ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Pengurus Baznas Silaturahmi Dengan MUI Kaltim

March 17, 2021 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Pengurus Baznas dan Pengurus MUI Prov Kaltim

SAMARINDA –Baznas Baznas Kalimantan Timur melakukan pertemuan dan audiensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantgan Timur. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor MUI Kalimantan Timur Jalan Harmonika Samarinda, Selasa (16/3/2021).

Kegiatan dihadiri oleh Ketua MUI Kaltim terpilih KH Muhammad Rasyid, Wakil Ketua MUI KH Muhammad Haiban, Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Hamri Has, Wakil Sekertaris Abu Bakar Madani dan pengurus MUI lainya, sedangkan dari pihak Baznas Provinsi Kalimantan Timur.   Ketua Basnas Kaltim ,Drs M Drs M Nabhan dan para wakil ketua) yaitu, Miswan Thahadi (Wakil Ketua 1), Abdurrahman Ar (Wakil Ketua 2), Faridhatul Islam (Wakil Ketua 3) dan . Achmad Suparno (Wakil Ketua 4).

Ketua Baznas Kaltim HM Nafhan mengatakan, keberadaan Majelis Ulama Indonesia mampu membimbing, membina dan mengayomi umat muslim khususnya dalam hal aturan untuk kemaslahatan umat. Untuk itu, Badan Amil Zakat Nasional juga membutuhkan MUI sebagai orang tua yang mampu mengingatkan dan mengkritisi segala kebijakan aturan dalam pengelolaan zakat.

Dikatakan Nafhan, silaturahmi ini merupakan silaturahmi yang bertujuan memperkenalkan diri sebagai pimpinan Baznas yang baru dilantik belum lama ini. Selain itu, ia juga meminta bimbingan, arahan , bahkan mengingatkan jika dalam pengelolaan zakat ada yang belum pas.

“Kami juga menyadari banyaknya kekurangan kami karena masih baru,” kata Muhamad Nafhan..

Ketua MUI Kalimantan Timur KH Muhammad Rasyid sangat mengapresiasi pertemuan yang di inisiasi oleh Baznas Provinsi kalimangtan Timur, sebagai orang yang baru dilantik ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan peran dan fungsi kedua lembaga yang sama-sama bergerak dalam menegakkan syariah Islam

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Baznas Provinsi Kaltim yang telah berinisiatif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan MUI , karena insya Allah melalui pertemuan ini akan semakin menguatkan peran dan manfaat kedua lembaga bagi masyarakat”, tegas nya

Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid yang juga mantan Ketua Baznas Kaltim ini yakin kinerja Baznas Kaltim periode ini akan lebih professional karena sudah melalui seleksi yang sangat professional.

“Saya yakin kinerja para pimpinan Baznas ini akan bekerja lebih baik dan professional, baru periode ini ada seleksi pimpinan Baznas yang ketat, transparan dan professional apalagi saya lihat ada badan pengawasnya, tentu akan lebih baik karena ada yang selalu mengingatkannya,” ujar KH Muhammad Rasyid.

KH Muhammad Rasyid meminta agar Baznas selalu menjaga Amanah dalam mengelola dana Zakai, sedekah dan infaq, karena ini dana umat agar dana tersebut betul betul sesuai dengan fungsinya yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

“Jangan sampai Basnas dalam pengelolaanya salah sasaran, atau tidak sesuai dengan aturan yang akan menyebabkan masalah dikemudian hari, tapi saya yakin ketua Basnas yang baru akan prefesional, transparan, akuntabel, karena orang orangnya sudah lelaui seleksi yang sangat ketat,” kata Muhamad Rasyid.

KH Rasyid juga berpesan agar para pimpinan Basnas selalu kompak dan selalu komunikasi dalam menjalankan tugasnya, jangan mengambil kebijakan sendiri sendiri, dalam menjalankan keputusan atau program harus selalu didiskusikan dengan pimpinan lainya.

Dalam menyalurkan dana Baznas kemasyarakat hendaknya Basnas harus beroreantasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memerangi kemiskinan,”Beri masyarakat pancing, jangan diberikan ikannya saja, dengan diberi modal masyarakat akan bisa berusaha dan meningkatkan pendapatanya.(M Roghib)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.