Belantara Foundation Raih Dua Penghargaan dari PFI: Kategori Koordinator Klaster Lingkungan dan Members Collaboration

April 28, 2026 by  
Filed under Nasional

Vivaborneo.com, Jakarta — Belantara Foundation meraih dua penghargaan dari Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), yaitu kategori Koordinator Klaster Lingkungan dan kategori Members Collaboration pada Rapat Umum Anggota (RUA) PFI yang diselenggarakan di Auditorium Puri Dani, IPMI International Business School, Jakarta pada Kamis (23/4/2026).

Pemberian penghargaan pada kedua kategori tersebut merupakan salah satu bentuk pengakuan dari PFI atas kontribusi nyata yang telah diberikan Belantara Foundation dalam mengembangkan kolaborasi antaranggota, memperkuat peran klaster, serta mendukung kemajuan ekosistem filantropi secara berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna disela-sela menerima penghargaan tersebut mengatakan bahwa periode tahun 2019 hingga 2025, Belantara Foundation ditunjuk sebagai Koordinator Klaster Lingkungan Hidup dan Konservasi pada PFI.

“Dalam implementasinya, Belantara Foundation berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari diskusi tematik dan forum pembelajaran, aksi nyata di lapangan, penyusunan strategic paper, kampanye media sosial, members gathering, hingga rapat umum anggota PFI,” ujarnya.

Sebagai anggota pada PFI, Belantara Foundation mendapat berbagai manfaat, seperti jejaring dan kolaborasi yang semakin luas, salah satunya, kerja sama Belantara Foundation dengan Merck Indonesia yang menginisiasi program penanaman 300 pohon khas Jakarta seperti pohon menteng dan kemang di Hutan Kota Cilangkap, Jakarta Timur pada tahun 2024.

Belantara Foundation juga merasakan dampak langsung dari keanggotaan PFI, antara lain PFI membantu menyebarluaskan informasi tentang kegiatan Belantara Foundation, seperti kegiatan Belantara Learning Series kepada seluruh anggota PFI sehingga memungkinkan peserta hadir dalam jumlah yang banyak.

Selain itu, PFI juga membantu memfasilitasi Belantara Foundation dalam pembuatan akun pada website Rencana Aksi Nasional SDGs yang dimiliki oleh Bappenas. Hal ini sangat membantu kami dalam melaporkan program Belantara guna mendapat rekognisi dari Bappenas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dua penghargaan yang diberikan PFI kepada Belantara Foundation. Kedua penghargaan ini sangat penting guna meningkatkan semangat dan motivasi kami untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan lanskap lestari dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Kami berharap PFI dapat memperkuat peran sebagai fasilitator dan mendorong anggota-anggotanya untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia”, pungkas Dolly.

Kontribusi anggota seperti Belantara Foundation menunjukkan bagaimana kolaborasi dan ko-kreasi dapat berkembang menjadi kekuatan utama dalam mendorong solusi yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Rully Amrullah, Plt. Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia mengatakan melalui peran aktif dalam klaster, penguatan jejaring, serta berbagai inisiatif bersama, anggota PFI mampu menghadirkan praktik filantropi yang lebih terintegrasi, relevan, dan berdampak bagi lingkungan dan masyarakat.(vb/adv)

 

PFI Tetapkan Arah Strategis 2026, Perkuat Peran Filantropi sebagai Penggerak Solusi Nasional

April 26, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Jakarta —Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menetapkan arah strategis tahun 2026 untuk memperkuat peran filantropi sebagai penggerak solusi atas berbagai tantangan pembangunan nasional dalam Rapat Umum Anggota (RUA) yang diselenggarakan di Gedung IPMI, Jakarta.

Menghadapi tantangan yang kian kompleks—dari perubahan iklim hingga ketimpangan ekonomi—PFI mendorong transformasi filantropi menuju pendekatan yang lebih terintegrasi, kolaboratif, dan berdampak luas.

Rencana Strategis 2026 PFI difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub nasional, yang tidak hanya menghubungkan aktor, tetapi juga menyelaraskan arah dan mendorong aksi kolektif lintas sektor. Kedua, pengembangan ekosistem kolaborasi melalui Multi-Stakeholder Forum (MSF) dan klaster tematik untuk mempercepat solusi bersama, khususnya dalam isu kemiskinan, ketahanan ekonomi, dan perubahan iklim.

Ketiga, penguatan infrastruktur pengetahuan dan inovasi pendanaan sosial, termasuk pemanfaatan data, publikasi strategis, serta model pembiayaan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Untuk mendukung implementasi ketiga pilar tersebut, PFI juga mengembangkan platform strategis yang meliputi platform Philanthropy Directory, Impact, dan Learning. Platform directory akan menjadi basis data terintegrasi untuk memetakan aktor dan inisiatif filantropi di Indonesia guna memperkuat konektivitas dan kolaborasi.

Sementara platform impact difokuskan pada pengukuran dan pelaporan dampak agar praktik filantropi semakin akuntabel dan berbasis data. Adapun platform learning yang ditargetkan rampung pada 2026 akan melengkapi ekosistem platform ini sebagai ruang pembelajaran bersama bagi anggota untuk meningkatkan kapasitas, berbagi praktik baik, serta mendorong adopsi inovasi. Kehadiran ketiga platform ini diharapkan dapat memperkuat transparansi, efektivitas, dan kualitas kolaborasi dalam ekosistem filantropi nasional.

Untuk memastikan implementasi strategi ini berjalan efektif, PFI juga menekankan pentingnya partisipasi aktif anggota dalam membangun kolaborasi yang lebih terarah. Pengalaman anggota selama ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang difasilitasi PFI telah membuka peluang sinergi yang lebih luas.

“Kami tidak hanya belajar dari berbagai praktik baik, tetapi juga berkolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas dan memperluas jangkauan program,” ujar Dian A. Purbasari, Direktur Yayasan Bakti Barito .

Sementara itu, Ahmad Juwaini dari Dompet Dhuafa menambahkan bahwa “kami merasakan manfaat signifikan dalam memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas dan tata kelola lembaga.”

Pengalaman ini menjadi landasan bagi PFI untuk terus memperkuat pendekatan kolaboratif yang lebih terintegrasi dan berdampak pada tahun 2026.

Ketua Badan Pengurus PFI, Rizal Algamar, menyampaikan bahwa arah strategis 2026 merupakan kelanjutan dari penguatan peran PFI sebagai Filantropi Hub yang telah dibangun sepanjang 2025. PFI juga mendorong agar kolaborasi yang telah terbentuk dapat berkembang menjadi aksi kolektif yang lebih terarah, dengan dukungan infrastruktur pengetahuan, platform digital, serta penguatan peran anggota dalam co-creation solusi lintas sektor.

Berangkat dari capaian sepanjang tahun 2025, mulai dari pertumbuhan jumlah anggota, penyelenggaraan puluhan forum diskusi, penguatan chapter daerah, hingga pelaksanaan berbagai inisiatif strategis seperti Filantropi Indonesia Festival, Piagam Budaya Filantropi, dan Multi-Stakeholder Forum (MSF)—PFI menunjukkan peran yang semakin kuat tidak hanya sebagai ruang kolaborasi, tetapi juga sebagai penggerak arah, standar, dan praktik filantropi di Indonesia.

Sebagai bagian dari kelanjutan dari capaian tersebut, PFI akan memperkuat kemitraan lintas sektor—dengan pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan mitra internasional—untuk memastikan bahwa praktik filantropi dapat berkontribusi secara lebih signifikan terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

PFI meyakini masa depan filantropi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya yang dihimpun, tetapi oleh kemampuan untuk mengelola, menyelaraskan, dan mengarahkan sumber daya tersebut menjadi dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Melalui RUA 2026, PFI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai penggerak ekosistem dan pendorong budaya filantropi nasional, serta mempercepat transformasi menuju praktik filantropi yang lebih terukur, inklusif, dan berdampak luas.(vb/adv)

 

  • vb

  • Pengunjung

    1720488
    Users Today : 2916
    Users Yesterday : 4727
    This Year : 656998
    Total Users : 1720488
    Total views : 14565642
    Who's Online : 29
    Your IP Address : 216.73.216.5
    Server Time : 2026-04-28