ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Buku Sejarah Kaltim dan PPU Banyak DIcari Pemustaka Luar Daerah

April 2, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Muhammad Syafranuddin

SAMARINDA – Sejak Preside RI Jokowi menetapkan Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai Ibu Kota Nusantara (IKN), rasa ingin tahu mengenai Kaltim, khususnya wilayah-wilayah yang masuk dalam lingkungan IKN meningkat. Hal ini tentunya perlu perhatian bagi OPD terkait, diantaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim.

Kepala DPK Kaltim HM Syafranuddin mengatakan, saat ini pihaknya terus berupaya meningkatan pelayanan demi menyongsong hadirnya IKN di Kaltim. Mulai dari penguatan perpustakaan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), hingga perpustakaan daerah. Termasuk penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, yakni Pustakawan dan Arsiparis.

“Kaltim jadi Ibu Kota, tentu akan menjadi daya tarik bagi banyak orang. Publik ingin banyak mengetahui informasi mengenai Kaltim, PPU dan daerah-daerah sekitar IKN. Ini penting untuk kita siapkan sebagai OPD yang memang menyediakan berbagai informasi itu. Pemustaka akan banyak berdatangan ke perpustakaan untuk mencari informasi. Tapi tentunya juga kita akan upayakan peningkatan SDM,” ujar HM Syafranuddin.

Pustakawan DPK Kaltim Patimah Irni menyebut, minat masyarakat luar Kaltim untuk menggali informasi tentang Kaltim ternyata cukup tinggi. Salah satu tempat yang banyak didatangi mereka adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kaltim.

“Selama ada IKN, setiap minggu pasti ada Pemustaka dari luar datang ke sini untuk mencari informasi mengenai Kaltim dan wilayah-wilayah IKN. Tapi justru orang Kaltim sendiri yang sedikit,” ujarnya.

Patimah Irni menyebut, mayoritas koleksi buku-buku yang dicari adalah koleksi buku-buku langka mengenai sejarah Kaltim, sejarah wilayah-wilayah yang ada di Kaltim, khususnya mengenai Penajam Paser Utara. (adv dpk kaltim)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.