Bu Mei dan Kajari Berau

November 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

MANTAN Pj Sekdaprov Kaltim Dr Meiliana unik juga. Dia  sangat akrab dengan pejabat kejaksaan. Mulai Jaksa Agung ST Burhanuddin sampai jajaran di bawahnya. Misalnya dengan Kajati Kaltim Hary Setiyono sampai para kepala kejaksaan di kabupaten/kota.

Bu Mei, panggilan akrab Meiliana sudah lama kenal Burhanuddin sebelum dia menjadi Jaksa Agung. Mereka pernah bersama-sama mengikuti program Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan (Diklatpim) I bagi pejabat Eselon I.

Kajari Berau Hari Wibowo dan Meiliana

Hubungan itu berlanjut  sampai sekarang. Bahkan ada rencana dalam waktu dekat ini Jaksa Agung mau ke Maratua, pulau wisata cantik di Kabupaten Berau. Kebetulan Bu Mei menjadi ketua Tim Pelaksana Percepatan Kerjasama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua. “Senang sekali jika Pak Jaksa Agung datang ke sana,” katanya bersemangat

Kedatangan Jaksa Agung tentu membawa berkah buat Maratua. Setidaknya dari aspek promosi. Karena Maratua dikenal sebagai salah satu destinasi wisata laut yang menarik tidak saja bagi Indonesia, tapi juga dunia. Juga penguatan program Maratua yang dikembangkan mengikuti program ekonomi biru (blue economy).

Maratua yang memiliki luas daratan 384,36 km2 dan lautnya 3.735,18 km2  adalah salah satu dari 31 gugus pulau di  Kepulauan Derawan. Dikenal sebagai habitat  penyu bertelur.  Ini salah satu pulau terluar di wilayah Kaltim yang berbatasan dengan Filipina Selatan dan Sabah, Malaysia Timur.

Ada sekitar 5 ribu warga atau 1.000 kepala keluarga menghuni pulau tersebut. Umumnya dari suku Bajau, yang memang jago melaut dan mencari ikan. Mereka mendiami 4 kampung, yaitu Bohe Silian, Payung-payung, Teluk Harapan, dan Teluk Alulu.

Saya sudah pernah ke sana beberapa kali. Ada sejumlah resort dan cottage yang eksklusif di sana. Di antaranya Maratua Blue Resort, Arasatu Villas & Sanctuary, Pratasaba Resort, Green Nirwana, Payung-Payung, Borneo Cottage Teluk Harapan, Sienna Resort,  Noar Maratua Resort, Teluk Harapan Bohe Bukut dan Virgin Cocoa Island.

Resortnya sebagian menjorok ke laut (floating cottage). Jadi kalau kita menginap di sana, luar biasa keindahan yang kita reguk dan alami. Apalagi air lautnya sangat bening. Rasanya kaya berenang  di pulau surga. Sesuatu yang tidak mudah kita dapatkan di tempat lain.

Kalau Jaksa Agung ST Burhanuddin suka  snorkeling dan diving, Maratua salah satu surganya. Di sana ada 30 titik penyelaman dengan berbagai macam keunikan. Di antaranya Jetty Dive Spot, yang memberi suguhan pemandangan jenis biota bawah laut seperti ikan buaya, harlequin shrimp, kawanan ikan mandarin, gurita biru sampai terumbu karang raksasa.

Atau ke Eel Garden, lokasi penyelaman yang menjadi markasnya habitat belut laut dan ikan tuna spanyol. Terbentang di sepanjang  dasar laut berpasir dan dikelilingi oleh terumbu karang aneka warna.

Kalau berani dan sudah berpengalaman, bisa ke titik The Channel. Di situ kita bisa berenang di antara belasan hiu berbahaya seperti hiu moncong putih, hiu abu-abu dan hiu martil. Kalau saya suer tak punya adrenalin. Menyelam saja megap-megap. Meski pernah diving ke Bunaken, Manado.

MEMBUKA JALUR BARU

Akses ke Maratua relatif lancar. Meski perjalanannya cukup panjang. Kalau dari Jakarta atau daerah lain terbang dulu ke Samarinda atau Balikpapan. Lalu meneruskan perjalanan lewat udara lagi ke Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Dari sini bisa langsung ke Maratua lewat jalur laut selama tiga jam atau jalan darat dulu ke Tanjung Batu selama dua jam, baru nyeberang ke Maratua.

Di Pulau Maratua sudah ada bandar udara (bandara)  dengan runway sepanjang 1.600 meter. Ini dibangun pada era Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tahun 2015. Presiden Jokowi secara resmi membuka bandara tersebut pada 25 Oktober 2018.  Bandara ini bisa didarati pesawat jenis ATR-72 atau Cessna.

Awalnya ada penerbangan reguler  dari Balikpapan ke Maratua dengan pesawat ATR72-600. Tapi karena terbatasnya penumpang, maka jalur itu tidak berumur panjang. Belakangan ada penerbangan Susi Air ke sana, yang mampu bertahan sampai sekarang.

Ketika terbang ke Maratua pekan lalu, Bu Mei sempat bertemu Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau Hari Wibowo. Ternyata Kajari punya semangat ikut mengembangkan Maratua, yang terus diperjuangkan Bupati Berau Hj Sri Juniarsih Mas sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Kepada Bu Mei, Kajari menyatakan dukungannya untuk segera bisa dibuka penerbangan komersial dari Bandara Kalimarau di Teluk Bayur, Tanjung Redeb ke Bandara Maratua. “Biar arus wisatawan ke Maratua lebih lancar lagi,” tambahnya.

Kajari bilang Citilink sudah berminat. “Selanjutnya akan dilakukan pembahasan lebih konkret antara Pemkab Berau dan manajemen Citilink dengan melibatkan Kepala Bandara Kalimarau dan Maratua,” ujarnya.

Dia yakin jika jalur udara dari Tanjung ke Maratua sudah terbuka, maka arus wisatawan lebih meningkat lagi. “Jadi moda transportasinya sudah lengkap. Bisa langsung lewat laut, darat ditambah lagi udara,” tambahnya.

Hari menjelaskan, apa yang dia lakukan sejalan dengan amanah yang diberikan Jaksa Agung ST Burhanuddin kepadanya. Selain menjalankan tugas utamanya sebagai aparat penegakan hukum, tetapi juga dapat membantu dan mendukung pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan pembangunan seperti pengembangan sektor pariwisata dan transportasi udara.

Bu Mei mengungkapkan, dia lagi memantapkan program ekonomi biru Maratua dengan bekerjasama Pemerintah Seychelles, yang sudah berpengalaman. Dubes Seychelles Nico Barito sudah pernah ke sana. Sebelum mengakhiri masa jabatannya akhir September lalu, Gubernur Isran Noor sempat menandatangani finalisasi program tersebut “Kalau lancar, Kaltim dan Berau akan mendapat dana karbon ekonomi biru, seperti yang sudah diterima Kaltim lewat hutan,” jelasnya.(*)

Jokowi Tiap Bulan ke IKN

November 1, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

KAPOLDA Kaltim yang baru Irjen Pol Nanang Avianto tak bisa berleha-leha. Dia bersama Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tri Budi Utomo saat ini langsung duet mempersiapkan pengamanan kedatangan Presiden Jokowi ke daerah ini, 1 sampai 3 November.

Malah tugas strategis seperti ini bakal menjadi rutin. Sebab, Presiden Jokowi menjadwalkan tiap bulan akan datang ke lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). “Saya akan datang ke sini (IKN) tiap bulan,” katanya waktu itu.

Agenda tiap bulan itu berkaitan dengan pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan sejumlah proyek investasi di IKN. Groundbreaking pertama sudah dilaksanakan, 23 September lalu. Pemilik proyek adalah konsorsium bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.  Malah Presiden waktu itu sempat bermalam dua hari di sana dan sempat menggelar Konser Nusantara bersama sejumlah artis.

Acara groundbreaking kedua dilaksanakan awal November ini. Ada 10 proyek investasi yang akan dimulakan pembangunannya. Total investasinya mencapai Rp 12,5 triliun.

Menurut Kepala Otorita IKN Bambang Susantono, jenis proyek bervariasi. Mulai proyek pemerintah, yaitu dimulakannya pembangunan bandara Very Very Important Person  (VVIP), gedung Bank Indonesia dan BPJS.  Juga investasi swasta seperti  pembangunan rumah sakit dan mal terintegrasi dengan hotel dan apartemen sampai fasilitas pendidikan.

Ia mengaku hotel yang akan dibangun adalah Marriot Hotel. Ini hotel bintang lima yang berpusat di Maryland, USA. Juga sekolah internasional, Jakarta International School (JIS), yang namanya akan diganti menjadi Nusantara International School (NIS).

Ketika meninjau lokasi bandara, September lalu,  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan setelah peletakan batu pertama, pembangunan bandara VVIP IKN langsung tancap gas. “Soalnya harus selesai Juli 2024 sebelum peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Garuda IKN,” jelasnya.

Lokasi bandara VVIP IKN sekitar 15 km dari Istana Garuda dan 25 km dari Bandara SAMS Sepinggan. Hanya ditempuh sekitar 20 menit. Desain bandaranya sangat ikonik, perpaduan unsur kearifan lokal, modern serta ramah lingkungan (green airport). Tidak ada cut and fill di sekitarnya. “Jadi gunung, danau dan alam sekitarnya masih terjaga dengan baik,” kata Menhub.

Terminalnya mirip rumah panjang suku Dayak yang dikenal dengan sebutan lamin. Dirancang oleh para arsitek berpengalaman di antaranya Yori Antar, Adi Purnomo (Mamo) dan Reza Wahjudi (Bobos). Ada juga burung rangkok dan lukisan garis lengkung khas Kalimantan.

Saya pernah mengusulkan kantor Otorita IKN sebagai Lamin Nusantara. Tapi karena model lamin menjadi model terminal bandara VVIP, tidak ada salahnya Bandara VVIP IKN diberi nama Bandara Lamin Nusantara.

Bandara VVIP IKN dibangun di atas lahan seluas 7.000 m2.  Memiliki runway 3.000 x 485 meter. Mampu didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing 777-300 ER dan Airbus A380. Sedang biaya pembangunannya mencapai  Rp 680 miliar bersumber dari APBN.

Demi mendukung IKN, selain pembangunan bandara VVIP IKN, Pemerintah juga tengah memperbaiki Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Anggarannya di tahun 2023 sebanyak Rp 59 miliar. Masih dilanjutkan 2024 dengan total anggaran Rp 159 miliar.

HAMPIR 50 PERSEN

Sementara itu progres pembangunan Kantor Presiden di IKN per 19 Oktober mencapai 49,2 persen. “Khusus Istana Negara telah mencapai 32,90 persen,” kata Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian PUPR Danis Sumadilaga, Jumat (27/10) lalu.

Pekerjaan di Kantor Presiden masih fokus di civil work. Selain itu juga ditandai pemasangan modul bilah membentuk sayap dan patung burung Garuda, yang menjadi ikon dari gedung Kantor Presiden. Itu karya seniman Bali Nyoman Nuarta, yang  jumlahnya mencapai  4.650 bilah. Pemasangan bilah pertama dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi bersamaan acara groundbreaking pertama, 23 September lalu.

Rektor Uniba Dr Isradi Zainal, Sabtu (28/10) lalu sempat melihat langsung perkembangan pembangunan Istana Negara, Kantor Presiden dan pemasangan bilah Garuda. “Saya lihat berlangsung lancar dan mudah-mudahan selesai pada waktunya sebelum 17 Agustus 2024,” jelasnya.

Yang menarik pada groundbreaking kedua, Rabu lusa, kata Bambang Susantono, ditandai juga dengan pembangunan konservasi orangutan jompo di satu pulau. Yang dimaksud konservasi orangutan jompo itu, adalah tempat hunian bagi  orangutan yang sudah berumur dan hidup sendiri. “Untuk orangutan ini, tidak bisa kita lepaskan dengan program  wild life,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, dimulakan juga pembangunan relokasi SD Negeri 020 Sepaku, yang mengusung konsep baru, hijau dan pintar. SD tersebut bakal menjadi percontohan untuk sekolah negeri lainnya di IKN.

Relokasi dilakukan karena gedung SD tersebut setiap tahun terkena banjir. “Jadi yang kita relokasi, agar kita tak dituduh sebagai penyebabnya. Lokasi baru itu tanahnya diberikan oleh pemerintah desa setempat,” kata Bambang.

Sekolah tersebut didesain dengan konsep kekinian, salah satunya memiliki amphitheater, gelanggang terbuka yang digunakan untuk  pertunjukan hiburan dan pertunjukan seni.  Jadi tidak seperti SD Negeri biasa.

Menurut Bambang, dengan dilaksanakannya groundbreaking kedua, maka  total nilai proyek investasi yang sudah bergerak di IKN mencapai Rp 23 triliun. “Groundbreaking tahap ke-3 akan kita laksanakan bulan Desember mendatang,” tambahnya.

Selain ke lokasi IKN, Presiden Jokowi juga akan mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kutai Barat (Kubar), 3 November untuk menghadiri acara Festival Dahau dalam rangka memeriahkan HUT ke-24 kabupaten yang disebut Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.

Kapolda Irjen Nanang Avianto sudah melakukan pengecekan ke sana. Dia mendapat laporan dari Bupati dan anak buahnya, Kapolres Kubar AKBP Heri Rusyaman. Maklum dia baru pertama kali ke Kubar. Tapi bergaul dengan masyarakat pedalaman dan adat sudah hal biasa. Karena Nanang sebelumnya menjadi Kapolda Kalimantan Tengah.

Bupati Kubar FX Yapan bersama 25 ribu  warganya sudah siap menyambut Jokowi. Setelah mendarat di Bandara Melalan, Presiden langsung ke Alun-Alun Itho untuk mengikuti deklarasi dan syukuran penetapan lokasi IKN di Kaltim sekaligus pemberian gelar adat Dayak.

Jokowi juga diajak meninjau proyek Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ), yang pembangunannya mangkrak sejak 2015. “Harapan kita Bapak Presiden berkenan menjadikan jembatan ATJ sebagai proyek nasional yang dibiayai APBN,” kata Bupati.

Yapan mengakui Pemda Kubar sudah tak mampu menyelesaikan proyek tersebut, padahal sangat dibutuhkan masyarakat. Dibangun sejak tahun 2015 dengan biaya Rp 300 miliar. Kontraktornya PT Waskita Karya.

Selain Kapolda yang baru pertama kali menyambut Presiden ke IKN, juga Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik. Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini, baru menjabat awal Oktober lalu. Sebelumnya dia pernah bertugas sebagai Pj Gubernur Sulbar. Jadi yang menyambut kedatangan Presiden Jokowi nanti adalah Akmal, bukan Pak Isran lagi, “Si Pembela IKN” dari Kaltim.(*)

Pohon “Iblis” di IKN

October 29, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA tidak bermaksud membuat framing jelek kepada Ibu Kota Nusantara (IKN). Tapi saya kaget juga membaca beberapa media yang menyebutkan pohon pule atau pulai yang ditanam di lokasi IKN, disebut juga sebagai “pohon iblis.”

Misalnya saya kutip dari pemberitaan OKEfinance. Di situ disebutkan nama lain pohon pule adalah pohon iblis. “Pasalnya, bagian-bagian dari pohon ini dinilai membahayakan manusia maupun hewan,” sebut media tersebut.

Saya kutip dari detikbali juga begitu. Media online ini menyebutkan pohon pule dikenal dengan beragam nama di berbagai negara, seperti white cheseewood, blackboard tree, saptaparna hingga pohon iblis (devil tree). Disebut pohon iblis karena bagian-bagian dari pohon ini dinilai membahayakan manusia maupun hewan. Padahal pohon pule juga memiliki segudang manfaat, utamanya untuk kesehatan.

Pohon pule sering dianggap sebagai pohon keramat yang dihuni roh-roh halus. Bahkan dihuni oleh Raja Jin. Biasanya di bagian tengah dari pohon ini digunakan untuk menyimpan mustikanya. Sedang dalam dunia metafisika, kayu pule dianggap mempunyai daya potensi supernatural yang berguna menolak energi negatif dalam rumah atau pekarangan. Karena itu bisa digunakan untuk mengobati kesurupan.

Menurut media tadi, sejumlah pohon pule  akan menghijaui halaman Istana Negara di IKN. Kabarnya sudah 28 batang pohon pule yang besar-besar dikirim ke Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), tempat lokasi IKN. Bisa jadi sudah datang dan ditanam. Terdiri 15 batang dari Sumbawa, 2 batang dari Dompu dan 11 batang dari Bima.

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN, Pungky Widiaryanto menjelaskan ada beberapa alasan mengapa pihaknya memilih pohon pule untuk ditanam di kawasan IKN terutama di halaman Istana Garuda.

Di antaranya, pohon pule mampu berfungsi sebagai penyerap air. Juga memiliki tajuk yang lebat sehingga bisa memperindah dan menciptakan lingkungan yang asri. “Pohon ini juga bisa ditranslokasi dalam bentuk pohon yang besar ke berbagai tempat karena mudah beradaptasi,” kata Pungky seperti diberitakan KOMPAS.com.

Selain di Istana, pohon pule juga akan ditanam di area perkotaan IKN seperti di tepi jalan. Selain itu, akan ditanam juga untuk kawasan hutan atau semacam arboretum, koleksi botani.

Yang menarik, berbagai media menyebutkan pohon pule yang besar harganya sangat mahal. Menurut Kepala Karantina Pertanian Sumbawa Ida Bagus Putu Raka Ariana, pohon pule yang ditanam di Istana IKN, harganya sekitar  Rp 450 juta per pohon. Hampir setara dengan 1 unit mobil Fortuner. Bayangkan.

Itu belum apa-apa. Kata Ariana, ada pohon pule yang dijual hingga Rp 1,2 miliar. “Bisa mahal karena untuk mencabutnya butuh alat berat dan tenaga besar. Belum lagi biaya kirim dan tenaga,” jelasnya.

Pohon pule dalam istilah ilmiah disebut Alstonia scholaris. Banyak tumbuh di kawasan dataran China, India, Asia Tenggara hingga Australia. Sebenarnya pohon pule juga ditemukan di Kalimantan dengan nama lokal pulantan. Ketinggian pohon ini bisa mencapai 30 sampai 50 meter dengan diameter hingga 80 sampai 100 sentimeter.

Pohon pule memiliki batang kayu yang sangat keras, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan industri, seperti pembuatan alat tulis karena pohonnya mudah tumbuh dan dibudidayakan.

Kalau di Indonesia khususnya di Kalimantan, kayu pohon ini digunakan untuk membuat beragam perkakas rumah tangga dan sebagai bahan baku berbagai jenis kerajinan yang bernilai ekonomis. Ada yang dibuat  menjadi Topeng Panji, Topeng Bantengan, Topeng Barongan, dan topeng kesenian lainnya yang berhubungan dengan makhluk halus.

Buah pohon pule banyak dan menarik perhatian. Hijau dan berjuntai seperti mangga atau apel hijau. Kalau sudah matang warnanya menjadi cokelat. Sayangnya tidak bisa dimakan, jadi sering jatuh berhamburan di bawah pohonnya tanpa ada yang mengambilnya.

Bunga pohon pule agak unik, karena memiliki warna berbeda-beda. Bisa putih, krem-kehijauan sedikit putih, kuning atau krem. Namun yang jelas, aromanya sangat kuat sehingga harum sekali.

Khusus di Kalsel, pulantan juga nama sebuah desa di wilayah Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan. Tidak jelas kenapa disebut Desa Pulantan. Bisa jadi di daerah itu banyak ditemui pohon tersebut.

Ada juga di Sleman, Yogyakarta, desa wisata bernama Pulewulung. Konon nama desa itu bermula dari sebuah pohon pule yang besar  tumbuh di sana. Sayang pohon besar itu sudah punah. Setiap ada anggota keluarga yang sakit, kulit dan pohonnya disayat. Lama kelamaan pohon tersebut mati dan sampai akar-akarnya pun habis tak tersisa.

Yang ini lain lagi. Putra pelawak Mastur bernama Ahmad Pule, Rabu (25/10) lalu resmi menikah dengan gadis cantik bernama Yosi di Jakarta. Nama sesungguhnya Ahmad Syaiful, entah kenapa belakangan lebih dikenal dengan nama Ahmad Pule. Apa Mastur menanam pohon pule?

BERAGAM SENYAWA

Pohon pule mengandung beragam senyawa yang secara keseluruhan dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Bayangkan, dari bagian daun hingga batang kayunya semuanya memberi manfaat.

Kulit pada batang pohon pule yang pahit mengandung alkaloid dan digunakan sebagai pengganti kina untuk mengobati malaria.

Tak hanya itu. Pohon pule juga digunakan secara tradisional sebagai zat untuk mengatasi masalah usus, seperti sakit perut, diare kronis, disentri lanjut, mengobati sakit gigi dan menetralisir racun akibat gigitan ular.

Menurut laman Health Benefits Times, ada beberapa manfaat pohon pule. Di antaranya mengobati demam, mencegah obesitas dan menurunkan kolesterol, mengatasi ketombe dan kutu rambut, mengobati bisul dan luka di kulit, mengatasi diare serta mampu mengobati kanker.

Sebuah penelitian yang diterbitkan International Journal of Current Pharmaceutical Research menyebutkan, ekstrak akar dan kulit pohon pule adalah antimikroba yang lebih efektif daripada ekstrak  batang, buah, bunga dan daun tanaman ini.

Saya cermati dengan saksama ternyata pohon pule ada tumbuh  di samping rumah saya di Balikpapan Regency. Juga banyak di kompleks perumahan Balikpapan Baru. Wah, kalau dibeli kontraktor  Otorita IKN, lumayan juga hasilnya. Bisa juga untuk menambah biaya kampanye. He…he.(*)

Dari Cawapres ke Wawali

October 27, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Dr Agung Sakti (kedua dari kiri) dan Tim Penggugat lainnya

PANGGUNG politik nasional lagi dihebohkan dengan kursi calon wakil presiden (Cawapres). Terutama dengan masuknya Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi. Berbagai silang pendapat, pro dan kontra berseliweran di jagat raya dan maya. Mana yang benar? Sejarah akan membuktikan. Yang pasti Gibran sudah resmi duduk sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto, yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Ini sejarah pertama dalam kontes pemilihan presiden dan wapres, ada calon berusia muda di bawah 40 tahun. Karpet merah itu tergelar menyusul adanya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) No 90, yang juga memunculkan kegaduhan.

Meski tak seheboh soal cawapres, ada peristiwa menarik di Balikpapan. Berkaitan urusan kursi wakil wali kota (wawali) yang kosong. Lamanya sudah mencapai 29 bulan atau lebih 2 tahun sejak dilantiknya Rahmad Mas’ud menjadi Wali Kota Balikpapan pada 31 Mei 2021.

Kekosongan itu terjadi karena cawali terpilih Thohari Aziz dari PDIP meninggal dunia akibat Covid-19. Karena itu Rahmad dilantik sendirian. Ternyata masa jomblonya berkepanjangan, sehingga kabarnya Mendagri sudah beberapa kali menyurati wali kota.

Tadinya soal ini hanya jadi pembicaraan dari warung ke warung. Atau pernyataan dan pandangan beberapa anggota Dewan dan fraksi di DPRD Balikpapan. Sering juga muncul di pemberitaan media.  Tapi pekan lalu tepatnya Selasa (24/10) ada sidang gugatan kekosongan kursi wawali di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

Penggugatnya sejumlah organisasi profesi di kota ini di antaranya Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI), Forum Silaturahmi Doktor Indonesia (Forsiladi) dan Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) Balikpapan.

“Kami melakukan gugatan citizen lawsuit sebagai bentuk protes karena adanya kesan pembiaran kekosongan jabatan wawali. Yang kami gugat adalah Pemkot, DPRD Balikpapan, dan Pemprov Kaltim,” kata Ketua APTISI Balikpapan Dr Agung Sakti Pribadi, yang juga rektor Universitas Mulia.

Menurut Agung, kekosongan kursi Wawali Balikpapan boleh dibilang yang terlama dalam sejarah pemerintahan kota di Indonesia. “Kasus kosongnya kursi wawali atau wakil kepala daerah sudah sering terjadi di berbagai tempat. Tapi dengan cepat diisi, tidak seperti di Balikpapan,” jelasnya.

Agung yang pernah menjadi ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan ini menengarai Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud memang tak menginginkan adanya pendamping selama menjabat. Niat itu makin kuat karena Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh juga dari partai yang sama. Pihaknya menilai kekosongan kursi wawali sangat merugikan masyarakat, karena keefektifan pemerintahan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pengawasan yang biasanya jadi tugas wawali tidak berjalan efektif. Dan pada akhirnya masyarakat yang banyak dirugikan.

Ketua Peradi Balikpapan Dr Piatur Pangaribuan, SH MH menduga ada skenario yang jahat di balik kosongnya kursi wawali. Apalagi di perjalanan terakhir sudah ada 2 nama, tiba-tiba salah satunya mengundurkan diri.

Fraksi Nasdem dalam pandangan umumnya pernah menyoroti soal kosongnya kursi wawali.  Fraksi ini menilai ada kesan Wali Kota sengaja tidak menginginkan kursi wawali terisi, sehingga tidak ada matahari kembar.  Itu juga membuat Wali Kota leluasa bergerak karena tak ada wawali.

Banyak yang bertanya apa yang dimaksud gugatan citizen lawsuit?  Saya sendiri tidak terlalu akrab dengan istilah itu. Dan belum pernah dengar ada sidangnya. Lalu apa bedanya dengan class action?

Mengutip dari Hukum Online.com dijelaskan,  citizen lawsuit adalah mekanisme warga negara untuk menggugat tanggung jawab penyelenggara negara atas kelalaian dalam memenuhi hak-hak warga negara. Kelalaian itu didalilkan sebagai perbuatan melawan hukum dan masuk dalam kategori perkara perdata.

Kalau gugatan citizen lawsuit dilakukan oleh warga negara untuk kepentingan umum, sedangkan dalam gugatan class action gugatannya diajukan oleh wakil dari sebuah kelompok masyarakat untuk kepentingan tertentu.

Apa yang terjadi jika gugatan citizen lawsuit diterima atau dimenangkan hakim?  Mengutip dari Halu Oleo Legal Research, ada  perbuatan mengabaikan  perintah UU No 23  Tahun 2014 tentang  Pemerintahan Daerah jika membiarkan kursi wakil kepala daerah kosong. Ada kewajiban dan sanksi yang termuat di dalamnya jika tidak menjalankan perintah UU.

Ada yang berpendapat gugatan citizen lawsuit diajukan bukan untuk ganti rugi secara riil, melainkan untuk mendorong pemerintah melakukan kewajibannya secara lebih serius dalam melihat keresahan masyarakat.

Mahkamah Agung (MA)  dalam “Laporan Penelitian Class Action dan Citizen Lawsuit” menggarisbawahi bahwa gugatan citizen lawsuit tak boleh meminta ganti kerugian dan hanya  boleh meminta dikeluarkannya kebijakan secara umum.

Menurut Dr Piatur, tujuan mereka melakukan gugatan citizen lawsuit agar Wali Kota dan DPRD Balikpapan sesegera mungkin memproses dan mengisi kursi wawali. “Ini edukasi politik, sekalian kami ingin tunjukkan kepada semua pihak bahwa membiarkan kosong kursi wawali itu perbuatan yang tidak benar,” jelas mantan Rektor Uniba ini.

Majelis hakim PN Balikpapan yang menangani sidang  gugatan citizen lawsuit  diketuai Arum Kusumadewi dengan anggota Rusdiana Andayani dan Arif Wicaksono.

DPRD Balikpapan diwakili kuasa hukumnya Hairul Bidol. Ia membantah Dewan tidak melaksanakan tugasnya. “Kan penggugat mendampingi DPRD ketika berkonsultasi ke Kemendagri. DPRD juga  sudah membentuk panitia pemilihan (Panlih), jadi semua sudah dijalankan dengan baik dan transparan,” jelasnya.

Sidang akan dilanjutkan lagi 7 November mendatang. Sambil menunggu tergugat lainnya, Pemprov Kaltim yang belum mengirimkan wakilnya. Pada sidang pertama, hanya wakil Pemkot Balikpapan dan DPRD yang hadir.

Banyak pihak berharap Pj Gubernur Akmal Malik berperan aktif. Karena Akmal adalah Dirjen Otonomi Daerah, yang salah satu tugasnya membina penyelenggaraan pemerintahan di daerah. “Sudah waktunya Pj Gubernur turun tangan karena kami menduga Wali Kota sengaja menunda-nunda,” kata seorang warga di Balikpapan Barat.

TERSEOK-SEOK

Proses pengisian kursi Wawali Balikpapan memang berjalan terseok-seok. Pernah diajukan Wali Kota Rahmad Mas’ud ke DPRD, tetapi dikembalikan karena dinilai tak memenuhi prosedur dan tidak memenuhi kelengkapan.

Belakangan sudah ada kesepakatan partai pengusung tentang dua nama yang diajukan. Yaitu Wakil Ketua DPRD Budiono yang juga Ketua DPC PDIP Balikpapan bersama Risti Utami Dewi (istri alm Thohari Aziz). Yang menarik Risti diajukan oleh Partai Golkar, meski suaminya mantan Ketua PDIP. “Ini untuk penghargaan kepada almarhum karena kami pernah sama-sama berjuang,” kata Rahmad, yang juga Ketua DPC Golkar Balikpapan.

Berita terakhir Budiono ditarik rekomendasinya dari DPP PDIP dan dialihkan ke Risti. Dengan demikian calon Wawali Balikpapan tinggal satu orang. Budiono sendiri kabarnya sejak awal agak gamang mengisi kursi wawali karena sudah menjadi caleg DPRD Balikpapan dapil Selatan.

Apakah kursi Wawali Balikpapan masih bisa diisi? Dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota serta  PP Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota disebutkan pengisian jabatan kekosongan wakil kepala daerah bisa dilakukan jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.

Tapi kabarnya Kemendagri sudah menjelaskan dalam kasus kekosongan kursi Wawali Balikpapan dapat diisi kapan pun tanpa ada batas waktu karena terjadi sejak pelantikan wali kota. Jadi tinggal sehari pun masih tetap bisa dilakukan.

Pertanyaan baru juga muncul. Setelah calonnya tinggal satu, apakah tetap diajukan ke DPRD atau dicari lagi penggantinya Budiono? Ada yang berpendapat partai pengusung harus melakukan pertemuan ulang untuk mengajukan calon baru.  Karena dalam UU No 10 Tahun 2016 disebutkan calon yang diajukan sebanyak 2 (dua) orang.

Ketua Peradi Dr Piatur punya pendapat yang sama. “Ya harus segera dicari pengganti Pak Budiono, dan terpaksa mengulang dari nol lagi. Yang terjadi sekarang ini memang akal-akalan untuk mengulur waktu,” jelasnya.

Ketika proses berlangsung beberapa waktu lalu,  partai pengusung mengajukan enam nama. Selain Budiono dan Risti, ada calon lain yaitu mantan Sekda Sayid MN Fadli dari PKS, Sabaruddin Panrecalle dari Gerindra, Alphad Syarif dari Perindo/PKB dan Denni Mappa dari Partai Demokrat.

Kabarnya Sabaruddin dan Denni Mappa juga sulit diajukan lagi karena sudah menjadi caleg. Ada isu PKS tak lagi mengusung Sayid Fadli. Kalau begitu, bisa jadi partai pengusung akan mengajukan calon baru. Itu prosesnya panjang lagi, karena tiap partai harus meminta persetujuan dan penetapan dari Ketua Umum DPP masing-masing di Jakarta.

Dalam keterangan kepada Tribun Kaltim, Wali Kota Rahmad Mas’ud mengaku kecewa atas mundurnya Budiono, karena proses pemilihan jadi panjang lagi. “Ada 8 partai pengusung, dan itu tidak mudah untuk mendapatkan rekomendasi dari masing-masing partainya,” jelasnya. Dia memberi kesan menepis tuduhan soal molornya proses pengisian jabatan wawali bersumber dari pihaknya.

Ketua DPRD Abdulloh mengatakan pihaknya akan berkonsultasi ke Mendagri apakah sisa satu calon bisa diteruskan ataukah harus mencari pengganti yang baru atau dua calon yang ada sudah tidak boleh lagi mengundurkan diri. “Kami baru menentukan sikap setelah ada petunjuk dari Kemendagri,” jelasnya.

Ada warga yang bilang apakah perlu soal pengisian jabatan Wawali dibawa ke MK? Warga yang lain bilang tidak usah. Karena bukan domainnya. Apalagi sejumlah hakim MK lagi siap-siap menjalani pemeriksaan dari MKMK. Apa itu? Mahkamah Kehormatan Mahkamah Konstitusi.

Urusan Wawali Balikpapan kita tunggu saja keputusan dari trio hakim PN Balikpapan atau lebih dulu diselesaikan oleh pihak yang digugat. “Biar baliho Pak Wali tidak sendirian lagi atau malah jadi foto pra wedding,” kata Udin, warga di Balikpapan Kota.(*)

Wapres di Syaichona Cholil

October 25, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

WAKIL Presiden KH Ma’ruf Amin, Selasa (24/10) pagi menyambangi Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan. Kedatangan Wapres berkaitan dengan digelarnya peringatan Hari Santri 2023 dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) VII Kontak Santri Agribisnis Indonesia (Konsain).

Ratusan santri menyambut Wapres. Sejumlah pejabat mengiringinya. Ada Wakil Menteri KLH Alue Dohong, ada Pj Gubernur Kaltim Dr Akmal Malik, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan jajaran Forkopimda lainnya.

Yang punya hajat pimpinan pondok KH Muhammad Ali Kholil. Kiai berusia 56 tahun ini dilahirkan di Bangkalan, Madura. Pesantrennya di Jl Mulawarman 59 RT 10 Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan didirikan  tahun 1990. Nama pesantren itu diambil dari nama leluhurnya yang sangat kharismatik, Syaichona Cholil Bangkalan.

Ketika masih menjabat wali Kota Balikpapan, saya sering menghadiri kegiatan di Pondok Syaichona Cholil. Termasuk meresmikan program Konsain, yang memang digagas oleh KH Ali Kholil sejak 12 tahun silam.

Konsain mengajak umat yang punya pendapatan lebih ikut berinvestasi dalam program perkebunan kelapa sawit. Lalu hasilnya menjadi sumber dana  bagi kegiatan pendidikan, lembaga dakwah dan lembaga sosial  seperti pondok pesantren, madrasah, masjid dan ormas Islam.

Program Konsain terinspirasi dari apa yang dilakukan Syaikhona Kholil Bangkalan saat nyantri di Banyuwangi. Ia diminta merawat kebun kelapa sawit milik gurunya. Lalu penghasilannya dia simpan. Begitu terkumpul banyak dia kembalikan lagi kepada gurunya dengan alasan yang dia inginkan dari sang guru adalah ilmu yang bermanfaat dan barokah.

Sang guru terharu dan terkesan atas niat tulus muridnya. Lalu ia perintahkan Syekh Kholil dengan uang tadi untuk berguru ilmu dan mendalami agama ke Makkah. Berkat program itu Syekh Kholil banyak melahirkan tokoh-tokoh ulama seperti Hadratus Syekh.

Menurut  KH M Ali Kholil, lahan perkebunan kelapa sawit yang dibangun dalam program Konsain jaraknya hanya 3 km dari lokasi pesantrennya. “Alhamdulillah dengan luasnya hampir 90 hektare, perkebunan ini kami pergunakan sebagai sumber dana untuk kemandirian pendidikan dan sosial menuju kesejahteraan masyarakat dan menuju persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Hari Santri 2023 Kota Balikpapan

Konsain juga bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi yang kuat antarpesantren, madrasah, masjid, ikatan alumni santri, majelis taklim serta berbagai paguyuban kedaerahan se-Indonesia. “Ini semangat dari Kaltim untuk membangun Indonesia. Membangun peradaban dunia guna merealisasikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin,” kata Kiai Ali, yang sekarang juga menjadi Rais Syuriyah PWNU Kaltim.

Di depan Wapres, KH M Ali Kholil menandatangani kerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) dalam rangka meningkatkan hasil produksi serta memperluas pemasaran hasil panen.

SANTRI BERJIHAD

Acara Hari Santri dan Silatnas VII Kosain di Pondok Pesantren Syaichona Cholil  ditandai pemukulan bedug oleh Wapres. Turut mendampingi Pj Gubernur Akmal Malik, KH M Ali Kholil dan Wamen KLH Alue Dohong. Istri saya, Bunda Arita selaku ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Balikpapan turut diundang.

Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Hal itu tidak lepas dari peran santri dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hari Santri 2023 Kota Balikpapan digelar di halaman Dome.

Tanggal 22 Oktober 1945 bertepatan dengan resolusi jihad yang dikeluarkan oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari, seorang ulama sekaligus pahlawan nasional. Resolusi jihad merupakan fatwa yang berisi kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah yang masih berada di Indonesia.

Hari Santri Nasional 2023 mengangkat tema “Jihad Santri Jayakan Negeri.” Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjelaskan tema tersebut berisi ajakan kepada para santri untuk melakukan jihad intelektual. “Kami ajak para santri untuk terus berjuang membangun kejayaan negeri dengan semangat jihad intelektual di era transformasi digital,” tandasnya.

Ketika memberikan amanat, Wapres Ma’ruf Amin mengajak semua komponen bangsa memberi peran yang lebih optimal kepada para santri. “Santri harus diperankan lebih optimal lagi.  Karena dia bukan hanya menjadi rijalus shalihin atau orang baik. Tapi juga orang yang melakukan perbaikan,” tandasnya.

Para santri juga diminta untuk menanamkan  prinsip Hubbul Wathan atau cinta tanah air. “Para ulama sudah menyepakati bahwa hubbul wathan minal iman. Artinya  mencintai tanah air adalah sebagian dari iman,” jelas Wapres.

Dalam bagian lain Wapres juga memberikan apresiasi terhadap program Konsain, yang diperjuangkan KH Muhammad Ali Kholil melalui kegiatan penanaman kelapa sawit. Itu salah satu cara umat Islam untuk mendukung dan membiayai kegiatan dakwah dan peningkatan kualitas sumber daya di pesantren dan lainnya.

Sebelumnya Pj Gubernur Akmal Malik menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wapres. Ini kegiatan pertama Akmal menyambut Ma’ruf Amin setelah dilantik. Akmal juga akan menyambut kedatangan Presiden Jokowi di awal November nanti, yang akan melakukan groundbreaking bandara VIP IKN dan berkunjung ke Kutai Barat (Kubar).

“Selamat datang di Kaltim. Mohon dukungan Pak Wapres agar syiar Islam senantiasa bergema di daerah ini. Insya Allah santri menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Kaltim ke depannya,” kata Akmal bersemangat.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb