Ibu Syaima Juga Maju

July 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENGHADAPI Pilkada Serentak 2024, Bupati Kotabaru, Kalsel, H Sayed Jafar Al-Idrus, SH punya tugas berat. Dia harus membagi perhatiannya di dua daerah. Soalnya, sang istri, Hj Fatma Idiana akan maju di Pilbup Kotabaru dan putrinya, Syaima Alaydrus didorong mengikuti kontestasi Pilwali Balikpapan.

Seperti kita ketahui, Sayed Jafar adalah tokoh kelahiran Kotabaru yang saat ini menjadi bupati. Tapi sampai sekarang dia juga masih tinggal di Kampung Baru, Balikpapan. Jadi dia seakan punya “dua tanah air.” Di Kotabaru dan Balikpapan.

Meski dia menjadi ketua DPC Golkar, Sayed Jafar mempersilakan istrinya menggunakan dua jalur pendaftaran. Bisa lewat partai, bisa juga lewat jalur perseorangan atau independen. Keduanya dia tempuh.

Berpasangan dengan Sekda Kotabaru, Said Akhmad Assegaf, Fatma Idiana sudah dinyatakan KPU Kotabaru lolos dalam verifikasi faktual, sehingga bisa mendaftarkan diri pada 27-29 Agustus mendatang. Selain mereka, juga ada pasangan Iqbal Yudiannoor-Surya Wahyudi.

Hj Fatma dalam acara Beach Enduro Race Hayau Barait 9.

“Saya siap melanjutkan tugas dan program yang sudah dirintis Bapak. Kita akan bawa Kotabaru semakin jaya, maju, dan sejahtera,” kata Hj Idiana, yang saat ini masih menjabat sebagai ketua Tim Penggerak PKK.

Seperti  suaminya, Hj Idiana juga kelahiran Kotabaru, 10 Juli 1974. Dikaruniai dua buah hati yang cantik, Syarifah Syaima Alaydrus dan Syarifah Nur Azizah Alaydrus (Jeje). Kesibukannya sehari-hari selain menjalankan tugas PKK, juga bergerak di bidang usaha. Hobinya menarik juga, suka nonton film.

Sejauh ini Pilbup Kotabaru bakal diramaikan setidaknya 4 pasang calon. Ada dua bacalon dari jalur partai, yaitu pasangan Muh Rusli-Syairi Mukhlis dan Risdianto Haleng-Habib Azhar Al Khirid.

Syairi yang mendampingi Rusli adalah ketua DPRD setempat. “Saya asli putra daerah daratan Kotabaru yang ingin membangun serta menyejahterakan masyarakat Kotabaru,” katanya bersemangat. Sedang H Rusli berpengalaman lebih 30 tahun di pemerintahan di Kotabaru dan Tanah Bumbu.

Risdianto Haleng adalah anggota Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalsel dari partai PKB. “Saya dan Habib Azhar siap mengikuti kontestasi Pilbup Kotabaru 2024,” katanya.

Keempat pasangan bacalon Pilbup Kotabaru itu sudah mulai melakukan sosialisasi. Baliho mereka  saya lihat sudah terpasang di beberapa sudut kota. Tantangan mereka medan yang luas. Maklum wilayah Kotabaru sangat luas dan terbagi di beberapa pulau.

Sayed Jafar mengungkapkan, dia menginginkan Pilbup Kotabaru berjalan lancar dan demokratis. Meskipun istrinya maju sebagai kontestan, dia tak punya keinginan memborong partai sehingga calon lain tak kebagian kursi. “Saya tak punya niat menciptakan kotak kosong,” jelasnya.

Dia mempersilakan calon lain ikut Pilbup Kotabaru. Mau partai apa, tak ada yang mengganggu. “Silakan tak ada yang menghalangi,” katanya sangat terbuka.

KPU Kotabaru sudah menggelar acara peluncuran pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotabaru, 15 Juni lalu. Penyanyi berdarah Banjar, Ian Kasela didatangkan. Ada tarian “Merajut Gemilang” dari sanggar tari Pusaka Saijaan binaan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kotabaru ditampilkan.

Seperti Pileg dan Pilpres yang sudah berlangsung, Bupati Sayed Jafar juga berharap Pilbup Kotabaru berlangsung lancar dan sukses. “Gunakan hak pilih kita, soal berbeda pilihan tidak masalah, itu memang yang namanya demokrasi,” tandasnya.

Saya sempat bersama-sama Hj Fatma Idiana ketika menyerahkan piala dan hadiah kepada pemenang Beach Enduro Race Hayau Barait 9 di Sirkuit SJA TBK, Pantai Gedambaan. “Kita siap mengabdi untuk kepentingan masyarakat Kotabaru, seperti yang dilakukan Bapak selama ini,” katanya penuh semangat.

Seorang warga Kotabaru bilang kepada saya. “Kepemimpinan Ibu tak kalah hebat dengan Pak Sayed Jafar. Jadi kami siap mendukung Ibu untuk meneruskan jabatan bupati Kotabaru periode 2024-2029,” katanya dengan wajah meyakinkan.

Bersama Said Akhmad Assegaf, mereka mengusung tagline: “Membangun dengan Amanah, Jaya bersama Ummat.” Sangat religius dan berpandangan maju. Maklum keduanya sudah sangat akrab menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan.

TETAP BERJUANG

Syaima sendiri di Balikpapan masih terus berusaha berjuang mendapatkan partai pengusung dan pasangan yang tepat. Ini hari-hari krusial apakah dia bisa ikut berkontestasi di Pilwali Balikpapan 2024. Apalagi sudah bertiup kabar kemungkinan petahana melawan kotak kosong (KK).

Sayed Jafar berharap putrinya bisa memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan kota Balikpapan ke depan. Dia merasa berutang budi dengan kota ini, karena kehidupannya dia bangun ketika tinggal di Kampung Baru.

Dia pernah menjadi wakil ketua Kadin dan anggota Hiswana Migas Balikpapan. Bisnis utamanya sejak dulu adalah berdagang minyak. Sekarang ini dia memiliki puluhan SPBU di Kotabaru.

Syaima lahir di Balikpapan, 4 Maret 1988.  Meski masih muda, dia dipercaya Sayed Jafar memimpin perusahaan keluarga yang bergerak di bidang galangan kapal di Balikpapan. Namanya PT Galangan Benua Raya dan PT Anggrek Jaya Saripuspita. “Saya bersyukur mewarisi bakat bisnis dan politik dari Ayah dan Ibu,” kata alumnus Fakulas Ekonomi Universitas Balikpapan ini.

Setelah NasDem lepas, partai yang lagi membuka ruang buat Syaima adalah PDIP Perjuangan. Beberapa hari lalu dia mengikuti kegiatan reses yang dilaksanakan Safaruddin, anggota DPR RI, yang juga ketua DPD PDIP Kaltim.

Dia berharap mendapat pasangan yang bisa melengkapi kursi partai sehingga bisa mendaftarkan diri ke KPU sebagai pasangan calon tetap pada 27-29 Agustus mendatang. Sekaligus untuk mendukung terjadinya pesta demokrasi yang sehat di Kota Beriman dengan kehadiran beberapa pasang calon.

Pilwali Balikpapan memang terancam memasuki KK Jilid II. Beberapa partai yang punya kursi signifikan sudah bergabung ke petahana. Di antaranya NasDem dengan 7 kursi dan Gerindra 6. Ada kemungkinan juga PKB, PPP, PKS dan Demokrat.

Kalau ini terjadi, maka Rahmad Mas’ud (RM) bisa membuat dua rekor. Wali kota tanpa ada wakil sepanjang periode pertama (2021-2025 jika juga tak diisi) dan mampu menciptakan Pilwali lawan kotak kosong sampai dua kali.(*)

Kotabaru Gunungnya Bamega

July 19, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEKAN lalu saya berkunjung ke Kotabaru, Kalsel. Sudah lama saya diundang bupatinya, H Sayed Jafar Al-Idrus, SH tapi baru beberapa hari lalu bisa datang. Kebetulan Sayed Jafar, meski asli orang Kotabaru,  dia lama tinggal di Kampung Baru, Balikpapan Barat. Bahkan sampai sekarang. Usahanya juga bermula dari berdagang minyak di Balikpapan.

Saya datang bersama teman saya, Zaenal Abidin. Dari Balikpapan terbang ke Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin. Lalu jalan darat menuju pelabuhan feri. Nyeberang 30 menit, sampailah ke Kotabaru.

Feri itu milik pribadi Bupati. Sepeda motor dan penumpangnya gratis. Masyarakat senang karena mereka tak perlu membayar . Beda dengan feri lain, yang semuanya ditarik pungutan.

Saya kaget Kotabaru sangat menarik. Alamnya cukup indah. Diapit oleh teluk dan gunung, yang memanjang dan masih perawan. Pantas ada lagu “Kota Baru Gunungnya Bamega.” Judul aslinya “Paris Barantai” dikarang penggubah lagu Banjar, Anang Ardiansyah pada 1960-an.


Keindahan air mancur menari di Taman Siring Laut.

Gunung bamega itu adalah gunung yang mendung atau berawan. Itu suasana yang terlihat di Gunung Sebatung di Kotabaru. Saya suka sekali melihatnya. Karena masih hijau dan sebagian besar ditetapkan sebagai kawasan cagar alam

Saya bilang kepada Bupati Sayed Jafar kehijauan dan keperawanan Gunung Bamega berikut lautnya yang bersih bisa dimasukkan dalam program trade carbon atau perdagangan karbon seperti dilakukan di Kaltim. “Kotabaru bisa mendapatkan dana karbon dari Bank Dunia atau bisa juga dijual ke pasar bebas,” kata saya.

Dana karbon (carbon fund) adalah pembayaran insentif kepada negara-negara berkembang yang telah berupaya dalam program REDD+ (Reducing Emission from Deforestation and Degradation) atau reduksi emisi dari deforestasi dan degradasi Hutan dan lahan gambut.

Kotabaru ya artinya kota yang baru. Sebuah pulau berada di bagian luar wilayah Kalsel dengan luas 9.442,46 km2. Lebih 9 kali  luasnya dibanding Balikpapan. Berbatasan dengan Sulsel dan Sulbar. Makanya di sini banyak tinggal warga berdarah Sulawesi. Mereka tinggal di wilayah 20 kecamatan dan 195 kelurahan/desa.

Jumlah penduduknya per 31 Desember 2023 sebanyak 329.641 jiwa.  Mereka ada yang berbicara dengan aksen Bugis, ada juga Banjar.  Konon, La Ode yang berasal dari Sulawesi adalah penghuni pertama pulau ini.

Sayed Jafar berusia 62 tahun. Tapi dia masih gesit. Suka main jetski dan sepeda motor trail. Ketika saya datang lagi berlangsung Beach Enduro Race Hayau Barait 9 di Sirkuit SJA TBK di Pantai Gedambaan. Ada sejumlah riders dunia ikut. Di antaranya Marc Font, Agus Pacal, Francesc Moret dan riders wanita Sandra Gomes.

Yang hebat ketua  panitianya adalah Kajari Kotabaru HM Fadlan, SH didukung Dandim Letkol Inf Deden Ika Drajat dan Kapolres AKBP Doli M Tanjung serta sejumlah aparat Pemda. “Ini jualan kita untuk memajukan pariwisata,” kata Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sonny Tua Halomoan.

Beberapa hari lalu Bupati dan istrinya, Hj Fatma Idiana sebagai ketua TP PKK membagi ribuan paket sembako kepada warganya di 4 kecamatan dan 17 desa. Menariknya mereka menunggang sepeda motor trail. Didampingi anggota Forkompida dan sejumlah kepala dinas.

“Lebih asyik naik trail, bisa menjangkau warga yang di pelosok-pelosok,” kata Bupati dengan wajah gembira. Padahal dia baru saja berobat ke luar. “Saya sudah kangen dengan warga,” tambahnya.


Bupati Sayed Jafar beraksi dengan jetski kesayangannya.

Bupati juga jago main jetski. Dia mampu berputar-putar di atas jetski yang dinaikinya. Saya tidak berani, meski pernah main jetski di Teluk Balikpapan sampai ke Pulau Balang. Saya sempat naik boat karet yang dikemudikan langsung oleh Bupati. Ampun kencangnya bukan main.

Bupati Sayed Jafar memang fokus memajukan industri pariwisata di daerahnya. Karena itu dilakukan pembangunan berbagai fasilitas dan infrastruktur pariwisata. Kemajuannya sangat terasa. Kotabaru sekarang banyak dikunjungi wisatawan.

ADA “KOTA GAIB”

Selesai nonton Beach Enduro Race Hayau Barait 9, saya diajak Bupati Sayed Jafar melihat beberapa objek wisata menarik. Di antaranya  ke Bukit Mamake di Desa Sarang Tiung dan malamnya ke Taman Siring Lau.

Di Bukit Mamake ada lokasi wisata olahraga paralayang. Sudah pernah dipakai untuk lokasi kejuaraan tingkat nasional. Bupati membuatkan tempat mendaratnya di Pantai Gedambaan. “Ini tidak ada di tempat lain,” katanya.

Kalau malam pantainya sangat menarik. Langitnya seperti turun ke laut. Sebab, ratusan bahkan ribuan lampu di bagan-bagan nelayan mirip seperti bintang di langit. Indah sekali.

Di jembatan U Bukit Mamake wisatawan bisa menikmati keindahan “Gunung Bamega” yang memanjang dan juga kebeningan laut yang sangat memukau. Bupati sempat didaulat ber-selfie ria dengan warga dan sejumlah mahasiswa yang kebetulan ada di sana.

Malamnya saya diajak Bupati ke Siring Laut. Sambil makan malam, Bupati memperkenalkan berbagai fasilitas destinasi wisata di sana, di antaranya Pentas Apung, jembatan air mancur menari yang dikawal dua ikan todak kembar serta Masjid Apung yang berdesain kapal.

Rasanya di Kalimantan khusus di Kaltim belum ada destinasi wisata air mancur menari. Justru di Kotabaru sudah ada. Indah sekali perpaduan air dan lampu warna-warni.  “Jembatan dan air mancurnya saya akan perpanjang, biar lebih atraktif lagi pertunjukannya,” kata Bupati.

Air mancur menari SJA itu diresmikan persis pada peringatan HUT ke-74 Kotabaru, 1 Juni lalu. Paman Birin, Gubernur Kalsel yang datang langsung. “Sebagai daerah yang kaya dengan potensi kekayaan alamnya, Kotabaru punya peluang besar untuk berkembang dan maju,” ujarnya begitu.

Sayang saya tak sempat singgah ke “kota gaib” Saranjana. Ini kota yang tidak ada dalam peta Indonesia. Tapi keberadaannya diyakini oleh masyarakat Kalimantan terutama orang Kotabaru. Karena gaibnya, Saranjana pernah dijadikan judul film misteri.

