Smart RT, Air dan BBH Mulia

May 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BANYAK yang memuji Universitas Mulia (UM) Balikpapan. Sangat kreatif menebarkan misi mulia. Ini berkaitan dengan acara silaturahmi dan diskusi warga kota yang digelar di Ballroom Cheng Ho, Kampus UM di Jl ZA Maulani 9, Damai Bahagia, Jumat (17/5) lalu.

Temanya memang menarik. “Sinerji dan Peran Masyarakat Membangun Kota Balikpapan yang Bersih, Indah, Aman dan Nyaman (BERIMAN).” Ketika diskusi berlangsung, ada beberapa hal yang menjadi sorotan peserta. Soal krisis air bersih, kemacetan, antrean BBM, IKN dan pemilihan wali kota (Pilwali) Balikpapan, yang tinggal beberapa bulan lagi.

Menjelaskan konsep BERIMAN sejak Wali Kota Asnawi Arbain, Sjarifuddin Yoes, Tjutjup Suparna sampai Imdaad Hamid.

Dari 250-an peserta yang hadir, saya lihat ada 3 bakal calon yang sempat datang. Yaitu drg Sukri Wahid, Ketua Nasdem Balikpapan H Ahmad Basir (HAB) dan Bagus Susetyo, anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra.  Datang juga dr Abdul Hakim, yang pernah mengikuti Pilwali Balikpapan tahun 2011 berpasangan dengan istrinya, Hj Wahidah.

Sayang dari 45 calon terpilih anggota DPRD Balikpapan, tak seorang   pun yang muncul. Padahal ada beberapa hal penting terkuak dalam diskusi, yang menjadi tugas dan masukan bagi anggota Dewan ke depan.

Sahibul hajat, Direktur Eksekutif Yayasan Airlangga Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH yang membawahkan UM sudah ngeser undangan lewat media sosial ke mana-mana. Sejumlah Ketua RT dan LPM berkenan hadir. Termasuk Ketua DPD Asosiasi LPM Balikpapan, Damanhuri. Karena UM juga me-launching SMART RT dan Biro Bantuan Hukum (BBH) Balikpapan.

SMART RT itu adalah aplikasi yang bisa mengomunikasikan pengaduan atau keluhan warga terutama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) melalui ketua RT. Tapi wakil dari Polsek juga berharap bisa terhubung terutama untuk mengakomodir pertanyaan, permohonan atau keluhan warga terkait masalah kamtibmas.

“Semua bisa diakomodir. Command Center-nya ada di kampus UM,” kata Ir Riovan Styx Roring, S.Kom, M.Kom, dosen UM yang mengawal program tersebut. “SMART RT menjadi solusi bagi Ketua RT untuk menampung keluhan warganya berikut mencari jawabannya,” kata Wakil Rektor UM Yusuf Wibisono, SE, MTI.

Para ketua RT yang hadir menyambut baik gagasan Universitas Mulia meluncurkan SMART RT. Karena mereka bisa menampung dan berkomunikasi berbagai keluhan dan saran warga. Sementara Universitas Mulia bisa meneruskan dan mencari jawabnya dari berbagai instansi terkait.

Sementara kehadiran BBH Balikpapan didukung sejumlah lawyer muda dan enerjik. Direkturnya langsung Dr Agung Sakti dan Mestiko sebagai wakil. Sedang Prof Deni Setya Bagus Yuherawan, ahli hukum dari Universitas Trunojoyo, yang juga jadi pembicara dalam diskusi berkenan menjadi ketua Dewan Pembina.

“BBH Balikpapan bisa berfungsi seperti LBH Jakarta, yang bisa membantu, mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat yang memerlukan bantuan hukum,” kata Prof Deni bersemangat.

Saya diminta menjadi moderator dalam diskusi BERIMAN. “Seharusnya Pak Rizal sebagai mantan wali kota yang menjadi pembicara utama, karena mengalami langsung,” kata Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Balikpapan (STIEPAN), Prof Dr Suhartono, mantan komisaris utama Bankaltimtara, yang menjadi salah satu pembicara.

Di forum itu, Suhartono mengungkapkan, meski pertumbuhan ekonomi di Balikpapan cukup bagus,   masih terdapat penduduk miskin pada tahun 2023 sebesar 2,46 persen atau sebanyak 14 ribu orang. Tingkat pengangguran terbukanya 6,9 persen di atas Kaltim yang tercatat 6,77.

Dari aspek kepemilikan rumah, Balikpapan baru mencapai angka 65,36 persen. Itu angka paling rendah dibanding 9 kabupaten/kota se-Kaltim. Yang lain rata-rata sudah di atas 70 sampai 80 persen, kecuali Samarinda tercatat 67,54 persen.

“Ini semua harus menjadi perhatian kita semua, agar Balikpapan benar-benar menjadi kota BERIMAN dan siap menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Suhartono.

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal punya usul baru soal BERIMAN. “Supaya lebih aktif, sebaiknya konsep BERIMAN kita tambah BERAMAL,” katanya serius. Balikpapan juga harus menjadi kota cerdas (smart city), seperti juga yang bakal diwujudkan di IKN.

Dia juga melihat kehadiran IKN di satu pihak menjadi berkah yang memacu pertumbuhan ekonomi di Balikpapan, tapi di sisi lain juga ada hal yang harus diantisipasi seperti masalah ketersediaan air bersih, BBM, kemacetan lalu lintas dan berbagai hal lainnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Prof Juajir Sumardi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Dia juga menyinggung soal kepemilikan dan masalah pertanahan di IKN dari aspek hukum. “Masyarakat harus memahami hal ini,” jelasnya.

Prof Juajir adalah saksi ahli yang didatangkan Peradi, ADRI, Forsiladi dan APTISI Balikpapan dalam gugatan citizen law suit berkaitan dengan kekosongan jabatan wakil wali kota Balikpapan. Dia melihat kekosongan jabatan wawali itu mengarah kepada pelanggaran peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Ada pernyataan seorang ketua RT yang menarik dalam forum diskusi berkaitan dengan Pilwali Balikpapan. “Kita akan pilih wali kota yang bisa memecahkan masalah air, kemacetan, antrean BBM dan gas 3 kg serta sekolah,” ucapnya lepas.

Usul ini hampir sama dengan WA yang dikirim ketua RT kepada saya. Dia menyinggung soal air bersih, penanganan banjir, pembangunan SPBU di luar kota agar tidak macet, perlunya jalan layang di persimpangan Muara Rapak sampai pembangunan gedung SMA/SMK yang linear dengan kelulusan SMP.

Menindaklanjuti masalah kelangkaan air bersih, Universitas Mulia segera menggelar diskusi dengan tema khusus mengatasi keterbatasan air bersih di Balikpapan. “Setelah World Water Forum 2024  yang berlangsung saat ini di Bali, kita akan tindaklanjuti dengan Balikpapan Water Forum,” kata Dr Agung Sakti.

Sampai tahun kemarin, Kota Balikpapan masih mampu mempertahankan predikat kota bersih dengan meraih Adipura Kencana. Akan tetapi kota ini dikalahkan Samarinda sebagai Kota Layak Huni (the most livable city). Dulu tahun 2017, Balikpapan masuk tiga besar. Tapi hasil terakhir survei Ikatan Ahli Perencana (IAP) Indonesia tahun 2022, Samarinda yang masuk 10 besar. Justru Balikpapan terlempar jauh.  “Memang yang menjadi tantangan sekarang, Balikpapan kehilangan kenyamanan,” kata seorang peserta.(*)

“Cerai” di Pilkada Kaltim

May 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TANPA mengurangi penghargaan kepada warga dan relawan, petahana Isran Noor (IN) sudah memastikan menggunakan kendaraan partai pada Pilgub Kaltim 2024. Sebab, sampai batas akhir pendaftaran perseorangan, Minggu (12/5) pukul 00.00, IN tak muncul di KPU.

Sementara Wali Kota Samarinda Andi Harun (AH) terkesan masih “main dua kaki.” Secara resmi dia dan pasangannya Syaparudin sudah  mendaftar lewat jalur perseorangan ke KPU. Tetapi dia juga masih aktif melakukan komunikasi dengan partai. “Jalur partai masih yang utama,” katanya.

Andi Harun dan Syaparudin yang sudah mendaftar perseorangan di KPU.

Syaparudin adalah ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Dia juga wakil ketua PWNU Kaltim. AH memilih dia karena hubungannya sangat dekat. Dia dianggap banyak memberikan pemikiran yang konstruktif untuk kelancaran pelaksanaan pembangunan di Kota Samarinda.

Menurut Ketua KPU Samarinda, Firman Hidayat,  tidak masalah ada calon yang mendaftar di dua jalur, lewat partai dan perseorangan. Tapi pada saatnya nanti harus memilih. Yaitu pada saat KPU akan menetapkan  calon perseorangan.

Relawan IN ada yang kecewa. Karena  sudah 300-an ribu surat dukungan (surduk) terkumpul. Bahkan masih terus dihimpun pada saat ini. Seharusnya IN menempuh pola AH. Untuk antisipasi jika salah satu jalur terhambat.

Mereka khawatir jalur partai tidak lancar atau tidak cukup gara-gara diborong calon lain. Tapi sumber lain menyebutkan IN hampir pasti mendapat kursi Gerindra, Demokrat, PKB dan beberapa lagi. Jumlahnya bisa mencapai lebih 18 kursi dari 7 parpol yang didekati.  “Jadi dipastikan bisa berlayar sampai waktu pendaftaran nanti, akhir Agustus,” begitu katanya.

Badai sepertinya sudah berlalu. Rapat koordinasi (Rakor) DPD Gerindra se-Kaltim, Minggu (12/5) lalu yang dipimpin langsung Andi Harun menunjukkan bahwa legitimasi AH  kembali kukuh. Bahkan dalam Rakor tersebut, 10 DPC Gerindra se-Kaltim sepakat mendukung AH kembali mencalonkan diri dalam Pilwali Samarinda.

Jika menggunakan partai, hampir pasti kursi Gerindra yang paling utama. Pada Pileg 2024, Gerindra merebut 9 kursi di DPRD Samarinda. Jadi sudah cukup memenuhi persyaratan. Apalagi kalau ada partai lain yang bersedia berkoalisi.

Salah satu lawan AH yang hampir pasti maju adalah wakilnya sekarang, Rusmadi Wongso. Mereka sudah pasti “bercerai.” Ketua IKAPAKARTI Kaltim ini akan diusung oleh partainya sendiri, PDIP. Tapi masih harus koalisi, karena kursi PDIP ada 7 dan masih kurang 2.   “Saya Rusmadi Wongso dengan kerendahan hati akan maju ke Pilwali Samarinda. Mohon doa dan dukungannya,” katanya di kantor DPC PDIP Samarinda, Jl Remaja.

Siapa pasangan Rusmadi? Belum terungkap.  Saya lihat mantan ketua Bappeda Kaltim, Zairin Zain yang menjadi lawan AH di Pilkada sebelumnya ternyata mendaftarkan diri di Golkar Samarinda. Tadinya dia lebih mengarah ke Pilbup Kukar. Sekretaris DPRD (Sekwan) Samarinda, Agus Tri Sutanto  juga akan maju sebagai bakal calon wakil wali kota.

AH juga sudah memastikan dia tidak akan terjun ke Pilgub Kaltim. Dengan demikian kursi Gerindra sebanyak 10 di DPRD Kaltim akan diperebutkan oleh IN, Mahyudin, dan Haji Rudy Mas’ud (Harum). Tiga-tiganya punya hubungan erat dengan Prabowo. Jadi siapa yang dapat? Sepertinya tinggal garis tangan. Meski ada yang bilang, IN lebih kuat posisinya.

Kalaulah Harum yang dapat, karena dia sebelumnya ketua Pemenangan Prabowo-Gibran di Kaltim, maka opsi Harum menjadi HARUS (“perkawinan politik” Haji Rudy Mas’ud-Seno Aji) sangat terbuka. Kalau tidak, sekretaris DPD Gerindra dan wakil ketua DPRD Kaltim itu bakal tersisih.

Mahyudin juga memastikan dia maju ke Pilgub Kaltim menggunakan kendaraan partai. “Sudah tak cukup waktu lagi mengumpulkan surduk jika melalui jalur perseorangan,” katanya berterus terang.

Partai mana yang bakal dinaiki wakil ketua DPD RI ini?   Sepertinya dia saat ini sangat intensif berkomunikasi dengan sejumlah partai. Ada yang bilang, salah satu yang hampir pasti adalah PAN. Partai yang dikomandani Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ini, pada Pileg 2024 meraih 4 kursi di DPRD Kaltim.

Masih ada kursi di partai lain, yang bisa direbut. Ada PDIP 9, PKB 6, PKS 4, Nasdem 3, Demokrat dan PPP sama-sama 2 kursi. Siapa yang dapat? Kita lihat situasinya, yang memang sangat dinamis. Keputusan terakhir semua ada di DPP dan tanda tangan ketua umumnya.

TIGA TAHUN JOMBLO

Selain di Samarinda, “perceraian politik” juga terjadi di Bontang. Wali Kota Bontang Basri Rase juga berpisah dengan wakilnya, Hj Najirah, istri almarhum Adi Darma,  wali Kota Bontang periode 2011-2016.

Hj Najirah yang mendaftar lewat PDIP di Pilwali Bontang.

Mereka berpisah di ujung jalan. Hubungan sebelumnya cukup baik. Tiba-tiba Basri Rase, yang sebelumnya kader PKB memutuskan maju lewat jalur perseorangan. Sedangkan Najirah tetap melalui partainya, PDIP.

“Saya sudah mendapat restu dari Pak Jenderal (Safaruddin). Beliau mendorong saya untuk maju sebagai bacalon wali Kota Bontang dari PDIP. Soal wakil masih dicari, yang setia dan punya partai,” katanya bersemangat.

Sementara di luar dugaan, Basri Rase bersama pasangan barunya, Chusnul Dhihin dinyatakan KPU Bontang tidak memenuhi syarat (TMS) maju lewat jalur perseorangan karena terlambat mengunggah Model B.1-KWK-Perseorangan  di Sistem Informasi Pencalonan (Silon). “Ya mereka terlambat memenuhi batas waktu submit di Silon,” kata Ketua KPU Bontang, Muzarroby Renfly.

Basri Rase dan Chusnul Dhihin yang terganjal di perseorangan.

Tidak ada pilihan lain, Basri harus kembali ke jalur partai. Tapi sepertinya tidak gampang Basri kembali ke partainya, PKB. Saat dia menyatakan memilih jalur perseorangan, Basri sempat berujar: “Alamak, ketua DPC itu apa sih? Partai itu butuh figur. Jangankan PKB, Hanura saja saya tinggalkan. Partai yang saya besarkan.”

Yang tak mungkin cerai atau bertahan dengan pasangannya adalah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM). Soalnya petahana yang satu ini, sampai sekarang belum memiliki wakil. Sekitar dua minggu lagi genap 3 tahun “hidup menjomblo” sebagai wali kota. Siapa calon wakilnya untuk Pilwali 2024? Ada beberapa nama beredar di antaranya Ketua DPRD Abdulloh dan Sekretaris Kota (Sekkot) Muhaimin.

Belakangan ada nama mantan wakil wali kota Heru Bambang juga disebut-sebut. Heru memang sering bersama-sama RM, setidaknya sebagai mentor politik.

Lawan RM sejauh ini  belum jelas. Sebagian besar sudah mendaftar di Partai Nasdem yang memiliki 7 kursi di DPRD Balikpapan dan partai lain di antaranya Gerindra 6 dan PDIP dengan 4 kursi. Di situ ada nama M Sa’bani (mantan Sekprov Kaltim), drg Sukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan), Ahmad Basir (Ketua Nasdem Balikpapan), Yaser Arafat (Ketua Kadin Balikpapan), Syaima Alaydrus (Putri Bupati Kota Baru) dan Bagus Susetyo (anggota DPRD Kaltim dari Gerindra) serta Sabaruddin Panrecalle (anggota DPRD Balikpapan dari Gerindra).

Peta pertarungan Pilbup di Penajam Paser Utara (PPU) juga seru. Andi Harahap, mantan bupati PPU dari Golkar punya lawan-lawan berat. Selain ada Hamdam Pongrewa (mantan bupati terakhir) yang kabarnya akan berpasangan dengan Ahmad Basir (ketua Nasdem Balikpapan), ada pendatang baru Mudiyat Noor dari Nasdem Kaltim, yang sekarang cukup agresif sosialisasi.

Isu Pj Bupati Makmur Marbun akan maju juga terus menyeruak. “Sepertinya begitu, gaya dan aktivitasnya mengarah ke sana,” kata seorang staf Pemkab PPU. Apalagi Marbun bulan September nanti sudah memasuki masa pensiun. Ada yang bilang dia akan berpasangan dengan keluarga Bani Mas’ud. Bisa jadi Siti Aisyah Mas’ud meneruskan saudaranya, Abdul Gafur Mas’ud yang terganjal KPK.

Ada kabar tak enak bagi Bupati Kukar Edi Damansyah. Dari Rapat Kerja Komisi III DPR RI bersama Kemendagri dan KPU, Kamis (16/5) lalu, memberi isyarat bahwa Edi sudah dihitung dua periode menjadi bupati Kukar, sehingga tidak bisa mencalonkan diri lagi. Periode pertama Edi memang menggantikan Rita Widyasari yang terkena kasus hukum.

Jika Edi terganjal, maka peta Pilbup Kukar makin seru. PDIP yang menang di Kukar pasti akan menyorong wakil bupati sekarang,  Rendi Solihin. Sementara ada lawan beratnya adalah Dendi Suryadi, putra Kutai mantan Danrem 091/ASN. Jenderal bintang satu ini dari hasil survei Jaringan Jurnalis Indonesia (JJI) berada di urutan teratas. Kita juga menunggu apakah Hasanuddin Mas’ud (HAMAS), ketua Golkar Kukar, yang juga ketua DPRD Kaltim jadi maju ke Pilbup Kukar. Sekali ini benar-benar diuji keberanian “Raja” Mas’ud bertarung di Kota Raja. Biar mandi dicarangi etam hanya kerongo belaka.(*)

Novotel  Raih Cuan IKN

May 17, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MINGGU lalu saya bertemu Pak Harianto Solichin. Dia komisaris utama (Komut) PT Grand Balikpapan. Perusahaan yang mengelola Hotel Novotel dan Ibis Balikpapan. Seperti biasa, dia tetap ramah dan mengajak saya ikut makan siang bersama tamunya. Dia didampingi putranya, William berpredikat dokter. “Tapi ini dokter yang tidak dokter,” katanya bercanda.

Harianto datang ke Balikpapan dengan beberapa rencana bisnis. Ada menjajaki kemungkinan pengambilalihan salah satu hotel dan juga pengembangan bisnis di wilayah Ibu Kota  Nusantara (IKN), Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Dia tidak menjelaskan secara rinci hotel mana yang mendapat perhatiannya. Memang ada beberapa hotel di Balikpapan yang macet terutama akibat dampak Covid-19. Di antaranya Hotel Bahtera, Hotel Nuansa Indah, Hotel Dusit atau Le Grandeur dan beberapa lagi lainnya.

Kemegahan Novotel Balikpapan di Jl Brigjen Ery Supardjan, No 2, Klandasan Ulu, Balikpapan Kota

Belakangan ini bisnis hotel jadi seksi lagi di kota ini. “Ya setelah 16 tahun lebih mengelola Novotel di sini, baru sekarang terasa cuannya,” kata Pak Harianto dengan wajah cerah. Ini tidak terlepas dengan kehadiran dua proyek besar. Yaitu perluasan kilang Pertamina (RDMP) dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menjelang peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI  tanggal 17 Agustus 2024 di IKN, hampir semua kamar hotel di Balikpapan dan Samarinda sudah habis dipesan. Mungkin baru pertama kali hotel di Kaltim okupansinya mencapai 100 persen lebih.

Novotel Balikpapan adalah hotel  berbintang empat. Hotel ini di bawah payung Accor dan resmi dibuka tanggal 11 Mei 2007. Waktu itu saya masih wakil wali kota. Wali kotanya  Pak Imdaad Hamid.

Accor adalah grup hotel internasional berpusat di Prancis. Hotel pertamanya di kota Lille berdiri pada tahun 1967 dengan merek Novotel. Hingga tahun 2022 Novotel memiliki 564  hotel dan resor di 60 negara termasuk di Balikpapan. Selain Novotel, ada Mercure, dan Ibis.

Novotel Balikpapan dibangun di atas lahan Pemerintah Kota Balikpapan dengan investasi sekitar Rp200 miliar.  Dulunya di situ berdiri Hotel Balikpapan. Hotel tua berlantai satu.  Setelah kerjasama dengan PT Grand Balikpapan, bangunan yang ada diruntuhkan. Lalu berdiri bangunan baru, hotel berlantai 9 dengan nama Novotel Hotels & Resorts Balikpapan.

Kontrak kerjasamanya selama 30 tahun dengan sistem BOT (Built, Operate, and Transfer). Perjanjian bangun, guna dan serah. Ini pola pemanfaatan barang milik negara/daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali ke pemerintah.

Presiden Jokowi bersama tim manajemen Novotel Balikpapan sebelum ke IKN.

Novotel Balikpapan memiliki 198 kamar dengan 7 tipe.  Mulai superior, deluxe, bisnis suite,  executive suite sampai president suite. Kamar paling lebar dan terbaik itu, sering dipergunakan oleh berbagai tokoh dan pejabat termasuk Presiden Jokowi, yang sering ke Balikpapan dalam rangka memantau dan melakukan groundbreaking berbagai proyek dan investasi di IKN.

Novotel memiliki ruang pertemuan yang lebar. Namanya Borneo Ballroom berukuran 960 meter persegi. Dapat  menampung tamu sekitar 1.200 orang. Bisa disekat menjadi 4. Sering dipergunakan untuk berbagai pertemuan, mulai resepsi pernikahan, konser sampai rapat-rapat berskala nasional dan internasional.

Masih ada lagi 6 ruang pertemuan atau ruang rapat dengan ukuran terbatas. Yaitu ruang  Bekapai, Bengkirai, Damar, Kariangau, Meranti dan Ulin. Itu sebagian nama-nama pohon yang ada di hutan tropika basah Kaltim.

Menurut Senior Sales Manager Randa Noah Bramiko, seperti hotel lainnya, Novotel juga mengalami kondisi sangat berat ketika menghadapi wabah Covid-19. Syukur sekarang sudah bisa dilewati. “Sekarang kami lagi mempersiapkan tamu-tamu pertemuan wali kota se-Indonesia (APEKSI) dan peringatan HUT Kemerdekaan di IKN. Semua kamar sudah sold out,” katanya dengan wajah cerah.

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) diselenggarakan di Kota Balikpapan, 1-6 Juni 2024. Seluruh wali kota se-Indonesia akan hadir bersama istri dan kepala dinas terkait. Ketua APEKSI sekarang adalah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggantikan Wali Kota Bogor Bima Arya.

ADA HOTEL IBIS

Novotel Balikpapan belakangan didampingi “adiknya” hotel Ibis. Hotel itu dibangun di sampingnya pada tahun 2011 dengan investasi sekitar Rp65 miliar. Hotel berbintang tiga berlantai 6 dengan kapasitas 55 kamar itu, diresmikan tanggal 20 Mei 2012 bertepatan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Saya yang mendapat kehormatan meresmikan hotel tersebut, dalam kedudukan sebagai Wali Kota Balikpapan.

Saat itu masih ada Pak Gafur Chalik, President Director PT Grand Balikpapan. Dia jenderal Angkatan Laut.  Beliau sudah berpulang. Orangnya sangat baik dan akrab. Itu yang saya kenang.

Selain Pak Gafur, ada Farhat Brachma sebagai komisaris. Waktu itu dia masih berstatus menantu Pak Imdaad. Pak Gafur suka sekali mendengar kalau Farhat bernyanyi. Maklum suaranya bagus dan merdu. Farhat sekarang menjadi Tim Ahli Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin.

Hotel Ibis saat ini  juga menjadi hotel transit bagi crew dan pramugari pesawat Lion Air. Dulu di Novotel juga sempat menjadi markasnya crew dan pramugari Garuda.

Bulai Mei 2024 ini, adalah ulang tahun ke-17 Novotel Balikpapan dan ultah ke-12 Ibis. Temanya menarik. “To Infinity and Beyond.” Ada acara yang melibatkan karyawan di antaranya skrining kesehatan, Nobis-Idol dan Zumba Party.

Usia ke-17 bagi manusia adalah usia bersejarah. Fase sweet seventeen. Penuh  keindahan. Ini transisi dari remaja menuju dewasa. Sepertinya Novotel Balikpapan masuk dalam suasana itu. Kebahagiaan sebuah hotel kalau kamarnya terisi penuh. Itu dialami Novotel. Kata Pak Harianto,  sekarang lagi bagus cuannya. Siapa yang menyangka jika ingat 17 tahun silam.

Menurut General Manager Novotel, Sigit Budiarso, manajemen berusaha meningkatkan pelayanan. Biar tamu semakin puas.  Jumat (17/5) malam yang berkah, mereka mengundang makan malam Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, Wali Kota Rahmad Mas’ud bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Nanang Avianto, M.Si serta anggota Forkopimda lainnya dalam acara syukuran.

Novotel juga mengundang Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin. “Saya sudah bertemu langsung dengan Sultan di Tenggarong menyampaikan undangannya. Insyaallah beliau berkenan hadir,” kata Sigit.

Pada acara ultah atau Kaseh Selamat Sultan ke-73, Sigit datang ke Istana Sultan di kompleks Museum Tenggarong. Dia menyampaikan kue ultah. Sultan sangat senang. Ada hotel yang sangat menghargai eksistensi Sultan. Saya juga kebetulan ada di sana. Malah dapat kopiah adat. Saya bilang ke Pak Sigit, sesekali tampilkan seni budaya adat Keraton Kutai di Novotel. Biar dapat berkah, kamarnya penuh terus. Ini termasuk hotel etam jua.(*)

IKN, Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keberlanjutan

May 16, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal menyerahkan plakat kepada Rektor STIEPAN Prof Suhartono setelah penandatanganan kerjasama.

EKONOMI Berkelanjutan, Ketahanan Pangan, Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Indonesia Emas 2045 jadi topik yang menarik dibahas. Maklum ini menyangkut arah dan nasib bangsa Indonesia ke depan. Karena itu, tema ini diangkat dalam seminar yang digagas Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Balikpapan (PKPE FEB Uniba) dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Balikpapan.

Seminar berlangsung di Kampus Uniba, Jl Pupuk Raya, Gunung Bahagia, Rabu (15/5). Tema lengkapnya: “Peran Ekonomi Berkelanjutan sebagai Wujud Ketahanan Pangan di IKN Menuju Indonesia Emas.” Pesertanya akademisi, mahasiswa, dan anggota ISEI. Sekitar 150 orang yang hadir.

Dekan FEB Uniba Dr Tamzil Yusuf yang membuka acara. Dia bilang, pembangunan IKN yang persis rampung pada saat kita memasuki era Indonesia Emas 2045 perlu memerhatikan berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pertanian. Karena ini berkaitan dengan masalah ketahanan pangan dan lapangan kerja. Juga berkaitan dengan penerapan konsep ekonomi berkelanjutan.

Sebagai keynote speaker, Ketua Yayasan Uniba Dr Rendi Susiswo Ismail dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI), Robi Ariadi. Pembicaranya Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Prof Eko Ganis Sukaharsono dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wali Kota Balikpapan dan Adam Dustin dari Hipmi. Sebagai ketua ISEI Balikpapan, saya juga didaulat berbicara.

Prof Eko Ganis adalah ahli akuntansi berkelanjutan yang dia sebut sebagai Economic Balance (EB). “Beliau dosen saya,” kata Adam Dustin, yang ternyata alumnus UB.

Adam yang saat ini kandidat kuat ketua Hipmi Balikpapan adalah pengusaha muda lokal yang mendapat kepercayaan ikut berkiprah di IKN. Dia bergerak di bidang event organizer (EO) atau perencana acara. “IKN memberi peluang kepada pengusaha muda lokal berkembang. Kita juga menyaksikan konsep pembangunan ibu kota negara berkonsep lingkungan,” ujarnya.

Akuntansi berkelanjutan adalah paradigma baru dalam bidang akuntansi, yang berkaitan dengan kebijakan untuk memasukkan elemen biaya lingkungan ke dalam praktik akuntansi perusahaan atau lembaga pemerintah.  Biaya lingkungan adalah suatu implikasi yang timbul dari sisi keuangan maupun non-keuangan.

Menurut Prof Ganis, pembangunan ekonomi berbasis akuntansi berkelanjutan harus dapat menunjukkan penggunaan sumber daya alam yang dapat diperbarui dengan cara tidak menguranginya dan merusaknya atau juga tidak mengurangi fungsinya untuk kemanfaatan dan kepentingan generasi masa yang akan datang.

Dia mengungkapkan ada 5P yang terkait  konsep EB. Yaitu, Planet, Prophet, Profit, People dan Pheno-Technology. “Itu artinya kemampuan pembangunan EB dalam relasi aktivitasnya harus ramah lingkungan, akselerasi ekonomi, mendayagunakan teknologi dan sadar berketuhanan,” tandas Prof Ganis.

Rektor Uniba Dr Isradi, yang rajin memantau perkembangan pembangunan IKN meyakini IKN memang mewujudkan konsep smart forest city. “Jadi tidak benar kalau IKN merusak lingkungan, justru sebaliknya IKN membangun dan memulihkan lingkungan,” tegasnya.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi mengakui kehadiran pembangunan IKN memang memacu pertumbuhan ekonomi di Kaltim termasuk Balikpapan. Dia juga mengingatkan pentingnya ketahanan pangan di IKN dan daerah sekitarnya agar tidak berkontribusi terhadap kenaikan inflasi.

JANGAN IKN SAJA

Menurut saya, masalah ketahanan pangan tidak saja penting untuk IKN, tetapi juga bagi Kaltim sebagai daerah penyangga, yang selama ini kebutuhan pangannya sebagian besar dipasok dari Kalsel, Sulsel, Sulbar, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Karena itu mata rantai pasokan harus terus dijaga dan ditingkatkan. Sejauh ini Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kaltim masih di atas nasional. Bahkan Balikpapan nomor dua setelah Denpasar. Tapi ada 3 daerah yang masih rawan, yaitu Kabupaten Mahulu, Kutim, dan Kubar.

Penduduk IKN di tahun 2045 diperkirakan mencapai 1,9 juta orang. Sementara penduduk Kaltim diprediksi mencapai 5 juta orang. Ke depan, Kaltim yang mempunyai lahan yang cukup luas bisa dikembangkan menjadi daerah yang punya kemandirian pangan yang cukup tinggi. Di antaranya mengembangkan food estate atau pertanian modern dengan teknologi canggih.

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Dr Myrna A Safitri pernah mengungkapkan, food estate dan urban farming juga menjadi pilihan dalam mengembangkan strategi ketahanan pangan di IKN.

Menurut Myrna, saat ini di kawasan sekitar IKN tersedia 24,7 hektare lahan pertanian. Akan diperluas menjadi 25.600 hektare atau 10 persen dari luas IKN. “Kita akan menerapkan kebijakan perlindungan terhadap lahan pertanian pangan berkelanjutan,” jelasnya.

Saya setuju dengan gagasan Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengembangkan program Petani Muda Milenial, sehingga tumbuh kader-kader petani modern di daerah ini. Kaltim tidak bisa terus menerus mengandalkan dari hasil tambang, tetapi juga bisa dari bisnis pertanian.

Di tengah-tengah acara seminar, Uniba juga menandatangani kerjasama (MOU) dengan beberapa perguruan tinggi lainnya. Di antaranya dengan STIEPAN, Untag dan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda. “Kita perlu merapatkan barisan, saling mendukung dan menguatkan karena kita akan bersaing dengan berbagai perguruan tinggi besar yang buka di IKN,” kata Rendi Ismail. Hal yang sama juga ditegaskan Rektor Widya Gama Prof Dr Husaini Usman.

Rendi juga mendorong Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan diperkuat dan  menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di IKN. Uniba juga tengah berjuang mendirikan Fakultas Kedokteran. “Perjuangan dan syaratnya sangat berat,” katanya mengeluh. Padahal ini untuk kepentingan Kaltim dan IKN.(*)

Strerilisasi Retort. Amankah Untuk Pangan

May 16, 2024 by  
Filed under Opini

Oleh : Khansa Fitria Latifa Hidayat

Mahasiswa PS Ilmu Pangan, Pascasarjana IPB

Kontaminasi makanan oleh mikroorganisme merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, di mana jamur menyebabkan kerusakan dan penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh bakteri (Clark et al., 2014).

Spora, seperti yang berasal dari Clostridium thermosaccolyaticum, Bacillus spp. dan Clostridium botulinum, juga dapat menimbulkan risiko kesehatan karena mereka sering kali sangat tahan panas dan tumbuh subur di bawah kondisi anaerobik (Awuah, Ramaswamy, & Economides, 2007).

Penyakit bawaan makanan mempengaruhi miliaran orang setiap tahun dan memberikan beban yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat secara global (Seboka et al., 2023). Untuk mencegah hal ini, sangat penting untuk menerapkan prosedur seperti sterilisasi dan pasteurisasi untuk menjamin keamanan pangan.

Lalu, apa itu sterilisasi retort?

Sterilisasi retort adalah proses sterilisasi produk pangan menggunakan kombinasi uap panas dan tekanan tinggi dalam waktu tertentu. Proses ini mampu membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit.

 

Bagaimana sterilisasi retort ini dapat bekerja?

Tahap pertama, CUT (waktu pemanasan), adalah waktu yang diperlukan untuk media pemanas aliran tinggi untuk mencapai suhu retort 240-250° F (sekitar 115-121° C) dan tekanan yang diperlukan 15-20 psi (sekitar 1-1,4 bar) di atas tekanan atmosfer.

Dalam tahap kedua, P (tahap penahanan atau pemasakan), retort mempertahankan suhu dan tekanan untuk menjamin kematian; ini bervariasi tergantung pada mikroorganisme target atau kontaminasi mikroba yang diantisipasi.

Pada tahap ketiga, CDT (waktu turun), air pendingin ditambahkan untuk melanjutkan penurunan suhu. Proses panas yang berlebihan pada makanan dapat dihindari dengan mendinginkannya, yang juga mencegah perkembangan mikroorganisme termofilik. Namun, proses pendinginan dapat menyebabkan kantong retort pecah. Hal ini dapat dihindari dengan menerapkan udara bertekanan berlebih selama prosedur pendinginan, yang membantu menjaga integritas kemasan dan menghindari deformasi wadah (Mosna & Vignali, 2015).

 

Apa saja keunggulan dari sterilisasi retort?

  • Efektivitas tinggi: Sterilisasi retort mampu membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit sehingga memastikan keamanan produk pangan dan melindungi kesehatan konsumen.
  • Keamanan dan kepatuhan regulasi: Sterilisasi retort memenuhi standar keamanan pangan internasional, seperti yang ditetapkan oleh FDA (Food and Drug Administration) dan badan pengawas lainnya. Ini memastikan produk yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi.
  • Masa simpan produk lebih lama:Produk yang disterilkan retort memiliki umur simpan yang lebih panjang dibandingkan dengan produk yang tidak disterilkan. Hal ini karena sterilisasi retort mampu membunuh mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan dan pembusukan.
  • Menjaga rasa, tekstur, dan warna produk:Sterilisasi retort membantu menjaga rasa, tekstur, dan warna produk pangan, sehingga konsumen dapat menikmati produk dengan rasa yang lezat dan tekstur yang asli .

Contoh Produk Pangan yang Disterilkan dengan Retort:

  • Susu dan Olahan Susu: Susu segar, susu UHT, yogurt, dan keju.
  • Minuman: Jus buah, minuman ringan, dan teh.
  • Produk Daging: Daging sapi, ayam, dan ikan kalengan.
  • Sayuran dan Buah-buahan: Sayuran dan buah-buahan kalengan, seperti jagung, kacang polong, dan buah persik.
  • Saus dan Bumbu: Saus tomat, saus sambal, dan bumbu lainnya.
  • Makanan Siap Saji: Nasi siap saji dan pasta dengan saus, nasi goreng, mie goreng, berbagai jenis kari, bubur dan sereal dalam kemasan pouch.
  • Makanan bayi: Puree buah dan sayuran, makanan bayi dalam bentuk cair atau semi-padat.
  • Makanan Hewani: Pakan ternak, seperti ayam dan sapi.

Bagaimana dengan atribut kualitas dari pangan tersebut?

Namun, perlu digaris bawahi terdapat beberapa metode pemanasan retort yaitu, pemanasan uap langsung, perendaman dalam air, pemanasan uap dan udara, dan semprotan air. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada jenis produk, jenis kemasan, dan hasil yang diinginkan. Pemilihan metode yang tepat sangat penting untuk memastikan sterilisasi yang efektif tanpa merusak kualitas produk.

Berbagai penelitian telah membandingkan metode pemanasan yang berbeda untuk menentukan pengaruhnya terhadap waktu pemrosesan dan perilaku pemanasan produk (Zhu et al., 2022). Sebagai contoh pada penelitianYu et al.(2023)memproses ketiga sayuran yaitu lobak, wortel dan kentangmenggunakan saturated steamatau uap jenuh dalam retort dan membandingkan pengaruh berbagai retort target suhu (120–150 °C) dan waktu penahanan (1–7 menit) untuk karakteristik penetrasi panas dari sayuran yang berbeda (lobak, wortel, kentang). Selanjutnya, penelitian ini menganalisis atribut kualitas produk nabati dibandingkan dengan pertimbangan panas analisis penetrasi untuk menyediakan pemrosesan retort yang sesuai kondisi untuk produk Home Meal Replacement (HMR) berbasis sayuran. Studi ini menunjukkan bahwa pada lobak mengindikasi laju pemanasan tertinggi di antara sayuran yang diuji. Nilai L* menurun sebagai fungsi dari peningkatan suhu dan waktu penahanan, menunjukkan berkurangnya keputihan. Pada wortel Kekerasan menurun secara signifikan dengan meningkatnya suhu danwaktu penahanan. Nilai a* yang berkurang, mengindikasikanpenggelapan. Sedangkan pada kentang, kekerasan dan pencoklatan meningkat dengan suhu dan waktu penahanan. Dengan demikian, suhu retort harus dikontrol dengan tepat untuk produk nabati yang berbeda berdasarkan karakteristik penetrasi panas spesifiknya.

Daftar Pustaka

Awuah, G., Ramaswamy, H. S., & Economides, A. (2007). Thermal processing and quality: Principles and overview. Chemical Engineeringand Processing: Process Intensification, 46(6), 584–602.

Clark, S., Jung, S., & Lamsal, B. (2014). Food processing: Principles and applications. John Wiley & Sons.

Seboka, B. T., Negashe, M., Yehualashet, D. E., Kassawe, C., Namaro,M., & Yigeremu, M. (2023). Health literacy and health informationsources in relation to foodborne and waterborne diseases amongadults in Gedeo zone, Southern Ethiopia, 2022: A communitybased cross-sectional study. Heliyon, 9(5), e15856. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15856

Mosna, D., & Vignali, G. (2015). Three-dimensional CFD simulation ofa “steam water spray” retort process for food vegetable products.International Journal of Food Engineering, 11(6), 715–729

Yu SS, Ahn HS, Park SH. 2023. Heat penetration and quality analysis of retort processed vegetables for home meal replacement foods. Food Sci Biotechnol. 32(8):1057–1065. doi:10.1007/s10068-023-01247-8.

Zhu, S., Li, B., & Chen, G. (2022). Improving prediction of temperature
profiles of packaged food during retort processing. Journal of Food
Engineering
, 313, 110758

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1600779
    Users Today : 399
    Users Yesterday : 7365
    This Year : 537289
    Total Users : 1600779
    Total views : 13768047
    Who's Online : 91
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-05