Ke Mana Isran Berlabuh?

November 15, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LAMA tidak terdengar, mantan gubernur Kaltim Isran Noor tiba-tiba membuat kejutan. Dalam suasana hari ulang tahun ke-12 Partai Nasdem, dia menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri sebagai ketua  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Kaltim.

Hadi Mulyadi bertemu Isran sebelum penyampaian surat pengunduran diri.

Isran menjadi ketua Nasdem Kaltim masa bakti 2019-2024. Dia menggantikan H Harbiansyah Hanafiah. Meskipun tidak terlalu aktif langsung di partai,  kader Nasdem di daerah ini sangat beruntung dan sangat membanggakannya. Karena Isran adalah gubernur yang sangat populer. Dia sempat mengutarakan niatnya lebih aktif di partai setelah purnatugas.

Saya sendiri terlambat mengetahui surat pengunduran diri Isran. Surat itu dibuat dan dikirim 10 November 2023 persis di Hari Pahlawan. Sudah beredar di media massa sehari kemudian. Tapi saya baru tahu dikirimi melalui WA oleh mantan wagub Hadi Mulyadi persis di perayaan HUT ke-12 Partai Nasdem, Minggu (12/11). “Saya berani menyebarkannya karena sudah sepengetahuan Pak Isran,” katanya  kepada Mediakaltim.com.

Banyak yang bertanya kepada saya apa alasan Pak Isran mundur dari Nasdem? Dalam suratnya Isran hanya menyebut karena kesibukan. Tapi yang lebih mendekati penjelasan apa yang disampaikan Pak Hadi. “Tidak sepaham, begitu saja kata beliau,” ujarnya.

Setidaknya ada dua hal yang membuat Isran tidak sepaham dengan partainya. Pertama, soal keputusan Nasdem yang tidak membuka ruang bagi kadernya sendiri dalam urusan penetapan capres dan cawapres. Padahal Isran sejak lama sangat ingin berkompetisi dalam kursi kepemimpinan nasional.

Dalam Rakernas Partai Nasdem di Jakarta pertengahan Juli 2022 lalu, Isran sempat menyebut nama Prananda, putra ketua umum Surya Paloh. “Tapi kalau DPP mau memilih Isran Noor tidak salah.  Sudah dapat dipastikan tidak ada pasangan lain yang bisa mengalahkan,” katanya pede.

Isran pernah mengikuti konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat. Balihonya pernah terpasang di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Jakarta ketika dia menjadi ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2011-2015.

Alasan kedua Isran mundur persis seperti disampaikan Budiman, pengamat politik yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman (Fisipol Unmul). Selain sibuk dan berkaitan dengan urusan pilpres,  juga soal ketidaksepahaman dalam masalah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Isran pembela berat IKN. Dia termasuk orang yang meyakinkan Presiden Jokowi dalam penetapan lokasi IKN di Sepaku, PPU. Bagi orang Kaltim, IKN harga mati. Dia bahkan pernah bilang: “Yang tidak setuju IKN, pendek umurnya.” Sementara pasangan capres dan cawapres, Anies Baswedan dan Muhaimin (AMIN) dari Koalisi Perubahan yang didukung Nasdem, PKB dan PKS, tidak memasukkan pembangunan IKN dalam visi misinya.

Dalam berbagai pernyataannya, AMIN menegaskan tidak menolak IKN karena sudah ditetapkan melalui UU. Tapi mereka akan melakukan evaluasi agar IKN benar-benar melibatkan dan menjadi keputusan semua komponen bangsa, bukan keputusan seseorang.

LAGI BISNIS KARBON

Setelah meninggalkan Nasdem, banyak yang bertanya ke mana Isran berlabuh? Menurut Hadi Mulyadi, tidak ada niat Isran dalam waktu dekat ini bergabung dengan partai lain. “Beliau akan fokus pada bisnis karena ada perusahaannya yang bergerak di bidang bisnis emisi karbon,” jelasnya.

Caleg DPRI RI dari Nasdem Kaltim.

Partai Demokrat sudah melirik Isran. “Jika beliau masih mau aktif di politik, kami di Demokrat menyiapkan karpet biru. Artinya kembali ke rumah sebelumnya. Bukankah dulu beliau juga di Demokrat,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Fecho.

Isran sempat menjadi ketua DPD Partai Demokrat Kaltim tahun 2011-2014. Kemudian pindah menjadi anggota Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 2015-2016. Malah dia sempat menjadi Plt ketua umum menggantikan Letjen TNI (Purn) Sutiyoso yang mundur karena menjadi kepala BIN.

Ucapan Pak Hadi ada benarnya. Untuk sementara Isran tak berpartai. Tapi bisa jadi juga dia menjadi ketua pemenangan capres dan cawapres di Kaltim. Yang sangat memungkinkan dia bergabung ke Koalisi Indonesia Maju yang mengusung Prabowo-Gibran.

Seperti disebutkan pengamat politik Budiman, Isran punya kedekatan khusus dengan Presiden Jokowi berkaitan IKN. Juga dengan Prabowo. Partai Gerindra mendukung Isran dalam Pilgub 2018. Isran juga mendukung Prabowo pada Pilpres 2014.

Ada juga yang bilang Isran lebih aman tidak berpartai. Jadi dia bisa ke mana-mana. Di luar AMIN, Isran berpeluang jadi menteri. Apakah yang menang Prabowo-Gibran atau Ganjar-Machfud. Ada kemungkinan ke depan ada jatah Kaltim di kabinet. Sebab, posisi Kaltim sangat strategis dengan kedudukannya sebagai lokasi IKN. Apalagi Kaltim cukup besar menyumbang devisa negara melalui ekspor sumber daya alamnya terutama migas, batu bara dan kelapa sawit.

Isu Isran bakal diangkat menjadi menteri pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo ada benarnya. Kapasitas Isran sangat mumpuni. Apalagi Isran memang lulusan Fakultas Pertanian  Unmul. Rencana itu tak terwujud karena Isran ketua Nasdem Kaltim. Sementara hubungan Jokowi dengan Nasdem atau Surya Paloh dalam posisi tidak baik-baik saja.

Ke depan banyak posisi menteri yang bisa jatuh ke Isran. Selain mentan, dia juga bisa menduduki posisi jabatan menteri kehutanan. Karena hutan terbesar ada di Kaltim dan Isran sukses menjaga hutan Kaltim sampai akhirnya dia mendapat dana karbon dari Bank Dunia. Itu sebabnya sekarang Isran mengaku berbisnis emisi karbon.

Bisa juga Isran dipercaya menjadi menteri dalam negeri (Mendagri). Karena dia sudah berpengalaman. Pernah menjadi bupati Kutai Timur (Kutim) dan gubernur Kaltim. Selain itu, dia pernah menjadi ketua umum APKASI yang memimpin seluruh bupati se-Indonesia dan ketua umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), yang mengomandani gubernur se-Indonesia.

Gagal menjadi menteri, Isran hampir pasti akan ikut bertarung lagi dalam Pilgub Kaltim bulan September 2024.   “Kalau itu, sampai saat ini tidak ada yang berubah. Beliau akan tetap maju dalam Pilgub 2024. Tentang partai, katanya gampang nanti. Beliau akan tetap maju dengan saya,” kata Hadi Mulyadi, yang saat ini juga menjadi caleg DPR RI dan ketua Partai Gelora Kaltim.

Sepeninggal Isran, mau tidak mau Nasdem harus mencari penggantinya. Kabarnya DPP sempat melirik Lutfi Andi Mukti, mantan bupati Luwu Utara menjadi Plt Ketua DPW Nasdem Kaltim. Tapi rencana itu batal. Kemungkinan Korwil Nasdem Kalimantan Sayid Abdullah Alkadrie, SH, MH, yang langsung membawahkan Kaltim.

Siapa yang bakal menjadi ketua Nasdem Kaltim definitif? Sepertinya masih dicari. Apakah dari klan Said Amin, yang sekarang pendukung Anies. Bisa saja Said mendorong putranya, Nabil Husein, bos Borneo FC, yang menjadi caleg DPR RI. Atau Awang Yacoub Luthman, pengurus PP dan ketua Nasdem Kukar.

Ada juga yang menyebut nama Dr Irianto Lambrie, mantan gubernur Kaltara yang sekarang menjadi caleg DPR RI dari Kaltara. Atau H Redy Asmara, pengusaha dan mantan ketua DPD Nasdem Balikpapan. Selain itu ada juga yang mendorong pengusaha sukses H Abdul Hakim Rauf, yang istrinya Yusdiana Hakim saat ini menjadi caleg DPRD Kota Balikpapan dari Dapil Balikpapan Utara. Kabarnya ada juga pemikiran mendaulat kembali H Harbiansyah Hanafiah atau mendorong Ketua Nasdem Berau Agus Tantomo, mantan wakil bupati, yang juga caleg DPR RI.

Kemarin ada teman yang menelepon. Dia mendorong saya menjadi ketua Nasdem Kaltim menggantikan Pak Isran. Punya pengalaman yang cukup karena pernah menjadi ketua Nasdem Balikpapan dan wali kota. Tapi saya tahu diri. Masih banyak kekurangan saya. Jadi pasti ada calon yang lebih baik untuk kepentingan Nasdem di masa datang. Saya fokus jadi caleg DPR RI No 7. Salam Restorasi! Bersatu, Berjuang, Menang.(*)

Persiba Tak “Gede” Lagi

November 14, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEUSAI launching gerai ke-7 Straat Kitchen atau Straat Mantau milik Bung Arul di kompleks Telkom Jl MT Haryono, saya bergegas menuju Stadion Persiba di Batakan. Saya ingin menyaksikan pertandingan Persiba lawan Persewar Waropen, yang berlangsung Minggu malam.

Saya sempat tertahan di pintu masuk Tribun Selatan gara-gara tiket saya ternyata di pintu Barat. Syukur ada petugas yang kenal, akhirnya saya diperbolehkan masuk di pintu Selatan bergabung dengan Balistik, pendukung berat Persiba. Selama ini saya memang selalu menonton di sana.

Hati saya agak tidak nyaman saat itu. Penonton yang menyaksikan pertandingan  juga tidak banyak. Stadion berkapasitas 40 ribu penonton itu tampak sepi. Mungkin hanya diisi seribu orang saja. Betul-betul kosong.

Bus tim Persiba dikepung suporter.

Pada babak pertama skor masih 0-0. Tapi tanda-tanda Persiba bakal keteter terasa. Permainan berat sebelah. Akhirnya drama itu terjadi di babak kedua. Empat gol tercipta. Hanya satu milik Persiba. Tiga gol lainnya milik lawan. Padahal Persewar bermain dengan 10 orang karena satu pemainnya terkena kartu merah.

Dengan posisi 1-3, saya meninggalkan stadion. Ada suporter Balistik yang menyarankan saya pulang. “Pulang aja, Pak Wali, kita tak mungkin menang,” katanya sambil berteriak. Dia masih memanggil saya “Pak Wali,” meski saya sudah tak lagi menjabat.

Di tengah perjalanan saya mendapat kabar sejumlah suporter Persiba mengepung bus yang dinaiki anak-anak Persiba. “Persiba diobok-obok. Persiba diobok-obok,” itu olokan mereka sambil menunjukkan jari tengah kepada para pemain. Mereka kesal dengan permainan Persiba, yang benar-benar di bawah kelas.

Paginya saya banyak mendapat komen dari sejumlah pendukung Persiba, yang sangat kecewa dengan hasil pertandingan. Dengan hasil yang ada, Persiba sudah di bibir jurang degradasi ke Liga 3. Sebab, dari 8 laga yang pernah dimainkan, tim selicin minyak asuhan pelatih Nil Maizar itu hanya sekali menang. “Apa tak ada solusi menyelamatkan Persiba?” kata seorang warga me-WA saya.

Sedih juga saya melihat nasib Persiba. Sebagai wartawan, saya sempat mengikuti dan meliput perjalanan Persiba cukup panjang. Waktu itu masih masa pemerintahan Wali Kota Kol CZI Syarifuddin Yoes di tahun 90-an. Pak Yoes menarik pelatih Ronny Pattinasarany dari Makassar, sehingga Persiba mengalami kemajuan pesat. Dan sempat bertengger di Divisi Utama.

Ketika saya menjabat wali kota, Persiba sudah mulai rapuh. Pak Syahril (pengusaha dan ketua Pemuda Pancasila), yang memegang manajemen Persiba menyatakan mundur.  Kita sempat kebingungan siapa yang mau mengambil alih. Wakil Wali Kota Rahmad Mas’ud waktu itu sempat berminat. Tapi belakangan tak jadi alias batal.

Syukur Pak Sekda (Sayid Fadli) saat itu ketemu Pak Gede Widiade, tokoh bola nasional asal Bali. Akhirnya Pak Gede berkenan menangani Persiba. Pak Gede pernah menjadi investor 7 klub berbeda. Sempat membawa Persija Jakarta menjuarai Liga 1 tahun 2018.

Beberapa bulan lalu saya sempat berhubungan dengan Pak Gede. Ia menceritakan cukup berat menangani Persiba terutama sulitnya mendapat dukungan dari daerah. Tim itu terpaksa dia boyong markasnya ke Jakarta untuk menghemat biaya. Di Jakarta dia punya mes untuk menampung pemain.

BERALIH KE RAFII

Hari Senin (13/11) kemarin beredar press release dari Persiba. Dikirim langsung dari Jakarta. Ternyata berisi pernyataan mundurnya Pak Gede, dan masuknya manajemen baru yang dipimpin Mohammad Rafii Perdana (MRP).

Mendengar nama Rafii disebut, saya pikir Raffi Ahmad. Selebriti, pemilik klub bola RANS Nusantara FC di Liga 1. Ternyata bukan. Ada informasi MRP adalah putra mantan wakapolri Komjen Pol (Purn) Dr (HC) Syafruddin Kambo, yang sempat menjabat sebagai Menpan RB.

MRP bukan orang baru di bola. Dia telah berkiprah di sepakbola Indonesia dengan memberikan prestasi dan menjadi COO (Chief Operating Officer) Persija di tahun 2016-2018. Bersama Pak Gede, dia berhasil memberikan hadiah terbaik untuk warga Jakarta dengan menjuarai Liga 1 tahun 2018/2019, Piala Presiden 2018, Trofi Boost Fix Super Cup 2018 di Malaysia dan semifinalis AFC Cup 2018.

“Sejak Senin, 13 November 2023,  saya mengambil alih manajemen Persiba dan melanjutkan perjuangan Pak Gede.  Saya bersama CEO dan tim manajemen  lainnya segera melakukan evaluasi untuk memajukan kembali tim dari Kota Minyak,” kata MRP.

Sementara Ichsan Rachmansyah selaku CEO baru bertekad membawa satu misi yaitu menyelamatkan klub ini tetap eksis di Liga 2 tahun depan. Kemudian selanjutnya menyusun semangat perjuangan baru agar Persiba bisa “come back” ke Liga 1.

“Doakan kita berjuang dan bekerja keras. Mohon dukungan dari semua suporter Balistik. Enam pertandingan yang tersisa wajib kita sapu bersih dengan meraih kemenangan untuk menjadi modal Persiba tetap bertahan di Liga 2 tahun depan,” tandas Ichsan.

Ketika saya hubungi malam tadi, Pak Gede mengatakan dia masih ada di Persiba. “Saya tetap di belakang Mas Rafii untuk memberikan dukungan,” katanya, meski kepemilikan sudah di tangan anak muda tersebut.

Pak Gede sendiri masih bergelut di dunia sepak bola. Dia tengah sibuk membentangkan sayap untuk PSF Academinya di beberapa kota. PSF Academy adalah akademi sepak bola dengan arena latihan berstandar FIFA dan pelatih yang berkualitas.

“Saya sudah menyediakan tujuan lapangan sepakbola di Indonesia. PSF ini untuk menunjang klub Liga 3 kami, Batavia dan klub liga 2 yang lain,” tambahnya.

Mendengar ada “dewa penyelamat” baru, sejumlah pendukung Persiba bangkit lagi. “Meski prestasi Persiba tak segede dulu lagi, meski Pak Gede tak lagi terlibat secara langsung,  kami kembali bersemangat  dengan kehadiran manajemen baru. Kita tunggu penampilan perdana Persiba di bawah kepemimpinan Pak Rafii Perdana,” kata mereka dengan antusias.(*)

Akmal di Mobil Jokowi

November 10, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PENJABAT (Pj) Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik pertama kali mendampingi Presiden Jokowi ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) awal November lalu. Dia berkesempatan berada di mobil kepala negara. “Hampir satu jam saya bersama Bapak Presiden. Alhamdulillah banyak hal yang bisa saya sampaikan,” katanya.

Akmal adalah dirjen Otonomi Daerah Kemendagri. Dia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Pj Gubernur Kaltim sejak awal Oktober menyusul berakhirnya masa bakti Gubernur Isran Noor pada 31 September lalu. Sebelumnya Akmal juga pernah menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar).

Menurut Akmal, selama di dalam mobil dia banyak berbincang dengan Presiden. Mulai tentang perkembangan Kaltim yang baru dipimpinnya, sampai berbagai hal  berkaitan dengan pembangunan IKN. Secara khusus dia juga menyinggung soal perhatian kepada daerah sekitar IKN sebagai zona penyangga (buffer zone).

Sebelumnya dia menegaskan bahwa IKN tidak hanya untuk membangun sebuah peradaban, tetapi juga menjadi bukti kemajuan bangsa Indonesia. “Ini adalah niat baik Bapak Presiden Jokowi untuk kemajuan Indonesia sekaligus simbol pemerataan yang selama ini hanya terpusat di Pulau Jawa,” kata Akmal.

Dia juga melihat IKN adalah berkah bagi Kaltim. Banyak tersedia kesempatan kerja dan berusaha. Maklum di sana berlangsung pembangunan infrastruktur yang masif dengan anggaran sangat besar. Hotel-hotel jadi penuh dan berbagai peluang bisnis baru seperti penyewaan mobil, catering jadi ramai.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di Kaltim banyak didorong oleh pertumbuhan konsumsi. Angkanya mencapai 16,26 persen. “Itu karena ada pembangunan IKN,” kata Kepala BPS Amalia Adiningrat Widyawati.

Kepada Presiden, Akmal menyampaikan usulan perlunya  dilakukan penguatan kepada zona penyangga, baik pembangunan infrastrukturnya, ekonomi maupun sosial agar pembangunan tidak hanya berjalan cepat di dalam IKN saja, tetapi tidak maksimal terhadap daerah sekitarnya.

Termasuk juga soal investasi yang sangat gencar dipacu di lokasi IKN. Dia berharap situasi serupa juga terjadi  di daerah penyangga. “Hampir seluruh daerah kabupaten/kota di Kaltim pada akhirnya menjadi daerah penyangga, yang saling berkepentingan dengan pembangunan IKN,” jelasnya.

Akmal melihat tidak semua bidang investasi bisa masuk ke IKN, namun tetap  diperlukan untuk menunjang pembangunan IKN. “Bidang investasi seperti itu bisa diakomodir di wilayah penyangga, yang rata-rata membuka pintu selebar-lebarnya,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan betapa pentingnya pembangunan infrastruktur jalan dan sistem transportasi di wilayah daerah penyangga.  Sehingga hubungan antardaerah penyangga dan IKN bisa berlangsung lancar dan efektif.

Akmal menunjuk kondisi Balikpapan yang mulai macet. Kalau hubungan Balikpapan dengan Penajam, PPU dan IKN lancar, maka akan mengurai bottleneck yang terjadi belakangan ini. Sekaligus akan membuka wilayah PPU lebih maju lagi. “Jadi, Penajam, Waru, Petung, Bebulu sampai Paser akan ikut berkembang pesat,” tambahnya.

Menurut Akmal, Presiden sangat mengapresiasi usulan dan pemikiran memajukan daerah penyangga. “Itu sudah benar karena daerah penyangga bagian penting dari pembangunan IKN,” begitu kata Jokowi.

Ketika berlangsung revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN, saya sempat menulis. Saya merasa UU yang ada itu tidak terlalu intensif memerhatikan nasib daerah penyangga. Perlu penegasan yang lebih serius melalui peraturan pemerintah (PP) tentang daerah penyangga.

Dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia di sekitar IKN, misalnya, saya berkali-kali mengusulkan agar Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Km 15 Balikpapan dijadikan proyek strategis nasional. Dosen, gedung dan kapasitas ITK harus dilakukan percepatan, sehingga mampu mencetak SDM berkualitas yang bisa memenuhi kebutuhan IKN.

Saya setuju dengan rencana Akmal yang akan mengumpulkan para kepala daerah se-Kaltim untuk membahas dan menyatukan pandangan dan gagasan tentang IKN. Juga instruksi Akmal agar orientasi semua OPD dalam menyusun perencanaan berorientasi dan punya keterkaitan dengan pembangunan IKN.

Ketika berlangsung diskusi kebudayaan IKN di Balikpapan, saya bilang ada hal yang tidak nyaman dilihat. Sebagian besar bupati dan wali kota se-Kaltim rasanya belum pernah diajak bermalam di IKN. Mereka belum tahu persis sejauh mana perkembangan  yang terjadi di sana. Padahal ke mana-mana mereka ditanya soal IKN.

JANGAN KALTIM SAJA

Sepertinya tidak saja Pj Gubernur Kaltim yang mengajukan usul.  Ada suara lain yang juga menanti berkah pembangunan IKN. Itu terdengar ketika berlangsung simposium “Konektivitas dan Sinergitas Kalimantan dalam Persiapan IKN,” yang berlangsung di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalsel, Kamis (9/11).

Suara bernada tuntutan itu diembuskan oleh pengamat kebijakan publik dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Taufik Arbain. Pandangannya diapresiasi peserta simposium karena itu dirasakan oleh daerah-daerah di Kalimantan di luar Kaltim. Mereka merasa hawa IKN tidak terlalu dirasakan, padahal masih di tanah Kalimantan.

Taufik menilai pembangunan IKN saat ini cenderung hanya terfokus di Kaltim saja. Padahal, konektivitas IKN seyogianya harus terintegrasi  dengan provinsi lain yang ada di Kalimantan. Terutama daerah terdekat seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Selama ini Kalsel misalnya, bagian penting yang menjadi salah satu lumbung pangan untuk Kaltim.

Data Nusantara’s Development Phases yang ditunjukkan Otorita IKN sejak fase 2022 sampai 2039, kata Taufik menunjukkan kecenderungan itu. “Pemerintah Pusat yang memiliki kewenangan dalam pembangunan IKN mestinya melihat potensi secara lebih luas,” tambahnya.

Jangan sampai setiap provinsi di Kalimantan justru membuat konektivitas parsial atau masing-masing. “Perlu dipersatukan. Jangan hanya APBD saja, tetapi juga melalui APBN. Kalau sudah menjadi prioritas bagi IKN untuk daerah sekitar, saya yakin APBN akan digelontorkan. Itu yang namanya  Tumbuh Bersama Maju Bersama,” tandas Taufik Arbain.

Ketika saya bertemu Alimuddin, deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN,  dia menyebutkan hasil revisi UU No 3 Tahun 2022 tentang IKN, maka sekarang sudah ditetapkan  UU No 21 Tahun 2023. Kita berharap PP tentang daerah penyangga segera diterbitkan, biar daerah bisa menindaklanjuti dan lebih jelas arah pembangunannya.(*)

Yuli “Srikandi” di IKN

November 8, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Momen kebanggaan, berfoto dengan Presiden Jokowi.

NAMANYA Hj Yuli Shinta Novianti . Dia pernah berucap warga Balikpapan siap menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). Ucapan itu dia buktikan. Yuli yang dikenal sebagai pengusaha catering dengan bendera Jules Yoshino Café & Resto sudah beberapa kali dipercaya sebagai penyedia makanan dalam acara kegiatan di lokasi istimewa tersebut termasuk kegiatan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri pada awal November lalu.

“Alhamdulillah, pihak Istana memberikan kepercayaan. Tak perlu catering dari luar. Dari lokal juga mampu. Saya banyak mendapat pengarahan  dari Protokol Istana (Protis) dan chef presiden yang melakukan test food,” kata Yuli menceritakan pengalamannya.

Dengan pengarahan langsung dari Protis itu, Yuli sudah tiga kali dipercayai menjadi salah satu perusahaan catering lokal yang  melayani kegiatan Presiden dan menteri di IKN. “Kami melayani sarapan pagi Bapak Presiden Jokowi dan para menteri di IKN,” katanya penuh kebanggaan.

Selain sarapan pagi, dia dan “pasukannya” juga terlibat dalam penyediaan konsumsi pada acara glamping Presiden Jokowi, para menteri dan undangan lainnya. “Walaupun penuh deg-degan, Alhamdulillah akhirnya kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik seperti dilakukan teman-teman lainnya,” kata Yuli.

Menurut Yuli, koordinator yang dipercaya Protis dalam penyediaan konsumsi di IKN adalah Mas Iyad dan Mba Cindy. Lalu mereka berkoordinasi dengan teman-teman pelaku usaha catering di Balikpapan termasuk dirinya.

Yuli mengirimi saya beberapa  foto dan video kegiatan dia bersama stafnya di lokasi IKN. Mulai saat rapat dan pengarahan dari protokol dan chef Istana, pengetesan makanan, penyiapan dan penataan sajian sampai saat pelayanan berlangsung.

Sejak malam hari sampai subuh dia bersama stafnya sudah melakukan persiapan agar tidak terlambat dalam penyajian di pagi hari. “Ya ini perjuangan berat tetapi memberi kehormatan yang besar bagi kita semua,” ujarnya.

Terlihat Menteri Perhubungan  Budi Karya Sumadi sambil mengambil sarapan berdialog dengan Yuli. Wajahnya cerah dan penuh keakraban. “Terima kasih sudah disiapkan sarapan yang enak,” kata Menhub tersenyum. Menhub memilih menu soto daging.

Dalam acara kunjungan Presiden Jokowi ke IKN awal November lalu, Menhub Budi punya tugas khusus. Dia bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mempersiapkan groundbreaking pembangunan bandara VVIP IKN. Bandara itu didesain berbentuk rumah panjang seperti Lamin suku Dayak, karena itu saya mengusulkan namanya Bandara Lamin Nusantara.

Bandara ini ditargetkan harus selesai sebelum pelaksanaan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Istana Garuda IKN, 17 Agustus 2024. Jadi Presiden dan tamu-tamu khusus dari Jakarta dan daerah lainnya,  nantinya langsung mendarat di bandara IKN, tidak perlu lagi turun di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Jarak dari bandara VVIP ke Istana Garuda IKN hanya sekitar 25 km. Bisa ditempuh hanya 20 menit.

Saya lihat ada juga Yuli dan stafnya berfoto dengan Erick Thohir. Dia menteri BUMN, yang saat ini merangkap menjadi menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia lantaran Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) masih dalam perawatan di Singapura.

Erick juga berkepentingan banyak di IKN. Sebagai ketua umum PSSI, dia membangun National Training Center (NTC) sepak bola di sana. Groundbreaking-nya sudah dilaksanakan, 22 September lalu oleh Jokowi. “Ini cita-cita lama yang sudah ditunggu-tunggu. Kita akhirnya bisa membuat sejarah memiliki TC buat tim nasional sepak bola yang terpadu,” jelasnya.

Yang menarik ada foto dan video saat Presiden Jokowi sarapan pagi dan minum teh bersama para menteri. Ada Menhub Budi, Menteri PUPR Basuki, Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

Terlihat rileks sekali. Sekali-kali mereka berdiskusi disela dengan tawa dan senyum. Presiden dan para menteri mengenakan “baju kebangsaan” warna putih dan celana hitam. Menteri PUPR sedikit beda karena tak pernah lepas dengan rompi kuning dan topi petnya.

Selama berlangsung pembangunan infrastruktur di IKN, bintang lapangannya adalah Pak Basuki. Dia pekerja keras, sederhana dan kaya dengan humor. Dia juga jago main drum. Waktu Konser Nusantara di IKN, stik drum yang dipakai Pak Basuki sampai patah. Presiden tersenyum menyaksikan momen itu.

KETUA SRIKANDI

Nama Yuli sangat dikenal di Balikpapan. Dia bukan sekadar pengusaha catering saja. Setidaknya ada dua organisasi wanita yang dipimpinnya. Sebagai ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan ketua Pengurus Srikandi Pemuda Pancasila (PP). Itu sebabnya tak jarang dia dipanggil Yuli Srikandi.

Sebagai ketua IWAPI, tugas Yuli adalah membangkitkan daya juang dan meningkatkan kemapanan serta kesejahteraan kaum wanita melalui hasil karya, kerja, dan intelektualitas melalui program-program kerja yang lebih menyentuh jiwa berwirausaha wanita.

“Saya dan teman-teman berjuang agar  wanita pengusaha di Balikpapan lebih maju dan mempunyai daya saing yang tinggi, khususnya menghadapi persaingan dalam berkontribusi terhadap pembangunan IKN,” kata Yuli.

Sebagai ketua Srikandi PP, dia bersama pengurus lainnya harus mampu menampung aspirasi  kaum perempuan untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Selain itu, Srikandi PP juga bertujuan untuk menggali dan memberdayakan semua potensi kaum perempuan, serta mampu menangani berbagai isu yang berkaitan dengan permasalahan kaum perempuan. “Karena itu Srikandi PP harus menjadi pelopor dan pemberi solusi,” tandas Yuli.

Sejak saya memangku jabatan wali kota, Yuli sudah banyak berkarya. Dia termasuk wanita pengusaha yang aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi. Banyak yang memujinya. Dia benar-benar memerankan wanita Srikandi.   Familiar, penuh semangat, pemberani dan memiliki tekad yang kuat serta percaya diri. Sukses terus Yuli Srikandi.(*)

Masak Buat Jokowi di IKN

November 6, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Mendapat kesempatan foto bersama Presiden Jokowi di acara glamping IKN

SEJUMLAH pelaku usaha makanan Balikpapan terlibat dalam urusan penyediaan makan di lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Terutama ketika Presiden Jokowi  dengan sejumlah menteri dan tamu lainnya berada  di sana selama dua hari, 2-3 November lalu.

Mereka di antaranya  Bu Tia, Bu Endang Karso, Bu Endang Susilowati, Bu Eeng Wangsa, dan Pak Anjay. Mereka tergabung dalam Perkumpulan Penyelenggaraan  Jasa Boga Indonesia (PPJI) Balikpapan. “Walaupun berat dan cukup menegangkan,  kami senang bisa melayani Bapak Presiden, menteri dan tamu-tamu lainnya. Bahkan sempat berfoto dengan Pak Jokowi dan Pak Menteri,” kata mereka bahagia.

Tes makanan dan minuman

Presiden untuk ketiga kalinya bermalam di IKN. Pada hari Kamis (2/11) melaksanakan groundbreaking 10 proyek investasi mulai pembangunan bandara VVIP, gedung Bank Indonesia dan BPJS, rumah sakit, hotel dan mal sampai sekolah internasional dan relokasi SD setempat.

Jokowi juga mengajak 100 CEO di Tanah Air dan undangan khusus Ridwan Kamil. Mantan gubernur Jabar ini, yang dikenal juga sebagai arsitek terbaik diminta Presiden mengevaluasi sejumlah proyek yang dikerjakan terutama Kantor Presiden dan Istana Garuda.

Jokowi sendiri sempat mengkritik pembangunan kawasan rumah tapak jabatan menteri (RTJM), yang terkesan  melenceng dari konsep. Itu disampaikan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi.

Menurut Thomas, yang disorot Kepala Negara bukan aspek bangunannya, melainkan ruang terbuka hijaunya yang kurang luas sehingga kurang mencerminkan konsep “loncat peradaban” di aspek lingkungannya. “Pak Menteri PU (Basuki  Hadimuljono) sudah langsung membenahi apa yang dikritik Bapak Presiden,” jelasnya.

Setelah seharian suntuk berada di lapangan, malamnya Presiden Jokowi mengadakan acara glamping. Bermalam kembali di lokasi IKN. Makan malam dengan penuh keceriaan di bawah pohon eucalyptus sambil mendiskusikan berbagai hal terutama berkaitan dengan progres IKN. “Saya lihat schedule dan target, Alhamdulillah masih on the track,” katanya.

Kegiatan glamping itu semacam acara menikmati suasana alam di waktu malam, tetapi tetap dapat beristirahat dengan nyaman. Maklum akomodasinya dibuat sangat memadai, bisa di tenda besar atau di kabin kayu dengan fasilitas kamar mandi yang cukup. Beda sedikit dengan camping, yang biasanya menginap di tenda biasa, hammock (tenda gantung) atau tidur di bawah langit terbuka.

Acara glamping Jokowi tentu sangat aman meski di tengah hutan. Maklum pasukan keamanan ditugaskan berlapis. Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Novianto menurunkan tidak kurang 5.000 personel, yang ditempatkan di tiga titik. Titik terbesar tentu saja  di lokasi IKN Sepaku. Mereka diperkuat dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), yang menjaga berlapis.

Sebelumnya ada penyemprotan untuk menghindari berkeliarannya nyamuk malaria.  Ada juga penyebaran garam untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya binatang melata terutama ular.

Hari Jumat (3/11) setelah sarapan dan minum teh dengan para Menteri, Jokowi terbang menggunakan helikopter ke pedalaman Mahakam menghadiri Festival Budaya Dahau dalam rangka memeriahkan HUT ke-24 Kabupaten Kutai Barat. Sepulang dari Kubar, Presiden langsung menengok Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang Tengah dirawat di Singapura.

HARUS DITES DULU

Menurut Bu Eeng,  ikut terlibat dalam penyajian makanan tamu-tamu VVIP termasuk Presiden Jokowi memang tidak gampang. Semua makanan dan minuman yang akan disajikan harus melalui tes lab dulu dari tim kesehatan dan ahli gizi Istana. “Alhamdulillah masakan yang saya olah lulus tes,” jelasnya.

Bu Eeng membuat masakan Kalimantan di antaranya masakan kutai seperti gangan asam haruan dan gence haruan. Ada juga ayam cincane samarinda. “Saya bangga jus mangga dan nanas yang saya buat banyak disukai undangan. Pak Menteri sampai nambah dan memuji rasanya sangat segar,” jelasnya.

Jus mangga dan nanas itu memang disajikan siang hari setelah Presiden Jokowi melaksanakan groundbreaking sejumlah proyek. Apalagi cuaca memang sangat panas di sana. Maka minuman ala jus memang menjadi “obat mujarab” untuk melepas dahaga.

Bu Eeng juga membuka kantin di Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN. “Ya saya mendapat kesempatan membuka kantin di Hall IB untuk melayani pekerja konstruksi di sana. Kontrak perjanjiannya dengan PUPR,” jelasnya.

Sementara makanan Bu Endang Karso kebagian disajikan di dua acara. Pertama, pada acara groundbreaking bandara VVIP dan malamnya di acara glamping Presiden.  “Alhamdulillah kambing guling saya di glamping mendapat acungan jempol. Malah minta dibuatkan juga nasi goreng kambing,” bebernya.

Bu Endang Karso dikenal sebagai pengusaha catering, yang juga pegolf senior Balikpapan. Saya pernah bermain bersama. Pukulannya masih akurat dan presisi. Mainnya sangat teliti. Itu sebabnya mungkin makanan dari catering-nya juga bercita rasa tinggi.

Lain lagi dengan Bu Endang Susilowati yang akrab dipanggil Bu Endang Warung Jogya. Warungnya di Balikpapan Baru (BB) dan di Klandasan memang dikenal warung yang menyediakan makanan khas Jawa terutama Jogya. Ada aneka gudeg, bakmi godok dan nyemek, nasi pecel pincuk sampai aneka minuman khas seperti teh susu jahe serei,  wedang jahe, wedang uwuh, beras kencur sampai kunyit asam.

Menurut Bu Edang, dia sudah tiga kali melayani catering di IKN. “Saya melayani dinner-nya Bapak Presiden, para Menteri dan juga Paspampres. Alhamdulillah komennya positif dan sangat puas,” katanya bersemangat.

Saya dan teman-teman sering makan di Warung Jogya Istimewa Bu Endang. Hebatnya pukul 07.00 pagi sudah buka. Jadi bisa menjadi tempat sarapan  bagi mereka yang bekerja. Tidak takut terlambat ngantor.

Bu Endang juga mengaku senangnya luar biasa. Ketika Presiden Jokowi memberi kesempatan foto bersama, dia mendapat posisi persis di sisi Jokowi. “Aduh senangnya luar biasa, terima kasih Bapak Presiden yang berkenan memberikan kepercayaan kepada orang daerah,” ucapnya.

Ketika berada di Kubar, Presiden Jokowi dan rombongan sempat makan siang. Rumah makan yang mendapat kehormatan adalah Resto Ria, milik Lusia Ipin. Menunya ada yang khas Kubar seperti jelawat bakar, ikan gentilap asam , ikan seluang goreng dan udang galah goreng plus cocolan sambal dadak.

“Staf Presiden bilang bahwa Pak Jokowi jarang makan sambal. Puji Tuhan, kemarin beliau berkenan makan sambal dadak. Tentu ini kebanggaan bagi kami yang membuatnya,” kata Ipin dengan senyum bahagia.

Saya pernah menemani Presiden Jokowi makan siang. Waktu saya masih menjadi wali kota. Tiba-tiba protokol Istana memberi tahu saya malam hari. Dadakan.  Presiden ingin makan siang di Restoran Bondy di Gunung Sari. Kok tahu Bondy? Ternyata Jokowi pernah makan di sana puluhan tahun silam ketika dia masih menjadi pengusaha mebel dan mencari bahan kayu di Balikpapan.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb