Sri Wahyuni Kembali Pimpin Korpri Kaltim

April 30, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pengurus Korp Pegawai Republik Indonesia (DP KORPRI) Provinsi Kalimantan Timur, secara aklamasi memilih dan meminta kesediaan Sri Wahyuni, Sekda Provinsi Kalimantan Timur, untuk memimpin kembali sebagai Ketua DP KORPRI Provinsi Kaltim, periode 2026-2031.

Permintaan tersebut disampaikan Rozani Erawadi, mewakili peserta Musda sekaligus Pimpinan Sidang Musda X DP KORPRI Provinsi Kaltim, yang dilakukan secara daring, Rabu (29/4/2026) kepada Ketua DP KORPRI  Prov Kaltim Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa periode 2020-2025, Sri Wahyuni.

Setelah bersedia untuk dipilih, barulah Rapat Pleno memilih Sri Wayuni secara aklamasi. Sebelumnya di luar nama Sri Wahyuni, muncul nama Rozani Erawadi dan Fitriansyah, keduanya sebagai pimpinan sidang. Namun keduanya menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

 

Musda X diikuti oleh para Pengurus DP KORPRI Prov. Kaltim, Pengurus DP. KORPRI Kabupaten/Kota, Ketua DP KORPRI Unit Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan DP. KORPRI Instansi Vertikal Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan Musda X secara daring. Sedangkan panitia Musda, termasuk host dan beberapa peserta hadir bersama di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur. Acara dibuka oleh Wakil Ketua I DP KORPRI Prov. Kaltim, Jauhar Efendi, mewakili Ketua, Sri Wahyuni, karena ada kegiatan lain yang bersamaan waktunya, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Jauhar Efendi ketika membacakan sambutan Ketua menyampaikan, KORPRI memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta menjadi wadah perekat dan pemersatu ASN di Indonesia.

“Melalui KORPRI, mari kita senantiasa meningkatkan kinerja, berkolaborasi dan bersinergi, serta menumbuhkan energi positif dalam setiap pelaksanaan tugas, kewajiban dan tanggungjawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jauhar menyampaikan empat program utama KORPRI ke depan. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi. Kedua, penguatan ideologi serta karakter Aparatur Sipil Negara. Ketiga, perlindungan karier dan bantuan hukum bagi ASN, dan keempat, peningkatan kesejahteraan anggota.

“Dengan kepengurusan baru yang terpilih nanti, organisasi ini diharapkan mampu berkiprah secara maksimal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab serta menjalankan program kerja untuk kesejahteraan anggota,”,pungkasnya.

Usai dibuka, acara dilanjutkan dengan Rapat Pleno I, dengan dua agenda, yaitu Pembahasan dan Pengesahan Acara dan Tata Tertib Musayawarah, serta Pembentukan Pimpinan Sidang Musyawarah KORPRI X. Rapat Pleno II, dengan dua agenda, yaitu Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Provinsi Kaltim, dan Tanggapan serta Jawaban Peserta Musyawarah.

“Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Prov. Kaltim, disampaikan oleh Jauhar Efendi, selaku Wakil Ketua I. Alhamdulillah Laporan Pertanggungjawaban diterima oleh seluruh peserta musyawarah tanpa catatan,” ujar Rozani Erawadi, selaku pimpinan sidang.

Selanjutnya Rapat Pleno III tentang Pengarahan Stering Committee dan Pembentukan Komisi A (Penyusunan Persyaratan Ketua, dan Pengurus KORPRI Provinsi Kalimantan Timur Masa Bakti 2026-2031); Komisi B (Penyusunan Program Kerja DP. KORPRI Prov. Kaltim Tahun 2026-2031);  dan Komisi C (Penyusunan Rekomendasi Musyawarah KORPRI Provinsi Kalimantan Timur).

Kegiatan berikutnya,  Rapat Komisi A, dipimpin Andi Muhammad Ishak (Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra,  Rapat Komisi B dipimpin Nina Dewi (Kepala BPSDM Kaltim), dan Rapat Komisi C dipimpin Suparmi (Kepala Biro Hukum) dan Inni Indarpuri (Biro Administrasi Pimpinan). Rapat masing-masing komisi dialokasikan waktu selama 60 menit.

“Rapat Pleno IV tentang Laporan masing-masing Ketua Komisi dan perumusan hasil musyawarah berjalan sesuai dengan rencana. Demikian juga Rapat Pleno V tentang Persiapan dan Pemilihan Ketua DP KORPRI Prov. Kaltim juga berjalan lancar,” ungkap Ketua Sidang, Rozani Erawadi, didampingi Fitriansyah.

Musda X ditutup oleh Ketua DP. KORPRI Kaltim terpilih, Sri Wahyuni. menyampaikan ucapan terima kasih atas amanah yang diberikan, dan menegaskan akan merealisasikan amanah yang disampaikan oleh peserta Musda, antara lain terkait dengan harapan untuk peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI beserta keluarganya. Termasuk masalah beasiswa pendidikan.  (*)

Sekda: Jangan Belanja APBD Habis, Tapi Tidak Berdampak Pada Masyarakat

March 22, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni mengingatkan seluruh perangkat daerah untuk menggunakan dana APBD secara efektif, dengan program kegiatan yang dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Jangan sampai belanja habis, tetapi dampaknya tidak ada. Ini yang harus menjadi perhatian kita,” tegas Sekda Sri Wahyuni di Jakarta, Selsa (21/3/2023)

Menurut Sri Wahyuni, pengeluaran APBD oleh perangkat daerah tidak hanya sekadar menyelesaikan kegiatan, tetapi juga harus memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Belanja pemerintah, salah satunya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang dapat meningkatkan kesempatan kerja, pendapatan masyarakat, dan secara langsung mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Kaltim.

Dikatakan Sri Wahyuni, saat ini Pemprov Kaltim sedang menyusun Rencana Pembangunan Daerah (RPD), yang nantinya akan disusul dengan rencana strategis (renstra) perangkat daerah. Para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) akan diminta untuk memaparkan rencana strategis mereka untuk tahun 2024-2026. Hal ini penting agar semua kepala OPD dapat secara konsisten melakukan pengawasan dan bertanggung jawab atas program dan kegiatan yang dilaksanakan.

“Jangan sampai belanja habis, tetapi dampaknya tidak ada. Ini yang harus menjadi perhatian kita,” tegas Sekda Sri Wahyuni.

Setiap program kegiatan harus memiliki hasil yang jelas dan setiap kepala OPD harus mengetahuinya. Kepala OPD juga harus memahami program dan bertanggung jawab untuk mengawal program tersebut.

“Gubernur saat rapim berpesan kegiatan harus jelas, siapa penerima manfaatnya. Bukan hanya sekadar memenuhi tupoksi OPD,” tegasnya.

Selain itu, pengeluaran APBD juga harus memberikan dampak signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Salah satunya dengan memberikan prioritas belanja APBD untuk produk-produk dalam negeri. (sam)

Sri Wahyuni : Ketersediaan Bahan Pangan di Kaltim Aman Hingga Lebaran

April 9, 2022 by  
Filed under Berita

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni didampingi Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor

SAMARINDA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok aman hingga 2,7 bulan ke depan. Penegasan itu disampaikan Sri Wahyuni usai melakukan peninjauan gedung baru Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM  di Jalan MT Haryono, Samarinda, Jumat (8/4/2022).

“Data terakhir yang kita dapat, ketersediaan bahan pangan Kaltim cukup aman hingga 2,7 bulan ke depan. Kalau ada keterlambatan, itu karena masalah distribusi saja, terutama jalan,” kata Sri Wahyuni didampingi Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor.

Terkait hal tersebut, setiap hari Pemprov Kaltim melaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, melalui Biro Ekonomi dengan input data dari Disperindagkop dan UKM Kaltim. Update  dan monitoring dilakukan setiap hari untuk memastikan pasokan aman, termasuk untuk minyak goreng.

“Arahan Pak Gubernur, jangan panic buying. Lebih bijak menghadapi situasi saat ini, karena sebenarnya stok tersedia cukup,” sambung Sri Wahyuni.

Secara lebih rinci, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan untuk beras Bulog tersedia stok sebanyak 14.051 ton, beras non-Bulog 62.572 ton dan 124.209 ton. Estimasi kebutuhan 24.276 ton (5,1 bulan). Gula pasir stok 46.250 ton, kebutuhan 20.336 ton (2,3 bulan).

“Minyak goreng stok 1.982 ton dengan tingkat kebutuhan per bulan 638 ton. Ketersediaan cukup hingga 3,1 bulan,” beber Roby.

Tepung terigu tersedia 21.565 ton dengan estimasi kebutuhan 5.342  (4,2 bulan). Jagung pipilan 1.121 ton dengan kebutuhan 243 ton (4,6 bulan). Kacang kedelai 14.800 ton dan estimasi kebutuhan 5.514 ton ((2,7 bulan). Garam beryodium 4.546 ton kebutuhan 4.022 ton (1,1 bulan). Telur ayam 25.360 ton dan estimasi kebutuhan 34.897 ton (0,7 bulan).

Kemudian untuk daging sapi stok 4.500 ton, kebutuhan 1.603 ton (2,8 bulan). Daging ayam stok 4.435 ton, kebutuhan 1.555 ton (2,9 bulan). Bawang merah stok 1.957 ton, kebutuhan 851 ton (2,3 bulan). Bawang putih 2.224 ton, kebutuhan 851 ton (2,6 bulan). Terakhir cabai 1.283 ton, kebutuhan 948 ton (1,4 bulan).

“Secara umum stok aman. Jika ada kenaikan harga, itu terjadi secara nasional sebagai efek domino dari dinamika global. Dan secara historis pasti menjelang Ramadan dan Idulfitri selalu ada kenaikan permintaan konsumen 20 hingga 40 persen,” tandas Roby.

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu juga melihat saat ini daya beli masyarakat mulai membaik, akibat pelonggaran pandemi Covid-19 yang terus melandai. Apalagi, pertumbuhan ekonomi terus membaik pada kisaran  2% hingga 4%. Indikasinya terlihat dari produksi barang dan jasa signifikan bergerak maju atau membaik.

Roby menambahkan khusus untuk minyak goreng curah, Pemprov Kaltim setiap hari secara rutin melaporkan kondisi ketersediaan kepada Kementerian Perdagangan dan Satuan Gabungan (Satgab) di pusat yang terdiri dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Polri dan BIN. Hal ini juga dilaporkan kepada Satgab di daerah yang terdiri dari Polda dan BIN.

“Pertama Satgab bertugas memastikan ketersediaan dan harga, kedua memberikan sanksi. Sanksi berupa peringatan pertama dan kedua sampai pada eksekusi,” tegas Roby.

Dia juga mengungkapkan, empat komiditi yang masih “hot” (harga tinggi) hingga saat ini adalah minyak goreng, gula pasir, daging sapi dan gas. (sam)

Dispar Kaltim Siapkan Obyek Wisaya saat Balikpapan Tuan Rumah Pre Summit Ke-3 Youth 20

March 22, 2022 by  
Filed under Politik dan Pemerintahan, Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Sri Wahyuni (tengah) saat berada di pertemuan Youth 20 Pre Summit I 2022 Local Chapter South Sumatera (Sumatera Selatan)

Vivaborneo.com, Samarinda– Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk berpromosi manakala Kota Balikpapan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pre Summit 3  Youth Twenty (Y20). Kegiatan ini merupakan rangkaian pelaksanaan Group Twenty ( G20) di Bali.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur  Sri Wahyuni mengharapkan  pertemuan Pre Summit 3 Y20 yang akan diadakan di Kaltim  dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi pariwisata unggulan yang berujung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

“Dengan terpilihnya Kalimantan Timur sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pre Summit 3 di Balikpapan tersebut, kita mendapat kesempatan untuk memperkenalkan objek objek pariwisata unggulan yang ada di Kaltim kepada peserta yang datang dari beberapa negara, khususnya yang tidak jauh dari Kota Balikpapan” ujar Sri Wahyuni yang ditemui pada Senin (21/3/2022), usai menghadiri pertemuan Youth 20 Pre Summit I 2022 Local Chapter South Sumatera (sumatera Selatan).

Acara ini diselenggarakan oleh International Youth Diplomacy (IYD) Local Chapter South Sumatera, bertempat di Ballroom Hotel Novotel Palembang, pada Sabtu (19/3/2022). Dalam forum tersebut, jelas  Sri, didampingi oleh dua anak muda Kaltim yang merupakan Local chapter Kalimantan Timur yaitu Aie Natasha dan Muhammaf Rifky Maulana Gunawan.

“Aie Natasha dan Muhammaf Rifky Maulana Gunawan, mereka ini sekaligus sebagai observer untuk merancang agenda kegiatan Pre-Summit 3 di Kalimantan Timur. Rencananya penyelenggaraan Pre Summit 3 di Kaltim akan dilaksanakan pada bulan Mei dengan mengusung tema Konservasi Lingkungan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia Youth Diplomacy merupakan organisasi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Youth Forum dalam rangkaian G20, dengan nama Y20 Indonesia 2022. 

Rencananya,  puncak kegiatan pertemuan akan dilaksanakan di Bandung dan Jakarta. Sedangkan aktivitas Pre Summit Y20 dilaksanakan di empat daerah yakni Palembang, Mataram, Balikpapan dan Manokwari serta  setiap Pre Summit mengusung tema tersendiri.

Dicontohkan, pada pertemuan Pre Summit Pertama di Palembang mengusung tema “Jaringan Kesejahteraan Sosial bagi pekerja Sektor Informal atau pekerja yang tidak memiliki keahlian. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya.

“Kalau di Pelembang kita selain pertemuan dan talk show para peserta yang berjumlah kurang lebih 25 orang, diajak untuk City Tour ke Pulau Kemaro. Jika di Kaltim kita masih merancang tempat wisata mana saja yang layak dikunjungi oleh para peserta nantinya,” ujarnya.(vb/yul)

 

 

 

Dispar Kaltim Dorong Desa Wisata Unggulan

May 30, 2021 by  
Filed under Wisata

Vivaborneo.com, Samarinda — Lebih dari satu tahun sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur memberanikan diri untuk membuka sektor pariwisata dengan protokol kesehatan yang ketat. Read more

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1830330
    Users Today : 109
    Users Yesterday : 3389
    This Year : 766840
    Total Users : 1830330
    Total views : 15401923
    Who's Online : 56
    Your IP Address : 216.73.217.134
    Server Time : 2026-05-25