“Adiwiyata”  di BIS

November 18, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA tidak banyak lagi mengikuti perkembangan sekolah Adiwiyata. Maklum sudah tak lagi menjadi wali kota. Tapi saya dengar ada 26 sekolah di Balikpapan menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri dan Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023 ini.

Ada 15 sekolah menerima Adiwiyata Mandiri. Yaitu SDK Santa Theresia, SDN 002 dan 027  Balikpapan Tengah, SDN 003, 007 dan 009 Balikpapan Utara, SD 004 dan 010  Balikpapan Selatan, SDN 006  Balikpapan Timur,  SDN 015 Balikpapan Kota, serta SMPK Santo Mikail, SMPN 5 dan SMPN 10.

Selanjutnya 11 sekolah menerima Adiwiyata Nasional. Mereka adalah SDIT Istiqamah, SDN 005 dan 018 dari Balikpapan Utara, SDN 011 Balikpapan Selatan, SDN 013, 015, 017 dan 018 dari Balikpapan Barat, SDN 013 Balikpapan Timur,  SDN  020 dari Balikpapan Tengah serta SMAN 2.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Lingkungan yang sehat dan bersih itu, di antaranya berkaitan dengan urusan pengelolaan sampah. Ada tiga prinsip yang harus dianut. Biasanya disebut 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan ulang) dan Recycle (mendaur ulang). Sedang konsep indah di antaranya adanya taman dan pepohonan yang membuat sekolah menjadi nyaman dan segar.

Anugerah Adiwiyata itu ada empat tingkatan. Mulai Adiwiyata tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, tingkat nasional dan puncaknya Adiwiyata Mandiri. Sekolah yang sudah meraih Adiwiyata Mandiri atau Utama diberikan kesempatan mencapai Asean Eco School atau Adiwiyata tingkat Asean.

Belum saya ketahui apakah sekolah cucu saya sudah meraih Adiwiyata. Minimal tingkat kota. Tapi saya apresiasi di sekolah cucu saya, Deffa dan Daffin kepedulian tentang sampah cukup baik  ditanamkan kepada semua siswa. Bagaimana membangun perilaku yang tidak banyak menghasilkan sampah sampai cara menggunakan dan memanfaatkan sampah tetap berguna dan bernilai ekonomi.

Nama sekolah cucu saya itu, Sekolah Dasar Islam Terpadu Balikpapan Islamic School (SDIT BIS). Lokasinya masih satu kompleks di Balikpapan Baru (BB). Lengkapnya di Jl Alamanda Sel. No 18, Damai, Kecamatan Balikpapan Kota.

Cucu saya Deffa (nama lengkapnya Muhammad Rizky Deffaldi) duduk di kelas 4B Salman Al Farisi. Wali kelasnya Bunda Tia.  Sedang Daffin (Muhammad Daffin Rizaldi) masih di kelas 2C Abdurrahman bin Auf dengan wali kelasnya Bunda Kiki dan Uswah.

Tiap kelas diberi nama tokoh Islam. Salman Al Farisi adalah sahabat Nabi Muhammad yang berasal dari Jayyun, Kota Isfahan, Persia pada tahun 568 M. Di kalangan sahabat dia dikenal dengan panggilan Abu Abdullah. Sedang Abdurrahman bin Auf  juga sahabat Nabi. Dari Bani Zuhrah. Dia salah seorang dari 8 orang pertama yang menerima agama Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar.

SDIT BIS  adalah sekolah Islam yang punya tekad menghasilkan karya terbaik melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan melakukan berbagai inovasi pendidikan yang seimbang (tawazun), menyeluruh (syamil) dan terpadu. Visinya adalah membentuk generasi Qur’ani. Cerdas, Berjiwa Riset dan Peduli Lingkungan.

Untuk mencapai visi tersebut, maka SDIT BIS mengombinasikan kurikulum yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dengan kurikulum khas, yang menjadi nilai tambah bagi anak-anak dalam proses belajar dan pembentukan karakter dirinya.

Kurikulum khas itu di antaranya dikembangkannya dengan  sistem belajar Qur’an dengan metode UMMI, belajar Bahasa Inggris BIEC, asah bakat, life skill dan pengembangan program Champion Class.

BIS didirikan pada tanggal 30 Januari 2004 oleh Yayasan Al-Ikhwan Balikpapan Baru. Ketua Yayasan sekarang dipercayakan kepada Akhmad Bustaman Mansyur, sedang kepala sekolahnya Bunda Ratna. Lengkapnya Ratnawati, S.Pd.

Sebagai SDIT, BIS juga memiliki program PAUDIT dan SMPIT Modern. Jadi lulusan SDIT bisa meneruskan ke SMPIT, yang bangunannya berdampingan. Jadi tidak perlu repor-repot lagi.

Pada tahun 2011 SDIT BIS berhasil mendapatkan Akreditasi A dari tim Badan Akreditasi Nasional (BAN) di bawah kepemimpinan Bunda Hj Fitri Maisyarah ST.

MEJA PLASTIK

Beberapa hari lalu saya menyempatkan hadir di acara sekolah kedua cucu saya. Di kelas Daffin diadakan acara Puncak P5 Bhinneka Tunggal  Ika. P5 itu adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Beberapa hari kemudian di kelas Deffa diadakan acara bertema “Kurangi Plastik Hidup Jadi Asyik.”

Deffa dan Daffin dipercaya gurunya menjadi pembawa acara atau MC. Agak kaget juga saya. Kok mirip bakat saya. Dulu saya juga sering jadi MC dan moderator. Di sekolah dan kampus. Malah saya pernah jadi MC konser dari beberapa artis Ibukota yang datang ke Samarinda. Di antaranya Marrisa Haque, Ebiet G Ade dan Koes Plus.

Acara Bhinneka Tunggal Ika ditandai dengan peragaan seni budaya Nusantara. Mulai presentasi  lagu dan tari daerah, bahasa daerah sampaikan makanan daerah. Saya senang ada penyajian  barongko, kue pisang orang Bugis. Itu kesukaan saya. Selain menjadi MC, Daffin juga ikut tampil bersama teman-temannya menampilkan seni budaya Nusantara.

Daffin tampil mengenakan busana Jawa. Pakai sarung batik dan beskap lurik. Lalu mengenakan blangkon. Lucu sekali. Apalagi badannya bongsor. Tapi dia tidak bisa bahasa Jawa. Bundanya berdarah Bugis, sedang ayahnya berdarah Banjar-Jawa. Rekannya yang putri, yang pandai berbahasa Jawa.

Yang seru acara Deffa di kelas 4 tentang lingkungan. Mengenakan rompi Dayak, dia duet sama ibu gurunya membawa acara. Ada penampilan Pahlawan Lingkungan, tarian berbusana plastik bekas sampai puisi tentang sampah dan lingkungan.    Juga dipamerkan sejumlah karya anak-anak kelas 4 dari bahan plastik bekas seperti bunga, tas sekolah dan lainnya.

Tak kalah menariknya  kursi dan meja yang diduduki Deffa. Semuanya dari plastik bekas. “Ini sesuai dengan tema acara kita, tentang pengurangan dan pemanfaatan plastik bekas,” katanya dengan wajah berseri-seri.

Saya berharap di tahun depan SDIT BIS sudah masuk penilaian sekolah Adiwiyata. Sekolah berbasis lingkungan yang sehat, bersih dan indah. Seperti motonya Kota Balikpapan, BERIMAN. Beriman kepada Allah SWT, Malaikat, Kitab-kitabNya, Nabi dan Rasul, Hari Akhir serta Qada dan Qadar. Juga Beriman dalam arti  Bersih, indah, aman dan nyaman. Aamiin.(*)

Boikot dan Pizza Arita

November 17, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Anak-anak Kelompok Bermain Tulip Balikpapan Regency

SEBELUM Presiden Jokowi terbang ke Arab Saudi dan Amerika Serikat, Majelis Ulama Indonesia atau MUI lebih dulu mengeluarkan fatwa haram dalam upaya mendukung perjuangan bangsa Palestina, yang saat ini tengah dihabisi (genosida) oleh negara Israel laknatullah.

Fatwa haram itu dirilis MUI pada 10 November setelah dilaksanakan Sidang Rutin Komisi Fatwa MUI, yang dipimpin Ketua MUI Bidang Fatwa KH Asrorun Niam Sholeh. Tegasnya, fatwa itu diberi label Fatwa MUI No 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Palestina.

Berdasarkan fatwa tersebut, mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina hukumnya wajib. Sementara mendukung Israel hukumnya haram. MUI juga menegaskan bahwa umat Muslim diharamkan membeli produk dari produsen yang terafiliasi dan mendukung agresi Israel ke Palestina.

Aksi boikot atau mengharamkan produk yang terafiliasi Israel itu sejalan dengan Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi atau BDS (Boycott, Divestment, Sanctions), yang  sudah dijalankan di berbagai belahan dunia terutama negara Islam selama beberapa tahun terakhir.

Mengutip akun Instagram @hijrahpedia, disebutkan ada 121 produk yang beraroma terafiliasi dengan Israel. Produk itu beredar di Indonesia dan sebagian besar menjadi pilihan konsumen terbesar. Gerainya dibuka hampir di seluruh pelosok Tanah Air.

Lihat saja. Dari makanan fast food di antaranya ada McDonald’s, KFC, Pizza Hut dan Burger King. Dari minuman dan makanan ringan di antaranya Starbucks, Oreo,  Cheetos, Milo, Nescafe,  Coca Cola, Pepsi, Fanta termasuk Aqua. Sedang dari produk perawatan pribadi di antaranya terdapat Rinso, Molto, Pepsodent, Close Up, Colgate, Sunsilk, Lifeboy, Lux, Sariwangi, Listerine,  Lipton, Royco, Nivea, Loreal dan Maggi.

Menurut Direktur Utama LPPOM (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika) MUI, Muti Arintawati,  adanya fatwa haram penggunaan produk yang diklaim terafiliasi Israel  tidak berarti menghilangkan status halal  dari produk tersebut. “Kehalalan produk tidak mengalami perubahan sepanjang seluruh persyaratan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) terus diimplementasikan oleh pihak perusahaan atau pabrik,” jelasnya.

Menurut pakar marketing Yuswohady, boikot ini bersifat Fear of Missing Out (FOMO) atau perasaan takut tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu.  Setelah terjadi gencatan senjata dan perdamaian di Israel dan Palestina nanti, maka FOMO akan hilang.

Dia juga mengungkapkan, adanya aksi boikot MUI, menjadi momentum baik untuk brand lokal dan pelaku UMKM untuk menggaet pasar. “Ini kesempatan baik  brand lokal berkembang, tinggal pendekatannya dilakukan dengan baik,” jelasnya kepada Republika.

Adanya aksi boikot menekan Israel membuat Danone  kaget dan resah. Danone adalah perusahaan yang beroperasi di 120 negara termasuk di Indonesia. Salah satu produknya adalah minuman mineral kemasan Aqua, yang sudah mendarah daging di tubuh kita.

Menurut Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, Danone tidak memiliki afiliasi dengan politik di mana pun. Danone juga tidak memiliki pabrik di Israel dan juga tidak beroperasi di sana.

Di Indonesia, Danone memiliki 25 pabrik dengan 13 ribu karyawan dan melayani lebih dari 1 juta pedagang di seluruh negeri. “Danone terus berkomitmen untuk mengembangkan investasinya di Indonesia demi turut membantu ekonomi, sosial dan kesehatan bangsa Indonesia,” jelasnya seperti diberitakan WARTAKOTALIVE.COM.

Sementara itu MUI membantah merilis daftar produk Israel dan terafiliasi seperti yang beredar di internet atau media sosial. “MUI tidak berkompeten,  itu yang merilis pihak lain,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Miftahul Huda kepada detiknews.

Gara-gara adanya ajakan aksi boikot, ada pemilik toko dengan akun @ud.syafaatpromo melakukan aksi membuang-buang isi sabun produk pro Israel yang dijual di tokonya. “Fatwa MUI itu sudah saya tunggu-tunggu. Saya tidak merasa rugi, ini semua dari Allah. Saya bela saudara kita di Palestina,” katanya seperti diberitakan KILAT.COM.

JADI LARIS

Sementara itu, seruan boikot dari MUI itu memang berdampak positif bagi sejumlah produk lokal. Ada  yang kebanjiran pesanan. Misalnya pizza buatan istri saya, Bunda Arita. Belakangan banyak ibu-ibu dan anak-anak datang ke Balikpapan Regency.

Ada yang belajar membuat pizza, ada juga yang langsung pesan barang jadinya. “Ampun… saya kewalahan. Tiap hari ada yang datang ke rumah atau pesan lewat WA,” kata Bunda Arita, yang sejak subuh sudah mempersiapkan adonan pizza-nya.

Beberapa ibu mengaku bersyukur bisa belajar membuat pizza dari Bunda Arita. Ada yang untuk konsumsi di rumah sendiri, tapi ada juga yang membuka usaha baru dengan jualan pizza. “Alhamdulillah anak-anak suka buatan saya sendiri dan tidak khawatir dengan adanya imbauan boikot produk dari luar,” kata Ibu Suparni bersemangat.

Hal yang sama  juga disampaikan oleh Ibu Hasto. Jualan pizza-nya jadi laris dan bisa bersaing. Dia senang saja ada gerakan pemboikotan produk pro Israel,   karena membuka kesempatan kepada UMKM berkembang. “Ada berkahnya saya belajar membuat pizza dari Bunda Arita,” jelasnya.

Pekan terakhir ini ada beberapa grup yang belajar pizza Bunda Arita. Di antaranya ibu-ibu dari Balikpapan Regency, ibu-ibu dari gabungan majelis taklim dari Balikpapan Kota dan Tengah, Majelis Taklim Jami Ar Rahim, IWAPI, Taudsaqu Istiqomah dan Paud Kusuma.

Suasananya berlangsung meriah. Mereka dipandu Bunda Arita mulai menyiapkan bahan terutama tepung berikut bahan-bahan lain untuk topping-nya. Kemudian cara  memasaknya dengan memasukkan adonan tepung ke dalam oven.

Lantaran sibuk melayani ibu dan anak yang belajar membuat pizza, kegiatan Bunda Arita melakukan sosialisasi pencalegannya ke pelosok-pelosok agak berkurang. Ada yang me-WA dia kapan datang ke lingkungannya. Bunda Arita menjadi caleg DPRD Kaltim No 3 dari Partai Nasdem Dapil Balikpapan. “Mohon sabar ya, Bu. Mohon doa dan dukungannya,” katanya menjawab.(*)

Ke Mana Isran Berlabuh?

November 15, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LAMA tidak terdengar, mantan gubernur Kaltim Isran Noor tiba-tiba membuat kejutan. Dalam suasana hari ulang tahun ke-12 Partai Nasdem, dia menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri sebagai ketua  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Kaltim.

Hadi Mulyadi bertemu Isran sebelum penyampaian surat pengunduran diri.

Isran menjadi ketua Nasdem Kaltim masa bakti 2019-2024. Dia menggantikan H Harbiansyah Hanafiah. Meskipun tidak terlalu aktif langsung di partai,  kader Nasdem di daerah ini sangat beruntung dan sangat membanggakannya. Karena Isran adalah gubernur yang sangat populer. Dia sempat mengutarakan niatnya lebih aktif di partai setelah purnatugas.

Saya sendiri terlambat mengetahui surat pengunduran diri Isran. Surat itu dibuat dan dikirim 10 November 2023 persis di Hari Pahlawan. Sudah beredar di media massa sehari kemudian. Tapi saya baru tahu dikirimi melalui WA oleh mantan wagub Hadi Mulyadi persis di perayaan HUT ke-12 Partai Nasdem, Minggu (12/11). “Saya berani menyebarkannya karena sudah sepengetahuan Pak Isran,” katanya  kepada Mediakaltim.com.

Banyak yang bertanya kepada saya apa alasan Pak Isran mundur dari Nasdem? Dalam suratnya Isran hanya menyebut karena kesibukan. Tapi yang lebih mendekati penjelasan apa yang disampaikan Pak Hadi. “Tidak sepaham, begitu saja kata beliau,” ujarnya.

Setidaknya ada dua hal yang membuat Isran tidak sepaham dengan partainya. Pertama, soal keputusan Nasdem yang tidak membuka ruang bagi kadernya sendiri dalam urusan penetapan capres dan cawapres. Padahal Isran sejak lama sangat ingin berkompetisi dalam kursi kepemimpinan nasional.

Dalam Rakernas Partai Nasdem di Jakarta pertengahan Juli 2022 lalu, Isran sempat menyebut nama Prananda, putra ketua umum Surya Paloh. “Tapi kalau DPP mau memilih Isran Noor tidak salah.  Sudah dapat dipastikan tidak ada pasangan lain yang bisa mengalahkan,” katanya pede.

Isran pernah mengikuti konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat. Balihonya pernah terpasang di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Jakarta ketika dia menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2011-2015.

Alasan kedua Isran mundur persis seperti disampaikan Budiman, pengamat politik yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Fisipol Unmul). Selain sibuk dan berkaitan dengan urusan pilpres,  juga soal ketidaksepahaman dalam masalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Isran pembela berat IKN. Dia termasuk orang yang meyakinkan Presiden Jokowi dalam penetapan lokasi IKN di Sepaku, PPU. Bagi orang Kaltim, IKN harga mati. Dia bahkan pernah bilang: “Yang tidak setuju IKN, pendek umurnya.” Sementara pasangan capres dan cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin (AMIN) dari Koalisi Perubahan yang didukung Nasdem, PKB dan PKS, tidak memasukkan pembangunan IKN dalam visi misinya.

Dalam berbagai pernyataannya, AMIN menegaskan tidak menolak IKN karena sudah ditetapkan melalui UU. Tapi mereka akan melakukan evaluasi agar IKN benar-benar melibatkan dan menjadi keputusan semua komponen bangsa, bukan keputusan seseorang.

LAGI BISNIS KARBON

Setelah meninggalkan Nasdem, banyak yang bertanya ke mana Isran berlabuh? Menurut Hadi Mulyadi, tidak ada niat Isran dalam waktu dekat ini bergabung dengan partai lain. “Beliau akan fokus pada bisnis karena ada perusahaannya yang bergerak di bidang bisnis emisi karbon,” jelasnya.

Caleg DPRI RI dari Nasdem Kaltim.

Partai Demokrat sudah melirik Isran. “Jika beliau masih mau aktif di politik, kami di Demokrat menyiapkan karpet biru. Artinya kembali ke rumah sebelumnya. Bukankah dulu beliau juga di Demokrat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Fecho.

Isran sempat menjadi ketua DPD Partai Demokrat Kaltim tahun 2011-2014. Kemudian pindah menjadi anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 2015-2016. Malah dia sempat menjadi Plt ketua umum menggantikan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso yang mundur karena menjadi kepala BIN.

Ucapan Pak Hadi ada benarnya. Untuk sementara Isran tak berpartai. Tapi bisa jadi juga dia menjadi ketua pemenangan capres dan cawapres di Kaltim. Yang sangat memungkinkan dia bergabung ke Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo-Gibran.

Seperti disebutkan pengamat politik Budiman, Isran punya kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi berkaitan IKN. Juga dengan Prabowo. Partai Gerindra mendukung Isran dalam Pilgub 2018. Isran juga mendukung Prabowo pada Pilpres 2014.

Ada juga yang bilang Isran lebih aman tidak berpartai. Jadi dia bisa ke mana-mana. Di luar AMIN, Isran berpeluang jadi menteri. Apakah yang menang Prabowo-Gibran atau Ganjar-Machfud. Ada kemungkinan ke depan ada jatah Kaltim di kabinet. Sebab, posisi Kaltim sangat strategis dengan kedudukannya sebagai lokasi IKN. Apalagi Kaltim cukup besar menyumbang devisa negara melalui ekspor sumber daya alamnya terutama migas, batu bara dan kelapa sawit.

Isu Isran bakal diangkat menjadi menteri pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo ada benarnya. Kapasitas Isran sangat mumpuni. Apalagi Isran memang lulusan Fakultas Pertanian  Unmul. Rencana itu tak terwujud karena Isran ketua Nasdem Kaltim. Sementara hubungan Jokowi dengan Nasdem atau Surya Paloh dalam posisi tidak baik-baik saja.

Ke depan banyak posisi menteri yang bisa jatuh ke Isran. Selain mentan, dia juga bisa menduduki posisi jabatan menteri kehutanan. Karena hutan terbesar ada di Kaltim dan Isran sukses menjaga hutan Kaltim sampai akhirnya dia mendapat dana karbon dari Bank Dunia. Itu sebabnya sekarang Isran mengaku berbisnis emisi karbon.

Bisa juga Isran dipercaya menjadi menteri dalam negeri (Mendagri). Karena dia sudah berpengalaman. Pernah menjadi bupati Kutai Timur (Kutim) dan gubernur Kaltim. Selain itu, dia pernah menjadi ketua umum APKASI yang memimpin seluruh bupati se-Indonesia dan ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), yang mengomandani gubernur se-Indonesia.

Gagal menjadi menteri, Isran hampir pasti akan ikut bertarung lagi dalam Pilgub Kaltim bulan September 2024.   “Kalau itu, sampai saat ini tidak ada yang berubah. Beliau akan tetap maju dalam Pilgub 2024. Tentang partai, katanya gampang nanti. Beliau akan tetap maju dengan saya,” kata Hadi Mulyadi, yang saat ini juga menjadi caleg DPR RI dan ketua Partai Gelora Kaltim.

Sepeninggal Isran, mau tidak mau Nasdem harus mencari penggantinya. Kabarnya DPP sempat melirik Lutfi Andi Mukti, mantan bupati Luwu Utara menjadi Plt Ketua DPW Nasdem Kaltim. Tapi rencana itu batal. Kemungkinan Korwil Nasdem Kalimantan Sayid Abdullah Alkadrie, SH, MH, yang langsung membawahkan Kaltim.

Siapa yang bakal menjadi ketua Nasdem Kaltim definitif? Sepertinya masih dicari. Apakah dari klan Said Amin, yang sekarang pendukung Anies. Bisa saja Said mendorong putranya, Nabil Husein, bos Borneo FC, yang menjadi caleg DPR RI. Atau Awang Yacoub Luthman, pengurus PP dan ketua Nasdem Kukar.

Ada juga yang menyebut nama Dr Irianto Lambrie, mantan gubernur Kaltara yang sekarang menjadi caleg DPR RI dari Kaltara. Atau H Redy Asmara, pengusaha dan mantan ketua DPD Nasdem Balikpapan. Selain itu ada juga yang mendorong pengusaha sukses H Abdul Hakim Rauf, yang istrinya Yusdiana Hakim saat ini menjadi caleg DPRD Kota Balikpapan dari Dapil Balikpapan Utara. Kabarnya ada juga pemikiran mendaulat kembali H Harbiansyah Hanafiah atau mendorong Ketua Nasdem Berau Agus Tantomo, mantan wakil bupati, yang juga caleg DPR RI.

Kemarin ada teman yang menelepon. Dia mendorong saya menjadi ketua Nasdem Kaltim menggantikan Pak Isran. Punya pengalaman yang cukup karena pernah menjadi ketua Nasdem Balikpapan dan wali kota. Tapi saya tahu diri. Masih banyak kekurangan saya. Jadi pasti ada calon yang lebih baik untuk kepentingan Nasdem di masa datang. Saya fokus jadi caleg DPR RI No 7. Salam Restorasi! Bersatu, Berjuang, Menang.(*)

Persiba Tak “Gede” Lagi

November 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEUSAI launching gerai ke-7 Straat Kitchen atau Straat Mantau milik Bung Arul di kompleks Telkom Jl MT Haryono, saya bergegas menuju Stadion Persiba di Batakan. Saya ingin menyaksikan pertandingan Persiba lawan Persewar Waropen, yang berlangsung Minggu malam.

Saya sempat tertahan di pintu masuk Tribun Selatan gara-gara tiket saya ternyata di pintu Barat. Syukur ada petugas yang kenal, akhirnya saya diperbolehkan masuk di pintu Selatan bergabung dengan Balistik, pendukung berat Persiba. Selama ini saya memang selalu menonton di sana.

Hati saya agak tidak nyaman saat itu. Penonton yang menyaksikan pertandingan  juga tidak banyak. Stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu tampak sepi. Mungkin hanya diisi seribu orang saja. Betul-betul kosong.

Bus tim Persiba dikepung suporter.

Pada babak pertama skor masih 0-0. Tapi tanda-tanda Persiba bakal keteter terasa. Permainan berat sebelah. Akhirnya drama itu terjadi di babak kedua. Empat gol tercipta. Hanya satu milik Persiba. Tiga gol lainnya milik lawan. Padahal Persewar bermain dengan 10 orang karena satu pemainnya terkena kartu merah.

Dengan posisi 1-3, saya meninggalkan stadion. Ada suporter Balistik yang menyarankan saya pulang. “Pulang aja, Pak Wali, kita tak mungkin menang,” katanya sambil berteriak. Dia masih memanggil saya “Pak Wali,” meski saya sudah tak lagi menjabat.

Di tengah perjalanan saya mendapat kabar sejumlah suporter Persiba mengepung bus yang dinaiki anak-anak Persiba. “Persiba diobok-obok. Persiba diobok-obok,” itu olokan mereka sambil menunjukkan jari tengah kepada para pemain. Mereka kesal dengan permainan Persiba, yang benar-benar di bawah kelas.

Paginya saya banyak mendapat komen dari sejumlah pendukung Persiba, yang sangat kecewa dengan hasil pertandingan. Dengan hasil yang ada, Persiba sudah di bibir jurang degradasi ke Liga 3. Sebab, dari 8 laga yang pernah dimainkan, tim selicin minyak asuhan pelatih Nil Maizar itu hanya sekali menang. “Apa tak ada solusi menyelamatkan Persiba?” kata seorang warga me-WA saya.

Sedih juga saya melihat nasib Persiba. Sebagai wartawan, saya sempat mengikuti dan meliput perjalanan Persiba cukup panjang. Waktu itu masih masa pemerintahan Wali Kota Kol CZI Syarifuddin Yoes di tahun 90-an. Pak Yoes menarik pelatih Ronny Pattinasarany dari Makassar, sehingga Persiba mengalami kemajuan pesat. Dan sempat bertengger di Divisi Utama.

Ketika saya menjabat wali kota, Persiba sudah mulai rapuh. Pak Syahril (pengusaha dan ketua Pemuda Pancasila), yang memegang manajemen Persiba menyatakan mundur.  Kita sempat kebingungan siapa yang mau mengambil alih. Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud waktu itu sempat berminat. Tapi belakangan tak jadi alias batal.

Syukur Pak Sekda (Sayid Fadli) saat itu ketemu Pak Gede Widiade, tokoh bola nasional asal Bali. Akhirnya Pak Gede berkenan menangani Persiba. Pak Gede pernah menjadi investor 7 klub berbeda. Sempat membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 tahun 2018.

Beberapa bulan lalu saya sempat berhubungan dengan Pak Gede. Ia menceritakan cukup berat menangani Persiba terutama sulitnya mendapat dukungan dari daerah. Tim itu terpaksa dia boyong markasnya ke Jakarta untuk menghemat biaya. Di Jakarta dia punya mes untuk menampung pemain.

BERALIH KE RAFII

Hari Senin (13/11) kemarin beredar press release dari Persiba. Dikirim langsung dari Jakarta. Ternyata berisi pernyataan mundurnya Pak Gede, dan masuknya manajemen baru yang dipimpin Mohammad Rafii Perdana (MRP).

Mendengar nama Rafii disebut, saya pikir Raffi Ahmad. Selebriti, pemilik klub bola RANS Nusantara FC di Liga 1. Ternyata bukan. Ada informasi MRP adalah putra mantan wakapolri Komjen Pol (Purn) Dr (HC) Syafruddin Kambo, yang sempat menjabat sebagai Menpan RB.

MRP bukan orang baru di bola. Dia telah berkiprah di sepakbola Indonesia dengan memberikan prestasi dan menjadi COO (Chief Operating Officer) Persija di tahun 2016-2018. Bersama Pak Gede, dia berhasil memberikan hadiah terbaik untuk warga Jakarta dengan menjuarai Liga 1 tahun 2018/2019, Piala Presiden 2018, Trofi Boost Fix Super Cup 2018 di Malaysia dan semifinalis AFC Cup 2018.

“Sejak Senin, 13 November 2023,  saya mengambil alih manajemen Persiba dan melanjutkan perjuangan Pak Gede.  Saya bersama CEO dan tim manajemen  lainnya segera melakukan evaluasi untuk memajukan kembali tim dari Kota Minyak,” kata MRP.

Sementara Ichsan Rachmansyah selaku CEO baru bertekad membawa satu misi yaitu menyelamatkan klub ini tetap eksis di Liga 2 tahun depan. Kemudian selanjutnya menyusun semangat perjuangan baru agar Persiba bisa “come back” ke Liga 1.

“Doakan kita berjuang dan bekerja keras. Mohon dukungan dari semua suporter Balistik. Enam pertandingan yang tersisa wajib kita sapu bersih dengan meraih kemenangan untuk menjadi modal Persiba tetap bertahan di Liga 2 tahun depan,” tandas Ichsan.

Ketika saya hubungi malam tadi, Pak Gede mengatakan dia masih ada di Persiba. “Saya tetap di belakang Mas Rafii untuk memberikan dukungan,” katanya, meski kepemilikan sudah di tangan anak muda tersebut.

Pak Gede sendiri masih bergelut di dunia sepak bola. Dia tengah sibuk membentangkan sayap untuk PSF Academinya di beberapa kota. PSF Academy adalah akademi sepak bola dengan arena latihan berstandar FIFA dan pelatih yang berkualitas.

“Saya sudah menyediakan tujuan lapangan sepakbola di Indonesia. PSF ini untuk menunjang klub Liga 3 kami, Batavia dan klub liga 2 yang lain,” tambahnya.

Mendengar ada “dewa penyelamat” baru, sejumlah pendukung Persiba bangkit lagi. “Meski prestasi Persiba tak segede dulu lagi, meski Pak Gede tak lagi terlibat secara langsung,  kami kembali bersemangat  dengan kehadiran manajemen baru. Kita tunggu penampilan perdana Persiba di bawah kepemimpinan Pak Rafii Perdana,” kata mereka dengan antusias.(*)

Akmal di Mobil Jokowi

November 10, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PENJABAT (Pj) Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik pertama kali mendampingi Presiden Jokowi ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) awal November lalu. Dia berkesempatan berada di mobil kepala negara. “Hampir satu jam saya bersama Bapak Presiden. Alhamdulillah banyak hal yang bisa saya sampaikan,” katanya.

Akmal adalah dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Dia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Pj Gubernur Kaltim sejak awal Oktober menyusul berakhirnya masa bakti Gubernur Isran Noor pada 31 September lalu. Sebelumnya Akmal juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Menurut Akmal, selama di dalam mobil dia banyak berbincang dengan Presiden. Mulai tentang perkembangan Kaltim yang baru dipimpinnya, sampai berbagai hal  berkaitan dengan pembangunan IKN. Secara khusus dia juga menyinggung soal perhatian kepada daerah sekitar IKN sebagai zona penyangga (buffer zone).

Sebelumnya dia menegaskan bahwa IKN tidak hanya untuk membangun sebuah peradaban, tetapi juga menjadi bukti kemajuan bangsa Indonesia. “Ini adalah niat baik Bapak Presiden Jokowi untuk kemajuan Indonesia sekaligus simbol pemerataan yang selama ini hanya terpusat di Pulau Jawa,” kata Akmal.

Dia juga melihat IKN adalah berkah bagi Kaltim. Banyak tersedia kesempatan kerja dan berusaha. Maklum di sana berlangsung pembangunan infrastruktur yang masif dengan anggaran sangat besar. Hotel-hotel jadi penuh dan berbagai peluang bisnis baru seperti penyewaan mobil, catering jadi ramai.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Kaltim banyak didorong oleh pertumbuhan konsumsi. Angkanya mencapai 16,26 persen. “Itu karena ada pembangunan IKN,” kata Kepala BPS Amalia Adiningrat Widyawati.

Kepada Presiden, Akmal menyampaikan usulan perlunya  dilakukan penguatan kepada zona penyangga, baik pembangunan infrastrukturnya, ekonomi maupun sosial agar pembangunan tidak hanya berjalan cepat di dalam IKN saja, tetapi tidak maksimal terhadap daerah sekitarnya.

Termasuk juga soal investasi yang sangat gencar dipacu di lokasi IKN. Dia berharap situasi serupa juga terjadi  di daerah penyangga. “Hampir seluruh daerah kabupaten/kota di Kaltim pada akhirnya menjadi daerah penyangga, yang saling berkepentingan dengan pembangunan IKN,” jelasnya.

Akmal melihat tidak semua bidang investasi bisa masuk ke IKN, namun tetap  diperlukan untuk menunjang pembangunan IKN. “Bidang investasi seperti itu bisa diakomodir di wilayah penyangga, yang rata-rata membuka pintu selebar-lebarnya,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur jalan dan sistem transportasi di wilayah daerah penyangga.  Sehingga hubungan antardaerah penyangga dan IKN bisa berlangsung lancar dan efektif.

Akmal menunjuk kondisi Balikpapan yang mulai macet. Kalau hubungan Balikpapan dengan Penajam, PPU dan IKN lancar, maka akan mengurai bottleneck yang terjadi belakangan ini. Sekaligus akan membuka wilayah PPU lebih maju lagi. “Jadi, Penajam, Waru, Petung, Bebulu sampai Paser akan ikut berkembang pesat,” tambahnya.

Menurut Akmal, Presiden sangat mengapresiasi usulan dan pemikiran memajukan daerah penyangga. “Itu sudah benar karena daerah penyangga bagian penting dari pembangunan IKN,” begitu kata Jokowi.

Ketika berlangsung revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN, saya sempat menulis. Saya merasa UU yang ada itu tidak terlalu intensif memerhatikan nasib daerah penyangga. Perlu penegasan yang lebih serius melalui peraturan pemerintah (PP) tentang daerah penyangga.

Dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di sekitar IKN, misalnya, saya berkali-kali mengusulkan agar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Balikpapan dijadikan proyek strategis nasional. Dosen, gedung dan kapasitas ITK harus dilakukan percepatan, sehingga mampu mencetak SDM berkualitas yang bisa memenuhi kebutuhan IKN.

Saya setuju dengan rencana Akmal yang akan mengumpulkan para kepala daerah se-Kaltim untuk membahas dan menyatukan pandangan dan gagasan tentang IKN. Juga instruksi Akmal agar orientasi semua OPD dalam menyusun perencanaan berorientasi dan punya keterkaitan dengan pembangunan IKN.

Ketika berlangsung diskusi kebudayaan IKN di Balikpapan, saya bilang ada hal yang tidak nyaman dilihat. Sebagian besar bupati dan wali kota se-Kaltim rasanya belum pernah diajak bermalam di IKN. Mereka belum tahu persis sejauh mana perkembangan  yang terjadi di sana. Padahal ke mana-mana mereka ditanya soal IKN.

JANGAN KALTIM SAJA

Sepertinya tidak saja Pj Gubernur Kaltim yang mengajukan usul.  Ada suara lain yang juga menanti berkah pembangunan IKN. Itu terdengar ketika berlangsung simposium “Konektivitas dan Sinergitas Kalimantan dalam Persiapan IKN,” yang berlangsung di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalsel, Kamis (9/11).

Suara bernada tuntutan itu diembuskan oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Taufik Arbain. Pandangannya diapresiasi peserta simposium karena itu dirasakan oleh daerah-daerah di Kalimantan di luar Kaltim. Mereka merasa hawa IKN tidak terlalu dirasakan, padahal masih di tanah Kalimantan.

Taufik menilai pembangunan IKN saat ini cenderung hanya terfokus di Kaltim saja. Padahal, konektivitas IKN seyogianya harus terintegrasi  dengan provinsi lain yang ada di Kalimantan. Terutama daerah terdekat seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Selama ini Kalsel misalnya, bagian penting yang menjadi salah satu lumbung pangan untuk Kaltim.

Data Nusantara’s Development Phases yang ditunjukkan Otorita IKN sejak fase 2022 sampai 2039, kata Taufik menunjukkan kecenderungan itu. “Pemerintah Pusat yang memiliki kewenangan dalam pembangunan IKN mestinya melihat potensi secara lebih luas,” tambahnya.

Jangan sampai setiap provinsi di Kalimantan justru membuat konektivitas parsial atau masing-masing. “Perlu dipersatukan. Jangan hanya APBD saja, tetapi juga melalui APBN. Kalau sudah menjadi prioritas bagi IKN untuk daerah sekitar, saya yakin APBN akan digelontorkan. Itu yang namanya  Tumbuh Bersama Maju Bersama,” tandas Taufik Arbain.

Ketika saya bertemu Alimuddin, deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN,  dia menyebutkan hasil revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN, maka sekarang sudah ditetapkan  UU No 21 Tahun 2023. Kita berharap PP tentang daerah penyangga segera diterbitkan, biar daerah bisa menindaklanjuti dan lebih jelas arah pembangunannya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1866193
    Users Today : 3692
    Users Yesterday : 3886
    This Year : 802703
    Total Users : 1866193
    Total views : 15655025
    Who's Online : 46
    Your IP Address : 216.73.216.145
    Server Time : 2026-06-02