ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati Ingin Raker Kadin Berikan Solusi Pengusaha Lokal Mampu Bersaing

February 16, 2023 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Share this news

Edy Damansyah

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah membuka Rapat Kerja (Raker) Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kukar, Kamis (16/2/2023) di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong.

Bupati berharap Kadin Kukar yang merupakan wadah berkumpulnya para pengusaha lokal, terus melakukan penyesuaian terhadap situasi yang terjadi di Kukar, tertutama tata kelola pemerintahan termasuk barang/jasa. Maka, saat ini dibutuhkan kompetensi untuk bersaing.

Disebutnya, Kukar adalah kabutan yang IDAMAN (Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri), termasuk pengusahanya agar mampu bersaing dan inovatif mengahadapi situasi yang ada.

Pemkab Kukar mendorong memfasilitasi Kadin Kukar bisa terlibat dalam pekerjaan besar, termasuk di dalamnya peningkatan kompetensi dengan pelatihan-pelatihan. Pemkab Mendukung KADIN Kukar terlibat dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), yakni berjuang secara cerdas dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk itu KADIN Kukar hendaknya ikut meningkatkan bimbingan untuk pengusaha.

“Pengusaha Kukar harus memiliki semangat introspeksi untuk meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing menangkap peluang pekerjaan termasuk pembangunan IKN,” tegasnya.

Edy  juga berupaya mendorong produk lokal pengusaha Kukar masuk e Katalog. Salah satunya agar kebutuhan meubelair untuk sekolah dan kantor di Kukar merupakan hasil dari pengusaha lokal. Banyak potensi dan peluang untuk pengusaha di Kukar, untuk itu pengusaha harus bisa memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya.

“Mari kita bersama-sama bersemangat untuk meningkatkan kemampuan, kompetensi, keahlian agar dapat menangkap peluang yang ada termasuk pembangunan IKN,” ujarnya.

Diharapkan, optimalisasi peran Kadin Kukar yang menghimpun para pengusaha, yakni dengan mengurangi kompetisi dan perbanyak kolaborasi untuk kemajuan pengusaha yang menyerap tenaga kerja lokal Kukar.

Pemkab Kukar berharap peran Pengurus Kadin Kukar untuk terus bersama dalam ikut melaksanakan program pembangunan daerah, untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berbahagia.

Filosopi pembangunan Kukar melalui KUKAR IDAMAN merupakan suatu gerakan bersama yang mengoptimalkan seluruh potensi daerah, dengan mendorong kreativitas dan inovasi seluruh pelaku pembangunan dalam menciptakan daya saing dan kemandirian daerah didasari atas semangat kolaborasi dan sinergitas antara Pemerintah, Dunia Usaha, Akademisi dan Masyarakat untuk mewujudkan Kutai Kartanegara yang lebih baik.

 

Raker diharapkan dapat responsif terhadap isu-isu strategis di Kukar, khususnya dalam mendorong daya saing dan perekonomian daerah yang masih belum optimal, mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan dan berbasis Sumber Daya Alam (SDA) terbarukan.

Ia yakin jika seluruh bidang usaha mampu bergerak dan berjalan seimbang dan harmonis maka akan dilihat bentuk nyata kemajuan ekonomi dan pembangunan.

“Dengan tidak hanya mengandalkan pada sektor Sumber Daya Alam, maka saya berharap KADIN Kukar dapat menghasilkan ide-ide kreatif, inovatif dan memberikan solusi konstruktif bagi kemajuan Kukar, tentunya agar pengusaha lokal Kukar mampu bersaing dan bisa terlibat dalam pembangunan IKN,” harapnya.

Sementara, Ketua Kadin Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan pihaknya mengusung semangat kolaborasi, artinya membuka ruang untuk maju bersama agar mudah menghadapi tantangan. Kadin Kukar berkomitmen ikut membangun IKN

“Kami pengusaha lokal Kukar tak kalah saing dengan pengusaha luar. Hanya saja kesempatan belum datang. Harap kami diberi ruang untuk pembangunan IKN, kami tak ingin jadi penonton tapi aktor pembangunan IKN,” tegasnya. (her)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.