Ada Dirjen dari Kaltim

June 27, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

DULU kita kerap mengatakan tidaklah mudah bagi Kaltim  untuk  berjuang ke Jakarta, soalnya tak punya jenderal, menteri atau dirjen dari daerah yang kaya sumber daya alamnya ini. Anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Tapi memang banyak tokoh-tokoh kelahiran Kaltim tidak begitu terdata atau dikenal di daerah, sehingga kesannya tidak terlalu mendalam bagi orang daerah.

Tapi pengusaha dan tokoh politik senior Siswono Yudo Husodo sudah lama dikenal sebagai putra Kaltim. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perumahan Rakyat pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993) dan Menteri Transmigrasi & Pemukiman Perambah Hutan dalam Kabinet VII (1993-1998) pada  era Presiden Soeharto.

Tidak gampang terpilih sebagai tim Pak Harto k arena Presiden ke2 RI  ini dikenal selalu membentuk tim kabinetnya dengan apa yang dikenal dengan sebutan “zaken kabinet” atau kabinet ahli bukan representasi partai politik. Jadi harus benar-benar ahli di bidangnya. Waktu itu partai juga diperketat, jadi tidak banyak seperti sekarang.

Siswono adalah putra kelahiran Long Iram, Kabupaten Kutai Barat (dulu Kabupaten Kutai sebelum dimekarkan), 4 Juli 1943. Bayangkan, bagaimana situasi di sana di tahun-tahun sebelum Kemerdekaan. Benar-benar sangat pedalaman dan sepi. Kita saja belum lahir. Ayah Siswono, Soewondo adalah seorang dokter yang ditugasi di pedalaman sana. Tapi dia juga berada di barisan pejuang.  Karena terakhir bertugas di Kendal, Jateng, maka nama rumah sakit di sana diberi nama RSUD dr H Soewondo.

Selain menjadi menteri, Siswono pernah menjadi anggota DPR dan MPR. Bahkan  pada Pemilu Presiden 2004, Siswono menjadi calon wakil presiden dari Amien Rais. Tetapi mereka gagal dan yang terpilih menjadi presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebelum di pemerintahan, Siswono dikenal sebagai pengusaha andal. Lulusan ITB ini, mendirikan perusahaan konstruksi bernama PT Bangun Tjipta Sarana. Dia sukses membangun makam Bung Karno dan Bung Hatta, sehingga ditarik Presiden Soeharto ke dalam pemerintahan.

Dia menjadi tokoh penting di barisan Partai Golkar. Lalu di tahun terakhir bergeser ke Partai NasDem bergabung dengan Surya Paloh, yang juga mulanya dari partai beringin. Belakangan dia mundur sebagai ketua Dewan Pertimbangan (Wantim).

Sementara itu,  di jajaran militer, ada putra Kaltim yang pernah meraih jenderal bintang tiga di TNI Angkatan Udara (AU). Dia adalah Marsekal Madya TNI (Purn) Tatang Harlyansyah, SE, MM dengan jabatan terakhir  komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara (Kodiklatau). Dia pernah menjadi komandan Lanud Balikpapan (2005-2007).

Tatang kelahiran Samarinda, 25 Januari 1964. Ayahnya Pak Harjito, guru saya di SMEA Pembina. Bahkan rumahnya tak jauh dari rumah saya, di Kompleks Prefab. Ketika saya menjadi wakil wali kota Balikpapan, saya masih sempat bertemu dia.

Saat ini setidaknya yang sudah diketahui, Kaltim memiliki satu jenderal TNI AD bintang satu, yang masih aktif. Dia adalah Brigjen TNI Dendi Suryadi, SH, MH, putra kelahiran Tenggarong, Kukar, 10 September 1968. Dia abituren Akmil 1993 dari kecabangan infanteri.

Dendi baru saja melepas jabatannya sebagai Danrem 091/ASN di Samarinda, menyusul penugasannya mengikuti pendidikan Lemhannas di Jakarta selama 5 bulan. Diperkirakan dia masih punya kesempatan dipromosi menjadi bintang dua dengan jabatan yang lebih strategis.

Meski sudah tak bertugas lagi di Kaltim, Dendi masih memegang jabatan di Samarinda. Dia adalah ketua Ikatan Alumni SMA Negeri I Samarinda (IKA Smansa) masa bakti 2023-2028. Dia tamatan di sekolah tersebut. Ada yang bilang sebagai putra daerah, Dendi punya peluang berkarier di pemerintahan, menjadi Pj Gubernur atau nanti ikut berkompetisi di pemilihan gubernur atau wakil gubernur definitif 2024.

ADA  DIRJEN BARU

Belakangan ini juga baru diketahui, ada dua pejabat eselon I kelahiran Kaltim. Nama itu baru muncul setelah ramai perbicangan soal Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim menyusul berakhirnya masa tugas Isran Noor dan Hadi Mulyadi, akhir September nanti.

Tadinya yang kita ketahui pernah menjadi direktur jenderal (dirjen) hanya Dr Ir HM Nurdin, MT. Putra kelahiran Samarinda, 10 Mei 1964 ini pernah menjadi dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun 2017. Nurdin sekarang terbilang menjadi tim Gubernur Isran dan juga punya peluang di Pj Gubernur.

Adalah Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo yang menyebut  3 nama masuk ke Dewan sebagai bakal calon Pj Gubernur. Salah satunya adalah Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA. Ternyata dia adalah putra kelahiran Bontang, 5 Desember 1969, yang saat ini menjadi dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. Sebelumnya, dia dirjen Pendidikan Islam.

Sepertinya orangtuanya berdarah Sulsel. Setelah menyelesaikan SD-nya di SD Inpres No 003 Santan Tengah, Kamaruddin dikirim ke Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang. Lalu menamatkan sarjananya di Universitas Islam Nasional (UIN) Alauddin Makassar.

Dia studi S2 dan S3 di Belanda dan Jerman. Juga riset Ph.D di Al-Azhar University, Mesir. Lulus menjadi salah satu pakar hadis terbaik. Sebelum ditarik di Kementerian Agama, pernah menjadi wakil rektor UIN Alauddin, ketua umum LPTQ, sekretaris Dewan Pengarah Masjid Istiqlal, dan wakil ketua Komisi Pendidikan MUI.

Belakangan ini, pengamat politik  Universitas Mulawarman, Budiman juga menyinggung nama Prof Drs KH Yudian Wahyudi, MA, PhD. Yudian saat ini adalah kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Yudian ternyata putra kelahiran Balikpapan, 17 April 1960. Ayahnya seorang tentara di zaman revolusi yang bertugas di kota ini.

Yudian memecahkan rekor sebagai dosen pertama dari perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat pada 2002-2004. Hal itu dicapainya setelah menyelesaikan pendidikan doktor (PhD) di McGill University, Kanada. Ia juga berhasil menjadi profesor dan tergabung dalam American Association of University Professors periode 2005-2006.

Menurut Budiman, Yudian cocok jika dipercaya  menempati pos Pj Gubernur Kaltim. Dia menggambarkan mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (2016-2020) itu, sebagai “paket lengkap.” “Bagaimana tidak. Karena beliau dekat dengan kekuasaan (Istana) dan bisa juga mengakomodasi kepentingan Kaltim,” katanya kepada Tribunkaltim.co.

Tapi pada saat menjadi rektor, Yudian sempat membuat kebijakan yang kontroversial. Dia sempat membuat kebijakan pelarangan penggunaan cadar bagi mahasiswi. Kebijakan itu ramai dipersoalkan. Tidak sampai sebulan, dicabutnya kembali.

Dia juga banyak diserang berkaitan dengan pernyataannya tentang Pancasila, konstitusi, dan agama, yang dianggap tidak tepat dan bermasalah. Hujan kritik terjadi di Komisi II DPR RI. Akhirnya Yudian sempat berniat “berpuasa bicara” selama satu tahun.

Dengan munculnya nama Kamaruddin dan Yudian, sudah 6 tokoh  kelahiran Kaltim yang memiliki pangkat eselon I atau setingkat. Tiga lainnya adalah Nurdin MT, Sekdaprov Sri Wahyuni, Rektor Unmul Abdunnur dan Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Dr Myrna Asnawati Safitri.

Banyak pihak di daerah berharap, Presiden Jokowi memilih Pj Gubernur Kaltim diambil dari salah seorang dari ke-6 tokoh tersebut. “Semuanya mumpuni dan profesional, jadi kita yakin mereka bisa mengakomodasi kepentingan daerah dan nasional terutama IKN,” kata Rusdian, warga di Samarinda.

Kaltim pernah dipimpin Pj Gubernur setelah berakhirnya masa tugas Gubernur Drs Yurnalis Ngayoh, awal Juli 2008. Mendagri menunjuk pejabat eselon I Kemendagri Tarmizi Abdul Karim selama 6 bulan. Tapi Pj Gubernur pasca-Gubernur Isran Noor akhir September mendatang berumur lebih panjang. Kira-kira berlangsung selama satu tahun sampai dilantiknya gubernur definitif hasil Pilkada 2024.

Ketua Majelis Rakyat Kaltim Berdaulat (MRKB) Muhammad Djailani juga menyambut baik munculnya nama-nama baru yang ternyata ber-DNA Kaltim. “Mudah-mudahan masih ada lagi yang datang, sehingga bisa memperkaya dan memperkuat kapasitas SDM di daerah ini,” tambahnya.

Dia berharap munculnya tokoh-tokoh Kaltim yang selama ini tidak pernah terdengar, jangan hanya karena ada maunya. Seyogianya, siapapun dia, punya tanggung jawab moral untuk memajukan Kaltim setiap saat. Apalagi kalau dia dirjen atau menjadi pejabat di pusat. Setidaknya bisa membawa program-program untuk kemajuan daerah ini. “Itu caranya kalau kita ingin mewujudkan Kaltim Berdaulat,” tandasnya.(*)

Sri dan Musim Ketua Alumni

June 25, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SEKRETARIS Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim  Dra Sri Wahyuni, MPP punya jabatan baru. Dia terpilih sebagai ketua Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (IKAL) Kaltim masa bakti 2023-2028. Dia menggantikan Prof Dwi Nugroho Hidayanto, yang berakhir masa tugasnya setelah 5 tahun.

Prof Dwi tampak puas karena yang terpilih Sri Wahyuni. “Alhamdulillah Bu Sri yang meneruskan, pasti IKAL lebih maju ke depannya,” kata ketua Ikatan Sarjana Pendidikan (ISPI) Kaltim ini memuji.

Sri sendiri mengaku merasa terhormat diberi amanah sebagai ketua IKAL. “Ini kebanggaan sekaligus menjadi tantangan tidak hanya membesarkan IKAL Lemhannas, terlebih lagi harus mampu menjadi mitra strategis dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN),” tandasnya.

Wanita kelahiran Samarinda, 27 Desember 1970 ini, punya karier yang hebat. Karena pernah menjadi anggota Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD), Lurah Long Ikis Kabupaten Paser, masuk ke Pemkab Kukar, Pemprov Kaltim sampai akhirnya dilantik menjadi Sekdaprov sejak 30 Maret  2022. Lalu mengikuti pendidikan Lemhannas selama 7 bulan,  PPRA Angkatan LXIV (ke-64).

Acara pemilihan IKAL Lemhannas berlangsung  dalam Musyawaran Daerah (Musda) pertama  di Ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (17/6) lalu. Pembukaannya dilakukan oleh Gubernur Isran Noor  bersama  Wakil Ketua II Pengurus Pusat IKAL Komjen Pol (Purn) Togar Sianipar, yang pernah menjabat kapolda Kaltim tahun 2000. Pak Togar senang bisa “pulang kampung” dan bernostalgia.

Hadir juga Dewan Pembina IKAL, Prof Awang Faroek Ishak, yang juga mantan gubernur Kaltim. Ia terbilang alumnus Lemhannas cukup senior. Kalau tidak salah dia mengikuti Lemhannas ketika masih menjadi anggota DPR RI pada era Presiden Soeharto. Dia alumnus Lemhannas PPRA XXV tahun 1992. Gelar Magister Ketahanan Nasional diraih Pak Awang di Universitas Indonesia (UI) tahun 1998.

Lemhannas memang sangat populer pada era presiden ke-2 RI tersebut. Maklum penerimaan pesertanya sangat selektif dan menjadi jaminan atau tiket jadi pemimpin bangsa. Meski Lemhannas sendiri didirikan pada zaman Presiden Soekarno. Tanggal 20 Mei 1965 diperingati sebagai hari berdirinya Lemhannas bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Pada hari itu juga dimulakan penyelenggaraan Kursus Reguler Angkatan I.

Lemhannas mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan pendidikan penyiapan kader pimpinan tingkat nasional yang berpikir komprehensif, integral, holistik, integrati, dan profesional memiliki watak, moral dan etika kebangsaan, negarawan, berwawasan nusantara serta mempunyai cakrawala pandang yang universal.

Selain menjadi sekolah bagi calon pemimpin bangsa, Lemhannas juga bertugas menyelenggarakan pengkajian yang bersifat konsepsional dan strategis mengenai berbagai permasalahan nasional, regional, dan internasional guna menjamin  keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tugas lainnya adalah menyelenggarakan pemantapan nilai-nilai kebangsaan guna meningkatkan dan memantapkan wawasan kebangsaan dalam rangka membangun karakter bangsa (nation characters building).

Karena begitu strategisnya tugas dan fungsi Lemhannas, maka mereka yang mengikuti program ini adalah orang-orang pilihan yang memenuhi syarat tertentu. Kalau di TNI ada yang bilang, perwira yang terpilih dan sudah digodok di kawah Lemhannas, maka punya jaminan kuat jadi jenderal dan memegang jabatan strategis.

Ada dua program pendidikan di Lemhannas. Ada Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA), ada juga Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA).  Yang reguler ini yang cukup lama. Sekitar 7 bulan. Kalau PPSA sekitar 5 bulan. Selain itu, Lemhannas juga menyelenggarakan Pendidikan Kebangsaan atau Kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi pejabat eksekutif (termasuk kepala daerah) dan legislatif, yang  berlangsung hanya 2 minggu.

Presiden Jokowi memberikan kepercayaan kepada Andi Widjajanto sebagai gubernur Lemhannas sejak 21 Februari 2022. Dia orang  lingkaran Istana, yang masih muda. Usianya 52 tahun. Dia pernah menjadi sekretaris kabinet dan penasihat senior KSP. Ayahnya  mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Theo L Syafei, yang bergabung ke PDI Perjuangan.

Mantan pangdam VI/Mulawarman Letjen TNI (Purn) Moetojib pernah menjadi Gubernur Lemhannas 1994-1996. Saat ini ada mantan Danlanud Dhomber Balikpapan, yang sudah marsekal berbintang dua, Marsda TNI Heddezul, S.Sos menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ketahanan Nasional Lemhannas.

Jumlah anggota IKAL Lemhannas ribuan orang. Mereka alumni PPRA, PPSA, TOT, TAPLAI (Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan), dan P3DA (Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan). Ada yang mengabdi sebagai perwira TNI dan kepolisian, birokrat, akademisi, politisi, agamawan, praktisi, jurnalis dan sebagainya. Di Kaltim terdata 72 orang, termasuk 10  alumni Reguler.

Ketua PWI Kaltim  Endro S Effendi adalah alumni Lemhannas PPRA ke-57 atau biasa ditulis PPRA LVII tahun 2018. Dia lolos seleksi yang berlangsung ketat. Setelah mengikuti pendidikan selama 7 bulan, dia dinyatakan lulus bersama 100 peserta lainnya. “Meski pendidikannya ketat,  dengan berbagai fasilitas yang disediakan pelaksana, kita malu jika  tak berhasil,” katanya.

Saat ini Brigjen TNI Dendi Suryadi, SH, MH   melepas jabatannya sebagai komandan Korem 091/ASN karena harus mengikuti Pendidikan PPSA XXIV di Jakarta. Dendi  tumbuh besar di Samarinda. Mulai SD sampai kuliah di daerah ini, sebelum meneruskan pendidikan di Kediri dan Malang. Lalu bertugas di berbagai tempat hingga akhirnya pulang kampung. Orang bilang, setelah Lemhannas, Dendi berpeluang meraih bintang dua dengan jabatan baru yang lebih strategis.

SEMUA KETUA

Dengan terpilihnya Sri Wahyuni sebagai ketua IKAL Lemhannas, maka lengkaplah tiga figur utama di Gedung Putih Kantor Gubernur Kaltim menjadi ketua alumni. Sebelumnya Gubernur Isran Noor menjadi ketua IKA Universitas Mulawarman (IKA Unmul). Menyusul kemudian Wagub Hadi Mulyadi menjadi ketua IKA SMP Negeri I Samarinda (Spansa) 2022-2025.

Brigjen Dendi sebelum meninggalkan Samarinda, juga sempat dikukuhkan Gubernur Isran Noor sebagai ketua Alumni SMA Negeri I Samarinda (IKA Smansa) periode 2023-2028. Dia memang anggota IKA Spansa dan IKA Smansa bersama sejumlah tokoh Kaltim lainnya. Isran sendiri alumnus Smansa Angkatan tahun 1977.

Pengukuhan Hadi Mulyadi sebagai ketua IKA Spansa bersamaan dengan reuni akbar yang dilaksanakan akhir Oktober 2022 lalu. Mereka juga menggelar deklarasi yang meminta nama Taman Samarendah menjadi Taman Pemuda.

Sedang Isran sendiri menjadi ketua IKA Unmul memasuki periode kedua. Sebelumnya dia menjadi ketua 2016-2021 dan pada Munas IV 12 April 2021, dia terpilih kembali secara aklamasi menjadi ketua untuk masa bakti 2021-2026.

Gara-gara semua menjadi ketua alumni, saya akhirnya ikut didaulat menjadi ketua IKA Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unmul 2023-2026. Saya menggantikan Dr Hj Meiliana,SE, MM, yang juga menjadi pengurus IKA Unmul. Tidak gampang menjadi ketua alumni, selain menjadi wadah berhimpunnya alumni,  juga wajib ikut memajukan sekolah atau almamaternya. “Peran alumni sangat penting dalam memberikan marwah dan martabat bagi sekolah atau almamater.  Semakin banyak peran yang diberikan, semakin aktif para alumni, maka semakin bagus sekolah atau almamater kita,” kata Gubernur Isran.(*)

Isran “Pangsiun,” Pj Dicari

June 23, 2023 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

PEMBICARAAN soal siapa yang bakal menjadi Pj Gubernur Kaltim mulai hangat. Setidaknya, setelah Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo melansir adanya beberapa nama masuk ke Dewan. Dia menyebut tiga nama yaitu Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Dr Akmal Malik, M.Si, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Dr H Kamaruddin Amin, MA dan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Dr Abdunnur, M.Si. “Tapi ini masih sebatas tataran obrolan, belum fixed,” katanya kepada wartawan.

Seperti kita ketahui, masa bakti Gubernur Kaltim Isran Noor dan pasangannya Wagub Hadi Mulyadi akan berakhir   pada pengujung September 2023 ini. “Setelah itu saya  ‘pangsiun’ dari tugas,” begitu istilah yang sering diucapkan Isran.

Bukan Isran saja yang “pangsiun.” Secara bersamaan ada 16 gubernur lainnya  juga bernasib serupa di tahun ini. Belum lagi bupati dan wali kota, yang jumlahnya 154 orang. Pengganti mereka baru dipilih pada Pilkada akhir 2024, sehingga pengganti sementaranya adalah mereka yang disebut “Pj.” Umur Pj cukup lama juga, kira-kira satu tahun.

Pj itu singkatan dari Penjabat. Bukan pejabat. Penjabat adalah pejabat yang diberi kepercayaan sebagai kepala daerah selama masa transisi. Istilah Penjabat telah diatur dalam Pasal 201 UU Nomor 10 Tahun 2016.

Dalam UU Pilkada Pasal 201 ayat 9 disebutkan, untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 dan yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2023, diangkat penjabat gubernur, penjabat bupati, dan penjabat wali kota.

Penunjukan Pj juga diatur lebih teknis dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 4 Tahun 2023. Pj tidak dipilih dalam proses politik, melainkan diusulkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada Presiden melalui beberapa proses. Ini untuk Pj Gubernur, sedang Pj Bupati/Walikota cukup diusulkan Gubernur kepada Mendagri.

Khusus untuk Pj Gubernur, salah satu persyaratan penting adalah dia berasal dari pejabat ASN (Aparatur Sipil Negara) tertentu yang menduduki JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) Madya  di lingkungan Pemerintah Pusat atau di lingkungan Pemerintah Daerah. JPT   Madya itu setara pejabat eselon I (IA atau IB). Pejabat eselon I di daerah hanya Sekdaprov dan Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Sedangkan Eselon I di lingkungan Pemerintah Pusat adalah Ketua, Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal (Irjen) dan Direktur Jenderal (Dirjen).

Menurut Permendagri No 4 Tahun 2023, pengusulan Pj Gubernur berdasarkan dari dua sumber. Pertama, dari Menteri dan kedua, dari DPRD Provinsi. Masing-masing mengajukan 3 nama. Jadi 6 orang. Tapi bisa saja jumlahnya tidak 6 jika ada nama yang sama. Lalu nama-nama itu diperas dalam pembahasan, sehingga tinggal 3. Ketiga nama terakhir itu yang diusulkan kepada Presiden untuk dipilih dan diputuskan.

Sumber calon dari menteri, dapat menerima masukan dari kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian. Karena ada klausul ini, maka bisa jadi calon dari menteri bisa berasal dari unsur Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bisa juga dari kementerian lainnya. Bisa pula unsur dari TNI dan Polri.

Mengingat pemilihan Pj tidak melalui proses politik, maka unsur kepentingan sangat kuat nuansanya. Terutama kepentingan Pusat. Maka Pj yang dipilih tergantung kebutuhan. Kalau lebih kuat unsur keamanan maka biasanya dipilih dari unsur TNI atau Polri. Itu terjadi di Papua. Bisa juga Parpol penguasa ikut bermain. Tentu mereka berharap orang pilihannya yang bisa menduduki jabatan tersebut.

Untuk Kaltim, menurut saya pertimbangannya lebih ke arah kesuksesan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dicari Pj Gubernur yang bisa mengakomodasi kepentingan Kaltim, tetapi juga kepentingan nasional terutama yang berkaitan dengan kelancaran pembangunan IKN.

USUL DARI DAERAH

Berkaitan dengan tiga nama yang disebut Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo memang menarik. Akmal Malik, misalnya tentu dia sudah berpengalaman. Pejabat kelahiran Pulau Punjung, Sumbar ini  baru saja menjadi Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar). Sekarang dilanjutkan mantan Dirjen Dukcapil Prof Zudan Arif Fakrulloh.

Yang agak baru namanya terdengar adalah Kamaruddin Amin. Ternyata dia putra kelahiran Bontang, 5 Desember 1969. Orang Kaltim juga. SD-nya di SD Inpres 003 Santan Tengah. Selanjutnya  hijrah ke Sulsel, dari Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang sampai lulus di UIN Alauddin Makassar. Dia meraih doktornya di Eropa. Dia dikenal sebagai pakar hadis. Hebatnya dia menyelesaikan studinya dalam bidang hadis di Belanda dan Jerman.

Sudah dua kali Kamaruddin menjadi Dirjen di Kemenag. Sebelumnya Dirjen Pendidikan Islam. Dia dikukuhkan menjadi guru besar di UIN Alauddin Makassar dan pernah menjadi ketua MUI Sulsel Bidang Hubungan Internasional.

Sedang Abdunnur, rektor Unmul kelahiran Tanjung Selor, Bulungan, 8 Maret 1967. Ayahnya KH Sabranity, ulama kharismatik. Dia orang pertama daerah yang berhasil menjadi rektor di kampusnya sendiri. Akrab dengan Gubernur Isran Noor dan sangat gaul dalam bersosialisasi dan berinteraksi.

Apakah ketiga nama tersebut  yang diputuskan DPRD Kaltim? Seperti dikatakan Sigit, masih mungkin berkembang dan berubah.  Sebab pembahasan masalah ini masih berproses. Masyarakat melalui berbagai lembaga sangat memungkinkan mengajukan usulannya. Sayangnya untuk orang daerah sangat terbatas, pilihannya hanya Sekprov Kaltim Dr Sri Wahyuni dan Rektor Unmul Dr Abdunnur, yang memenuhi persyaratan.

Pengamat politik dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul, Budiman ada menyebut dua nama lagi. Yaitu mantan Danrem 091/ASN Brigjen Dendi Suryadi, SH, MH dan Dr Ir HM Nurdin, MT, Staf Ahli Bidang   Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Dua-duanya kader terbaik kelahiran tanah Kaltim. Dendi yang alumnus SMP I dan SMAN I Samarinda, dilahirkan di Tenggarong. Sedang Nurdin kelahiran Samarinda, yang sebelumnya juga pernah menjadi Sekda Bontang, Kepala Dinas Perkebunan Kaltim dan Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi. Nurdin saat ini sering juga mendampingi Isran Noor.

Kalau dikaitkan dengan IKN, maka ada satu nama putri Kaltim yang duduk di Otorita IKN. Dia juga pejabat Eselon I, yaitu Dr Myrna Asnawati Safitri, SH, MA, yang menjadi Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam. Dia kelahiran Samarinda. Ayahnya tokoh pers dan politik HM Fuad Arieph. Menarik juga kalau dia diusulkan kepada Presiden Jokowi menjadi Pj Gubernur.

Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengatakan sampai saat ini penjaringan nama calon Pj Gubernur Kaltim masih berproses. “Belum ada nama baru yang masuk dan kita juga belum menentukan jadwal paripurna penetapan 3 calon yang diajukan ke Mendagri,” katanya ketika dihubungi.

Banyak yang berharap DPRD Kaltim mengusulkan tiga nama benar-benar berasal dari putra Kaltim terbaik. Bukan dari luar. Walau  keputusan terakhirnya ada di Pusat. “Ya memang terakhirnya tergantung orientasi Pusat,” kata Budiman kepada Tribunkaltim.co.(*)

“Quo Vadis Ibu Kota  DKI Jakarta”

June 22, 2023 by  
Filed under Opini

Pesta Hari jadi Kota Jakarta yg ke 496, adalah sebuah wujud syukur bagi seluruh tp lapisan masyarakat, baik tingkat Nasional maupun tingkat Lokal masyarakat Jakarta.

Dalam Usia yg ke 496, terbukti Kota Jakarta mampu menjadi Ibukota yg baik bagi seluruh Lapisan masyarakat, diaspora antar etnis dapat tumbuh berdampingan satu sama lain,..

Pembangunan dan tata kelola kota Jakarta  silih berganti mencari bentuk yang tepat dalam mengatasi berbagai masalah

Pemimpin Ibu Kota Jakarta dari masa kemasa terus ber upaya sedikit demi sedikit mencari solusi mengatasi masalah yg kerap terjadi, seperti Kemacetan, Banjir Musiman dan yang saat ini menjadi perhatian Khusus adalah Polusi Udara yg sangat mengkhawtirkan.

Dalam Perjalanan nya, sebuah kebijakan Pemerintah Pusat memindahkan Ibu Kota Negara telah mendapat persetujuan semua pihak, maka Ibu Kota Negara akan pindah ke Propinsi Kalimantan Timur.

Kebijakan pemindahan Ibu Kota tersebut, menjadikan Sejarah Jakarta sebagai Ibukota Negara selesai sudah, tugas menjadi symbol Negara akan segera tergantikan,.

Kemudian perubahan status Ibu Kota ini masih dalam diskusi semua pihak, apa yg akan terjadi buat Jakarta setelah Jakarta tidak menjadi Ibu Kota ?, bagaimana system pemerintahan nya ? dst,.

Dalam sebuah tulisan yang dimuat di salah Satu Koran Nasional, PJ Gubernur DKI bapak Heru Budi Hartono, mencetuskan wacana Jakarta menjadi kota Global, setelah Ibu Kota Negara secara utuh pindah ke Ibu Kota Negara yang baru.

Jakarta Barometer, memandang kira nya wacana Kota Jakarta menjadi kota Global, adalah sebuah gagasan ide yang perlu mendapat tempat dikalangan seluruh lapisan masyarakat Kota Jakarta, diskusi ilmiah tentang posisi Kota Jakarta pasca tidak mejadi Ibu Kota Negara kiranya dapat berjalan utuh dalam menemukan sebuah bentuk yang ideal terhadap Kota Jakarta yang berhasil menjadi Ibu Kota Negara yang baik, dan tetap menjadi Kota Besar yang tidak kehilangan posisi nya dalam menjaga Harmonisasi Diaspora masyarakat Indonesia, kemudian tetap menjadi kekuatan penunjang ekonomi negara, karena Kota Jakarta terkenal dengan karakter nya sebagai Kota Jasa, Kota Jakarta tetap akan menjadi barometer pembangunan bersama kota – kota pendamping nya.

Jakarta Barometer, memandang Posisi Kota Jakarta terhadap Ibu Kota negara tetangga sekira nya tetap penting dalam peranan nya, Kota Jakarta tetap harus Fokus menjadi Kota berdaya saing Global, dalam menjalin hubungan dengan Ibu Kota negara lain, Fokus memecahkan masalah yang selalu muncul, menjawab tantangan menjadi Kota Global bukan sekedar tanggung Jawab pemerintah Kota Jakarta saja, tetapi juga menjadi tanggung Jawab seluruh lapisan Masyarakat Kota Jakarta.

Oleh Karena itu, Jakarta Barometer, mengajak seluruh lapisan masyarakat Kota Jakarta, untuk bersama sama secara simultan mempersiapkan diri menjadikan Kota Jakarta tetap menjadi Kota impian bagi seluruh masyarakat Indonesia, yang tidak kehilangan kebesarannya dalam sejarah menjadi Ibu Kota Negara..

Selamat Hari Jadi Ibu Kota Negara, DKI JAKARTA yang ke 496

Jakarta Barometer

Jim Lomen Sihombing

Garnacho Depan Mata Saya

June 20, 2023 by  
Filed under Opini

 Catatan Rizal Effendi

SEBENARNYA saya dongkol Messi ngga jadi datang.  Tapi akhirnya saya memutuskan  tetap menyaksikan laga langka FIFA matchday antara timnas Indonesia lawan juara dunia tiga kali Argentina. Saya  datang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (19/6) petang. Berdesak-desakan dengan sekitar 56 ribu penonton lainnya. Saya lihat Presiden Jokowi nonton juga bersama Ibu Negara Iriana didampingi Ketua PSSI Erick Thohir dan Menhan Prabowo Subianto. Selain itu ada beberapa Menteri lainnya.

Jokowi agak kaget dan tersenyum bersama Iriana ketika tahu cucunya Jan Ethes, putra Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjadi player escort atau pendamping kiper Argentina, Emiliano Martinez. “Eh tahu-tahunya dampingi,” katanya terkejut.

Saya dapat tiket gratis dari Nabil Husein Said Amin, Presiden Borneo FC. Kebetulan saya dan dia sama-sama bacaleg DPR RI dapil Kaltim dari Partai NasDem. Ayahnya, Said Amin yang dikenal bos Pemuda Pancasila (PP) Kaltim juga akrab dengan saya. Banyak orang Kaltim datang termasuk warga Balikpapan. Ada juga Rektor Unmul Dr Abdunnur.

Nabil nonton juga dengan pasukannya. “Walau laga persahabatan, tapi ini pertandingan bagus,” katanya. Salah seorang gelandang Timnas Indonesia Stefano Lilipaly dari Borneo FC . Stefano merupakan pemain yang memiliki darah campuran Indonesia dan Belanda. Selain bermain di Belanda, dia sempat di Liga Jepang sebelum lanjut ke Indonesia.

“Prestasi” Indonesia yang belum pernah dikalahkan tim juara dunia manapun, seperti kata Cak Lontong,   akhirnya terpecahkan. Indonesia kalah terhormat atas tim Tanggo 0-2 melalui tendangan jarak jauh dari kaki Leandro  Paredes menit ke-38 dan sundulan kepala Cristian Romero pada menit ke-55.

Seharusnya angka skornya 3-0, kata seorang teman di samping saya. Satu gol lagi dari kaki Messi. Sayangnya dianulir wasit. Karena Messi tidak datang ke lapangan. Itupun gol tambahan itu terjadi dalam mimpi saja, katanya tertawa.

Teriakan Messi…Messi masih ramai di lapangan. Tapi ditambah ujungnya dengan suara “huuuu.” Tanda penonton kecewa karena dia tidak datang ke Indonesia. “Tega betul kau Messi ngga mau ke Indonesia” kata seorang penggemarnya di GBK menggerutu.

Melampiaskan kekesalannya dengan Messi, ada seorang warganet yang menggugah foto hasil rekayasa di mana Messi membelakangi kamera lagi memesan sate di depan Stadion GBK. Sepertinya habis bertanding lawan Timnas kita. He….he.

Menurut pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni, sebenarnya bukan Messi yang tidak mau datang. Tapi ini murni keputusan dia sebagai pelatih, yang memberikan kesempatan berlibur kepada Messi termasuk Angel Di Maria dan Nicolas Otamendiini cuma akal-akalan mereka, agar Messi tidak dihujat penggemarnya di Indonesia. Apa salahnya datang ke Jakarta, meski main satu menit. Yang penting bisa mengobati kerinduan penggemarnya.

Saya masih mau menonton timnas Argentina lawan timnas Indonesia, karena di tim Albiceleste masih ada Alejandro Garnacho, winger muda Manchester United (MU). Saya penggemar fanatik MU dan suka penampilan Garnacho. “He..he pasti Pak Rizal datang karena Garnacho,” kata Bima Sakti, pelatih Indonesia asal Balikpapan ketika ketemu saya seusai pertandingan.

Lengkap atribut yang saya pakai datang ke GBK. Soalnya saya menggunakan kostum gabungan. Jerseynya merah berlabel Timnas Indonesia. Jaketnya, jaket Setan Merah. Topinya, topi berlogo duel Indonesia vs Argentina dan sepatunya saya pakai sepatu sport putih berlogo Persiba Balikpapan.

Garnacho baru masuk ke lapangan menit ke-60 menggantikan Nicolas Gonzalez. Saya yang duduk di VIP Barat memang jodoh. Karena pemain yang 1 Juli nanti berusia 19 tahun itu, bermain di sayap kiri. Jadi persis dia  di depan mata saya. Garnacho memang eksplosif ketika main melawan Australia di China maupun dengan Timnas Garuda, itu sangat spesial bagi pemain berambut blonde ini. Karena ini debut pertama Garnacho bermain di Timnas Argentina senior. Garnacho naik kelas setelah sempat menjadi andalan Timnas Argentina U-20.

Uniknya sebelum membela Argentina, dia sempat bermain untuk Timnas Spanyol U-18. Karena itu dia memang jadi rebutan timnas kedua negara. Ia lahir di Spanyol dari ibu orang Argentina dan ayah berpaspor Spanyol. Namun belakangan dia mantap memilih ke negeri Maradona.  “Saya tak ragu, karena saya memang sebagai orang Argentina,” ujarnya kepada ESPN Argentina.

Saya tak mengira permainan sang wonderkid ini ternyata bisa dihadang dengan lugas oleh kapten Indonesia, Asnawi Mangkualam. Garnacho tak berkutik. Malah dia terpancing, apalagi dia juga mendapat teriakan “huuuuuu” dari penonton. Akhirnya sempat melakukan tekel kasar ke Asnawi. Syukur wasit tidak mengeluarkan kartu kuning.

Banyak yang berharap lewat kedatangan Garnacho, nantinya MU juga tertarik untuk melakoni laga persahabatan di Indonesia. “Mudah-mudahan Garnacho cerita yang indah-indah tentang Indonesia. Makan sate dan nasi goreng yang enak, sehingga MU mau datang ke sini,” kata Musa, seorang penggemar MU, yang kebetulan duduk di dekat saya.

JUGA SEDIH

Ada pemain timnas Indonesia, yang juga sedih Messi tak datang. Dia adalah Jordi Amat Maas, bek tengah kelahiran Canet de Mar, Spanyol. Ternyata Jordi sudah kenal Messi. Mereka beberapa kali bertemu saat keduanya masih bermain di La Liga. Jordi pernah main di Espanyol, Real Betis hingga Rayo Vallecano. Sedang La Pulga julukan Lionel Messi saat itu ada di Barcelona. “Sayang Messi tak jadi datang, kalau tidak saya bisa bertemu lagi di lapangan,” katanya.

Jordi mengakui Messi berkembang menjadi pemain top dunia. Kakinya memang ajaib. Ibaratnya kata orang, ditendang dalam keadaan terpejam sekalipun tetap  saja bisa merobek jala gawang. Karena itu  nilainya selangit. Bayangkan kedua kakinya itu diasuransikan sebesar 750 juta euro atau sekitar Rp 12,8 triliun.  Itu tujuh kali lebih mahal dari kaki Cristiano Ronaldo.  Menurut Abbey Autoline, perusahaan asuransi asal Iralindia Utara, nilai asuransi kedua kaki Ronaldo “hanya” 105 juta euro atau sekitar Rp 1,7 triliun.

Pernah ada penonton yang bilang Messi itu punya tiga kaki. Makanya bermain hebat melebihi pemain lain. Dia punya tonjolan besar yang berada di samping tempurung lutut, yang disebut sebagai kaki ketiganya. Belakangan Messi menjelaskan, bahwa dia pernah mengalami gangguan hormon pertumbuhan pada usia 11 tahun, sehingga setiap malam dia harus menyuntik kakinya.

Sejauh ini Messi sudah memenangi 7 penghargaan Ballon d’Or dan mengkoleksi 6 penghargaan sepatu emas sebagai pencetak gol terbanyak sejak berkarier di Eropa. Di Piala Dunia 2022 dia gagal meraih golden boot, kalah satu gol dengan Kylian Mbappe, rekan seklubnya di Paris-Saint German (PSG), yang menjadi andalan Les Bleus, Prancis.

Saya dengar MU tengah mengincar Mbappe, yang memutuskan tidak akan memperpanjang kontraknya dengan PSG. Itu berarti PSG kehilangan dua ujung tombaknya. Messi lebih dulu angkat kaki dan memutuskan  berlabuh di  Inter Miami FC, sebuah klub sepak bola di kota Miami, Amerika Serikat.

Padahal tadinya beredar kabar dia akan bergabung dengan Al-Hilal di Arab Saudi, di mana dia akan bermain bersama Ronaldo dan Karim Benzema. Atau kembali ke klub awalnya, Barcelona.

Belum diketahui apakah Messi masih akan bermain untuk timnas Argentina pada Piala Dunia 2026 akan datang mengingat usianya sudah tak muda lagi. Beberapa hari lagi Messi akan berulangtahun ke-36. Dia dilahirkan di Rosario, Provinsi Santa Fe, Argentina, 24 Juni  1987. Dia lebih muda dua tahun dibanding Ronaldo yang sudah berumur 38 tahun.

Ada satu lagi pemain Argentina yang bermain di MU. Yaitu pemain belakang Lisandro Martinez. Tapi sepertinya tidak dibawa oleh pelatih Lionel Scaloni. Padahal Martinez juga bermain bagus dan menjadi salah satu palang pintu MU.

Secara keseluruhan pertandingan Timnas Indonesia lawan Argentina sangat menarik. Tak disangka anak-anak asuhan Shin Tae-Yong mampu mengimbangi meski di babak pertama agak keteter. Presiden Jokowi sempat waswas takut hujan gol. Tapi ternyata tidak. Begitu selesai dia turun ke lapangan menyalami semua pemain. “Bagus…bagus, luar biasa,” katanya. Penonton juga surprise, karena sempat muncul penyanyi AGT, Putri Ariani membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dan Berkibarlah Bendera Negeriku.

Saya beruntung satu hotel dengan timnas Garuda. Sama-sama di Hotel Sultan. Tinggal jalan kaki ke Senayan. Tapi saya cuma istirahat sebentar di kamar. Pukul 01.00 dinihari saya langsung ke Bandara Soekarno-Hatta. Saya langsung pulang ke Balikpapan naik pesawat Lion Air pukul 05.00 subuh. Soalnya sudah mau sarapan pagi soto singkong dan songkolo di Depot Sehati, Balikpapan Baru.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1591013
    Users Today : 4383
    Users Yesterday : 7722
    This Year : 527523
    Total Users : 1591013
    Total views : 13715601
    Who's Online : 60
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-03