Konon kota Saranjana berada di bukit kecil Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kotabaru. Tapi ada juga yang menyebut di Teluk Tamiang, Pulat Laut. Ada juga yang menghubungkan dengan penciptaan Gunung Sebatung.

Menurut Bupati Sayed Jafar, dia pernah diundang ke kota Saranjana. Kotanya luar biasa, ada gedung tinggi dan modern. Banyak warganya. “Saya bisa pulang karena diundang, ada yang masuk tanpa izin tidak bisa kembali ke rumah,” katanya.

Selain ada kota gaib, Kotabaru  juga dikenal sebagai daerah endemis malaria. Salah satunya di Desa Batang Kulur. Pemprov Kalsel berharap tahun 2024 ini, Kotabaru bisa mencapai target eliminasi malaria.

Kotabaru dikenal sebagai daerah yang kaya dengan sumber daya alam baik di daratan, maupun sumber daya kelautan. Punya areal perkebunan kelapa sawit terluas di Kalsel yaitu 156.554 hektare. Di sana ada juga dibangun pabrik semen Tonasa.

Selain itu  dibangun pula tambang batu bara bawah tanah berskala besar milik PT SumberDaya Energi (SDE) dengan luas area 185 km persegi. Akhir tahun lalu diresmikan produksi pertamanya dengan total produksi 20 juta ton per tahun. Usaha Haji Isam juga banyak masuk di sana. Bahkan ada bandaranya.

Saya pulang ke Balikpapan, Senin (15/7) pagi lewat darat. Malam sebelumnya saya nobar dulu final Piala Eropa antara Spanyol lawan Inggris di B Copi, Fleet House. Saya bela Inggris karena di sana ada  pemain MU, yaitu Luke Shaw dan Kobbie Mainoo. Sayang Inggris kalah. Saya kecewa. Tapi bahagia bisa berkunjung ke Kotabaru. Kota Sa-Ijaan yang menarik. Terima kasih, Pak Bupati.(*)

Nyoman Nuarta di Uniba

July 18, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA beruntung bisa bertemu dengan pematung dan seniman besar Dr (Hc) I Nyoman Nuarta. Baru pertama kali. Dia datang ke kampus “orange” Universitas Balikpapan (Uniba) di Jl Pupuk Raya, Jumat (12/7) lalu. Acaranya: “Bincang-bincang IKN & Bedah Buku dan Bazar Buku.”

Nyoman datang bersama Alimuddin, deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Alimuddin sebelumnya adalah kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Nyoman figur yang bersahaja. Cepat akrab. Dia tampil dengan ciri khasnya berseragam hitam dan topi bowler hitam. “Saya sudah beberapa lama di IKN menyelesaikan tugas saya merampungkan desain Istana Garuda,” katanya.

Foto bersama I Nyoman Nuarta, Alimuddin, Rektor, dan Ketua Yayasan Uniba

Buku yang dibedah adalah karya Rektor Uniba Dr Isradi Zainal. Judulnya: “IKN Nusantara, Dari Pakunagara untuk Indonesia dan Dunia.” Itu hasil kunjungan dan peninjauan serta pengamatannya di IKN, yang dimuat di media massa sejak IKN ditetapkan, mulai dibangun sampai kondisi saat ini.

Saya tanya mahasiswa Uniba tahu tidak dengan istilah Pakunagara? Mirip bahasa Sansekerta.  Ternyata itu akronim yang dibuat Rektor Isradi. “Pa” itu adalah Penajam Paser Utara, sedang “kunagara” adalah Kutai Kartanegara. Soalnya lokasi IKN berada di wilayah kedua kabupaten tersebut.

Mahasiswa juga kaget saya tanya ruangan pertemuan, tempat bedah buku yang bernama Ballroom Aji Putri Karang Melenu. Itu nama istri pertama atau permaisuri  Maharaja Kutai Aji Batara Agung Dewa Sakti.

Isradi sudah menyerahkan bukunya kepada Presiden Jokowi, para menteri, pejabat Otorita IKN dan berbagai pihak. “Buku ini mewakili wewenang kesuksesan terkait pembangunan IKN, baik untuk dibaca sebagai referensi,” komentar Prof Bambang Susantono ketika masih menjabat kepala Otorita IKN.

Dalam acara bedah buku itu, dilakukan penandatanganan kerjasama Perpustakaan Uniba dengan Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Buku Isradi menjadi koleksi, sementara Ketua Dewan Pembina Yapenti DWK Rendi Ismail menerima hadiah terjemahan Alquran dalam bahasa Dayak dari Plt Litbang dan Diklat Kemenag Nani Sutiati. “Kalau bisa ada terjemahan Quran dalam Bahasa Kutai,” usul saya.

Uniba dan Isradi memang rajin mengkaji pembangunan IKN. Sebelumnya dia mengundang Rocky Gerung. Isradi dan Gerung sempat terlibat debat seru soal IKN. Yang satu membela dan mengungkap fakta di lapangan, yang satu lagi bertutur dari sisi penolakan.

Saya jadi teringat ucapan Isran Noor ketika masih menjadi gubernur Kaltim. “Hati-hati bagi yang menolak IKN, bisa tidak berumur panjang,” katanya setengah bercanda. Maklum IKN adalah harga mati bagi rakyat Kaltim.

Isran tadinya juga diharapkan tampil di acara Bincang-bincang IKN. Tapi dia masih berada di Jakarta urusan Pilgub. Jadinya batal. Padahal dia sangat serius jika bicara masalah IKN. Isran tidak bisa dipisahkan dalam sejarah penetapan lokasi IKN di Sepaku, PPU. Dia berhasil meyakinkan Presiden Jokowi bahwa Kaltim yang paling tepat dengan segala kelebihannya.

“Buku yang saya tulis ini sebagai jawaban atas isu-isu dan keraguan terkait pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Siapa saja yang mempunyai pertanyaan soal IKN bisa merujuk pada buku ini,” kata Isradi.

Menurut Rendi Ismail, bedah buku IKN karya Isradi sangat penting. Biar masyarakat mengetahui secara jelas apa yang terjadi di IKN. “Ini juga momentum sejarah yang selalu diingat,” kata Dr Firman sebagai ketua panitia pelaksana.

Alimuddin mendorong mahasiswa Uniba terlibat dalam pembangunan IKN. Bahkan dia berharap banyak anak-anak Kaltim termasuk lulusan Uniba yang berkarier di Otorita IKN atau lembaga lainnya. “Biar tidak menjadi penonton,” ucapnya.

AGAK BERUBAH

Nyoman Nuarta memuji Uniba juga punya program studi arsitektur. Meski dia seorang pematung lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB),  dia juga menguasai ilmu arsitektur. “Sejak tahun 1975 saya sudah mendirikan biro arsitek bukan biro patung,” katanya.

Menurut Nyoman, sebenarnya dia diminta untuk mendesain seluruh kompleks Istana Kepresidenan seluas 55 hektare. Tapi apa yang dirancangnya banyak mengalami perubahan ketika diwujudkan dalam  bentuk konstruksi bangunan.

“Saya lihat hanya kepala Garuda dan istananya saja yang tidak berubah. Itu karena dikontrol langsung oleh Presiden,” ucapnya.

Soal posisi kepala Garuda itu menarik juga. Ketika dia berbincang dengan Presiden Jokowi di perkemahan glamping IKN, Jokowi meminta posisi kepala Garuda tidak menengok ke kiri atau ke kanan. Atas pertimbangan itu, ia putuskan posisi kepala Garuda di Istana IKN menghadap ke depan. “Sebagai jalan tengah supaya filosofinya berkeadilan,” jelasnya.

Desain Garuda di Istana IKN menggunakan bahan baja lokal atau produksi dalam negeri seberat 3.000 ton. “Karena harus menggunakan bahan lokal, saya harus cepat-cepat menghubungi PT Krakatau Steel,” kata Nyoman. Apalagi bahannya harus anti-korosi dan tahan terhadap cuaca, yang sering berubah-ubah.

Kerepotan lain soal pemilihan pekerja. Maklum konstruksi istana kepresidenan IKN mencapai ketinggian 120 meter dari permukaan laut (DPL). “Jadi hanya boleh dilakukan oleh pekerja dengan usia maksimum 36 tahun,” jelasnya.

Menurut Nyoman, kontrak pembangunan Garuda di Istana IKN berlangsung selama 11 bulan. “harusnya selesai bulan Juni lalu, tapi ini molor sampai Juli,” jelasnya.

I Nyoman Nuarta lahir di Tabanan, Bali. Usianya sekarang 72 tahun. Tapi tetap fit dan terus berkarya. “Waktu Covid, 6 patung saya masih laku dijual ke luar negeri,” katanya.

Di antara mahakaryanya, adalah Patung Fatmawati Soekarno, Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya), Monumen Proklamasi dan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Badung, Bali.

GWK ternyata bukan milik pemerintah. Malah pada waktu pembangunannya sempat diprotes warga Bali termasuk Bupati Badung. Sekarang dikelola oleh Yayasan GWK dengan mengundang ribuan wisatawan tiap hari.

Di lokasi IKN, Nyoman tidak saja mendesain Istana Garuda, tetapi juga masjid negara dengan kapasitas 61 ribu jamaah. Desainnya juga unik. Kubahnya menyerupai sorban dan dikeliling air dan embung.

“Saya ingin masjid yang  dibangun di IKN ini menjadi contoh  masjid-masjid negara di dunia dan menampilkan kekhasan Indonesia, menampilkan kekhasan Ibu Kota Nusantara,” kata Jokowi pada  peletakan batu pertamanya, awal April 2024 lalu.(*)

Kotak Kosong atau Calon Boneka?          

July 14, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PILGUB KALTIM dan Pilwali Balikpapan di ambang kotak kosong. Bakal calon gubernur Haji Rudy Mas’ud (Harum) dan kakak kandungnya Rahmad Mas’ud (RM) sama-sama dari Partai Golkar terus mendapat dukungan dari partai lain, sehingga calon lain bisa tidak kebagian.

Dengan dukungan logistik yang kuat dan perkembangan politik yang dinamis di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Harum dan RM leluasa menggaet partai lainnya, meski Golkar sendiri sudah cukup kursinya untuk memenuhi syarat pendaftaran Pilkada.

Golkar dengan 15 kursi di DPRD Kaltim, sudah bisa mengantarkan Harum mendaftar di KPU akhir Agustus nanti. Hal yang sama juga di Balikpapan. Dengan 16 kursi, RM bisa melenggang mulus ke kompetisi Pilwali.

Harum ketika menerima rekomendasi dari Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh

Tapi keduanya tetap bergerak. Mereka terus mendekati partai lain yang mau bergabung. Harum sukses merangkul  PAN, PKB, dan PKS. Dalam dua hari terakhir, Harum menambah lagi dengan Gerindra dan NasDem.

Dari video yang beredar, terlihat Ketua Umum DPP Surya Paloh menyerahkan langsung surat rekomendasi kepada Harum. Setelah itu Harum mencium tangan Surya Paloh. “Insyaallah surat rekomendasi berbuah dengan keterpilihan Rudy Mas’ud sebagai gubernur Kaltim,” katanya.

Kubu Golkar  bergembira mendapat rekomendasi terbaru itu. “Alhamdulillah, Harum-Seno telah mendapatkan tambahan rekom dari DPP Partai Gerindra dan DPP NasDem. Kita siap Bersatu menuju Generasi Emas,” ucap Sekretaris DPD I Golkar Kaltim, M Husni Fahruddin seperti diberitakan.

Sementara RM melakukan hal yang sama. Dia juga menerima rekomendasi dari NasDem. Sehingga sangat memungkinkan dia juga akan menghadapi lawan berupa Kotak Kosong (KK). NasDem Balikpapan yang memilik 7 kursi otomatis ikut berkoalisi. Tak jadi mengusung calon sendiri.

Dalam Pilwali 2020, RM sudah pernah menghadapi kotak kosong. Jadi kalau periode kedua ini KK lagi, maka RM menjadi pencetak rekor KK yang sukses.

Tapi kabar lain menyebutkan RM lebih memilih opsi lain. Bukan KK, tapi calon boneka. Ada yang bilang tim RM sudah mulai memantau, siapa yang layak diajukan menjadi calon boneka. Mereka sudah mulai diajak berdiskusi.

Dari video yang beredar, RM sepertinya didampingi oleh Bagus Susetyo, anggota DPRD Kaltim dari Gerindra. Kalau itu betul, ada kemungkinan wakil RM ke depan bukan Abdulloh, akan tetapi Bagus seperti diperkirakan sebelumnya.

Bagus yang tidak terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kaltim hasil Pileg 2024, memang sudah melakukan sosialisasi. Balihonya terpasang di beberapa sudut kota. Ketua REI Kaltim ini disetujui Gerindra mengikuti Pilwali Balikpapan baik dalam posisi sebagai calon wali kota atau wakil.

Salah satu bakal calon Pilgub Kaltim, Mahyudin minggu lalu mengundurkan diri. Alasan utamanya karena peluang untuk mendapatkan dukungan partai agak berat. Selain juga faktor lain. “Ya saya realistis saja, lebih baik mundur,” katanya begitu.

Mahyudin bukan calon kaleng-kaleng. Kapasitasnya sangat senior dan mumpuni. Dia pernah menjadi bupati Kutai Timur (Kutim), wakil ketua DPP Golkar, wakil ketua MPR RI dan saat ini masih menduduki jabatan wakil ketua DPD RI. “Saya pensiun saja dari politik, kembali ke bisnis ayam dan kelapa sawit,” katanya.

Dengan mundurnya Mahyudin, bakal calon gubernur Kaltim tinggal dua. Selain Harum, ya petahana Isran Noor (IN). Dia akan maju dengan wakil tetapnya, Hadi Mulyadi. Sedang Harum hampir dipastikan dengan Seno Aji, wakil ketua DPRD Kaltim dari Partai Gerindra.

IN tengah berjuang keras. Karena partai yang tersisa sangat terbatas. Yaitu tinggal PDIP (9) dan PPP (3). Selain Demokrat (2). Kunci utamanya dia harus mendapatkan PDIP yang memiliki 9 kursi hasil Pileg 2024. Jika PDIP berhasil digaet, maka tinggal menambah 2 untuk mencukup syarat 11 kursi.

“Keputusan PDIP ada di tangan Ibu Ketua Umum. Tapi nama Isran Noor-Hadi Mulyadi memang tengah berproses. PDIP mendengarkan suara akar rumput sebelum menentukan sikap,” kata Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin.

IN sendiri tetap tenang dan optimistis tetap mendapatkan perahu. Tidak masalah kursinya terbatas. Karena diyakini kemenangan Pilgub tidak ditentukan dengan jumlah kursi yang gemuk. Kapasitas dan pengalaman calon jauh lebih penting. Dan IN menang di situ.

KEJUTAN DI PPU

Sementara itu ada kejutan di Pilbup Penajam Paser Utara (PPU). Sepertinya Andi Harahap,  bupati PPU periode 2008-2013  akan maju dengan Dayang Donna, putri sulung mantan gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Sudah beredar di media sosial, e-flyer Andi dan Donna dengan akronim “ANDA,” yang artinya Andi Harahap dan Dayang Donna dengan tagline: Menuju PPU Emas 2024-2029.

Yang menarik partai pendukungnya cukup banyak. Ada 9 partai. Mulai Golkar, Gerindra, PDIP, Demokrat, PKB, NasDem, PBB, Hanura dan Gelora. Kalau ini benar, maka bisa menggeser bakal calon lainnya, pasangan Hamdam Pongrewa dan Ahmad Basir (AHB), yang juga ketua NasDem Balikpapan.

Sejauh ini yang terdengar, Hamdam-Basir akan didukung Demokrat dan Gelora. Hamdam adalah mantan bupati PPU (2022-2023) menggantikan Abdul Gafur Mas’ud (AGM) yang tersandung OTT KPK.

Jika keduanya lolos, maka kontestasi Pilbup PPU cukup panas. Dua mantan bupati bertarung. Sama-sama punya peluang menang. Malah ada kabar lain menyebutkan Pj Bupati PPU Makmur Marbun juga ingin ikut meramaikan.

Kejutan lain juga soal NasDem. Sebab, kursi NasDem di PPU saat ini diperebutkan AHB dengan Mudiyat Noor, pengurus  NasDem dari provinsi. Tapi sangat memungkinkan juga bisa jatuh ke Dayang Donna, karena ayahnya, Awang Faroek saat ini anggota DPR RI dari NasDem.(*)

Soal Air di BIC dan Banjir

July 13, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BEBERAPA hari lalu ada video yang beredar di media sosial. Kalau tak salah, hari Ahad 7 Juli. Ada seorang jamaah melaporkan situasi Masjid Madinatul Iman, Islamic Center Balikpapan di kawasan Gunung Bahagia.

Kamera HP-nya diarahkan ke tandon air wudhu sambil membuka keran. Tak ada air yang keluar. Lalu dia berujar:  “Hai guys, saya lagi di Islamic Center Balikpapan. Tak ada air untuk wudhu. Ini bangunan megah sekali, tapi air buat wudhu nggak ngalir. Apa orang-orang pada tayamum ya?” tanyanya.

Masjid Madinatul Iman, BIC yang bernilai Rp329 miliar

Lalu kameranya dia arahkan ke bangunan utama dan menara. Ironisnya, saat itu hujan dengan curah yang lumayan. Seakan air berlimpah. “Wow bangunannya sangat megah seperti Masjid Nabawi. Menaranya luar biasa. Pak Wali Kota tolong, Pak, kita nggak bisa wudhu, Apa masjidnya tak dipakai salat,” katanya lanjut.

Warganet banyak berkomentar. Tentu nadanya tak mengenakkan telinga. Di beberapa masjid juga membicarakan “musibah air” di Islamic Center. Ada yang menilai itu gambaran mismanagement. “Kalau mushalla atau masjid kecil tak masalah, tapi sekelas Islamic Center harusnya tidak terjadi,” kata mereka.

Ada yang mengusulkan sebaiknya urusan ibadah dipisahkan dengan urusan maintenance building. Berikan kepercayaan yang menjadi koordinator urusan perawat gedung adalah orang yang mengerti urusan teknis gedung.

Saya jadi miris juga. Soalnya Islamic Center yang dibangun pada era Wali Kota Imdaad Hamid itu, saya yang meresmikannya bertepatan pada HUT ke-120 Kota Balikpapan, 10 Februari 2017. Tujuh tahun silam.

Saya dengar ikut menyoal masalah itu mantan ketua DPRD Andi Burhanuddin Solong (ABS). Tokoh yang satu ini sesekali salat di sana. Rumahnya kebetulan dekat. Dia ikut terlibat  dalam rencana dan persetujuan Dewan dalam membangun Balikpapan Islamic Center (BIC).

BIC dibangun di atas lahan seluas 15 hektare dengan dana APBD sekitar Rp329 miliar. Desainnya memang mirip Masjid Nabawi. Ada kubah utama berwarna hijau dan payung-payung khusus. Dengan daya tampung 10 ribu jamaah.

Tak beberapa lama saya mendapat kiriman video klarifikasi dari Ustaz Damuri, yang menjadi penanggung jawab sehari-hari di sana. Dia menjelaskan gangguan teknis berkaitan dengan pengadaan air wudhu di Masjid Islamic Center, sampai tidak ada air untuk berwudhu.

“Kami dari pengurus Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center ingin mengklarifikasi gangguan instalasi air selama dua hari ini, sehingga kami banyak masukan dan kritikan dari masyarakat. Betul sekali terjadi ketidaktersediaan air wudhu, karena adanya pipa bocor. Perbaikan sudah dilakukan selama 24 jam, dan sekarang sudah selesai,” kata Damuri.

Seraya menyampaikan permintaan maaf, Damuri menjelaskan bahwa tahun depan Wali Kota sudah menyediakan anggaran untuk pemasangan pipa baru. “Insyaallah ke depan tidak terulang lagi karena ada pergantian pipa,” jelasnya.

Sayangnya Damuri tidak menjelaskan selama dua hari adanya gangguan pipa bocor, solusi darurat apa yang mereka lakukan. Apa ada papan pengumuman di ruang wudhu kalau airnya tidak ada. Lalu apakah ada disediakan air wudhu darurat, sehingga jamaah tidak bingung mencari tempat wudhu sementara.

Gangguan kelancaran air di Masjid Islamic Center itu, sepertinya ikut mempersangat kondisi krisis air yang dialami warga kota Balikpapan selama ini. Meski, seperti dijelaskan, karena pipa bocor, tapi sebagian warga kota tahu persis bahwa PDAM belum mampu mengatasi kebutuhan air seluruh warga.

Saya mendapat cerita Dirut Perumda Tirta Manuntung (PTMB) yang mengelola PDAM, Yudhi Saharuddin cukup peka menerima keluhan masyarakat, akan tetapi dia belum bisa berbuat banyak. “Saya mengapresiasi Pak Yudhi mau datang ke rumah saya mengecek, akhirnya air bisa jalan,” ujar seorang warga tak mau menyebutkan namanya.

Dalam berbagai kesempatan, Yudhi menjelaskan kelangkaan air bersih di Balikpapan terutama disebabkan terbatasnya air baku dan diperparah dengan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. Sehingga pencarian sumber air baku yang baru menjadi prioritas, selain harus dilakukannya peremajaan atau penggantian pipa distribusi.

Warga berharap jatah air baku 500 liter per detik dari Waduk Sepaku Semoi di IKN segera ditindaklanjuti. Terutama soal pipa transmisinya, sehingga airnya bisa segera masuk dan diolah ke instalasi PDAM.

TETAP BANJIR

Setelah kejadian di Islamic Center, Selasa (9/7) warga kota kembali menyoroti soal air. Tapi bukan kelangkaan, justru gara-gara kelebihan air.  Hujan lebat dengan durasi cukup panjang sejak malam hari membuat sebagian kawasan kota Balikpapan tergenang dan longsor.

Kawasan Jalan MT Haryono yang tergenang.

Kawasan yang tergenang atau banjir itu memang sudah menjadi langganan. Di antaranya di kawasan  Gunung Malang, Jalan Pattimura, depan Puskib dan Batu Ampar. Tapi yang paling parah ya di sekitar Jl MT Haryono, BJBJ dan Beller.

Petugas Satlantas dan Dishub habis-habisan turun ke lapangan. Soalnya kemacetan arus lalu lintas terjadi di mana-mana. Padahal sebagian orang mau turun kerja. Banyak yang mengomel dan waswas terkena teguran di kantor atau penalti gaji.

Petugas BPBD dibantu relawan dan aparat terkait selain berada di lokasi banjir, juga bergerak menangani pohon tumbang dan tanah longsor yang menimpa rumah warga. “Syukur tak ada korban jiwa,” kata mereka.

Banjir terparah memang terjadi di kawasan Kelurahan Damai, Kecamatan Balikpapan Selatan. Lurah Damai Kanto Suharjo saya lihat turun ke lokasi bersama petugas lainnya. Sambil memantau perkembangan, mereka juga mengingatkan anak-anak yang malah suka bermain air. Takut ada yang terseret arus.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle menyatakan, masalah banjir yang masih terjadi karena Pemkot Balikpapan kurang kajian yang mendalam. “Sudah banyak anggaran dikeluarkan, kok malah semakin banyak titik-titik banjir,” gugatnya melalui pemberitaan di Kaltimpost.id.

Menurutnya,  Dewan sudah sering mengkritik masalah banjir yang harus segera diatasi. Misalnya soal langganan banjir di Jl MT Haryono. “Apakah karena kurang kajian yang mendalam atau cuma copy paste saja dalam menyusun program penanganan,” tambahnya.

Penanganan banjir yang difokuskan Pemkot Balikpapan dengan menangani drainase di kawasan Jl MT Haryono tahun lalu, memang cukup keras menjadi sorotan warga. Apalagi dana APBD yang dikeluarkan tidak tanggung-tanggung sekitar Rp136 miliar. Tapi nyatanya Jl MT Haryono tetap tergenang.

“Menurut saya apa yang dilakukan di MT Haryono itu, bukan mengatasi banjir, melainkan program pelebaran jalan,” kata Sabaruddin, yang pada Pileg 2024 lolos menduduki kursi DPRD Kaltim dari Partai Gerindra.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb