ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati Kutai Kartanegara Ingin Serapan Anggaran Ditingkatkan

July 11, 2023 by  
Filed under Kutai Kartanegara

Share this news

TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengumpulkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk camat dan bendahara se Kukar pada Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pengendalian Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) triwulan II Tahun 2023 , di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kukar, Selasa (11/7/23). Bupati pada kesempatan itu didampingi Sekretaris Daerah H Sunggono serta para Asisten dan Staf Ahli Pemkab Kukar.

Rakordal tersebut  bagian dari manajemen pembangunan daerah yaitu meliputi perencanaan anggaran, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi, yang akan menjadi rekomendasi menyusun perencanaan selanjutnya.

Bupati mengapreasiasi progres pekerjaan OPD  meningkat, namun yang mengkhawatirkan adalah serapan keuangan yang belum sesuai harapan.

“Kita sudah memasuki bulan tujuh namun serapan anggaran belum sesuai harapan,” ujarnya Edi dalam arahannya.

Bupati ingin Kepala OPD agar bisa mengurai sisa hari kerja efektif sekitar 4 bulan ke depan, agar bisa menyelesaikan kegiatan dengan menggunakan sistem dan perangkat serta SDM yang ada sebaik-baiknya.

Edi kemudian menegaskan Kepala OPD memperhatikan realisasi keuangan, serta menyelenggarakan tahapan kegiatan sesuai ketentuan.

Menurutnya, esensi Rakordal bagi OPD yaitu tugas birokrat adalah mengawal pembangunan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat.

“Saya harap dengan Rakordal ini, Kepala OPD dapat mempercepat realisasi kegiatan APBD,” demikian harapnya.(kk04)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.