Manuver Baru Pilgub Kaltim

May 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA manuver baru di Pilgub Kaltim 2024. Di tengah persaingan tiga calon yang ada, Isran Noor,  Rudy Mas’ud, dan Mahyudin, tiba-tiba muncul nama Dr H Irianto Lambrie. Tentu nama ini tak asing serta sudah teruji dalam berbagai jabatan dan organisasi.

Dia diusung 7 ormas paguyuban daerah. Irianto didaulat ikut mewarnai kontestasi Pilgub Kaltim, 27 November mendatang. Tapi anehnya tidak di posisi KT-1, cukup di KT-2 alias wakil gubernur saja. Padahal jejak kariernya, pernah menjadi sekprov Kaltim dan gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Terakhir jadi caleg DPR RI dapil Kaltara dari Partai Nasdem.

Muhammad Djaelani menyerahkan surat pernyataan sikap bersama kepada Tommy Pusriandi dari Harum Center disaksikan Irianto Lambrie.

Tokoh kelahiran Rantau, Tapin, Kalsel, 66 tahun silam, sekarang menjadi ketua umum Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim (KKBKT). Menurut BPS, orang Banjar di Kaltim berada di posisi ke-3 setelah Jawa dan Bugis. Kira-kira 12,45 persen atau sekitar  400 sampai 500 ribu orang.

Ketujuh ormas yang mendukung Irianto itu adalah Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB), Lembaga Budaya Adat Kutai Kalimantan Timur (LBAK), Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT), Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawa Kalimantan Timur (IKAPAKARTI), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) dan KBBKT.

Lalu siapa yang diincar Irianto atau 7 ormas yang mendukungnya? Ternyata cawagub dari Golkar. Siapa lagi kalau bukan H Rudy Mas’ud atau Harum, yang sekarang ini adalah ketua DPD Golkar Kaltim dan anggota Komisi III DPR RI.

Dalam surat pernyataan sikap bersama, ke-7 ormas itu menyatakan mendukung Dr H Rudy Mas’ud sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) Kaltim periode 2024-2029. Selanjutnya memberikan dukungan juga kepada Dr Irianto Lambrie  sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) mendampingi Rudy.

Selain memberikan dukungan kepada Rudy dan Irianto, surat pernyataan sikap bersama itu, juga mendukung  Dr H Rusmadi Wongso sebagai bakal calon wali kota Samarinda, serta Drs Yohanes Avun, M.Si dan Dr Ir Frederik Bid, M.Si sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Mahakam Hulu (Mahulu) periode 2024-2029.

Di luar soal dukungan Pilkada,  ke-7 ormas itu juga menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Mereka mendukung penuh percepatan pembangunan IKN dengan catatan bahwa lembaga Otorita IKN (OIKN)  hanya bersifat sementara. Dalam perspektif jangka panjang IKN harus merujuk pada pasal 18 dan 19 UUD 1945 dan UU No 23/2014 tentang Pemda  bahwa IKN harus dipimpin gubernur dan DPRD yang dipilih oleh rakyat melalui Pemilu.

Pernyataan sikap bersama itu tidak mencantumkan tanggal penandatanganannya. Di situ hanya tertera nama-nama tokohnya. MRKB ditandatangani oleh ketuanya, H Muhammad Djailani, SE, MH dan sekretaris Drs H Zulkifly Syahab, MM; KBBKT oleh ketua I H Basri Hasan, ST, MT dan sekretaris umum H Hery Hermawan, ST; LBAK oleh ketua harian Prof Dr H Syahrumsyah Asri, SH, M.Si, APU dan sekretaris Yuswadi.

Selain itu, PDKT ditandatangani oleh ketua Masdianto, SH  dan sekretaris umum Dr Yulianus Henock, SH, M.SI; IKAPAKARTI oleh  ketua H Agus Basuki dan sekretaris R Duku Ruliyanto; KKSS oleh wakil ketua H Andi Fathur Khair, S.Sos dan wakil sekretaris Drs Muhammad Djunaid serta ICDN oleh ketua umumnya Dr Ir Frederik Bid, M.Si dengan sekretaris Drs Ibrahim Dungau, M.Si.

Surat pernyataan sikap bersama itu sudah diserahkan secara resmi oleh Ketua MRKB HM Djailani kepada Tommy Pusriandi, perwakilan dari Harum Center. Acara berlangsung di Rumah Makan Siang Malam Samarinda, Jumat (10/5) lalu. Hadir juga Ketua Umum KBBKT Dr Irianto Lambrie. Puluhan wartawan diundang meliput.

Djailani mengatakan, sekalipun nanti yang dipilih Rudy bukan Irianto, pihaknya tetap memberikan dukungan sampai selesai. “Ini sudah final kita mendukung Pak Rudy Mas’ud. Langkah selanjutnya kami belum memikirkan,” tandasnya.

Harum Center menyatakan pihaknya menyambut baik semua aspirasi yang masuk. “Siapa nantinya yang diputuskan Bapak Rudy Mas’ud sebagai wakilnya, itulah yang terbaik untuk Kaltim,” ujarnya.

TIDAK MEMINTA

Menyusul dengan keluarnya surat pernyataan sikap bersama itu, saya lihat di WA grup berbagai reaksi muncul. Terutama di kubu KBBKT, PDKT, KKSS dan LBAK. Ada yang beranggapan itu bukan keputusan resmi dari organisasi, tapi terkesan fetakompli (fait  accompli).

Ketua Umum PDKT Syaharie Ja’ang bersama anggota secara pribadi dukung Isran-Hadi.

Ketua Umum PDKT Syaharie Ja’ang kabarnya tidak mau menandatangani pernyataan tersebut. Dia menegaskan PDKT tidak berpolitik, tetapi para pengurus secara pribadi tidak dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis. Tadi malam beredar video Ja’ang dengan yang lain menyatakan dukungan penuh kepada Isran-Hadi.

Hal yang sama juga terjadi di kubu KBBKT. Maklum sebagian tokoh KBBKT dan bubuhan Banjar juga ada di kubu Isran-Hadi. Nama Djailani dan Prof Syahrumsyah jadi ramai digunjing.

Disinggung juga posisi Isran sebagai pembina LBAK. Apalagi di era Isran, gedung LBAK dibangun di Samarinda. Kabarnya Ketua LBAK HM Sa’bani, mantan sekprov Kaltim juga akan mengeluarkan pernyataan meluruskan. Sebelumnya dia juga sudah menolak menandatangani.

Ada yang menilai apa yang terjadi tidak sesuai mekanisme organisasi. Sekretaris ICDN adalah Prof Paulus Matius, tetapi dalam pernyataan ditandatangani oleh Ibrahim Dungau. Ketua Dr Frederik yang memaraf dan kabarnya tidak pernah diputuskan bersama.

Sementara itu, Isran Noor diundang halal bihalal dengan warga KKSS di Sangatta, Sabtu kemarin. Dia disambut meriah dengan teriakan “Lanjutkan Dua Periode!!!”. Hadir juga Bupati Kutim Drs Ardiansyah Sulaiman. Isran juga mendapat dukungan dari Ikatan Keluarga Madura (IKM) Kaltim. Dia tersenyum saja soal adanya manuver.

Dalam penjelasannya kepada awak media, Irianto Lambrie mengatakan bahwa dia tidak meminta dicalonkan. Dia hanya menerima aspirasi dari sejumlah ormas paguyuban. “Sudah banyak yang saya terima dari Kaltim. Bahkan lebih. Saya tidak punya keinginan, tapi kalau diminta saya siap kalau untuk kebaikan. Politik itu dinamis dan terbuka,” jelasnya.

Irianto menegaskan apa yang dia sampaikan semua apa adanya. “Ini hari Jumat, demi Allah SWT. Tidak ada gunanya berdusta dan berpura-pura,” ujarnya dengan mimik serius.

Sekjen MRKB Zulkifly Syahab bilang, mereka mendukung Rudy Mas’ud karena Ketua Golkar Kaltim itu memiliki dukungan yang kuat dan jelas dari partainya. “Kita lihat cagub Kaltim saat ini ada tiga. Namun, Rudy Mas’ud punya dukungan partai yang bagus,” tambahnya.

Dia juga melihat Harum mempunyai karakter yang bisa memberikan kontribusi positif bagi Kaltim dalam konteks kepemimpinan dan pembangunan di masa mendatang. “Soal Rudy tidak perlu dijelaskan lagi.  Kepribadian dan kepeduliannya sudah kita tahu sendiri.  Jika dia terpilih sebagai gubernur Kaltim, pasti mampu mengelola pemerintahan yang benar untuk Kaltim,” begitu kata Zulkifly memberikan penjelasan dengan mantap.

Sementara itu saya mendapat kabar terbaru. Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun (AH) sudah menyampaikan permintaan maaf kepada DPP.  Dia dimaafkan. Jadi dia tetap ketua Gerindra Kaltim dan kembali maju ke Pilwali dengan perahu partai sendiri. Gerindra pemenang Pileg di DPRD Samarinda. Meraup kursi terbanyak yaitu 9. Persis sesuai syarat maju ke Pilwali.

Ada kemungkinan Gerindra bakal memutuskan mendukung Isran Noor (IN) di Pilgub Kaltim. Jika benar, bakalan ada yang gigit jari. Tapi layar masih terkembang. Kita tunggu saja ke mana finisnya.(*)

Andi Harun “Pisah Ranjang”

May 11, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ANDI HARUN (AH), Wali Kota Samarinda tetap tegar. Meski terjadi perubahan  sangat dramatis yang dialaminya. Tentu berkaitan badai  politik yang tengah dihadapinya. Dia harus putar haluan dan menyusun skenario baru.

Seperti santer beredar, posisi AH sebagai ketua DPD Gerindra Kaltim lagi goyah gara-gara Pileg 2024 lalu. Di perhelatan demokrasi itu dia dianggap tidak maksimal menghimpun suara untuk Budisatrio Djiwandono, keponakan Prabowo. Hal yang sama untuk Nabil Husien Said Amin, yang membuat dia berjarak dengan Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Kaltim Said Amin.

Andi Harun dan Syaparudin

Akibat berikutnya dari dilema politik yang dialami AH itu,  ada beberapa hal perubahan yang terjadi. Peta politik Kaltim dan Samarinda jadi sangat dinamis sekali. AH seperti pepatah, “sangat disayang, tetapi juga lagi dikesampingkan.” Hasil survei Pilkada menempatkan dia sebagai tokoh pertama menjadi pilihan rakyat. Tingkat kepuasan warga Tepian sangat tinggi untuk dirinya.

Beberapa perubahan yang saya catat di antaranya:

Pertama, sepertinya kecil kemungkinan AH maju ke Pilgub Kaltim. DPP Gerindra disebut-sebut akan merekomendasikan Seno Aji, sekretaris DPD Gerindra Kaltim yang juga wakil ketua DPRD Kaltim maju sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi H Rudy Mas’ud (HARUM), ketua Golkar Kaltim dan anggota DPR RI. Mereka sudah beberapa kali bertemu. Malah sudah beredar akronim baru, yaitu dari HARUM menjadi HARUS. Haji Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Kedua, AH sepertinya juga tidak didukung Gerindra dalam Pilwali Samarinda. Gerindra memberi isyarat menunjuk Ir H Agus Suwandy, anggota DPRD Kaltim sebagai calon baru. Malah sudah dibentuk tim khusus, kata Wakil Ketua Gerindra Kaltim Sulaiman Hattase. Tim itu sudah membangun komunikasi politik dengan Golkar, PDIP, dan PKB. Pasti bakal seru Agus menghadapi ketuanya sendiri, AH.

Ketiga, AH tetap tak goyah maju sebagai petahana. Tapi jalur kontestan yang bakal ditempuhnya  belum dipastikan. Apakah menggunakan jalur perseorangan atau tetap partai. Bisa jadi parpol di luar Gerindra. Dia sudah mendaftar di beberapa partai dan sudah punya surat dukungan (surduk) hampir 60 ribu fotokopi KTP warga. Masyarakat memuji dia berhasil membenahi Kota Samarinda, karena itu dia disayang dan diberi dukungan penuh agar AH melanjutkan lagi di periode kedua, 2024-2029. “Surduk itu bukan dari tim saya, itu benar-benar murni dari masyarakat,” kata AH. Syarat jumlah surduk di Pilwali Samarinda menurut KPU minimal 45.332.

Keempat, tersiar kabar dia juga hampir pasti “pisah ranjang” dengan wakilnya sekarang, Rusmadi Wongso. Keretakan hubungan AH dengan Rusmadi sudah lama terdengar. Rusmadi tidak banyak diberi peran sebagai wakil wali kota Samarinda. Rusmadi sepertinya akan maju sendiri dalam Pilwali 2024. Bahkan 7 ormas daerah yaitu Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB), KBBKT, LABAK, Ikapakarti, KKSS dan ICDN terang-terangan sudah  memberi dukungan. Ada juga kemungkinan Rusmadi menjadi bacawagub Kaltim mendampingi Mahyudin. Wakil ketua DPD RI ini beberapa waktu lalu sudah menemui Rusmadi. Mereka tampak akrab dan saling memuji. Rusmadi sudah pengalaman menjadi cagub Kaltim. Pada Pilgub 2018, dia maju bersama Ketua PDIP Kaltim Safaruddin. Sayang hanya jadi runner up.

Kelima, AH disebut-sebut sudah punya pasangan baru. Namanya Syaparudin, S.Sos. Bukan ketua PDIP Kaltim. Dia adalah wakil ketua PWNU Kaltim, yang dipercaya AH menjadi ketua Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) Samarinda. Itu tim hasil diskresi AH. Dalam struktur organisasi resmi pemerintahan, tidak ada tim seperti itu. Tugasnya memberikan masukan kepada AH agar proses pembangunan di ibu kota Kaltim ini berjalan lancar. Jadi hubungan mereka sangat akrab. Syaparudin belum mau berkomentar. Tapi timnya sudah berkonsultasi dengan KPU untuk persiapan maju melalui jalur perseorangan. “Saya ini apalah. Yang penting men-support beliau. Terserah keputusan Pak Andi Harun,” katanya merendah.

Di tengah badai cukup panas itu, ada juga pernyataan dari Akhmed Reza Fachlevi, ketua Tidar Kaltim yang baru bertemu Budisatrio. “Pak Andi Harun masih ketua Gerindra Kaltim. Semua harus patuh dengan beliau. Kader Gerindra memang punya potensi untuk maju di Pilgub, Pilwali, dan Pilbup. Tapi kami tetap solid,”  tandasnya. Tidar (Tunas Indonesia Raya) adalah salah satu organisasi sayap partai milik Prabowo Subianto.

CALON LAINNYA

Ketika saya kirim beberapa tulisan saya tentang Pilkada Serentak di Kaltim, Pak Dahlan Iskan sempat tanya apa istri saya, Bunda Arita maju? Istri saya memang ditawari maju ke Pilwali Balikpapan sebagai bakal calon wakil wali kota. Ada yang ngajak perseorangan, ada juga diminta mendaftar di Partai Nasdem dan PDIP.

Pak Dahlan juga tanya soal Pilwali Samarinda. Maklum dia pernah merintis karier jadi wartawan di sini. Dia dulu jadi wartawan koran Mimbar Masyarakat, milik Pak Alwy AS, sesepuh Kaltim. Istri beliau Hj Nafsiah Sabri, orang Loa Kulu yang tinggal di Samarinda. Kalau ke Samarinda, Pak Dahlan sering mencari nasi kuning atau soto banjar. Jadi Samarinda seperti kampung halamannya juga.

Selain AH dan Rusmadi, ada beberapa nama yang beredar. Di antaranya tokoh muda, Andi Satya Adi Saputra (42), calon dari Golkar.  Dia dokter yang mulai beralih profesi jadi politisi. Padahal dia spesialis kandungan atau obgyn dan magister kesehatan (Sp.OG dan M.Kes). Sangat dibutuhkan di dunia kesehatan.

Dia mengikuti jejak ayahnya, dr Andi Sofyan Hasdam, Sp.S. Pak Sofyan sempat menjadi wali Kota Bontang dan sekarang terpilih menjadi anggota DPD RI. Istri Pak Sofyan atau ibu kandung Adi Saputra juga dokter spesialis kandungan. Neni Moerniaeni, juga sempat menjadi wali kota Bontang. Sekarang kabarnya mau kembali nyalon.

Masih ada saudara Adi Saputra yang juga terjun ke dunia politik, yaitu Andi Faizal Sofyan Hasdam. Dia ketua DPRD Bontang. Bayangkan hebatnya, dia ketua DPRD sementara mitranya, sang wali kota, ibu kandungnya sendiri.

Adi Saputra baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Kaltim mewakili dapil Samarinda. Kalau memang resmi menjadi cawali Samarinda, maka terpaksa harus mengundurkan diri. “Memang benar Golkar mengusulkan dia ke Pilwali Samarinda,” kata Hendra, ketua Golkar Samarinda.

Sayang Golkar Samarinda tidak bisa mengusung sendiri. Karena hasil Pileg 2024 hanya meraih 8 kursi, jadi kurang satu untuk mengajukan calon pasangan.  Golkar katanya sudah berkomunikasi dengan PKS, Demokrat, dan PAN.

Selain itu ada nama M Barkati, S.Sos, MH (ketua DPC Demokrat). Juga Nidya Listiyono (ketua Komisi II DPRD Kaltim) dan Muhammad Ridwan (ketua MKGR dan Kadin Samarinda).

M Barkati sempat menjadi wakil wali kota Samarinda selama 19 bulan sejak meninggalnya Nusyirwan Ismail pada Februari 2018. Wali kotanya Syaharie Ja’ang. Sebelumnya dia sempat maju dalam Pilwali Samarinda 2015 berpasangan dengan Zuhdi Yahya, mantan ketua KONI Kaltim. Lalu maju lagi dengan Darlis Pattalongi pada Pilwali 2020. Sayang belum berhasil.

Belum tahu apakah Zairin Zain, mantan ketua Bappeda Kaltim maju kembali ke Pilwali Samarinda. Dalam Pilwali 2020 dia bersama H Sarwono maju melalui jalur perseorangan. Hanya kalah tipis dengan pasangan Andi Harun-Rusmadi.  Tapi saya lihat baliho Zairin beredar di Tenggarong saat ini. “Mulang Kampung,” kata tagline-nya dalam bahasa Kutai.

Sarwono disebut-sebut akan maju di Pilwali 2024. Dia sekarang menjadi ketua Partai Gelora Samarinda dan banyak menemani Hadi Mulyadi ke pelosok-pelosok.

Lucunya ide teman-teman wartawan Samarinda di grup WA, Wartawan Legend. Mereka bilang kalau saya tak bisa lagi maju di Pilwali Balikpapan, kita usung saja di Pilwali Samarinda. “Sudah waktunya Pak Rizal memimpin Kota Samarinda. Tuhan bersamanya.” Begitu usulnya.

Ada lagi yang bilang begini. “Saya tak meragukan Pak Rizal. Tapi jika AH masih maju, kansnya cukup berat. Infrastruktur AH komplet. Bagaimana jika Pak RZ kita dorong jadi cawagub? Cawagub mana pun butuh pendamping yang proksimitasnya dengan Balikpapan kuat.”

Saya tak berani berkomentar.  Hidung saya lagi mampet dan stres. Dua tim kebanggaan saya, Manchester United (MU) lagi babak belur. Ditambah lagi Timnas U-23 kita gagal ke Olimpiade Paris. Tapi Alhamdulillah, dua cucu saya Defa dan Dafin sudah sembuh dari cacar dan demam berdarah (DBD). Hidup Pilkada. Sehat selalu.(*)

Milad Bu Mei  dan Pak Hadi

May 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MILADNYA sama-sama Kamis (9/5) kemarin. Punya hobi yang sama. Menyanyi di tempat apa saja. Tidak satu lagu. Paling kurang satu album. Tidak jarang mereka nyanyi bersama. Kalau kebetulan bertemu di tempat dan acara yang sama. Itulah Dr Hj Meiliana, SE, MM yang akrab dipanggil Bu Mei dan Pak Hadi, alias H Hadi Mulyadi, S.Si, M.Si.

Salam cuan bersama Pak Isran

Bu Mei, mantan Pj Sekprov Kaltim. Dilahirkan di Samarinda, 9 Mei 1959. Jadi usianya sekarang persis 65 tahun. Lebih muda setahun dari saya. Tapi semangatnya tak pernah kendur. Selalu ada di mana-mana. Dia masih mendapat tugas selaku ketua Tim Pelaksana Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua.

Sebelum Pileg kemarin, Bu Mei juga sempat menjadi komisaris utama PT Jamkrida Kaltim, BUMN penjaminan kredit milik Pemprov Kaltim. Dia juga masih aktif sebagai ketua Ikatan  Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) dan ketua Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Kaltim.

“Demi kepentingan orang banyak dan bermanfaat, saya siap mengabdi. Hidup ini memang harus diisi dengan hal-hal yang berguna untuk kepentingan yang membawa berkah,” katanya bersemangat.

Bu Mei dan saya sama-sama kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Dia sempat menjadi ketua Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul. Tugas itu saya lanjutkan sekarang. Tapi Bu Mei masih menjadi pengurus IKA Unmul. Kebetulan saat ini ketuanya Pak Isran Noor, mantan gubernur Kaltim.

Buah perkawinannya dengan Gusti Suhadsyah, mereka dikaruniai dua putri. Dua-duanya dokter lulusan Fakultas Kedokteran Unmul. Sekarang lagi mengambil spesialis. Sang suami lebih dulu dipanggil Yang Mahakuasa. “Hari ini saya mau ziarah ke makam orang tua dan suami,” kata Bu Mei.

Dalam perjalanan kariernya, Bu Mei sempat juga menduduki kursi kepala daerah. Dia pernah menjadi Plt Wali Kota Samarinda selama 3 bulan di akhir 2015. Lalu menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Kaltim selama 2 hari di akhir masa jabatan Gubernur Awang Faroek Ishak.

Sedang Pak Hadi, siapa juga yang tak kenal. Dia adalah mantan wakil gubernur (Wagub) Kaltim mendampingi Pak Isran. Dia juga dilahirkan di Samarinda, 9 Mei 1968. Jadi usianya 56 tahun, lebih muda 9 tahun dari Bu Mei.

Pak Hadi sekarang ketua Partai Gelora Kaltim. Sebelumnya berkiprah di PKS dan sempat menjadi anggota DPR RI dan wakil ketua DPRD Kaltim. Dia alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Salah satu putra daerah terbaik, yang memiliki perjalanan karier yang moncer.

Hebatnya Pak Hadi, selain suka menyanyi juga aktif sebagai penceramah agama atau pendakwah. Tak jarang dia diundang menjadi khatib salat Jumat atau khatib salat Idulfitri dan Iduladha. Dia pernah menjadi pengajar Pondok Pesantren Darul Aman Ujung Pandang dan pengajar SMU Muhammadiyah Samarinda.

Dia menikah dengan Erni Makmur dan mereka dikaruniai 5 anak.  Uniknya, salah seorang putranya, Muhammad Al Fatih aktif dalam berbagai aksi mahasiswa dan berani mengkritik berbagai kebijakan pemerintah termasuk Pemprov Kaltim, yang dinilai tidak sejalan dengan amanah rakyat.

Sekarang Pak Hadi lagi sibuk-sibuknya. Dia kembali mendampingi Pak Isran untuk mengikuti kontestasi Pilgub Kaltim yang digelar 27 November mendatang. Sebagai petahana, mereka optimis bisa memenangi kembali perebutan kursi Kaltim-1 dan Kaltim-2 periode 2024-2029.

“Ya saya siap terus mendampingi Pak Isran untuk menuntaskan misi Kaltim Berdaulat jilid-2, demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kaltim,” ucapnya.

SAMBEL GORENG IKAN ASIN

Saya tidak sempat bertemu langsung dengan Pak Hadi. Ucapan selamat saya kirim lewat WA. Semoga tetap sehat dan sukses tetap memimpin Kaltim bersama Pak Isran. “Tks atas doa dan perhatiannya. Doa yang sama untuk kita semua. Aamiin.” Wass@HM56.

Acara HUT di rumah Bu Mei sangat ramai. Dia tinggal di Griya Tepian Lestari (Karpotek) Blok GG No 02, Sungai Kunjang. Tak jauh dari kediaman pribadi Pak Isran.

Dalam undangan acara digelar mulai pukul 14.00 siang. Tapi tak disangka, kata Bu Mei, Pj Gubernur Akmal Malik sempat singgah di rumahnya pagi hari. “Saya mau ke Balikpapan, jadi saya singgah di sini dulu. Selamat milad Bu Mei, sehat dan sukses selalu,” kata Pak Akmal.

Dari Balikpapan saya berangkat sekitar  pukul 14.00. Ditemani  Pak Andi Mappapuli, ketua LPM Teritip. Sampai di rumah Bu Mei sekitar pukul 15.30. Wah, undangan begitu ramai terutama ibu-ibu. “Ini melebihi acara perkawinan,” kata Pak Andi.

Tak lama datang Pak Isran. Gayanya santai. “Ini burung jalak,” katanya bercanda. Ibu-ibu langsung berkerumunan. Apalagi kalau bukan berebut selfie. Semua ingin mendukung Pak Isran, yang lagi fokus di Pilgub Kaltim.

Sampai saat ini Isran-Hadi belum memutuskan jalur apa yang ditempuh mereka dalam pendaftaran Pilgub nanti. Apakah jalur independen atau perseorangan atau menggunakan perahu partai. Tapi dua-duanya sangat memungkinkan. Relawannya sudah mengumpulkan 300 ribu surat dukungan melebihi batas persyaratan. Tapi mereka juga tetap mendaftar di beberapa partai.

Di rumah Bu Mei, Pak Isran langsung makan. Dia mengambil nasi, sayur santan waluh (labu) dan jagung. Lalu sambal goreng iwak asin dan ampal jagung. Sepertinya sambal gorengnya buatan Bu Mei sendiri. Soalnya dia memang pandai memasak. Pak Isran sampai minta tambah lagi.

Saya melahap martabak dan kari daging sapi. Enak sekali. Lalu minuman penutupnya cendol atau dawet kata orang. Pak Isran masih menambah makanan ringan. Yaitu yang disebut jajanan pasar, getuk, cenil dan “kawan-kawannya.”

Hampir pukul 18.00 kita baru pulang. Pak Isran menikmati suara kompak Bu Mei dan gengnya, Ganbatte yang terus menyanyi seakan sampai kiamat. Ada sekali di sela sahabatnya saya Om Buyung, yang juga suka menyanyi. Lagu Koes Plus. Maklum kita hidup di zaman itu.

Ketika saya dan Pak Isran didaulat menyanyi, Pak Isran langsung menyela. “Jangan suara yang bagus-bagus yang nyanyi, biar suara yang ‘jelek-jelek’ saja yang terus menyanyi,” katanya tertawa lepas.

Begitu  pulang saya disangui Bu Mei kue ultah dan sambal goreng ikan asin. “Titip untuk si gemoy,” katanya. Si Gemoy yang dia maksud adalah cucu saya Si Dafin, yang baru sembuh dari cacar air dan demam berdarah (DBD).

Selamat milad Bu Mei dan Pak Hadi. Karena keduanya “penyanyi,” maka saya kutip kata bijak John Lenon, penyanyi legendaris dari The Beatles, Inggris. “Hitunglah umurmu dari jumlah teman, bukan tahun. Hitunglah hidupmu dari senyum bukan air mata.”(*)

Heboh Warung Madura

May 9, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA banyak kenal orang Madura di Balikpapan. Profesinya ada yang  jadi ustaz dan ulama. Tapi terbanyak bergerak di sektor perdagangan. Mulai jual soto, gado-gado dan sate, pedagang durian, dan buah-buahan sampai kontraktor serta menjual bahan bangunan. Termasuk juga jual beli besi tua dan jamu madura.

Hal yang sama juga di Samarinda dan daerah lainnya. Malah nasi kuning terenak tempo hari di Jl P Flores dan Pasar Pagi dibuat orang Madura. Juga soto di Jl Veteran, dekat BCA pemiliknya juga keturunan Madura. Tapi saya tak pernah dengar ada masalah dengan kehadiran mereka itu.

Tapi belakangan secara nasional heboh dengan kehadiran Warung Madura. Pemberitaan di media televisi dan medsos ramai banget. Yang dituding dan di-bully adalah Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM). Lembaga ini dinilai punya rencana membatasi waktu jualan Warung Madura  tidak boleh sampai 24 jam. Itu gara-gara pernyataan dari Sekretaris Kemenkop dan UKM, Arif Rahman Hakim.

Awal cerita disebut-sebut isu ini muncul dari kasus di Klungkung, Bali. Kabarnya pengusaha minimarket di sana mengeluh omzet mereka menurun karena ada Warung Madura yang buka nonstop sepanjang siang dan malam. Lalu ada rencana membatasi. Jadinya heboh ke mana-mana.

Klungkung adalah salah satu kabupaten di Bali. Ibu kotanya adalah Semarapura. Nama ibu kotanya kalah tenar dengan nama kabupatennya. Dia berbatasan dengan Kabupaten Bangli dan Karangasem dengan jumlah penduduk sekitar 250 ribu jiwa. Namanya bagian dari Bali, maka jualannya pasti objek pariwisata.

Saya bersama Rasyidi, pemilik Warung Madura Arrasyidi di Gunung Malang, Balikpapan

Belakangan menurut detikBali, memang ada pembatasan di Bali. Warung Madura hanya boleh buka sampai pukul 00:00 saja.  Alasannya, antara lain berkaitan dengan penertiban administrasi penduduk pendatang dan perihal keamanan.

Biasanya yang terdengar selama ini warung rakyat tergusur dan kalah dengan toko ritel  modern. Tapi yang menarik sekarang Warung Madura atau ada yang menyebut dengan bahasa keren, “Madura Mart” bisa mengalahkan minimarket. Ini benar-benar kejutan dan seharusnya layak lebih kita apresiasi.

Waktu saya menjadi wali kota, saya pernah diadili Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) gara-gara membatasi pendirian ritel modern. Tapi sekarang minimarket baik punya lokal maupun nasional sudah masuk sampai ke pelosok-pelosok. Malah ada juga yang buka selama 24 jam.

Warung Madura yang ramai diperbincangkan publik sekarang banyak bertebaran di Pulau Jawa termasuk Bali. Dia memang termasuk jenis warung kelontongan seperti yang dilakukan minimarket yang ada. Semua barang kebutuhan pokok ada. Hebatnya, mereka bisa melayani penjualan dalam waktu apa pun. Sekarang bukan hanya barang kelontongan saja yang ada, tetapi juga melayani pulsa, token listrik sampai bensin eceran.

Dari laman Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, diceritakan sejarah lahirnya Warung Madura di Jakarta. Mulanya sejumlah orang Madura merantau ke Ibu Kota sekitar tahun 1990-an. Mereka merintis usaha mulai jualan kayu asal Kalimantan dan barang bekas sampai akhirnya bisnis barang kelontongan. Karena jualan barang kelontongan cepat berkembang dan merambah ke berbagai sudut kota, akhirnya warga setempat akrab menyebutnya sebagai Warung Madura.

Dari karya ilmiah yang dipublikasikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terungkap, soal buka warung 24 jam itu adalah strategi dagang Warung Madura yang tidak dimiliki warung lain. Ketika warung lain tutup di tengah malam atau dini hari, maka bagi mereka yang membutuhkan barang kelontongan bisa lari ke Warung Madura.

Warung Madura juga tak mengalami kesulitan dalam urusan menjaga warung. Biasanya mereka memboyong sanak keluarga.  Jadi bisa shift-shift-an alias bergantian. Bisa juga ganti-gantian dengan suami, istri dan anak-anak.

Keistimewaan yang lain dari Warung Madura adalahnya barangnya lengkap dengan harga terjangkau. Tak jarang lebih miring dari minimarket. Soalnya mereka tak banyak mengambil keuntungan. Karena itu banyak langganannya. Tak jarang juga bagi pelanggan yang sudah dikenal baik boleh berutang.

Biasanya di depan Warung Madura tak ada petugas parkir resmi atau liar. Jadi pembeli tak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Ini juga membuat nyaman pembeli karena tak dikejar-kejar petugas parkir atau “Pak Ogah.”

Orang Madura memang salah satu perantau ulung. Apalagi falsafah kehidupannya memang tahan banting. “Asapo’ angin, abanthal ombak selanjanjangngha.” Mereka ibarat berselimutkan angin kencang lautan dan berbantalkan ombak sepanjang masa.

Pemilik Warung Madura umumnya sudah berhaji. Atau setidaknya sudah melaksanakan umrah. Itu memang sudah menjadi salah satu tujuan hidupnya. Uang keuntungan dikumpulkan lalu berangkat ke Tanah Suci. Haji adalah kebanggaan dan prestise hidup.

TAMBAL BAN DAN DURIAN

Warung Madura di Jl MT Haryono Balikpapan punya diversifikasi usaha hebat juga. Dia memang bukan jualan kelontongan. Tapi tambal ban. Uniknya kalau lagi musim durian, dia juga jual durian, duku atau jeruk bali. Bayangkan rasanya tidak ada dalam rumus dagang, tukang tambal ban, ya sekalian juga jualan durian. Tapi faktanya itu ada. Yang penting menghasilkan uang.

Di Balikpapan, ada juga Warung Madura jualan kelontongan. Salah satunya Toko Sembako Arrasyidi, milik Pak Rasyidi (36) di kawasan Gunung Malang, Jl  Mayjen Sutoyo. Buka 24 jam. Lokasinya tidak tanggung-tanggung, yakni berseberangan langsung dengan Yova Supermart.  Perang dagang beneran ini. Tapi dia tidak gentar. “Alhamdulillah lancar-lancar saja,” katanya tersenyum.

Dia mengakui beberapa keluarganya di Klungkung sempat mengeluh. Tapi sekarang sudah beres setelah pejabat dari Kemenkop UKM turun. “Kemenkop UKM bersama Pemkab Klungkung berpihak pada UMKM. Jadi tidak ada larangan buka 24 jam,” kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulius didampingi Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika.

Yulius menegaskan juga, warung-warung kelontong justru mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat karena bisa menyerap produk lokal dengan jam operasional yang sangat fleksibel.

Rosyidi kaget ketika saya singgah ke warungnya petang kemarin. “Pak Rizal wali kota ya?” katanya seraya langsung memeluk. Suasana Warung Arrosyidi cukup lengkap. Semua kebutuhan rumah tangga ada. Dia mau menjamu saya, tapi keburu saya mau magriban di masjid.

Umumnya warung tradisional termasuk Warung Madura hanya kalah dalam penampilan. Suasana toko modern pasti lebih terang dan rapi. Ada fasilitas toilet dan sebagainya. Tapi Warung Madura  tetap laku.  Omzetnya mulai ratusan ribu, puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. “Alhamdulillah kami bisa hidup,” kata Rosyidi, ayah 3 anak berasal dari Sumenep.

Merasa dituding banyak pihak, Menkop UKM Teten Masduki terpaksa  memberikan klarifikasi. Dia membantah ada rencana melarang Warung Madura atau toko kelontong sejenisnya bukan selama 24 jam.

“Kami jamin dan pastikan tidak ada kebijakan Kemenkop dan UKM untuk membatasi jam operasional warung atau toko kelontong milik masyarakat. Tidak ada itu,” tegas Teten dalam konferensi pers di kantor Kemenkop UKM, Jakarta Selatan, Selasa (30/4) lalu.

Dia juga menjelaskan pihak Kemenkop dan UKM telah mengecek Perda Kabupaten Klungkung Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan toko swalayan. “Ternyata yang dibatasi jam operasional hanya retail modern, bukan Warung Madura atau warung milik rakyat,” tandasnya.

Sesuai instruksi Presiden Jokowi, kata Menteri, pemerintah termasuk di tingkat provinsi, kabupaten dan kota tidak diperbolehkan melakukan pelarangan. Justru sebaliknya kita semua  harus berpihak kepada UMKM.

Forum Mahasiswa Madura (Formad) sempat mengeluarkan pernyataan yang menyayangkan adanya larangan atau imbauan soal pembatasan jam operasional terhadap Warung Madura. “Seharusnya Kemenkop UKM tidak sampai begitu. Pasalnya keberadaan Warung Madura buka 24 jam malah membantu masyarakat,” kata mereka.

Demikian juga dari Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). “Seharusnya Kemenkop-UKM memfasilitasi permodalan atau pengembangan dari pola kerja Warung Madura, bukan sebaliknya melakukan pelarangan,” kata Ketua Umum DPP Ikappi, Abdullah Mansuri.

Ada gimik menarik yang ditampilkan sebuah Warung Madura di Ibu Kota. Dia tulis begini: “Madura mart. Tutup Kalau Sudah Kiamat. (Tapi Masih Buka Setengah Hari). Bayangkan betapa dahsyatnya semangat orang Madura. Warung Madura tetap buka sepanjang siang dan malam tanpa henti, kecuali kalau sudah terjadi hari kiamat. Ya kita pasti tutup semuanya termasuk Warung Madura. Deremma, Cong!(*)

Andi Harun Sudah Tergusur?

May 8, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BAKAL calon gubernur (Bacagub) Kaltim 2024 sampai saat ini masih 3 orang. Isran Noor (IN), Mahyudin, dan Haji Rudy Mas’ud (Harum). Belum ada tanda-tanda ada tambahan. Padahal kalau dari jumlah kursi di DPRD Kaltim, sangat memungkinkan 5 pasangan calon yang muncul. Pada Pilgub Kaltim 2018 lalu, ada 4 pasangan yang maju.

Yang masih kita tunggu sikap PDIP, yang biasanya langganan mengusung  calon. Tapi suasana kebatinannya  memang beda. Karena PDIP Kaltim kali ini berdasarkan hasil Pileg 2024 hanya di urutan ke-3 dengan perolehan 9 kursi. Jadi tidak bisa mengajukan calon sendiri kecuali berkoalisi.

Dari 3 bacagub tadi, baru Harum yang jelas perahunya. Ketua DPD Golkar Kaltim dan anggota Komisi III DPR RI itu,  sudah pasti menggunakan perahunya sendiri, yang meraup 15 kursi di DPRD Kaltim. Sudah lebih dari cukup dari batas persyaratan 11 kursi.

Sedang IN dan Mahyudin belum dapat dipastikan. Mereka sama-sama masih di simpang jalan, apakah menggunakan jalur perseorangan atau jalur partai. Tentulah mereka melihat perkembangan yang terjadi ke depan dan lihat kesiapan dukungan.

Lalu ke arah mana partai-partai yang ada? Sebagai catatan kita, hasil Pileg 2024 untuk DPRD Kaltim, Golkar meraih 15 kursi,  Gerindra 10, PDIP 9, PKB 6, PAN 4, PKS 4, Nasdem 3, Demokrat dan PPP sama-sama 2 kursi.

Jika Harum berhasil menggaet Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Seno Aji sebagai wakilnya (cawagub), maka pasangan Harum-Seno sudah mengantongi 25 kursi. Itu hampir separuh dari jumlah kursi yang ada di DPRD Kaltim.

Dalam pemberitaan TRIBUNKALTARA.COM, Partai Golkar Kaltim tengah membangun koalisi besar. Harum tidak ragu-ragu ikut mendaftar di sekretariat PDIP, PKB, Nasdem, dan Demokrat. “Atas instruksi Pak Rudy Mas’ud, semua partai kita ajak untuk dikompromikan dan dinegosiasikan jangan sampai ada yang terlepas di Pilkada ini,” kata Sudarno, wakil ketua Bidang Media.

Kalau Harum berhasil merengkuh keempat partai itu, maka koalisi Golkar sudah mencapai 45 kursi. Itu berarti sisa 10 kursi. Sudah pasti, tidak cukup lagi buat IN dan Mahyudin untuk menggunakan perahu partai untuk maju. Kecuali jalur perseorangan atau independen.

Tapi apakah itu memang terwujud? Kita masih menunggu perkembangan ke depan. Karena IN dan Mahyudin juga melakukan pendekatan yang sama. Mereka tidak tinggal diam. Ketiganya sama-sama raja. Sama-sama sakti. Sama-sama kuat lobinya. IN Si Raja Naga, Harum si Raja Minyak, dan Mahyudin si Raja Ayam.

Dari kubu IN terdengar kabar mereka bisa merebut 18 kursi. Yang kita tahu IN juga dekat dengan Prabowo. Jadi meski Harum sebagai ketua Tim Kemenangan Prabowo-Gibran di Kaltim, IN juga punya andil memenangkan Prabowo. Dia menggelar beberapa kali kampanye, yang mendukung pasangan No 2. Karena itu siapa yang mendapat surat rekomendasi dari Prabowo masih tanda tanya.

IN dan Mahyudin juga hadir di acara pertemuan DPP PKB di Jakarta. Malah kabarnya ketika nama Isran Noor disebut, applaus para undangan bergema memberi apresiasi. Itu pertanda IN mendapat perhatian khusus. Sementara saya lihat ada juga foto pertemuan khusus Mahyudin dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, yang akrab dipanggil Bang Zul. Tapi IN juga mendaftar di sini.

Isran di depan pendukungnya di Muara Wahau, Kutim.

Dari Posko Isran-Hadi di Jl Arif Rahman Hakim Samarinda dilaporkan, mereka sudah berhasil mengumpulkan sebanyak 295.251 surat dukungan (surduk). Tersebar di 10 kabupaten/kota. Jadi sudah melampaui persyaratan KPU, yang ditetapkan 236.185 surduk jika melalui jalur perseorangan.

Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priady mengatakan, meski surduk yang mereka kumpulkan sudah lebih dari cukup, toh penentuan jalur mana yang bakal dijalani belum diputuskan. “Nanti Rabu (8/5) ini ada statement buat media. Akan kita umumkan keputusan langkah politik paslon kebanggaan kami, Isran-Hadi,” tandasnya.

Kalaulah benar Isran-Hadi akan mengumumkan perahunya sekarang, maka ada kemungkinan mereka menggunakan jalur perseorangan atau independen. Soalnya partai-partai masih dalam masa pendaftaran dan belum ada isyarat segera memutuskan siapa calon atau paslon pilihan mereka. Tapi namanya Si Raja Naga, bisa saja yang diumumkan benar-benar kejutan.

KIBARKAN “HARUS”

Di kalangan keluarga besar Golkar di daerah ini mulai beredar desain wajah Harum bersama Seno Aji,  sekretaris  DPD Gerindra Kaltim, yang juga wakil ketua DPRD Kaltim. Tagline-nya menarik juga. “Rakyat Kaltim HARUS Sejahtera dan Mandiri.

HARUS itu akronim perpaduan nama Harum dan Seno Aji. Jadi visinya membuat Rakyat Kaltim Sejahtera dan Mandiri. Maknanya tidak jauh berbeda dengan Kaltim Berdaulat 2 milik Isran-Hadi dan Kaltim Keren dari Mahyudin. Kalaupun beda, biasanya dari penajaman program prioritas yang mereka tetapkan.

Sejauh ini belum ada komentar terbaru dari Ketua DPD Gerindra Kaltim, Andi Harun (AH), yang juga wali Kota Samarinda apakah Seno Aji sudah direstui secara resmi oleh Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. Dan bagaimana nasib pencalonan AH sendiri baik di Pilgub ataupun di Pilwali Samarinda.

Kabar terbaru beredar di kalangan anggota DPRD Kaltim di Karang Paci, kalau tongkat komando Gerindra Kaltim sudah atau dalam proses lepas dari AH. Budisatrio Djiwandono, anggota DPR RI dapil Kaltim yang juga keponakan Prabowo sepertinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt). Sayang belum didapat konfirmasi dari berbagai pihak terkait berita ini.

Kalau Harum benar sudah satu chemistry dengan Seno Aji, itu berarti tinggal Mahyudin yang  belum menentukan siapa pendampingnya. Beberapa waktu lalu, wakil ketua DPD RI ini menemui Rusmadi Wongso, wakil wali kota Samarinda. Ada yang menduga ini pertanda “perkawinan baru” setelah HARUS.

Mahyudin meminta kepada tim dan simpatisannya untuk bersabar. “Saya lagi terus melakukan langkah-langkah politik untuk memastikan perahu yang kita naiki menuju Pilgub 24 November mendatang,” jelasnya.

Dia tetap optimis “Kaltim Keren” bisa berkibar di panggung Pilgub Kaltim. Mahyudin salah seorang politisi Kaltim terbaik yang mampu bersaing di Jakarta. Dia pernah menjadi wakil ketua DPP Golkar dan wakil ketua MPR RI.

Untuk diketahui, jadwal Pilkada Serentak 2024 di antaranya waktu pemenuhan persyaratan perseorangan  ke KPU 5 Mei – 19 Agustus, Pendaftaran Paslon 27 – 29 Agustus, Pelaksanaan Kampanye  25 September – 23 November, Masa Tenang 24 – 26 November serta Pelaksanaan Pemungutan Suara pada 27 November 2024. Siapa yang menang? Sabar ya, Mas?(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1600513
    Users Today : 133
    Users Yesterday : 7365
    This Year : 537023
    Total Users : 1600513
    Total views : 13767601
    Who's Online : 84
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-05