Bukit Bangkirai Tawarkan Wisata Hutan Tropis dan Canopy Bridge Ikonik

June 13, 2026 by  
Filed under Berita

Share this news

KUTAI KARTANEGARA – Wisata Alam Bukit Bangkirai di Kabupaten Kutai Kartanegara terus menjadi salah satu destinasi unggulan wisata alam di Kalimantan Timur. Berada di bawah pengelolaan PT Inhutani I Unit Manajemen Hutan Tanaman (UMHT) Batu Ampar, kawasan wisata ini menawarkan pengalaman menjelajahi hutan tropis alami seluas 1.200 hektare dengan beragam wahana berbasis alam.

Pengelola Wisata Alam Bukit Bangkirai menjelaskan, kawasan tersebut merupakan bagian dari kegiatan jasa lingkungan yang dikembangkan di area hutan tanaman milik PT Inhutani I.

“Fokus kegiatan kami ada dua, yaitu hutan tanaman dan wisata. Khusus Wisata Alam Bukit Bangkirai memiliki luas sekitar 1.200 hektare yang merupakan bagian dari kegiatan jasa lingkungan dari hutan tanaman,” ujarnya.

Salah satu daya tarik utama Bukit Bangkirai adalah Canopy Bridge atau jembatan tajuk pohon yang menjadi ikon wisata tersebut. Jembatan ini dibangun pada tahun 1998 oleh Canopy Bridge Construction Association dari Amerika Serikat.

Menurut pengelola, pembangunan Canopy Bridge hanya memerlukan waktu sekitar satu bulan. Selain menggunakan material kayu lokal, sebagian besar material konstruksi didatangkan langsung dari Amerika Serikat.

“Canopy Bridge ini diresmikan Menteri Kehutanan saat itu,  Jamaludin, pada tahun 1998. Sampai sekarang masih menjadi ikon utama wisata Bukit Bangkirai,” katanya.

Selain Canopy Bridge, pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas petualangan yang tergabung dalam Tree Walking Group. Seluruh aktivitas dilakukan di atas pohon, mulai dari wall climbing, Elvis Walk, Swing Log, Swing Line hingga Flying Fox.

Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menyewa pakaian adat Dayak Kenyah untuk berfoto, menikmati fasilitas penginapan, area camping, outbound, hingga kolam renang yang tersedia di kawasan wisata tersebut.

Untuk tarif masuk, pengunjung dikenakan biaya Rp20.500 pada hari kerja, yang terdiri dari tiket masuk Rp20.000 dan asuransi Rp500. Sementara pada akhir pekan, tiket masuk dibanderol Rp23.500.

Dengan tiket tersebut, wisatawan dapat menjelajahi kawasan wisata secara mandiri melalui jalur trekking yang telah dilengkapi petunjuk arah. Tersedia pula layanan pendampingan bagi pengunjung yang ingin melakukan trekking jarak jauh.

“Tracking normal sekitar 1,5 kilometer bisa dilakukan sendiri. Namun kami juga menyediakan pendamping untuk tracking jarak 3 sampai 5 kilometer, bahkan hingga 10 kilometer. Kami juga memiliki program tracking malam,” jelasnya.

Bagi wisatawan yang ingin bermalam, tersedia sejumlah cottage dengan tarif mulai Rp550 ribu per malam untuk satu kamar. Sementara cottage dua kamar ditawarkan dengan harga Rp750 ribu hingga Rp800 ribu per malam.

Selain menawarkan wisata alam, Bukit Bangkirai juga menyediakan berbagai cendera mata khas untuk wisatawan. Beberapa di antaranya berupa kaos, topi Bukit Bangkirai, serta tas bermotif khas Kalimantan Timur dengan harga mulai Rp50 ribu.

Sementara itu, salah seorang peserta famtrip dari PRILSS Tour, Suci Nurlila, mengaku terkesan dengan pengalaman berkunjung ke Bukit Bangkirai. Menurutnya, suasana hutan yang masih alami mampu memberikan efek relaksasi bagi pengunjung.

“Awalnya saya membayangkan trekking yang berat, tetapi ternyata jalurnya cukup nyaman. Begitu sampai di Canopy Bridge, semua rasa lelah langsung terbayarkan dengan pemandangan hutan yang luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menilai aspek keamanan Canopy Bridge sudah sangat baik sehingga pengunjung tidak perlu khawatir saat melintasi jembatan yang menghubungkan pohon-pohon raksasa tersebut.

“Kalau melihat dari bawah mungkin ada yang khawatir, aman tidak ya. Tapi setelah saya mencoba sendiri, menurut saya sangat aman. Pengelola juga memperhatikan faktor keselamatan pengunjung,” katanya.

Suci mengaku tertarik kembali berkunjung ke Bukit Bangkirai di masa mendatang. Menurutnya, destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata yang berbeda dibandingkan objek wisata pada umumnya.

“Ini memang wisata yang cocok bagi pecinta alam dan trekking. Tapi begitu sampai di atas, pemandangannya benar-benar luar biasa. Wajib dikunjungi kalau datang ke Kalimantan Timur,” pungkasnya. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb