamsih Noor dan Hj Kamariah Nurul Maya Evita. Berdarah Sulawesi.

Suasana juga berlangsung meriah. Saya sempat bertemu mantan ketua Ikatan Notaris Balikpapan Bambang Karyono Royadi, SH. “Beliau perlu kita carikan juga, sudah berapa tahun menduda. Istri beliau meninggal waktu Covid meski meninggalnya bukan karena Covid,” kata Pak Hema bercerita kepada saya.

Hadir juga sahabat kecil Hema, Pak Said Abdullah. Mantan Sekda dan calon wawali Banjarbaru, Kalsel. Saya jadi teringat Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adnani yang meninggal dunia terserang Covid 19, bulan Agustus 2020. Kawal seangkatan saya waktu saya Wali Kota Balikpapan.

Sore kemarin saya menghadiri acara resepsi pernikahan Alda dan Surya di kolam renang Pentacity Hotel, BSB, lantai 7. Saya terkejut ketika kedua mempelai melepas sepasang burung dara, yang betina jatuh di kepala saya dan berhasil saya tangkap. Saya tidak tahu makna di balik kejadian itu. “Jangan-jangan bapak mau kawin lagi, kalau berani,” kata Pak Zen, sahabat saya bercanda.(*)

Ada Kuaci China di IIW

June 8, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEKAN lalu ada International Industrial Week (IIW) 2025 digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Berlangsung 4 hari sejak 4 sampai 7 Juni. Padahal ada hari raya Idul Adha 6 Juni. Tapi pengunjung IIW tetap membludak. Mereka datang penuh antusias dari penjuru Tanah Air dan luar negeri.

Untuk masuk ke arena IIW kita harus antri. Cukup panjang. Pihak penyelenggara, Meorient Exhibition International (MEI) menyediakan ID Card setelah kita mengisi data di aplikasi yang disediakan.

Suasana lounge IIW, tempat bertemu buyer, pemasok dan produsen.

IIW adalah ajang pelaku industri manufaktur, logistik, pengemasan dan percetakan untuk saling memperkenalkan inovasi, memperluas jaringan bisnis dan memperkuat kerja sama lintas sektoral.

IIW Indonesia 2025 menghadirkan ratusan peserta dari dalam dan luar negeri serta beragam program pendukung seperti forum bisnis, business matching, seminar industri dan demo teknologi baru.

“Event ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama pengembangan rantai pasok industri nasional menuju era industri 5.0,” kata Binu, COO MEI dalam keterangan persnya.

Peserta terbesarnya datang dari China. Seolah IIW milik mereka. Menguasai semua lini industri. “Dengan kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump,  China berkeinginan memasarkan industrinya lebih besar lagi ke Indonesia. Jadi ini peluang emas,” kata Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Mahendra Rianto.

Direktur Ekskutif Universitas Mulia Balikpapan Dr Agung Sakti Pribadi (kanan) bersama Rektor UM Prof M Ahsin Rifa’i nampang di depan mobil listrik antik Yatian.

Menurut Mahendra, pihaknya siap menjadi enabler dari kegiatan industri China untuk memindahkan pabrik-pabriknya dari Tiongkok ke Indonesia. “Kami siap membantu industri mereka masuk ke kawasan industri kita. Itu target kita,” tambahnya.

Lebih jauh dia tegaskan, dengan mengadopsi teknologi industri Tiongkok di Indonesia, maka pelan-pelan industri Indonesia dapat belajar dan mampu mengembangkan produksi dan ekspor lebih luas lagi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Hari Noegroho dari Asosiasi Packaging Federation (IPF) dan Teguh Maianto dari Packaging Development Federation (PDF). Mereka mengakui industri kemasan dari China sangat merajai sehingga kita harus belajar dan mampu bersaing.

Kemasan apa saja dengan berbagai model, type dan bahan terutama dari plastik, kertas, karton, logam sampai bahan biodegradable bisa dilakukan oleh industri kemasan China. Mereka menjual mesinnya dengan harga terjangkau, sehingga banyak menarik perhatian pelaku industri di Tanah Air terutama industri makanan dan minuman.

Saya kaget di situ juga ada ditampilkan berbagai jenis makanan kuaci atau guazi (Bahasa Hanzi) dengan berbagai kemasan. Ada kuaci dari biji semangka, biji labu dan biji bunga matahari. Saya teringat masa kecil sering makan kuaci. Ternyata ini masih menjadi industri andalan di China.

Yang menarik perhatian stand Guangdong Yatian Industrial dari Conghua Districk, Guangzhou, China. Sejak 2001 Yatian mengembangkan mobil antik bertenaga listrik. Penampilannya seperti mobil Eropa masa lalu, tapi mesinnya bertenaga listrik. “Ya ini protoype mobil masa lalu tapi digerakkan dengan energi listrik,” kata Joanne Liao sebagai sales manager.

Yatian juga menampilkan mobil type lainnya, seperti golf car, hunting car sampai container. “Kami mencari patner pemasaran di Indonesia,” kata Liao.

TIM UNIVERSITAS MULIA

Meski IIW ajang pertemuan untuk para pelaku industri, Direktur Eksekutif Universitas Mulia (UM) Balikpapan, Dr Agung Sakti Pribadi  tetap antusias membawa tim UM menyaksikan pameran tersebut. “Ini penting untuk membuka wawasan kita termasuk dari kampus mengenai inovasi baru di industri,” katanya.

Ada Rektor UM Prof Ir M Ahsin Rifa’i, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Yusuf Wibisono, SE, MTI, termasuk tim Yayasan dan MBI yaitu Nurfalah Setiawan, Abdillah Taqwa, Budi Saputro, Arliendo dan Julimansyah.

Seperti kita ketahui, UM memiliki sejumlah progam studi (prodi) dari 3 fakultas yang ada. Bulan Februari lalu UM membuka 4 prodi baru yang siap mencetak generasi technopreneur yang handal. Ke-4 prodi baru itu adalah  S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Teknik  Sipil, S1 Teknik Industri dan S1 Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

“Prodi baru itu banyak berkaitan dengan apa yang ditampilkan di pameran IIW Indonesia 2025,” kata Prof Ahsin.

Hampir setengah hari Dr Agung, Prof Ahsin dan Tim UM mengelilingi arena pameran yang dibagi dalam berbagai segmen. Mereka cukup lama diskusi di stand Dongguan Wanlida Energy (DWE) Co, Ltd. Ini perusahaan China yang fokus dalam pengembangan industri baterai lithium sebagai solusi kebutuhan energi di masa depan.

Mr Kenny, owner perusahaan tersebut bersama Mr Guo diundang Agung datang ke Balikpapan. Dia bersedia datang dan janji menjadwalkan setelah kembali ke Dongguan.

Dia mengaku tertarik datang ke Balikpapan karena dua alasan. Pertama, lihat kampus UM yang salah satu bangunannya berciri khas Tiongkok dan kedua karena posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). “Ini pasar menarik buat pemasaran produk DWE,” kata Mr Kenny.

Agung tertarik penggunaan baterai lithium dan panel solar untuk membangkitkan energi listrik di kampus UM. “Ke depan suka atau tidak, kita akan menggunakan energi terbarukan seperti panas matahari atau angin. Selain juga tuntutan lingkungan,” katanya penuh semangat.(*)

Antara Istiqlal dan Timnas

June 7, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DUA hari menjelang Idul Adha, saya diajak Direktur Ekesekutif Universitas Mulia (UM) Balikpapan Dr Agung Sakti Pribadi ke Jakarta. Tujuannya ikut melihat International Industrial Week (IIW) 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran yang berlangsung 3 hari (4-7 Juni).

IIW 2025 adalah ajang pameran industri China berkaitan dengan 14 kategori industri, termasuk di antaranya logistik & peralatan material handling,  mesin pengemasan dan percetakan, mesin perkakas dan pemrosesan logam sampai industri makanan dan camilan.

Tim suporter Rizal dari Balikpapan

Agung membawa Rektor UM Prof Dr Ir M Ahsin Rifa’i, Wakil Rektor II Yusuf Wibisono, SE, MTI dan sejumlah staf lainnya. “Kampus tidak boleh ketinggalan mengikuti perkembangan industri. Apalagi ini dari China yang maju pesat,” katanya.

Tadinya saya agak berat berangkat, tapi belakangan jadi menggebu-gebu. Ada dua pertimbangan. Pertama, karena saya rindu salat di Istiqlal. Dan kedua, karena Kamis (5/6) malam ada duel krusial antara Timnas Indonesia lawan China babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia Grup C di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Secara khusus saya membawa jersey Timnas berwarna merah. Tapi di bagian belakang saya tulis nama saya sendiri “Rizal Effendi” dengan nomor punggung 7. Itu nomor kesukaan saya sejak Ronaldo memakai nomor punggung 7 ketika bergabung di Manchester United (MU). Penyanyi Shana Shannon yang membawakan lagu “Tanah Airku” usai laga Timnas vs China juga mengenakan nomor punggung 7.

Saya tidak memesan tiket masuk GBK jauh hari. Maklum dadakan. Ternyata tidak gampang. Tidak ada calo lagi berkeliaran di GBK. Soalnya untuk memesan tiket kita harus menjadi anggota di akun Garuda ID. Dengan Garuda ID, kita baru bisa membeli tiket di internet. Itu pun tidak mudah lantaran tiketnya sudah keburu sold out.

Harga tiket Timnas lawan China bervariasi. Paling murah Rp300 ribu. Lalu Rp600 ribu, Rp1.250 ribu sampai termahal Rp1.750 ribu.

Jumlah tiket yang dijual kali ini agak lebih kecil dibanding saat Timnas lawan Bahrain. Ini akibat PSSI dihukum FIFA. Suporter Indonesia saat itu dianggap meneriakkan ujaran kebencian (xenophobia) kepada tim Bahrain. Tapi panitia mengumumkan jumlah penonton Timnas lawan China hampir mencapai 70 ribu orang. Termasuk saya dan sejumlah suporter dari Balikpapan.

Saya dan Rizal menyaksikan duel krusial Timnas lawan China

Syukur alhamdulillah akhirnya saya bisa mendapat satu tiket. Berkat bantuan anak buah. Kebetulan namanya juga Rizal. Dia juga nonton bersama teman-temannya. Tapi Pak Agung Sakti dan teman-teman lain gagal meski sudah beli kaos Timnas di sekitar GBK. “Ya terpaksa kita nobar di hotel saja,” katanya kecewa.

Di kampus Universitas Mulia Balikpapan, Agung juga menggelar nobar. Ratusan mahasiswa dan warga setempat disediakan tempat yang sejuk menonton di hall Cheng Ho. Meski tempatnya berbau sejarah kekaisaran China, tapi semua yang nonton dijamin seribu persen membela Timnas. Ada doorprize-nya.

Berkat Presiden Prabowo menonton langsung, Timnas menang 1-0. Gol kemenangan semata wayang itu dicetak dari titik penalti oleh Ole Romeny. “Ya dua kali Bapak Presiden Prabowo menonton, dua kali kita menang. Beliau membawa hoki,” kata Ketua PSSI Erick Thohir berbunga-bunga. Uniknya ketika dengan Presiden Jokowi, Timnas selalu gagal.

Dari hasil kemenangan itu, Timnas selain lolos ke babak ke-4, juga peringkat Indonesia di FIFA terdongkrak 15,05 poin. Jadi sekarang kita berada di posisi 117 dunia.

Indonesia menyisakan satu pertandingan lawan Jepang, 10 Juni ini. Mainnya tidak di GBK, tetapi di Stadion Panasonic Suita, Osaka. Jepang sebagai tuan rumah. Tapi hasil pertandingan nanti tidak mengusik posisi kedua tim, karena sudah sama-sama lolos. Meski begitu, Presiden minta Timnas tetap bermain maksimal.

“Tidak boleh santai, itu buka bukan ciri khas bangsa yang dididik oleh Bapak Presiden,” kata Erick Thohir seusai membawa Timnas memenuhi undangan makan siang Presiden, Jumat (6/6). Sepulang dari rumah pribadi Prabowo, anggota Timnas mendapat oleh-oleh jam tangan mahal merk Rolex.

Siapa calon lawan Timnas di babak ke-4 nanti? Sepertinya anak asuhan Patrick Kluivert ini akan berada di Grup A. Di sana ada Iran, Uzbekistan, Uni Emirat Arab dan Qatar. Lawan berat semua. Tapi kepak Garuda sakti. “Insyaallah kita sampai ke Piala Dunia,” kata Presiden Prabowo optimistis.

GEMA TAKBIR DI GBK

Karena pertandingan Timnas lawan China di malam Idul Adha, ada suasana unik di Stadion GBK. Ribuan suporter Indonesia selain menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu pembangkit semangat, juga menggemakan takbir seperti di masjid-masjid. “Allahu Akbar..Allahu Akbar…Allahu akbar wa lillahil hamdu,” gemuruh di GBK.

Sebelum bertolak ke Jepang kemarin, Timnas diwakili Sekjen PSSI Yunus Yusi bersama dua pemain yaitu Rizky Ridho dan Reza Arya juga menyerahkan seekor sapi limosin seberat 700 kg kepada pengurus Masjid Al-Bina, yang letaknya di kawasan GBK. “Anak-anak Timnas sudah berniat berqurban sebelum pertandingan lawan China. Doakan juga kami lawan Jepang nanti,” kata Yunus, yang sebelumnya adalah pengurus PSSI di Kaltim.

Saya bersyukur sempat salat subuh di Istiqlal. Sayangnya tak sempat salat Id karena pesawat saya balik ke Balikpapan take off pukul 08.00 pagi. Tapi saya bersyukur bisa salat di masjid negara, yang dibangun presiden pertama kita Bung Karno bersamaan dengan GBK.

Jamaah yang mengikuti solat Id di Istiqlal ternyata melebihi jumlah penonton di GBK. Jumlahnya mencapai 100 sampai 150 ribu orang. Kapasitas Istiqlal sendiri bisa menampung 250 ribu. Itu sebabnya Istiqlal disebut masjid terbesar di Asia Tenggara.

Presiden Prabowo Subianto juga mengikuti salat Idul Adha di Istiqlal. Dia datang bersama sejumlah pejabat tinggi negara lainnya. Bertindak sebagai imam adalah Muzzakir Abdurrahman, hafiz nasional yang pernah meraih prestasi di tingkat ASEAN dan Asia Pasifik. Sedang khatib adalah Rektor UIN Raden Intan Lampung, Wan Jamaluddin Z.

Sebelumnya Prawobo dan Wapres Gibran menyerahkan sapi kurban ke Istiqlal. Sapi Prabowo bernama Brawijaya dengan bobot 1,25 ton. Sedang punya Gibran bernama Jack dengan berat 1,1 ton. Hewan tersebut disembelih Sabtu ini. “Tapi tak tak dibagikan langsung ke masyarakat. Karena dimasak dan dimakan bersama Minggu besok dengan 2.000 anak yatim,” kata Direktur Media Istiqlal Asdar.

Ada 985 ekor sapi Presiden dikirim ke seluruh Indonesia. Tiap provinsi dan kabupaten/kota mendapat 1 ekor. “Bobotnya ada yang mencapai 1 ton,” kata Wamensesneg Juri Ardianto.

Kaltim mendapat 13 ekor sapi presiden. Untuk Balikpapan, masjid yang mendapat kehormatan menerima sapi presiden adalah masjid bersejarah Al Ula di Kampung Baru. Nama sapinya adalah Madu Koro dengan bobot sekitar 830 kg. Dibeli Presiden dari peternak di Sulawesi.

Sedang di Samarinda, sapi presiden bernama Adul, nama orang banjar. Beratnya 1 ton diserahkan ke Masjid Ar-Rasyidin. Sapi berusia 3 tahun itu dibeli seharga Rp105 juta dari Prayitno, peternak di Jl Sekolahan RT 6, Kelurahan Makroman.

Salat di Istiqlal saya mengenakan baju gamis baru pemberian teman. Lengkap dengan kopiah haji berwarna putih. Itu pertama kalinya saya salat pakai baju gaya orang Arab. Mudah-mudahan berkah sampai ke pintu surga. Allahu Akbar.(*)

BBM Kosong di Balikpapan

May 22, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA tak bisa melayat ke Samarinda, Selasa (20/5). Padahal yang meninggal teman seprofesi saya. Wartawan senior Bung Aan Reamur Gustam. Dia bersama saya pernah ditugasi Pak Dahlan Iskan mempersiapkan penerbitan koran harian ManuntunG alias Kaltim Post pada tahun 1988 atau 37 tahun silam.

Saya hanya bisa berkirim doa. Semoga almarhum Bung Aan husnul khotimah. Dia meninggal dunia di RS SMC Samarinda, Selasa pukul 11.02 setelah mendapat perawatan intensif. Banyak wartawan melayat ke rumah duka di kompleks perumahan PWI, Air Hitam.

Penyebab saya tak bisa ke Samarinda gara-gara terjadi kelangkaan BBM di Balikpapan dalam beberapa hari ini. Hampir semua SPBU tak bisa melayani. Yang kosong terutama Pertamax dan Pertamax Turbo. Jadi yang tersedia hanya Pertalite dan solar. Pertalite tak bisa beli bebas karena harus pakai barcode.

Saya lihat jarum penunjuk tangki BBM di mobil saya tinggal satu strip. Jadi tidak mungkin berangkat ke Samarinda. “Apa boleh buat, yang penting sudah ada niat kita melayat,” kata wartawan Sjarifuddin Hs, yang akrab dipanggil “Jenderal.” Dia tadinya mau barengan ke rumah duka.

Tak jadi ke Samarinda saya bertemu dengan Rudy Novrianto, eks wartawan Majalah Tempo Jakarta. Dia kebetulan ada di Balikpapan. Habis dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Tak lagi di Tempo, Rudy mendampingi Basuki Hadimuljono sejak dari menteri sampai menjadi ketua Otorita IKN.

Dia  kaget dan heran melihat  kemacetan di kota Balikpapan karena orang lagi antre pengisian BBM di semua SPBU. “Aneh juga di kota yang ada kilang minyak Pertamina ini,  tapi terjadi kelangkaan BBM,” katanya dengan wajah tak habis pikir.

Kilang minyak Pertamina di Balikpapan lagi diperbesar kapasitasnya melalui proyek RDMP. Dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu. Ini terbesar di Indonesia. Jadi kurang apa lagi kebesarannya.

Sebenarnya antre BBM di Balikpapan sudah lama terjadi. Terutama antre solar. Tapi kali ini yang kosong di tangki SPBU adalah Pertamax. Itu terjadi karena suplai BBM-nya dari Pertamina Patra Niaga lagi macet. Setidaknya tidak lancar. Akibatnya orang menunggu berjam-jam bahkan berhari-hari.

Bagi mereka yang tidak tahan dan mendesak, mau tak mau membeli BBM eceran yang dijual pedagang kaki lima  di pinggir jalan. Harganya naik sampai tiga kali lipat. Ada yang dijual sampai Rp40 ribu atau Rp50 ribu per liter. Bayangkan.

Hebat juga pedagang BBM eceran ini. Di tengah warga kesulitan mendapatkan BBM di SPBU mereka masih punya stok. Ada yang mengaku belinya ke Samarinda dan Penajam baru  dijual di Balikpapan. “Masih untung,” kata Pak Udin, salah seorang penjual BBM di Kampung Baru.

Sementara itu, akibat membawa BBM dalam jeriken, sebuah mobil angkot terbakar di kawasan Telindung, Balikpapan Utara, Senin malam. Sebelumnya mobil itu menyeruduk pagar rumah, lalu meledak dan terbakar.

Mantan anggota DPRD Kaltim Ir Adam Sinte urung ikut antrean BBM di SPBU Lapangan Merdeka. “Masih berjejal,” katanya. Dia khawatir dengan kondisi ini. “Oh Balikpapanku, bisakah saya katakan kali ini darurat sipil,” katanya di WA Group.

Tak jelas apa penyebab kelangkaan BBM di Kota Minyak ini? Ada yang bilang karena salah satu tangki penampungan milik Patra Niaga mengalami perbaikan. Jadi stok yang ada tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Kalimantan Edi Mangun melalui video menjelaskan, BBM di wilayah Balikpapan tetap tersedia meski terdapat keterlambatan pendistribusian dalam beberapa hari terakhir.

Dia menyebutkan kelangkaan juga terjadi akibat lonjakan permintaan jenis Pertamax di sejumlah SPBU sampai 370 KL per hari. Selain ada proses stock opname. “Sekarang kita melakukan pengalihan distribusi dari fuel terminal Balikpapan ke fuel terminal Samarinda. Masyarakat tidak usah panik, distribusi segera normal,” katanya begitu. Selain dari Samarinda, Pertamina juga mendatangkan bantuan BBM dari Banjarmasin.

“TERBAKAR” DI DPRD

Menanggapi keluhan masyarakat, DPRD Balikpapan yang diketuai Alwi Al Qadri menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan jajaran Pertamina Patra Niaga Kalimantan. Yang datang di antaranya Edi Mangun, manajer Humasnya, Sales Area Manager Retail Henry Eko serta pejabat lainnya.

RDP menjadi “terbakar” menyusul pernyataan protes yang keras dari anggota Dewan Halili Adi Negara dari Fraksi PKB. Videonya beredar luas di media sosial. Halili sambil berdiri menuding perwakilan Pertamina yang dianggapnya memberikan penjelasan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. “Saya sudah cek ke lapangan, masih antre di mana-mana,” katanya keras.

Hal yang sama juga dilontarkan anggota Dewan yang lain. “Pertamina maunya apa? Mau terus menguji kesabaran masyarakat? Ini jelas salah tata kelola,” kata Andi Arif Agung, anggota Dewan dari Fraksi Golkar.

Menurut Alwi, warga Balikpapan sudah berkali-kali mendapat perlakuan tidak nyaman dari Pertamina. Mulai kelangkaan solar, LPG 3 kg sampai soal oplosan di mana Pertamina menjanjikan menyiapkan bengkel gratis. “Ternyata prank saja,” tandasnya.

Tak tahan mendapat hujatan, perwakilan Pertamina Niaga melakukan aksi walk out (WO). Mereka mengaku di RDP itu mendapat intimidasi.  Jadi memilih angkat kaki ketimbang disemprot habis-habisan. “Saya merasa terintimidasi,” kata Edi Mangun dengan wajah masygul.

Terlepas adanya aksi WO, akhirnya RDP DPRD Balikpapan mengeluarkan sejumlah pernyataan dan kesepakatan bersama Pertamina Patra Niaga Kalimantan. Di antaranya Pertamina menyampaikan permintaan maaf, harus menjamin lancarnya distribusi, mengevaluasi kinerja manajer Humas serta siap mengundurkan diri kalau gagal mengatasi kelangkaan BBM di Balikpapan.

Malam tadi saya kaget mendapat WA dari seorang warga. Dia tanya apa saya masih bisa menjadi wali kota lagi. Saya bilang tak memungkinkan karena ada aturannya cukup dua kali saja. “Kami bingung mau mengadu ke mana soal BBM,” katanya

Gara-gara kelangkaan BBM banyak warga menyorot kepemimpinan keluarga Bani Mas’ud. Jagat medsos ramai berkomentar miring. Yang dituju adalah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud. “Bukankah mereka bisnisnya minyak, kok tidak bisa mengatasi kelangkaan minyak di daerah sendiri,” tanya Samsu, warga Karang Rejo.

Warga menyadari urusan suplai BBM tidak langsung di tangan pemerintah daerah. Tapi di bawah kendali PT Pertamina Patra Niaga. “Tapi harusnya ada koordinasi dan upaya maksimal dari Pemda bagaimana  kelangkaan bisa diatasi. Kan mereka pemain minyak, jadi harusnya tahu bagaimana mengatur distribusi dan suplai minyak agar selalu lancar,” kata Agus, warga Sepinggan.

Wali Kota Rahmad Mas’ud yang baru berada di Balikpapan tadi malam langsung melakukan peninjauan ke sejumlah SPBU. Kepada awak media dia mengatakan, dia turun untuk memastikan pelayanan 24 jam yang dijanjikan harus berjalan.

Dia mengaku memahami paniknya warga karena terjadi kelangkaan BBM. “Tapi kita lihat sendiri antrean sudah berjalan normal. Terima kasih kepada semua warga yang menjaga kota tetap kondusif,” katanya didampingi pihak Pertamina Patra Niaga.

Sebelumnya Rahmad sempat mengimbau masyarakat jangan panik. “Pemkot sudah berkoordinasi. Beli BBM secukupnya, jangan berlebihan,” katanya begitu sebelum tiba di Balikpapan.

Seorang warga bernama Hasfi berkomentar. “Kita sudah terlalu bijak. Mau beli satu liter saja tidak ada di SPBU, kurang apa bijaknya kita,” katanya ketus.

Ada video baru dibuat Kutai News. Sudah beredar di media sosial. Judulnya: “Sejarah & Ironi Kota Balikpapan yang Warganya Sulit Dapat BBM.” Di situ diceritakan awal mulanya sejarah Kota Balikpapan dengan pengeboran minyak pertama di Sumur Mathilda, Gunung Kemendur. Namun ironinya, kota yang lahir karena minyak justru di masa kini masyarakatnya terkadang harus antre untuk mendapatkan setetes BBM.

“Balikpapan tetap Kota Minyak, tapi mungkin kini karena lebih karena sejarahnya, bukan karena nyatanya,” begitu narasi yang menutup video dari Kutai News.

Situasi SPBU di Balikpapan, Rabu kemarin berangsur pulih. Sejumlah SPBU dijaga polisi dan aparat Satpol PP. Antrean tidak lagi mengular. Kilang minyak Balikpapan juga dijaga satuan Brimob. “Dalam sejarah Balikpapan rasanya baru sekali ini terjadi kekosongan BBM begitu parah. Kita mati di lumbung minyak,” kata Rustam nyeletuk.(*)

Bergerak Bersama Lindungi Hutan Pendidikan, Tindak Tegas Perusakan Lingkungan!

May 14, 2025 by  
Filed under Opini

Aji Mirni Mawarni – Anggota MPR/DPD RI Dapil Kaltim

Catatan: Aji Mirni Mawarni – Anggota MPR/DPD RI Dapil Kaltim

AKHIR pekan lalu, Komite III DPD RI melakukan Kegiatan Resolusi di Samarinda. Kunjungan kerja itu berfokus pada resolusi permasalahan daerah terkait isu pendidikan. Khususnya penyerobotan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Diklat Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman oleh aktivitas tambang ilegal. Sebagai komite yang membidangi sektor pendidikan, kami sangat fokus dalam perlindungan hutan pendidikan.

Sejumlah anggota Komite III hadir dalam pertemuan, Jum’at (9/5/2025), di Rektorat Unmul tersebut. Rektor Unmul hadir didampingi pimpinan universitas dan perwakilan fakultas, terutama Fakultas Kehutanan. Hadir pula perwakilan sejumlah kementerian. Yakni; Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Dalam pertemuan tersebut, saya menyoroti pentingnya perlindungan lahan pendidikan dari berbagai gangguan aktivitas pertambangan. Kami dari Komite III DPD RI, terutama saya yang mewakili Kaltim, sangat memberi perhatian terhadap perlindungan lahan atau hutan pendidikan. Perlindungan lahan pendidikan harus menjadi prioritas.

Kami berharap penegakan hukum benar-benar dijalankan. Pelaku penambangan ilegal harus diusut tuntas dan ditindak tegas. Selain itu, harus dilakukan perbaikan dan peningkatan sistem pengawasan dengan melibatkan berbagai kementerian. Sinergi harus dijalin rapi – terutama dalam implementasi SKB – tanpa terjebak ego sektoral lintas lembaga negara. Faktanya, kelalaian dan kelemahan pengawasan pihak kementerian masih terus terjadi.

Selain pengawasan lintas kementerian, sinergi dengan pemerintah daerah harus dibangun. Jangan sampai ada kegiatan dan program kementerian, namun pemerintah daerah tidak tahu. Pengawasan harus dilakukan berjenjang, simultan, dan sinergis. Walaupun ada perwakilan kementerian di daerah, koordinasi dengan pemerintah daerah harus diperkuat.

Kemenristekdikti juga harus memberikan perhatian terhadap aset-aset yang dikelola oleh perguruan tinggi. Diperlukan dukungan anggaran khusus yang memadai untuk pengelolaan aset-aset tersebut. Terutama mengingat luasnya wilayah KHDTK Unmul yang sulit dijangkau dengan sumber daya yang terbatas.

Jangan sampai aset-aset tersebut tidak bisa dikelola dengan baik. Unmul hanya mampu menjangkau sebagian kecil wilayah KHDTK karena kekurangan tenaga dan pendanaan. Kami berharap, aset-aset yang dititipkan kepada perguruan tinggi juga disertai dengan pendanaan yang memadai untuk pengelolaannya.

Hal lain yang harus menjadi perhatian bersama; ketika terjadi illegal mining atau illegal logging, umumnya yang menjadi korban adalah masyarakat daerah. Pemodal dari luar menjanjikan sesuatu yang besar kepada masyarakat. Namun, ketika terjadi masalah hukum, sering kali yang menjadi terdakwa adalah masyarakat itu sendiri. Penegakan hukum harus benar-benar dilakukan supaya tidak terjadi kriminalisasi terhadap masyarakat.

Menurut catatan sejarawan publik, Muhammad Sarip, jika ditelusuri dari aspek historis, terdapat korelasi antara lahan KRUS dan Kutai. Lahan itu awalnya adalah HPH dari CV Kayu Mahakam yang dimiliki oleh Ali Akbar Afloes. Ayah dari Ali Akbar adalah Adji Pangeran Afloes, Plt Residen Kalimantan Timur yang melakukan serah terima daerah Kaltim dari Republik Indonesia Serikat (RIS) kepada RI pada 10 April 1950.

Pada momen yang sama, kakek saya Adji Mashud alias Adji Raden Kariowiti, merupakan Ketua Dewan Kalimantan Timur. AP Afloes dan AR Kariowiti adalah sesama kerabat Kesultanan Kutai yang berhaluan republiken (pendukung perjuangan kemerdekaan RI). Adji Ali Akbar menghibahkan lahannya kepada Unmul sebagai pelaksanaan wasiat dari AP Afloes. Pada 1957 pemerintah RI mengangkat AP Afloes sebagai gubernur pertama Kalimantan Barat. Artinya, ada visi pendidikan yang besar di balik hibah kepada Unmul tersebut.

Rektor Unmul: Hutan Luas, Anggaran Terbatas

Dalam pertemuan, terungkap bahwa Fakultas Kehutanan Unmul telah membentuk tim evaluasi. Unmul bergerak secara komprehensif dari sisi vegetasi dan tata air serta lingkungan, khususnya menghitung kerugian dari dampak kerusakan hutan pendidikan. Rektor Unmul Prof Abdunnur mengatakan masalah di KHDTK telah dilaporkan sebelumnya oleh Dekan Fahutan dan baru diusut setelah terdapat kasus viral beberapa waktu lalu.

Rektor menyampaikan apresiasi atas dukungan DPD RI dan Balai Gakkum LHK. Ia mengakui kompleksnya pengawasan lahan pendidikan, terutama di kawasan Bukit Soeharto yang berbatasan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Lahan pendidikan Unmul, Bukit Soeharto juga rentan akan permasalahan yang sama dengan KHDTK Unmul di Lempake. Ia menyebut perlu ada pendanaan pemerintah dalam mengelola seluruh kawasan lahan pendidikan.

Pasalnya, pemerintah hanya memberikan pendelegasian wewenang, tanpa diikuti pendelegasian anggaran. Terdapat 22 titik masalah di Bukit soeharto yang memerlukan koordinasi lintas kementerian. Jika berhasil diatasi, ini bisa menjadi referensi penyelesaian konflik lahan lainnya.

Prof Abdunnur juga menggarisbawahi perlunya pendanaan khusus dari pemerintah pusat. Selama ini mereka kesulitan mengelola lahan luas karena keterbatasan anggaran. Dukungan Kemendikbudristek dan Kementerian Lingkungan Hidup sangat diharapkan.

Akademisi yang hadir juga mengatakan lembaga pendidikan harus memiliki idealisme, yakni menjaga lingkungan berdasarkan keilmuan. Akademisi mengungkapkan adanya intimidasi yang menimpa mahasiswanya yang bertugas di KHDTK Unmul. Disesalkan pula proses hukum yang berdampak beban psikologis bagi civitas akademika. Diduga terdapat oknum aparat yang menjadi beking tambang dan dikhawatirkan terjadi kriminalisasi pada pelapor.

Kasus Harus Diusut Tuntas, Pulihkan Kerusakan Lingkungan!

Perwakilan Balai Gakkum LHK Kalimantan mengungkapkan pihaknya masih mencari dua orang saksi kunci guna mengungkap peran pelaku, modus operasi, dan jaringan yang terlibat. Mereka juga berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait untuk mempercepat proses. Balai Gakkum juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen dan foto sebagai bukti. Juga menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 28 April 2025.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Indra Exploitasia Semiawan, menyampaikan komitmen Kementerian Kehutanan mengawal masalah hutan di Kalimantan Timur, khususnya KHDTK Unmul.

Meskipun begitu, menurut Indra, terhambatnya tindakan yang dilakukan pihaknya juga berhubungan dengan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh pihak Unmul. Dalam UU RI tahun 1999, terdapat ketentuan bagi pengelola KHDTK untuk membuat tata batas wilayah.

Indra menyampaikan, Unmul masih terkendala dalam menyusun Laporan Pengantar Jasa Penyusun (LPJP) sehingga hal tersebut juga menjadi hambatan dalam mengusut tuntas kasus di KHDTK. Hal ini bisa dijadikan prioritas sehingga ke depannya tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran dalam konteks penambangan dan lain sebagainya.

Perwakilan Kementerian ESDM menyatakan mendukung penegakan hukum di KHDTK Unmul. Baik melalui 33 inspektur tambang di Kaltim, Pokja Direktorat Hukum dan Lingkungan (DHL), juga berkoordinasi dengan Gakkum LHK. Pokja DHL – yang di dalamnya terdapat PPNS – merupakan cikal bakal Gakkum ESDM. Dengan pembentukan Gakkum ESDM, diharapkan penegakan hukum kedepan bisa lebih baik.

Perwakilan Kemenristekdikti juga menyatakan mendukung penegakan hukum atas perambahan lahan KHDTK Unmul. Termasuk mendorong beberapa alternatif intervensi keuangan guna mengatasi kendala teknis di lapangan.

Rapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kualitas Unmul, dan menyelesaikan kasus hukum terkait lahan. DPD RI akan memantau progres kerja sama antara Balai Gakkum LHK, kepolisian, dan pemerintah daerah guna memastikan transparansi penyidikan.

Yang pasti, ikhtiar bersama ini bukan hanya berkonsentrasi memenjarakan pelaku, namun juga memulihkan kerusakan lingkungan. Artinya, perlu upaya serius secara pidana dan perdata. Sudah semestinya kita semua bersinergi menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan ruang pendidikan di Kaltim. Semua pihak harus berupaya maksimal agar kasus semacam ini tidak terulang kembali. (*)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1759391
    Users Today : 3014
    Users Yesterday : 4357
    This Year : 695901
    Total Users : 1759391
    Total views : 14829964
    Who's Online : 42
    Your IP Address : 216.73.217.119
    Server Time : 2026-05-07