Heboh Isran Noor-Safaruddin

June 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA yang “nakal.” Dia mengedarkan e-flyer Isran Noor-Safaruddin di beberapa platform. Tentu mengagetkan dan heboh. Soalnya Isran sudah menegaskan dia berpasangan dengan Hadi Mulyadi. Lalu apa ada perubahan peta politik?

Poster Isran-Safaruddin didesain dengan tagline #Kaltim Berdaulat. Di bawah foto Safaruddin tertulis “Bakal Calon Wakil Gubernur.” Warna merah melatari foto mereka berdua. Senyum keduanya cerah.

Safaruddin itu adalah ketua DPD PDIP Kaltim.  Apalagi mantan kapolda Kaltim ini juga sudah menegaskan tidak akan maju dalam Pilgub 2024. Dia lebih nyaman duduk sebagai anggota DPR RI dan kembali terpilih pada Pileg 2024 ini.

Soal gonta-ganti pasangan memang biasa dalam politik. Itu halal saja. Masih ingat Pilpres 2019? Bagaimana dramatisnya Jokowi di detik terakhir mengganti pasangannya dari Prof Mahfud MD ke Kiai Ma’ruf Amin. Padahal Mahfud sudah ukur baju dan lagi menunggu tak jauh dari tempat pengumuman.

Lalu siapa yang membuat poster Isran-Safaruddin? Apa tujuan di balik itu? Setahu saya memang ada pendukung Isran yang ingin perubahan. Ada yang ingin Si Raja Naga didampingi tokoh milenial. Seperti Prabowo dengan Gibran.

Tapi Isran sendiri sudah berbulat tekad, tetap dengan Hadi, putra daerah yang sekarang ini adalah ketua Partai Gelora Kaltim. Hadi juga sudah mendampingi Isran dalam masa jabatan pertama, 2018-2023. Dan berjalan mulus. Mereka sangat akur.

Ada juga yang berpendapat, poster itu untuk menggoda Pak Jenderal, panggilan akrab Safaruddin. Soalnya kabar yang terdengar kuat 9 kursi PDIP di DPRD Kaltim hasil Pileg 2024 akan jatuh ke Isran. Jadi sekalian saja ditawarkan wakilnya dari ketua PDIP Kaltim. Apalagi Safaruddin sudah berpengalaman sebagai peserta Pilgub 2018.

“Saya sudah putuskan tidak akan maju dalam Pilgub Kaltim 2024. Cukup di DPR RI saja.  Jadi gambar yang beredar itu tidak benar. Siapa sih yang bikin gambar itu?” kata Safaruddin bernada tak nyaman.

Menurut Safaruddin, dia mendapat dukungan 68.312 suara pada Pileg yang lalu, yang mengantar dia terpilih kembali ke Senayan. “Saya tak mau mengkhianati atau menyia-nyiakan mandat yang diberikan rakyat Kaltim kepada saya,” tandasnya.

Selain poster yang menghebohkan itu, ada juga beredar foto Isran berjalan bersama Safaruddin.  Isran mengenakan kemeja biru muda, sedang Safaruddin mengenakan kaus kasual tangan panjang berwarna cokelat.

“Oh itu kebetulan saya bareng Pak Isran sama-sama mau ke Jakarta. Kita tak sengaja bertemu di Bandara SAMS Sepinggan, ya jalan bersama dan ngobrol,” jelasnya.

Purnawirawan jenderal polisi berbintang dua ini tak membantah kalau pertemuan itu ada menyinggung soal dukungan politik. “Kemungkinan besar saya dukung Pak Isran, tapi PDIP ‘kan keputusannya ada di Ketua Umum Ibu Megawati. Sabar, kita tunggu saja nanti,” katanya.

Jika kursi PDIP resmi dipercayakan kepada Isran, maka Isran-Hadi sudah dapat melenggang ke KPU. Soalnya IN sudah mengantungi 2 kursi dari Partai Demokrat. Jumlah 11 kursi sudah memenuhi persyaratan minimal untuk bisa mengajukan pendaftaran.

Isran masih berjuang dan berpeluang besar untuk juga mendapat kursi dari Partai Gerindra dan partai-partai lainnya. Meski di saat yang sama bacagub lainnya juga melakukan hal yang sama. Baik itu Rudy Mas’ud maupun Mahyudin.

Seperti kita ketahui, Rudy Mas’ud, bacagub dari Golkar sebenarnya sudah aman. Sebanyak 15 kursi Golkar di DPRD Kaltim lebih dari cukup. Tapi koalisi gemuk tetap dia buru terutama dari partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) pendukung Prabowo-Gibran. PAN dengan 4 kursinya sudah resmi menyatakan dukungan kepada Rudy dan Seno Aji.

PUTRI MAHYUDIN MUNDUR

Yang perlu perjuangan cukup keras adalah bacagub Mahyudin. Wakil ketua DPD RI ini sudah melamar ke beberapa partai. Tapi sampai sekarang dia belum mengantungi satu pun surat dukungan.

Mahyudin membuka acara dialog “Kaltim KEREN.”

Sementara dia  sudah mendapat titik terang tentang pendampingnya. Yaitu Irianto Lambrie, mantan gubernur Kalimantan Utara (Kaltara). Ada yang bilang pasangan ini dari Bani Banjar, karena keduanya berdarah  Kalsel. ”Saya menemukan chemistry dengan Pak Irianto,” kata Mahyudin.

Bisa jadi pasangan Mahyudin-Irianto Lambrie baru diproklamirkan secara resmi setelah ada tanda-tanda mereka bisa merebut 11 kursi gabungan dari beberapa partai. Irianto didampingi timnya di antaranya Ketua Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) Muhammad Djaelani pernah melamar ke HARUM Center dan PKS.

Jika Isran atau Rudy berhasil menggaet Gerindra (10),  PDIP (9) dan PKB (6), maka peluang Mahyudin bisa tertutup. Sebab, partai tersisa adalah PKS 4, NasDem 3 dan PPP 2 kursi. Tidak cukup 11.  Kursi PAN (4) sudah diambil Rudy dan Demokrat (2) diambil Isran. Mahyudin harus bisa merebut 3 partai terbesar di bawah Golkar, sehingga penambahannya lebih mudah.

Para pendukung Mahyudin berharap mantan bupati Kutai Timur itu tetap semangat.  Pertandingan belum berakhir, sebab secara riil baru 3 partai yang sudah mengeluarkan surat rekomendasi.  Masih 6 partai dengan 33 kursi, yang belum memutuskan.

Sementara itu, putri Mahyudin, Shela Anggraini Sadewi kecewa dengan partainya, gara-gara PAN memberikan dukungan kepada Rudy Mas’ud-Seno Aji. Ia menilai PAN tidak menghargai 18.434 suara yang disumbangkannya pada Pileg 2024, sehingga PAN mendapat 1 kursi DPR RI dari Dapil Kaltim setelah 15 tahun tidak pernah lolos.

“Saya kecewa berat karena PAN tidak menghargai saya dan ayah saya. Karena itu saya akan melayangkan surat pengunduran diri kepada DPP. Secepatnya saya kirim,” tegasnya dengan wajah kecewa.

Sambil berjuang merebut partai, Mahyudin sendiri terus melakukan sosialisasi dengan tagline: Kaltim KEREN. Ia menggelar ruang dialog di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. “Alhamdulillah respons masyarakat termasuk anak muda sangat baik,” ucapnya.

Dia menegaskan, Kaltim KEREN bertujuan agar pembangunan Kaltim lebih maju lagi ke depan. “Kaltim KEREN adalah bentuk rasa tanggung jawab dan keprihatinan saya terhadap Kaltim hari ini,” jelasnya.

Dalam bagian lain, tokoh kelahiran Tanjung ini menegaskan ia tetap fokus bergerak dan bersosialisasi. Dia menepis isu yang mengecilkan posisinya dalam Pilgub 2024. Jejak politiknya lebih senior dari Isran dan Rudy. Mahyudin pernah menjadi salah satu ketua DPP Golkar dan pernah juga duduk sebagai wakil ketua MPR.

Kabar terakhir Mahyudin lagi terbang ke Jakarta. Dia memenuhi undangan PKB untuk menyampaikan visi misi. “Bismillah, ada respons positif dari beberapa partai,” ujarnya dengan wajah cerah dan penampilan tetap keren.(*)

APEKSI Sukses, PDAM Dapat Rp35 Miliar

June 12, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

RAKERNAS Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII di Balikpapan, 1-6 Juni 2024 dinilai sukses. Banyak wali kota yang memuji penyelenggaraannya memang wah. “Acara Apeksi ke-17 adalah rakernas terbaik selama ini,” ujar Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, yang juga Wali Kota Surabaya.

Peserta Rakernas APEKSI foto bersama Presiden Jokowi dan para menteri.

Menurut Eri, berkat jadi tuan rumah APEKSI, Balikpapan pasti semakin dikenal. “Insyaallah, Balikpapan akan lebih dikenal oleh seluruh wali kota yang hadir, sektor ekonominya meningkat dan bakal menjadi kota yang maju,” tambahnya.

Rakernas APEKSI XVII menjadi rakernas terakhir yang dihadiri Presiden Jokowi. Sebab, 20 Oktober nanti Jokowi selesai melaksanakan masa jabatan keduanya. Dia digantikan Prabowo Subianto, yang dilantik menjadi presiden ke-8 RI.

Tahun depan, 2025, APEKSI menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih pengurus baru. Tuan rumahnya Kota Surabaya. Kalau Kepala Negara datang, maka yang hadir adalah Presiden Prabowo. “Insyaallah kami siap,” kata Eri.

Rakernas APEKSI ke-17 memang meriah. Gala dinner-nya di halaman Pemkot dihibur oleh penyanyi dangdut Soimah Pancawati. Kemudian di sarasehan istri wali kota ditampilkan King Nassar. Lalu ada karnaval budaya diikuti 98 kota se-Indonesia. Ribuan warga sempat menyaksikan. Ada juga expo UMKM di halaman Dome.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, yang juga calon wakil presiden terpilih tampak hadir.  Putra sulung Presiden Jokowi ini selalu menarik perhatian. Gibran sempat bagi-bagi gantungan kunci di halaman Dome. Ratusan warga berebut untuk mendapatkannya.

Ketika membuka Rakernas, Jokowi memuji penghijauan di kota Balikpapan dan Surabaya. “Balikpapan menjadi kota yang saya senangi karena penghijauannya baik. Juga Surabaya. Saya tunggu kota-kota lainnya,” imbaunya.

Di sisi lain, Presiden juga menyoroti kota-kota yang mulai macet lalu lintasnya. “Saya dengar Balikpapan mulai macet ya,” tanyanya. Pertanyaan yang sama dia tujukan kepada Wali Kota Surabaya, Bandung dan Medan. “Sudah mulai macet ya?”

Jokowi mengingatkan kembali betapa pentingnya perencanaan kota, terlebih mengenai transportasi umum. “Semuanya sudah mulai macet. Oleh sebab itu, sekali lagi rencana kota mengenai transportasi massal harus benar-benar disiapkan,” tandasnya.

Dia sempat menanyakan apakah ada wali kota yang mampu membangun subway Mass Rapid Transit (MRT). “Tolong tunjuk jari, nanti saya berikan sepeda,” katanya membuat para wali kota tersenyum. Jokowi juga menawarkan ART (Autonomus  Rapid Transit) atau kereta otonom tanpa rel. “Bisa dibagi 50-50. APBD 50 persen, APBN 50 persen,” jelasnya.

Malam sebelum membuka Rakernas, Jokowi dan para menteri sempat menyapa masyarakat kota Balikpapan di pusat perbelanjaan Pentacity, kompleks Balikpapan Super Block (BSB). Sejumlah warga kesenangan bisa selfie atau swafoto dengan Presiden. “Masyaallah saya bisa foto dengan Bapak Presiden. Selama ini saya mengagumi lewat televisi saja,” ujar Elmi.

Di tengah suasana yang meriah acara Rakernas APEKSI, ada celetukan dari Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono. Dia menilai biaya penyelenggaraan Rakernas Rp16 miliar dari APBD itu terkesan boros, di tengah kesulitan warga kota, yang sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan distribusi air PDAM dengan lancar.

“Saya tergelitik dengan Rp16 miliarnya, sementara kinerja PDAM tidak kunjung bagus. Masih banyak warga yang belum menikmati air bersih. Jangan-jangan ada peserta atau pengunjung Rakernas yang tidak bisa mandi, Kan lucu itu,” kata Budiono, yang juga ketua DPC PDIP Balikpapan.

Ada juga beredar catatan dari wartawan kediritangguh.co di medsos. Dia menggugah wartawan media lokal menyorot sisi lain dari Rakernas APEKSI, yang menghabiskan dana APBD lebih dari Ro10 miliar.

Dia berkesimpulan pameran UMKM di Dome tidak banyak membawa dampak ekonomi, kecuali pada sektor perhotelan dan rental mobil. “Sangat disayangkan tidak ada acara table top untuk Kadin,” ucapnya.

Program acara masak memasak dengan olahan bahan baku ikan yang diikuti 90-an istri wali kota, menurut dia seyogianya melibatkan pengusaha lokal sebagai edukasi, sehingga mereka juga tahu tata cara mengolah  bahan baku ikan untuk mendapatkan nilai tambah.

PENJELASAN MUHAIMIN

Berkaitan dengan sentilan Budiono, Sekretaris Kota (Sekkot)  Muhaimin memberikan penjelasan sangat rinci. Menurutnya, anggaran Rp16 miliar itu sudah dibahas bersama Badan Anggaran DPRD di mana Budiono juga terlibat. ”Jadi harusnya clear, tidak ada masalah lagi,” katanya seperti dilansir TRIBUNKALTIM.CO.

Dia juga menegaskan bahwa kegiatan APEKSI dengan masalah air bersih PDAM adalah hal yang berbeda konteksnya. Jadi jangan diadu apple to apple. “Tidak pas dong,” tandasnya.

Menurut Muhaimin, anggaran Rp16 miliar itu akhirnya menguntungkan perekonomian lokal. Di antaranya untuk penyewaan kamar hotel dan mobil operasional bagi 98 wali kota. Termasuk juga pembuatan kaus, penyediaan makan minum, sewa tenda dan properti lainnya serta  kontrak dengan event organizer (EO) sebagai pengatur acara. Semuanya melibatkan pelaku usaha lokal.

“Itu kalau lihat tenda di Dome, kemudian di pasar tumpah di Teritip, Manggar, semuanya tenda UMKM. Itu siapa UMKM-nya? Semuanya orang Balikpapan. Jadinya uangnya juga diterima orang Balikpapan lagi,” jelasnya.

Begitu juga dengan multiplier effect yang didapat dengan kedatangan 4 sampai 5 ribu  tamu. Mereka membutuhkan berbagai pelayanan seperti penginapan, makanan, transportasi sampai oleh-oleh dan cenderamata. Ini juga para pelaku usaha lokal yang menikmati.

Tidak disebutkan berapa kontrak kepada pedangdut Soimah dan King Nassar. Kabarnya cukup besar juga. Kalau  yang ini uangnya pasti dibawa pulang ke Jakarta. Memang itu jalannya.

Ada yang usul tak ada salahnya Muhaimin atau Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) juga menjelaskan UMKM mana saja yang terlibat. Biar tak ada kecurigaan. Khawatir kalau yang mendapat order pelaku usaha tertentu saja.

Beda dengan Budiono. Wakil ketua DPRD lainnya, Laisa Hamisah dari PKS selain memberikan apresiasi kepada Pemkot Balikpapan, juga menilai gelaran Rakernas Apeksi memberikan manfaat bagi kota Balikpapan.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Pemkot Balikpapan untuk bersinergi dengan berkolaborasi dengan pemerintah kota lainnya di Indonesia untuk sama-sama memajukan kota,” ujarnya kepada TRIBUNKALTIM.CO  di pemberitaan lain.

Diskusi dan pertukaran ide di APEKSI, tambahnya, akan membantu mengembangkan kebijakan yang lebih efektif dan relevan untuk mengatasi isu-isu lokal.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengakui biaya Rakernas APEKSI mencapai Rp16 miliar. “Tapi keuntungan dari kegiatan itu lebih besar lagi,” jelasnya. Diperkirakan uang yang berputar dari ribuan tamu yang datang mencapai Rp40 miliar. “Hal itu menunjukkan potensi besar dari kegiatan tersebut dalam memajukan ekonomi lokal,” katanya seperti diberitakan rri.co.id.

Seorang warga bernama Musa dari Balikpapan Kota membela Budiono. “Saya kira maksud Pak Budiono baik. Kita jangan asyik dengan Rakernas APEKSI saja, sementara banyak warga kesulitan air bersih PDAM. Jadi harus berimbang perhatiannya,” jelasnya.

Entah kebetulan, Lintas Balikpapan dan media lainnya menyiarkan kabar baik untuk PDAM.  Pemkot berencana akan memberikan suntikan dana Rp35 miliar kepada Perumda Tirta Manuntung (PTMB) yang mengelola PDAM melalui APBD Tahun Anggaran 2024.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Agus Budi Prasetyo menjelaskan, dana tersebut sebagai tambahan penyertaan modal yang akan digunakan untuk rencana bisnis PTMB di antaranya untuk pemasangan pipa transmisi, pipa distribusi maupun pipa desalinasi.

“Kita masih menunggu usulan rincian dari PTMB berkaitan dengan digelontorkan dana tambahan penyertaan modal dari APBD 2024 itu,” kata Agus.

Seorang warga mengaku beberapa hari ini distribusi air PDAM mengucur lancar di rumahnya di Balikpapan Tengah. Selamat sukses Rakernas APEKSI! Selamat air lancar. Hujan juga makin sering turun. “Mudah-mudahan tidak ngadat lagi setelah Rakernas berlalu dan PDAM dapat dana 35 M,” katanya tersenyum.(*)

Energi Baru Iwan Fals

June 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Musik Raja Pane

Iwan Fals dan Band hari Rabu, 5 Juni 2024, mengadakan konser di Bengkel Space, Kawasan SCBD, Jakarta. Konser indoor tersebut memakan waktu hampir dua jam non-stop dengan menampilkan lagu-lagu hits Iwan Fals.

Dibukan dengan judul lagu Merah Putih, Iwan berhasil memuaskan penonton yang ikut bernyanyi dari awal hingga akhir konser.

Iwan memang tampil dengan dukungan  Energi Baru yakni, Raya Rambu Rabani pada drum,  Ardy Siki  memetik bass, Zulqi Lael Ramadhana pada lead gitar,  Arda Sugarda  pada keybord, piano, gitar dan Faris Alwan di perkusi, alat tiup,  suling, serta biola.

Berbeda dengan konser-konser sebelumnya, kali Iwan Fals tampil dengan lagu lama tapi diaransemen dengan musik kekinian dengan irama yang cukup  keras.

Lagu-lagu Iwan terasa lebih bermakna dan bergema lantang dengan dukungan  kelima personil pengiring Iwan.

Raya Rambu Rabani misalnya. Putra ketiga Iwan Fals ini tampil dibelakang drum dengan konsisten menjaga tempo. Lelaki gondrong berusia 21 tahun ini begitu profesional. Ia menunjukkan bahwa yang ia iringi bukan bapaknya, Iwan Fals (Virgiawan Listanto). Tapi, Raya, panggilan akrabnya, menunjukkan bahwa  ia sedang mengiringi seorang penyanyi lagendaris yang punya kharisma dimana  karya-karyanya sudah membumi di Indonesia bahkan ke luar negeri.

Raya begitu percaya diri di belakang drum. Pukulannya begitu rapi, bertenaga  dengan  konsisten menjaga irama agar lagu yang dibawakan Iwan terasa lebih bernyawa dan bunyi2an yang keluar sangat mengena di telinga  penonton yang saat itu didominasi dengan kaum muda (generasi Z).

Ardy Siki sipembetot bas, juga tak kalah menarik. Ardy, salah satu personil  yang paling lama mengiringi Iwan, tahu betul karakter Iwan dan yang diinginkan para penonton saat ini. Petikan basnya tidak sekadar mengikuti irama lagu. Tapi, ia memberi warna tersendiri dengan betotan yang cukup bervariasi. Ardy juga cukup komunikatif dengan penonton sehingga dia bisa berkomunikasi ringan dengan penonton sambil bercanda.

Sedangkan Zulqi Lael yang menjadi lead gitar juga memberikan sentuhan yang apik pada setiap lagu. Zulqi tahu betul, kapan gitarnya menderu-deru dan kapan gitarnya harus pelan. Seperti pada lagu Nyanyian Jiwa. Zulqi, anak Bandung  sirambut gondrong ini, memainkan melodi penuh dengan penghayatan. Ia memainkan gitar melengking sesuai roh dan makna  lagu Nyanyian Jiwa. Ya..ya lagu Nyanyian Jiwa akhirnya semakin  berjiwa dengan sentuhan gitar Zulqi Lael. Penonton pun seperti terkena hipnotis oleh senar gitarnya.

Lalu peran Arda Sugarda juga cukup besar.  Maklum, lagu-lagu Iwan yang dimainkan malam itu menginginkan sentuhan piano dan keyboard. Misalnya pada lagu Aku Bukan Pilihan. Sentuhan jari-jari Ardy benar- benarvterasa,  serasa mendengar irama aslinya. Sehingga penonton pun terpukau dan ikut larut sambil bernaynyi. Arda tidak hanya mahir memainkan tuts piano. Ia juga memainkan keyboard yang memang banyak terdapat pada lagu-lagu Iwan yang dibawakan malam itu. Arda terlihat repot. Karena selain harus memainkan piano dan keyboard, lelaki imut-imut yang ganteng ini juga kadang harus memetik gitar elektrik maupun gitar akustik. Maka, gitar acapkali ‘menempel’ di dada Arda.

Energi baru terakhir Iwan adalah Paris Alwan. Ia memainkan biola, perkusi dan kadang suling. Sentuhan biolanya tidak hanya merdu. Tapi juga garang. Itu terlihat saat Iwan membawakan lagu Tikus-Tikus Kantor dan Bento. Dengan gesekan biola  Paris yang cukup keras dan khas  diintro Lagu Tikus2 Kantor,  membuat penonton langsung jingkrak-jingkrak. Begitu juga di awal atau intro lagu Bento. Biasanya intro lagu Bento dilakukan dengan petikan gitar. Tapi, kali ini intro Bento diawali dengan gesekan biola. Suatu terobosan sehingga lagu Bento terasa ada pembaharuannya.

Kelima personil Band Iwan Fals itu memang cukup lama saling mengenal. Dan sudah saling kenal dan hapal karakter satu sama lain saat latihan. Ibarat main sepakbola, mereka memang menampilkan permainan team work yang sudah rapi. Tinggal menendang bola ke gawang lawan tanpa terbendung. Mereka memang darah muda atau energi baru bagi Iwan. Karena mereka memang tinggal di komplek perumahan Iwan Fals di Desa Leuwinanggu, Depok, Jabar.

“Ya, Raja, mereka memang sudah saling paham satu sama lain. Karena mereka cukup sering latihan band. Soal aransemen baru, mereka lebih banyak yang berdiskusi. Saya mengikuti saja sesuai dengan hati nurani,” ujar Iwan Fals keesokan harinya melalui telepon.

Satu hal yang paling terasa saat Iwan tampil di Bengkel Space itu. Nada suara Iwan tak pernah kendor atau turun. Di usia menjelang 63 tahun ini, Iwan masih prima. Suara lantang dan melengking tetap keluar dari rongga Iwan meski tidak menurunkan nada lagu sesuai aslinya.

“Saya juga terbawa dengan atmosfir anak-anak Band. Malu dong kalau saya melempem. Jadi, dengan anak-anak yang lebih muda ini membuat saya harus lebih prima saat latihan maupun saat manggung. Stamina harus dijaga,” ujar Iwan menjelaskan.

Yang pasti, hingga kini pamor Iwan dibelantika musik Indonesia belum tergantikan. Malah, Iwan kini lebih matang dan lebih tenang dalam konsernya. Iwan yang dulu  kita nilai tukang protes negara  kini mantap juga menyanyikan lagu-lagu nuansa cinta penuh  penghayatan. Itu terbukti ketika ia menyanyikan, Mata Indah Bola Pingpong, Aku Bukan Pilihan, Kumenanti Seorang Kekasih, Yang Terlupakan, dan Izinkan Aku Menyayangimu.

Selesai konser, terlihat para penonton dengan wajah-wajah ceria walau juga kaum STW ada juga yang nonton. Mereka meninggalkan gedung konser dengan wajah berseri-seri. Ya, dalam konser itu, bukan Iwan sebagai artisnya. Tetapi, penontonlah yang menjadi artisnya. Kenapa? Dari awal hingga akhir, seluruh penonton terus bernyannyi dan berdendang kadang ‘mengalahkan’ suara Iwan Fals di atas panggung. Mereka bernyanyi karena mereka  hafal nada maupun  syairnya.

Ya…Iwan Fals dan Band memang lagi sibuk2nya. Mereka akan tour di 25 Kota di Indonesia. Selamat menjalankan Tour Iwan Fals dan Band.

 

Jakarta, 9 Juni 2024.

Dari Maratua ke Manado

June 10, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

HARI Segitiga Karang 2024 atau Coral Triangle Day (CTI) diperingati di Manado. Sekaligus merayakan 15 tahun lahirnya Inisiatif Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Keamanan Pangan atau Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF).

Kegiatan ini menyatukan para pemangku kepentingan nasional, regional, dan internasional untuk memperingati kemajuan yang telah dicapai dalam melestarikan kawasan laut dan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.

Melalui kolaborasi dan inovasi, CTI-CFF berkomitmen  untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang luar biasa di Coral Triangle untuk kepentingan generasi saat ini dan akan datang.

Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang adalah istilah geografis untuk perairan di Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini serta Filipina, Kepulauan Solomon dan Timur Leste, yang kaya akan terumbu karang. Luasnya sekitar 6 juta kilometer persegi.

Kawasan laut di bagian barat Samudera Pasifik ini, merupakan rumah bagi 76 persen spesies terumbu karang dunia, memiliki 15 spesies karang endemik regional (spesies yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia), dan berbagi 41 spesies endemik regional dengan Asia.

Karena CT itu berada di wilayah 6 negara, maka disebut CT6. Mereka bergabung dalam CTI-CFF sejak tahun 2009. Tujuannya bersama-sama mengatasi ancaman terhadap ekosistem laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di Kawasan Segitiga Terumbu Karang.

Dubes Nico Barito bersama Meiliana, Tri Murti Rahayu, Kadis Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi, dan Karo Adpim Syarifah Alawiyah.

Penyelenggara CTI 2024 adalah Sekretariat Regional CTI-CFF bekerjasama dengan Pemprov Sulut dengan berbagai lembaga termasuk Blue Institute. Kebetulan Founder dan Executive Chairman Blue Institute adalah Nico Barito, duta besar Republik Seychelles untuk ASEAN, termasuk Indonesia. Nico juga ikut menangani program ekonomi biru di Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

Karena itu dalam acara CTI di Manado, Nico menghadirkan  Pj Gubernur Kaltim Prof Akmal Malik, Bupati Berau Hj Sri Juniarsih Mas serta Dr Meiliana, dan Tri Murti Rahayu serta Tim Percepatan Pembangunan Maratua. Selain itu, juga Kadis Pariwisata Pemprov Kaltim Ririn Sari Dewi dan Karo Adpim Syarifah Alawiyah alias Bu Yuyun.

Nico menjelaskan, Blue Institute menawarkan bagaimana membangun suatu daerah dengan kekayaan alam bawah lautnya, sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi pendapatan pemerintah daerah.

Sri Juniarsih bersama Wali Kota Manado Andrei Angouw sempat tampil bersama-sama. Sri memaparkan potensi dan tantangan dalam pengembangan beberapa pulau di wilayahnya terutama Pulau Derawan, Maratua dan lainnya dalam rangka memanfaatkan potensi ekonomi dan pariwisatanya untuk kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Dr Frank Keith Griffin meluncurkan Coral Triangle Conservation Fund, sebuah badan dana amanah yang didedikasikan untuk menggerakkan dukungan finansial untuk upaya konservasi di wilayah Segitiga Karang.

CTI-CFF juga menandatangani perjanjian kemitraan dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) untuk kolaborasi dan berbagi pengetahuan di bidang konservasi laut.

Perayaan CTI 2024 berlangsung 10 hari sejak 1 sampai 11 Juni. Serangkaian kegiatan dilaksanakan di antaranya  Simposium Sains CTI, seminar tentang Peran Perempuan dalam Perikanan, Global Blue Economy Conference, kompetisi foto dan video bawah air Coral Triangle dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kami senang menjadi tuan rumah perayaan bersejarah ini di Manado, tempat kelahiran CTI-CFF 15 tahun silam,” kata Dr Frank Keith Griffin.

KE PENGOLAHAN IKAN TUNA

Pj Gubernur Akmal Malik mengaku senang bisa menghadiri CTI di Manado. Kegiatan ini menginspirasi dia  dalam pemanfatan kawasan bawah laut berikut terumbu karangnya di wilayah perairan Kaltim termasuk Berau, yang sangat potensial.

Menurut Akmal, pengembangan kekayaan bawah laut memang perlu dikelola dengan profesional. Hanya saja kita perlu masukan dan konsep yang tepat.

“Ya kita dukung program pengembangan kekayaan alam bawah laut. Tapi konsepnya harus tepat dan bisa dilaksanakan,” katanya di depan sejumlah pakar kelautan termasuk dari World Bank dan IMF.

Kadis Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi mengaku mendapat banyak pelajaran melihat pemanfaatan perairan laut di Manado dalam peningkatan industri kepariwisataan. Siapa yang tak kenal dengan Bunaken, pulau seluas 8,08 kilometer persegi di Teluk Manado. Surga bagi penyelam. “Hal seperti ini sangat mungkin kita lakukan di Derawan, Maratua dan sekitarnya,” kata Ririn.

Peserta CTI sempat diajak meninjau industri PT Samudra Ulam Nusantara (SUN) di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Bitung. Ini perusahaan Indonesia berkelanjutan untuk ikan tuna beku. Jadi mereka sudah mengikuti standar ekonomi berkelanjutan.

SUN memproses Tuna Frozen menjadi produk “ready to eat.” Disesuaikan dengan permintaan costumer atau buyer dari berbagai negara. “Aku baru sekali lihat ikan tuna yang besar-besar berikut proses pengolahannya,” kata Bu Mei.

Dia dan rombongan sempat sarapan nasi kuning manado yang dibungkus di daun woka atau lontar. Tidak seperti di Samarinda, dikemas di daun pisang. Lauknya telur dan ikan cakalang dan sambal roa. Ikan cakalang adalah keluarga ikan tuna dari genus Katsuwonus. “Wah Manado memang asyik,” kata Bu Mei sebelum pulang ke Samarinda, kemarin.(*)

HARUM Memang “HARUS”

June 9, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA baca di WA grup “Wartawan Legend” ada salinan surat Keputusan DPP PAN No 065 bertanggal 5 Juni 2024. Isinya, Partai Amanah Nasional (PAN) memberikan dukungan kepada Haji Rudy Mas’ud (HARUM) dan Seno Aji menjadi pasangan cagub dan wacagub Kaltim pada Pilgub 2024. “Jadi HARUM sudah tidak jomblo lagi,”  komentar salah seorang wartawan.

Surat itu ditandatangani ketua umum Zulkifli Hasan dan sekjen Eddy Soeparno. Dengan munculnya surat tersebut, maka HARUM sudah mengantungi dua surat dukungan dari partai.  Sebelumnya dia juga sudah mendapat dukungan dari partainya sendiri, Partai Golkar.

Ketua Umum DPP PAN Zulhas menyerahkan surat dukungan kepada Rudy Mas’ud.

Beberapa hari sebelumnya, saya menulis dengan judul “Tinggal HARUM yang Jomblo.” Soalnya dua cagub lainnya yaitu Isran Noor (IN) dan Mahyudin sudah berpasangan. IN sudah lama menegaskan bahwa dia tetap dengan Hadi Mulyadi. Sedang Mahyudin baru saja menyatakan bahwa dia akan maju dengan Irianto Lambrie, mantan gubernur Kaltara.

Dengan adanya surat dukungan dari PAN,  memberi isyarat bahwa HARUM hampir pasti berpasangan dengan Seno Aji, anggota DPRD Kaltim yang juga sekretaris DPD Gerindra Kaltim. Jadi akronim HARUM bakal menjadi HARUS, yaitu penggabungan nama Haji Rudy Mas’ud dengan Seno Aji.

Hal ini juga bisa ditafsirkan bahwa kemungkinan besar Seno Aji mendapat dukungan dari partainya. Apalagi ada beredar foto Seno Aji  bertemu dengan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto. “Ya saya lagi komunikasi dengan DPP,” jelasnya.

Seno memastikan dia memang maju mendampingi Rudy Mas’ud menyusul keluarnya SKK DPP PAN. “Langkah berikutnya kami sama-sama menjalin komunikasi dengan partai KIM yang lain agar ikut bergabung dalam perjuangan memenangi Pilgub Kaltim 2024,” tambahnya.

Apakah Prabowo sudah memutuskan pilihannya? Sejauh ini secara resmi belum terdengar. IN dan Mahyudin juga mengejar dukungan Gerindra. IN disebut-sebut juga sudah pernah bertemu Prabowo. Dia ditawari menjadi menteri, tapi si Raja Naga meminta agar calon presiden terpilih itu memberikan dukungan kepadanya sebagai cagub Kaltim 2024.

Ketua Gerindra Kaltim Andi Harun (AH) terkesan tidak terlalu “happy” dengan HARUM.  Beberapa waktu lalu AH sebagai wali kota Samarinda pernah menginstruksikan kantor sekretariat DPD Golkar Kaltim  segera angkat kaki karena berdiri di atas tanah milik Pemkot.

Gerindra saat ini menjadi partai seksi. Menjadi pilihan semua calon yang bakal mengikuti Pilkada Serentak 2024. Maklum ada nilai lebihnya. Selain kursinya cukup signifikan, juga lantaran ada nama Prabowo, yang 20 Oktober nanti dilantik menjadi presiden menggantikan Jokowi.

Hasil Pileg 2024, Gerindra  memperoleh 10 kursi di DPRD Kaltim. Berada di urutan kedua setelah Golkar yang meraup 15 kursi. Urutan selanjutnya PDIP dengan 9 kursi, PKB 6, PKS  dan PAN sama-sama 4, NasDem 3, serta Demokrat dan PPP sama-sama 2 kursi.

Dengan syarat minimal 11 kursi untuk mengajukan cagub ke KPU, maka hanya Golkar yang bisa menggunakan perahu sendiri. Partai lain harus berkoalisi alias gabungan dari beberapa partai. Gerindra masih mencari tambahan 1 kursi dan PDIP masih kurang 2.

Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin sudah menyatakan dia tidak akan ikut kontestasi Pilgub Kaltim 2024. Jadi partainya hanya menyeleksi  3 calon yang mendaftarkan diri ke PDIP, yaitu IN, HARUM, dan Mahyudin.

Meskipun cukup dengan partai sendiri, HARUM tetap bergerilya untuk merebut kursi dari partai lain. Setidaknya dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), gabungan partai yang mendukung Prabowo-Gibran dalam Pilpres lalu.  Salah satunya adalah PAN, yang sudah resmi memberikan dukungan kepada HARUM.

BISA “HEAD TO HEAD”

Apakah tiga bakal cagub Kaltim semuanya bisa melenggang  mendaftar ke KPU?  Belum dapat dipastikan. Ada juga yang memprediksi, kemungkinan terjadinya  “head to head” alias dua pasangan saja yang berhadapan. Bahkan bisa juga tinggal satu pasang.

Mahyudin disebut-sebut calon yang paling berat perjuangannya. Wakil Ketua DPD RI ini dihimpit “dua raja” yaitu Raja Naga dan Raja Minyak. “Kita merendah saja karena yang kita hadapi dua raja,” katanya pernah berkomentar.

Sejauh ini Mahyudin belum mengantungi satupun surat dukungan dari partai. Sementara Harum sudah dua partai dan IN satu dari Partai Demokrat. Kepada wartawan, IN mengakui akan mendapat dukungan lagi dari partai lain. “Sudah ada, tapi belum bisa saya buka saat ini,” katanya begitu.

Meski merendah, Mahyudin harus berani berjuang habis-habisan di Jakarta. Sebab, semua keputusan partai ada di tangan ketua umum DPP.  Prosesnya sangat dinamis dan mudah berubah-ubah karena banyaknya kepentingan yang masuk.

Sudah biasa terjadi, seorang ketua DPC atau DPD tidak mendapat rekomendasi dari DPP partainya sendiri. Malah DPP memberikan dukungannya kepada kader eksternal. Boleh jadi karena pertimbangan elektoral, tapi ada juga karena pertimbangan kemampuan logistiknya.

Mahyudin menyatakan ada 2 hal yang bisa memastikan apakah dia meneruskan perjuangannya atau putus di tengah jalan. Kedua hal itu adalah adanya kecukupan dukungan partai serta hasil survei. “Kalau keduanya cukup, ya saya lanjut. Kalau tidak, kita evaluasi ulang,” jelasnya.

Di tengah perjuangan mencari kursi, Mahyudin terus melakukan sosialisasi dengan “menjual” misi dan programnya yang dia proklamirkan menjadi “Kaltim KEREN.” Jumat (7/6) lalu dia menggelar “Dialog Kaltim KEREN” di Kopi BJ, eks Lokatara, Jl MT Haryono, Balikpapan Selatan. Banyak anak muda yang hadir.

Menurut mantan bupati Kutim dan wakil ketua MPR RI ini, sudah saatnya Pemprov Kaltim melibatkan rakyat dalam membuat keputusan atau suatu kebijakan, dengan memberikan kesetaraan kepada kelompok masyarakat untuk berpartisipasi.

“Kolaborasi pemerintah ini memerlukan sinerji dan kerja yang berbasis pada komitmen bersama untuk menyelaraskan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Isran-Hadi juga terus bergerak. Salah satu kelompok relawannya yang sangat aktif mengobarkan semangat kemenangan di tengah masyarakat adalah Sempekat Nusantara Berdaulat (SERAT). Ketuanya adalah Drs H Mugeni, M.Si.

“Saya optimistis pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi  sedikitnya meraih 40 persen lebih suara pemilih di Balikpapan,” ujar Mugeni ketika bertemu dengan jajaran DPD SERAT Balikpapan di Cafe Langit Jingga, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Batu Ampar, .

Mugeni menjelaskan, SERAT yang sudah terbentuk di 10 kabupaten/kota se-Kaltim siap memenangkan Isran-Hadi dalam Pilgub 27 November mendatang. “Kami siap bekerja keras untuk memenangkan Isran-Hadi,” ujarnya.

Ketua DPD SERAT Balikpapan, Aris mengatakan, dia bersama pengurus,  anggota dan simpatisan SERAT di Balikpapan segera melakukan sosialisasi ke berbagai pelosok  agar warga kota tahu bahwa pasangan petahana Isran-Hadi adalah yang terbaik untuk dipilih.

Isran sendiri menyatakan sangat optimis tetap terpilih sebagai gubernur. Dia mengapresiasi  berbagai kelompok masyarakat di Kaltim yang mengundangnya hadir dalam berbagai kesempatan.Malah tak jarang duluan dia hadir di acara. “He…he biar kita sempat ngopi dulu,” katanya seraya tersenyum.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb