ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

CSR PAMA KIDE Berikan Materi Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Siswa Sekolah Binaan

July 17, 2023 by  
Filed under Paser

Share this news

Tanah Grogot – Menyambut peserta didik baru, siswa mendapat MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) atau MOS (Masa Orientasi Siswa). Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna. MPLS juga merupakan sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah. Seperti halnya yang dilakukan di SMPN 2 Batu Sopang dan SMPN 1 Muara Samu yang merupakan sekolah binaan PAMA. (Rabu, 12/07/23)

Dalam rangkaian MPLS, PAMA memberikan materi sharing kepada siswa baru dengan materi Pelatihan Caracter Building. Materi ini penting disampaikan kepada peserta MPLS.

Wakil Kepala SMPN 2 Batu Sopang M.Amirudin, S.pd mengucapkan terima kasih kepada PAMA dalam program MPLS ini. Materi ini dibutuhkan siswa tentang pembentukan karakter. Harapanya siswa akan mampu menghadapi kompetisi dalam dunia pendidikan kedepanya.

Sementara Atmaji dari CSR Pama menyampaikanmelalui pilar program pendidikan ini menjadi komitmen perusahaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Materi pembentukan karakter siswa juga disampaikan Sukanan selaku instruktur dari dapartemen Operation Training and Development PAMA.

Dalam kegiatan ini, siswa diajak ke dalam beberapa game. Setiap game memiliki arti dan makna di dalamnya. Makna tersebut antarala lain pembentukan karakter yang jujur, berani dan percaya diri. Selain itu juga karakter dalam berkelompok seperti saling percaya, kebersamaan dan kekompakan.

“Harapanya, karakter siswa bisa terbentuk dengan baik, sesuai dengan harapan sekolah dan orang tua,” ucap Sukanan disela materi yang disampaikan.

Para siswa juga merasa sangat antusias mengikuti kegiatan MPLS yang dilaksanakan. Mereka merasa senang dengan game game outdoor yang diberikan. Selain penyampaian materi outdoor, para peserta didik baru juga disampaikan terkait meteri wawasan kebangsaan dan kebhinekaan. Para peserta didik juga diajarkan untuk saling menghargai di dalam menyikapi perbedaan yang ada di Indonesia. Mulai dari suku, budaya dan agama. Semua merupakan bentuk dari penguatan karakter siswa yang sesuai dengan kurikulum merdeka yang dijalankan.

“Semoga dengan apa yang sudah diberikan, dapat menjadikan bekal yang bermanfaat dari para siswa, untuk menghadapi era digital dan modernisasi. Siswa nantinya mampu berpartisipas dalam memajukan bangsa di masa yang akan datang,” pungkas Sukanan. (yun)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.