ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Gurihnya Sensasi Rasa Buah Kalangkala

February 16, 2010 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

Vivaborneo.com -Satu lagi buah yang membuat semarak kekayaan alam bumi Kalimantan yang termasuk buah langka. Buah ini tidak cukup familiar di telinga anak muda sekarang. Apalagi mereka yang merupakan masyarakat pendatang atau anak yang lahir di perkotaan.Buah Kalangkala namanya. Sebagian ada yang menyebutnya Kangkala. Bentuknya bulat penuh jika di lihat dari atas. Dari samping buah ini terlihat oval. Bentuknya sedikit lebih besar dari buah kelereng.Tekstur kulitnya licin dengan biji berwarna colkat didalam. Jika matang warna kulitnya putih kemerah-merahan mendekati merah muda (pink). Sedang daging dalamnya berwarna hijau kekuningan mirip buah alpukat.

Kalangkala memang buah hutan yang kerap menjadi santapan burung enggang, monyet, musang dan lainnya, namun oleh masyarakat Kalimantan dijadikan sayur yang disajikan bersama nasi. Sebagai hidangan pelengkap, kalangkala tentu memiliki cita rasa tersendiri bagi penikmatnya.

Buah yang disinyalir sebagai buah asli hutan Borneo ini tumbuh liar di hutan Kalimantan. Walau tumbuh liar, kalangkala masih dapat ditemui di pasar-pasar tradisional. Namun, seperti buah-buahan pada umumnya, kalangkala berbuah secara musiman. Sehingga hanya dapat ditemui pada waktu-waktu tertentu saja.

Nah, musim buah yang berlangsung dari akhir 2009 hingga awal 2010 ini, tidak ada salahnya membeli kalangkala saat Anda kebetulan melihatnya di pasar tradisional.

Cara mengolahnya sangat mudah. Kalangkala dicuci hingga bersih. Kemudian cukup merendamnya dengan air hangat (80 derajat celcius) dan taburi sedikit garam. Rendam minimal selama satu jam sebelum dihidangkan. Warna daging yang tadinya hijau akan berubah merah muda saat matang. Dengan demikian kalangkala sudah bisa dinikmati.

Biasanya buah kalangkala dihidangkan dalam piring bersama potongan bawang pitih dan merah yang diberi sedikit garam, terasi dan air. Bila suka, terkadang ditambahkan potongan cabai dan ikan asin yang dilumatkan (penyet) dalam piring tersebut.

Cita rasanya gurih dengan sedikit rasa masam dan gurih mirip buah alpukat. Rasa asin dari garam tentu menambah semarak rasa kalangkala. Sudah barang tentu dari cita rasa inilah orang-orang terdahulu gemar mengkonsumsi kalangkala.

Hingga saat ini belum ada penelitian yang mengungkapkan kandungan gizi buah kalangkala ini, namun dari aroma dan rasanya yang mirip buah alpukat, diyakini buah ini memiliki kandungan lemak yang baik untuk tubuh dan memiliki protein yang tinggi. (upik/dari berbagai sumber.foto: hazan zainuddin)


Share this news

Respon Pembaca

6 Komentar untuk "Gurihnya Sensasi Rasa Buah Kalangkala"

  1. Ezagren on Sat, 20th Feb 2010 6:51 pm 

    Wah, sayang belum pernah coba! Di mana ya bisa mendapatkannya?

  2. kusnia wati on Sun, 17th Jul 2011 9:37 pm 

    klo di bangka,,namanya buah malek..kangen sama buah ini,utk teman makan nasi..emmmmm

  3. Aya ummu alief on Sun, 16th Feb 2014 11:14 am 

    Yupz..sensasi pertama saat dimakan mengingatkan saya dengan rasa buah alpukat..kalangkala masih bisa didapat dipasar tradisional di daerah kec babulu, longkali dan sekitarnya…

  4. khairul ali hanif on Sat, 15th Aug 2015 2:04 pm 

    Artikel bagus..perlu ditambah kadar kandungan lemak jenuh.
    cari lagi yg langka2. Saya sudah 45 th tinggalkan kalsel, tak bertrmu buak 1.karamunting, 2,gitaan, 3.bangkinang, 4,kembang tigarun. Makanan yg selalu saya cari bila pulang kampung ke banjarmasin.. juga buah rambai yg sering tumbuh tepi sungai yg atasnya ada kelopak berbentuk bintang, kalau masak rasa asam manis

  5. mulyadi matmur on Tue, 1st Dec 2015 8:06 pm 

    buah malee….buah yg saya.gemari…blm ada ditemukan khasiat buah tersebut

  6. Ganti wardhanie on Sat, 23rd Dec 2017 7:04 am 

    Enak sekali makan buah kalangkala ini saya selalu memakan nya dengan perasan limau kulit ( sejenis jeruk purut tp juga saya hanya ketemu didaerah saya kalsel) dan cabe rawit ..makan dengan nasi panas2 dan ikan asin

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.