Raja Banjar Lagi Masygul

May 13, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KESULTANAN Banjar lagi masygul. Gara-gara Menteri Kebudayaan Fadli Zon menobatkan Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari sebagai Raja Kebudayaan Banjar. Memberi kesan terjadi dualisme. Soalnya orang tahu selama ini Raja Banjar adalah Sultan Haji Ir Khairul Saleh Al Mu’tashim Billah, MM.

Meski Cevi disebut Raja Kebudayaan Banjar,  tugasnya tak terlalu berbeda dengan Raja Banjar yang ada. Di antaranya untuk menjaga, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Banjar.

Cevi Yusuf Isnendar Al-Banjari dan istri setelah dinobatkan Menbud Fadli Zon

Suku Banjar berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai Banua Banjar atau Tanah Banjar. Penduduk asli sebagian besar wilayah Kalsel adalah suku Banjar kecuali di Kabupaten Kota Baru. Saya juga berdarah Banjar dan ikut dalam kepengurusan Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBBKT) Balikpapan yang diketuai H Redy Asmara.

Penobatan Cevi berlangsung di Keraton Majapahit Jakarta pada Selasa (6/5) lalu. Bertindak sebagai tuan rumah bukan orang sembarangan. Dia adalah Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono.

Siapa Hendro? Semua orang pasti tahu. Dia adalah jenderal TNI (purn) dengan jabatan terakhir sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Hendro juga mertua mantan panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa. Andika menikahi putri pertama Hendro, Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati.

Ada yang bertanya kenapa Hendro bisa terlibat dalam penobatan Cevi? Dia memang memegang gelar kebangsawan Banjar. Tapi gelar itu dianugerahkan oleh Kesultanan Banjar yang dipimpin Sultan Khairul Saleh. Karena itu ada yang mengusulkan agar gelar Hendro dicopot karena memfasilitasi Cevi.

Hendro sendiri berkomentar seakan Raja Banjar yang ada tidak benar. “Saya sangat ingin untuk meluruskan raja-raja yang ada di Nusantara yang dulu pernah bertakhta, keturunannya kita luruskan. Jangan keturunan yang ngarangngarang, abal-abal terus kerjanya cuma ngirim proposal ke sana ke mari. nggak bisa itu,” katanya kepada media seperti dilansir detiknews seusai penobatan.

Penobatan Cevi sebenarnya sudah diprotes.  Ada 13 Adipati dan pejabat Kesultanan Banjar berkirim surat 3 hari sebelumnya. Tapi tak digubris, acara pengukuhan yang dilakukan Menteri Fadli Zon tetap berlangsung.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon ketika melaksanakan penobatan Cevi Yusuf

“Raja Budaya bukan sekadar simbol, melainkan aktor utama dalam menjaga dan menghidupkan kekayaan budaya kita. Saya yakin Sultan Cevi Yusuf mampu membawa semangat baru bagi budaya Kalimantan,” kata sang Menteri.

Gubernur Kalsel H Muhidin juga ikut mengapresiasi penobatan Cevi. Karena berhalangan hadir dia mengirim Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Ahmad Bagiawan.

“Penobatan ini adalah tonggak sejarah penting dalam pelestarian budaya Banjar. Kami sangat menghargai upaya menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi jati diri masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Bagiawan seperti dirilis mu4.co.id.

Dari Jakarta banyak juga tokoh penting yang datang. Di antaranya Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh pengusaha Choirul Tanjung, Prof Mahfud MD, mantan ketua MPR Bambang Soesatyo dan mantan menteri PAN Azwar Anas. Yang menarik ada pula datang Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Kalau dilihat dari yang datang, termasuk keterlibatan Pemerintah dan tokoh penting lainnya, Cevi Yusuf bukan orang sembarangan. Dia sepertinya mendapat dukungan resmi, meski orang juga tahu Raja Banjar yang ada, Sultan Khairul Saleh bukan kaleng-kaleng.

Sultan Khairul Saleh naik takhta sejak 2010. Dalam Musyawarah Tinggi Adat Banjar di tahun tersebut, Khairul Saleh sempat menolak. Tapi peserta musyawarah tetap mendesak, sehingga akhirnya dia bersedia menerima gelar pangeran dan dinobatkan sebagai Raja Banjar.

Ia dipercaya sebagai Yang Dipertuan Agung dan ketua Kerapatan Raja dan Sultan se-Borneo sejak 2013, serta menjabat ketua umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) sampai sekarang.

Sebelumnya ia pernah menjadi bupati Banjar dua periode (2005-2015). Saat ini Khairul Saleh menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PAN mewakili daerah pemilihan Kalsel. Pernah berkarier di birokrasi terutama di Dinas Pekerjaan Umum Kalsel. Mulai staf, kabid, wakil kepala dinas sampai akhirnya menjadi kepala dinas.

Khairul Saleh (61) lahir dari pasangan H Pangeran Jumeri dan Hj Kartinah. Ia merupakan salah satu keturunan dari silsilah Kesultanan Banjar di bawah Pangeran Jumri dari Pangeran

Haji Abubakar, yang merupakan putra  Pangeran Singosari bin Sultan Sulaiman dari Banjar. Kesultanan Banjar di bawah kepemimpinan Sultan Khairul Saleh sudah dikenal luas dan aktif mengabdi kepada masyarakat melalui Yayasan Sultan Adam sejak tahun 2000 hingga saat ini..

CEVI LAHIR DI CIANJUR

Cevi sendiri dilahirkan bukan di Banjar melainkan di Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tapi dia diakui merupakan keturunan Pangeran Hidayatullah dari garis ibu (matrilineal). Secara adat dan kebudayaan, Kesultanan Banjar menerapkan sistem patrilineal, yaitu silsilah keturunan dari jalur ayah.

Pangeran Hidayatullah adalah salah satu Sultan Banjar yang memerintah antara tahun 1859-1863 dan merupakan tokoh utama penentang Pemerintah Hindia Belanda. Karena itu dia bersama keluarga dan pengikutnya diasingkan oleh Belanda ke Cianjur hingga akhir hayatnya.

Sebanyak 13 Adipati Banjar tidak mengakui gelar Pangeran yang disematkan kepada Cevi. “Itu gelar buatan dia sendiri tanpa melalui prosesi adat badudus sebagaimana tradisi leluhur kita,” kata pernyataan para Adipati.

Adipati dalam Kesultanan Banjar adalah gelar tradisional untuk para pangeran atau bangsawan yang menjabat sebagai gubernur di berbagai wilayah Kesultanan Banjar.

Ke-13 Adipati yang ada di Kesultanan Banjar adalah  Adipati Kota Banjarmasin, Adipati Banjarbaru, Adipati Banjar, Adipati Tapin, Adipati Hulu Sungai Selatan, Adipati Hulu Sungai Utara, Adipati Hulu Sungai Tengah, Adipati Tabalong, Adipati Tanah Laut, Adipati Tanah Bumbu, Adipati Balangan, dan Adipati  Kotabaru.

Menurut para Adipati, mereka hanya mengakui Sultan Khairul Saleh sebagai pemimpin adat yang berhasil menghidupkan kembali marwah, sejarah, dan budaya Banjar setelah pembubaran secara sepihak oleh penjajah Belanda pada tahun 1860.

Pangeran Syarif Abdurrahman Bahasyim yang dikenal sebagai Habib Banua mengecam keras penobatan Cevi Yusuf oleh Menteri Fadli Zon dan AM Hendropriyono. Ia menilai Fadli Zon tidak cermat termasuk Hendro yang bersikap aneh dan kontroversial.

“Cevi Yusuf kan lahir dan besar di Cianjur, berarti dia tidak berada di tengah-tengah masyarakat Banjar, jadi bagaimana mungkin dia memahami dan mengembangkan budaya Banjar?” tandas Habib Banua.

Antropolog Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Nasrullah menyebut penobatan itu bukan hanya membingungkan, tapi juga berpotensi merusak pemahaman publik tentang sejarah dan kebudayaan Banjar.

“Penobatan itu sangat membingungkan, padahal Kesultanan Banjar secara sah telah eksis kembali sejak 2010 di bawah kepemimpinan Sultan Haji Khairul Saleh,” ujarnya seperti diberitakan Banjarmasinpost.co.id.

Sejauh ini belum ada komentar dari Cevi Yusuf langsung. Mungkin dia masih menikmati kedudukan barunya sebagai Raja Kebudayaan Banjar sambil menikmati soto banjar dan mendengarkan musik panting Banjar. Kalau dia ingat dan tahu.(*)

Pak Isran Pulang Kampung

May 12, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUDAH beberapa hari Gubernur Kaltim 2018-2023 H Isran Noor berada di kediaman pribadinya di Jl Adipura 21 Sungai Kunjang Samarinda. Sejumlah sanak keluarga dan kerabat senang karena cukup lama dia berada di Jakarta.

Alhamdulillah Pak Isran bulik kampung. Agak belamak (gemuk) sidin,” kata mantan Pjs Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana, yang Jumat (9/5) kemarin merayakan milad ke-66. Kebetulan ultah Bu Mei bersamaan dengan Hadi Mulyadi, mantan wagub pendamping Isran. Tapi Hadi merayakan hari jadi yang ke-57. Lebih muda.

Kepulangan Isran juga berkaitan dengan tahlilan dua tahun meninggalnya istri beliau, almarhumah Hj Norbaiti binti Amlan. “Ya sudah dua tahun saya ditinggal Ibu. Tapi rumahnya di sini juga,” katanya sambil menunjuk makam Norbaiti yang berada di halaman samping rumah.

Makam almarhumah  Ibu Norbaiti penuh dengan bunga. Dikelilingi jamaah wanita yang datang. “Kami tak bisa melupakan kebaikan Ibu Norbaiti,” kata ibu-ibu dari Sahabat Sejati (SS), yang sering menemani Ibu Norbaiti semasa hidup.

Norbaiti meninggal dunia dalam usia 54 tahun, Rabu, 24 Mei 2023 setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof Dr dr Mahar Mardjono Jakarta. Ia cukup lama mendapatkan perawatan di antaranya melalui kemoterapi.

Ribuan warga Kaltim menyatakan belasungkawa atas kepergian Ibu Norbaiti. Dia banyak menginspirasi kaum wanita di daerah ini. Baik sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri kepala daerah, ketua PKK, Dekranasda, dan ketua Kwarda Pramuka, bahkan sebagai politisi wanita. Dia pernah menjadi anggota DPR RI.

“Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik. Sekarang kita ikhlaskan dia menghadap Yang Mahakuasa,” kata Isran ketika melepas jenazah waktu itu.

Sepeninggal Norbaiti, Isran kerap didampingi putri keduanya, Siti Rahmawati Isran yang akrab dipanggil Rahmi. Dia yang melayani keperluan dan kegiatan Isran sehari-hari. Seperti ibunya, Rahmi juga sangat mencintai sang ayah. Wajahnya juga mirip sang ibu, cantik. Dia juga mampu dan memahami apa yang dibutuhkan Isran dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam kegiatan berpolitik.

Acara tahlilan Ibu Norbaiti berlangsung, Sabtu (9/5) pagi. Isran langsung yang memimpin bersama sejumlah ulama dan habib. Ratusan orang datang menghadiri sambil bersilaturahmi dengan Isran. “Ya ini juga dalam rangka kita bersilaturahmi,” katanya bersemangat.

Setelah salat subuh saya dan Pak Zainal berangkat dari Balikpapan.  Sekitar satu setengah jam sudah sampai di Samarinda. Sebelum ke Isran saya singgah dulu ke rumah Bu Mei, yang kebetulan satu kompleks. Saya sarapan di sana, karena masih banyak kue ultah. Ada juga roti canai dengan lauk kari ayam.

“Saya dikirimi teman-teman sembari  mengucapkan selamat. Ada kue ultah, buah-buahan sampai tape ketan,” kata Bu Mei tampak bahagia.

Isran juga ceria menyambut tamu-tamunya. Candanya tak berubah. “Mata saya rabun kalau lihat…,” katanya membuat jamaah tertawa.  Hebatnya Isran hapal dengan nama-nama yang datang. Ia tak segan-segan memanggil yang bersangkutan untuk duduk mendekat.

TAK BICARA POLITIK

Suasana di kediaman Isran benar-benar ramai. Seusai tahlilan Isran datang menyapa sanak keluarga termasuk ibu-ibu. Mereka juga mendaulat Isran foto selfie. Ada yang minta foto berdua saja, ada juga yang berjamaah.

Isran menghindari bicara politik. Dia lebih suka berbicara hal-hal kehidupan yang penuh tali silaturahmi. Dia memang dikenal sangat akrab dengan siapa saja. Bahkan ketika menjadi gubernur, dia tak mau tinggal di rumah dinas gubernur di Lamin Etam. Alasannya supaya masyarakat yang mau menemuinya tidak teradang penjagaan atau protokoler.

Apakah Isran benar-benar menutup diri dari kegiatan politik? Sepertinya tidak juga. Dalam beberapa pekan lalu dia terlihat datang ke kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jakarta. Kabarnya dia didorong-dorong menjadi salah satu kandidat ketua umum PPP.

“Ya memang ada yang menginginkan saya menjadi ketua umum PPP,” katanya. Sebelumnya Isran sempat menjadi ketua DPW Nasdem Kaltim. Belakangan dia mundur karena aspirasinya di Pilpres tidak terakomodir.

Kabarnya Isran juga masih berpeluang masuk ke Kabinet Merah Putih jika ada langkah dilakukannya reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo. Tempo hari sebelum Pilkada, Isran pernah mengakui ditawari Presiden Prabowo menduduki salah satu kursi kabinet.

Selain itu, ada juga yang mendorong Isran menjadi ketua atau wakil ketua Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Isran dikenal sebagai orang yang berjasa besar dalam pembangunan IKN. Karena dia sebagai gubernur Kaltim terlibat aktif di awal penetapan lokasi IKN.

Isran juga mengancam mereka yang berani-berani menolak pembangunan IKN. “Yang menolak IKN umurnya tidak terlalu panjang,” katanya begitu.

Berkaitan dengan pendanaan IKN, Isran sempat melempar gagasan. Menurut dia, biaya pembangunan IKN hampir Rp500 triliun itu bisa di-cover dengan penghasilan dari sumber daya alam (SDA) Kaltim. “Kecil itu, sepanjang hasil pengelolaan SDA Kaltim sepenuhnya dikembalikan ke daerah,” katanya sesumbar.

Saya pernah mengusulkan perlunya didirikan Isran Noor Center. Sebuah lembaga pengkajian pembangunan terutama untuk keperluan kemajuan daerah. Banyak gagasan Isran yang menarik dan inspiratif.

Misalnya soal komposisi bagi hasil pemerintah pusat dan daerah yang harus lebih banyak diarahkan ke daerah. Juga soal nasib tenaga honorer sampai soal perjuangan dana karbon. “Pemikiran terobosan Pak Isran masih dibutuhkan oleh daerah dan bangsa,” kata Rusli, jamaah yang datang ke kediaman Isran.(*)

Prof Sarosa Meninggal di Hari Pendidikan

May 3, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MAHABESAR  Allah subhaanahu wata’ala.  Tokoh pendidikan berpulang di Hari Pendidikan. Itulah yang dialami Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul) Profesor H. Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum bin Raden Mas Hamongpranoto.

Profesor H. Sarosa Hamongpranoto, SH, M.Hum

Prof Sarosa mendapat penghargaan pada Dies Natalis ke-21 Fakultas Hukum Unmul

Dia dikabarkan oleh keluarga telah berpulang ke Rahmatullah Jumat dinihari, 2 Mei 2025 pada pukul 03.27 Wita.  “Semoga Allah mewafatkan beliau dengan husnul khotimah dan kami atas nama keluarga mohon maaf lahir batin apabila terdapat salah dan khilaf,” kata istri almarhum, Ibu Dr Hj Martuti, MM bersama sang anak Ayu Fetriana Rosati, SH, MKn serta menantu dan cucu yaitu Tri Nugroho S.Pd, M.Pd, Anindayu Gendhis Nareswari, dan Anandanu Hario Danajaya.

Menurut keterangan pihak keluarga, Prof Sarosa belakangan ini kondisinya agak memburuk. Mungkin karena usia yang sudah mencapai 78 tahun. Dia meninggal dunia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda setelah mendapat perawatan intensif di sana. Kabarnya ada gejala gangguan jantung.

Jenazahnya dimakamkan di pemakaman umum Jl Abdoel Wahab Sjahranie di bawah  gerimis. Sebelumnya sempat disalatkan di Masjid Alfatihah, kampus Unmul, Gunung Kelua.

Seorang ustaz mengatakan, orang yang meninggal pada hari Jumat adalah salah satu tanda kebaikan dan husnul khotimah.

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari azab kubur,” bunyi hadis riwayat at-Tirmidzi.

Dari rumah duka di Jl Pramuka 19 No 52, jenazah dilepas oleh Rektor Unmul Prof Abdunnur dan ratusan sivitas akademika. Hadir juga Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud dan mantan Rektor Unmul Prof Masjaya serta sejumlah tokoh lainnya.

“Kita kehilangan tokoh yang kita cintai. Dia adalah guru kita. Banyak yang telah diberikan dan didedikasikan Prof Sarosa kepada Unmul dan pembangunan Kaltim. Kita bersaksi beliau adalah orang baik,”  kata Rektor Abdunnur dengan wajah sendu.

Gubernur Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Kaltim Dr Hasanuddin Mas’ud sangat memuji kiprah Prof Sarosa. “Pak Prof Sarosa banyak membantu pemikiran untuk kemajuan Kaltim,” kata kedua bersaudara yang sama-sama alumni Unmul ini.

Menurut Gubernur, Prof Sarosa adalah tokoh yang konsisten menjaga integritas dan ilmu pengetahuan. “Kaltim kehilangan putra terbaiknya. Semoga beliau husnul khotimah,” ujarnya.

Prof Sarosa juga banyak mendampingi DPRD Kaltim dalam menyusun dan membahas Raperda. “Almarhum banyak bermitra dengan Karang Paci dalam hal penyusunan Naskah Akademik (Nasmik) untuk beberapa Raperda,” kata Ir Adam Sinte, mantan anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Hanura.

DIRIKAN FAKULTAS HUKUM

Sarosa lahir di Desa Bekonang, Sukoharjo, Jawa Tengah, 1 Juni 1947. Setelah lulus di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun 1972, dia bercita-cita ingin menjadi hakim untuk menegakkan keadilan. Tapi gagal lantaran terlambat mengetahui surat panggilan penerimaan hakim dari Kementerian Kehakiman.

Lalu dia hijrah ke Balikpapan. Sempat bekerja di perusahaan swasta kemudian menjadi dosen honorer di Jurusan Ilmu Sosiatri Unmul cabang Balikpapan. Tiga tahun di sana dia diangkat menjadi dosen tetap dan terpilih sebagai ketua jurusan.

Ketika Jurusan Sosiatri ditutup, Sarosa bergabung ke kampus pusat Unmul di Samarinda. Dia sempat diangkat menjadi Pembantu Rektor (Purek) III, Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) serta ketua Program Penyuluhan Bantuan Hukum LPPM Unmul.

Ketika dia terpilih menjadi Dekan Fisipol pada tahun 1997 muncul pemikirannya mendirikan Fakultas Hukum (FH). Alasannya Kaltim sebagai daerah bisnis dan pertambangan membutuhkan ahli-ahli hukum.  Berkat perjuangannya, di tahun 2000 berdiri Fakultas Hukum di Unmul. Bahkan sekarang sudah memiliki program magister.

Belakangan dia juga didaulat menjadi ketua Badan Kajian Hukum dan Sosial Kemasyarakatan. Dengan jabatannya itu dia banyak berkiprah di luar kampus. Di antaranya mendampingi DPRD dalam membahas naskah akademik Raperda. Dia juga sering dimintai pendapat oleh wartawan berkaitan masalah hukum dan politik.

Saya tidak sempat melayat. Wartawan senior Sjarifuddin Hs yang mengabari saya. Saya sudah lama mengenal Prof Sarosa. Dia tokoh lembut yang selalu bersikap baik dengan siapa saja. Dia gigih membela dan memajukan Unmul. Dia juga bersemangat ikut membangun Kaltim. Kita akan mengenang beliau setiap memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).(*)

Rudy Diserang “Gubernur Konten”

April 30, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

GUBERNUR Kaltim Haji Rudy Mas’ud (HARUM) lagi tak harum namanya di Jawa Barat. Sejumlah netizen dari sana menyerang Rudy.  Ini gara-gara ucapannya yang menyebut Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebagai “Gubernur Konten.”

Celetukan Rudy itu terjadi pada saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (29/4).

RDP yang juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan para kepala daerah se-Indonesia itu, membahas tentang penyelenggaraan pemerintahan daerah, dana transfer pusat ke daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan pengelolaan kepegawaian.

Rudy yang pernah duduk di Komisi III dan VII DPR RI itu mendapat kesempatan lebih awal berbicara. “Rasanya saya seperti pulang kampung masuk ke ruangan ini,” katanya mengenang kiprahnya di Senayan.

Lalu dia menyapa pimpinan Komisi II beserta anggota serta Wamendagri. Nah, ketika dia menyapa rekan-rekannya para gubernur secara khusus Rudy menyinggung KDM. Mungkin maksudnya bercanda, tapi di luar dugaan menuai reaksi negatif dari warga Jabar terutama dari para netizen di Bumi Pasundan itu.

“Terima kasih seluruh gubernur yang hadir hari ini. Kang Dedi, gubernur konten. Mantap nih Kang Dedi ini dan seluruh pejabat eselon satu Kemendagri yang hadir,” katanya tersenyum serays matanya mengarah ke posisi duduk KDM.

Entah tersinggung atau tidak, ketika giliran KDM berbicara, dia sempat menanggapi ucapan HARUM yang menyebutnya sebagai gubernur konten.

“Tadi Pak Gubernur Kaltim mengatakan gubernur konten. Alhamdulillah dari konten yang saya miliki itu bisa menurunkan belanja rutin iklan,” kata KDM.

Dia menginformasikan Pemerintah Provinsi Jabar biasanya menganggarkan dana APBD sebesar Rp50 miliar untuk beriklan dan bekerja sama dengan media. “Sekarang cukup Rp3 miliar tapi viral terus. Terima kasih,” katanya balas melirik Rudy Mas’ud.

Tak dapat dimungkiri aktivitas KDM dalam beberapa bulan ini sebagai gubernur banyak menghiasi media sosial (medsos). Bahkan sebagian viral lantaran sepak terjangnya agak berbeda dibanding kepala daerah lainnya. Ceplas-ceplos, suka turun ke bawah, tegas tapi sesekali nyeleneh juga.

Yang terbaru adalah konten KDM berdebat dengan siswi SMA asal Bekasi bernama Aura Cinta. Siswi itu protes terhadap kebijakan Dedi soal uang untuk wisuda sekolah dan penggusuran rumah yang berada di atas lahan milik pemerintah.

Menurut Aura, wisuda atau acara perpisahan atau study tour tetap penting sebagai bentuk kenangan bersama teman-teman, meski dengan biaya minimal.

Kang Dedi tak mau kalah. “Kalau tanpa perpisahan emang kehilangan kenangan? Kenangan bukan pada saat perpisahan, tapi kenangan indah itu saat proses belajar selama tiga tahun,” jelasnya.

Dia menegaskan kebijakan melarang acara wisuda sekolah dan study tour adalah dalam rangka meringankan beban orangtua siswa. “Wisuda seharusnya hanya dilakukan di tingkat perguruan tinggi, bukan di TK, SMP atau SMA,” tambahnya.

Banyak yang menilai konten KDM sangat positif. Menunjukkan gubernur yang sangat peduli dan merakyat. Sangat menginspirasi kepala daerah lainnya. Tapi ada juga yang mencurigai konten itu semacam pencitraan KDM menyongsong Pilpres 2030. Ada yang menyamakan tingkah KDM mirip Jokowi di awal jadi gubernur DKI dan presiden. Turun sampai ke gorong-gorong.

REAKSI NETIZEN

Dalam sehari kemarin, ribuan komentar netizen menanggapi celetukan Gubernur Rudy Mas’ud. Soalnya videonya langsung beredar dan tersebar di berbagai platform media sosial.

Ada yang bilang Gubernur Rudy iri dengan kinerja KDM, sehingga membuat pernyataan seperti itu. “Bro ini emg blm bisa setinggi bapak aing. Jadi biasanya agak iri dengki. Maaf fakta,” kata akun ynsryna.

Ada beberapa foto kegiatan Rudy di akun pribadinya yang juga diserang netizen. Misalnya soal Gubernur Rudy memperoleh penghargaan Top Pembina BUMD 2025. “Dilantik 20 Februari, 29 April dapat penghargaan..kerja baru 2 bulan dapat penghargaan,” kata akun abizar_zayan_al_farabi menyindir.

Juga foto Rudy membuka Kaltim Open Golf Tournament Gubernur Cup 2025 di Lapangan Golf Pertamina Gunung Bakaran, Balikpapan, Minggu (27/4). “Kerja pak, kerjaaa. Turun ke lapangan tengok warga masyarakatnya dan segala permasalahannya. Bukan malah turun ke lapangan golf,” kata akun indahchayank.

Ada akun lain juga menyorot ikat pinggang yang dipakai Rudy di turnamen tersebut. “Gubernur kami emang gubernur konten, merakyat bos..anda mah gubernur branded, ikat pinggang aja LV..sungguh mencintai produk china, menyala pak,” kata evrinald_.

Akun pribadi Syarifah Suraidah, istri Rudy yang menggantikan Rudy di Senayan juga disentil. ”Tolong bilangin ama suami ibu jangan suka nyinyir orang lain, urusi aja masyarakatnya jangan dengki ke orang lain,” kata akun anakdesaa70.

Di bagian lain, akun Pemprov Kaltim juga kecipratan komentar netizen. “Urus Kalimantan dengan baik, masukkan semua kerjaanmu ke medsos, biar netizen yang menilai, sumber daya alam dr Kalimantan habis dikeruk sama mafia, berani ngga mengapload ke medsos,” kata biawq652.

Selain konten yang menyerang Rudy, ada juga yang membela. Misalnya akun bungarengganis. “Udah nonton full video youtubenya dan jelas banget di video pak gub kaltim memuji kinerjanya gub jabar dengan menyebut ‘mantap.’ Mudah-mudahan soon bisa collab ngonten bareng nih pak gub kaltim dan jabar,” ujarnya.

Sementara itu, beredar juga video Anang Rosadi Adenansi dari Banjarmasin. Dia putra tokoh pers Kalimantan Anang Adenansi. Rosadi menyayangkan apa yang sudah diucapkan Rudy dengan gestur yang dianggapnya kurang bagus. “Saya merasa tidak nyaman dan malu, karena itu saya minta Gubernur Rudy untuk mengklarifikasi,” ucapnya.(*)

Sentuhan Bayan di Uniba

April 29, 2025 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BALLROOM Putri Aji Karangmelenu, lantai 8 Gedung G, Kampus Universitas Balikpapan (Uniba) bagai bertuah. Soalnya ada tamu istimewa bertandang, Selasa (22/4) lalu. Dia adalah Director and Chief Operational Officer PT Bayan Resources Tbk Lim Chai Hock, yang akrab dipanggil Mister Lim.

Wajah Mister Lim tampak ceria. Dia didampingi tim manajemen Bayan lainnya di antaranya senior manager Suhud Wahyudi, Senior Legal Officer H Syahbuddin Noor dan Legal Officer Doni Saputra.

Foto Mr Lim tampak terpampang di backdrop. Selain itu juga ada wajah Dato’ Low Tuck Kwong. Dia adalah pemilik saham terbesar di “Kerajaan” Gunung Bayan. Dato’ Low dan Mr Lim masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Malah Dato’ berada di urutan teratas versi Bloomberg dan urutan ke-3 versi Forbes.

Siapa yang tak kenal dengan PT Bayan yang akrab disebut Gunung Bayan? Inilah salah satu pemain tambang batu bara terbesar di Indonesia. Sekitar 80 persen dari total produksinya ada di wilayah Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebagian ada juga di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mr Lim ketika menyerahkan bantuan beasiswa kepada Ketua Yayasan Uniba Dr Rendi Ismail dan Rektor Uniba Dr Isradi Zainal.

Kedatangan Mr Lim mendapat sambutan meriah oleh warga kampus Uniba di Jl Pupuk Raya, Gunung Bahagia. Hampir semua pimpinan Uniba menyambut di antaranya Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Dharma Wirawan Dr Rendi Susiswo Ismail, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Kerjasama Merry K Sipahutar, Ph.D serta para dekan.

“Selamat datang di kampus kami Uniba,” kata Rendi menyambut Mr Lim. Hal yang sama juga dilakukan Rektor Isradi dan pimpinan kampus lainnya. Lalu Mr Lim dikalungi anyaman manik sebagai pertanda kehadirannya memang sangat dihargai dan dinantikan.

Bagaimana tidak? Soalnya Mr Lim datang ke Uniba membawa dana sebesar Rp4 miliar sebagai bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Bayan Resources Tbk dalam rangka memberikan beasiswa kepada mahasiswa Uniba yang lagi menyelesaikan studinya.

“Ini bagian komitmen kami dari PT Bayan dan Dato’ Low Tuck Kwong dalam rangka menyejahterakan masyarakat Kaltim melalui program bantuan biaya atau beasiswa pendidikan,” kata Mr Lim.

Dia meminta kepada para mahasiswa yang menerima bantuan tersebut segera bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu dan segera berkarya. “Jika nanti sudah berhasil jangan lupa bantu yang lain, terutama adik-adik kalian di Uniba,” begitu pesan Mr Lim.

Mr Lim dan tim manajemen PT Bayan bersama sivitas akademika Uniba setelah penyerahan bantuan.

Direktur Operasi PT Bayan Resources ini mengaku bangga dan mengapresiasi kiprah Uniba yang merupakan salah satu perguruan tinggi favorit dan termasuk lima perguruan tinggi terbaik di Kaltim dengan tingkat akreditasi juga baik. “Maju terus,” ucapnya.

Syahbuddin menambahkan, tahun ini bantuan beasiswa PT Bayan meningkat sekitar Rp1 miliar. Tahun sebelumnya mereka menyalurkan dana sekitar Rp3 miliar. “Kita juga membantu sejumlah PT lainnya seperti Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda dan Universitas Kutai Kartanegara,” tambahnya.

Dengan dana Rp4 miliar itu, ada sekitar 400 mahasiswa Uniba yang mendapat kesempatan memproleh dukungan. Termasuk para dosennya terutama yang mengambil program doktoral (S3).

UNTUK KEDOKTERAN

Rendi dan Isradi memuji perhatian dan kepedulian PT Bayan mendukung program pendidikan di Kaltim. Mereka merasakan sejauh ini belum banyak perusahaan tambang di daerah ini yang peduli seperti PT Bayan.   “Kita berharap apa yang dilakukan PT Bayan bisa menginspirasi perusahaan tambang lainnya untuk juga ikut berbuat,” ujar Rendi.

Dengan peningkatan dana bantuan PT Bayan, kata Isradi, pihaknya juga menyalurkan kepada dosen Biomik Kedokteran. “Kami butuh dosen tersebut, karena sebentar lagi Uniba akan membuka Fakultas Kedokteran,” jelasnya.

Isradi juga memuji secara khusus pengabdian Mr Lim yang banyak berada di Kaltim. “Mr Lim telah mendapat gelar kebangsawanan dari Sultan Kutai Kartanegara, itu artinya Mr Lim adalah keluarga besar masyarakat Kaltim dan ikut memajukan Kaltim,” tambahnya.

Uniba sempat memberikan kesempatan kepada mahasiswa penerima beasiswa Bayan menyampaikan testimoni. Di antaranya Jessica dari prodi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Muhammad Haidir Khaidar dari prodi S1 Teknik Mesin dan Dr Ita Yuni Kartika, dosen prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan  Bisnis (FEB).

“Kami semua bersyukur dan terharu mendapatkan kesempatan menerima bantuan beasiswa. Terima kasih PT Bayan Ressources atas kepedulian dan perhatiannya,” kata mereka.

Menurut Dr Ita, berkat bantuan PT Bayan dia dapat menyelesaikan program S3-nya di Universitas Brawijaya Malang. Malah risetnya juga berkaitan dengan dengan operasional PT Bayan Resources.

“Jadi saya tahu betul kalau PT Bayan telah mengimplementasikan standar akuntansi dengan baik. Saya juga salut atas sikap welcome jajaran PT Bayan  dalam memberikan informasi yang saya perlukan,” kata Ita dengan bangga. Terima kasih PT Bayan Resources Tbk!(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1759432
    Users Today : 3055
    Users Yesterday : 4357
    This Year : 695942
    Total Users : 1759432
    Total views : 14830825
    Who's Online : 41
    Your IP Address : 216.73.217.119
    Server Time : 2026-05-07