Efek Jokowi, Persiba Hancur      

November 25, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PRESIDEN Jokowi main bola di Biak, Papua, Rabu (22/11). Lawannya bukan PSBS Biak, klub profesional kebanggaan warga Biak. Tapi Jokowi bermain bersama-sama anak-anak kampung setempat. Sedang, PSBS Biak tengah berada di Balikpapan dalam lanjutan kompetisi PSSI Liga 2 Pegadaian Grup 4 melawan tuan rumah Persiba Balikpapan.

Jokowi mengenakan jersey putih merah dengan nomor punggung 23.   Dalam timnas kita, pemegang nomor punggung 23 adalah Marc Klok. Dia pemain blasteran Indonesia-Belanda yang bergabung dengan Persib Bandung.

Kalau melihat tim favorit saya bermain, Manchester United (MU), pemegang nomor punggung 23 adalah bek-kiri Luke Shaw. David Beckham ketika main di Real Madrid juga mengenakan nomor punggung yang sama. Tapi waktu di MU, Beckam memakai kostum No 7 sama dengan bintang sebelumnya, Eric Cantona.

Saya nonton Persiba dengan nomor punggung 7

Nomor keramat 7  saat ini sepertinya menjadi milik Cristian Ronaldo. Mulai main di MU sampai ke Al Nasar di Arab Saudi, Ronaldo selalu mengenakan nomor punggung  7. Makanya kode panggilan namanya menjadi CR7.

He, he kebetulan nomor 7 sama dengan nomor pencalegan saya sebagai wakil rakyat.  Saya juga dapat No 7 menjadi caleg  DPR RI 2024 dapil Kaltim melalui Partai Nasdem. Mudah-mudahan ini nomor keberuntungan.

Ketika bermain bola di Biak, Presiden Jokowi menunjukkan kehebatannya. Bermain di dua posisi. Pertama sebagai penyerang. Dia bekerjasama  dengan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Presiden berhasil mencetak satu gol. Lalu kedua dia bermain sebagai penjaga gawang. Sekali ini dia kebobolan juga satu gol.

Menurut Jokowi ada dua hal juga yang menjadi alasan dia bermain bola di Biak. Pertama, karena sudah beberapa minggu tidak berolahraga. “Ya ini sudah dua minggu ngga olahraga. Lumayan bisa keluar keringat,” katanya.

Kedua, untuk memotivasi anak-anak di Indonesia termasuk di Biak untuk mengembangkan bakatnya. “Biar anak-anak yang punya skill termotivasi. Karena bibit-bibit itu harus dibangun dari bawah. Biar nanti bisa masuk ke U-14, U-17, U-20 dan seterusnya,” kata Kepala Negara.

Melihat unggahan Presiden Jokowi bermain bola kampung di Biak, Presiden FIFA Gianni Infantino tertarik memberikan tanggapan. “Sepak bola adalah untuk semua orang dan saya senang melihat @jokowi mengambil kesempatan itu, menunjukkan bahwa sepak bola menyatukan dunia, tanah air di Indonesia,” tulisnya melalui Instagram story (Instastory) akun @gianni_infantino.

Infantino juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan Presiden Joko Widodo dalam menjadi tuan tumah Piala Dunia U-17 FIFA saat ini. “Indonesia adalah modal atau pencetak bibit sepak bola dunia saat ini,” katanya.

Presiden FIFA keturunan Italia ini lahir di Brig, Swiss, 53 tahun lalu.  Dia semakin akrab dengan Indonesia setelah menerima penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Budaya di Istana Negara Jakarta, Jumat 10 November 2023.

“Ini suatu kebanggaan dan kehormatan, tidak saja untuk saya, tapi juga FIFA dan dunia sepak bola. Penghargaan yang sangat spesial buat saya karena merupakan yang pertama kali,” katanya, yang saat itu tampil mengenakan kopiah khas Indonesia.

Selain mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Infantino juga memuji pembangunan pusat latihan sepak bola di Ibu Kota Nusantara (IKN). Karena itu FIFA berkenan ikut memberikan bantuan biaya pembangunannya.

PSBS MENGAMUK

Sehari setelah Presiden bermain di Biak Numfor, PSBS Biak berlaga lawan Persiba Balikpapan, Kamis (23/11) sore. Mungkin karena efek Jokowi, PSBS Biak mengamuk di kota utama penyangga IKN. Bermain di Stadion Batakan, Si Badai Pasifik itu benar-benar menjadi badai untuk Persiba. PSBS Biak mengempaskan Persiba 6-2. Bayangkan tragisnya.

Rasanya ini kekalahan terburuk dan paling memalukan selama Tim Beruang Madu bermain di kandangnya. Pencinta Persiba lebih banyak menyalahkan penjaga gawang Gianluca Rossy, yang mudah diperdaya. Penonton menyoraki dia. “Ampun, dia lebih cocok jadi pembalap saja ketimbang kiper,” kata Mardi, pencinta Persiba menyindir Rossy.

Kiper Persiba Gianluca Rossy terperdaya dengan sundulan Mamadou Barry

Saya yang menonton di tribun Selatan bergabung dengan Balistik, tertunduk lesu. Barisan pertahanan Persiba plus penjaga gawangnya mudah sekali dikecoh lawan. Kasihan penyerang Sunday Song Longji lebih banyak berjuang sendirian di depan. Itu saja dia masih bisa menyarangkan dua gol.

Asisten Pelatih Persiba Zainal Abidin meminta maaf kepada seluruh pendukung Persiba. “Tidak banyak yang dapat saya sampaikan. Saya mewakili klub menyampaikan permintaan maaf,” katanya lirih tanpa bisa melanjutkan komentarnya.

Zainal untuk sementara menangani Persiba sendirian menyusul didepaknya pelatih Nil Maizar, sebagai pelatih kepala akibat buruknya penampilan Persiba selama musim kompetisi 2023/2024 ini. Sejauh ini manajemen baru belum menetapkan pelatih   penggantinya.

Dengan kekalahan telak itu, Persiba masih bertengger di peringkat ke-6 dari 7 peserta. Tapi sudah dapat dipastikan harus menjalani babak play off untuk menentukan nasibnya apakah masih bisa bertahan di Liga 2 atau masuk ke jurang Liga 3. Sebagai skuad yang dijuluki “Tim Selicin Minyak,” kita berharap Persiba tidak tergelincir sampai ke sana.(*)

“Riska dan Roy”

November 23, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

NAMANYA sangat menarik. Riska dan Roy. 2R. Sepertinya pasangan romantis. Tapi sekali ini bukan nama manusia. Nama ini diberikan kepada dua hewan buas, yang lagi jadi pergunjingan di Kaltim. Riska itu nama buaya dari Bontang dan Roy adalah nama harimau dari Samarinda.

Buaya Riska sudah lama viral. Terutama cerita “keakrabannya” dengan Pak Ambo, yang rajin memberikan makan sang buaya berpuluh tahun. Sedang harimau Roy juga sangat ramai disorot  gara-gara menerkam Supriandi (27), sang pemberi makannya hingga meninggal dunia.

Kedua hewan liar itu termasuk hewan yang harus dilindungi. Keberadaannya sudah langka. Jadi tidak semua orang bisa memelihara. Harus mendapat izin terlebih dahulu dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Kalau tidak, jadi perkara hukum.  Sang pemeliharanya bisa masuk penjara.

Sesuai UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, mereka yang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi baik dalam keadaan hidup atau mati,  bisa dipidana penjara hingga 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Harimau Roy dijaga petugas kepolisian

Harimau Roy yang baru saja bikin heboh itu, dipelihara di rumah mewah Ko Andre, pengusaha fitnes  yang tinggal di Jl Wahid Hasyim 2 No 99, Kelurahan Sempaja Barat, Kecamatan Samarinda Ulu.

Selain “Roy,” masih ada lagi seekor macan dahan dewasa  bernama “Bos,”    dan seekor anjing jenis ras husky, yang dipanggil “Aci.” Bos terbilang jinak dan akrab dengan Supriandi. “Sering suami saya memberi makan Bos langsung dari tangannya,” kata Suwarni, istri korban.

Suwarni sering diajak Supriandi menemani kala bertugas. Termasuk pasa hari nahas itu, Sabtu (18/11) sekitar pukul 10.30. Hanya saja siang itu Suwarni  disuruh menunggu di luar. Alasan sang suami, dia hanya sebentar karena mereka akan menghadiri undangan pernikahan.

Ibu muda itu mulai waswas karena suaminya tidak keluar-keluar. Hampir tiga jam. Akhirnya dia nekat masuk ke dalam. Dia langsung histeris karena Supriandi ditemukannya terkapar berdarah-darah di dalam kandang Roy. Ketika dilarikan ke rumah sakit, Supriandi sudah meninggal dunia.

Suwarni mengaku sangat terpukul. Apalagi dia lagi hamil anak ketiga. “Almarhum adalah gantungan hidup kami dan anak-anak. Kami sangat kehilangan, mudah-mudahan bos mau menanggung kehidupan kami dan sekolah anak-anak,” katanya sambil menunjukkan foto  perkawinan mereka seperti diberitakan TRIBUNNEWS.COM.

BKSDA Kaltim dan Polresta Samarinda sudah mengambil sikap. Roy, Bos dan macan dahannya langsung disita karena diduga tak ada izin pemeliharaannya. Sedang sang pemilik ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan.

“Sang pemilik dan 5 saksi sudah kita periksa. Dia dikenakan pasal kelalaian dan soal larangan kepemilikan satwa dilindungi,” kata Kapolresta Samarinda Kombes Ari Fadly.

Kepala BKSDA Kaltim Ari Wibawanto menduga harimau yang dipelihara Ko Andre adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Tapi untuk memastikan harimau itu diboyong ke Lembaga Konservasi Satwa Gunung Bayan Lestari di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara.

“Sedang dilakukan pemeriksaan di sana, apakah itu jenis harimau sumatera atau yang berasal dari luar negeri. Termasuk macan dahannya,” kata Ari.

Macan dahan (Neofelis nebulosa) disebut kucing liar yang hidup di hutan. Dia jenis satwa nokturnal yang aktif berburu mangsa di malam hari. Lincah bergerak di atas pohon. Di Indonesia, hewan liar ini hidup di Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Diperkirakan populasi harimau sumatera saat ini hanya sekitar 400 sampai 500 ekor. Terutama hidup di Pegunungan Bukit Barisan. Karena kerusakan habitat dan kesulitan mendapatkan sumber makanan, dia sering merambah ke perkebunan dan rumah penduduk. Ada yang mati dijerat atau dijebak untuk diperdagangkan. Ada juga yang menerkam hewan ternak bahkan penduduk setempat.

Harimau sumatera merupakan harimau terkecil. Warna kulitnya paling gelap di antara semua subspecies harimau lainnya. Mulai dari kuning kemerah-merahan hingga jingga tua.  Pola hitamnya berukuran lebar dan jaraknya rapat dan juga berhimpitan. Tingginya dapat mencapai 60 cm dengan panjang 250 cm.

Belum diketahui bagaimana Ko Andre bisa lolos memboyong satwa liar itu ke Samarinda? Dari pengakuannya, satwa itu dikirim dari Jakarta. Warga Tepian banyak yang kaget ternyata ada bos di kota mereka yang berani dan nekat memelihara harimau.  Kabarnya binatang itu sudah tiga tahun hidup bersamanya.

POLEMIK BUAYA RISKA

Sementara itu, nasib buaya Riska masih menjadi polemik. Terutama berkaitan dengan rencana memboyong kembali buaya Riska dari penangkaran buaya Teritip, Balikpapan kembali ke “kampung halamannya.”

“Susun dulu perencanaannya yang matang. Kita tidak ingin rencana pengembalian satu ekor buaya justru membuat gejolak warga. Pemkot Bontang harus membuat kesepakatan dengan warga terlebih dahulu,” kata Dheny Mardiono, kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Kaltim saat RDP bersama DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Buaya Riska adalah buaya muara dari Sungai Guntung Bontang Utara. Sudah sekitar 25 tahun bersahabat dengan Pak Ambo, warga setempat. “Saya yang merawat, memberi makan, memandikan dan mengelus-elusnya,” kata lelaki berusia 59 tahun itu.

Buaya muara atau buaya bekatak (Crocodylus porosus) adalah jenis buaya terbesar di dunia. Dinamai buaya muara karena hidup di sungai-sungai dan di dekat laut (muara). Disebut juga Man-eater crocodile, karena pernah atau sering memakan manusia di wilayahnya.

Nama Riska diberikan oleh Pak Ambo, meski belakangan baru diketahui kalau sang buaya ternyata jenis jantan. BKSDA Kaltim memutuskan buaya Riska di relokasi ke penangkaran buaya Teritip Balikpapan karena adanya desakan warga. Ada warga menduga adalah buaya Riska yang menerkam emak-emak sampai tewas.

Meski Pak Ambo membantah, buaya Riska akhirnya tetap dipindahkan. Tapi menurut cerita buaya Riska tak tenang di tempatnya yang baru. Dia selalu ingin bersama Pak Ambo, sehingga ada rencana dipulangkan kembali.

Istri Mendagri, Ibu Tri Tito Karnavian bersama Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik sempat menjenguk buaya Riska di Teritip, pekan terakhir Oktober lalu. Maklum buaya ini mendapat perhatian khusus dari Mendagri Tito Karnavian. Tito termasuk salah satu yang suka menonton video buaya Riska di Youtube.

Anak Pak Ambo, Fitriani rajin memposting video buaya Riska  melalui kanal You Tube Fitriani Riska. Berkahnya, Pak Ambo mendapat penghasilan dari hasil postingan itu Rp 15 juta sebulan. “Sekarang saya tak dapat penghasilan seperti itu lagi,” keluhnya.

Pj Gubernur dan Wali Kota Bontang Basri Rasa sependapat buaya Riska dikembalikan. Tapi ada warga tidak setuju kalau buaya Riska dicemplungkan kembali ke Sungai Guntung. Karena itu bisa membahayakan warga.

Kunjungan Akmal ke Pak Ambo dikritik Ketua Komisi III DPRD Bontang  Amir Tosina. “Harusnya Pj Gubernur lebih bijak. Jangan hanya ke Pak Ambo saja, juga lihat keluarga korban. Biar tahu bagaimana  kejadian sesungguhnya,”  tandasnya.(*)

Nyamuk “Bill Gates” Ditebar di Bontang

November 22, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LAGI heboh di Indonesia. Jutaan nyamuk ciptaan miliarder Amerika Serikat, Bill Gates ditebarkan di Indonesia. Banyak yang kaget dan tidak percaya. Biasanya nyamuk kita bunuh, kita semprot dengan Baygon atau sebangsanya. Tapi ini malah ditebarkan jutaan ekor secara resmi oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Apalagi yang membuat atau menciptakan nyamuk itu adalah Bill Gates. Salah satu orang terkaya di dunia. Tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis serta mantan CEO, yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft.

Setelah dilakukan uji coba di Yogyakarta, Kemenkes tahun ini memutuskan menyebarkan nyamuk tersebut di 5 kota. “Sesuai SK Kemenkes, 5 kota itu adalah Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Kupang termasuk Bontang di Kalimantan Timur,” kata Ngabila Salama, staf teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kemenkes seperti diberitakan CNN Indonesia, Senin (20/11).

Wali Kota Bontang Basri Rase me-launching nyamuk wolbachia di kotanya

Lalu nyamuk jenis apakah itu? Dalam berbagai siaran resmi disebutkan, nyamuk itu disebut nyamuk wolbachia atau nyamuk Bill Gates. Nyamuk ini dibuat untuk mematikan virus Aedes aegypti (demam berdarah), yang telah banyak menelan korban sejak dulu kala termasuk di Indonesia.

Nyamuk wolbachia dikembangkan oleh World Mosquito Program (WMP), yaitu perusahaan milik Monash University. “Mungkin karena proyek ini mendapatkan dukungan dana dari Bill & Melinda Gates Foundation, maka banyak dikenal sebagai nyamuk Bill Gates,” kata pakar kesehatan IDI, Prof Zubairi Djoerban dikutip dari akun media sosial X miliknya @Profesor Zubairi.

Pabrik nyamuk wolbachia dikembangkan di sebuah laboratorium di pusat kota Medelin, Kolombia.  Dari sini setiap minggunya dihasilkan sekitar 30 juta nyamuk dengan ciri bintik-bintik putih khas di kaki hitamnya yang kurus.

Nyamuk wolbachia yang ditebar di Bontang

Nyamuk wolbachia dianggap sebagai jenis nyamuk Aedes aegypti yang istimewa karena mereka dapat membawa sejenis bakteri yang dapat menetralisir virus mematikan tersebut. “Jadi wolbachia menjadi counter bagi virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti,” kata Prof Zubairi.

Di lapangan, nyamuk wolbachia yang dilepas nantinya akan kawin silang dengan nyamuk Aedes aegypti. yang membawa DBD. Setelah kawin silang berlangsung akan menghasilkan keturunan nyamuk ber-wolbachia.

Kenapa Bontang dipilih sebagai daerah satu-satunya di Kaltim menjadi Pilot Project Teknologi Wolbachia (PPTW)? Ternyata alasannya karena Bontang menjadi salah satu kota dengan jumlah kasus demam berdarah Dengue (DBD) yang cukup tinggi dan adanya kasus kematian pada tahun 2023.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Dr Maxi Rein Rindonuwu sudah turun ke Bontang untuk melakukan sosialisasi dan pengecekan. Jangan terulang kasus di Bali, di mana rencana serupa ditunda karena ada penolakan. Padahal rencananya 20 juta nyamuk wolbachia bakal disebar di Pulau Dewata.

“Saya percaya Kota Bontang memiliki komitmen yang tinggi dengan projek ini. Apalagi Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bontang sudah studi banding ke Yogyakarta dan menyediakan anggaran sendiri dalam pelaksanaannya melalui APBD,” puji Dirjen.

Hasil uji coba pelepasan  nyamuk wolbachia di Kota Gudeg mampu menurunkan 77 persen incidence rate (IR) Dengue dan mengurangi pasien DBD masuk rumah sakit sebesar 86 persen.

Sekretaris Daerah Kota Bontang Aji Erlynawati menegaskan, pihaknya siap melaksanakan dan menyukseskan pelaksanaan PPTW di daerahnya. “Itu sudah menjadi komitmen Pak Wali Kota Basri Rase,” ujarnya.

Menurut Kepala DKK Bontang drg Toetoek Pribadi Ekowati, pelaksanaan PPTW di Bontang dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan di enam kelurahan. Meliputi Gunung Telihan, Gunung Elai, Kanaan, Belimbing, Api-Api, dan Bontang Baru. “Delapan kelurahan lainnya menyusul,” jelasnya.

Launching penyebaran nyamuk wolbachia di Bontang sudah dilaksanakan awal September lalu oleh Wali Kota Basri Rase. Ada 100 kader diturunkan untuk menerbangkan ribuan nyamuk tersebut. Selain dibiayai APBD, Pemerintah Pusat juga menyalurkan dana Rp 10 miliar untuk program ini.

ISU NYAMUK BIONIK

Ada yang mengabarkan bahwa penyebaran nyamuk wolbachia merupakan misi Bill Gates untuk membentuk genetik LGBT. Bahkan ada juga yang menduga bisa menjadi senjata pemusnah massal.

Tapi Prof Zubairi menegaskan, tujuan dikembangkannya proyek ini adalah untuk menurunkan penyebaran DBD, demam kuning dan chikungunya. Berdasarkan Environmental Protection Agency (EPA), katanya, nyamuk transgenik atau wolbachia ini tidak menimbulkan risiko bagi manusia, hewan atau lingkungan.

Beredar juga di media sosial TikTok adanya nyamuk bionik dengan ciri-ciri tidak bisa terbang dan hanya bisa berjalan. Tidak jelas apakah ini dikaitkan dengan isu nyamuk wolbachia. “Seorang pegawai di salah satu kantor mendapati seekor nyamuk yang hanya berjalan bukan terbang,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Peneliti teknologi wolbachia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Riris Andhono Ahmad membantah dugaan tersebut. “Tidak benar . Tidak ada istilah nyamuk bionik. Penyebutan nyamuk bionik adalah disinformasi yang ingin dibuat oleh pihak tertentu saja,”  katanya kepada KOMPAS.com.

Dalam keterangan terpisah, mantan menteri kesehatan  Siti Fadilah Supari juga mempertanyakan penyebaran jutaan nyamuk wolbachia untuk mencegah DBD. “Upaya ini mengusik kedaulatan bangsa Indonesia lantaran belum tahu bagaimana dampak penyebaran wolbachia ke depannya,” katanya seperti diberitakan tvonenews.com.

Menurut Siti Fadilah, teknologi nyamuk wolbachia adalah program World Mosquito, bukan program kita, tapi program filantropi. Nah, dari luar mereka peneliti, tapi yang diteliti adalah kita sendiri. “Ini yang membuat ketidaknyamanan kita sebagai bangsa yang berdaulat,” jelasnya.

Teknologi wolbachia juga pernah dilaksanakan di 9 negara lain untuk mencegah peningkatan kasus DBD. Adapun negara  yang dimaksud adalah Brasil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Mexico, Kiribati, New Caledonia, dan Sri Lanka.

Menurut para ahli, keberadaan inovasi teknologi wolbachia tidak serta merta menghilangkan metode pencegahan dan pengendalian Dengue yang telah ada di Indonesia.

Masyarakat tetap diminta melakukan Gerakan 3M Plus seperti Menguras, Menutup dan Mendaur Ulang serta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Rustam, warga di Kelurahan Api-Api Bontang mengaku belum bisa mengenali mana yang nyamuk DBD, mana nyamuk wolbachia dan mana nyamuk hasil perkawinan silang dari kedua jenis nyamuk itu. “Tapi saya yakin DBD cepat musnah di kelurahan kami, kalau nyamuk itu tahu lagi terbang di Api-Api,” katanya setengah bercanda.(*)

Aman, Persiba Menang

November 20, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Pemain Persiba merayakan kemenangan

SAYA datang terlambat. Baru pada babak kedua saya sampai di Stadion Batakan. Persiba lagi bertanding melawan Persipura Jayapura, Sabtu (18/11) sore.  Pertandingan dimulakan pukul 15.00. Bukan malam hari. Kabarnya atas permintaan keamanan. Menghindari kemarahan pendukung Persiba karena tim kesayangannya kalah terus.

Di luar stadion, petugas kepolisian memang cukup banyak. Mereka diperintahkan berjaga-jaga. Tidak seperti biasanya. Akhirnya ketegangan para petugas luruh karena hasil pertandingan Persiba menang meyakinkan 3-1.

Saya duduk di tribun Selatan. Di kubu pendukung fanatik Persiba, Balistik. Suasana haru dan gembira menyatu di wajah mereka. Apalagi ketika diperdengarkan antem Persiba, “Berjanji untuk Setia,” yang menandai kemenangan dari tim Beruang Madu.

Pertandingan lawan Persipura itu pertandingan krusial. Pertandingan pertama Persiba di bawah penanganan manajemen baru dari Pak Gede Widiade ke tangan Mohammad Rafii Perdana (MRP).

MRP bukan orang baru di sepakbola. Putra mantan wakapolri Komjen Pol (Purn) Dr (HC) Syafruddin Kambo ini bersama Pak Gede pernah menangani Persija Jakarta. Prestasinya sangat bagus di antaranya membawa Persija Juara Liga 1 Tahun 2018/2019. Selain Piala Presiden dan semifinalis AFC Cup.

Persiba turun ke lapangan tanpa pelatih Nil Maizar. Maklum pelatih asal Payakumbuh itu sudah didepak. Jadi yang bertugas menggantikannya sementara adalah asisten pelatih Zainal Abidin.  Tapi tim Selicin Minyak ternyata bisa licin kembali bermain.  Mampu menggilas tim Mutiara Hitam dengan telak 3-1. Tiga gol itu dicetak oleh Ibnu Mareza, Nevy Alexander, dan striker asing Sunday Song Longji.

Kemenangan ini awal dari tekad manajemen baru akan berjuang sapu bersih kemenangan untuk menyelamatkan Persiba tidak jatuh ke Liga 3. “Kami akan berjuang sekuat mungkin agar Persiba tetap eksis di Liga 2,” ujar Ichsan Rachmansyah,  CEO baru Persiba

Sebelumnya Persiba dalam posisi genting. Dari 8 kali pertandingan, hanya sekali memetik kemenangan. Puncaknya ketika melawan Persewar Waropen di kandang sendiri pekan lalu. Hasilnya  kalah memalukan 1-3. Pendukung Persiba marah, mobil bus pembawa pemain sempat dikepung.

Dengan modal kemenangan kemarin, Persiba menggeser Persipura dari urutan buncit klasemen sementara Liga 2 Grup D. Persiba naik satu tingkat ke urutan 6 dari 7 peserta. Sementara Sulut United  berada di posisi puncak.

Tim Persiba masih menyisakan 3 pertandingan. Dua laga di kandang sendiri, yaitu menjamu PSBS Biak pada Kamis (23/11) dan Persipal Babel United pada 10 Desember serta satu pertandingan away atau tandang melawan Kalteng Putra FC, Kamis (30/11).

“Kami akan mendatangkan pelatih dan pemain baru, untuk memberikan dampak positif pada penampilan Persiba di masa datang,” kata MRP.

“BUMI PERTIWI”

Tantangan manajemen baru sangat berat. Selain menaikkan kembali prestasi Persiba, juga mencari sponsor untuk dukungan dana operasional. Sebab pemasukan dari tiket penonton sangat terbatas. Pertandingan Persiba lawan Persipura sepertinya tak sampai dua ribu orang yang menonton.

Kepada wartawan, Ichsan mengharapkan dukungan Pemerintah Kota dan pengusaha atau perusahaan di Balikpapan agar manajemen Persiba mempunyai kekuatan lebih maksimal dalam memajukan prestasi tim.

“Untuk mendapat dukungan dari Pemkot Balikpapan, kami sangat terbuka untuk menjalin komunikasi dan mengenal satu sama lain,” katanya serius.

Mengutip pemberitaan apahabar.com, mantan bos Persiba Gede Widiade sempat menggambarkan kurangnya dukungan pemerintah Balikpapan kepada Persiba. Sampai akhir kepemimpinannya, dia menyatakan hanya Balistik yang mempunyai andil dukungan yang begitu besar. “Yang lain termasuk pemerintah kota terasa kurang,” ungkapnya.

Menurut Ichsan, pihaknya juga sangat berharap para pengusaha atau perusahaan yang banyak beroperasi di Balikpapan ikut berpartisipasi menjadi sponsor. “Kami sudah mendapat beberapa sponsor baru dari luar, tapi juga sangat berharap yang dari Kaltim terutama dari Balikpapan,” tambahnya.

Dalam keterangan terpisah kepada wartawan, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud terkesan kurang sreg dengan pengalihan manajemen dari Gede Widiade langsung ke MRP. “Seharusnya serahkan dulu ke Pemkot. Kembalikan saja ke ‘Ibu Pertiwi.’ Biar Pemkot yang cari solusinya. Saya siap datangkan investor dan orang yang siap mengelola Persiba,” katanya seperti diberitakan Kaltimkita.com.

Rahmad menyangkal kalau dirinya dianggap tidak peduli dengan Persiba. Dia mengaku pernah menjadi manajer Persiba. Demi Persiba, dia banyak mengeluarkan dana pribadi waktu itu. Tapi sekarang Persiba merupakan tim profesional, yang sudah berbadan hukum sebagai perseroan. “Jadi bukan saya tidak peduli, tapi memang kondisinya sudah berbeda,” jelasnya.

Ketika masih sebagai wakil wali kota tahun 2019, Rahmad sempat menjadi presiden Klub Persiba menyusul mundurnya manajemen lama yang dipimpin H Syahril  HM Taher. Tapi hanya dua bulan, tiba-tiba dia menulis surat  pengunduran diri. Pemkot sempat meminta Rahmad tidak mundur. Tetapi gagal. Salah satu alasannya waktu itu karena keterlambatan kontrak pemain akibat legalitas peralihan yang belum tuntas dengan manajemen lama. Sementara manajemen lama menganggap sudah selesai, kecuali soal pemenuhan kesepakatan tentang sisa pembayaran.

“Sebagai investor terpilih dengan berat hati kami menyerahkan kembali pengelolaan Persiba kepada Pemerintah Kota Balikpapan,” kata Rahmad dalam surat pengunduran dirinya, yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Dalam keadaaan yang benar-benar genting, Persiba akhirnya terselamatkan dengan kehadiran Gede Widiade. Dia berkenan mengelola Persiba setelah ditemui Sekda Pemkot saat itu, Sayid Fadli di Jakarta. Hampir 4 tahun menangani Persiba, akhirnya  Gede juga melepas dengan berat hati. Syukur ada MRP, yang bersedia menjadi penggelola baru.

“Sejak Senin, 13 November 2023, saya mengambil alih manajemen Persiba dan melanjutkan perjuangan Pak Gede demi menyelamatkan dan memajukan Persiba di masa datang,” kata MRP penuh semangat.

Pak Gede sendiri optimis di tangan MRP, Persiba bisa lebih berkembang lagi. Meski tak lagi berada di manajemen, Pak Gede mengaku masih berada di dalam unsur kepemilikan. “Nanti anak saya Rheza masuk dalam holding company,” jelasnya.

Ketika menonton Persiba lawan Persipura kemarin, ada yang mengusulkan kepada saya agar logo dan nama Persiba diganti. Biar ada suasana baru.  “Kalau mungkin dilombakan logo baru Persiba yang lebih modern dan menjual. Namanya juga  diubah. Misalnya menjadi Balikpapan City FC. Seperti Manchester City. Biar lebih tajam dan kuat,” ujarnya.

Tapi usul ini tidak gampang. Usman, salah seorang pendukung Persiba dari Batakan bilang, nama dan logo Persiba sudah menjadi satu dengan darah daging orang Balikpapan. “Tidak mudah menghilangkan sejarah. Malah nanti kita kehilangan arah,” katanya mengingatkan.(*)

Mantau  Ke-7 Arul

November 19, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

ADA tiga alasan mengapa saya mesti datang ke outlet mantau yang baru milik pengusaha muda Bung Arul. Pertama, karena semangat bisnisnya yang hebat dan sukses. Kedua, karena mantaunya yang memang lezat. Dan ketiga, karena gerai mantau yang baru adalah gerai ke-7. Kebetulan saya caleg DPR RI Dapil Kaltim No 7. Jadi pas untuk memotivasi dan mengampanyekan saya. He.

Arul (paling kanan) bersama istrinya memotong pita peresmian

Grand opening outlet mantau ke-7 milik Bung Arul itu berlangsung Minggu (12/11) lalu. Lokasinya sangat strategis. Di sudut halaman kantor Telkom Kalimantan di Jl MT Haryono Balikpapan. Arul memang menyewa lokasi tersebut dari Telkom. Di samping Indo Maret dan boks pengambilan uang ATM.

Nama outlet-nya “Straat Kitchen.” Tapi yang di Balikpapan Baru (BB) bernama Straat Mantau. Sama saja, katanya. Karena produk utamanya adalah roti mantau. Tapi dengan nama Straat Kitchen, ada menu lain yang tak kalah menarik ikut ditawarkan.

Itu sebabnya Arul mendatangkan koki pastry  atau chef baru yang hebat. Namanya Wahyu Widodo. Dia punya pengalaman di mancanegara. Di hotel bintang lima.  Di antaranya Apollo Chandler Ship-Florida, Le Pain Quotidian Qatar, Sollitel Al Khobar Hotel Dammam, Mandarin Oriental Jakarta, JW Marriot Jakarta, dan Whyndam Hotel.

Menurut Arul, Chef Wahyu mau diboyong ke Balikpapan karena tertarik melihat perkembangan Straat Mantau yang tumbuh pesat. Apalagi berada di daerah  penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). “Silakan, menu apa saja yang enak buat pelanggan saya siap membuatnya,” katanya  menantang.

Selain roti mantau yang dicocol daging sapi lada hitam, Straat Mantau juga menyediakan menu Balikpapan Breakfast sampai menu makan siang. Di antaranya sop buntut, yang menjadi menu best seller-nya. Juga risoles mayo yang gurih. Dengan berbagai macam minuman, termasuk minuman cocktail, segar dan sehat.

Di Straat Kitchen Telkom, juga ada menu baru yang menarik. Yaitu pisang gapit. Pisang bakar yang dijepit. Di Pantai Losari Makassar dikenal dengan nama pisang epe’. Jajan tradisional yang in lagi. Saya usul kalau bisa ditambah dengan lempeng. Ini belum ada di Balikpapan. Saya suka makan lempeng kalau singgah di Kedai Kong Djie Citra Niaga Samarinda.

Bahan baku utamanya sama, pisang kepok. Lalu dicampur tepung dan beberapa bumbu. Setelah menjadi adonan dimasukkan dalam wajan atau teflon seperti membuat telur dadar. Sangat baik kalau dilapisi daun pisang. Terasa aromanya. Sedap. Makanan saya waktu kecil.

Saya lihat ada sejumlah pejabat Telkom datang. Juga komunitas motor besar Harley Davidson Balikpapan (HDCI) diketuai Denny Yusni Arman. Bersama dengan klub Pajero Indonesia One. Komandannya Denmas Eko.

Saya duduk bersama Pak  Aries Adriyanto, GM Plaza Balikpapan yang datang bersama anak istrinya. Aries memuji usaha pesat yang dibangun Bung Arul. “Hebat Mas Arul, usahanya cepat berkembang dan sukses,” katanya.

Saya bersama GM Regional 6 Telkom Property Eko Budi Susianto didaulat Bung Arul dan istrinya ikut menggunting pita. Tamu dan undangan bertepuk tangan memberi apresiasi atas dibukanya outlet baru Straat Kitchen yang ke-7.

Cucu saya Deffa dan Daffin suka sekali saya bawa ke Straat Mantau. Dia lahap sekali menikmati menu yang disajikan termasuk roti mantaunya. Tapi dia tak berani pesan minuman yang dingin. Kecuali ada izin bundanya. “Deffa dan Daffin minum air putih aja,” katanya kompak. Diam-diam Daffin membawa satu kotak roti mantau ke rumahnya.

GELARNYA BANYAK

Nama sesungguhnya Bung Arul adalah Khairul Anam. Tapi sering dipanggil Bung atau Mas Arul. Gelar akademiknya sangat istimewa dan banyak. SH, S.Tr.Par, M.Par dan MH. Ada empat. Kalau tidak salah, S.Tr.Par dan M.Par adalah sarjana terapan dan magister pariwisata. Ini membuktikan bahwa dia pengusaha muda yang cerdas dan ahli kepariwisataan. Ditambah lagi ada sarjana dan magister hukum.

Dia dilahirkan di Sampit, Kalteng, 16 April 1983. Tapi sukses di Balikpapan, Kaltim. Istrinya bernama Ayu Renia Putri. Buah perkawinan mereka, ada tiga anak. Agler Cordelia Zaviera Anam adalah anak pertama. Cewek. Menyusul dua adiknya laki-laki, yaitu Muhammad Al-Fayyadz Sarfaraz Anam dan Muhammad Rafassya Sagufta Anam.

Sebelum membuka usaha sendiri, Arul sudah melanglang buana ke berbagai hotel berbintang. IBIS Jakarta dan Bali, Mercure Grand Mirama Surabaya, Sheraton, Fave Hotel Wahid Hasyim, sampai Blue Sky dan Aston Balikpapan.

Saya dan Pak Dahlan Iskan di Straat Mantau Bandara Sepinggan

Di bawah bendera PT Agler Etam Jaya, Arul mengembangkan usahanya sejak Agustus 2020.  Berkat ketekunan, kerja keras disertai semangat inovasi dan kreativitas yang dibangunnya, usaha bidang kuliner itu berkembang. Sekarang Arul punya 71 karyawan yang bertugas di 7 outlet. Gerai pertamanya dibuka di Straat 1 Jl Soekarno Hatta Balikpapan. Itu sebabnya dia memakai nama “Straat.” Itu Bahasa Belanda yang berarti jalan.

Arul tidak berhenti sampai di sini saja. Dia sudah punya rencana pengembangan usahanya. Tahun ini satu gerai lagi akan dibuka di Bandara Sepinggan. “Insya Allaah bulan Desember. Dan 2 lagi di bulan Maret 2024 termasuk outlet baru di Samarinda,” katanya.

Sekarang dia lagi mengikuti tender lounge di Bandara Sepinggan. Nama lounge-nya “Nusantara Executive Lounge.” Dia juga buka brand baru bernama “HAN SOE Tiam HAN.” Kaya nama China. Padahal hanya perpaduan nama orang tuanya. HAN dari nama ibunya, Siti HANiyah dan SOE dari nama ayahnya, Muhammad SOEparto. Saya bilang harus buka juga gerai baru di sekitar lokasi IKN, Sepaku.

Hari Jumat (17/11) saya  berada di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Menemani Pak Dahlan Iskan yang transit ke Sangatta, Kutim. Saya ajak dia ke gerai Straat Mantau. “Cocok itu,” katanya. Seorang karyawati  datang membawa daftar menu. Dia menawari menu roti mantau. “Coba ini, Pak, ini makanan istimewa dari Balikpapan,” katanya. Pak Dahlan tersenyum. “He, aku sudah sering mencoba. Tapi ya memang enak,” katanya sambil  memesan satu biji. Alhamdulillah, kata sang karyawati juga tersenyum.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1866154
    Users Today : 3653
    Users Yesterday : 3886
    This Year : 802664
    Total Users : 1866154
    Total views : 15654589
    Who's Online : 23
    Your IP Address : 216.73.216.145
    Server Time : 2026-06-02