Isran “Dirasuk” Tari Belian

June 30, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BEGITU mendarat di Balikpapan ba’da Jumat (28/6) kemarin,  Isran Noor didaulat membuka Kongres I dan HUT Ke-3 Persatuan Pemuda Dayak Indonesia (Perpedayak) Kaltim di kompleks Bukit Damai Indah (BDI) Balikpapan.

Dia baru dari Jakarta. Terbang ke Ibu Kota setelah roadshow sehari penuh di Balikpapan, Selasa (25/6) lalu. “Alhamdulillah, aman saja dukungan partai,” katanya tersenyum.

Ketua Umum Perpedayak, Areston Davano didampingi ketua panitia Saderiansyah mengaku sangat surprise Isran Noor (IN) bisa datang. “Beliau pemimpin hebat dan mau memperhatikan kegiatan warganya. Tadinya kami mengira beliau tak bisa hadir,” kata mereka.

Sehari sebelumnya saya bersama Ketua BMI Arief Setyo Nugroho menghubungi IN lewat WA. Alhamduillah langsung mendapat jawaban. “Siap Pak Wali, besok pagi saya take off dari Jakarta ke Balikpapan pagi. Insyaallah bisa hadir,” katanya.

Isran selama ini memanggil saya Pak Wali, wali Kota Balikpapan maksudnya. “Yang ada sekarang adalah penggantinya,” katanya begitu sembari setengah bercanda.

Sesuai dengan jadwal acara dibuka pukul 14.00. Isran datang tepat waktu. Dia termasuk pejabat yang tidak mengenal budaya jam karet. Hebatnya kalau tamu dan undangan belum datang, dia siap menunggu. Dan tidak marah. Isran mengajarkan kepada kita agar disiplin waktu, karena waktu itu sangat berharga. Kata orang: Time is money.

Isran memuji panitia meramu acara cukup menarik. Sambutannya tak banyak. Justru yang banyak adalah penampilan seni budaya Dayak, terutama tari dan musik, yang dikemas juga dengan acara pengobatan alternatif.

Eda Steven Lalung, yang dikenal sebagai ahli pengobatan tradisional didatangkan untuk melakukan pengobatan alternatif beserta pijat tradisional khas Dayak. Saya sempat diberi sebotol minyak urut asli Dayak Maanyan. Minyak itu diberi nama oleh Eda Steven, “Bangkirayen.”

Para penari belian berguling-guling di atas batang pohon salak yang penuh duri.

Eda Steven Lalung memang dikenal sebagai Panglima Bangkirayen. Penampilannya seperti itu. Tergantung di lehernya sejumlah tulang dan taring binatang khas Kalimantan. Dia sempat viral ketika membela pengobatan alternatif yang dilakukan Ida Dayak. Waktu itu pengobatan alternatif Ida Dayak agak disinggung oleh Pesulap Merah alias Marcel Radhival.

Dua tari Dayak yang ditampilkan di acara HUT ke-3 Perpedayak membuat Isran menyimak dengan semangat. Bahkan sesekali dia memvideokan langsung melalui HP-nya. “Sangat menarik dan atraktif,” katanya menilai.

Tarian yang dipuji Isran adalah tarian Belian Bawo yang dipadu dengan Belian Dadas. Ternyata penari dan pemusiknya dari Sanggar Tari Belian “Ranu Mareh” dari Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. “Ranu Merah adalah bahasa Dayak, yang artinya seperti air yang mengalir terus,“ tutur ketuanya, Kutus.

Tari belian juga disebut tarian  gelang. Ada tari gelang dadas, ada juga tari gelang bawo. Karena penarinya memakai sejumlah gelang di kedua tangannya. Ketika tangannya digerakkan, maka seketika terdengar  gemerincing  gelang-gelangnya itu.

Tari gelang dadas adalah tarian asli suku Dayak Maanyan, Kalimantan Tengah  untuk meminta kesembuhan kepada Tuhan bagi warga yang sakit. Tarian ini juga berkembang di suku Dayak Meratus, Dayak Dusun, dan Dayak Benuaq.

Di ujung tarian dengan ritme musik yang meningkat, para penari  “uji kekebalan tubuh.” Ini yang sangat menegangkan dan penuh kekuatan magis. Saya tak menyangka penari putri juga bisa melakukannya tanpa  rasa takut.

Para penari berguling-guling di atas tumpukan batang pohon salak yang penuh duri. Tak seorang pun yang tertusuk dan luka-luka. Para penari terkesan kemasukan ruh dan baru sadar setelah disapu dedaunan yang ada di tangan Kutus dibantu Eda Steven Lalung.

Selain tarian belian yang penuh makna itu, panitia juga menampilkan tarian mandau yang dibawakan tiga penari cantik dari sanggar  tari Kumdatus Balikpapan. Juga atraktif dalam memainkan senjata khas suku Dayak. Di puncaknya, salah seorang penari mendirikan mandau di atas lidahnya.

Isran sangat puas menyaksikan dua tarian yang sangat sakral itu. Bahkan dia sempat ikut menari belian. “Nanti saya gelar festival tari tradisional Kalimantan, yang bisa memikat para wisatawan,” katanya bersemangat.

DEKLARASI DUKUNG ISRAN

Isran mengaku sangat terhormat diminta membuka Kongres I dan HUT ke-3 Perpedayak Indonesia. “Kan saya bukan gubernur lagi. Tapi saya berterima kasih diberi kehormatan ini,” katanya penuh apresiasi.

Tokoh kelahiran Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur ini kaget karena Ketua Umum Perpedayak Indonesia, Provinsi Kaltim, Areston Dayano membuat deklarasi bersama  semua pengurus di 10 kabupaten/kota.

Isi deklarasi itu adalah menyatakan semua pengurus dan anggota Peperdayak Indonesia memberikan dukungan penuh kepada pasangan Isran-Hadi untuk kembali menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur masa bakti 2024-2029.

Menurut Areston, organisasinya bulat mendukung Isran. Dia menilai Isran telah berhasil membangun Kaltim. Berkat Isran pula Presiden Jokowi akhirnya memutuskan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di Kaltim, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Semua yang hadir langsung memberi aplaus ketika deklarasi Perpedayak diucapkan oleh semua pengurus. Pengucapan deklarasi dipimpin langsung oleh sang ketua, Areston.

Isran sendiri menyatakan terima kasih atas dukungan yang tulus dari Perpedayak. “Saya datang ke sini bukan kampanye, karena kampanye kan ada jadwalnya dari KPU. Saya hanya mengajak kepada warga untuk memberikan pilihan,” katanya tersenyum.

Isran juga mengajak pemuda Dayak bersatu dan kompak dalam menyongsong kehadiran IKN di wilayah Kaltim. “Tingkatkan kualitas SDM kita, supaya kita mampu bersaing menyambut Indonesia Emas 2045,” begitu imbaunya.

Seperti di berbagai acara dihadirinya, Isran tak bisa langsung pulang. Dia sabar melayani permintaan foto bersama atau foto selfie. Itu juga terjadi di acara Perpedayak. Para penari dan sejumlah tokoh minta foto bersama Isran.

Saya dan Isran sempat foro bersama dengan Panglima Bangkirayen. Penuh kegembiraan dan perasaan terhormat. Isran sempat mengucap: “Adil Katalino, Bacuramin Kasaruga, Basengat Kajubata.” Ini ucapan  yang maknanya sangat dalam. Seorang pemimpin harus bersikap adil pada sesama umat manusia, berpandangan hidup dan berkata seperti di surga. Harus, harus, harus…(*)

Isran Didukung Putri Muslimah

June 28, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SILATURAHMI Isran Noor dengan tokoh masyarakat dan warga Balikpapan berlangsung semarak. Semua yang datang tampak antusias.  Baik di Kopi Johny Gunung Bakaran maupun di Hotel Royal Suite di Jl Syarifuddin Yoes.

Acara berlangsung Selasa (25/6) lalu. Mulai siang sampai sore. Dua jam di Kopi Johny milik Bu Yunita Indarini, lanjut dua jam lagi di Hotel Royal Suite, hotel milik Pemprov Kaltim yang sekarang dikelola oleh perusahaan Denny Mappa, ketua DPC Demokrat Balikpapan. Kebetulan Partai Demokrat mendukung Isran-Hadi.

Di dua tempat itu, Isran disuguhi tari modern asuhan Kak Yatim. Mereka baru pulang dari Jakarta diundang menari di Mabes Polri. Dengan mengenakan t-shirt berlogo Isran-Hadi Mulyadi, penampilan mereka sangat menarik. Malah di Hotel Royal juga hadir Putri Muslimah Kaltim 2024, Ananda Putri dari Balikpapan.

”Kenalkan saya Ananda Putri,  Putri Muslimah Kaltim 2024,” katanya ketika saya daulat dia memperkenalkan diri di depan ratusan warga dan tokoh. Ciri khas dari Putri Muslimah adalah selalu mengenakan jilbab. “Hijab bukan faktor penghambat, malah kita lebih percaya diri dalam mengembangkan bakat dan semangat,” tandasnya.

Isran Noor duduk di meja depan dengan sejumlah tokoh. Ada Adam Sinte, anggota DPRD Kaltim, Andi Burhanuddin Solong (ABS), mantan ketua DPRD Balikpapan, pengusaha H Abdul Hakim Rauf, mantan Dandim Donald Sitorus, tokoh Maesa Joutje Rumambi, Ketua NasDem Ahmad Basir, mantan anggota DPRD drg Syukri Wahid, Direktur Eksekutif Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi, Hafni Kanafe, Sujatmiko, Willem Tangka, Muhammad dan lainnya.

“Oh kau yang menang di Samarinda itu ya,” kata Isran Noor ketika berfoto bersama Ananda dan lima penari Yatim. Mereka semua ingin memberi semangat kepada Pak Isran, yang berjuang untuk melanjutkan Kaltim Berdaulat Jilid II.

Isran memuji prestasi yang dicapai Ananda. Begitu juga karya tari yang dikembangkan Kak Yatim melalui Jali-Jali Enterprise. “Balikpapan itu selalu berprestasi, termasuk hasil-hasil yang dicapai dalam program pembangunan,” tambahnya.

Adam yang juga ketua KKSS Balikpapan mewakili tokoh yang hadir menyatakan siap memberikan dukungan kepada Isran-Hadi dalam Pilgub, yang pencoblosannya berlangsung serentak 27 November 2024 mendatang.

Hal yang sama juga dikemukakan tokoh politik senior Balikpapan, Hj Jumiati. “Kita wajib membela dan mendukung perjuangan Pak Isran-Hadi Mulyadi. Saya tadi bawa sejumlah tokoh masyarakat untuk kita perkenalkan kepada Pak Isran, biar lebih banyak lagi yang mendukung,” katanya penuh semangat bersama sejumlah tokoh wanita lainnya di antaranya Puji Astuti, mantan anggota DPRD Kaltim.

Tak kalah bersemangatnya dalah Joutje Rumambi. Dia datang bersama Willem Tangka. Tokoh dari keluarga besar Manado ini sudah mempersiapkan sejumlah acara, yang muaranya memberikan dukungan kepada Isran-Hadi. “Kita harus mendukung tokoh daerah seperti Pak Isran. Kita siap berjuang dengan warga lainnya demi Kaltim Berdaulat Jilid II,” tandasnya.

Joutje dalam bulan mendatang akan menggelar Kejurnas Bowling Maesa. Ada ratusan atlet datang ke Balikpapan. Sekaligus digelar pertemuan warga dari Sulut. Sejumlah atlet bowling Kaltim yang dipersiapkan untuk PON XXI juga turun. Isran siap hadir dan sudah memberikan dukungan. Apalagi dia nanti akan menjadi ketua Kontingen Kaltim.

SIAP MELANJUTKAN

Di Kopi Johny, Isran didampingi koordinator kegiatan Arief Setyo Nugroho melayani sejumlah pertanyaan dan permohonan dari wakil serikat pekerja, ojol, Go-Jek dan keluarga penerima Beasiswa Kaltim Tuntas, yang menjadi salah satu program andalan Isran ketika masih menjadi gubernur.

“Beliau terbukti berhasil membangun Kaltim. Membela kita yang berada di bawah termasuk juga pembelaannya terhadap tenaga honorer. Jadi sudah sepantasnya kita dukung untuk menjadi gubernur periode kedua,” kata Ragil, koordinator Go-Jek Balikpapan.

Agus yang mewakili serikat pekerja juga mempunyai tekad yang sama. Dia juga sempat berdialog dengan Pak Isran menyangkut masalah ketenagakerjaan, peluang kerja dan masih adanya warga di kelompok pengangguran.

Ada juga yang mempertanyakan tentang kondisi Balikpapan, yang saat ini mengalami kelangkaan air bersih dan dampak pembangunan IKN bagi daerah penyangga.

Isran sempat mempersilakan Prof Nana dari tim ahli Isran menjelaskan program sertifikasi yang sudah dilakukan. Diakui program sertifikasi sangat penting menjadi modal pekerja daerah untuk bersaing dengan pekerja luar yang datang ke Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Isran menegaskan bahwa berbagai program sudah dia siapkan untuk melanjutkan perjuangan Kaltim Berdaulat Jilid II. “Itu sebabnya saya ingin maju lagi karena tugas saya  belum selesai untuk memakmurkan warga Kaltim. Insyaallah kita akan maju lagi dalam Pilgub 2024,” katanya mendapat aplaus dari komunitas yang hadir.

Di hadapan sejumlah tokoh yang berkumpul di ruang pertemuan Hotel Royal Suite, Isran mengungkapkan bahwa dia sudah berkomunikasi dengan pimpinan pusat sejumlah partai, yang siap memberikan dukungan dan rekomendasi. “Doakan, insyaallah pada saatnya kita mendapat perahu. Tidak usah gemuk, yang penting kita bisa maju dan mendaftar di KPU,” jelasnya.

Ketua DPP Sempekat Nusantara Berdaulat (Serat) Drs Mugeni, M.Si yang mendampingi Isran, memuji semangat dari berbagai elemen masyarakat di Balikpapan yang memberikan dukungan kepada Si Raja Naga. “Alhamdulillah semangat masyarakat di kota ini luar biasa. Insyaallah Isran-Hadi mampu mendulang suara terbanyak di Balikpapan,” ujarnya.

Meski tak sempat hadir, Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priyadi menyatakan salut roadshow Isran ke Balikpapan berlangsung sukses dan lancar.  Dia tengah mempersiapkan tim pemenangan Balikpapan dengan sejumlah program penguatan agar Isran-Hadi menjadi “pasangan idola” warga Kota Beriman yang layak dipilih.

Banyak pesan singkat masuk ke HP saya. Ada yang menyatakan siap memberikan dukungan, ada yang minta dimasukkan dalam tim pemenangan. “Kita siap memberikan dukungan kepada Bani Isran-Hadi, yang sudah terbukti berhasil. Jadi gubernur tidak boleh coba-coba, apalagi belum berpengalaman,” begitu kata mereka. “Isran!!!! Lanjutkan.”(*)

Saya Pernah Main dengan Edy Simon

June 26, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kaget baca di WA grup, Edy Simon dikabarkan  meninggal dunia. Yang memposting keponakannya. “Innalillahiwainnailaihirojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, paman kami Edy Simon Badawi. Posisi di Banjarmasin Jl Blitung Darat GG Bina Warga RT 27 No 82.”

Beberapa saat kemudian muncul WA lain. Tertulis: “Telah meninggal dunia ayahanda dari Adelina, Bapak Edy Simon bin Badawi pada hari Minggu, tanggal 23 Juni 2024 Pukul 04.30 Wita. Alamat duka Jl Letjen S Parman, Gang Sekolahan RT 14 No 28, Balikpapan Barat. Jenazah dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Balikpapan lewat darat.”

Kabar itu saya kirim ke WA Wartawan Legend. Ada teman wartawan yang tanya: “Itu Edy Simon pelatih bola PON Kaltim ya?” begitu dia tulis.

Teman wartawan lain langsung menulis catatan tentang karier bola almarhum. Dia menyebut Edy adalah mantan pemain Liga Indonesia 2006-2010. Lalu selanjutnya pernah menjadi pelatih Persiba Balikpapan dan pelatih bola PON Kaltim.

Selain itu, Edy Simon juga di tahun 2006 melatih di Persema Malang, 2008 Persita Tangerang, 2009 Persisam Putra, 2009-2010 PSIR Rembang dan 2010 mengasuh Mitra Kukar. Dia juga pernah menangani PKT Bontang dan Bontang FC.

Postingan terakhir dari sang putri, Adelina mengabarkan kalau jenazah ayahnya, Senin (24/6) kemarin sudah dimakamkan di pekuburan muslimin Samarinda. Sejumlah sanak keluarga dan teman-teman Edy Simon ikut mengantarkan jenazah almarhum.

Sepulang dari pemakaman, Adelina menulis kenangannya bersama sang ayah, yang dia panggil Abi. “Hari ini aku berdiri di hadapan kalian dengan hati yang berat. Abi, Edy Simon bin Badawi kini telah berpulang. Meskipun perjalanan kami tidak selalu mudah, aku memilih mengenang momen-momen baik yang pernah kami lalui bersama. Abi, meskipun kita tidak selalu sejalan, Dina berharap Abi tenang di sisi-Nya. Dina berterima kasih atas segala hal yang telah Abi berikan, dan Dina akan berusaha mengingat pelajaran-pelajaran berharga dan perjalanan hidup kita bersama. Selamat jalan Abi. Semoga Abi husnul khotimah.”

Edy lahir di kota minyak Sangasanga, Kukar, 66 tahun silam. Dia boleh dibilang pelatih sepakbola terbaik asli dari Kaltim. Pernah mengantarkan Persisam Putra Samarinda menjadi juara Divisi Utama PSSI setelah menumbangkan Persema Malang 1-0 di Stadion Utama Palaran pada tahun 2009.

Ketika jenazahnya akan diberangkatkan dari Banjarmasin ke Samarinda, beberapa mantan pemain Persiba sempat datang melayat. Di antaranya Sukliwon, Tabrani, Indra dan Ferli La’ala. “Kami kehilangan sahabat yang hidupnya dibaktikan untuk kemajuan persepakbolaan di Tanah Air terutama di Kaltim. Selamat jalan Bang Edy,” kata mereka dengan wajah duka.

Mantan manajer Persiba Jamal Al Rasyid mengaku Edy adalah pelatih yang sangat profesional. Dia sempat bersama-sama berjuang untuk memajukan Persiba. “Allahumafirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu,” begitu doa yang dikirimnya.

Ucapan duka cita juga datang dari Balikpapan All Stars (BAS). Itu wadah bermain mantan pemain Persiba, termasuk Edy Simon. “Atas nama seluruh anggota BAS mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Edy Simon. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Ketua BAS Faisal Husen melalui sekretarisnya, Abdul Kadir Mappi (AKM).

KASBON PLUS

Ketika saya masih menjadi wartawan sampai menjabat wakil wali Kota dan wali Kota Balikpapan, saya sesekali bermain bola dengan Edy Simon. Bukan di tim profesional melainkan tim sepakbola hiburan. Dia sering ikut bermain dengan tim Kasbon Plus, yang dikomandani “jenderal” Sjarifuddin Hs.

Di situ terkadang ikut bermain Pangdam VI Mulawarman, Wali Kota Tjutjup Suparna, Wali Kota Imdaad Hamid sampai Zainal Muttaqin dari Kaltim Post. Saya jadi ikut jadi penyerang, meski sering ditiup wasit karena berada di posisi offside.

Karena dia mantan pemain dan pelatih,  sering tim Kasbon Plus memenangi pertandingan. Edy yang mengatur dan membagi bola. Dia gelandang serang. Saya sering dikirimi bola, tapi lebih jeli bolanya dibanding kaki saya. Sebaik apapun bola yang dibagi Edy, saya selalu kedodoran. Maklum bukan pemain. Kebisaan saya cuma sebagai penonton dan penggemar berat Manchester United (MU).

Gaya pelatih Edy Simon ketika memberikan instruksi kepada pemain Persiba.(Tribunkaltim.Co)

Ketika Edy menukangi Persiba, saat itu saya dalam jabatan sebagai wali kota. Tim manajernya Syahril H Taher, yang juga dikenal sebagai ketua Pemuda Pancasila Balikpapan. Sedang sekretarisnya, Irfan Taufik, yang sekarang kepala Dinas Pendidikan. Selesai di Persiba, Edy Simon menjadi pelatih sepak bola PON Kaltim pada tahun 2016.

Edy adalah pelatih pemegang lisensi A (AFC). Itu kelas pelatih level atas dan bisa menjadi pelatih kepala di Liga 1. Untuk mendapat lisensi A (AFC), maka seorang pelatih harus punya jam terbang selama 5 tahun di dunia kepelatihan, mengikuti kursus dan ujian kepelatihan.

Sesekali Edy mengirim pesan singkat ke HP saya. “Apa kabar dingsanak? Salam subuh, selamat beraktivitas,” begitu ditulisnya menjelang salat subuh. Belakangan saya jarang kontak sampai akhirnya ada kabar dia meninggal dunia. Selamat jalan sahabatku, Edy Simon. Insyaallah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin yaa rabbal aalamiin.(*)

RM Resmi Pilih Abdulloh?

June 23, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MULAI kemarin ramai beredar e-flyer atau semacam poster di media sosial yang memuat pasangan foto Rahmad Mas’ud (RM) dengan Abdulloh. Di situ tertulis: “Satu Suara untuk Perubahan – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Balikpapan 2024-2029.”

Apakah poster itu memberi isyarat bahwa Golkar atau RM sudah resmi memilih Abdulloh? Belum ada yang memberikan keterangan. Tapi isu RM ingin mengambil Abdulloh sudah lama beredar. Selain juga nama Muhaimin (Sekkot), Heru Bambang (mantan wakil wali kota) dan Risti Utami Dewi Nataris (istri almarhum Thohari Aziz).

Berbagai analisis menyebutkan dengan menarik Abdulloh ke kursi calon wakil wali kota ada dua keuntungan yang bakal diraih RM. Di satu pihak RM mendapat tambahan kekuatan maksimal dari keberhasilan Abdulloh meraup suara di Pileg lalu, di sisi lain memuluskan kakak RM, Hasanuddin Mas’ud (Hamas) kembali duduk sebagai ketua DPRD Kaltim.

Meski harus melepaskan kursi di DPRD Kaltim yang belum sempat diduduki, Abdulloh yang saat ini ketua DPRD Balikpapan juga punya peluang 5 tahun mendatang menggantikan RM menjadi wali kota. Karena RM tak mungkin lagi mencalonkan diri.

Dengan mundurnya Abdulloh, juga menguntungkan posisi Ketua KNPI Balikpapan Andre Afrizal. Pendukung berat RM ini bakal mengisi kursi DPRD Kaltim yang ditinggalkan Abdulloh dari Partai Golkar. Dari hasil Pileg 2024, Andre tak lolos tapi posisinya berada di “kursi cadangan pertama.”

Saya dengar ada 5 paguyuban yang menamakan dirinya Komunitas Independen for Balikpapan 2 berkumpul di Hotel Maxone belum lama ini.  Mereka menyodorkan 5 nama sebagai bakal calon wakil wali kota Balikpapan.

“Ya itu hasil pembahasan teman-teman dilihat dari kapasitas, elektabilitas, dan kemampuan logistik yang bersangkutan,” kata Joutje Rumambi dan Willem Tangka  yang terlibat dalam pertemuan itu.

Ke-5 nama itu adalah Donald Sitorus (mantan Dandim), Abriantinus (tokoh adat Dayak), Simon Sulean (anggota DPRD Balikpapan), John Don Bosco (pengacara) dan dr Alex JH Lelengboto (spesialis ortopedi dan traumatologi).

Nama-nama itu akan ditawarkan baik kepada calon wali kota petahana maupun calon wali kota lainnya sebagai calon wakil wali kota alternatif. Di luar petahana, nama yang beredar selama ini di antaranya M Sabani (mantan Sekprov Kaltim), drg Syukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan), Sabaruddin Panrecalle (wakil ketua DPRD), Bagus Susetyo (anggota DPRD Kaltim) dan Syaima Alaydrus (putri Bupati Kotabaru, Kalsel).

Opsi lain bisa terjadi juga Sabaruddin atau Bagus menjadi pendamping RM. Karena RM juga membutuhkan Gerindra, partai milik Prabowo Subianto, yang sebentar lagi dilantik jadi presiden. Kabarnya Gerinda minta kadernya minimal jadi wakil.

Pilwali Balikpapan saat ini tengah dibayangi terulangnya petahana lawan kotak kosong. Beredar kabar RM akan menarik NasDem dan PKS. Juga merangkul Gerindra dan kursi partai lainnya, sehingga lawan lain tak dapat perahu atau kursinya tidak cukup memenuhi syarat.

“Sepertinya kita siap-siap menyambut Kotak Kosong Jilid 2, karena petahana kemungkinan besar nggak ada lawannya,” kata seorang teman sambil mengutak-atik perkembangan peta Pilwali Balikpapan menjelang pendaftaran pasangan calon 27-29 Agustus 2024 mendatang.

BONTANG DAN KUKAR

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase seperti ke luar dari lubang jarum. Dengan Chusnul Dhihin, pasangan petahana Pilwali Bontang 2024 ini dinyatakan memenuhi syarat melalui verifikasi administrasi (vermin) perbaikan kesatu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang.

Basri-Chusnul dinyatakan lolos setelah KPU melaksanakan rapat pleno vermin perbaikan kesatu dokumen syarat dukungan, yang berlangsung di kantor KPU Bontang, Jl Awang Long Bontang Baru, Selasa (18/6) lalu.

Dari hasil perhitungan di rapat pleno itu disimpulkan, 1.228 surat dukungan (surduk) yang diajukan Basri-Chusnul tidak memenuhi syarat (TMS) dan 14.073 yang memenuhi syarat (MS). “Jumlah MS-nya masih lebih banyak dari syarat dukungan minimal 13.160,  jadi mereka dinyatakan lolos,” kata Ketua KPU Bontang Muzarroby Renfly seperti diberitakan bakesah.co.

Sebelumnya di awal pendaftaran pasangan Basri-Chusnul sempat tersendat. Proses pengiriman dokumennya melalui submit dokumen di Sistem Informasi Pencalonan (Silon) terlambat, sehingga dinyatakan tidak bisa meneruskan pencalonannya lewat jalur perseorangan atau independen.

Saya tidak terlalu mengikuti apakah Basri-Chusnul mengajukan sengketa proses di Bawaslu, sehingga akhirnya KPU kembali melanjutkan proses verifikasi dengan melaksanakan rapat pleno vermin perbaikan kesatu.

Menurut Robby, tahap berikutnya pasangan Basri-Chusnul akan mengikuti tahapan verifikasi faktual kesatu yang akan dilaksanakan mulai 21 Juni sampai 4 Juli 2024.

Tentu Basri-Chusnul bisa bernapas lega. Hampir saja pasangan ini mengalami kiamat. Apalagi Basri saat itu sempat mengesampingkan perahu partai. Padahal dia ketua DPC PKB Bontang.

Belakangan dia berbalik arah. Kembali memperhitungkan jalur partai. Ada yang menyambut baik, tapi ada juga yang tidak, terutama kubu PKB yang sudah patah arang. Mereka menunjuk Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Selama Ari Wibowo sebagai Plt Ketua DPC PKB Bontang.

Basri Rase dicopot dengan alasan tidak produktif menjalankan mesin partai. “Ini langkah penyelamatan DPP agar PKB Bontang tidak terbengkalai,” kata  Sutomo Jabir, salah seorang pengurus.

Basri sendiri tidak terlalu mau berpolemik dengan pencopotan dirinya. “Enggak tahulah, kalau saya dipecat, kayak apa itu. Saya juga belum menerima surat keputusan dari DPP,” katanya begitu.

Justru sekarang dari Pilbup Kukar dikabarkan, petahana Edi Damansyah berada di ujung tanduk. Ada yang menyebut dia bakal tak bisa mengikuti Pilkada Serentak 2024 karena dianggap sudah menjadi bupati Kukar selama 2 periode. Meski periode pertamanya dia hanya meneruskan jabatan Rita Widyasari, yang tersandung masalah hukum dengan KPK.

Dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI, Kamis (16/5) lalu, Ketua KPU Hasyim Asy’ari sudah  menegaskan bahwa Edi  sudah dihitung dua periode. Periode pertamanya dia bertugas setelah Rita menjabat bupati selama 19 bulan. Jadi Edi meneruskan jabatan Rita lebih separuh masa jabatan. Berdasarkan ketentuan, maka itu dihitung dengan satu kali masa jabatan.

Pendapat ini sejalan dengan surat Dirjen Otonomi Daerah, yang menjelaskan periodesasi masa jabatan kepala daerah. Sebelumnya juga ada putusan Mahkamah Agung (MK), yang mengisyaratkan Edi telah menjabat selama dua periode sebagai bupati Kukar.

Jika hal ini terjadi, maka peta pencalonan bupati Kukar bakal berubah terutama di kubu PDIP. Edi dan wakilnya sekarang Rendi Solihin sudah direkomendasikan PDIP kembali maju. Apalagi PDIP Kukar adalah partai pemenang Pileg Kukar 2024. Sebanyak 16 kursi berhasil mereka rebut.

Ada kemungkinan Rendi bakal diajukan PDIP sebagai calon utama. Tinggal pendampingnya yang harus dijaring ulang, apakah kader internal atau dari luar.

Edi sendiri berpendapat dia bisa tetap maju pada Pilbup 2024. Hal yang sama juga dinyatakan oleh partainya. “Plt tidak dihitung sebagai kepala daerah defintif.  Karena saat itu jabatan utama Edi adalah wakil bupati. Slip gajinya juga masih wakil bupati,” kata Aulia Rahman, wakil ketua PDIP Kukar Bidang Politik.

Menurut Ketua BP-Pemilu PDIP Kukar, Junaidi, pihaknya tidak terganggu dengan polemik soal masa jabatan Edi. “Kalau nanti PKPU tidak membolehkan, kita masih punya upaya hukum yang lain berlandaskan UU Kepala Daerah,” jelasnya.

Bursa calon wakil bupati Kukar juga berkembang. Sarkowi V Zahry, mantan wartawan yang menjadi anggota DPRD Kaltim dari Golkar juga siap dipinang. Selain mendaftarkan diri di partainya, Sarkowi juga  mendaftar di Partai NasDem, PAN, PKB, dan Gerindra.

“Mohon doanya, semoga niat baik ini dilancarkan Allah SWT. Saya sudah tiga periode di legislatif,  jadi sudah waktunya juga mengabdi di eksekutif,” kata Sarkowi, yang juga ketua Paguyuban Silaturahmi Jawa Kalimantan (Sijaka). Siapa tertarik? Biar Sijaka bisa maju mendampingi “Siwali.”(*)

Wali Kota Khatib,  Pejabat Kukar Tes Ngaji

June 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENARIK juga kalau pejabat atau tokoh jadi khatib. Ada warna lain yang didapat jamaah. Pada salat Iduladha, Senin (17/6) kemarin, ada sejumlah tokoh di Kaltim naik mimbar. Jamaah menyimak khotbahnya dengan saksama. Sangat berisi dan memberi inspirasi.

Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun (AH) misalnya,  jadi khatib salat Iduladha di Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) di Jalan Juanda. Mantan wagub Hadi Mulyadi jadi khatib di Masjid Nurul Hidayah, Jl Sentosa Samarinda. Sedang di Balikpapan, mantan rektor Uniba Dr H Rendi Ismail yang sekarang jadi ketua yayasan menjadi khatib di perumahan Wika.

Wali Kota Samarinda Andi Harun ketika menjadi khatib salat Iduladha 1445 Hijriah.

Andi Harun sudah beberapa kali jadi khatib. Pada salat Idulfitri 1442 Hijriah, dia juga menjadi khatib di Masjid Agung Pelita Samarinda (MAPS). AH sampai meneteskan air mata ketika pada khotbah kedua saat memimpin pembacaan doa.

Tema khotbah Iduladha 1445 Hijriah yang dibawakan AH adalah : “Implementasi Iduladha Melalui Pengorbanan, Kemanusiaan dan Akar Kemajuan Peradaban.”

Menurutnya, Iduladha mengingatkan umat Islam tentang suatu aspek fundamental dalam praktik keimanan setiap muslim, yaitu ibadah kurban atau pengorbanan.

Dia membuka kembali kisah di balik peristiwa Iduladha yang penuh makna. Mulai kisah Siti Sarah dan Siti Hajar, pengorbanan Nabi Ismail bersama sang ayah, Nabi Ibrahim sampai perintah berkurban yang wajib dilaksanakan umat Islam.

Andi Harun berharap, khutbah Iduladha yang disampaikannya dapat menginspirasi warga kota terutama umat Islam untuk memaknai Iduladha tidak sekadar ritual, tetapi sebagai momentum untuk meneguhkan keimanan, meningkatkan solidaritas sosial serta menghargai nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari kemajuan peradaban.

Uraian yang hampir sama juga disampaikan oleh Hadi Mulyadi. Mantan Wagub ini sudah tinggi jam terbangnya. Selain khatib di Kaltim, dia pernah menjadi khatib salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, akhir Oktober 2021. Yang mengundang imam besar Masjid Istiqlal, Prof KH  Nasaruddin Umar, yang juga ketua harian badan pengelola masjid megah tersebut. Rasanya itu baru pertama kali ada orang Kaltim menjadi khatib di masjid negara. Sebab, hanya ulama atau dai tertentu saja yang bisa naik mimbar di sana.

Istiqlal disebut masjid terbesar di Asia Tenggara dan masjid terbesar keenam di dunia dengan kapasitas jamaah 200 ribu orang. Dibangun pada zaman Presiden Soekarno dengan arsiteknya Friedrich Silaban. Istiqlal itu artinya kemerdekaan. Memang dibangun dalam rangka  memperingati kemerdekaan Indonesia.

Selain jadi khatib, Hadi Mulyadi juga punya keahlian khusus dalam urusan penyembelihan hewan kurban. Dia seorang penjagal yang sangat menguasai tata cara penyembelihan. Itu dilakukannya sejak tahun 2000 sampai sekarang. Kemarin, ada 16 sapi dan 1 ekor kambing yang disembelih lewat tangannya. “Tahun lalu malah sampai 30 ekor sapi,” katanya.

Yang juga langganan jadi khatib adalah mantan wagub Kaltim Dr KH Farid Wadjdy. Maklum latar belakangnya memang seorang ulama. Apalagi beliau sekarang adalah rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur serta ketua umum Islamic Center dan ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda.

Sebenarnya mantan gubernur Kaltim Dr H Isran Noor juga punya kemampuan menjadi khatib. Pengetahuan agama dan bacaan Alquran-nya juga fasih.  Acara tahlilan untuk mendoakan almarhumah Ibu Norbaiti selalu dipimpin langsung oleh Isran. Termasuk salat maghrib dan isya. Dalam perjalanan hidupnya, Isran pernah mengajar tulisan Arab di sekolah di kampungnya, Sangkulirang, Kutim.

Ketua DPD PDIP Kaltim H Safaruddin ketika masih menjadi kapolda Kaltim juga sering naik mimbar. Pak Jenderal yang satu ini juga cukup luas ilmu agamanya. Saya pernah mengikuti khotbah Jumatnya. Sangat khas dan kental aksennya sebagai orang Bugis.

Saya salat Iduladha di lapangan Sport Center Balikpapan Baru bersama cucu saya, Defa dan Dafin, Senin kemarin. Tak jauh dari saya ada Pak H Asril Bijaksana, pembina Majelis Taklim Miftahul Jannah. Dia pensiunan pejabat Pertamina yang sekarang mengambil S3 tafsir Alquran. Saya salah satu jamaah yang hadir jika ada pengajian di rumahnya.

Pak Asril kaget dikiranya saya yang menjadi khatib. Ustaznya mirip saya. Berkumis.  Padahal yang naik mimbar adalah KH Athian Ali Muhammad, Lc, MA, ketua Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) Bandung. Dia dikenal juga sebagai ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Pusat.

WAJIB BACA ALQURAN

Ada kejutan baru menyangkut kebijakan Bupati Kutai Kartanegara H Edi Damansyah. Dia mensyaratkan setiap staf yang ingin mendapat promosi jabatan di Pemkab Kukar, maka salah satu syaratnya adalah diuji kemampuan membaca Alquran.

Syarat itu dia utarakan ketika mengadakan safari subuh ke-247 di Langgar Ar-Rahman, RT 3, Kecamatan Kembang Janggut, Sabtu (11/5) bulan lalu. “Setiap yang ingin ikut seleksi jabatan harus kita tes kemampuan baca Alquran-nya.  Apa masih di tingkat iqro atau sudah Alquran. Tidak usah malu, yang penting mau belajar,” jelasnya.

Banyak yang mengira rencana itu masih sebatas wacana. Tahu-tahunya sudah mulai diterapkan. Sebanyak 34 orang yang mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Kukar terlebih dahulu mengikuti tes kemampuan baca Alquran.

JPTP setara pejabat Eselon IIB, yang menduduki kursi kepala dinas. Atau pejabat administrator setara Eselon IIIA atau sedang menduduki jenjang jabatan fungsional Ahli Madya bagi pejabat fungsional tertentu.

Acara dibuka langsung oleh Edi Damansyah di Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Selasa (18/6) lalu. “Tes ini bagian dari program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) yang sudah kita canangkan sejak 2021 lalu menyusul ditetapkan Perdanya,” kata Bupati.

GEMA memberi dampak positif bagi Kukar. Selain umat Islamnya makin fasih membaca Alquran, tapi juga membawa harum nama baik Kukar. Daerah ini sudah lima kali berturut-turut menjadi juara umum MTQ Tingkat Provinsi Kaltim.

Ketika mengikuti sejumlah pejabat yang mengikuti tes, Bupati berkesimpulan ada calon pejabat yang sudah fasih membaca Alquran, ada yang belum, bahkan ada yang baru mau belajar. “Tapi saya senang mereka mau mengikuti. Insya Allah Kukar makin berkah,” begitu katanya dengan bangga.

“Ya ini tes paling berat, saya sampai keringat dingin,” kata seorang calon bercerita. Tapi calon lainnya mendukung kebijakan Edi Damansyah. “Alhamdulillah, justru ini  membawa berkah buat saya,” katanya tersenyum.

Persyaratan baca Alquran sudah lama berlaku di Negeri Serambi Makkah, Provinsi Aceh. Malah kelasnya sudah meningkat. Tidak saja berlaku bagi pejabat dan calon kepala daerah, tetapi juga bagi calon anggota legislatif (bacaleg). Jika tidak mampu, maka bacaleg tersebut tidak bisa ditetapkan sebagai calon.

Dasar hukum uji baca Alquran di Aceh berpedoman pada Qanun Aceh No 3 Tahun 2008 tentang partai politik lokal peserta pemilu DPR Aceh dan DPR Kabupaten/Kota di Aceh. Ini diberlakukan sejak Pileg 2019.

Menurut Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP/KPU) Aceh, kewajiban mampu baca Alquran hanya berlaku untuk bacaleg DPR provinsi dan DPR kabupaten/kota. Sedang DPR RI dan bacaleg nonmuslim tidak.

Boleh juga kalau Bupati Kukar usul ke KPU, tes baca Alquran juga diwajibkan kepada calon peserta Pilkada dan Pileg yang beragama Islam. Biar GEMA Kukar lebih bergema lagi.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1624189
    Users Today : 5405
    Users Yesterday : 5851
    This Year : 560699
    Total Users : 1624189
    Total views : 13905285
    Who's Online : 96
    Your IP Address : 216.73.216.42
    Server Time : 2026-04-08