Andi Harun Terjepit?

May 1, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PILKADA Serentak 2024 di Kaltim kian mengkristal. Tampaknya untuk Pilgub, stagnan pada 3 nama. Ketiganya memang kualitas raja. Si Raja Naga alias petahana Isran Noor (IN), Si Raja Minyak yang lebih pas ditujukan kepada Haji Rudy Mas’ud (Harum) dan Si Raja Ayam buat Mahyudin, yang salah satu bisnisnya sekarang adalah peternakan ayam secara modern dengan populasi ratusan ribu ekor.

IN makin kukuh menggunakan jalur independen meski tetap membuka jalur partai. Surat dukungan (surduk) yang dikumpulkan relawan IN sudah mendekati angka 240 ribu yang dibutuhkan. Kabarnya Gerindra, Demokrat, dan PPP juga cenderung ke IN.

Harum juga sudah pasti berlayar dengan perahunya sendiri, Partai Golkar. Soalnya kursi yang diraup sudah melebihi angka persyaratan. Dan Mahyudin makin aktif mendekati beberapa partai di antaranya PKB, PDIP, dan lainnya.

Beberapa hari lalu Mahyudin tampak mesra dengan Ketua PKB Kaltim Syafruddin ketika mengembalikan formulir pendaftaran. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi karena Pak Mahyudin telah mengembalikan langsung formulir pendaftaran. Itu menandakan kesungguhan beliau maju ke Pilgub Kaltim,” ujar Syafruddin bersemangat.

Ketua PKB Kaltim Syafruddin membisiki Mahyudin setelah mengembalikan formulir pendaftaran

Partai lain yang punya potensi mengusung calon, sepertinya melemah. Ada juga yang mengatakan cenderung “menyerah.” Kalaupun ada cukup memilih kursi kedua atau wagub. Di antaranya PDIP, Gerindra, PKB, PKS dan lainnya.

Seperti kita ketahui, komposisi kursi di DPRD Kaltim hasil Pileg 2024 adalah Golkar 15 kursi, Gerindra 10, PDIP 9, PKB 6, PAN 4, PKS 4, Nasdem 3, Demokrat 2 dan PPP juga 2 kursi. Syarat mengajukan cagub minimal 11 kursi.

Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin agaknya lebih nyaman memilih kursi DPR RI. Pada Pilgub 2018, dia maju bersama Rusmadi Wongso. Sayangnya hanya menjadi runner up. Nama-nama besar yang disebut PDIP seperti Ahok, Djarot dan Risma tidak ada perkembangannya.  Malah ada kemungkinan Bupati Kutai Edi Damansyah, yang juga ketua PDIP Kukar sebagai calon alternatif.

IN tetap kukuh dengan wakil lama, Hadi Mulyadi. Hadi adalah ketua DPD Partai Gelora Kaltim. “Saya bukan orang politik, meski bermain politik. Jadi saya tetap dengan Pak Hadi,” kata Isran ketika ditanya soal pasangannya.

Saat ini ada 2 nama yang dikaitkan dengan Harum. Sekretaris DPD Gerindra Seno Aji dan Presiden Borneo FC Nabil Husien. Tapi Seno, yang sekarang wakil ketua DPRD Kaltim mengaku lebih fokus pada Pilbup Kukar. Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun juga menyatakan belum ada yang direkomendasikan oleh partainya.

Kabar terbaru terdengar Harum melakukan pendekatan kepada bos Pemuda Pancasila (PP) Kaltim Said Amin. Dia ingin mengambil Nabil, putra Said, yang sekarang terpilih sebagai sebagai anggota DPR RI hasil Pileg 2024. Nabil saat ini disebut-sebut bakal menjadi ketua DPW Nasdem Kaltim menyusul mundurnya IN.

Ada yang melihat Harum bersama Nabil sempat duduk bersama menyaksikan pertandingan terakhir Borneo FC di Stadion Batakan Balikpapan. Itu bukan nonton biasa, tapi terkesan “nonton politis.” Pendekatan memang tengah dilakukan. Apakah Nabil berkenan masih tanda tanya.

Belum lama  ini saya bertemu Sekjen DPP Nasdem Haryanto Taslim di Nasdem Tower Jakarta. Haryanto mengatakan Nasdem terbuka dengan calon dari mana pun. “Termasuk dengan Pak Isran kita tidak ada masalah,” tandasnya.

Nasdem mulai membuka pendaftaran serentak  seluruh Indonesia sejak 1 Mei ini sampai 7 hari kemudian. Nama-nama yang masuk nantinya diproses mulai di tingkat DPW sampai DPP. Rekomendasi terakhir ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh.

Yang menarik sejak awal Nasdem mengampanyekan politik tanpa mahar. Semua calon tidak dibebani biaya politik atau mahar. Jadi mereka yang mendaftar ataupun nanti ditetapkan sebagai pemegang rekomendasi tidak dibebani apa-apa alias gratis. Tagline-nya: Bersatu, Berjuang dan Menang.

ADA NAMA BARU

Sementara itu, ada perkembangan baru tentang peluang dan isu berkaitan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam Pilkada Serentak 2024. Meski hasil survei cukup kuat untuk dirinya, tapi ada situasi lain yang memberi indikasi bahwa Andi Harun dalam posisi agak terjepit saat ini.

Berita yang dilansir AspirasiNews.id menyebutkan Gerindra mengusung nama Agus Suwandy, yang saat ini anggota DPRD Kaltim menjadi calon wali kota Samarinda. “Untuk saat ini kita sudah membentuk tim khusus, dan nama Agus Suwandy yang kami usung ke Pilkada Samarinda,” kata Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Sulaiman Hattase.

Sulaiman mengelak mengomentari posisi Andi Harun.  “Terkait beliau, saya no comment. Saya pikir masyarakat bisa melihat sendiri. Dalam hal ini, kami juga sudah berkoordinasi dengan pengurus DPP di Jakarta,” jelasnya.

Jika benar Gerindra resmi mengusung nama Agus Suwandy, ini memberi petunjuk bahwa ada kondisi yang tidak terlalu baik antara Andi Harun dengan DPP. Sekaligus membenarkan adanya isu yang menyebut Andi Harun tidak direkomendir DPP.

Kabar di luaran memang ramai mengungkapkan bahwa Andi Harun dalam Pileg 2024 kemarin, seperti pepatah memakan buah simalakama.  Kalau dimakan mati bapak, tidak dimakan mati ibu.

Dia mendapat tugas yang sangat rumit atau dilematis. Dia diminta ikut memaksimalkan perolehan suara Nabil, caleg DPR RI dari Nasdem di Samarinda. Semua orang tahu selama ini karier politik Andi Harun banyak terkait dengan dukungan Said Amin. Tapi di satu sisi, dia juga harus memenangkan caleg Gerindra karena dia ketua Gerindra Kaltim.

Hasilnya, dua-duanya tidak ada yang terlalu signifikan. Jadi dikabarkan Said Amin tak senang hati dengan Andi Harun. Hal yang sama juga datangnya dari Budisatrio Djiwandono, caleg DPR RI Partai Gerindra Dapil Kaltim, yang notabene keponakan Prabowo.

Ada kabar tak sedap yang belum tentu kebenarannya, Andi Harun akan dilepaskan dari tugasnya sebagai ketua DPD Gerindra Kaltim. Bersamaan itu, ada juga yang menyebut-nyebut Prabowo kemungkinan  meminta IN sebagai pengganti.

Jika hal itu sampai terjadi, maka berdampak lagi kepada pencalonan Andi Harun apakah ke bursa cagub atau ke Pilwali Samarinda. Ada terdengar Andi Harun tengah menjajaki kemungkinan memakai perahu lain atau ke jalur perseorangan.

Dengan posisi yang tidak terlalu bagus itu, bisa mengundang beberapa nama termasuk wakil wali kota Samarinda, Rusmadi Wongso untuk maju ke Pilwali. Sudah bukan rahasia lagi, selama ini hubungan Andi Harun-Rusmadi tidak terlalu mesra. Kabarnya Rusmadi tidak terlalu difungsikan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud (RM) sampai saat ini belum ada lawannya. Di pendaftaran Golkar cenderung  beberapa tokoh mengambil formulir sebagai calon wakil wali kota. Kabarnya ada nama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, Sekretaris Kota Muhaimin dan Ketua Partai Berkarya Kaltim H Karmin Laonggeng

Seorang eks tokoh Golkar tanpa mau disebutkan namanya memprediksi sangat mungkin RM mengambil Abdulloh. Jika itu yang terjadi, maka kakak RM, Hasanuddin Mas’ud (Hamas) tidak ada halangan lagi tetap menjadi ketua DPRD Kaltim. Abdulloh, peraih suara terbanyak juga tidak perlu berkecil hati, karena 5 tahun kemudian dia sangat berpeluang jadi wali kota, karena RM sudah 2 periode.

Di kubu Partai Nasdem Balikpapan, yang terjadi baru kesepakatan Nasdem dan PKS tanpa memunculkan nama yang bakal diusung. Kedua partai ini kabarnya melakukan pendekatan kepada Muhammad Sa’bani, mantan sekprov Kaltim. Nama Ketua Nasdem Ahmad Basir (AHB) bisa jadi sebagai pendamping.

Ada juga nama gadis muda, Syaima Alaydrus, SE dimunculkan. Balihonya terpasang di beberapa sudut kota. Wajahnya cantik maklum ada darah Arabnya. Dia adalah putri Bupati Kota Baru, Kalsel, Sayed Jafar Al-Idrus. Kebetulan Sayed orang Kampung Baru, Balikpapan Barat yang sudah dua periode jadi bupati di sana.

Kabarnya dia tengah mempersiapkan istrinya, Hj Fatma Idiana meneruskan dinastinya di Kota Baru, sedang putrinya, Syaima Alaydrus mulai diperkenalkan ke wilayah politik di Balikpapan. Pada acara halalbihalal Partai Nasdem Balikpapan beberapa hari lalu, Sayed Jafar dan Syaima tampak hadir di sana. Beberapa kader wanita Partai Nasdem menyambutnya. Ahlan wassahlan, Syaima.(*)

Dua-duanya Kena DBD

May 1, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MENJELANG semifinal Timnas U-23 Indonesia lawan Uzbekistan, Senin (29/4) petang saya ke RS Siloam Balikpapan lagi. Cucu saya Dafin (8) menyusul abangnya Defa (10) masuk rumah sakit juga. Penyakitnya sama, setelah terkena cacar air (Varicella zoster) langsung mendapat penyakit baru yaitu demam berdarah alias DBD.

“Kita rawat saja bersama abangnya, ya Mas,” kata dr Anggun Kusumasari, SpA, M.Sc, yang menangani mereka. Dokter Anggun adalah spesialis anak. Dia menyelesaikan studi kedokterannya di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Panas Afin langsung melonjak 40 derajat Celsius. Saya takut karena dia punya riwayat step. Untunglah trombositnya masih tinggi. Masih di atas batas kritis demam berdarah. Biasanya angkanya di bawah 20.000 sel per mikroliter darah (mcL). Itu langsung mendapat penanganan intensif dari dokter.

Pengambilan darah dan pemasangan jarum infus memerlukan waktu. Dafin agak takut dan berteriak menangis. Badannya lebih gemoy dibanding abangnya. Saya sedih melihat mereka berdua harus dirawat di rumah sakit.

Ketika abangnya kena cacar, Dafin masih sehat. Abangnya sangat terpukul karena di waktu Lebaran tidak bisa bersilaturahmi dengan orang lain. Maklum cacar menular terutama bagi mereka yang belum pernah terkena atau divaksinasi.

Saya kaget, teman baik saya yang ikut membesuk mereka besoknya juga terkena cacar. Dia mengaku belum pernah terkena. Badannya bentol-bentol. Ampun terasa gatal katanya. Di tangan, di dada dan di beberapa bagian tubuhnya. Ruam yang terjadi biasanya menetap di tubuh selama 7-21 hari.

Dua cucu dirawat di RS Siloam Balikpapan terkena DBD.

Sama ibu bapaknya, Ayi dan Aldi, selain minum obat dokter, DBD Defa dan Dafin juga dicecoki fufang angkak. Istri saya, Bunda Arita diberi oleh Pak Sukirman, mantan Kacab BCA. Juga saya diberitahu oleh rekan wartawan Jasmin Jafar.

Tulisan lengkapnya  Fufang Ejiao Jiang. Ini obat herbal China yang berfungsi untuk memelihara stamina tubuh dengan berperan sebagai zat penambah darah sehingga cocok digunakan untuk kondisi anemia, demam berdarah (menaikkan trombosit) ataupun ketika sedang menstruasi.

Fufang angkak banyak dijual di toko-toko. Di Hero Supermarket juga ada. Saya beli di Toko Suzana Balikpapan. Harganya tidak terlalu mahal. Dan tersedia banyak. Rasanya obat ini terkenal tawar dan cenderung manis, sehingga anak-anak tak sulit mengonsumsinya.

Studi yang diterbitkan dalam Frontiers, menemukan bahwa khasiat Fufang Angkak bisa dipakai untuk pengobatan kemoterapi dan radioterapi pada pasien kanker.

Wartawan Sejarah Balikpapan, Asran menganjurkan kepada saya agar cucu saya dibuatkan minuman air rebusan daun ubi jalar sebanyak 7 lembar. Ini pengalaman kakak beradik Hafidz dan Alfadz yang dirawat di RS Kanujoso karena DBD. Setelah diberi minuman ini, besoknya dia sudah diperkenankan pulang ke rumah karena kondisinya berangsur pulih.

Sahabat saya, Dr Meiliana, mantan Plt Sekprov Kaltim terus mendoakan cucu saya terutama si Dafin, yang dipanggilnya si Gemoy. Dia gemes melihat Dafin dan sering mengirimi makanan buatannya. “Cepat sembuh, ya Fin, nanti tante kirimin kolak durian,” kata Bu Mei.

TIM FOGGING TURUN

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati bersama tim Kelurahan Gunung Samarinda Baru dan Puskesmas Gunung Samarinda, setelah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dilanjutkan kegiatan pengasapan atau fogging di sekitar RT 020 Balikpapan Baru (BB), tempat kediaman cucu saya.

Fogging adalah tindakan pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk khususnya pembawa (vektor) penyakit DBD.

Meskipun bukan tindakan terbaik dan bukan pilihan utama, indikasi dilakukan fogging ketika ditemukan 1 kasus positif DBD dan ditemukannya jentik. Indikasi itu memang sudah didapati petugas di kediaman cucu saya.

Dari beberapa pengalaman dan pendapat para ahli, fogging memang bisa diterapkan untuk pengendalian penularan DBD, tapi hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Tidak untuk larva, telur ataupun jentik nyamuk. Jadi kemudian muncul lagi nyamuk dewasa dari jentik tadi. Karena itu tetap dianjurkan lebih memprioritaskan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN (vektor DBD) secara rutin.

Pelaksanaan fogging juga harus tepat dan dalam pengawasan ketat, agar bisa maksimal untuk pemberantasan nyamuk (vektor) DBD dan meminimalkan dampak negatif seperti kekebalan (resistensi) dari vektor,  tertinggalnya residu insektisida di lingkungan, keracunan dan lainnya.

Lurah Gunung Samarinda Baru, Yulita Kusuma Lestari ikut sibuk. Dia sudah mengeluarkan surat edaran kepada RT-RT di lingkungannya agar aktif melaksanakan kerja bakti khususnya dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah.

Ketika saya masih menjadi wali kota, saya sering turun ke lapangan bersama DKK. Ada istilah yang sering kita sampaikan ke masyarakat. Yaitu 3M Plus. Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat-tempat penampungan air. Mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Yang dimaksud dengan Plus-nya adalah menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk dan menggunakan obat antinyamuk.

Selain itu, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah, melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama, meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras serta memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

Saya bersama dr Dio dan dr Voni sebelum pensiun sempat memperkenalkan kelambu nyamuk murah dan efektif untuk menurunkan kasus DBD di kota ini.

Tadi malam saya membesuk Defa dan Dafin. Alhamdulillah Defa sudah normal. Infusnya sudah dicabut tinggal Dafin. Cucu saya ke-6, Aby (putra Akbar-Febi) hari ini berulang tahun ke-1 sebelum pulang ke Sentul, Bogor. Kakak Aby, Jena minta Dafin menghafal lagu Atuna Tufuli. Lagu curahan hati anak Palestina yang hidup dalam konflik. “Beri Kami Masa Kecil.” Dan jangan sakit lagi abang ya, kata Jena yang centil memberi semangat.(*)

Prof Kehormatan untuk Akmal Malik

April 29, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PENJABAT (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik tampak ceria. Wajahnya semringah. Dia baru saja dikukuhkan menyandang gelar profesor kehormatan bidang ilmu hukum dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

Acara bersejarah itu berlangsung di Auditorium Unissula Semarang, Sabtu (27/4) lalu. Rapat Senat Terbukanya dipimpin langsung oleh Rektor Prof Dr H Gunarto, SH, MH. Akmal Malik merupakan pengukuhan ke-58.

“Program doktor ilmu hukum di kampus ini telah berakreditasi unggul. Jadi kita diberi kewenangan oleh pemerintah untuk memberikan gelar profesor kehormatan karena telah memenuhi standar tinggi yang ditentukan,” jelasnya.

Unissula merupakan  universitas swasta terkemuka di Indonesia. Dan telah meneguhkan dirinya sebagai World Class Islamic University dengan 11 fakultas dan 40 program studi mulai D3, S1, Profesi, S2 hingga S3.

Akmal menerima sertifikat pengukuhan dari Rektor Unissula Prof Gunarto.

Prof Gunarto menilai Akmal Malik mempunyai kapasitas cukup untuk menerima gelar tersebut. Hal ini juga sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang ada termasuk peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Dikti.

Profesor kehormatan itu adalah jenjang jabatan akademik profesor pada perguruan tinggi yang diberikan sebagai penghargaan kepada setiap orang dari  kalangan nonakademik yang memiliki kompetensi luar biasa.

Baru 6 bulan bertugas di Kaltim, Akmal berhasil melakukan diskresi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan termasuk masalah pertanahan. Diskresi masalah pertanahan itu yang membawa Akmal berhasil memperoleh gelar profesor kehormatan.

Prof Gunarto mengakui Akmal Malik telah membawa beberapa gagasan baru di antaranya tentang restorative justice (RJ) dengan keseimbangan hukum, politik, dan  manajemen dalam penyelesaian maladministrasi di daerah.

Gagasan baru itu juga diakui berguna dan bisa dipublikasikan dalam media atau jurnal internasional terindeks Scopus terbaik, yang menjadi sumber referensi bagi para akademisi, serta sudah sesuai dengan standar penulisan internasional. “Alhamdulillah, kami sudah memiliki jurnal internasional ini, meski kami akui persyaratannya sangat sulit,” kata Gunarto.

Rektor Unissula ini juga mengeluarkan pernyataan yang agak menggelitik. Dia bilang profesor itu tiada hari tanpa berbuat baik. “Saya harap Prof Akmal tidak capek melihat jalan-jalan di Kaltim yang masih banyak tanah, walaupun hujan. Itulah ciri-ciri profesor tidak pernah menyerah,” tandasnya. Apa betul jalan di Kaltim masih banyak tanahnya?

Setelah pengukuhannya sebagai profesor kehormatan, Akmal Malik ditetapkan menjadi guru besar nondosen dengan mendapatkan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK), yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Dikti.

Dengan gelar baru itu, maka penulisan lengkap nama Akmal menjadi Prof Dr Drs Akmal Malik, M.Si. Jejak pendidikan sebelumnya dimulai dengan gelar Diploma III dari Sekolah Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor tahun 1993. Kemudian S1 Manajemen Pembangunan dari Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta pada 1996.

Selanjutnya Akmal meraih  gelar magister sains bidang Perencanaan dan Kebijakan Publik dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2022. Dan meraih gelar doktor dalam bidang Administrasi Publik di Universitas Brawijaya Malang pada 2021.

Akmal dilahirkan 16 Maret 1970 di Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat. Urang awak. Istrinya, Yulia Zubir seorang dokter dan magister epidemiologi. Mereka memiliki sepasang anak, yang keduanya masih mengikuti pendidikan di negeri tetangga, Singapura.

Akmal bergabung dengan Kementerian Dalam Negeri, khususnya di Direktorat Jenderal Otonomi Daerah pada tahun 2014 di Subbag Kepegawaian pada Bagian Perundang-Undangan dan Kepegawaian.

Tahun 2018 dia dipercaya sebagai Sekretaris Ditjen Otda. Kemudian Plt Dirjen Otda pada 2019. Enam bulan kemudian dilantik definitif sebagai Dirjen Otda. Sebelum bertugas di Kaltim, dia juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (12 Mei 2022–12 Mei 2023).

BANYAK MALADMINISTRASI

Sejumlah pejabat dan kepala daerah kabupaten/kota se-Kaltim hadir di acara pengukuhan Akmal. Di antaranya Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun, Bupati Paser dr Fahmi Fadli dan Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Drs Makmur Marbun, M.Si.

Semua menyatakan selamat atas anugerah yang diberikan kepada Akmal dan berharap ilmunya bisa memberikan kontribusi lebih bagus lagi bagi Kaltim dan negara. “Semoga beliau semakin mampu meningkatkan kemajuan bagi pembangunan kita di daerah,” kata Fahmi.

Andi Harun berharap Akmal lebih banyak lagi mewarnai penyelesaian berbagai masalah pembangunan dengan menerapkan metodologi nonlitigasi, yakni melalui pendekatan RJ.

Selain pejabat dari Kaltim, hadir juga Ketua DPRD Sulbar Dr Hj St Suraidah Suhardi, SE, M.Si dan Pj Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Indra. “Tahniah kepada Bapak Akmal Malik yang telah dikukuhkan menjadi guru besar kehormatan bidang Ilmu Hukum  Fakultas Hukum Unissula. Semoga membawa berkah untuk kita semua,” kata Indra memberikan ucapan.

Di sela-sela menerima ucapan selamat, Akmal menyatakan rasa sukacitanya menerima penghargaan dan pengakuan dari  Unissula. “Alhamdulillah seluruh prosesi pengukuhan profesor kehormatan untuk saya hari ini berjalan lancar,” ucapnya.

Dia mengakui telah menerapkan kebijakan RJ dalam penanganan sengketa tanah di kota Samarinda. Dan kasus maladministrasi seperti itu masih banyak terjadi, yang disebabkan karena ketidaktahuan, penyimpangan dan lain sebagainya.

Jika semakin banyak masyarakat melakukan gugatan, maka jumlah kasusnya akan sangat luar biasa banyaknya. Juga memerlukan waktu yang panjang. “Sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan pemulihan dan pendekatan restorasi untuk menjadi solusi tercepat,” jelasnya.

Menurutnya, maladministrasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan publik yang tidak sesuai dengan peraturan, tidak memenuhi asas kepatutan  dengan tujuan untuk kepentingan diri sendiri, keluarga, kelompok terdekatnya tetapi merugikan kepentingan pihak lainnya.

Akmal berharap ke depan para kepala daerah mempunyai keberanian untuk menuntaskan masalah maladministrasi dengan pendekatan litigasi dan melibatkan semua pihak, pelaku dan masyarakat. Terima kasih Prof atas ide dan gagasannya.(*)

Cacar, DBD dan Timnas

April 28, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

APA hubungannya cacar, demam berdarah (DBD) dan Timnas U-23? Sepertinya tak ada hubungan sama sekali. Yang dua penyakit, dan yang satu lagi olahraga. Tapi bagi saya, ketiga hal itu kebetulan saya alami secara bersamaan. Jadi lengkap ketegangannya.

Menjelang pertandingan perdelapan final Timnas kita lawan Korea Selatan, Jumat (26/4) dinihari, saya berada di Rumah Sakit Siloam Balikpapan. Cucu saya Defa berusia 10 tahun harus dirawat inap karena positif mengidap DBD atau demam dengue.

Saya gundah. Padahal Defa baru saja sembuh dari cacar air (Varicella zoster). Begitu dia pulih, menyusul kakak dan adiknya, Dafa dan Dafin juga kena. Trombosit Defa juga turun naik termasuk suhu badannya.

Defa terserang varisela menyusul acara Mabit Ramadan di sekolahnya. Ternyata ada temannya yang sudah kena duluan. Lalu menular kepada yang lain termasuk Defa. Kabarnya ada 7 anak terkena penyakit tersebut.

Cacar air adalah infeksi virus yang menyebabkan ruam, melepuh seperti gatal pada kulit dan wajah. Sangat menular terutama bagi yang belum pernah menderita atau belum divaksinasi. Masa penularannya sampai 14 hari.

Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin. Hingga kini belum ditemukan langkah pengobatan yang efektif untuk mengatasi cacar air. Dokter biasanya memberi resep penurun panas atau memberi obat-obatan antihistamine untuk meredakan rasa gatal pada kulit.

DBD sudah langganan di semua daerah. Tapi Balikpapan memang terbilang tinggi. Nomor 2 tertinggi di Kaltim. Tapi Bontang ditetapkan lebih dulu sebagai pilot project penyebaran nyamuk Wolbachia yang dinilai mampu melumpuhkan virus dengue, yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.

Saya belum pernah ketemu dan digigit dengan nyamuk jenis ini. Wolbachia merupakan bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue. Ujicoba pertama di Bantul, Yogyakarta tahun 2022 dan sukses.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Alwiati mengakui, kasus DBD di Balikpapan cenderung meningkat.  Sampai minggu ke-15 tercatat 38 kasus positif. Sedang minggu ke-16 naik menjadi 45 kasus. “Sedang angka penderita penyakit cacar belum ada rekapnya,” katanya menambahkan.

Alwiati langsung menugasi timnya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk memastikan adanya kejadian luar biasa atau KLB. Timnya sudah bergerak ke sekolah SDIT BIS, tempat Defa sekolah dan menyusul juga ke rumah kediaman di Balikpapan Baru (BB) Blok S2 dan sekitarnya.

Lurah Gunung Samarinda Baru Yulita Kusuma Lestari telah membuat surat edaran kepada RT-RT agar Minggu (28/4) ini melaksanakan kerja bakti dengan tema pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah.

Hanya saja berdasarkan laporan dari Puskesmas Gunung Samarinda, ada warga yang menolak dilakukan penyemprotan atau fogging. Tapi Ketua RT 020 Gunung Samarinda Baru H Erry Dewanata menyatakan warganya aman-aman saja. “Mereka baru memeriksa jentik, kok sudah ada yang menolak,” tanyanya heran.

NOBAR DI PASGAR

Defa juga pencinta sepakbola. Meski lagi diinfus, dia sempat tanya persiapan timnas menghadapi singa Asia, Korsel, juara Piala Asia 2020. Saya bilang insyaallah menang. Saya tinggalkan dia setelah ditempatkan di kamar perawatan 709. Lalu saya nobar di Café Ratu Pasar Segar (Pasgar) bersama rekan saya Unding dan anaknya, serta Mardi, Vibra dan Malik.

Saya sampai berdiri di atas kursi menyaksikan adu penalti yang sangat menegangkan. Syukur akhirnya kemenangan diraih Timnas kita. Pasgar meledak riuh penuh sukacita ribuan penonton di sana. Sayang mereka tidak tertib karena melempar-lemparkan botol bekas minuman. Akibatnya di sana seperti terjadi huru-hara. Kotor. Sampah berserakan. Pulang dari Pasgar langsung azan subuh berkumandang.

Empat pemain Borneo FC di Timnas U-23. Paling kanan Komang Teguh yang banyak menarik perhatian.

Sekarang kita menunggu pertandingan semifinal antara Timnas Indonesia lawan Uzbekistan. Sebelumnya di perdelapan final, Uzbekistan menggilas Arab Saudi 2-0. Kalau kita menang, maka Timnas melaju ke babak final menghadapi Jepang atau Irak.

Uzbekistan adalah negara di Asia Tengah. Sebelumnya merupakan bagian dari Uni Soviet. 90 persen penduduknya beragama Islam bermazhab Hanafi. Sisanya Kristen Ortodoks. Pada laman resmi FIFA, timnas Uzbekistan menduduki urutan ke-64, sedang Indonesia di posisi ke-134. Wanita Uzbekistan terkenal cantik-cantik karena perpaduan Eropa dan Asia.

Kalau nanti Timnas kita kalah (rasanya tidak) maka masih ada satu pertandingan perebutan juara 3 dan 4. Juara 3 bersama Juara 1 dan 2 lolos ke Olimpiade Paris 2024, sedang juara 4 masih berjuang lagi di babak playoff antarkonfederasi. Wakil Asia akan menghadapi wakil Afrika, yang saat ini sudah dipastikan milik Guinea.

Laga Indonesia lawan Uzbekistan berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Senin (29/4) besok pukul 22 Wita. Abdullah bin Khalifa Al Thani lengkapnya, adalah perdana menteri Qatar ke-3 (29 Oktober 1996 – 3 April 2007). Stadion berkapasitas 10 ribu penonton ini selalu memberikan keberuntungan buat tim asuhan Shin Tae Yong (STY). Kita berdoa Garuda Muda menang lagi.

Kita menyadari musuh kita sangat berat. Juara Piala Asia U-23 tahun 2018 ini, belum terkalahkan di Piala Asia 2024.  Bahkan gawangnya belum pernah kebobolan sama sekali. Tapi Timnas akan menggempurnya, seperti ketika menyikat Australia, Yordania dan Korsel. Yang penting kita tidak takabur.

Dari 23 skuad Timnas U-23, ada 4 pemain berasal dari Borneo FC, klub Liga 1 milik Nabil Said Amin, putra Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Kaltim, Said Amin. Mereka adalah Ikhsan Nul Zikrak, Daffa Fasya, Muhammad Fajar Fatur dan Komang Teguh. Nabil sangat bangga, itu kado buat dia yang terpilih sebagai anggota DPR RI hasil Pileg 2024.

Selain itu ada juga tokoh sepakbola Kaltim yang ikut menonton di Qatar. Dia adalah H Harbiansyah Hanafiah, yang akrab dipanggil Harbian (76). Dia pemilik klub sepakbola Putra Samarinda (Pusam). Harbian juga pernah dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Tim Nasional (BTN) tahun 2013.

“Alhamdulillah saya puas menonton Timnas kita. Luar biasa permainannya anak asuh STY, saya yakin mereka terus melaju ke babak final dan bahkan jadi juara,” katanya bersemangat sambil mengirim foto lewat WA bersama STY dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

Menurut Harbian, dia masih sempat menonton pertandingan Indonesia lawan Uzbekistan di babak semifinal. “Besoknya saya sudah kembali ke Tanah Air. Insyaallah kita menang,” tandasnya.

Harbian bersama putra dan cucunya datang ke Qatar atas undangan Sekjen PSSI  Yunus Nusi. Dia dulu ikut Harbian sampai akhirnya dipromosi ke PSSI Pusat. “Ini kebanggaan tersendiri juga buat saya, ada anak Samarinda jadi pegurus inti PSSI,” ucapnya.

Malam tadi rencana saya mau istirahat. Badan mulai meriang dan tenggorokan sudah mulai gatal. Tapi saya bingung, karena salah satu tim kebanggaan saya, Manchester United (MU) berlaga lawan Burnley dalam lanjutan Liga Inggris. Hasilnya draw 1-1. Seperti biasa MU selalu kena hukuman penalti di menit terakhir. Aneh bin kesal.(*)

Han Soe dan SAMS Sepinggan

April 25, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

BARU mendarat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Rabu (24/4) sore, saya langsung ke terminal keberangkatan. Mau berangkat lagi? Tidak. Saya baru datang dari Jakarta. Tapi saya diundang menghadiri peresmian Han Soe Tiam, gerai baru milik pengusaha muda Khairul Anam, SH, S.Tr.Par, M.Par, MH, yang akrab dipanggil Bung Arul.

Gerai baru itu tak jauh dari pintu masuk ruang tunggu. Berada di sebelah kiri dan cukup strategis. Ini bagian dari pengembangan usaha grup PT Agler Etam Jaya, perusahaan milik Bung Arul. Sebelumnya dia sukses mengibarkan brand Straat Mantau dan Straat Kitchen. Sekarang Han Soe Tiam, spesial menu  roti-rotian (bakery) dengan berbagai rasa.  Selain  juga ada makanan berat seperti nasi lemak, rawon, dan laksa.

Makanan laksa masuk dalam daftar Sup Terenak di Dunia versi Taste Atlas. Laksa adalah makanan sejenis mi berkuah bumbu rempah khas kebudayaan peranakan, yang memadukan elemen Tionghoa, Melayu dan berbagai jenis etnis lainnya.

Agak surprise juga. Meski mantan wali kota, saya tetap diminta memberi sambutan dan ikut memotong pita. Di situ hadir GM PT Angkasa Pura 1 Sepinggan, Ahmad Syaugi Syahab dan timnya,  bersama para kepala cabang perbankan di antaranya Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Balikpapan, Arif Aulia Rahman dan Kacab Mandiri.

Saya bilang saya bangga ada pengusaha muda lokal yang mampu berkibar dalam bisnis kuliner. Apalagi Balikpapan menjadi kota penyangga IKN. Jangan sampai yang jualan makanan kebanyakan warga dari luar. Apalagi kalau sampai dari luar negeri.

Bersama Bung Arul (paling kiri), BM BSI Arif Aulia Rahman dan GM SAMS Sepinggan Ahmad Syaugi

Bung Arul sukses membuka gerai di Bandara SAMS Sepinggan. Ini gerainya yang ke-4 di sana. Tiga di antaranya ada di ruang tunggu. Dia masih mau buka lagi di ruang kedatangan. “Dengan meningkatnya jumlah penumpang di bandara ini akibat proyek RDMP Pertamina dan Ibu Kota Nusantara (IKN), maka bisnis kuliner di sini sangat prospektif,” kata ayah tiga anak itu bersemangat.

Nama Han Soe Tiam cukup menarik. Agak ke korea-korean. Apa iya? Mirip nama aktris dan model Han So-hee dari negeri Ginseng. Ternyata tidak. Itu akronim dari nama kedua orang tuanya. Han diambil dari nama ibunya, Siti Haniyah. Dan Soe dari nama ayahnya, Muhammad Soeparto.

Tiam itu serapan dari bahasa Melayu. Ada juga yang bilang dari bahasa Hokkien maupun bahasa Hakka. Artinya kedai atau warung. Rasanya yang pertama kali menggunakan tiam di Balikpapan adalah Roti Tiam Bakery and Café di Jl MT Haryono. Milik Pak Heri, teman saya. Menyusul kemudian Kopi Tiam, yang juga cepat dikenal.

Peresmian Han Soe Tiam ditandai dengan pengguntingan pita.  Lalu pemotongan nasi tumpeng oleh istri Bung Arul, Ayu Renia Putri. Saya dan GM Angkasa Pura 1 Sepinggan Ahmad Syaugi diminta ikut mendampingi. Kebagian juga tumpengnya. Penuh berkah setelah dibacain doa.

RENOVASI 120 M

Sukses Bung Arul di SAMS Sepinggan memberi indikasi bahwa perkembangan bandara ini makin prospektif. “Ya kita terus melakukan pengembangan dan inovasi, sehingga Sepinggan makin maju dan bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” kata Syaugi.

Karena itu pihak Angkasa Pura 1 berani menyisihkan anggaran Rp120 miliar untuk pembenahan dan renovasi. Ada perbaikan plafon, AC sampai toilet kelas hotel bintang 5. Di lantai 2 juga disiapkan lagi hotel bandara. “Pak Rizal sudah lihat? Sekarang bandara kita lebih jreng,” kata Syaugi bangga.

Agar tidak terjadi hal yang bisa berimplikasi hukum dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan pembangunannya, Angkasa Pura 1 juga menggandeng aparat hukum dari kejaksaan. Saya jadi teringat. Dulu ada namanya TP4D, yaitu Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan. Belakangan itu dihapuskan. Padahal cukup baik manfaatnya.

Suasana kepadatan penumpang di Bandara SAMS Sepinggan

Menjelang dan pasca Lebaran, Bandara SAMS termasuk salah satu bandara tersibuk di Indonesia. Arus penumpang yang datang dan berangkat sempat mencapai 23 ribu orang sehari. Bayangkan. Sebagian memang pekerja dari pembangunan kilang Pertamina (RDMP) dan IKN.

Sampai kemarin, cari tiket pulang ke Balikpapan masih sulit. Baik dari Jakarta, Surabaya, Yogyakarta maupun Makassar. Kita cari di internet selalu penuh. Mau goso (go show) ke bandara tidak gampang. Kalaupun ada hanya Garuda yang biasanya mau melayani.

Jumlah penumpang Bandara SAMS Sepinggan sempat merosot. Itu gara-gara dampak pandemi Covid, yang amat dahsyat. Sebelum Covid, tahun 2019 pernah mencapai 5,4 juta penumpang setahun dengan 59 ribu lebih pergerakan pesawat. Waktu Covid hanya 3 jutaan saja dan sekarang naik lagi di atas 5 juta.

Berkat pengelolaan yang baik dan profesional, Bandara SAMS Sepinggan berturut-turut sebanyak lima kali menerima penghargaan internasional “Best Airport in Asia-Pasific by Size and Region” untuk kelas bandara 5-15 juta penumpang. Selain juga diberi predikat oleh Kementerian Perhubungan sebagai Bandar Udara Sehat 2022.

Bandara SAMS Sepinggan adalah bandara peninggalan zaman kolonial. Dulu dimanfaatkan orang-orang Belanda yang melakukan operasi pencarian dan eksploitasi minyak di Kalimantan. Baru pada tahun 1960 pengelolaannya diserahkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjenud). Dan tahun 1987 dialihkan ke Perum Angkasa Pura 1, yang kini menjadi PT Angkasa Pura 1.

Bandara seluas 300 hektare itu, mengalami beberapa kali renovasi. Renovasi pertama diresmikan oleh Presiden Soeharto dan kemudian pada 15 September 2014 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono menyusul dengan tambahan nama Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), yang diusulkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak. Saat itu saya masih menjadi wali Kota Balikpapan.

Sultan Aji Muhammad Sulaiman adalah sultan Kutai ke-17 dengan gelar Sri Paduka Sultan Adji Muhammad Sulaiman al-Adil Khalifatul-Mu’minin. Dia naik takhta menggantikan ayahnya, Sultan Adji Muhammad Salehuddin I pada tahun 1845 dan berakhir pada 1899.

Ada satu “PR” lagi yang sudah lama direncanakan untuk peningkatan pelayanan Bandara SAMS Sepinggan. Yaitu perpanjangan landasan pacu atau runway dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter.  Tampaknya ini baru bisa dilaksanakan setelah pembangunan tahap I IKN rampung, agar tidak mengganggu kelancaran arus pekerja IKN, yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan IKN.

Menjelang pelaksanaan upacara 17 Agustus 2024 di IKN, dapat dipastikan arus penumpang dari Jakarta bakal melimpah. Karena ada ribuan orang yang diundang ke Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Niscaya sebagian besar berangkat dan kembali melalui udara. Bandara SAMS Sepinggan bakal dikeroyok. Han Soe Tiam juga tambah laris.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1603730
    Users Today : 3347
    Users Yesterday : 7365
    This Year : 540236
    Total Users : 1603727
    Total views : 13785789
    Who's Online : 85
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-05