Setahun Norbaiti Berpulang

May 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA acara salat Maghrib berjamaah di kediaman mantan gubernur Kaltim Isran Noor, kompleks perumahan Karpotek, Jl Adipura 21, Sungai Kunjang Samarinda, Jumat (24/5) petang kemarin. Acara itu dirangkai dengan tahlilan memperingati setahun meninggalnya istri Pak Isran, almarhumah Hajjah Norbaiti binti Amlan.

Saya sempat bersilaturahim dengan Pak Isran

Tahlilan adalah tradisi umat Islam Indonesia dan sebagian Malaysia untuk memperingati dan mendoakan sanak keluarga yang meninggal dunia. Mulai 3 hari pertama, lanjut tahlilan hari ke-7,  ke-40 dan ke-100. Selanjutnya dilakukan juga tahlilan pada tahun pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Ada pula yang melakukan pada hari ke-1.000.

Pak Isran langsung yang memimpin tahlilan. Mulai membaca surah Yasin, zikir dan doa. Baru dilanjutkan salat Maghrib bersama. “Mohon maaf saya langsung yang memimpin,” katanya meminta izin kepada undangan yang hadir.

Bacaannya sangat fasih. Maklum Isran pernah belajar agama yang intens. Bahkan dia pernah mengajar menulis bahasa Arab di kampung kelahirannya di Sangkulirang, Kutai Timur. Tak heran pengetahuan agamanya seperti seorang ustaz. Apalagi kalau sudah mengenakan baju gamis dan kopiah haji.

Acara tahlilan berlangsung khidmat. Jamaah yang datang melimpah sampai ke halaman rumah. Juga sampai di sisi makam Almarhumah, yang memang dimakamkan di sana. Padahal hujan lebat sempat turun beberapa waktu sebelumnya.

Tampak hadir Dr KH Farid Wadjdy, mantan wagub yang sekarang menjadi rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim. Juga staf khusus Prof  Zein Heflin Frinces, Ph.D,  Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua Kwarda Pramuka Kaltim Drs Fachruddin Djaprie, M.Si serta Prof Abdurahim, dan Abdusamad dari TGUP3.

Belakangan datang juga mantan bupati PPU Hamdam Pongrewa bersama Ketua DPD Nasdem Balikpapan Ahmad Basir. Keduanya dikabarkan akan berpasangan dalam Pilbup PPU mendatang. Warga PPU senang, dan optimis pasangan ini yang mampu memenangi kontestasi.

Sejumlah pejabat Pemprov Kaltim juga hadir. Di antaranya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Hj Ismiati, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Syarifah Alawiyah (Bu Yuyun) dan Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Siti Farisyah Yana.

Ada juga bubuhan SS. Timses Sahabat Sejati. Dulu sering menyertai kegiatan Ibu Norbaiti.  Karena Ibu suka mengenakan busana warna pink, maka kerudung atau jilbab timses  juga menggunakan warna pink atau merah muda. Mereka hadir bersama Tim PKK dipimpin Ibu Hj Erni Makmur, istri Hadi Mulyadi.

Ba’da Jumat saya meluncur dari Balikpapan ke Samarinda. Ditemani Pak Zen dan Ketua LPM Teritip Andi Mappapuli. Khusus untuk mengikuti acara tahlilan. Sekaligus bersilaturahim dengan Pak Isran dan kerabat lainnya.

Saya datang bareng mantan Plt Sekprov Dr Meiliana alias Bu Mei, yang selalu hadir pada setiap acara tahlilan. “Saya tak bisa melupakan kenangan bersama Ibu. Beliau sangat baik dan bersahaja,” ungkapnya dengan wajah teduh.

Ratusan Tim Isran-Hadi dan Ketua Tim Pemenangan Iswan Priyadi juga ikut berdoa. Persis setahun berpulangnya Ibu, Pak Isran tengah berjuang untuk kembali mengikuti Pilgub Kaltim, yang pencoblosannya pada 27 November mendatang. Mereka yakin kekuatan Ibu Hj Norbaiti tetap menyertai Pak Isran.

Masyarakat juga tetap mengenang kepergian  wanita lembut dan  bersahaja itu. Ibu Norbaiti dikenal sebagai salah seorang tokoh wanita terbaik yang banyak menginspirasi masyarakat, terutama kaum perempuan di daerah ini.

BANYAK KENANGAN MANIS

Ibu Norbaiti meninggal dunia Rabu malam, 24 Mei 2023 pukul 20.23 WIB di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof Dr dr Mahar Mardjono. Dia memang cukup lama menjalani perawatan yang intensif di Jakarta, di antaranya melalui kemoterapi.

Banyak orang yang meratapi kepergiannya. Maklum wanita berusia 54 tahun ini  dinilai sangat menginspirasi dalam mewujudkan perannya. Baik sebagai ibu rumah tangga, sebagai istri kepala daerah maupun sebagai wanita aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan kemasyarakatan.

Buah perkawinannya dengan Isran pada 15 Maret 1991, mereka dikaruniai tiga  anak. Muhammad Rahman Isran (31), Siti Rahmawati Isran (28), dan Siti Annisa Isran (23).

Rahman yang akrab dipanggil Rais sudah menikah dan mempunyai dua anak, Muhammad Samudra Dirahman dan Muhammad Ibrahim Dirahman. Rahmawati atau Rahmi masih berstatus lajang.   Sedang Annisa (Icha) menikah dengan Sayid Muhammad Fajar, 25 Februari 2023 lalu. Sudah dikaruniai seorang putri.

Pak Isran mengakui istrinya melayaninya dengan sangat baik dan menjadi panutan bagi anak-anak dan cucunya. “Terlalu banyak kenangan indah dan manis bersama Almarhumah,” katanya  pada saat pemakaman jenazah Norbaiti di samping rumah, Kamis, 25 Mei 2023.

Ibu Norbaiti sendiri yang minta dimakamkan di tempat tersebut. “Itu permintaan Ibu sebelum berobat terakhir ke Jakarta,” kata Pak Isran. Biar keluarga mudah menziarahi. Dan Ibu Norbaiti seakan ingin tetap dekat bersama suami, anak-anak, dan cucu-cucunya meski berada di alam lain.

Sebagai istri kepala daerah, setidaknya ada tiga peran yang dilakoni Ibu Norbaiti semasa hidup dengan sangat sempurna. Sebagai ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Peran ini cukup lama dia jalani. Sejak Pak Isran menjadi bupati Kutai Timur (2009-2015)  sampai ketika Isran menjadi gubernur Kaltim (2018-2023).

Tak cukup sebatas itu saja. Ibu Norbaiti juga masih menyisihkan waktunya memimpin sejumlah organisasi. Misalnya sebagai ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kaltim (2021-2026), ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Bunda Generasi Berencana (GenRe), Pembina Dharma Wanita, ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis (PPTI), ketua Yayasan Jantung Sehat, dan ketua Yayasan Kanker Indonesia.

Di tengah keterbatasan potensi perempuan Kaltim bergelut di jalur politik, Norbaiti juga berani terjun ke sana.  Di balik kelembutannya, dia ingin menunjukkan wanita Kaltim juga mampu memainkan perannya di panggung politik.

Dia menjadi caleg. Melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW), Norbaiti dilantik menjadi anggota DPR RI pada 15 Januari 2014 dari Partai Demokrat menggantikan Yusran Aspar yang mengundurkan diri karena ikut pemilihan bupati PPU.

Pada pemilihan legislatif 2014, Norbaiti kembali terpilih ke Senayan. Dia ditugasi di Komisi VII, yang menangani urusan energi, penelitian, teknologi, dan lingkungan. Bidang itu sangat cocok untuk kepentingan Kaltim, yang dikenal kaya dengan sumber alam dan energi.

Kurang dari setahun sebagai wakil rakyat Norbaiti mengikuti pemilihan bupati Kutai Timur (Kutim), menyusul mundurnya sang suami dari jabatan tersebut. Dalam pemilihan itu dia dikalahkan Ismunandar yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris daerah Kabupaten Kutim.

Banyak penghargaan yang dianugerahkan kepada Ibu Norbaiti. Di antaranya Penghargaan Inspiratif dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif dari SCTV, Manggala Karya Kencana dari BKKBN dan penghargaan atas pengabdian luar biasa di bidang kesehatan masyarakat pada HUT ke-66 Provinsi Kaltim tahun 2023.

Dengan beragam peran yang dijalani,  Pak Isran menyebut Ibu Norbaiti telah mengemban tugasnya dengan baik. “Beliau telah menjalankan tugasnya dengan baik, sekarang kita ikhlaskan dia menghadap Yang Mahakuasa,” katanya berkaca-kaca ketika melepas jenazah sang istri.

Ibu Norbaiti lahir di Loa Janan, 30 Januari 1969. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Ayahnya Amlan bin Tasin dan ibunya bernama Mastika. Tiga saudaranya masih hidup semua, yaitu Iwan Iskandar, Normalinda, dan Nortiani.

Semasa hidup, foto-foto Norbaiti banyak menghiasi media sosial.  Wajahnya teduh. Sangat familiar. Senyumnya memberi kesan yang ramah. Adakalanya orang jadi teringat lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Wajah sejuk dengan senyum yang selalu menghias dunia. Abadi di sepanjang masa.

Pak Isran mengakui dia dan keluarga harus tabah dan ikhlas menerima takdir dari Allah Swt. Karena kematian adalah sesuatu yang pasti dialami semua orang. “Kullu nafsin zaa’iqatul maut, tsumma ilainaa turja’un,” Dia selalu berdoa agar istrinya mendapat tempat yang sempurna di sisi Allah.

Hari-hari ini Isran hidup bersama anak dan cucu. Kembali lajang atau seperti burung “jalak” yang sering dia ucapkan. Tetapi tetap bahagia dan penuh semangat. Tim relawannya berdoa agar Pak Isran kembali terpilih menjadi gubernur Kaltim periode 2024-2029. Selain itu, ada pengganti Ibu yang bisa menemani dan menjaga Pak Isran setiap saat. Insyaallah.(*)

“Belanda Sudah Lari”

May 23, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA suasana menarik ketika bakal cagub Kaltim Isran Noor (IN) mengembalikan berkas pendaftaran di Kantor Sekretariat DPW PKS Kaltim di Jl M Yamin, Samarinda, Selasa (21/5). Dia datang langsung bersama pasangannya, Hadi Mulyadi.

Andi Harun menyaksikan penyerahan berkas Isran-Hadi di Gerindra Kaltim.

Seperti disengaja IN membawa Hadi. Biar suasana menjadi cair. Maklum Hadi di Pemilu 2024 berganti baju. Dari PKS ke Partai Gelora. Pasti ada suasana yang harus dirajut ulang. Sementara IN dan Hadi tetap berharap PKS sebagai salah satu perahu yang mereka tumpangi.

“Saya berharap PKS mengusung saya kembali seperti Pilgub 2018 lalu. Jangan lihat Pak Hadi-nya yang mantan PKS. Lihat saya saja,” kata Isran setengah bercanda, yang langsung mendapat aplaus dari keluarga besar PKS.

Wajah Hadi tersipu-sipu. Tapi langsung cair disambut hangat oleh Ketua DPW PKS Kaltim Dedi Kurniadi bersama jajarannya. Isran sendiri membawa timnya cukup banyak, di antaranya Abah Nanang, yang sekarang masih menjadi anggota DPD RI dapil Kaltim dan Ketua DPD Sempekat Nusantara Berdaulat (SERAT) Kaltim Mugeni.

Menurut Isran, dia dan Pak Hadi punya hubungan yang dekat dengan PKS. Karena salah satu partai yang mendukungnya dalam Pilgub 2018 adalah PKS dan menang. “Saya berharap dalam Pilgub 2024 diberi dukungan lagi,” tambahnya.

Ketua PKS Dedi Kurniadi memberi apresiasi Isran dan Hadi datang langsung menyerahkan kembali formulir pendaftaran. Berkas yang diterima  setelah diverifikasi akan langsung dikirim ke DPP di Jakarta. “Tentu keputusannya ada di DPP sebelum Agustus,” jelasnya.

Hasil Pileg 2024, PKS mengantongi 4 kursi di DPRD Kaltim. PKS berada di urutan ke-5 dengan meraih 151.666 suara sah atau sekitar 7,33 persen. Urutan pertama adalah Golkar (15 kursi), menyusul Gerindra (10), PDIP (9)  dan PKB (6). PAN sama dengan PKS,  4 kursi juga. Masih ada di bawah PKS yaitu Nasdem (3), Demokrat dan PPP sama-sama 2.

Dari  PKS, Isran dan Hadi bergerak cepat. Dia juga menyambangi markas DPD Gerindra Kaltim di Jl Basuki Rahmat. Tujuannya juga sama, mengembalikan berkas pendaftaran sekaligus mengharapkan dukungan dari partai milik Prabowo Subianto ini.

“Tentu saya sangat berharap Gerindra memberikan dukungan penuh kepada saya, seperti pada Pilgub 2018,” kata Isran, yang disambut Ketua Tim Penjaringan DPD Partai Gerindra Kaltim, Ekti Imanuel bersama sekretarisnya Helmi Abdullah.

Menurut Ekti, selain Isran, bacagub Golkar Rudy Mas’ud juga sudah mengembalikan berkas. Menyusul terakhir Mahyudin. Pendaftaran ditutup Rabu (22/5),  setelah dibuka selama satu minggu.

Isran punya keyakinan kuat Gerindra dan PKS memberikan kepercayaan kepada dirinya. Tanpa bermaksud mengecilkan bacagub lainnya, dia merasa komunikasi kepada pimpinan kedua partai itu berlangsung sangat positif dan intensif. Bahkan menurut sumber lain, Isran baru saja menghadap Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto di Jakarta. “Saya ingin mengulangi kemenangan seperti pada Pilgub 2018 lalu,” tandasnya.

Ada yang menarik ketika IN mengembalikan formulir pendaftaran di Gerindra. Ketua Gerindra Kaltim Andi Harun (AH), yang juga Wali Kota Samarinda belakangan datang. Dia langsung menyapa Isran dan Hadi. Ada yang menafsirkan itu isyarat positif. Sebelumnya ketika Haji Rudy Mas’ud (HARUM) datang, hanya Sekretaris Gerindra Seno Aji yang muncul. Mereka memang berharap menjadi pasangan menantang petahana.

Selain Seno Aji, ada tiga nama lain yang juga mendaftar di Gerindra sebagai bacawagub. Dua dari kader internal, yaitu Makmur HAPK dan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh serta Hadi Mulyadi, yang satu paket dengan Isran.

Makmur adalah mantan politisi Golkar, yang sempat menduduki kursi ketua DPRD Kaltim. Belakangan dia digusur Hasanuddin Mas’ud (HAMAS), kakak kandung HARUM, sehingga hijrah ke Gerindra. Dia terpilih kembali ke Karang Paci dari dapil Berau pada Pileg 2024 ini.

MAHYUDIN MINTA GANTIAN

Kepada awak media, IN menegaskan bahwa dia dan Hadi sepakat mengikuti Pilgub 2024 melalui jalur partai. “Tapi saya tetap menghormati kecintaan warga yang sampai saat ini terus mengumpulkan surat dukungan (surduk) melalui fotokopi KTP,” ujarnya.

Dia juga mengaku sudah mendaftar hampir di semua partai. Tujuannya untuk melakukan komunikasi politik dan mendapatkan surat dukungan. “Hanya satu yang tidak,” katanya tanpa menyebutkan nama partainya.

Meski tak disebutkan, orang mengartikan partai yang dimaksudkan IN adalah Partai Golkar. Tentu semua orang juga mafhum. Soalnya partai dengan lambang pohon beringin itu sudah sejak awal mengunci. Bacagubnya hanya satu yaitu Rudy Mas’ud, ketua DPD Golkar Kaltim, yang juga anggota DPR RI.

Ketika ditanya partai mana yang sudah memberikan kepastian? Isran mengatakan semua partai memberi respons oke. “Pokoknya tenang saja, Belanda sudah lari,” katanya sambil bergurau.

Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Fecho menyatakan Partai Demokrat secara resmi mendukung Isran Noor maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Hal itu sesuai dengan terbitnya surat tugas konsolidasi dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Selasa (21/5).

AHY melihat Isran layak mendapatkan dukungan karena sarat dengan pengalaman. Surat itu sudah diserahkan langsung ke Isran. Masa berlakunya  selama satu bulan hingga 20 Juni 2024. Setelah itu rekomendasi akan diberikan kepada Isran bersama pasangannya, Hadi Mulyadi. Hasil Pileg lalu, Demokrat memperoleh 3 kursi di DPRD Kaltim. Sehingga perlu koalisi dengan partai lain.

Sambil menunggu proses penjaringan dan penetapan wakilnya, HARUM mulai melakukan sosialisasi misinya. Belum lama ini dia melakukan talkshow dengan 40 organisasi kepemudaan di Kaltim dengan tema: “Kaltim Masa Kini dan Tantangan Masa Depan.”

Dia mengungkapkan persoalan Kaltim saat ini dan ke depannya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) karena rendahnya tingkat pendidikan warga. “Ini yang harus kita gunting. Kalau saya terpilih menjadi gubernur, saya akan gratiskan biaya pendidikan sampai ke jenjang S3,” katanya dengan bersemangat.

Meski Golkar dengan 15 kursi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan pendaftaran bacagub di KPU,  HARUM tetap ikut mendaftar di beberapa parpol. “Kita ingin semua berkolaborasi terutama yang bergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM),” katanya begitu.

Sementara itu, bacagub lainnya, Mahyudin juga terus bergerak. Dia juga melakukan komunikasi intensif dengan semua partai. Seperti Isran, Mahyudin juga tidak ke Golkar, meski dia  pernah menjadi pimpinan Golkar di tingkat daerah dan pusat.

Wakil Ketua DPD RI ini juga belum mendapatkan kepastian partai mana yang mengusungnya. Mahyudin, resmi mengembalikan berkas ke Sekretariat Gerindra, Rabu (22/5) kemarin, persis di hari terakhir penutupan. Ia diterima Ekti Imanuel dengan suasana hangat. Mahyudin sengaja mengenakan kemeja putih seperti kader Gerindra lainnya.

Kepada awak media Mahyudin mengatakan, seyogianya dia yang mendapat giliran mendapat dukungan Gerindra. Harus bagi-bagi. “Pak Rudy kan sudah punya Golkar, Pak Isran sudah pernah dapat dukungan Gerindra, jadi ini giliran saya,” katanya membuat senyum yang hadir.

Hebatnya lagi, Mahyudin menjanjikan jika Gerindra memberikan amanah kepada dirinya, maka Gerindra tahun 2029 mendatang bakal berhasil merebut kursi ketua DPRD Kaltim, yang beberapa periode ini selalu dipegang Golkar. “Insyaallah,” ujarnya meyakinkan.

Sampai saat ini, Mahyudin belum menentukan siapa calon pendampingnya. Tadinya nama wakil wali kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang digadang-gadang. Tapi Rusmadi juga sudah mendaftar menjadi bakal calon wali kota Samarinda di PDIP dan partai lainnya. Baik juga jika Mahyudin melirik Makmur. Biar Kaltim makin makmur dan keren.(*)

Dari Mahulu ke Balikpapan

May 22, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PERTANDA apa terjadi di Kaltim? Tiba-tiba banjir besar melanda wilayah Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) pekan lalu. Dari Mahulu merembes ke Kutai Barat dan Senin kemarin, air juga sempat menggenangi sebagian Kota Balikpapan.

Sebagian wilayah Kaltim memang tidak bebas dengan urusan banjir. Apalagi kalau hujannya mencurahkan air dengan debit besar. Tapi biasanya banjir yang terjadi dalam skala sedang atau kecil. Waktunya pun tidak terlalu lama. Tapi apa yang kita saksikan di Mahulu, rasanya menjadi sejarah pertama ada bencana alam sebesar itu.

Sebagian warga khawatir banjir besar ini akan terulang kembali di masa mendatang. Ada yang menduga akibat pembukaan lahan dan hutan yang intensif untuk pertambangan, yang menyebabkan air hujan tak bisa diserap lagi. Begitu curah hujan turun sangat tinggi, maka air Mahakam meluap tanpa kendali.

Wajah pintu gerbang Kabupaten Mahakam Hulu dalam keadaan tergenang.

Selain banyak di-share di media sosial, banjir Mahulu juga ramai diberitakan di televisi. “Prayer for Mahulu.” Maklum sangat mencekam. Ribuan rumah, mobil dan sepeda motor,  kantor, area pertanian serta fasilitas umum seperti jalan semua terendam. Air Sungai Mahakam meluap sampai ketinggian 4 meter. Akibatnya rumah dan kantor hanya kelihatan atapnya saja. Diperkirakan 70 persen wilayah Mahulu tenggelam dan lumpuh.

Dari laporan yang ada, banjir yang berawal sejak Senin (13/5) meluas di empat kecamatan. Mulai Kecamatan Long Bagun, Long Hubung, Long Pahangai, dan Long Apari. Long Bagun itu adalah wilayah ibu kota Kabupaten Mahulu.

Sejumlah kantor Pemkab Mahulu tinggal atapnya saja yang terlihat. Termasuk kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Eh, mau memberikan bantuan, malah kantor sendiri terendam. “Ya mau bagaimana lagi, namanya juga musibah,” ujar Kepala BPBD Mahulu Agus Darmawan setengah pasrah.

Di mana Mahulu? Saya sendiri sudah lama tidak ke sana. Ini kabupaten termuda dan paling ujung dari Sungai Mahakam. Berbatasan langsung dengan Kalbar dan Serawak, Malaysia Timur. Kita perlu waktu lebih sehari menuju Mahulu jika naik kapal kayu berlantai dua dan dilanjutkan longboat.

Mahulu sangat luas. Sekitar 15.315 kilometer persegi. Berarti 30 kali luas Balikpapan. Tapi  penduduknya hanya 38 ribu jiwa. Sebagian besar mereka dari suku Dayak. Terkenal dengan tari Hudoq-nya. Tari eksklusif. Wajah penarinya ditutupi topeng ikonik dengan mengenakan kostum daun pisang yang dibuat jadi baju rumbai.

Bupatinya sekarang Bonifasius Belawan Geh didampingi Yohanes Avun sebagai wakil. Asli warga setempat. Mereka menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sampai 29 Mei. Yang menarik motto kabupaten ini. “Urip kerimaan.” Itu Bahasa Dayak, yang artinya “Hidup dengan Rezeki Melimpah.”

Setelah Mahulu, banjir juga terjadi di Kutai Barat (Kubar) sejak Kamis (16/5).  Ada dua kecamatan dengan 11 kampung yang tergenang. Yaitu di Kecamatan Tering dengan 7 kampung dan di Kecamatan Melak dengan 4 kampung.

“Di Mahulu air mulai surut, jadi sebagian tim gabungan kita geser ke Kubar karena debit air di Tering dan Melak mencapai 1 hingga 2 meter,” kata Kepala Basarnas Kaltim Dody Setiawan dalam rilisnya.

Selain di dua kecamatan itu, air juga masuk ke wilayah Kecamatan Barong Tongkok dan Long Iram. Jadi totalnya ada 24 kampung/kelurahan yang tergenang.

Wajah pintu gerbang Kabupaten Mahakam Hulu dalam keadaan tergenang.

Dari data yang terungkap,  ada 308 rumah terendam. Selain itu 24 kantor, 31 sekolah, 11 fasilitas kesehatan, 2 fasilitas umum dan 24 rumah ibadah juga . “Jadi 4.660 KK dengan 15.416 jiwa yang terdampak,” jelas Dody.

Hujan deras juga terjadi di Balikpapan, Senin (20/5) pagi. Sebagian besar warga bersyukur karena sudah berbulan tersiksa kelangkaan air bersih. PDAM terseok, jadi sorotan warga. Mudah-mudahan Waduk Manggar dan Teritip terisi penuh. Jadi airnya bisa disedot 100 persen, tidak seperti sekarang hanya separuh saja.

Tapi di beberapa titik terjadi banjir dan longsor. Kawasan Beller sudah jadi langganan. Juga Gunung Kawi, Kampung Timur dan lainnya. Yang mengejutkan kawasan elite Grand City sebagian ikut terendam, terutama jalan utamanya. Itu pertanda sistem drainase dan buangan airnya belum efektif. Termasuk juga bendalinya.

Seorang siswi SMK Nusantara bernama Grace nyaris celaka. Dia terpeleset dan langsung terseret arus deras di kawasan Jl Gurinda RT 41, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara. Syukur ada warga yang melihat dan memberikan pertolongan. Dia dilarikan ke Puskesmas.

Jika curah hujan masih tinggi di wilayah Kaltim, banjir masih mungkin menyusul di tempat lain termasuk di wilayah Kukar, Samarinda, Kutim dan daerah lainnya. “Air di Mahulu sudah mulai surut, tetapi dikhawatirkan melebar ke Kukar dan Samarinda,” kata Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik.

LEMAHNYA MITIGASI

Ada yang menilai penanganan banjir di wilayah pedalaman Mahakam sangat lemah. Pemda dan masyarakat setempat menganggap hal seperti itu sudah langganan tahunan, jadi antisipasi biasa-biasa saja. Padahal sangat mungkin karakter banjirnya berubah semakin berat karena terjadinya perubahan alam dan eksploitasi lingkungan yang berlebihan.

Pj Gubernur menerima laporan lain dari masyarakat. Mahulu banjir besar bukan dari luapan Mahakam. Akan tetapi air datang melimpah dari Sungai Boh, yang hulunya ada di wilayah Malaysia dan Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara).

Akmal juga meminta Pemkab Mahulu berkoordinasi dengan BPBD Kaltim untuk mengadakan early warning system atau sistem peringatan dini untuk dapat mendeteksi bencana sejak dini.

“Kita memang tidak bisa melawan alam. Tapi kita bisa meminimalisir dampak bencana. Karena itu kita memerlukan early warning system untuk memberikan peringatan kepada warga, sehingga langkah penyelamatan bisa dilakukan lebih efektif,” tandasnya.

Anggota DPR RI dari dapil Kaltim, Irwan Pecho mengkritik minimnya mitigasi oleh pemerintah daerah dalam mengendalikan banjir. Padahal banjir yang terjadi adalah siklus  tahunan. “Sejak dulu sampai sekarang mereka cenderung pasrah saja dan hanya fokus pada penanganan pascabanjir belaka,” tandasnya.

Irwan mengusulkan ke depan harus ada langkah mitigasi yang terencana dengan baik. Mulai soal diterapkannya sistem peringatan dini, penyiapan zonasi areal banjir dan konstruksi titik-titik lokasi evakuasi  sampai sosialisasi dan regulasi untuk mengaktifkan kembali kearifan lokal seperti rumah panggung yang sudah terbukti aman dari genangan banjir.

Anggota Komisi V ini juga mengusulkan perlunya dibangun bendungan pada anak Sungai Boh, yang bermuara ke Sungai Mahakam. Ini sejalan dengan rencana Pengelolaan  Sumber Daya Air, yang dapat berfungsi sebagai reduksi banjir.

Selain itu perlu dilakukan peninggian elevasi jalan-jalan poros yang terputus pada saat genangan banjir yang baru lalu. Kemudian kita juga harus melakukan relokasi permukiman dan pembangunan jalur hijau sepanjang bantaran Sungai yang ada permukiman.

Ada pandangan menarik dari Stevanus Nalendra Jati.  Dia adalah peneliti dinamika Sungai Mahakam dari Universitas Sriwijaya, yang kini tengah mengikuti studi doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Seperti diberitakan TEMPO.CO, Selasa (21/5), Nalendra berpandangan seharusnya secara historis Mahulu tak begitu akrab dengan peristiwa banjir apalagi banjir besar. Karena Mahulu adalah daerah dengan topografi pegunungan. Tepatnya, topografi Tinggian Kuching yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia.

Selain itu, selama ini Mahulu berfungsi menjadi daerah tangkapan air. Aliran Sungai Mahakam di wilayah Mahulu juga relatif lurus dan tegas, jadi seharusnya tidak terjadi bencana banjir besar.

Dia menduga terjadi curah hujan yang sangat ekstrem berkombinasi dengan tutupan permukaan yang telah berubah. Apalagi di Mahulu terdapat praktik penambangan emas dan pembukaan hutan serta adanya pembangunan pengembangan wilayah. Bisa jadi faktor ini yang mendorong terjadinya banjir besar, yang terbilang baru pertama kali terjadi dalam sejarah bencana di Kaltim.

Amir, seorang warga bantaran Karang Mumus Samarinda waswas jika banjir besar juga terjadi di kotanya. “Mudah-mudahan tidak, karena sangat mengerikan jika kita melihat apa yang terjadi di Mahulu,” jelasnya. Kalau hujan kecil dia oke-oke saja. Itu sangat diperlukan untuk mendinginkan suasana Pilgub Kaltim dan Pilwali Samarinda yang semakin memanas.(*)

 

Starlink “Berbahaya” Bagi Indonesia

May 21, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh : Henry Subiakto

SAYA tidak setuju Starlink diijinkan beroperasi di Indonesia. Starlink tak hanya berpotensi membangkrutkan perusahaan nasional di bidang telekomunikasi dan internet service provider, seperti group telkom, indosat dll, tapi Starlink juga bisa dimanfaatkan kekuatan sparatisme seperti KKB/OPM dan pendukungnya untuk komunikasi mereka tanpa bisa terdeteksi oleh negara atau pemerintah Indonesia. Starlink berpotensi akan mengoyak NKRI tanpa pemerintah bisa mengontrolnya.

Henry Subiakto

Makanya Starlink ini di dunia lebih banyak digunakan oleh negara-negara satelit atau pendukung politik Amerika Serikat. Kenapa demikian? Karena Satelit Starlink memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan satelit biasa. Seperti Palapa, Satria, Kacific, Telkom 1 atau satelit-satelit lain milik luar Eropa maupun AS di luar Elon Musk.

Starlink adalah satelit Low Earth Orbit (LEO) yg beroperasi dengan ketinggian sekitar 340 hingga 1.200 km di atas permukaan bumi. Satelit Starlink ukurannya kecil jumlahnya ribuan dirancang untuk bekerja bersama-sama secara sinkron untuk menyediakan layanan internet. Mereka itu seolah seperti BTS terbang.

Sedang Satelit komunikasi konvensional ditempatkan di orbit geostasioner (GEO) sekitar 35.786 km di atas khatulistiwa bumi, di mana mereka tetap berada di satu titik relatif terhadap permukaan bumi. Untuk bisa melayani publik membutuhkan perangkat stasiun bumi.

Setiap satelit Starlink beratnya sekitar 260 kg. Satelit GEO umumnya lebih besar dan lebih mahal karena teknologi dan perlengkapan yang lebih kompleks, serta kebutuhan untuk bertahan di orbit yang lebih tinggi.

Starlink menggunakan teknologi phased-array untuk antena, yang memungkinkan satelit mengarahkan sinyal tanpa harus memindahkan satelit itu sendiri. Sistem ini dirancang untuk latency rendah dan kecepatan tinggi. Alat penangkap sinyal satelit hanya menggunakan antena kecil dan alat seukuran lap top besar yg bisa dipindah-pindahkan.

Sedang Satelit GEO harus menggunakan antena besar yang tetap untuk komunikasi berkapasitas tinggi. Biasanya disebut stasiun Bumi. Karena itu satelit konvensional butuh mitra (perusahaan lain) untuk mendistribusikan layanannya ke masyarakat. Itulah perusahaan operator seluler dan ISP yg menjadi mitra perusahaan satelit.

Beda dengan Starlink yang sesungguhnya tidak butuh mitra seperti itu. Mereka bisa melayani langsung ke publik tanpa pihak ketiga. Maka masuknya Starlink itu bisa menjadi awal kematian perusahaan2 nasional yang bergerak di bidang internet, seluler bahkan satelit di Indonesia.

 

OAda 400 lebih perusahaan ISP tersebar melayani internet di Indonesia. Mereka yang langsung terancam. Walau ada juga beberapa ISP diajak kerjasama oleh Starlink untuk sekadar memenuhi persyaratan izin di sini.

Jadi starlink itu bukan sekedar perusahaan perangkat dan layanan satelit semata, sebagaimana perusahaan satelit lain. Tapi Starlink juga bisa berfungsi sebagai perusahaan internet service provider, bahkan juga bisa berfungsi sebagai platform digital, mengingat Elon Musk juga memiliki perusahaan X (dulu Twitter) yang sekarang tak hanya sekedar medsos tapi juga mengarah menjadi platform media komunikasi yang berfungsi beragam.

Ini bahayanya. Perusahaan Elon Musk itu bukan hanya trafik dan kontennya di luar jangkauan yuridiksi, kedaulatan digital dan kewenangan hukum nasional Indonesia tapi juga fungsinya bisa dimanfaatkan mereka yang ingin melawan kedaulatan negara atau yang mengancam keamanan nasional.

Perusahaan Starlink sebagai perusahaan AS itu dilindungi oleh Undang-Undang Amerika Serikat (UU AS) yang bernama US Cloud Act 2018. Menurut UU tersebut, data yang mereka kumpulkan atau berada di perusahaan AS tidak boleh diakses negara lain (termasuk Indonesia), tapi harus terbuka pada Pemerintah dan penegak hukum AS. Persoalannya Starlink apakah lebih nurut pada hukum di Indonesia, atau tunduk pada hukum Amerika Serikat? Ini harus jelas.

Kalau mereka melayani Papua atau daerah konfik lain maka datanya bisa diakses intelejen dan pemerintah AS untuk kepentingan politiknya. Sebaliknya data-data itu tidak bisa diakses oleh pemerintah Indonesia. Di situlah  kenapa Starlink ini dapat membahayakan keutuhan NKRI, saat melayani wilayah gunung-gunung dan pedalaman Papua lalu dipakai untuk kepentingan pemberontakan.

Seperti yang  terjadi sekarang di Ukraina. Teknologi komunikasi yg dipakai tentara Ukraina melawan Rusia adalah Starlink. Rusia kewalahan karena seluruh pergerakan pasukannya bisa terpantau tentara Ukraina. Lalu apa yang  terjadi kalau OPM atau KKB dan sel-sel pendukungnya juga pakai fasilitas Starlink?

Terlebih kalau gerakan separatis mereka didukung asing, siapa yg tanggung jawab jika mereka menjadi makin besar dan canggih hingga mampu melawan TNI/Polri atau kekuatan negara?

Mohon dipikirkan lagi bagi mereka-mereka yang mendukung masuknya Starlink di Indonesia. Bagi rakyat kecil tahunya hanya internet murah dan sampai pelosok pasti didukung. Tapi bagaimana konsekuensinya, itu yang  harus dipikirkan.

Agak mending kalau Elon Musk dan perusahaannya bersedia setuju dan komit tunduk pd UU yg berlaku di Indonesia. Lalu wilayah layanan tidak boleh untuk wilayah rawan misal Papua? Apakah mereka mau? Silahkan ditanyakan. (**)

*) Guru Besar FISIP Universitas Airlangga, dan Wakil Ketua Dewan Pakar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)

Milad Ke-77 Srie Madjidhan

May 20, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA Dirut Bank Kaltim (sebelum menjadi Bankaltimtara) yang sangat populer. Namanya adalah Drs H Abdul Madjidhan. Dia menjadi pemimpin di bank milik daerah itu sejak  masa pemerintahan Gubernur Erry Soepardjan.

Pak Madjidhan pada awal tahun 70-an bekerja sebagai direktur PT Maritim Timber & Industries. Perusahaan kayu milik Mustafa Kemal. Gubernur Abdul Wahab Sjahranie yang menariknya menjadi pegawai Pemprov Kaltim. Dia ditempatkan sebagai kepala Bagian Pemasaran Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim hingga Desember 1979.

Setelah itu, pada  awal Januari 1980 Gubernur Erry Soepardjan memercayainya sebagai direktur III Bank Kaltim. Atas pertimbangan teknis,  dia juga merangkap jabatan sebagai direktur utama hingga memasuki masa pensiun tahun 1991.

Bu Srie Madjidhan bersama Inna, putri keduanya dan Bu Mei.

Saya hanya sekilas mengenal Pak Madjidhan. Saya masih kuliah meski sudah mulai menjadi wartawan. Yang saya ingat, penampilan lelaki kelahiran Pangkalan Bun, Kalteng ini gagah dan keren. Rumah pribadinya di Jl Juanda sangat eksklusif. Sesekali Pak Madjidhan dengan gagahnya mengendarai mobil antiknya keliling kota. Dia mengenakan baju loreng. Jadi penampilannya lebih jreng.

Bank Kaltim saat itu juga lagi berkembang. Maklum di masa banjir kap alias era eksploitasi hutan besar-besaran. Banyak orang kaya mendadak dan banyak menyimpan uangnya di bank.  Selain juga banyak yang meminta kredit untuk mendirikan pabrik plywood.

Setelah pensiun tahun 1991, dia bersama anak istrinya hijrah ke Ibu Kota. Dia kembali ke bisnis kayu menjadi presdir Rimba Segara Lines. Sekali-sekali pulang ke Samarinda untuk melepas rindu dengan sanak keluarga dan kolega. Beliau meninggal dunia di Jakarta, 24 Februari 2015 dalam usia 84 tahun.

Istri Pak Madjidhan, Hj Srie Asniwati, Sabtu (18/5) lalu merayakan milad ke-77 di kediamannya, Jl Pinang Merah 5 SC 6, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Tampak ceria dan bahagia. Dia ternyata wanita kelahiran Balikpapan, 18 Mei 1947.

Mata Bu Srie berkaca-kaca ketika para kerabat yang hadir menyanyikan lagu Happy Birthday to You dan Selamat Ulang Tahun. Di sela tepuk tangan dan ciuman, dia juga didaulat meniup lilin kue ultah. “Makasih, makasih,” katanya penuh bahagia.

Ketiga anaknya, Dhini, Inna, dan Adhi juga hadir. Mereka semua sudah berkeluarga. Dhini (Ramah Dhini) menikah dengan Jan Wilhem Grythe, tinggal di Oslo, ibu kota Norwegia. Suaminya orang pemerintahan di sana dan pernah menjadi wakil dubes di beberapa negara Asia. Dhini-Grythe dikaruniai satu anak, Selina Alexandra Grythe.

Setahu saya, Oslo adalah kota layak huni di Eropa, tapi biaya hidupnya termahal kedua di dunia setelah Tokyo. Oslo didesain menjadi ibu kota pertama di dunia yang memakai sistem transportasi umum serba listrik. Tujuan mereka agar Oslo menjadi kota bebas emisi pertama di dunia pada 2030 mendatang.

Peristiwa terkenal dari sini di antaranya Perjanjian Oslo yang menghasilkan pengakuan Israel oleh PLO dan pengakuan PLO oleh Israel sebagai wakil rakyat Palestina. Oslo juga dikenal sebagai tempat penyerahan anugerah Nobel Perdamaian.

Inna (Amalia Medina)  menikah dengan Archibaid Hugh Fraser dikaruniai satu putri. Yaitu Andina Firassha Zahra. Mereka tinggal di Sydney, Australia. Suaminya pengusaha di kota tersebut.  Sydney adalah kota terbesar di Negeri Kanguru. Dijuluki “the Harbour City.” Bangunan terkenalnya Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge. Saya pernah ke sana nonton Sydney Open, pertandingan tenis pemanasan sebelum Australia Open di Melbourne.

Sedang Adhi lengkapnya Gautama Adi Dharma, jadi pengusaha cafe di Jakarta. Hasil perkawinannya dengan Deviana Doana, mereka dikaruniai 2 putra. Yaitu Ananda Muhammad Mikail dan Muhammad Ihsan.

Untuk bernostalgia suasana di Samarinda, Bu Srie Madjidhan sengaja menjamu tamu dan kerabatnya dengan makanan khas Kaltim. Di antaranya nasi kuning iwak haruan dan juga nasi kebuli. Lalu mereka diberi cenderamata tas purun cantik dari Banjar berisi sajadah dan mukena.

ADA TETENG DAN DENDI

Selain anak dan cucu, datang juga sejumlah kerabat. Di antaranya Dr Hj Meiliana alias Bu Mei, mantan Plt Sekdaprov Kaltim. “Aku berteman dengan Bu Madjidhan sejak tugas di protokol,” jelasnya. Bu Mei sempat bertemu Bu Itje, istri mantan kepala Bank Bumi Daya (BBD) Samarinda, Yusuf Hadi.

Direktur Kredit Bankaltimtara Siti Aisyah yang akrab disapa Bu Aay juga hadir. Dia menyampaikan salam dari Dirut M Yamin dan semua keluarga besar Bankaltimtara. “Kami mendoakan Ibu selalu sehat mendapat berkah dari Allah,” katanya.

Bu Aay salah satu eksekutif bank daerah terbaik. Dia dianugerahi “Top 100 Most Outstanding Women 2023” oleh Majalah Infobank karena dinilai memberikan kontribusi terbaik kepada institusi tempatnya berkarier.

“Para pimpinan Bankaltimtara terdahulu termasuk Pak Madjidhan memberi motivasi dan inspirasi bagi kami yang mendapat tugas mengembangkan Bankaltimtara di masa sekarang dan ke depannya,” kata Bu Aay bersemangat.

Datang juga sesepuh Kaltim di Jakarta. Dia adalah Syaiful Teteng, mantan sekprov Kaltim tahun 1997-2008 di era Gubernur Soewandi, HM Ardans, Suwarna AF sampai Awang Faroek Ishak.

Perjalanan karier Pak Teteng cukup menarik. Dia sempat berseteru dengan  Awang Faroek  ketika dia diberhentikan sebagai sekprov sebelum turunnya SK Pemberhentian dari Presiden. Teteng melawan karena menganggap tidak sesuai aturan. Tapi Awang juga ngotot dan menunjuk Asisten Ekonomi Pembangunan Sulaiman Gafur sebagai Plt.

Ketika masih menjadi mahasiswa Universitas Mulawarman, dia bersama 4 mahasiswa lainnya termasuk saya sempat ditahan 12 hari oleh Laksusda Kodam VI/MW di Balikpapan. Itu buntut melaksanakan aksi demo  di kampus Jl Flores  menentang Orde Baru.

Pada saat berakhirnya masa jabatan Yurnalis Ngayoh sebagai gubernur Kaltim 25 Juni 2008, Teteng ditetapkan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kaltim selama 8 hari (25 Juni 2008-3 Juli 2008) sebelum Presiden melantik Tarmizi Abdul Karim sebagai Penjabat (Pj) Gubernur selama 5 bulan lebih.

Mantan Danrem 091/ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi juga datang memberikan ucapan selamat. Dendi saat ini digadang-gadang menjadi calon bupati Kutai Kartanegara (Kukar). Dia memang bubuhan etam, yang diharapkan memenangi Pilbup Kukar 2024.

Ada juga Awang  Bahrin, mantan Dubes Indonesia di Ankara, Turki. Merangkap juga Azerbaijan. Tampak masih segar. Dia bertugas di sana 2006 sampai 2010. Kalau tidak salah, ayahnya, Awang Bari pernah menjadi kepala Kantor Perwakilan Kaltim pertama di Jakarta.

Turki secara resmi bernama Republik Turki (Turkiye Cumhuriyeti). Presidennya saat ini Recep Tayyip Erdogan. Mustafa Kemal Ataturk sangat terkenal sebagai Bapak Turki Modern. Sangat menginspirasi Bung Karno dalam perjuangannya.  Turki adalah negeri indah, yang berideologi sekuler.

Saya lihat ada juga teman sekolah di SMEA Samarinda yang hadir. Dia Johan dan istrinya, Yati. Pensiunan dari Kantor Imigrasi. Terkadang saya lihat penampilannya di grup WA mirip ustaz.  Ada Syafei Dahlan, putra sulung almarhum Oemar Dahlan, wartawan tiga zaman di Kaltim. Syafei sudah purnatugas dari Kantor Pemprov DKI Jaya.

Rencananya Minggu (26/5) depan digelar halal bihalal Kerukunan Masyarakat Kaltim di Jakarta. Acaranya berlangsung di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Mulai pukul 08.00-14.00. Pengundangnya Isran Noor sebagai ketua pembina, Fauzie Darwis sebagai ketua Yayasan Bina Ruhui Rahayu dan  Zainul Arifin sebagai ketua panitia.

Suasana milad Bu Srie Madjidhan menjadi ramai karena juga disediakan keyboard musik. Bu Mei langsung menyanyi. Salah satunya lagu Rungkad. Bubuhannya langsung berjoget ria. Awang Bahrin juga jago menyanyi. Banyak lagu-lagunya di Youtube. Termasuk Inna, putri kedua Bu Srie. Mat Milad Bu Srie. Nenek yang sehat dan bahagia selalu.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1616336
    Users Today : 3403
    Users Yesterday : 7733
    This Year : 552846
    Total Users : 1616336
    Total views : 13852660
    Who's Online : 50
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-07