Rudy, Isran Minus Mahyudin

July 5, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PROSES penentuan bakal calon gubernur (Bacagub) Kaltim 2024 memasuki babak genting. Haji Rudy Mas’ud (Harum) semakin berkibar membentuk koalisi gemuk, Isran Noor (IN) tetap tenang,  sementara Mahyudin sudah menyatakan angkat bendera putih.

“Kita pilih pensiun saja di politik, kembali ke dunia bisnis dan perbanyak ibadah,” kata Mahyudin tersenyum dengan memosting foto dirinya di tengah area kebun kelapa sawit.

Dalam dua hari ini Harum bersama pasangannya Seno Aji menambah dukungan dari dua partai, yaitu PKB dan PKS. Sebelumnya selain Golkar sebagai perahu sendiri, Harum juga sudah mendapat rekomendasi dari PAN. Aksinya belum selesai, malah mengarah ke kotak kosong.

Ramai tersiar di media sosial, foto dan video Harum ketika menerima surat rekomendasi atau mandat dari Wakil Ketua Umum DPP PKB Zajiul Fawaid dan Sekjen DPP PKS Aboe Bakar Al-Habsyi di markas kedua partai. Malah di PKS, Harum yang didampingi sang istri, Syarifah Suraidah Abidin, juga bersama calon pendampingnya, Seno Aji. “Alhamdulillah, kita makin siap,” kata Harum.

Dengan tambahan dukungan dari dua partai itu, maka Harum sudah mengantongi 29 kursi, lebih dua kali lipat dari syarat minimal pendaftaran sebanyak 11 kursi. Dari Golkar, Harum sudah membawa 15 kursi. Ditambah PAN 4, PKB 6 dan PKS 4 kursi.

Kursi di DPRD Kaltim ada 55. Jadi masih tersisa 26 kursi. Jumlah itu terdiri dari Gerindra 10 kursi,  PDIP 9, NasDem 3, serta Demokrat dan PPP sama-sama 2 kursi.

Isran baru mendapat 2 kursi dari Partai Demokrat. Ada kemungkinan besar mendapat tambahan dari PDIP 9. Jadi 11, cukup untuk memenuhi syarat minimal pendaftaran. Sisanya Gerindra, NasDem dan PPP yang dia perebutkan bersama Harum.

Gerindra, partai milik calon presiden terpilih Prabowo Subianto memang belum menentukan pilihannya. Kalau dilihat dari sisi pasangan Harum yaitu  Seno Aji (wakil ketua DPRD Kaltim dan sekretaris DPD Gerindra),  maka kemungkinan besar Prabowo lebih condong ke Seno Aji. Tapi tidak berarti peluang Isran mendapat dukungan Prabowo sudah tertutup.

Isran pernah mengungkapkan bahwa dia pernah bertemu Prabowo. Di situ dia ditawari menduduki kursi salah satu kementerian. Tapi dia memilih dan mengajukan permohonan agar dia diberi dukungan tetap melanjutkan tugas dan misinya sebagai gubernur Kaltim periode kedua, 2024-2029.

Ketika saya hubungi melalui WA kemarin, Isran menegaskan tak ada masalah dengan perahu. “Aman saja, Pak Wali,” katanya seperti biasa setengah bercanda memanggil saya masih dengan sebutan “Pak Wali.”

Saya baca di WA grup relawan Isran-Hadi juga makin bersemangat. “Kita terus saja berdoa dan berjuang untuk kelancaran dan kemenangan Pak Isran-Hadi, jangankan perahu, speedboat saja insyaallah tersedia untuk mereka berdua,” katanya begitu.

Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priyadi juga optimis pencalonan tokoh yang mereka jagokan berproses lancar. Malah saat ini dia menggelar rapat untuk memperkuat barisan pemenangan di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. “Sudah waktunya kita merapatkan barisan dan mempersiapkan berbagai program ke depan,” katanya bersemangat.

Syaharie Ja’ang, mantan wali kota Samarinda yang memimpin sejumlah organisasi juga memberikan dukungan penuh kepada Isran-Hadi. “Kita harus mendukung Isran-Hadi untuk melanjutkan Kaltim Berdaulat Jilid II, mereka yang terbaik buat warga Kaltim,” ucapnya.

Hal yang sama juga dinyatakan Ketua DPP Sempekat Nusantara Berdaulat (Serat), Mugeni. “Insyaallah Isran-Hadi tetap bisa maju dan sukses. Tidak ada kotak kosong,” jelasnya.

TETAP “KALTIM KEREN”

Seperti diduga sebelumnya, Mahyudin memang tidak gampang bergerak di antara dua raja. Si Raja Naga dan Raja Minyak. “Ya kita tahu diri, yang dilawan memang kuat-kuat,” kata wakil ketua DPD RI ini tempo hari.

Ketika menyatakan akan mengikuti kontestasi Pilgub 2024, Mahyudin menyebut ada sejumlah alasan yang menjadi pertimbangan sehingga dia  mengambil keputusan. Di antaranya doa dan restu dari guru-gurunya (para kiai) serta dari ibu kandungnya, yang sangat dia hormati dan sayangi.

Pada awal Juni lalu, Mahyudin sempat mengungkapkan calon pasangannya yaitu Irianto Lambrie, mantan gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). “Sepertinya kami punya kesamaan chemistry,” katanya seusai makan malam di Resto New Kepala Ikan di bilangan Jl Awang Long Samarinda.

Sayang rencana itu kandas. Dalam rilis yang disiarkan Kamis (4/7) kemarin, Mahyudin menyatakan mengundurkan diri dari proses pencalonan gubernur Kaltim, yang pendaftarannya pada bulan Agustus nanti.

Dia menyebut ada tiga alasan utama sampai akhirnya dia mengambil keputusan tersebut. Soal adiknya, Mahyunadi yang akan mengikuti Pilbup Kutim, hasil survei yang kurang memuaskan dan perkembangan dinamika politik yang sangat berat.

Tokoh kelahiran Tanjung, Tabalong, Kalsel berusia 53 tahun ini, pernah menduduki jabatan bupati Kutim. Lebih dulu dari Isran. Sedang adiknya maju sebagai bakal calon wakil bupati Kutai Timur mendampingi petahana, Ardiansyah Sulaiman.

“Sebagai kakak saya merasa kurang elok jika tetap maju dalam Pilkada Provinsi Kaltim. Biar bisa fokus membantu perjuangan adik saja,” jelasnya.

Di sisi lain dia melihat hasil survei yang dilaksanakan beberapa waktu lalu. Tingkat elektabilitas dirinya ternyata tidak terlalu memuaskan. “Karena itu saya harus realistis untuk tidak melanjutkan,” kata Mahyudin.

Apalagi setelah dia berkomunikasi dengan sejumlah partai politik, sulit untuk mendapatkan perahu untuk mencukupi syarat pendaftaran sebanyak 11 kursi. Perebutan kursi partai ternyata sangat dinamis dan penuh nuansa seperti digunjingkan orang selama ini.

Mahyudin menegaskan, dia tetap akan memperjuangkan gagasan dan pemikirannya tentang konsep Kaltim KEREN, yang menurutnya sangat baik dan tepat untuk memajukan Kaltim ke depan dan menyejahterakan masyarakat.

Seperti diketahui, Kaltim KEREN adalah 5 visi yang rencananya dibawa Mahyudin dalam Pilgub. Yaitu, kolaboratif, ekonomi maju berkeadilan, religius dan bersatu, bangun entrepreneur serta lingkungan yang nyaman.

Mahyudin mengucapkan terima kasih kepada semua relawan dan pendukungnya. Tapi dia belum menentukan ke arah mana suaranya dibawa. Sesuai prediksi, akan terjadi pertempuran “head to head” antara Isran dan Harum.

Terhadap dua calon terakhir ini, Mahyudin sama-sama punya hubungan dekat. Dia dan Isran boleh dibilang sama-sama “orang Kutim.” Karena keduanya pernah menduduki jabatan yang sama sebagai bupati Kutim. Sementara dengan Harum, Mahyudin punya sejarah panjang dengan Partai Golkar, yang mengangkat dirinya sebagai tokoh nasional seperti sekarang ini.

Saya juga akrab dengan Mahyudin. Dulu sama-sama punya hobi main tenis. Rasanya tidak salah jika Mahyudin kita dukung dan dorong menjadi salah satu calon menteri Prabowo dari Kaltim. Masa IKN-nya sudah di sini, tak ada orang daerah yang dipilih.

Pengalaman dan kemampuan Mahyudin secara nasional sudah mumpuni. Pernah menjadi wakil ketua DPP Golkar, pernah menjadi wakil ketua MPR, pernah menjadi ketua bupati se-Indonesia (Apkasi) dan saat ini wakil ketua DPD RI. Seorang politisi tidak pernah pensiun untuk berkiprah meski sudah menyatakan purnatugas dari mulutnya.(*)

Nabil Urung, Celni yang Naik

June 30, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TEKA-TEKI siapa yang menjadi ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim akhirnya terjawab. Celni Pita Sari yang dipilih dan dipercaya Ketua Umum DPP Surya Paloh. SK pengangkatannya diserahkan melalui Sekjen DPP Hermawi Taslim, Jumat (28/6) lalu.

Celni bersama Ketua Umum DPP Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh.

“Selamat bertugas sebagai ketua DPW Partai NasDem Kaltim kk Celni. Semoga amanah dan menghantarkan Partai NasDem Kaltim semakin besar, menang Pilkada 2024 dan semakin solid. Aamiin,” kata Hermawi meneruskan pesan ketua umum.

Pengangkatan Celni tentu saja sangat surprised. Maklum masih muda. Cantik lagi. Usianya baru 39 tahun. Dilahirkan di Samarinda. Dia disebut-sebut sebagai anak angkat mantan wali kota Samarinda, almarhum Achmad Amins.

Celni saat ini anggota DPRD Samarinda. Hasil Pileg 2024, dia terpilih kembali. Dalam struktur organisasi partai, dia duduk sebagai ketua Garda Pemuda NasDem Kaltim. Garda Pemuda NasDem adalah organisasi kepemudaan yang bernaung di bawah NasDem dan menjadi salah satu sayap partai. Ketua umumnya, Prananda, putra kandung Surya Paloh dan Rosita Barack.

Rosita yang sudah berusia 75 tahun berdarah Samarinda. Dia putri Omar Barack dan Aisyah, yang kalau tidak salah tinggal di kawasan Pasar Pagi. Tidak banyak yang tahu kalau istri SP adalah orang dari Kota Tepian.

Celni aktif dalam berbagai organisasi. Selain aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dia juga ikut terlibat dalam kepengurusan olahraga terutama cabang sepak bola.

Dia adalah ketua Borneo FC Putri. Jadi sangat akrab dengan Nabil, sang pemilik. Sejak 2018, Celni juga dipercaya menjadi manajer Timnas Futsal U-20. Dia membawa timnas dalam berbagai turnamen di luar negeri.

Kursi ketua DPW NasDem Kaltim sudah beberapa bulan kosong, menyusul mundurnya Isran Noor, November 2023. DPP sempat menunjuk Syarif Abdullah Al Kadrie, ketua Korwil Pemenangan Pemilu Kalimantan sebagai pengganti. Tak begitu lama, DPP menunjuk  Muchtar Luthfi A Mutty, mantan bupati Luwu Utara untuk meneruskan jabatan tersebut.

Partai NasDem tidak seperti partai lain. Urusan penggantian pengurus daerah termasuk ketuanya tidak perlu melalui musyawarah daerah. Cukup melalui penunjukan dan penetapan SK dari ketua umum.

Tadinya santer disebut-sebut Nabil Husein Said Amin yang bakal ditunjuk sebagai ketua DPW NasDem Kaltim definitif. Bos Borneo FC ini dalam Pileg 2024 lolos sebagai anggota DPR RI dapil Kaltim dari Partai NasDem.

Tak ada penjelasan kenapa Nabil urung menjadi ketua. Mungkin situasinya tidak begitu memungkinkan buat dia. Padahal Nabil sudah mulai melakukan langkah konsolidasi. Selain bertemu dengan beberapa pengurus DPW, dia juga mulai turun ke daerah. Beberapa waktu lalu dia ke Balikpapan menyerahkan mobil ambulans kepada pengurus DPD.

Nabil tak jadi, sepertinya dia mendukung Celni yang menggantikan. Kebetulan Celni juga berada satu tim dengan Nabil. Apalagi Celni cukup akrab dengan Prananda, sehingga proses pengangkatannya di DPP berjalan lancar.

Saya lihat di WA grup partai ramai bermunculan ucapan selamat buat Celni dari pengurus dan kader partai se-Kaltim. “Selamat kk Celni, semoga NasDem Kaltim makin maju dan sukses,” ujar Ketua DPD NasDem Balikpapan, Ahmad Basir (AHB).

Ketika saya kirimi ucapan selamat lewat WA, KK Celni langsung menjawab. “Terima kasih kk, mohon arahan dan masukannya,” katanya spontan.

PERSIAPKAN PILKADA

Tugas Celni ke depan tentu tidak ringan. Selain melaksanakan konsolidasi organisasi, pada waktu yang bersamaan dia juga harus memantapkan dan menyukseskan keterlibatan NasDem Kaltim dalam menghadapi proses Pilkada Serentak yang tinggal beberapa bulan lagi.

Sejauh ini DPP belum memutuskan bakal calon mana yang didukung dan diberi rekomendasi baik di tingkat Pilgub maupun di tingkat kabupaten/kota se-Kaltim.

Kursi NasDem di DPRD Kaltim hasil Pileg 2024 hanya ada 3. Tapi NasDem belum menentukan apakah mendukung petahana Isran Noor atau diberikan kepada Haji Rudy Mas’ud (Harum). Selain juga Mahyudin. Tiga-tiganya mendaftar di NasDem.

Isu yang berkembang hangat terjadi di DPD NasDem Balikpapan. Hasil Pileg 2024, NasDem meraih 7 kursi di DPRD Balikpapan. Nomor 2 setelah Partai Golkar dengan 16 kursi. Tinggal ditambah 2 lagi dari partai lain, NasDem Balikpapan bisa mengusung satu pasangan calon.

Tapi kabar yang santer, DPP NasDem cenderung membawa NasDem Balikpapan berkoalisi dengan Golkar. Jika koalisi itu memberi ruang kepada kader NasDem menjadi pendamping petahana mungkin tidak masalah. Tapi jika kursinya saja yang diambil, maka banyak kader yang mengaku prihatin.

Apalagi saat ini Ketua DPD NasDem Balikpapan, AHB bakal menjadi calon wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU) mendampingi mantan bupati Hamdam Pongrewa. Juga beredar kabar AHB tidak gampang mendapat surat rekomendasi DPP lantaran di sana  ada bakal calon bupati, Mudiyat Noor, yang juga membawa bendera NasDem.

Mudiyat cukup agresif turun ke lapangan. Dia sudah melakukan sosialisasi ke berbagai pelosok wilayah PPU. Dia adalah ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW NasDem Kaltim dan pernah menjadi anggota DPRD Kaltim periode 2009-2014.

Dari 14 nama yang mendaftar di DPD NasDem Balikpapan untuk Pilwali, maka ada beberapa nama yang potensial. Di antaranya M Sa’bani (mantan Sekprov Kaltim), drg Syukri Wahid (mantan anggota DPRD Balikpapan) dan Syaima Alaydrus (putri bupati Kotabaru Kalsel).

Banyak pihak berharap Sa’bani mendapat rekomendasi dari DPP, sehingga NasDem bisa mengusung calon lawan petahana dengan berkoalisi partai lain. Salah satu partai yang juga tertarik dengan Sa’bani adalah PDIP, yang memiliki 4 kursi dan PKS dengan 3 kursi.

Dari Pilwali Samarinda sempat mencuat nama Saefuddin Zuhri, anggota DPRD Kaltim dari Partai NasDem yang akan mendampingi petahana, Andi Harun (AH). Komunikasi sudah berlangsung dari kedua belah pihak. Tapi bagaimana perkembangan terakhir, belum ada informasi yang valid.

Yang juga potensial mengusung calon Pilbup adalah NasDem Berau. Hasil Pileg 2024, meraih 5 kursi. Turun satu dibanding Pileg 2019. Tapi tetap terbanyak dan berhasil mempertahankan kursi ketua DPRD. Nama Agus Tantomo, mantan wakil bupati dari NasDem tidak mengikuti pendaftaran. Justru yang maju adalah Madri Pani.

Celni harus bergerak cepat. Meski keputusan penetapan calon pasangan Pilkada di tangan ketua umum DPP, tetapi masukan dari DPW sangat dibutuhkan.

Sekretaris DPW NasDem Kaltim, Fatimah Asyari optimis NasDem Kaltim berjaya. “Insyaallah dalam Pilkada 2024, NasDem Kaltim akan menyala. Apalagi dipimpin figur muda yang kaya inovasi dan terobosan. Kita yakin kk Celni mampu mengatur organisasi dengan baik,” katanya. Selamat bertugas kk Celni. Salam Restorasi.!!!(*)

Isran “Dirasuk” Tari Belian

June 30, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BEGITU mendarat di Balikpapan ba’da Jumat (28/6) kemarin,  Isran Noor didaulat membuka Kongres I dan HUT Ke-3 Persatuan Pemuda Dayak Indonesia (Perpedayak) Kaltim di kompleks Bukit Damai Indah (BDI) Balikpapan.

Dia baru dari Jakarta. Terbang ke Ibu Kota setelah roadshow sehari penuh di Balikpapan, Selasa (25/6) lalu. “Alhamdulillah, aman saja dukungan partai,” katanya tersenyum.

Ketua Umum Perpedayak, Areston Davano didampingi ketua panitia Saderiansyah mengaku sangat surprise Isran Noor (IN) bisa datang. “Beliau pemimpin hebat dan mau memperhatikan kegiatan warganya. Tadinya kami mengira beliau tak bisa hadir,” kata mereka.

Sehari sebelumnya saya bersama Ketua BMI Arief Setyo Nugroho menghubungi IN lewat WA. Alhamduillah langsung mendapat jawaban. “Siap Pak Wali, besok pagi saya take off dari Jakarta ke Balikpapan pagi. Insyaallah bisa hadir,” katanya.

Isran selama ini memanggil saya Pak Wali, wali Kota Balikpapan maksudnya. “Yang ada sekarang adalah penggantinya,” katanya begitu sembari setengah bercanda.

Sesuai dengan jadwal acara dibuka pukul 14.00. Isran datang tepat waktu. Dia termasuk pejabat yang tidak mengenal budaya jam karet. Hebatnya kalau tamu dan undangan belum datang, dia siap menunggu. Dan tidak marah. Isran mengajarkan kepada kita agar disiplin waktu, karena waktu itu sangat berharga. Kata orang: Time is money.

Isran memuji panitia meramu acara cukup menarik. Sambutannya tak banyak. Justru yang banyak adalah penampilan seni budaya Dayak, terutama tari dan musik, yang dikemas juga dengan acara pengobatan alternatif.

Eda Steven Lalung, yang dikenal sebagai ahli pengobatan tradisional didatangkan untuk melakukan pengobatan alternatif beserta pijat tradisional khas Dayak. Saya sempat diberi sebotol minyak urut asli Dayak Maanyan. Minyak itu diberi nama oleh Eda Steven, “Bangkirayen.”

Para penari belian berguling-guling di atas batang pohon salak yang penuh duri.

Eda Steven Lalung memang dikenal sebagai Panglima Bangkirayen. Penampilannya seperti itu. Tergantung di lehernya sejumlah tulang dan taring binatang khas Kalimantan. Dia sempat viral ketika membela pengobatan alternatif yang dilakukan Ida Dayak. Waktu itu pengobatan alternatif Ida Dayak agak disinggung oleh Pesulap Merah alias Marcel Radhival.

Dua tari Dayak yang ditampilkan di acara HUT ke-3 Perpedayak membuat Isran menyimak dengan semangat. Bahkan sesekali dia memvideokan langsung melalui HP-nya. “Sangat menarik dan atraktif,” katanya menilai.

Tarian yang dipuji Isran adalah tarian Belian Bawo yang dipadu dengan Belian Dadas. Ternyata penari dan pemusiknya dari Sanggar Tari Belian “Ranu Mareh” dari Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. “Ranu Merah adalah bahasa Dayak, yang artinya seperti air yang mengalir terus,“ tutur ketuanya, Kutus.

Tari belian juga disebut tarian  gelang. Ada tari gelang dadas, ada juga tari gelang bawo. Karena penarinya memakai sejumlah gelang di kedua tangannya. Ketika tangannya digerakkan, maka seketika terdengar  gemerincing  gelang-gelangnya itu.

Tari gelang dadas adalah tarian asli suku Dayak Maanyan, Kalimantan Tengah  untuk meminta kesembuhan kepada Tuhan bagi warga yang sakit. Tarian ini juga berkembang di suku Dayak Meratus, Dayak Dusun, dan Dayak Benuaq.

Di ujung tarian dengan ritme musik yang meningkat, para penari  “uji kekebalan tubuh.” Ini yang sangat menegangkan dan penuh kekuatan magis. Saya tak menyangka penari putri juga bisa melakukannya tanpa  rasa takut.

Para penari berguling-guling di atas tumpukan batang pohon salak yang penuh duri. Tak seorang pun yang tertusuk dan luka-luka. Para penari terkesan kemasukan ruh dan baru sadar setelah disapu dedaunan yang ada di tangan Kutus dibantu Eda Steven Lalung.

Selain tarian belian yang penuh makna itu, panitia juga menampilkan tarian mandau yang dibawakan tiga penari cantik dari sanggar  tari Kumdatus Balikpapan. Juga atraktif dalam memainkan senjata khas suku Dayak. Di puncaknya, salah seorang penari mendirikan mandau di atas lidahnya.

Isran sangat puas menyaksikan dua tarian yang sangat sakral itu. Bahkan dia sempat ikut menari belian. “Nanti saya gelar festival tari tradisional Kalimantan, yang bisa memikat para wisatawan,” katanya bersemangat.

DEKLARASI DUKUNG ISRAN

Isran mengaku sangat terhormat diminta membuka Kongres I dan HUT ke-3 Perpedayak Indonesia. “Kan saya bukan gubernur lagi. Tapi saya berterima kasih diberi kehormatan ini,” katanya penuh apresiasi.

Tokoh kelahiran Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur ini kaget karena Ketua Umum Perpedayak Indonesia, Provinsi Kaltim, Areston Dayano membuat deklarasi bersama  semua pengurus di 10 kabupaten/kota.

Isi deklarasi itu adalah menyatakan semua pengurus dan anggota Peperdayak Indonesia memberikan dukungan penuh kepada pasangan Isran-Hadi untuk kembali menjadi gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur masa bakti 2024-2029.

Menurut Areston, organisasinya bulat mendukung Isran. Dia menilai Isran telah berhasil membangun Kaltim. Berkat Isran pula Presiden Jokowi akhirnya memutuskan lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) berada di Kaltim, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Semua yang hadir langsung memberi aplaus ketika deklarasi Perpedayak diucapkan oleh semua pengurus. Pengucapan deklarasi dipimpin langsung oleh sang ketua, Areston.

Isran sendiri menyatakan terima kasih atas dukungan yang tulus dari Perpedayak. “Saya datang ke sini bukan kampanye, karena kampanye kan ada jadwalnya dari KPU. Saya hanya mengajak kepada warga untuk memberikan pilihan,” katanya tersenyum.

Isran juga mengajak pemuda Dayak bersatu dan kompak dalam menyongsong kehadiran IKN di wilayah Kaltim. “Tingkatkan kualitas SDM kita, supaya kita mampu bersaing menyambut Indonesia Emas 2045,” begitu imbaunya.

Seperti di berbagai acara dihadirinya, Isran tak bisa langsung pulang. Dia sabar melayani permintaan foto bersama atau foto selfie. Itu juga terjadi di acara Perpedayak. Para penari dan sejumlah tokoh minta foto bersama Isran.

Saya dan Isran sempat foro bersama dengan Panglima Bangkirayen. Penuh kegembiraan dan perasaan terhormat. Isran sempat mengucap: “Adil Katalino, Bacuramin Kasaruga, Basengat Kajubata.” Ini ucapan  yang maknanya sangat dalam. Seorang pemimpin harus bersikap adil pada sesama umat manusia, berpandangan hidup dan berkata seperti di surga. Harus, harus, harus…(*)

Isran Didukung Putri Muslimah

June 28, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SILATURAHMI Isran Noor dengan tokoh masyarakat dan warga Balikpapan berlangsung semarak. Semua yang datang tampak antusias.  Baik di Kopi Johny Gunung Bakaran maupun di Hotel Royal Suite di Jl Syarifuddin Yoes.

Acara berlangsung Selasa (25/6) lalu. Mulai siang sampai sore. Dua jam di Kopi Johny milik Bu Yunita Indarini, lanjut dua jam lagi di Hotel Royal Suite, hotel milik Pemprov Kaltim yang sekarang dikelola oleh perusahaan Denny Mappa, ketua DPC Demokrat Balikpapan. Kebetulan Partai Demokrat mendukung Isran-Hadi.

Di dua tempat itu, Isran disuguhi tari modern asuhan Kak Yatim. Mereka baru pulang dari Jakarta diundang menari di Mabes Polri. Dengan mengenakan t-shirt berlogo Isran-Hadi Mulyadi, penampilan mereka sangat menarik. Malah di Hotel Royal juga hadir Putri Muslimah Kaltim 2024, Ananda Putri dari Balikpapan.

”Kenalkan saya Ananda Putri,  Putri Muslimah Kaltim 2024,” katanya ketika saya daulat dia memperkenalkan diri di depan ratusan warga dan tokoh. Ciri khas dari Putri Muslimah adalah selalu mengenakan jilbab. “Hijab bukan faktor penghambat, malah kita lebih percaya diri dalam mengembangkan bakat dan semangat,” tandasnya.

Isran Noor duduk di meja depan dengan sejumlah tokoh. Ada Adam Sinte, anggota DPRD Kaltim, Andi Burhanuddin Solong (ABS), mantan ketua DPRD Balikpapan, pengusaha H Abdul Hakim Rauf, mantan Dandim Donald Sitorus, tokoh Maesa Joutje Rumambi, Ketua NasDem Ahmad Basir, mantan anggota DPRD drg Syukri Wahid, Direktur Eksekutif Universitas Mulia Dr Agung Sakti Pribadi, Hafni Kanafe, Sujatmiko, Willem Tangka, Muhammad dan lainnya.

“Oh kau yang menang di Samarinda itu ya,” kata Isran Noor ketika berfoto bersama Ananda dan lima penari Yatim. Mereka semua ingin memberi semangat kepada Pak Isran, yang berjuang untuk melanjutkan Kaltim Berdaulat Jilid II.

Isran memuji prestasi yang dicapai Ananda. Begitu juga karya tari yang dikembangkan Kak Yatim melalui Jali-Jali Enterprise. “Balikpapan itu selalu berprestasi, termasuk hasil-hasil yang dicapai dalam program pembangunan,” tambahnya.

Adam yang juga ketua KKSS Balikpapan mewakili tokoh yang hadir menyatakan siap memberikan dukungan kepada Isran-Hadi dalam Pilgub, yang pencoblosannya berlangsung serentak 27 November 2024 mendatang.

Hal yang sama juga dikemukakan tokoh politik senior Balikpapan, Hj Jumiati. “Kita wajib membela dan mendukung perjuangan Pak Isran-Hadi Mulyadi. Saya tadi bawa sejumlah tokoh masyarakat untuk kita perkenalkan kepada Pak Isran, biar lebih banyak lagi yang mendukung,” katanya penuh semangat bersama sejumlah tokoh wanita lainnya di antaranya Puji Astuti, mantan anggota DPRD Kaltim.

Tak kalah bersemangatnya dalah Joutje Rumambi. Dia datang bersama Willem Tangka. Tokoh dari keluarga besar Manado ini sudah mempersiapkan sejumlah acara, yang muaranya memberikan dukungan kepada Isran-Hadi. “Kita harus mendukung tokoh daerah seperti Pak Isran. Kita siap berjuang dengan warga lainnya demi Kaltim Berdaulat Jilid II,” tandasnya.

Joutje dalam bulan mendatang akan menggelar Kejurnas Bowling Maesa. Ada ratusan atlet datang ke Balikpapan. Sekaligus digelar pertemuan warga dari Sulut. Sejumlah atlet bowling Kaltim yang dipersiapkan untuk PON XXI juga turun. Isran siap hadir dan sudah memberikan dukungan. Apalagi dia nanti akan menjadi ketua Kontingen Kaltim.

SIAP MELANJUTKAN

Di Kopi Johny, Isran didampingi koordinator kegiatan Arief Setyo Nugroho melayani sejumlah pertanyaan dan permohonan dari wakil serikat pekerja, ojol, Go-Jek dan keluarga penerima Beasiswa Kaltim Tuntas, yang menjadi salah satu program andalan Isran ketika masih menjadi gubernur.

“Beliau terbukti berhasil membangun Kaltim. Membela kita yang berada di bawah termasuk juga pembelaannya terhadap tenaga honorer. Jadi sudah sepantasnya kita dukung untuk menjadi gubernur periode kedua,” kata Ragil, koordinator Go-Jek Balikpapan.

Agus yang mewakili serikat pekerja juga mempunyai tekad yang sama. Dia juga sempat berdialog dengan Pak Isran menyangkut masalah ketenagakerjaan, peluang kerja dan masih adanya warga di kelompok pengangguran.

Ada juga yang mempertanyakan tentang kondisi Balikpapan, yang saat ini mengalami kelangkaan air bersih dan dampak pembangunan IKN bagi daerah penyangga.

Isran sempat mempersilakan Prof Nana dari tim ahli Isran menjelaskan program sertifikasi yang sudah dilakukan. Diakui program sertifikasi sangat penting menjadi modal pekerja daerah untuk bersaing dengan pekerja luar yang datang ke Kaltim.

Dalam kesempatan itu, Isran menegaskan bahwa berbagai program sudah dia siapkan untuk melanjutkan perjuangan Kaltim Berdaulat Jilid II. “Itu sebabnya saya ingin maju lagi karena tugas saya  belum selesai untuk memakmurkan warga Kaltim. Insyaallah kita akan maju lagi dalam Pilgub 2024,” katanya mendapat aplaus dari komunitas yang hadir.

Di hadapan sejumlah tokoh yang berkumpul di ruang pertemuan Hotel Royal Suite, Isran mengungkapkan bahwa dia sudah berkomunikasi dengan pimpinan pusat sejumlah partai, yang siap memberikan dukungan dan rekomendasi. “Doakan, insyaallah pada saatnya kita mendapat perahu. Tidak usah gemuk, yang penting kita bisa maju dan mendaftar di KPU,” jelasnya.

Ketua DPP Sempekat Nusantara Berdaulat (Serat) Drs Mugeni, M.Si yang mendampingi Isran, memuji semangat dari berbagai elemen masyarakat di Balikpapan yang memberikan dukungan kepada Si Raja Naga. “Alhamdulillah semangat masyarakat di kota ini luar biasa. Insyaallah Isran-Hadi mampu mendulang suara terbanyak di Balikpapan,” ujarnya.

Meski tak sempat hadir, Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Iswan Priyadi menyatakan salut roadshow Isran ke Balikpapan berlangsung sukses dan lancar.  Dia tengah mempersiapkan tim pemenangan Balikpapan dengan sejumlah program penguatan agar Isran-Hadi menjadi “pasangan idola” warga Kota Beriman yang layak dipilih.

Banyak pesan singkat masuk ke HP saya. Ada yang menyatakan siap memberikan dukungan, ada yang minta dimasukkan dalam tim pemenangan. “Kita siap memberikan dukungan kepada Bani Isran-Hadi, yang sudah terbukti berhasil. Jadi gubernur tidak boleh coba-coba, apalagi belum berpengalaman,” begitu kata mereka. “Isran!!!! Lanjutkan.”(*)

Saya Pernah Main dengan Edy Simon

June 26, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA kaget baca di WA grup, Edy Simon dikabarkan  meninggal dunia. Yang memposting keponakannya. “Innalillahiwainnailaihirojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, paman kami Edy Simon Badawi. Posisi di Banjarmasin Jl Blitung Darat GG Bina Warga RT 27 No 82.”

Beberapa saat kemudian muncul WA lain. Tertulis: “Telah meninggal dunia ayahanda dari Adelina, Bapak Edy Simon bin Badawi pada hari Minggu, tanggal 23 Juni 2024 Pukul 04.30 Wita. Alamat duka Jl Letjen S Parman, Gang Sekolahan RT 14 No 28, Balikpapan Barat. Jenazah dalam perjalanan dari Banjarmasin ke Balikpapan lewat darat.”

Kabar itu saya kirim ke WA Wartawan Legend. Ada teman wartawan yang tanya: “Itu Edy Simon pelatih bola PON Kaltim ya?” begitu dia tulis.

Teman wartawan lain langsung menulis catatan tentang karier bola almarhum. Dia menyebut Edy adalah mantan pemain Liga Indonesia 2006-2010. Lalu selanjutnya pernah menjadi pelatih Persiba Balikpapan dan pelatih bola PON Kaltim.

Selain itu, Edy Simon juga di tahun 2006 melatih di Persema Malang, 2008 Persita Tangerang, 2009 Persisam Putra, 2009-2010 PSIR Rembang dan 2010 mengasuh Mitra Kukar. Dia juga pernah menangani PKT Bontang dan Bontang FC.

Postingan terakhir dari sang putri, Adelina mengabarkan kalau jenazah ayahnya, Senin (24/6) kemarin sudah dimakamkan di pekuburan muslimin Samarinda. Sejumlah sanak keluarga dan teman-teman Edy Simon ikut mengantarkan jenazah almarhum.

Sepulang dari pemakaman, Adelina menulis kenangannya bersama sang ayah, yang dia panggil Abi. “Hari ini aku berdiri di hadapan kalian dengan hati yang berat. Abi, Edy Simon bin Badawi kini telah berpulang. Meskipun perjalanan kami tidak selalu mudah, aku memilih mengenang momen-momen baik yang pernah kami lalui bersama. Abi, meskipun kita tidak selalu sejalan, Dina berharap Abi tenang di sisi-Nya. Dina berterima kasih atas segala hal yang telah Abi berikan, dan Dina akan berusaha mengingat pelajaran-pelajaran berharga dan perjalanan hidup kita bersama. Selamat jalan Abi. Semoga Abi husnul khotimah.”

Edy lahir di kota minyak Sangasanga, Kukar, 66 tahun silam. Dia boleh dibilang pelatih sepakbola terbaik asli dari Kaltim. Pernah mengantarkan Persisam Putra Samarinda menjadi juara Divisi Utama PSSI setelah menumbangkan Persema Malang 1-0 di Stadion Utama Palaran pada tahun 2009.

Ketika jenazahnya akan diberangkatkan dari Banjarmasin ke Samarinda, beberapa mantan pemain Persiba sempat datang melayat. Di antaranya Sukliwon, Tabrani, Indra dan Ferli La’ala. “Kami kehilangan sahabat yang hidupnya dibaktikan untuk kemajuan persepakbolaan di Tanah Air terutama di Kaltim. Selamat jalan Bang Edy,” kata mereka dengan wajah duka.

Mantan manajer Persiba Jamal Al Rasyid mengaku Edy adalah pelatih yang sangat profesional. Dia sempat bersama-sama berjuang untuk memajukan Persiba. “Allahumafirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu,” begitu doa yang dikirimnya.

Ucapan duka cita juga datang dari Balikpapan All Stars (BAS). Itu wadah bermain mantan pemain Persiba, termasuk Edy Simon. “Atas nama seluruh anggota BAS mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Bapak Edy Simon. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” kata Ketua BAS Faisal Husen melalui sekretarisnya, Abdul Kadir Mappi (AKM).

KASBON PLUS

Ketika saya masih menjadi wartawan sampai menjabat wakil wali Kota dan wali Kota Balikpapan, saya sesekali bermain bola dengan Edy Simon. Bukan di tim profesional melainkan tim sepakbola hiburan. Dia sering ikut bermain dengan tim Kasbon Plus, yang dikomandani “jenderal” Sjarifuddin Hs.

Di situ terkadang ikut bermain Pangdam VI Mulawarman, Wali Kota Tjutjup Suparna, Wali Kota Imdaad Hamid sampai Zainal Muttaqin dari Kaltim Post. Saya jadi ikut jadi penyerang, meski sering ditiup wasit karena berada di posisi offside.

Karena dia mantan pemain dan pelatih,  sering tim Kasbon Plus memenangi pertandingan. Edy yang mengatur dan membagi bola. Dia gelandang serang. Saya sering dikirimi bola, tapi lebih jeli bolanya dibanding kaki saya. Sebaik apapun bola yang dibagi Edy, saya selalu kedodoran. Maklum bukan pemain. Kebisaan saya cuma sebagai penonton dan penggemar berat Manchester United (MU).

Gaya pelatih Edy Simon ketika memberikan instruksi kepada pemain Persiba.(Tribunkaltim.Co)

Ketika Edy menukangi Persiba, saat itu saya dalam jabatan sebagai wali kota. Tim manajernya Syahril H Taher, yang juga dikenal sebagai ketua Pemuda Pancasila Balikpapan. Sedang sekretarisnya, Irfan Taufik, yang sekarang kepala Dinas Pendidikan. Selesai di Persiba, Edy Simon menjadi pelatih sepak bola PON Kaltim pada tahun 2016.

Edy adalah pelatih pemegang lisensi A (AFC). Itu kelas pelatih level atas dan bisa menjadi pelatih kepala di Liga 1. Untuk mendapat lisensi A (AFC), maka seorang pelatih harus punya jam terbang selama 5 tahun di dunia kepelatihan, mengikuti kursus dan ujian kepelatihan.

Sesekali Edy mengirim pesan singkat ke HP saya. “Apa kabar dingsanak? Salam subuh, selamat beraktivitas,” begitu ditulisnya menjelang salat subuh. Belakangan saya jarang kontak sampai akhirnya ada kabar dia meninggal dunia. Selamat jalan sahabatku, Edy Simon. Insyaallah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin yaa rabbal aalamiin.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb