Debat di Gedung Cheng Ho

January 20, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEUSAI salat Jumat (19/1) kemarin, saya mengikuti Debat Caleg yang digelar oleh Universitas Mulia (UM) Balikpapan. Selain saya, ada ibu Dr Hetifah Sjaifudian, caleg DPR RI dari Partai Golkar dan Ustaz Naspi Arsyad, Lc caleg DPD RI dari Pesantren Hidayatullah. Tadinya akan ditampilkan Andhika Hasan, caleg DPR RI  dari PDIP dan Dr Rendi Ismail, caleg DPD RI dari Uniba. Sayang keduanya mendadak berhalangan.

Saya sendiri caleg DPR RI dari Partai Nasdem dapil Kaltim. Nomor  urut 7. Ada yang tanya kenapa nomornya jauh? Saya bilang itu nomor Istimewa. Tuhan menciptakan langit lapis 7. Bintang sepakbola alumnus MU, Christian Ronaldo juga punya nomor punggung 7.

Debatnya berlangsung di kampus UM yang megah di Jl Letjen TNI ZA Maulani No 9. Ruang yang dipakai sangat menarik. Namanya Hall Cheng Ho. Sesuai namanya, maka arsitektur gedung itu memang dibuat sangat estetik dengan warna mencolok. Seperti istana kekaisaran Tiongkok. “Ya ini memang konsepnya terinspirasi dari sana,” kata Direktur Eksekutif UM, Dr Agung Sakti Pribadi, SH, MH.

Agung dan Dientia bersama panelis dan peserta debat

Di Balikpapan ada dua bangunan bernama Cheng Ho. Selain kampus UM, juga ada Masjid Cheng Ho di Pantai Lamaru, Manggar. Masjid itu dibangun pengusaha Kaltim kelahiran desa Senyiur, Kutai, HM Jos Soetomo untuk mengenang perjuangan dan dakwah Laksamana Cheng Ho sampai ke Nusantara antara tahun 1405 hingga 1433.

Menurut cerita, Cheng Ho termasuk keturunan Nabi Muhammad ke-37. Ayahnya bernama Ma Haji, karena telah menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci Makkah. Karena sangat berjasa, kaisar Tiongkok menunjuk Cheng Ho sebagai laksamana untuk melakukan pelayaran sampai ke Samudra Barat untuk menjalin persahabatan.

Masuk ke gedung Cheng Ho saya kedinginan. AC-nya sangat kencang. Maklum gedung baru. Ada teman-teman dari Nasdem ikut bergabung dipimpin langsung oleh ketua Ahmad Basir dan sekretaris Andi Ahmad Yani. Istri saya, Yohanna Palupi Arita, akrab dipanggil Bunda Arita juga hadir. Dia caleg DPRD Kaltim dari Nasdem dapil Balikpapan dengan nomor urut 3.

Ibu Hetifah sebagai petahana juga datang dengan sejumlah mahasiswa yang dapat beasiswa aspirasi Program Indonesia Pintar (PIP). Sedang Ustaz Naspi Arsyad, caleg DPD nomor 14 didampingi para ustaz dan ustazah dari kampus Hidayatullah, Gunung Tembak.

Agung yang bertindak sebagai moderator tidak tanggung-tanggung dalam urusan panelis.  Selain menampilkan Rektor UM Prof Dr Ir Ahsin Rifai, M.Si, juga mendatangkan pakar hukum dari Unmul, Prof Dr Muh Muhdar, SH, M.Hum dan Rektor STEIPAN Prof Dr Suhartono, SE, MM, yang pernah menjadi komisaris Bankaltimtara.

“Kita memang ingin serius, biar wakil kita ke DPR RI memang mampu menyuarakan aspirasi kita,” kata Agung, yang juga ketua Asosiasi Perguruan Tinggi (APTISI) XI Kaltim Komisariat Selatan. Agunglah yang menggagas debat ini bekerja sama dengan Aptisi dan Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi). Biar masyarakat kampus terutama mahasiswa juga mengetahui kadar caleg-caleg daerah.

Sementara ketiga guru besar yang ditampilkan tadi mengapresiasi berlangsungnya acara debat yang dipersiapkan Dientia Dinnear, SH, MH sebagai ketua panitia. Boleh dibilang pertama kali terjadi di kampus Kaltim. Berlangsung meriah dan menarik. “Kita perlu petarung seperti ini supaya suara Kaltim didengar,” kata Prof Muhdar didampingi Dr Piatur Pangaribuan, mantan Rektor Uniba yang juga hadir.

Wakil Kaltim di Senayan memang sangat kecil. Hanya 8 di DPR RI dari 580 anggota ditambah 4 dari DPD RI. Sudah kecil terkesan tidak banyak turun dan tidak kompak. Ada pernyataan dari salah satu anggota, yang mengatakan dia hanya bertarung sendirian. “Kalau saya terpilih, kekuatan Kaltim harus bersatu. Kita harus berjuang bersama-sama,” kata saya.

MAU DEBAT IKN

Prof Suhartono membuka pertanyaan berkaitan soal potensi pertanian dan ketahanan pangan di Kaltim, yang bisa memengaruhi angka inflasi. Menyusul Prof Ahsin menyinggung soal pendidikan dan infrastruktur. Sedang Prof Muhdar menggali soal penegakan hukum. Pertanyaan juga ditimpali dari sejumlah mahasiswa dan pendukung. Mulai soal lingkungan dan sampah, pemanfaatan batu bara dan IKN. beasiswa aspirasi PIP sampai masalah Jl MT Haryono Balikpapan yang terus jadi sorotan warga Beriman.

Hetifah tampil bersahaja. “Saya ini memang bukan orang Kaltim, tapi saya dilahirkan untuk Kaltim,” katanya. Maklum sudah tiga periode menjadi anggota DPR RI dari Bumi Etam, meski dia kelahiran Bandung dan tinggal di Jakarta. Sebelumnya saya bilang sudah saatnya orang kelahiran Kaltim duduk di DPR RI.

Wakil Ketua Komisi X ini sempat ditanya soal pemberian beasiswa PIP yang berbau diskriminatif di lapangan. Ada yang ditolak dan termasuk santri tidak dapat. Juga soal jalan di MT Haryono, yang sudah berganti tahun belum rampung dan dinilai tidak beres.

Hetifah membantah ada perlakuan khusus bagi penerima beasiswa PIP. Dia menilai ada oknum yang kurang tepat melaksanakan petunjuk. Soal Jl MT Haryono diyakininya pasti mendapat perhatian.

Sebagai orang yang berlatar belakang pesantren,  Naspi banyak mengutarakan pendekatan pembangunan dari sisi agama dan akhlak. Tapi dia mengaku siap membela Kaltim jika terpilih sebagai senator. Apalagi seperti sudah menjadi tradisi, selalu ada ustaz dari Hidayatullah yang  menjadi wakil Kaltim di DPD.

Sebenarnya 29 tahun silam, saya sudah pernah duduk di Senayan. Menjadi anggota MPR Utusan Daerah bersama tokoh Kaltim lainnya seperti H Harbiansyah dan Laden Mering. Presidennya di masa transisi, dari Prof BJ Habibie ke Gus Dur.

Saya dan Hetifah serius bicara penegakan hukum. Saya fokus soal penegakan hukum di sektor minerba terutama batu bara. Sedang Hetifah menyoroti penegakan hukum yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat seperti soal kelangkaan elpiji dan BBM. “Di Kalbar, Kapoldanya berani bersikap tegas,” katanya.

Menurut saya, penegakan hukum di batu bara sangat mendesak dan krusial. Bayangkan, FITRA menghitung kita kehilangan pendapatan di atas Rp100 triliun per tahun. Mantan ketua KPK Abraham Samad pernah mengungkapkan, jika praktik lancung di batu bara bisa diberantas tuntas, maka setiap keluarga di Indonesia bisa mendapat penghasilan Rp20 juta per bulan tanpa bekerja. Bayangkan.

Saya juga berjanji akan memperjuangkan DBH Migas buat Kaltim lebih besar. Saya juga akan “memaksa” agar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menjadi proyek strategis nasional. Biar lulusan ITK bisa sama kualitasnya dengan lulusan ITB dan ITS. “Kalau tidak, kita cuma bisa menjadi penonton di IKN,” tandas saya.

Menangkap aspirasi yang berkembang di arena debat, Agung Sakti berjanji akan menggelar diskusi khusus tentang IKN. “Kita pertemukan mereka yang pro dan kontra dengan IKN, biar dinamikanya terbuka di masyarakat,” tambahnya.

Saking semangatnya dengan acara debat caleg di kampus Universitas Mulia, malamnya saya bermimpi. Seakan-akan saya ikut Debat Capres/Cawapres di Jakarta.  Saya ditegur moderator karena waktunya habis. Saya kaget. Begitu bangun listrik di rumah saya padam. Ternyata saya lupa mengisi voucher atau tokennya. Kalau ini bukan bagian dari debat, tapi kelalaian.(*)

Decafe “Baru” Samarinda

January 15, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA baru pekan lalu singgah di Decafe Samarinda. Padahal café milik Linan Kurniahu, pengusaha Balikpapan itu sudah dibuka akhir tahun lalu. Kalau tidak salah 9 Desember 2023. Saya menangkap suasana lain dibanding Decafe yang ada di kawasan Sudirman Balikpapan.

“Memang Decafe Samarinda penyempurnaan dari Decafe Balikpapan. Kebetulan tempatnya lebih luas, sehingga kita bisa lebih maksimal dalam penyajian dan pelayanan,” ujar sang manajer restoran, Bambang Heru.

Decafe Samarinda di waktu malam

Decafe Balikpapan dibuka tahun 2006. Sudah 18 tahun usianya. Sekarang berkembang luar biasa. Maklum tempatnya hanya 5 menit dari kantor Pemkot dan dekat dengan lokasi sejumlah kantor dan hotel. Ada kemungkinan juga bakal dibuka lagi Decafe baru mendekati lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku.

Setidaknya ada tiga daya tarik dari Decafe Samarinda. Nama lengkapnya Decafe Resto, Pastry & Bakery Samarinda.  Satu dari sisi bangunannya, kedua dari sudut lokasinya dan ketiga dari makanan yang disajikan. Bangunannya berlantai tiga dengan gaya arsitektur modern dan sangat estetik. Lokasinya di kompleks kantor Pelindo, Jl Niaga Timur No 130. Itu kawasan pelabuhan, di Tepian Mahakam yang indah.

“Saya dan teman-teman sangat menikmati, baik dari tempat, menu dan pemandangan,” kata mantan Plt Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana, yang hadir dalam acara pembukaan. Saat itu hadir juga pejabat Pemprov AFF Sembiring dan Agnes Gering, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Samarinda,.

Linan yang senantiasa tampil bersahaja itu menyambut tamu-tamunya dengan hangat. “Saya bersyukur bisa membuka Decafe di Samarinda. Terima kasih atas dukungan dari pemerintah daerah, Pelindo dan sambutan  hangat dari semua relasi,” katanya bersemangat.

Nampang di depan Decafe Samarinda

Di Balikpapan  pasti orang kenal betul dengan Linan. Dia owner Hotel Blue Sky. Hotel yang terkenal dengan sajian makanannya termasuk produk roti mantaunya, yang punya cita rasa tinggi. Hotel Blue Sky yang sudah berusia 50 tahun juga bekerja sama dengan Pemprov Kaltim mengembangkan Hotel Blue Sky Pandurata Boutique di Jl Raden Saleh, Menteng, Cikini, Jakarta.

Saya sering menginap di sana. Pak Linan yang memfasilitasi. Maklum tempatnya sangat strategis. Hanya 15 menit menuju kawasan perbelanjaan Grand Indonesia. Menteng dikenal sebagai lokasi sejumlah kantor pusat partai, rumah pejabat tinggi negara serta kedutaan besar negara sahabat. Di situ juga ada kediaman Bu Mega, presiden ke-5 kita.

Linan masih punya satu hotel lagi di Ibu Kota. Yaitu Blue Sky Hotel Petamburan. Lokasinya  sangat strategis di kawasan Slipi, Jakarta Pusat. Aksesnya ke Bandara Soekarno-Hatta sangat mudah dan dekat menuju Sudirman Central  Business District.

Konsep Decafe adalah bagian pengembangan bisnis Linan di unit Food & Beverages (F&B). Melalui PT Bumi Liputan Jaya, Linan juga sukses membuka lounge di sejumlah bandara terkenal. Kalau tidak salah sudah mencapai 19 lokasi. Di antaranya di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, APT Pranoto Samarinda, Soekarno-Hatta, Batam dan SMB II Palembang. Yang baru dirintis airport premier lounge di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Juanda Surabaya dan Hasanuddin Makassar.

Linan juga bersyukur mendapat apresiasi dan bisa bekerjasama dengan  Collinson, pemimpin global dalam penyediaan pengalaman bandara, solusi loyalitas dan keterlibatan pelanggan serta pemilik dan operator Priority Pass, yang berkedudukan di Singapura.

Dengan kerjasama itu, memungkinkan anggota Priority Pass bisa mengakses fasilitas lounge yang dikelola Blue Sky di sejumlah bandara di Indonesia. “Kami senang dapat bermitra dengan Blue Sky Group,” kata Todd Handcock, direktur Komersial Global dan presiden Asia Pasifik Collinson sambil menyalami Linan.

MENU BERAGAM

Sejumlah pengunjung yang datang ke Decafe Samarinda mengaku puas dan enjoyed. “Soalnya kita mau menu apa saja tersedia di sini,” kata Alisa, remaja asal Vorvoo Segiri, yang datang bersama teman-temannya.

Alisa dan teman-temannya memesan minuman Cappuccino dan Double Espresso. Sedang camilannya pisang goreng wijen, singkong dan french fries. “Kita ingin menikmati suasana kesibukan di pelabuhan dan Sungai Mahakam yang cantik,” katanya.

Decafe Samarinda yang mengusung tagline “Eat Drink Whatever,” memang menyediakan makan dan minum yang beragam. Mau menu ringan atau berat, semua ada. Menu sarapan pagi, soup, salad dan snacks semua tersedia. Dilengkapi dengan minuman kopi dan nonkopi.

“Alhamdulillah harganya masih terjangkau kantong kita. Jadi saya suka kongkow di sini bersama teman-teman,” kata Yudi, staf perusahaan bongkar muat di Pelabuhan Samarinda.

Pemerintah Kota Samarinda juga menyambut baik dibukanya  Decafe. “Kehadiran Decafe menambah jumlah destinasi wisata kuliner di Kota Pusat Peradaban Samarinda,” kata Agnes Gering Belawing memberikan sambutan.

Fasilitas lain yang ada di Decafe Samarinda di antaranya akses Wi-Fi, ruangan ber-AC, spot foto dan playground untuk bermain anak-anak. Tidak usah khawatir jika ingin melaksanakan ibadah. Sebab, tersedia juga musala.

Untuk menambah kemeriahan, Linan sempat mendatangkan grup musik akustik yang bertahun-tahun main di Hotel Blue Sky Balikpapan. Nama grupnya, Lastarsardo. Semua personelnya orang Batak dengan vokalis utama Bang Turedo.

“Horas!!!,” kata Sembiring menyambut penampilan Lastarsardo. Maklum suara Bang Turedo melengking-lengking seperti umumnya orang Batak. Tak lupa dia ikut menyanyi. Sama dengan Dr Meiliana, yang gatal kerongkongannya kalau belum menyanyi.(*)

Muhaimin dan Kiai M Ali Cholil

January 13, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PENERIMA penghargaan HUT ke-67 Provinsi Kaltim Tahun 2024 terbilang sangat Istimewa.  Dari 23 tokoh daerah, ada tiga nama hebat. Yaitu dua mantan gubernur dan satu wakil gubernur.  Mereka adalah Prof Awang Faroek Ishak dan Dr Isran Noor serta Hadi Mulyadi.

Warga Beriman bersyukur, sebab ternyata  juga ada dua nama dari Balikpapan. Kedua orang itu adalah Muhaimin, ST, MT yang sekarang menduduki jabatan Sekretaris Pemerintah Kota Balikpapan dan KH Muhammad Ali Cholil, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil.

Muhaimin ketika menerima piagam penghargaan dari Pj Gubernur Akmal Malik disaksikan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud.

Muhaimin dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Pemuda dan Kiai Cholil sebagai Tokoh Agama Islam. “Jadi selain menerima 17 Panji Keberhasilan Pembangunan, Pak Muhaimin dan Kiai Cholil juga menambahkan reputasi khusus bagi Balikpapan,” kata panitia HUT Provinsi.

Tahun lalu pada HUT ke-66 Provinsi, anugerah Tokoh Pemuda juga diberikan kepada orang Balikpapan. Penerimanya adalah Andi Burhanuddin Solong (ABS). Siapa yang tak kenal dengan ABS? Dia memang banyak berkiprah di organisasi pemuda termasuk menjadi ketua KNPI dengan sejumlah terobosannya.

Saat itu saya menerima penghargaan kedua. Pada HUT Kaltim ke-64 tahun 2020, saya menerima penghargaan sebagai Tokoh Pelopor Pembangunan Daerah. Sedang istri saya Bunda Arita disemati predikat  Pelopor Bidang Peranan Wanita.

Pada HUT ke-66 Tahun 2023, saya mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pers Daerah. Bersamaan dengan penghargaan yang diterima ABS sebagai Tokoh Pemuda, mitra saya ketika dia masih aktif sebagai ketua DPRD Balikpapan.

Keberhasilan Muhaimin meraih penghargaan Tokoh Pemuda tentu menarik perhatian. Memang Muhaimin dikenal aktif dalam berbagai organisasi pemuda, di tengah perjalanannya sebagai pejabat daerah, yang juga moncer. Sebelum menjadi Sekkot, Muhaimin pernah menduduki jabatan kepala Dinas PU dan kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Dia pernah menjadi ketua KNPI periode 2008-2011 dilanjutkan sebagai ketua MPI KNPI. Muhaimin juga pernah menjadi sekretaris Pengurus Pusat Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur (KPMKT) dan ketua Karang Taruna 3 periode sampai sekarang.

Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan di Indonesia, yang didirikan untuk memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja, misalnya dalam bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga, keterampilan, advokasi, keagamaan serta kebudayaan dan kesenian.

Muhaimin juga aktif dalam pembinaan Pramuka terutama ketika dia menjadi kepala Dinas Pendidikan Balikpapan. Karena pembinaan Pramuka banyak dilakukan di sekolah-sekolah. Karena itu dia juga dipercaya menjadi ketua Kwarcab Pramuka periode 2022-2027.

Ketika  masih menjadi wali kota, saya pernah menerima penghargaan lencana Darma Bhakti dari Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof Dr H Azrul Azwar, MPH. Kedudukan saya sebagai ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Cabang.

Lencana Darma Bhakti Pramuka adalah salah satu lencana jasa yang diberikan kepada seseorang yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dana dan fasilitas yang cukup besar terhadap pembinaan serta pengembangan Gerakan Pramuka.

Ketika KNPI Balikpapan terbelah, Muhaimin berhasil mengambil peran aktif sehingga akhirnya kepengurusan KNPI bisa bersatu kembali. “Ya kami memuji peran Pak Muhaimin yang luar biasa. Jadi pantas beliau menerima penghargaan sebagai Tokoh Pemuda,” kata seorang pengurus.

BERKEMBANG MAJU

Kalangan santri dan ulama mengucapkan selamat atas penghargaan yang diberikan kepada Kiai Cholil. Sebagai wali kota, saya beberapa kali menghadiri kegiatan Pondok Pesantren Syaichona Cholil, yang “markas” utamanya di Jl Mulawarman Gang Arjuna No 59 RT 10, Sepinggan Balikpapan. Arealnya cukup luas, sekitar 5 hektare.

Pj Gubernur Akmal Malik ketika menyerahkan piagam penghargaan kepada KH Muhammad Ali Cholil.

Tentu saya bertemu KH Muhammad Ali Cholil, sang tokoh pendiri, yang lahir di Bangkalan 56 tahun silam. Orangnya cerdas, kuat ilmu agamanya dan punya gagasan besar terutama memajukan kualitas pesantren dari aspek pendidikan dan ekonomi melalui program agrobisnis.

Dia mendirikan pesantren itu tahun 1990 sepulang  mendalami ilmu agama. KH Muhammad Ali Cholil pernah mondok di Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah Situbondo, kemudian melanjutkan ke Makkah, Arab Saudi pada tahun 1989.

Obsesi Kiai ingin menciptakan santri mandiri. “Ya saya membangun pondok ini karena ingin melahirkan santri-santri yang mandiri. Karena itu kita ajarkan selain ilmu agama juga ilmu kemandirian ekonomi,” katanya.

Berkat semangat, doa dan kerja keras, Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan berkembang pesat sampai ke Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU) dan daerah lain. Di bawah Yayasan Pendidikan Islam Syaichona Cholil, didirikan TK Islam, MI/Madrasah Ibtidaiyah, SMP, SMA, SMK sampai Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Balikpapan (STITBA).

Selain itu, ada juga Madrasah Diniyyah Shaulatiyah, program Metode Membaca Kitab Kuning Al-Miftah dan Kajian Kitab Kuning (Arab).

Dikembangkan pula program ekstrakurikuler, di antaranya marching band, Pramuka, Maulid Habsyi, Pencak Silat Pagar NUSA, kaligrafi, tilawah, pidato 3 bahasa (Indonesia, Inggris, dan Arab), hasta karya dan lainnya.

Gagasan cerdas sang kiai adalah mengembangkan program Kontak Santri Agrobisnis. Dia menggalang seluruh ponpes di Indonesia melakukan sedekah produktif dengan memutar uang sedekah untuk pengembangan ekonomi dengan semangat gotong royong. Melalui program ini dikembangkan pula program penanaman kelapa sawit.

Selain tokoh pesantren, KH Muhammad Ali Cholil juga menjadi tokoh bagi masyarakat Madura di Balikpapan dan komunitas Madura di wilayah Kaltim. Ia juga tokoh kharismatik di Nahdlatul Ulama (NU). Karena itu dia didaulat menjadi  Rais Syuriah PWNU Kaltim dua periode (2018-2028) dan Dewan Pertimbangan MUI Kaltim 4 periode (2006-2026).

Ketika menyerahkan penghargaan kepada 23 tokoh dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (8/1), Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik, selain mengucapkan selamat dan apresiasi yang besar, dia juga berharap para tokoh tersebut terus memberikan dedikasi dan inspirasi bagi pembangunan Kaltim yang lebih maju dan sejahtera. “Selamat dan sukses!” kata Akmal yang mengenakan baju taqwo Kaltim.(*)

HUT Ke-67 Kaltim, Apa Akmal Maju?

January 9, 2024 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

TANGGAL 9 Januari 2024,  kita merayakan HUT ke-67 Provinsi Kalimantan Timur. Ada suasana lain pada HUT tahun ini. Soalnya Kaltim tengah dipimpin seorang penjabat (Pj) gubernur. Kebetulan orangnya adalah Dr Akmal Malik, dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Dia mulai bertugas 2 Oktober 2023 menyusul berakhirnya masa jabatan Gubernur Dr Isran Noor dan wakilnya Hadi Mulyadi.

Kaltim awalnya adalah salah satu keresidenan dari Provinsi Kalimantan. Sesuai aspirasi rakyat, maka sejak 1956 wilayah Kalimantan dimekarkan menjadi tiga provinsi, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Pembentukannya sebagai wilayah administrasi berdasarkan UU No 25 Tahun 1956 dengan gubernur pertama adalah APT Pranoto.

Tema HUT ke-67 Provinsi Kaltim adalah “Membangun Kaltim untuk Nusantara.” Kalau yang dimaksud Nusantara itu adalah Ibu Kota Nusantara (IKN), ada yang beranggapan rasanya kurang tepat. Kenapa pembangunan Kaltim untuk IKN? Justru sebaliknya kehadiran IKN harus memajukan pembangunan dan kemakmuran Kaltim.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Veridiana Huraq Wang mengusulkan perlunya mengevaluasi program pendidikan terutama sarana dan prasarana sekolah, yang belum merata ke berbagai daerah. “Katanya IKN ada di Kaltim, tapi bagaimana SDM kita bisa bersaing kalau fasilitas pendidikannya tidak merata?” ujarnya.

Menurut Ketua Panitia HUT, Lutfi Hamri, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen kita dalam membangun Kaltim yang lebih baik, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan Nusantara.

Soal kontribusi Kaltim untuk Nusantara atau Indonesia rasanya juga tidak perlu diragukan lagi. Kekayaan sumber daya alam (SDA) daerah ini sangat besar sumbangsihnya untuk devisa negara. Justru yang kita rasakan bertahun-tahun adalah tidak proporsionalnya kucuran dana APBN  untuk kepentingan Kaltim. Sudah cukup lama Kaltim berjuang agar dana bagi hasil (DBH) terutama migas lebih besar untuk kepentingan daerah ini.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menyerahkan penghargaan kepada Isran Noor disaksikan Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud dan Hadi Mulyadi

Isran Noor yang mengusung misi Kaltim Berdaulat sangat ngotot agar distribusi dana APBN lebih banyak ke daerah. Dia pernah sesumbar kalau hasil penjualan SDA semuanya diserahkan ke Kaltim, maka biaya pembangunan IKN yang hampir mencapai Rp500 triliun tidak perlu susah-susah dicari. Karena Kaltim mampu membiayai. Dia juga terkenal sebagai “Mister 70 Percent.” Maksudnya 70 persen dana pusat harus jatuh ke daerah.

Terlepas soal tema, ada beberapa hal yang perlu dicatat pada HUT ke-67 Provinsi Kaltim. Pada Rapat Paripurna DPRD Kaltim, Senin (8/1), ada 23 tokoh daerah yang menerima penghargaan. Menariknya ada 2 mantan gubernur dan satu mantan wagub sebagai penerima penghargaan tersebut.

Prof Awang Faroek Ishak menerima penghargaan sebagai Tokoh Pembangunan. Sedang Isran Noor dinobatkan sebagai Tokoh Pertanian dan Hadi sebagai Tokoh Pendidikan. Selain itu ada  Dr Meiliana, mantan Plt Sekprov sebagai Tokoh Perempuan Inspiratif. Sekkot Balikpapan Muhaimin sebagai Tokoh Pemuda, Syafruddin Pernyata sebagai Tokoh Pariwisata dan Wardi sebagai Tokoh Pers.

Ada yang berpendapat seharusnya Isran sama dengan Awang sebagai tokoh pembangunan. Lebih luas dari pertanian. Soalnya juga banyak yang dilakukan “Si Raja Naga.” Dia juga berkontribusi besar dengan ditetapkannya IKN di Kaltim. Di era dia, Kaltim sebagai wakil Indonesia pertama menerima pembayaran karbon sebagai bukti suksesnya pengelolaan lingkungan. Isran juga menjadi “pahlawan” pembela tenaga honorer. Sikapnya keras tak ingin memberhentikan tenaga honor dengan cara apa pun, meski Pemerintah Pusat punya sikap sebaliknya.

Berkat kegigihan Isran, besarnya APBD Kaltim untuk pertama kali mencapai angka di atas Rp20 triliun. Bahkan APBD Perubahan Kaltim 2023 mencapai angka Rp25,32 triliun. Isran juga sempat menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Upacara HUT ke-67 Provinsi Kaltim berlangsung di Stadion Gelora HM Kadrie Oening, Sempaja, Selasa (9/1) pagi. Hadir mantan gubernur Suwarna AF dan Isran Noor. Juga dua mantan Wagub, Farid Wadjdy dan Hadi Mulyadi. Juga Ketua DPRD dan anggota Forkompida serta anggota DPR RI dan DPD RI dapil Kaltim.

Pj Gubernur Akmal Malik membagikan 61 panji keberhasilan pembangunan kepada 10 daerah Tingkat II. Balikpapan tetap peraih panji terbanyak dengan 17 panji, menyusul Kukar 13, Berau 7, Samarinda 7, Paser 6, Bontang 5, Kutim 3, serta PPU, Kubar dan Mahulu masing-masing 1 panji.

Yang menarik digelarnya tarian jepen begenjoh massal dengan melibatkan 6.700 penari. Semua undangan termasuk Pj Gubernur dan istri diminta turun. Suasananya jadi ceria dan meriah. Maklum tariannya dinamis dengan gerakan yang khas. “Kita turunkan 6.700 karena HUT kita yang ke-67,” kata Sekprov Sri Wahyuni sebagai penanggung jawab.

Tari Jepen adalah salah satu tarian tradisional Kutai. Berkembang di daerah pesisir Sungai Mahakam dan banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Melayu dan Islam. Tarian Jepen Begenjoh perpaduan dari tari jepen tradisional, jepen Sidabil, jepen Tungku, jepen Tenggarong dan Dendang Sumatera.

SUDAH TIGA BULAN

Menjelang peringatan HUT ke-67 Provinsi Kaltim, usia tugas Akmal Malik sebagai Pj Gubernur sudah tiga bulan. Tim evaluator dari Kemendagri yang dipimpin Sekretaris Itjen Ahmad Husin Tambunan baru saja melakukan penilaian terhadap kinerja putra kelahiran Pulau Punjung, Sumbar, 16 Maret 1970 itu.

Hasilnya, tim memuji kinerja yang dicapai sangat positif. Melalui tim juga disampaikan pesan Irjen, yang meneruskan arahan Presiden Jokowi kepada kepala daerah. Yaitu memberikan prioritas dalam penanganan penurunan angka stunting, angka kemiskinan, tingkat pengangguran, inflasi, pelayanan publik terutama perizinan sampai pelayanan kesehatan dan rumah sakit.

Tim evaluator mengapresiasi penanganan kemiskinan ekstrem di Kaltim, yang menunjukkan angka 3.910 jiwa atau 0,10 persen. Lebih rendah dari nasional. “Kaltim akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas kemiskinan ekstrem di tahun 2024,” ujar staf khusus Mendagri Kastorius Sinaga.

Sementara itu dalam Rapim Akhir Tahun yang dipimpin Akmal, Kaltim mengalami pencapaian yang sangat baik. Di antaranya angka pertumbuhan ekonomi mencapai 6,34 persen di atas nasional, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 78,20 juga di atas nasional, dan tingkat kemiskinan 6,11 persen. Lebih rendah dibanding angka nasional yang tercatat 9,36 persen.

Akmal juga puas serapan anggaran 2023 mencapai angkat di atas 92 persen. “Serapan anggaran yang tinggi menunjukkan Pemda sudah bekerja keras untuk mewujudkan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya di depan Rapat Paripurna DPRD.

Anggota DPRD Kaltim Dr H Jahidin memuji kinerja Pj Gubernur Akmal. Setidaknya dia rekam ketika Akmal menjawab 16 pertanyaan Dewan dalam rapat paripurna yang berlangsung akhir tahun 2023. Karena itu Jahidin mengaku secara pribadi mendukung Akmal jika maju dalam Pilgub Kaltim 2024.

“Kinerja Pj Gubernur sangat bagus dan koordinasi dengan Dewan juga berjalan baik. Saya pribadi mendukung beliau kalau maju di Pemilu 2024 dan saya mengajak pendukung saya untuk memberikan dukungan kepada beliau,” kata politisi dari PKB itu bersuara.

Apakah Akmal bisa mengikuti Pilgub? Sebagai dirjen Otda, Akmal pernah menegaskan bahwa Pj Kepala Daerah tidak bisa mengikuti Pilkada Serentak 2024. Hal itu sesuai dengan UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. “Tidak pada posisi sebagai Pj, kecuali berhenti,” jelasnya.

Larangan Pj kepala daerah mencalonkan diri di Pilkada tercantum dalam pasal 7 ayat (2) huruf q UU Pilkada. Pasal itu menyebut salah satu syarat pencalonan kepala daerah  adalah tidak berstatus sebagai Pj kepala daerah. “Kalau mau maju diharuskan berhenti dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Tidak bisa secara mendadak,” kata Akmal.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan pernah menjelaskan bahwa Pj kepala daerah masih mungkin mengikuti Pilkada sepanjang mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada. “Pastinya 6 bulan sebelumnya (hari H pencoblosan) dia harus berhenti atau mundur dari Pj,” kata Benny dalam diskusi publik “Kajian Kritis Posisi Jabatan Pj Kepala Daerah,” seperti diberitakan rri.co.id.

Itu berarti kalau Pilkada serentak dimajukan September 2024, maka seorang Pj yang mau maju minimal bulan April sudah mundur. Tapi kalau Pilkadanya tetap November, maka dia harus mundur pada bulan Juni.

Sejauh ini ada beberapa nama yang kemungkinan besar maju di Pilgub Kaltim. Di antaranya Isran Noor, Ketua PDIP Kaltim Safaruddin serta dua bersaudara Ketua Golkar Kaltim Rudy Mas’ud dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud. Ada juga disebut-sebut nama Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang juga Ketua DPD Gerindra Kaltim. Dalam suatu survei, Andi pernah berada di peringkat atas.

Ketika saya singgah ke Penajam Paser Utara (PPU), ada staf di sana yang mengisyarakat Pj Bupati PPU Makmur Marbun punya kecenderungan maju di Pilkada PPU. Marbun adalah anak buah  Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik. Dia adalah Direktur Produk Hukum Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri. “Naga-naganya beliau mau maju, makanya sekarang rajin bersosialisasi dengan mengaktifkan berbagai kegiatan. Sampai-sampai dinas kewalahan,” kata staf yang tak mau disebutkan namanya bercerita polos.

Setidaknya ada dua nama yang diduga akan maju dalam Pilkada Bupati PPU. Keduanya mantan bupati, PPU yaitu Hamdam dan Andi Harahap. Ada juga yang menyebut nama Ketua DPRD  Syahruddin M Noor. Kabarnya dari keluarga Bani Mas’ud, juga menyiapkan nama baru menyusul tersandungnya sang adik, Abdul Gafur Mas’ud (AGM).

Dalam Pilkada Serentak 2024, selain berlangsung pemilihan Gubernur Kaltim dan Bupati PPU, juga Wali Kota Balikpapan, Wali Kota Samarinda, Wali Kota Bontang, Bupati Paser, Bupati Kukar, Bupati Kubar, Bupati Mahulu, Bupati Kutim, dan Bupati Berau.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Wali Kota Samarinda Andi Harun, Wali Kota Bontang Basri Rase, Bupati Berau Hj Sri Juniarsih Mas, Bupati Paser dr Fahmi Fadli, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Bupati Kukar Edi Damansyah baru satu periode, sehingga masih mungkin maju kembali.  Sedang Bupati Kubar FX Yapan dan Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh sudah dua periode, sehingga harus lengser.

Yang unik ada beberapa warga kota datang kepada saya. Dia minta saya ikut kembali dalam Pilwali Balikpapan 2024. Saya bilang saya sudah dua periode jadi sudah tamat. Dia ngotot saya harus maju lagi. Dia bilang kalau sudah lewat satu periode, memungkinkan maju lagi. He…he saya tersenyum. Soalnya saya sudah menulis dua buku. Judulnya: “Bukan Pak Wali Lagi.”(*)

Kue Putu di Bethany

December 27, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MESKI tak lagi menjadi wali kota, masih ada saja panggung buat saya dalam perayaan Natal umat Kristiani. Setidaknya dari jemaat Bethany. Saya masih diundang ketika Bethany Favor of God (FOG) Balikpapan menggelar ibadah Natal di Gedung Dome (BSCC), Senin (25/12).

Ada ribuan jemaat Bethany mengikuti ibadah yang langsung dipimpin Pendeta Dr Samuel Kusuma, M.Th bersama sang istri, Dr Fonny Kusuma, M.Pd  dan putranya Kevin Lemuel Kusuma, M.Th. Panitia juga mengundang artis ibu kota Fandy Kerispatih menyampaikan kesaksian dan pujian.

Panggung Natal Bethany di Dome Balikpapan

Di pengujung ibadah saya datang. Di situ juga hadir Andhika Hasan, anggota DPR RI dari PDIP. Kami diminta naik panggung. Bersama Kevin, yang sekarang menjadi caleg DPRD Kaltim dari partai yang sama.

Selain mengucapkan selamat Natal, saya juga menyampaikan apresiasi atas perhatian jemaat Bethany terutama Pdt Samuel yang selalu ramah dan akrab kepada saya. “Saya pikir setelah tak lagi menjadi wali kota, saya tak naik panggung lagi,” kata saya.

Pdt Samuel mengatakan dia tetap menaruh respek terhadap saya sebagai sahabat. “Sebagai sahabat, saya tetap mengundang ‘Pak Wali’ dalam perayaan Natal yang kami laksanakan. Saya tetap memanggil ‘Pak Wali’ walau sudah purnatugas,” katanya.

Pdt atau Ps (Pastor) Samuel adalah  ketua Yayasan  Bethany Kalimantan dan rektor Institut Kristen Borneo Balikpapan. Berkat kepiawaiannya, Bethany berkembang pesat di daerah ini. Mulai dari Balikpapan sampai ke berbagai daerah lainnya di Kaltim. Bahkan dia mampu membangun Bukit Doa Kalimantan, yang diresmikan Gubernur Isran Noor, 29 September 2023.

Bukit Doa Kalimantan adalah  tempat atau rumah doa bagi segala bangsa. “Ini terbuka bagi siapa saja,” kata Pdt Samuel menjelaskan waktu itu. Pembangunan tahap pertama sudah selesai. Dilanjutkan pembangunan tahap kedua. Selain tempat berdoa, Bukit Doa Kalimantan juga menjadi objek wisata religi. “Serasa menikmati keindahan Jerusalem mini,” kata seorang pengunjung.

Pdt Samuel dan istri, Fonny rekaman lagu Natalnya di Kanada.

Tiga hari menjelang Natal, Samuel dan istrinya Fonny meluncurkan  lagu pujian baru karyanya berjudul “Setiap Detik Tuhan Bekerja.” Istimewanya proses rekaman lagu itu berlangsung di Vancouver dan Wistler, Canada, bulan November lalu.

Menurut Ps Samuel, menulis lagu pujian hingga proses perekamannya merupakan Kairos. “Kesaksian secara luar biasa Tuhan memberi Kairos-Nya, sehingga di luar rencana kami bisa menulis, merekam dan mempersembahkan pujian ini  di Vancouver & Wistler Canada. Pertama kali mengunjunginya di Gastown Steam Clock, ikon Vancouver, Tuhan yang memegang masa depan, tepat presisi akurat. Setiap Detik Tuhan Bekerja,” ujarnya.

Ketika dinyanyikan pada perayaan Natal di Dome, Samuel sempat mengungkapkan kalau Pdt Fonny, istrinya dulunya gagap berbicara. Tetapi berkat pertolongan dan kasih Tuhan, sekarang menjadi Ibu Gembala yang hebat.  Malah saya bilang dia lebih “garang” dari Pendeta Samuel sendiri.

Tapi terlepas dari soal itu, dalam suatu rilis yang beredar di media, Pdt Samuel disebut-sebut salah satu dari 100 pendeta berpengaruh di Tanah Air.

Sorenya, saya lama bersilaturahmi di rumah Pdt Samuel yang asri di kompleks perumahan Ciputra Bukit Indah (CBI). Sambil menikmati opor ayam, bakso, kambing guling, dan kue putu. Ada sejumlah makanan dari para pelaku UMKM, yang sengaja didatangkannya. “Komitmen saya tetap ikut memberi ruang dan memajukan UMKM,” jelasnya.

Penjual kue putu yang didatangkan Pdt Samuel sehari-hari berjualan di kawasan Pasar Baru di seberang kantor Bank BCA. “Saya jualan di sana, Pak,” katanya bersemangat. Saya bersyukur bisa menikmati. Maklum sudah lama tidak menyantap kue putu.

Kabarnya kue putu yang berwarna hijau itu sudah ada sejak 1200 tahun lalu saat era dinasti Ming. Namanya di negeri tirai bambu disebut Xian Roe Xiao Long.  Masuk ke Indonesia bersamaan dengan datangnya orang China ke Indonesia. Yang menarik kue putu dikukus di dalam bambu atau tabung. Bahannya tepung beras, gula merah atau gula jawa dan parutan kelapa.

Gampang mengenali penjual kue putu. Karena ketika dikukus, keluar suara suitan yang khas. Orang pasti tahu kalau itu penjual kue putu yang lagi lewat. Kue putu di Indonesia ada dua. Putu jawa warnanya hijau, sedang Putu dari Medan berwarna putih.

KELUARGA BANDA

Saya juga sempat bersilaturahmi kepada keluarga Kristiani. Anak muda yang sering bersama saya, Christian Frisky Natanae juga dari keluarga Nasrani. Saya juga sempat singgah di rumah keluarga Pak Novin di Gunung Guntur Asri. Mereka menyambut hangat kedatangan  saya dan istri, Bunda Arita.

Memenuhi undangannya, saya sempat datang mengucapkan selamat kepada keluarga Stella di Jl Zeni AD RT 11. Tak jauh dari Gereja Katolik Santa Theresia, Prapatan. Saya jadi teringat dengan Pastor FX Huvang Huran, MSF. Dia juga sahabat saya dan berumur panjang.

Orang tua Stella, Pak Adrianus Aris Sutjahjadi dan Ibu Femy Olga Walintukan tetap hangat menyambut saya. Seperti tahun lalu, pulangnya saya dikasih oleh-oleh kue Natal buatan mereka. Saya merasa terhormat dan berterima kasih.

Sambutan hangat juga saya dapatkan dari keluarga Albertus, wartawan CNN Balikpapan, yang aktif di Banda Indonesia. Orang tuanya yang mendirikan dan merintis Yayasan Kasimo Balikpapan, yang bergerak dalam pelayanan jenazah.

Di masa Covid-19, Yayasan Kasimo menggalang para pekerja yang terkena PHK untuk ikut membuat ratusan peti jenazah untuk korban Covid. “Karena mereka tidak memiliki penghasilan, jadi kami berdayakan untuk membuat peti jenazah,” kata Ketua Yayasan Kasimo Andre.

Di markas Banda dan Kasimo di Jalan Dua, RT 17 No 1 Kelurahan Gunung Samarinda, saya banyak bertemu teman-teman. Ada Echie Nasution yang menjadi hakim adhoc di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Apalagi dijamu “Mami” opor ayam yang nikmat. Banyak cerita di sana, termasuk urusan politik yang lagi hangat.

Natal yang berkah dan penuh kedamaian. Mereka ikut  mendoakan saya dan Bunda Arita mengikuti pemilihan legislatif 2024. Sukses di kursi DPR RI dengan no urut 7 Nasdem dapil Kaltim dan Bunda Arita di nomor urut 3 di DPRD Kaltim.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1865984
    Users Today : 3483
    Users Yesterday : 3886
    This Year : 802494
    Total Users : 1865984
    Total views : 15653689
    Who's Online : 23
    Your IP Address : 216.73.216.159
    Server Time : 2026-06-02